Bible Study - Les Kitab Suci - Les Alkitab
 
 
 
 

Y. Samiran. SCJ

 

Ikuti Jalan SalibJalan Salib

Bible Study No. 5 : Fakta mengenai alkitab

Kirim Ke Printer Undang teman untuk Bible Study


Karena sering yg tidak jelas saya rasa ada baiknya bila kita membicarakan sejarah dan fakta ringkas mengenai alkitab pada latihan ini.

Contoh beberapa pertanyaan yg sering dipertanyakan.
Silahkan buatkan jawaban atau pertanyaan lainnya.

1. Dari mana asalnya Alkitab?
2. Apakah yg menjadikannya alkitab atau friman Allah?
3. berapa jumlah kitab dalam alkitab, kenapa terdapat perjanjian lama dan perjanjian baru?
4. Apakah sewaktu Yesus hidup terdapat alkitab?
5. Kapan susunan alkitab menjadi seperti sekarang?
6. Apa arti kanon dan deuterokanon?
7. Apa saja terjemahan dan bahasa alkitab yg resmi?
8. Apa yg dimaksudkan dengan pentatukh atau kelompok kitab-kitab lainnya?
9. Silahkan ditambah kalau ada sejarah dan fakta mengenai alkitab.

Selamat mencari pertanyaan dan jawabannya.
Dikirim Tgl 7 08 Jun 2005 oleh Rm. Y. Samiran. SCJ

  Register agar anda dapat ikut mengirimkan komentar anda



Respon dari yanti pada 09 Jun 2005 07:55 am

Dear Romo Samiran,
1. Apakah isi kitab perjanjian lama maupun perjanjian baru tidak pernah mengalami perubahan sepanjang masa ?
2. Sejak kapan isi kitab perjanjian lama dan perjanjian baru disosialisasikan kepada umat kristiani ?
Terima kasih banyak atas jawabannya.GBU

Respon dari FA Suhardi Soetedja pada 10 Jun 2005 02:12 pm

Romo Samiran yang baik,
Apa perbedaan yang signifikan dari cara pandang kita dengan saudara-saudara kita yang Protestan terhadap Alkitab?
Terima masih atas jawabannya.

Respon dari DJ pada 10 Jun 2005 08:20 pm

Romo,
Kenapa Gereja Katolik di Indonesia tidak lagi menggunakan terjemahan resmi Gereja Universal? Karena menurut saya terjemahan LAI memiliki beberapa ajaran yang tidak sesuai iman katolik

Respon dari DJ pada 10 Jun 2005 08:24 pm

Menambah postingan sebelumnya:
Terima kasih atas jawabannya Mo.
(Maklum tadi gak sengaja terpencet tombol 'kirim'. Apalagi dunia kita sedang mengalami krisis 'kasih' yang hebat ^_^)

Respon dari Iwan Kumalaputra pada 14 Jun 2005 07:19 am

Romo,
1.Menurut beberapa sumber sebenarnya dalam sejarah Gereja ditemukan banyak Injil (lebih dari 4 yang resmi). Mengapa yang dipakai hanya 4 dan yang lain dianggap sesat?
2.Di samping Alkitab, masih banyak kitab-kitab lain dalam Gereja Katolik (spt kitab 1 Celano yang dipakai oleh saudara2 Fransiskan,kitab didakhe,dll) namun keberadaannya kurang dipublikasikan pada umat. Mengapa dan apakah diakui oleh Vatikan?

Respon dari Rm. Y. Samiran. SCJ pada 18 Jun 2005 09:26 pm

1. Dari mana asalnya Alkitab?
Alkitab berasal dari bangsa Israel. Banyak cerita KS mengenai hal-ikhwal yang dialami umat Israel sepanjang ratusan tahun di negerinya yang dulu disebut Kanaan dan kemudian menjadi Palestina. Alkitab dibagi dalam dua bagian yakin Kitab Suci Perjanjian Lama dan Kitab Suci Perjanjian Baru. Perjanjian Lama berisi perjanjian-perjanjian yang diadakan Allah dengan manusia sebelum Yesus Kristus tampil di muka bumi ini. Sedangkan Perjanjian Baru berisi perjanjian terakhir yang diadakan Allah dengan umat manusia melalui Yesus Kristus.

