Bible Study - Les Kitab Suci - Les Alkitab
 
 
 
 

Y. Samiran. SCJ

 

Ikuti Jalan SalibJalan Salib

Bible Study No. 1 : Pukat Penangkap Ikan

Kirim Ke Printer Undang teman untuk Bible Study


Mat 13:47 "Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.

Mat 13:48 Setelah penuh, pukat itupun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang.

Mat 13:49 Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar,

Mat 13:50 lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.



Silahkan renungkan apakah arti Mat 13:47-50 bagi anda? Saya tunggu pendapat sdr/i.

Kemudian akan saya berikan analisa, ilustrasi, aplikasi ajaran, ditel/ simbol dan pelajaran apa yg kita dapatkan.
Dikirim Tgl 14 04 May 2005 oleh Rm. Y. Samiran. SCJ

  Register agar anda dapat ikut mengirimkan komentar anda



Respon dari encu pada 05 May 2005 09:32 am

Saya mau coba mengartikan yah.....ayat2 di atas.....bahwasanya penghakiman terakhir itu memisahkan antara orang yang mau mengikutiNya...berhak ikut di kerajaan Surga dan orang yang menolak mengikutiNya.....dengan upah tempat tinggal di neraka........... smile

Respon dari GAry pada 05 May 2005 10:37 am

boleh nanya kan,...

apakah berarti dari semua ikan yg terjaring itu, akan dipilih-pilih lagi antara yg baik dan yang tidak baik?.

Berarti,.. ikan yang besar-besar,.. belum tentu terpilih ... dan ikan yg paling kecil pun, kalau terjaring, mungkin saja terpilih.
Berarti besar kecilnya ikan, tidak otomatis berarti terpilih.

berarti kaya atau miskin materi di dunia,..itu tidak menjadi kriteria. Umur panjang atau umur pendek, itu pun bukan jaminan.
Apalagi ikut fitness atau tidak pernah masuk fitness,...pasti deh bukan kriteria (kabar baik bagi kaum female ... hehe).

Gitu ya mo ?. thks. smile

Respon dari Rm. Y. Samiran. SCJ pada 05 May 2005 12:56 pm

Selanjutnya saya tambahkan sedikit lagi bahan renungan.

Coba bayangkan seorang nelayan mendayung kelaut dan memasang jaringnya/pukat. Sebuah pukat besar dengan beratan batu dibagian bawah dan pelampung dibagian atas kemudian perlahan-lahan ia mendayung kembali kedarat untuk menutupi jaringnya yg akhirnya menghasilkan ikan tertangkap.

1. Apakah nelayan mengetahui jenis dan ukuran ikan yg akan tertangkap sewaktu menurunkan pukat?

2. Apakah dia mengetahui berapa banyak ikan yg akan tertangkap?

3. Apakah yg menjadi motivasinya untuk menurunkan pukat kedalam laut?

Kemudian bayangkan seorang penginjil atau rasul atau penerus rasul. Apakah sipenginjil mengetahui yg dinjili akan merupakan ikan yg baik, besar atau jenisnya, apakah itu merupakan tugas dia untuk mencari ikan yg baik? Tentu sang nelayan tidak mengetahui apa yg akan didapatkannya sewaktu dia menurunkan pukat, bukanlah tugasnya untuk mencari ikan yg baik atau besar. Melainkan untuk menurunkan pukatnya agar ikan rela masuk dan menjadi kehidupannya.

Respon dari Me pada 05 May 2005 01:55 pm

Hi... ikutan yah ... smile

Mungkin artinya,
Setelah manusia dikasih hak hidup, hak mengelola, hak berkembang, dst, setelah itu giliran Tuhan yang melakukan tugas-tugasNya untuk memilih bagaimana "nilai" hasil kerjaan, kalo oke, diterima, kalo ngga oke, ditolak.

Kalo asumsi di atas benar, pertanyaan, gimana kriteria oke atau ngga oke ini?

Ma kasih Pastor ! smile

Respon dari Senang pada 05 May 2005 04:25 pm

Bible Study yang lama ditunggu sekarang menjadi kenyataan smile

Respon dari Athanasios pada 05 May 2005 01:49 pm

Menurut saya perikop ini berbicara mengenai pemberitaan Injil. Injil diberitakan kepada segala macam orang, entah baik entah jahat.

