Lomba Menulis
 
 
 
 

Lomba Menulis

 

KASIH-NYA MENGUATKANKU

Kirim Ke Printer Undang teman ke Ekaristi


KASIH-NYA MENGUATKANKU

Oleh: Luwihing Kasih

Aku sedang di persimpangan jalan saat ini. Bingung menentukan arah mau kemana. Arah hidupku sendiri.

Sebenarnya aku tidak mau disebut sebagai wanita karir meskipun aku sudah merintis karir selama sebelas tahun. Aku bahkan rindu dianggap sebagai ibu rumah tangga, ibu yang bertanggung jawab penuh atas perkembangan dua putri kecilku. Aku sudah lelah bekerja. Aku hanya ingin menemani anak-anak dan membayar semua waktu yang hilang saat aku tidak bersama mereka. Tapi mungkinkah? Banyak hal bergejolak dalam hati dan pikiranku, rasa khawatir dan takut akan masa depan anak-anaklah yang membuatku masuk dalam kebimbangan.

Ini adalah tahun kelima aku mengambil alih tanggung jawab sebagai kepala keluarga.Seharusnya banyak hal mesti kusyukuri. Aku dikaruniai kesehatan, kekuatan serta cinta buat anak-anak dan keluarga. Semua inilah yang membuatku tetap tegar melewati hari demi hari. Tapi kenapa ya aku masih sering merasa sendirian, terutama saat aku gagal, jatuh, kecewa atau hilang semangat. Rasanya lelah sekali dan tak mau bangkit lagi. Padahal aku tahu betul bahwa ketegaranku selama ini bukan karena usahaku sendiri, melainkan karena ALLAH yang selalu menopangku. DIA terlalu mengasihiku.

Tak jarang, saat kekecewaan melanda aku melampiaskannya lewat kemarahan. Bisa jadi anggota keluarga yang menderita akibatnya. Atau aku malas-malasan saja melakukan tugasku, sehingga kedua putriku jadi terkena dampaknya. Tiba-tiba terpikir olehku, kalau ALLAH ngambek sepertiku apa jadinya ya? Apa aku bisa melewati hariku dengan baik, apa aku mampu bertahan dalam setiap kesulitan, atau apakah aku bisa tetap hidup tanpa berkat dan kasih-NYA karena sebenarnya aku ini bukan siapa-siapa melainkan setitik air di samudera kasih ALLAH yang begitu luas.

Semakin aku merenung, membayangkan bila hidupku jauh dari-NYA, semakin aku merasa bahwa aku adalah orang yang sangat beruntung. Beruntung karena diselamatkan, dikasihi tanpa syarat oleh-NYA dan beruntung karena meskipun berkali-kali aku mendukakan hati-NYA dengan kesombonganku; kemarahan; ataupun kemalasanku, kasih dan kelimpahan-NYA buatku tak pernah surut. Kalau kupikir-pikir, rasanya belum pernah aku hanya bersyukur dan berterima kasih saja. Doaku selalu dipenuhi dengan permintaan dan permohonan yang menuntut.
Akhirnya aku sampai pada sebuah keputusan, untuk tidak bimbang lagi tapi berserah penuh kepada-NYA. Karena aku tahu DIA merencanakan segala yang terbaik buatku. Meskipun susah untuk selalu memusatkan hati kepada-NYA dan bertekun dalam ajaran kasih-NYA, aku akan terus berusaha semakin lekat; lebih dalam mengasihi-NYA lewat pengabdian dan pengorbananku pada anak-anak, keluarga dan sesama.
Ya ALLAH, ampunilah aku orang yang berdosa ini.....
Dikirim Tgl 19 27 Feb 2007 oleh Tony

  Register agar anda dapat ikut mengirimkan komentar anda