Lomba Menulis
 
 
 
 

Lomba Menulis

 

PERBEDAAN KASIH MANUSIA DAN TUHAN

Kirim Ke Printer Undang teman ke Ekaristi


PERBEDAAN KASIH MANUSIA DAN TUHAN

Oleh: Restituta Puspitasari

Buah apel yang sempurna (1)

Nasrudin baru saja selesai mengajar, ketika seseorang dari antara orang-orang yang berkerumun mencemoohnya: ” Daripada mereka-reka teori rohani, lebih baik menunjukkan sesuatu yang praktis kepada kami?” Pertanyaan itu membuat Nasrudin sangat kebingungan. ”Hal praktis macam apakah yang anda minta?” tanyanya. Senang bahwa ia sudah dapat mengecoh seorang mullah2 dan mengesankan orang banyak, si pencemooh itu meneruskan: ” Misalnya, tunjukkanlah kepada kami sebuah apel dari taman Firdaus!” Nasrudin mengambil sebuah apel dan memberikannya kepada orang itu. ”Tetapi apel ini sebagian ada perutnya,” kata orang itu. ”Apel surga tentu serba sempurna!. ” Memang, apel surga itu serba sempurna!” kata Mullah (2). ”Tetapi mengingat kemampuan anda sekarang, inilah apel yang paling mendekati apel surga yang akan pernah anda lihat.”

Cerita ini saya kutip untuk menggambarkan betapa saya (sebagai penulis tulisan ini) tiada sempurna memandang kasih Tuhan yang sempurna adanya. Sekarang, yang bisa saya tawarkan hanya cara pandang saya terhadap Kasih yang sempurna itu.

Sudah sekitar 1,5 tahun kakak saya terlibat aktif dalam sebuah ordo. Dia ingin jadi suster. Lewat dia saya jadi banyak berpikir. Tentang Yesus, dan betapa gilanya Dia.
Bayangkan anda berada di posisi-Nya. Anda bisa memilih untuk berada dimanapun. Yesus memilih hidup di bumi bersama kita. Tapi bukan itu yang saya herankan. Dia memilih tinggal di bumi, dengan orang-orang yang Dia tahu akan membunuh-Nya. Dan anda tahu yang luar biasa? Dia tahu, Dia tinggal, dan Dia tetap cinta pada kita, para pembunuh-Nya.

Allah memberikan cinta-Nya dan Dia mau kita membalasnya. Tapi Dia tidak akan memaksa. Diberi-Nya kita kehendak bebas untuk menentukan apa yang kita inginkan. Saat kita melakukan kesalahan, kita akan selalu diterima asal kita mau kembali.
Sedang kita sering ”menjual” cinta kita. Kita berikan jika kita yakin akan memperoleh imbalan. Jika orang yang kita ”cinta” melakukan sesuatu diluar keinginan kita, kita merasa kecewa. Biasanya kita akan menyalahkan orang tersebut. Dan pada tahap tertentu, kita akan menarik ”cinta” kita . Lebih parahnya, penarikan itu biasanya disertai perasaan marah, sedih, kecewa, dan menyalahkan (orang lain dan atau diri sendiri).
Saya kagum dan heran melihat kemampuan kita membuat orang lain merasa tidak layak dicintai kecuali jika mereka telah memenuhi semua syarat yang kita tentukan. Secara sadar atau tidak, banyak orang yang melakukan hal ini. Kepada orang tua, pasangan, rekan kerja, anak, tetangga, teman sekomunitas, orang asing bahkan kepada alam.

Saya tinggalkan anda bersama sebuah lagu dari Alanis Morisette

Perfect
Sometimes is never quite enough
If you’re flawless, then you’ll win my love
Don’t forget to win first place
Don’t forget to keep that smile on your face

Be a good boy
Try a little harder
You’ve got to measure up
And make me prouder

How long before you screw it up
How many times do I have to tell you to hurry up
With everything I do for you
The least you can do is keep quite

Be a good girl
You’ve gotta try a little harder
That simply wasn’t good enough
To make us proud

I’ll live through you
I’ll make you what I never was
If you’re the best, then maybe so am I
Compared to him, compared to her
I’m doing this for your own damn good
You’ll make up for what I blew
What’s the problem…..why are you crying

Be a good boy
Push a little farther now
That wasn’t fast enough
To make us happy
We love you just the way you are if you’re perfect

Kira-kira seperti ini terjemahannya
Sempurna
Kadang tidak akan pernah cukup
Jika engkau tanpa kekurangan, maka kau akan memenangkan cintaku
Jangan lupa untuk memenangkan tempat pertama
Jangan lupa untuk tetap menempatkan senyum itu di wajahmu

Jadilah anak laki-laki yang baik
Cobalah lebih keras
Kau harus bisa mengaturnya
Dan buatlah aku lebih bangga

Berapa lama sebelum engkau mengacaukannya
Berapa kali harus aku katakan padamu untuk bertindak cepat
Dengan semua hal yang aku lakukan untukmu
Hal terkecil yang bisa kau lakukan adalah tetap diam

Jadilah anak perempuan yang baik
Kau harus mencoba lebih keras
Itu sama sekali tidak cukup
Untuk membuat kami bangga

Aku akan hidup melalui kamu
Aku akan membuatmu menjadi hal yang tidak pernah terjadi padaku
Jika kau adalah yang terbaik, mungkin demikian juga aku
Dibandingkan dengan mereka
Aku lakukan ini untuk kebaikanmu sendiri
Kau akan menjadi sesuatu yang aku tidak bisa
Apa masalahnya.....kenapa kau menangis

Jadilah anak laki-laki yang baik
Usahakan lebih jauh sekarang
Itu tidak cukup cepat
Untuk membuat kami bahagia
Kami akan mencintaimu seperti adamu jika engkau sempurna


Catatan belakang
(1)de Mello,Anthony 1997, ” burung berkicau “. yayasan cipta loka caraka, Jakarta.
(2) mullah (Arab) : seorang Islam yang ahli di bidang teologi dan hukum agama
(3) diambil dari album Jagged Little Pill

Dikirim Tgl 19 27 Feb 2007 oleh Tony

  Register agar anda dapat ikut mengirimkan komentar anda