Ikan yang masuk didalam pukat itu adalah kita-kita ini umat beriman yang berada didalam Gereja Kristus.

Pada akhir zaman para anggota Gereja (ikan didalam pukat) yang tidak bertumbuh dalam cintakasih, akan dibuang dan tidak akan masuk kedalam kehidupan abadi yang dijanjikan Yesus

Respon dari Rm. Y. Samiran. SCJ pada 06 May 2005 05:27 am

I. Simbol apa saja yg terlihat dalam perumpamaan "Pukat Penangkap Ikan?"

II. Mengapa Yesus mengajar dengan perumpamaan?

III. Bagaimana menelaah arti yg dimaksudkan dalam perumpamaan?

I.

Ilustrasi yg terlukis adalah seperti saya tulis sebelumnya mengenai nelayan, jaring/ pukat, berbagai jenis ikan dan pemisahan ikan yg baik dan yg tidak berguna berikut contoh penginjil atau rasul dan penerusnya. Laut adalah dunia dalam arti hingga akhir jaman dan pukat adalah gereja dan nelayan adalah gembala gereja sebagai penginjil dan penangkap ikan yaitu umat dan pengikut Yesus hingga akhir jaman. Sedangkan darat/ pantai adalah akhir jaman dimana pemisahan yg baik dan yg jahat akan terjadi.

Mat 13:50 lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.

II.

Yesus mengawali misinya dengan ajaran yg ringan dan literal berikut mujizat2-Nya. Setelah banyak yg mengetahui dan menjadi pengikut. Pihak kuasa Yerusalem menjadi antipati kepada Yesus dan ajaran-Nya. Karena itu Yesus mengajar pengikut-Nya dengan perumpamaan.

1. Perumpamaan tidak mudah dimengerti dan akan diterima oleh yg percaya dan setia kepada-Nya.

2. Tidak dapat digugat ataupun disalah artikan oleh sebab sifatnya yg sangat luas dan terbuka bagi yg mengartikannya.

3. Mengurangi antipati kuasa untuk sementara waktu agar misi untuk mengajar pengikut-Nya dapat terlaksanakan tanpa penekanan dari pihak kuasa.

4. Membebaskan yg tidak percaya dari dosa pelanggaran ajaran-Nya. Sebab bila seorang tidak mengerti tentu dia tidak berdosa. Hal ini ditujukan kepada yg tidak percaya dan kepada para kuasa Yerusalem atupun Roma yg menentang ajaran-Nya. Yesus tidak hanya memperlihatkan vonis kepada mereka ( Mat 4:12, Luk 8:10) melainkan membebaskan mereka dari tanggung jawab untuk mengetahui kebenaran yg mereka tolak.

5. Akan tetapi dari semua alasan2 tadi Yesus memilih untuk menggunakan perumpamaan karena Dia yg menciptakan manusia dengan akal untuk mengerti hal2 duniawi yg mencerminkan hal2 surgawi, karena ilustarsi duniawi adalah cerminan kehidupan rohaniah. Perumpamaan telah mencermikan ilustrasi ajaran-Nya secara nyata dan jelas untuk pendengarnya, waktu itu, sekarang dan untuk segala masa untuk kebaikan manusia dan harmonisnya dunia materi dengan dunia rohaniah. Kita harus ingat bahwa pada awalnya Yesus tidak menggunakan perumpamaan untuk mengajar. Yesus menggunakan mujizat dan cara2 yg sederhana disusul dengan perumpamaan yg ringan seperti "Pukat Penangkap Ikan" oleh karena itu pengikut-Nya menjadi mengerti dan telah terbiasa dengan penyampaian doktrin oleh perumpamaan hingga memuncaknya cara komunikasi doktrinal dengan perumpamaan2 yg rumit. Mat 13:10.

III.

Prinsip2 untuk mengerti dan mendalami pengertian doktrinal dalam perumpamaan atau suatu yg figuratif dan ilustratif. Menggunakan alkitab dengan terjemahan yg baik menjadi faktor utama. Kemudian perumpamaan2 dari Penginjil dalam kitab Matius, Markus dan Lukas harus kita pertimbangkan untuk mencari persamaan dan dibandingkan dengan perumpamaan2 ringan yg terdapat di Perjanjian Lama seperti pada kitab Mazmur dan Nabi-nabi (ringan karena saat itu perumpamaan masih dalam tahap awal). Konteks, keadaan, pendengar dan jaman sangat menentukan. Ingat bahwa apa yg ingin disampaikan adalah ajaran rohaniah dalam suatu ilustrasi yg dapat dimengerti oleh alam manusia dan kondisi hidup manusia. Maknanya adalah untuk mengerti ilustrasi lukisan daripada ajaran berikut pengertian yg tersembunyi didalamnya.

