Lomba Menulis
 
 
 
 

Lomba Menulis

 

Aku menemukan rumahku Lomba 2005

Kirim Ke Printer Undang teman ke Ekaristi


Aku menemukan rumahku

Aku tumbuh sebagai anak yang biasa dari sebuah keluarga Protestan yang biasa pula. Aku dibaptis di sebuah Gereja Lutheran saat berumur 5 tahun dikemudian hari kami sekeluarga masuk Gereja Presbyterian setelah Gereja Lutheran kami mengalami perpecahan sehingga sewaktu kami pindah rumah ada kesulita administrasi sewaktu mengurus kepindahan jemaat, dan karena kami tidak mau ambil pusing soal itu maka dengan enteng kami pindah Gereja meskipun hal ini tidak dapat dipandang se-enteng yang kami kira.

Aku tumbuh sebagai anak yang biasa-biasa saja, prestasi belajarku juga biasa-biasa saja tidak ada yang terlalu menonjol. Sejak kecil aku menaruh minat pada Kitab Suci dan doa, sehingga meskipun aku juga cukup nakal tetapi yang membedakan aku dari kebanyakan orang adalah aku mempunyai minat yang sangat besar pada agama.

Ketertarikanku kepada Gereja Katolik bermula dari hal sederhana sewaktu SMP, aku ingin menjadi Imam (sekalipun aku bukan Katolik) hanya karena merasa bahwa sepertinya aku akan sangat 'keren' jika menjadi Imam. Lalu, aku membeli buku Puji Syukur dan mulai secara serius mempelajari Liturgi Misa (meskipun masih secara sederhana). Aku melihat ada banyak sekali kebiasaan Katolik yang baik seperti; memberikan Komuni pada anak-anak dan merayakan Ekaristi setiap minggu, selain itu Ibadat Harian juga sangat luar biasa. Tapi Devosi Maria sangat membuatku 'gerah', aku ganti haluan, cita-citaku adalah menjadi seorang Pendeta dan kalau mungkin mendirikan suatu gereja yang bisa aku atur sesuai dengan apa yang aku anggap sebagai visi dari Tuhan.

Seperti halnya kebanyakan anak remaja aku juga menyukai Liturgi ala Gereja-gereja Karismatik, aku pun sempat ikut-ikutan di Gereja Bethany. Tetapi Liturgi Tradisional ala Lutheran (dan tentunya Katolik) lebih kusukai, dan satu pertanyaan bodoh waktu itu adalah; mungkinkah menggabungkan Liturgi yang tradisional dengan liturgi ala Pentakosta? Jika itu mungkin saat itu aku masih beranggapan mungkin aku-lah orang pertama yang akan melakukannya.

Aku sama sekali tidak tahu bahwa ideku itu sangat ketinggalan zaman Gereja Katolik sudah melakukannya bahkan sebelum aku lahir! Aku mulai terkejut saat mengikuti Misa Karismatik di sekolahku sewaktu SMU kelas 1. Dan untuk pertama kalinya keinginan menjadi Katolik ada dalam diriku secara serius.

Tapi agama Katolik itu tidak atau paling baik adalah kurang Alkitabiah! Mereka mengangkat Tradisi sejajar dengan Alkitab dan itu adalah penyelewengan! Itu adalah pikiranku waktu itu, tetapi Tuhan tidak membiarkan aku dalam kebingungan, melainkan ia menuntun aku kepada kebenaran.

Secara menakjubkan Ia membukakan pengertianku. Lewat Alkitab Ia menunjukkan ajaran Gereja-Nya yang sejati. Ayat-ayat favoritku Mat 16:16-19 (Primat Paus dan berdirinya Gereja), Yoh 20:22-23 (Sakramen Pengakuan), Mat 12:32 dan 1 Kor 3:15 (Api Penyucian), 2 tes 2:15 (Kesejajaran Kitab Suci dan tradisi lisan yang menghancurkan Sola Scriptura), 1 Tim 3:15 (Gereja sebagai dasar dan tiang penopang kebenaran), Yak 2:24 ( yang menghancurkan sola Fide), Bil 21:9, Kel 25:18-20,22 (yang memperbolehkan pembuatan patung), dan Yoh 19:26-27 (tentang keibuan Maria bagi semua orang Kristen), dan Yak 5:14 (tentang pengurapan orang sakit).

Tiba-tiba aku tersentak. Menjadi Katolik adalah keharusan bagiku! Satu-satunya tempat bagi orang Kristen yang lahir baru karena pembaptisan adalah dalam Gereja Katolik! Itulah rumahku dan tidak ada rumah yang lain lagi. Dan aku mulai memberanikan diri untuk bicara pada orang tuaku mengenai keinginan kepindahanku ke dalam Gereja Kristus ini, ayahku marah besar dan sepertinya habislah sudah harapan. Saat itu aku hanya bisa berharap kepada kerahiman Tuhan agar aku bisa menjadi Katolik dengan restu dan dukungan dari orang tua.

Akhirnya aku berbahagia karena karena harapanku tidak sia-sia. Berkat bantuan doa dari Bunda Maria (terimakasih Tuhan Yesus untuk Bunda pendoa yang luar biasa ini!) dan terutama karena angugerah Tuhan Yesus ayah saya melunak dan mengizinkan saya menjadi Katolik, meskipun ia juga mengalami kekecewaan karena keputusan itu.

Inilah akhirnya aku, berada di dalam Gereja yang didirikan Yesus bersama dengan Bunda tersuci Maria, para kudus dan semua orang yang adalah saudara-saudariku dalam iman. Aku memilih nama Santo Athanasios sebagai pelindungku. Beliau adalah kakak-ku dalam iman yang telah menang "melawan dunia ini" ( ingat ungkapan "Athanasios melawan dunia!") karena ia bersama Kristus dan Gereja-Nya. Dengan senang hati aku meminta dukungan doanya bagi perjalanan hidupku agar aku selalu setia kepada Kristus dan mempelai-Nya yang tak bernoda (Gereja Katolik).

Adalah kerinduan ku agar setiap orang Katolik merasa bangga akan imannya (yang sungguh-sungguh Alkitabiah), sebab inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman Katolik! iman kita! (1 Yoh 5:4). Dan adalah kerinduanku agar semua orang Kristen yang berada di luar Gereja Kristus ini segara kembali pulang ke Gereja yang satu, kudus, katolik dan apostolik. Satu-satunya Gereja yang didirikan Yesus dan alam maut takkan menguasainya agar dengan sehati, sepikiran, dan sejiwa kita semua bersama mengelilingi meja Perjamuan-Nya dan memuliakan nama-Nya! Amen
06 Jan 2005 Oleh Athanasios
Dikirim Tgl 13 12 May 2005 oleh admin

  Register agar anda dapat ikut mengirimkan komentar anda