2. Apakah yang menjadikannya alkitab atau friman Allah?
Alkitab yang ada saat ini merupakan kumpulan tulisan atau karangan baik oleh para nabi maupun oleh para murid Yesus. Kitab-kitab itu dijadikan Alkitab karena berisi ’perjanjian’ antara Allah dengan manusia (firman Allah). Itu sebabnya ada Kitab Suci Perjanjian Lama dan Kitab Suci Perjanjian Baru. Kitab Suci disebut  Perjanjian  karena berisikan ’perjanjian Allah dengn manusia’. Dalam Alkitab diceritakan dan dipikirkan hal ihwal perjanjian itu yaitu Allah dan manusia, setia dan atau tidak setia pada perjanjian itu; bagaimana perjanjian itu terlaksana atau tidak terlaksana dan sejarah hubungan manusia dengan Allah. Kata ’perjanjian’ dipakai untuk mengatakan bahwa antara Allah dan manusia terjalin hubungan istimewa, bukan hubungan alamiah saja.

3. Berapa jumlah kitab dalam alkitab? Kenapa terdapat perjanjian lama dan perjanjian baru?

Sesuai dengan Kanon Kitab suci, Perjanjian Lama terdiri dari 46 (45,kalau Teremia dan Lagu-Lagu Ratapan digabungkan) dan Perjanjian Baru terdiri atas 27 kitab.

Perjanjian Lama : Kejadian, Keluaran, Bilangan, Ulangan, Yosua, Hakim-Hakim, Rut, dua buku Samuel, dua buku Raja-Raja, dua buku Tawarikh, Esra dan Nehemia, Tobit, Yudit, Ester, dua buku Makabe, Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkothbah, Kidung Agung, Kebijaksanaan, Yusus Sirakh, Yesaya, Yeremia, Ratapan, Barukh, Yehesekiel, Daniel, Hosea, Yoel, Amos, Aboja, Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, Zefanya, Hagai, Zakaria dan Maliakhi.

Perjanjian Baru: Injil menurut Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes, Kisah para Rasul, surat-surat Paulus: kepada umat di Roma, surat pertama dan kedua kepada umat di Korintus, kepada umat di Galatia, kepada uma di Efesus, kepada umat di Filipi, kepada umat di Kolose, surat pertama dan kedua kepada umat di Tesalonika, surat pertama dan kedua kepada Timoteus, surat kepada Titus, surat kepada Filemon, surat kepada orang Ibrani, surat Yakubus, surat pertama dan kedua Petrus, surat pertama, kedua, dan ketiga Yohanes, surat Yudas, dan Wahyu kepada Yohanes.

Semua tulisan dalam Perjanjian Baru masing-masing dengan caranya sendiri berbicara tentang Yesus Kristus, karyaNya dan tuntutan-tuntutanNya. Meskipun Perjanjian Baru bepusat pada Yesus Kristus, namun didalamnya juga tercantum beberapa hal mengenai mereka yang percaya kepada Yesus Kristus, jadi mengenai umat Kristen semula serta hal ihwalnya.

4. Apakah sewaktu Yesus hidup terdapat alkitab?
Ketika Yesus hidup sudah ada tulisan-tulisan kitab-kitab yang sekarang ini ada dalam Perjanjian Lama yakni kitab-kitab yang termasuk dalam pentateukh (kitab Taurat) dan kitab-kitab lain diluar itu. Tapi, saat itu belum disebut Alkitab karena belum dikanonkan (baca tentang kanon & deuterokanonika). Kitab-kitab dalam Perjanjian Baru ditulis setelah kematian Yesus antara tahun 40 hingga tahun 120 masehi.