Pelajaran apa yg kita dapatkan dari perumpamaan ini?

Gereja Yesus (Pukat) adalah komunitas nyata dan visibel yg terdiri dari segala macam manusia. Manusia mudah jatuh kedalam dosa, kita akan selalu menemukan yg jahat didalam komunitas ini sebab dalam gereja terdapat umat yg baik dan yg jahat. Gereja tidak bisa memaksakan ajarannya karena Tuhan menciptakan manusia dengan kebebasan untuk memilih, manusia harus memilih dengan rela untuk ingin selamat dan melakukan bagiannya untuk mendapatkan keselamatan. Gereja dengan mandat dan rahmat dari Yesus adalah alat untuk mengabarkan dan memberikan jalan dan ajaran agar manusia mendapatkan keselamatan. Kita tidak usah khawatir dengan adanya kejahatan dari dosa mengingat rencana Tuhan yg tidak kita ketahui sewaktu Tuhan menciptakan segalanya. Semua adalah bagian dari rencana Tuhan untuk manusia. Setelah kita berdoa dan berbuat baik percayakanlah selebihnya kepada Tuhan.

Terlihat pada pemisahan ikan yg baik dari yg tidak berguna adalah sebuah peringtan bahwa tidaklah cukup untuk dibaptis dan menjadi anggota gereja untuk selamat, karena terbukti bahwa banyak ikan dalam pukat yg dibuang.

Mat 13:50 lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.

Bagi penginjil dan gembala dan anggota dalam gereja tidak perlu untuk memaksakan kehendak dan menghakimi yg jahat karena pasti nanti semua diadili dan keadilan akan terlaksanakan. Dalam konteks inilah yg dimaksudkan bahwa tidak ada yg berhak untuk menghakimi siapapun atau dia akan dihakimi (Luk 6:37).

Semoga dapat membantu.

Respon dari Kanisius Kami pada 06 May 2005 05:53 am

Boleh nggak ayat ini dijadikan dasar kitab suci untuk melihat tentang penerapan hukuman mati di berbagai negara termasuk Indonesia saat ini?
Penafsiran lebih jauh dari ayat ini bahwa manusia tidak punya hak untuk menghakimi sesamanya, apalagi mencabut nyawa sesamanya. Hanya Tuhan yang boleh menghakimi karena Dialah yang menciptakan manusia, Dia pula yang berhak menghakimi termasuk mencabut nyawa manusia. Mohon komentarnya...... laughing

Respon dari Rm. Y. Samiran. SCJ pada 06 May 2005 06:20 am

Tentu tidak, yg dimaksudkan menghakimi pada akhir jaman adalah mengenai keselamatan dan bukan menjadi hakim dari pada hukum duniawi. Siapa yg berhak menghakimi seorang untuk masuk keneraka ataupun menentukan siapa yg masuk kesurga? Yesus sendiri patuh dan menerima vonis hukuman mati Ponsius Pilatus. Tentu kepatuhan Yesus tidak bisa begitu saja dijadikan dasar sebuah hukum untuk menjatuhkan hukuman mati. Ingat kuasa hakim adalah sebuah kuasa yg diberikan Tuhan kepada manusia, Yesus sendiri yg mengatakan kepada Ponsius Pilatus bahwa kuasanya adalah pemberian dari yg berada diatas dan karena itu Yesus patuh. Akan tetapi kita mesti ingat siapa hakim yg akan menghakimi diakhir jaman.

Respon dari FA Suhardi Soetedja pada 06 May 2005 06:24 am

Salam kenal semuanya,
Romo, saya mohon penjelasan tentang:

1. Dalam catatan kaki (deuterokanokika)Alkitab edisi pastoral paragraf kedua: ...Banyak di antara mereka tentu tidak bertahan, tetapi suatu Gereja yang menutup dirinya akan mati. Mohon penjelasan maksud dari kalimat ini.

