Kesaksian

 

Kesaksian Right words at the right time.

Kirim Ke Printer Kirim artikel ini ke teman



Begitu lama aku memendam keinginan untuk melakukan Sakramen Tobat.....
Sudah terlalu lama bahkan......dengan alasan yang sangat pribadi
aku mengabaikan kewajiban yang satu ini sad
Tidak sedikit temen2 yang mengingatkan akan hal ini.....
tapi aku sendiri terlalu keras hati dan memilih untuk memelihara rasa enggan itu...
Entah kenapa tiba tiba aku tersentuh dengan sharing temen yang
cukup mengugah aku yang lumayan keras kepala ini.

Keraguan akan makna sakramen Tobat ini memang selalu menghantuiku....
Kalau habis mengaku dosa dan berdosa lagi....apa makna Sakramen ini?
Kalau memang aku bisa mengaku dosa dengan kejujuran yang lebih di depan
Tuhan Allahku, kenapa juga aku harus mengaku dosa di hadapan Pastor?
Terlalu banyak pertanyaan yang singgah di benakku...?
Atau memang manusia takut untuk berjanji....dan berusaha untuk
tidak berdosa lagi? Sehingga menjadikan sesuatu kewajiban untuk bertobat
dengan sungguh sungguh..hanyalah merupakan beban tambahan lagi saja.

Di email temanku bilang:
Btw, setelah berjanji untuk tidak mengulangi lagi, memang aneh
bin ajaib, kuasa sakramen tobat ini selalu membimbing dan menjaga
dari pengulangan itu, ini benar-benar ajaib !
Soalnya gw mengalami sendiri...
So, apakah kita berbangga dalam iman kita?
Tentu saja ! Ini adalah keberuntungan luar biasa !
Sudah merasa diri sangat tidak layak, namun Tuhan memberikan
kelayakan yang luar biasa diperkenankan untuk menjadi bagian
keluarga dalam GerejaNya.

Sungguh kata kata yang menggugah dan pada saat yang tepat pula
di kala memang saya merasa ragu akan sakramen Tobat ini.
Terima kasih atas panggilanMu Bapa, lewat temen2ku pertobatan yang
ku tunda terus selama ini tercapai juga akhirnya, tiada kata
terlambat untuk umatMu untuk mengalami pertobatan...
Mungkin yang di perlukan cuma kebesaran, keberanian dan
kerendahan hati untuk berani mengakui semua dosa kita..
dan berjanji untuk berpaling kepada Allah dengan segenap hati.
Masih berliku jalan untuk selalu berpasrah kepadaMu Bapa.
Berdampingan bersamaMu semoga melembutkan hati yang
keras sekalipun...supaya kami mendapatkan belas kasihMu
untuk beriman dan bertobat.

Yer 24:7 Aku akan memberi mereka suatu hati untuk mengenal Aku, yaitu bahwa Akulah TUHAN. Mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku ini akan menjadi Allah mereka, sebab mereka akan bertobat kepada-Ku dengan segenap hatinya.

Ps: Ma kasih untuk Romo John Tan Pr atas bimbingannya, dan juga sharing plus tegoran dari 2 temenku di Jakarta dan 1 di Seattle smile
Dikirim Tgl 02Jul2005 oleh encu

Register agar anda dapat ikut mengirimkan komentar anda



smile smile smile wink
dari tony pada 07 Jul 2005 11:47 am


encuuuuuuuuuuuuuuu wink
dari cat pada 02 Aug 2005 10:36 am



Nama:
E-mail: (perlu diisi)
Smile: smile wink wassat tongue laughing sad angry crying 

| lupakan





Copyrights 2001 Ekaristi.Org - Media Katolik Indonesia/ Catholics Online [[Kel 20:1-17]]