5. Kapan susunan alkitab menjadi seperti sekarang?
Sekitar tahun 200 mulai disusun daftar-daftar kitab suci yang lebih kurang resmi. Sekitar tahun 254 Origenes dari Alesksandria dengan teliti menyusun suatu dagtar kitab yang umum diterima. Meski demikian, masih ada perbedaan pendapat tentang dafatar-daftar yang sudah ada. Sekitar tahun 400 barulah perbedaan pendapat dalam hal jumlah kitab suci hampir hilang seluruhnya. Pada tahun 367 Batrik Alekxandria Atanasius, menyusun daftar kitab suci yang termasuk Perjanjian Baru. Julahnya genap 27, sama seperti sekarang. Kanon atau daftar itu sesudah abad kelima tidak berubah lagi. Sebaliknya daftar itu semakin dipreteguh. Dalam rangka Gereja Katolik daftar 27 kitab itu kembali ditetapkan oleh konsili Florence (th. 1441), Konsili Trente (th 1545, Konsili Vatikan I (th 1870).
Pembagian teks atas bab-bab seperti sekarang ini lazim mulai dipakai sejak sekitar tahun 1200 masehi. Diperkirakan mulai digunakan oleh seorang uskup di Canterbury (Inggris) yang bernama Stephanus Langton. Kemudian bab masih dibagi atas ayat-ayat. Untuk pertama kalinya dipakai dan dicetak oleh penerbit Robert Stephanus di Paris, Prancis, pada tahun 1551 masehi.


6. Apa arti kanon dan deuterokanonika?
Kanon berasal dari kata Yunani ’kanon’ (aslinya berati: gelagah) dipakai dengan arti ’ukuran.’ Daftar kitab yang lambat laun ditetapkan sebagai menjadi ukuran yaitu guna mengukur kitab-kitab mana yang termasuk Alkitab. Isi karangan itu diakui sebagai ukuran iman sejati, meskipun sejak awal mula tidak disadari dengan jelas. Kepastian baru tercapai dengan dimasukkannya karangan tertentu ke dalam ’kanon’ (daftar) Alkitab.
Jika anda memiliki Kitab Suci dalam terjemahan Indonesia yang baru, anda barangkali mempunyai sesuatu terbitan yang terbagi atas tiga bagian, masing-masing berjudul: Perjanjian Lama, Deuterokanonika, Perjanjian Baru. Mungkin pula anda memiliki suatu terbitan Alkitab yang tidak memuat bagian tengah tersebut, yaitu bagian Deuterokanonika. Sebab memang ada dua terbitan yang beredar di Indonesia. Terbitan dengan tiga bagian tersebut teruntuk bagi umat Katolik, sedangkan terbitan lain, tanpa bagian tengah itu, terlebih dibeli oleh jemaat-jemaatn protestan. Dari mana perbedaan itu dan apa bedanya?
Bagian tengah tersebut yang berjudul ’Deuterokanonika’ (oleh jemaat-jemaat Reformasi disebut ’apokrip’) memuat 7 (atau 8 ) kitab dan karangan dan sejumlah tambahan pada kitab nabi Daniel dan Kitab Ester. Kitab-kitab dan tambahan-tambahan tersebut oleh kebanyakan jemaat yang berasal dari reformasi tidak diterima sebagai Kitab Suci. Meskipun orang boleh diajak membacanya, sebab banyak manfaatnya. Sebaliknya Gerja Katolik dan Gereja Yunani ortodoks mengakui ketujuh (kedelapan) kitab dan tambahan-tambahan tersebut sebagai kitab yang termasuk dalam Kitab Suci.
Kitab-kitab yang diterima sebagai Kitab Suci oleh semua gereja disebut ’kanonika’. Artinya: termasuk daftar kitab-kitab suci. Biasa juga disebut ’protokanokika’, artinya termasuk ’kanon’ (daftar kitab-kitab suci) yang pertama. Kitab-kitab itupun diakui oleh umat Yahudi. Kitab-kitab (serta tambahan-tambahan) yang diterima oleh Gereja Katolik (dan Yunani ortodoks) itu disebut ’Deuterokanonika’. Artinya: termasuk daftar Kitab-kitab Suci yang lain.

