Lomba Menulis
 
 
 
 

Lomba Menulis

 

smile Jesus...smile Lomba 2005

Kirim Ke Printer Undang teman ke Ekaristi


smile Jesus...smile

Eternal goodness, You want me to gaze into You and see that You love me, to see that You love me gratuitously, so that I may love everyone with the very same love. -- St. Catherine of Siena

Pernahkah anda merasakan kerinduan yang menyesakkan untuk bertemu dengan Yesus? Hanya sekedar untuk bercerita padaNya atau untuk menyandarkan kepala di bahu-Nya.... itulah yang terjadi padaku. Sering kali kerinduan itu memuncak saat aku merasa bebanku terlalu berat atau aku merasa jauh...

Malam ini sudah sangat pekat, hanya dinginnya malam dan suara gerimis hujan diluar. Entah kenapa malam ini sulit kupejamkan mataku, lebih sulit dari biasanya. Tubuhku dikuasai gelisah yang menyesakkan. Kutarik napas panjang berusaha menghalau risauku dan meredam degup jantungku yang berdetak cepat. Dan akupun kembali larut dalam ketukan-ketukan di keyboardku mencoba menghabiskan malam dan keluar dari lamunan.
Sedetik kemudian datanglah dia melalui private window di kompiku, menyapaku dengan hangat seperti biasanya. Normand namanya dan aku biasa memanggilnya Dad, sudah separuh abad usianya dan dia berada sangat jauh di ujung belahan bumi. Darinya aku selalu bisa menemukan kasih sayang yang hangat dari seorang ayah yang memang jarang aku rasakan.

Ketika dia menanyakan kabarku, spontan akupun mulai menceritakan pada dia kegelisahanku dan apa yang aku alami akhir-akhir ini. Dia kemudian bercerita bahwa dia juga pernah mengalaminya. Semasa muda, dia telah melalui banyak sekali peristiwa tidak menyenangkan dalam lelakon hidupnya, di sela-sela perjuangan itu selalu ada rongga dalam pikirannya tentang Yesus walaupun pikiran itu kadang tersamar dan sedikit terlupakan tapi rasa penasaran itu akan selalu menemukan cara untuk mengetuk pintu hatinya. Dari pergulatan-pergulatan kecil itu, ada satu perasaan yang paling menggelitik pikirannya. Dia sangat ingin bertemu Yesus dan bertanya padaNya ?Yesus, bagaimana perasan-Mu sekarang??.

Kemudian pada tahun 1978 dia bercerita bahwa Yesus benar-benar datang padanya. Sejenak akupun terkejut tak percaya dengan apa yang kubaca di layar monitorku. Tak sabar aku menunggu dia melanjutkan ceritanya...
Kemudian dia mulai bercerita ?SingkatnyaYesus datang, Dia ada dihadapanku; Dia berbincang dan berbagi denganku. Kemudian Yesus memintaku menanyakan pertanyaan yang selama ini ingin aku tanyakan pada-Nya?.
?Yesus, apa yang Engkau rasakan sekarang??.
Lalu, apa jawab Yesus dad, tanyaku tak sabar.
?Dia tidak menjawab apa-apa, tapi hanya sedetik kemudian aku menangis dan menangis tak bisa kukendalikan, tiba-tiba aku merasakan perasaan pedih yang luar biasa, aku tahu kekuatan yang sangat besar tengah menguasai tubuhku?.
Sambil menangis kemudian dad bertanya lagi pada Yesus ?Inikah yang Engkau rasakan Yesus??
Yesus Menjawab ?YA?
?Tapi bukankah Engkau Tuhan, Engkau mengetahui segalanya dan memiliki segalanya, kenapa Engkau begitu Sedih, kenapa Engkau menangis??

?Aku menangis karena Begitu banyak anak-anak-Ku yang menolak Aku?

Membaca kalimat itu, kesedihan dan penyesalan yang luar biasa juga menyentuh hatiku. Air matapun semakin tak bisa kubendung lagi. Yesus..jangan menangis..jangan menangis Yesus, hanya kata itu yang bisa terucap dalam hatiku yang remuk dan malu.
Walaupun aku ikut tenggelam dalam kepedihan itu, saat itu juga aku jadi tersadar akan kasih-Nya yang sangat besar padaku juga pada semua anak-anak-Nya. Dalam perasaan sedih itu aku juga bisa merasakan kelegaan, kelegaan karena aku tahu Dia mengasihiku. Aku bisa merasakan Dia sangat dekat, Dia ada ditengah-tengah kami; bahkan aku bisa merasakan Dia ada sangat dekat di hatiku; Yesus sedang memelukku dengan penuh kasih sayang.

Sedikit banyak pengalamanku ini adalah salah satu faktor yang berperan dalam perubahan hidupku. Sejak saat itu, di doaku mulai terlatun ungkapan ?Yesus, ijinkan aku melayani-Mu? dan ?Yesus, ajari aku untuk bisa mengasihi sesamaku seperti Engkau telah mengasihiku? keinginan-keinginan yang sebelumnya belum pernah menjadi proritas dalam hidupku. Akan kujalani hidupku dengan lebih baik; dengan senyum dan kasih, akan kuangkat salibku dengan iman sehingga aku bisa lebih tegar dan tak mudah menyerah. Setiap aku merasa kering, kesedihan Yesus yang telah tergambar dihatiku memberiku motivasi untuk bangkit dan bangkit lagi. Sehingga suatu hari nanti aku akan membuat Yesus-ku tersenyum......
11 Jan 2005 Oleh cat_cr_awan
Dikirim Tgl 13 12 May 2005 oleh admin

  Register agar anda dapat ikut mengirimkan komentar anda