2. Saya juga belum jelas maksud dari paragraf ketiga dalam catatan yang sama, terutama pada kalimat... tetapi Kristus tidak menginginkan Gereja seperti itu. Tidak demikian pula cara Gereja menyelamatkan dunia.

Terima kasih atas penjelasannya.

Respon dari Rm. Y. Samiran. SCJ pada 06 May 2005 08:04 am

Pada catatan kaki bagian pertama yg dimaksudkan adalah Rekonsiliasi (pertobatan) dan kebebasan memilih, bila manusia dipaksakan untuk percaya dan berbuat baik tentu gereja adalah gereja yg mati karena bila Tuhan telah memberikan manusia kebebasan untuk memilih lebih lagi gereja mesti menghargai dan mempraktekan kebebasan memilih dalam arti memilih untuk percaya, berbuat baik dan memilih untuk ingin selamat.

Point kedua adalah sama seperti yg pertama, karena gereja adalah benar yg didirikan-Nya tentu sifat gereja adalah sama dan konsisten mengenai kebebasan memilih dan karena itu mengabarkan bukan dengan cara paksa atau membohongi manusia dengan janji2 palsu akan tetapi mengabarkan mengenai kebangkitan Yesus. Agar manusia masuk pukat karena kerelaannya dan keinginanya untuk selamat.

Semoga membantu

Respon dari riana.m pada 06 May 2005 08:15 pm

jawabannya:
yang baik di lindungi,yang jahat di musnahkan

Respon dari riana.m pada 06 May 2005 09:04 pm

Pengumuman sdri Riana dapat dilihat dikolom iklan link sebelah kiri bawah logo ekaristi halaman ini.

Admin

Respon dari DJ pada 07 May 2005 09:42 am

Ikutan ahh....

Mat 13:47 "Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama pukat yang dilabuhkan di laut, lalu mengumpulkan berbagai-bagai jenis ikan.

comment:
Pukat melambangkan Gereja yang mempersatukan semua bangsa, ikan melambangkan bangsa-bangsa manusia yang harus dijaring kepada keselamatan, sedang para pelempar pukat melambangkan para pekerja. (bdk. perumpamaan kebun anggur, para pekerja dan pohon)



Mat 13:48 Setelah penuh, pukat itupun diseret orang ke pantai, lalu duduklah mereka dan mengumpulkan ikan yang baik ke dalam pasu dan ikan yang tidak baik mereka buang.

Mat 13:49 Demikianlah juga pada akhir zaman: Malaikat-malaikat akan datang memisahkan orang jahat dari orang benar,

Mat 13:50 lalu mencampakkan orang jahat ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.


Comment:
Persis! Pohon yang tidak berbuah akan ditebang dan dilemparkan ke dalam api.

Namun pertanyaan (untuk diskusi): bagaimana pandangan Gereja Katolik mengenai kebangkitan badan dan rupture?

Respon dari Ririn pada 06 Jun 2005 09:45 am

saya telat mendaftar karena lama tak berkunjung di sini..
Romo, tentang perumpamaan Yesus..terkadang sulit dicerna ya ? apa itu mungkin artinya luas? sehingga pendapat setiap orang berbeda smile?

Respon dari Rm. Y. Samiran. SCJ pada 07 Jun 2005 08:43 pm

by Ririn @ 06 Jun 2005 12:45 pm
saya telat mendaftar karena lama tak berkunjung di sini..
Romo, tentang perumpamaan Yesus..terkadang sulit dicerna ya ? apa itu mungkin artinya luas? sehingga pendapat setiap orang berbeda ?
---------------------------------------
Ikutilah penerangan dan penjelasan yg ada. Hati-hati dengan tafsiran yg tidak sejalan dengan ajaran gereja. Boleh saja membaca alkitab untuk pendalaman pribadi. Gereja akan selalu memberikan tafsiran yg baik dan benar. Membaca alkitab dengan pentunjuk dan ajaran yg terdapat dalam katekismus akan membantu. Percayakanlah penafsiran alkitab kepada gereja.

Respon dari Angelo Benedictus Aryanto pada 14 Feb 2008 05:44 pm

tongue
Thanks Yha Mo...

Respon dari Adrianto Eko pada 25 Nov 2015 01:48 pm

Mo.ikutan belajar ya



Nama:
E-mail: (perlu diisi)
Smile: smile wink wassat tongue laughing sad angry crying 

| lupakan