7. Apa saja terjemahan dan bahasa alkitab yg resmi?
Alkitab yang dimiliki anda adalah sebuah terjemahan yang dibuat atas dasar Alkitab asli yang ditulis dalam bahasa-bahasa lain. Nah, bahasa-bahasa asli itu berjumlah tiga : bahasa Ibrani, bahasa Aram dan bahasa Yunani. Bagian terbesar Perjanjian Lama ditulis dalam bahasa Ibrani (temasuk dalam rumpun bahasa Semit). Bahasa Ibrani yang dipakai dalam KS adalah bahasa Ibrani Kuno. Sebagian kecil Perjanjian Lama ditulis dalam bahasa Aram yakni sebagian Kitab Ezra (4:8-6, 7:12-26) dan sebagian Kitab Daniel (Dan 2:4b-7:28). Hanya dua Kitab Perjanjian Lama langsung ditulis dalam bahasa Yunani yaitu Kitab 2 Makabe dan Kitab Kebijaksanaan Salomo.
Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani. Bahasa Yunani ketika itu telah menjadi bahasa internasional di seluruh wilayah negara Roma dan malah diluar juga.

8. Apa yg dimaksudkan dengan pentatukh atau kelompok kitab-kitab lainnya?
Kitab Perjanjian Lama terdiri dari tiga bagian penting. Pertama, bagian sejarah (Pentateukh, Kitab Yosua, Kitab Hakim-hakim, Kitab Rut, Kitab Samuel, Kitab Raja-raja, Kitab Tawarih, Kitab Ezra dan Nehemia, Kitab 1 Makabe, Kitab 2 Makabe, KitabTobit, Kitab Ester, dan Kitab Yudit). Kedua, bagian puisi (Kitab Ayub, Kitab Mazmur, Kitab Amsal, Kitab Pengkotbah, Kidung Agung, Kitab Kebijaksanaan Salomodan Kitab Yesus bin Sirakh). Ketiga, bagian para nabi (Nabi-nabi besar (Kitab Nabi Yesaya, Kitab Nabi Yeremia, Kitab Nabi Yehezekiel, Kitab Nabi Daniel), Ratapan, Kitab Barukh, Kitab Dua Belas Nabi (Yosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, Sefanya, Hagai, Zakaria dan Maliakhi)).
Pada awal deretan Kitab Perjanjian Lama ditempatkan sebuah buku cukup tebal. Buku tebal itu diberi judul ’Pentateukh’. Kata ini berasal dari kata Yunani yang berati: lima (sarung/jilid) buku. Orang Yahudi menyebut buku tebal itu Torah/ Taurat Musa. Memamang buku tebal itu ada lima jilid. Masing-masing jilid berjudul:
Kitab Kejadian: bercerita tentang kejadian dunia dan awal umat Israel.
Kitab Keluaran: mengisahkan hal-ihwal umat Israel waktu mengunsi, melarikan diri keluar dari Mesir dan mulai mengembara di gunung pasir. Selain itu, memuat sejumlah hukum dan peraturan.
Kitab Imamat: memuat tata upacara ibadat umat Israel yang ditetapkan oleh Musa ketika mereka berada di padang gurun.
Kitab Bilangan: lanjutan kisah mengenai perjalanan umat Israel di padang gurun sampai tiba di perbatasan negeri Kanaan, Palestina. Disebut ’bilangan’ karena didalamnya tercantum cukup banyak angka, jumlah dan daftar.
Kitab Ulangan: berisi sejumlah wejangan Musa. Ia menceritakan kembali karena itu disebut Ulangan- hal ikhwal umat Israel di gurun dan hukum yang waktu itu diumumkan.
--------------------------------------------
--------------------------------------------
-------
by yanti @ 09 Jun 2005 10:55 am
Dear Romo Samiran,
1. Apakah isi kitab perjanjian lama maupun perjanjian baru tidak pernah mengalami perubahan sepanjang masa ?
2. Sejak kapan isi kitab perjanjian lama dan perjanjian baru disosialisasikan kepada umat kristiani ?
Terima kasih banyak atas jawabannya.GBU

