Kesaksian

 

Aku sangat sedih bila melihat teman-temanku kurang menghargai Ekaristi.
Ada yang pergi mengikuti misa hanya sesekali saja, bila sedang 'mood'; ada yang ikut misa setiap minggu tapi asal-asalan; ada pula yang sibuk sendiri pada saat misa. Aku tidak munafik, dulu aku adalah salah seorang dari antara mereka. Tetapi ada satu peristiwa yang mengubah pandanganku tentang Ekaristi.....


Oleh:Johan

"Tuhan ingin Fenny bernyanyi sambil memeluk-Nya"

Tuhan ku mau menyenangkanMu Tuhan bentuklah hati ini Jadi bejana untuk hormatMu Cemerlang bagai emas murni Tuhan kuserahkan hatiku Semua kuberikan padaMu Sucikan hingga tulus selalu Agar aku menyenangkanMu MenyenangkanMu, senangkanMu Hanya itu. Kerinduanku


Don't let me be the lost sheep
Don't let me walk on the wrong path
Don't let me leave, leave You
Don't let ..........


...apalah aku ini ya Tuhan,
Kau angkat dari rerumputan basah dan hanyut di keremangan malam
Kau balut jua dengan lampin lembut
Kau sirami minyak zaitun yang sama dipakai Maria Magdalena
Kau memandangku bagai anakMu sendiri.


Oleh: Johan

Terus terang aku kehidupan rohaniku sekarang mulai menurun, aku tengah "berjuang keras, sampai titik darah penghabisan" hanya untuk berdoa dan menjalankan komitmen komunitasku, wah ini bisa menjadi aib dalam "karier cemerlang rohaniku", setelah kesekian kalinya aku menebalkan telingaku pada teguran Korsel maka aku mencoba memberanikan diri malam hari ini untuk "menasehati diriku sendiri",


Hujan lagi hari ini...cihuyyyy...seneng saya......adem.....
Memang hari hujan itu buat saya selalu sangat menyenangkan.....
Banyak yang sebel...beceklah.....macetlah.....dan sebagainya.
Hari ini di tempat kerjaan agak menjengkelkan.....hampir seharian..
computer nya hang berat.....biasanya DSL jadi dial up.................
Wah kura kura juga kalah............dan kesabaran saya juga menipis deh....
tongue




"Air yang selalu kuminumkan padamu, walau kau tak tahu karena mabukmu,
Bapa yang kasih. "

....


Sebelum 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Berikut