Kesaksian

 

Kesaksian Indahnya bercakap-cakap dengan Tuhan.

Kirim Ke Printer Kirim artikel ini ke teman



Aku datang ke gereja bersama isteri dan anak anak untuk mengikuti misa Kamis Putih. Di depan, kursi masih nampak kosong, namun kami memilih tempat duduk urutan paling belakang didekat pintu masuk.

Tepatnya samping kiri pintu. Setelah berdoa, ku arahkan pandanganku ke arah altar.

Entah diluar tubuh, entah didalam tubuh, hanya Tuhan yang mengetahui. Yang aku lihat ternyata bukanlah Altar, yang aku lihat adalah sebuah ruangan yang sangat luas.

Dalam ruangan yang luas itu aku melihat para murid sedang mempersiapkan sebuah Perjamuan, dimana Tuhan Yesus di kelilingi oleh para murid, juga berbagai suku bangsa.

Aku berdiri di depan pintu, dengan melongok ke dalam ruangan, ku edarkan pandanganku mencari anak dan istriku, namun tidak aku temukan. Yang aku lihat adalah berbagai suku bangsa, berada dalam ruangan itu.
Ternyata aku hanya mementingkan duniawi, sudah melihat Tuhan Yesus yang dikelilingi para murid dari berbagai suku bangsa, justru aku malah mencari anak dan istriku. pada saat aku melongok kedalam ruangan, Tuhan Yesus, berkata : "Kemari ! masuklah !". Ku langkahkan kakiku memasuki ruangan itu, dan berjalan menuju meja perjamuan sambil menengok kanan kiri mungkin aku menemukan isteri dan anakku.

Tuhan Yesus bertanya :"Apa yang kamu cari?"

"saya mencari isteri dan anak saya Tuhan. dari sekian banyak suku bangsa, yang ada disini, kenapa saya tidak melihat isteri dan anak saya?

jawab Tuhan Yesus : " Tidak percayakah kamu, bahwa mereka juga Aku selamatkan?"

"saya percaya Tuhan" jawabku.

"Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah."

Air mata meluncur dengan deras tiada terbendung, rasa damai sejahtera menyelimuti hati orang berdosa ini.

Apakah maksud perkataan Tuhan Yesus "Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah."

Apakah buah dari doa mohon panggilanku pada tahun 1983 yang lalu? Hanya Tuhan Yang Mengetahui.


Briel MH
Gereja Santo Paulus Rasul, tahun 2001
Dikirim Tgl 11Jun2005 oleh Boxer

Register agar anda dapat ikut mengirimkan komentar anda



cerita ini sangat bagus dan menggugah hati, sangat kurasakan sekali, apabila kita sudah mempercayakan hidup kita kepada Tuhan, mengapa kita mesti ragu untuk melangkah. cerita ini semakin memperkuat imanku, aku tdk boleh ragu dan takut menghadapi kehidupan ini, karena Tuhan pasti akan menuntun dan memberikan yang terbaik. smile
dari kartika tj pada 29 Jul 2005 08:54 am


Wah ini cerita yang bagus sekali, saya harus menjadikan teladan ini, saya lagi dapat masalah belakangan ini, selalu berdoa ke Tuhan, tapi tetap ragu untuk melangkah. Kisah ini sangat membuka pemikiran saya. saya akan mencoba menghadapi cobaan saya dengan tegar, saya yakin Tuhan pasti akan menuntun dan memberikan yang terbaik untuk saya..
Terima kasih banyak...
dari Lely pada 27 Dec 2005 05:43 am


Percayalah kalau Dia tidak akan pernah meninggalkan kita.
dari wix pada 05 Jul 2006 12:42 pm



Nama:
E-mail: (perlu diisi)
Smile: smile wink wassat tongue laughing sad angry crying 

| lupakan





Copyrights 2001 Ekaristi.Org - Media Katolik Indonesia/ Catholics Online [[Kel 20:1-17]]