--------------------------------
1. Apakah isi kitab perjanjian lama maupun perjanjian baru tidak pernah mengalami perubahan sepanjang masa ?
Lihat jawaban nomor 5 dan 6 di atas.

2. Sejak kapan isi kitab perjanjian lama dan perjanjian baru disosialisasikan kepada umat kristiani?
Alkitab mulai disosialisasikan sejak gereja perdana terbentuk. Isi pejanjian lama sudah jauh sebelum itu diwartakan oleh umat perdana pada jaman gereja purba (sebelum Yesus). Sedangkan isi Perjanjian Baru adalah pewartaan Yesus sendiri dan murid-murid Yesus.
--------------------------------------------
-----------------------------------

by FA Suhardi Soetedja @ 10 Jun 2005 05:12 pm
Romo Samiran yang baik,
Apa perbedaan yang signifikan dari cara pandang kita dengan saudara-saudara kita yang Protestan terhadap Alkitab?
Terima masih atas jawabannya.
-------------------------------------
Secara substansial (isi KS) ada perbedaan mendasar. Gereja Katolik mengakui kitab-kitab Deuterokanonika sementara saudahara-saudara kita protestan tidak mengakui itu. Dari sisi cara penafsiran tentu terdapat pendekatan yang berbeda. Rekan-rekan protestan berpegang teguh pada doktrin sola criptura sementara kita tidak demikian.

--------------------------------------------
--------------------------------------------
-----------------------
by DJ @ 10 Jun 2005 11:20 pm

Romo,
Kenapa Gereja Katolik di Indonesia tidak lagi menggunakan terjemahan resmi Gereja Universal? Karena menurut saya terjemahan LAI memiliki beberapa ajaran yang tidak sesuai iman katolik

----------------------------------
Itu benar sekali....... terjemahan LAI memang tidak diperuntukan bagi umat Gereja Katolik. Karena Kitab Suci versi LAI tidak ada Deutero Kanonikanya (baca jawaban 6 di atas). Demi kerja sama Lembaga Biblika (LBI) Indonesia dan lembaga Alkitab Indonesia (LAI), diambil kebijaksanaan ini: Kitab-Kitab Deuterokanonika ditempatkan antara Perjanjian Lama yang diterima oleh semua, dan Perjanjian Baru yang diterima semua pula. Untuk jemaat-jemaat reformasi diedarkan terbitan yang tidak memuat Deuterokanonika itu, meskipun mereka tentunya boleh membeli terbitan lain juga. Bila pihak Katolik sendiri menerbitkan Alkitab Perjanjian Lama, maka kitab-kitab Deuterokanonika ditempatkan diantara dalam kitab-kitab lain dalam urutan lasimnya dalam Gereja Katolik danyang terdapat dalam terjemahan latinnya, Vulgata.


--------------------------------------------
--------------------------------------------
-----------------------
by Iwan Kumalaputra @ 14 Jun 2005 10:19 am
Romo,
1.Menurut beberapa sumber sebenarnya dalam sejarah Gereja ditemukan banyak Injil (lebih dari 4 yang resmi). Mengapa yang dipakai hanya 4 dan yang lain dianggap sesat?
2.Di samping Alkitab, masih banyak kitab-kitab lain dalam Gereja Katolik (spt kitab 1 Celano yang dipakai oleh saudara2 Fransiskan,kitab didakhe,dll) namun keberadaannya kurang dipublikasikan pada umat. Mengapa dan apakah diakui oleh Vatikan?

--------------------------------------
1.Menurut beberapa sumber sebenarnya dalam sejarah Gereja ditemukan banyak Injil (lebih dari 4 yang resmi). Mengapa yang dipakai hanya 4 dan yang lain dianggap sesat?
Benar..... selain 4 Injil yang kanonkan itu ada injil-injil lain seperti Injil Barabas dan lain-lain........ Mengapa hanya 4 Injil? Ya,.... karena yang lain dianggap kurang berwibawa dan dianggap menyeleweng dari iman sejati.
2.Di samping Alkitab, masih banyak kitab-kitab lain dalam Gereja Katolik (spt kitab 1 Celano yang dipakai oleh saudara2 Fransiskan,kitab didakhe,dll) namun keberadaannya kurang dipublikasikan pada umat. Mengapa dan apakah diakui oleh Vatikan?
Tentu kitab-kitab itu tidak kanonik karena tidak dikanonkan Gereja Katolik akan tetapi banyak kitab yg masuk dalam daftar apokrif gereja seperti kitab didakhe misalnya.

Respon dari victorianus pada 23 Jun 2005 07:23 pm

Pater Sam,
Kita tahu bahwa bahasa Aram (Aramaic) adalah bahasa ibu dari Yesus dan para muridnya. Saya maklum bahwa sebagian murid Kristus (para rasul) berasal dari kalangan sederhana, contohnya St Petrus yg profesi awalnya sebagai nelayan. Pertanyaan saya, apakah pada waktu itu merupakan hal umum apabila orang2 Yahudi yang bahasa ibunya Aram bisa berbahasa Yunani pula? Sebelum dieksekusi oleh Kaisar Nero, St Petrus sendiri menulis 2 surat dalam bahasa Yunani. Apakah kemampuan beliau menulis dalam bahwa Yunani berasal dari karunia Roh Kudus yang diterima pada hari Pantekosta atau surat tersebut ditulis oleh muridnya (didiktekan oleh St Petrus)? Pertanyaan kedua, sehubungan dengan mengapa Vatikan menjadi pusat Gereja Katolik. Beberapa kelompok anti-Katolik sempat menyangsikan apakah benar St. Petrus pernah tinggal di Roma dan menjadi Uskup pertama (Paus Pertama). Kelompok ini menjadikan argumentasi ini sebagai alasan mereka utk tidak mengakui doktrin kepausan (Papacy) di GK. Saya tidak menyangsikan doktrin GK krn memang ada bukti2nya. Pertanyaan saya adalah apa yang mendorong St Petrus dan para rasul lainnya utk pindah dari Yerusalem ke Roma setelah Kristus wafat. Apakah ini berkaitan dengan penganiayaan thd orang Kristen perdana, ataukah mereka lakukan sesuai pesan Kristus agar para muridnya menyebarkan Kabar Baik kepada orang di luar bangsa Yahudi (bahasa Inggrisnya Gentile).
Terima kasih atas kasih yang Pater berikan melalui penjelasan yang akan diberikan.
Victor

Respon dari Athanasios pada 07 Jul 2005 07:30 am

Mas Victor, saat ini topik latihan kita belum sampai kepada masalah doktrin Kepausan. Pertanyaan Anda kemungkinan baru akan dijawab saat latihan kita sampai ke topik itu nanti. Kapan? Saya belum tahu karena materi latihan ini sepenuhnya adalah kemenangan Romo Samiran.

Jika Anda memang butuh jawaban mendesak bisa dibahas di Forum Diskusi kalau Anda berminat (sebetulnya ini sudah seringkali dibahas disana.

Terima kasih



Nama:
E-mail: (perlu diisi)
Smile: smile wink wassat tongue laughing sad angry crying 

| lupakan