2699 Tuhan membimbing semua manusia pada jalan dan dengan cara yang berkenan kepada-Nya. Setiap warga beriman menjawabnya dengan keputusan hatinya dan dengan bentuk ungkapan doa pribadinya. Tetapi tradisi Kristen mempertahankan tiga bentuk pokok ungkapan kehidupan doa: doa lisan, doa renung, dan doa batin. Ketiganya mempunyai ciri khas yang sama ialah ketenangan hati. Kewaspadaan yang memelihara Sabda Allah dan membuat kita hidup di hadirat Allah, menjadikan ketiga bentuk ungkapan itu puncak-puncak kehidupan doa. 2563

ARTIKEL 7 * BENTUK-BENTUK DOA

I. * Doa Lisan

2700 Allah berbicara kepada manusia melalui Sabda-Nya. Doa kita berbentuk kata-kata, baik yang dipikirkan maupun yang diucapkan. Tetapi yang terpenting ialah bahwa hati selalu hadir di depan Dia, kepada Siapa kita berbicara dalam doa. "Apakah doa kita dikabulkan, tidak bergantung pada banyaknya kata-kata, tetapi pada kesungguhan jiwa kita" (Yohanes Krisostomus, ecl. 2). 1176
2701 Doa lisan merupakan unsur hakiki dalam kehidupan Kristen. Kristus mengajar murid-murid-Nya yang merasa tertarik pada doa batin dari Gurunya, satu doa lisan: Bapa Kami. Yesus tidak hanya mendoakan doa-doa liturgi dalam sinagoga, tetapi - seperti yang ditunjukkan Injil kepada kita - Ia sendiri mengangkat suara, mengucapkan doa pribadi-Nya. Doa-doa-Nya terbentang dari memuji Bapa dengan penuh gembira Bdk. Mat 11:25-26. sampai kepada permohonan dalam sakratul maut di taman Getsemani Bdk. Mrk 14:36.. 2603, 612
2702 Kebutuhan untuk mengikutsertakan pancaindera lahiriah dalam doa batin sejalan dengan tuntutan kodrat manusiawi kita. Kita adalah tubuh dan roh, dan merasakan kebutuhan untuk menyatakan perasaan kita. Kita harus berdoa dengan seluruh diri kita, supaya sebanyak mungkin memberikan kekuatan kepada permohonan kita. 1146
2703 Kebutuhan ini sesuai dengan tuntutan ilahi. Allah mencari penyembah dalam roh dan dalam kebenaran, yakni doa hidup yang keluar dari kedalaman jiwa. Tetapi Allah juga menghendaki ungkapan lahiriah yang menyatukan badan dengan doa batin, karena doa ini memberi kepada Allah, penghormatan sempurna yang merupakan hak-Nya. 2097
2704 Karena doa lisan diarahkan ke luar, dan karenanya sangat manusiawi, maka pada tempat pertama, doa ini adalah doa rakyat. Tetapi juga doa batin tidak boleh mengabaikan doa lisan. Doa ini menjadi batin, sejauh kita menjadi sadar, "dengan Siapa kita berbicara" (Teresia dari Yesus, cam. 26). Dengan demikian doa lisan menjadi cara pertama dari doa batin.  

II. Doa Renung

2705 Doa renung, meditasi, pada dasamya adalah satu pencarian. Roh mencari agar mengerti alasan dan cara kehidupan Kristen, agar dapat menyetujui dan menjawab apa yang dikehendaki Tuhan. Untuk itu, ia membutuhkan perhatian yang sangat sulit dipertahankan. Biasanya kita mencari bantuan pada sebuah buku. Tradisi Kristen memberi satu pilihan yang sangat luas: Kitab Suci, terutama Injil, ikon, teks-teks liturgis untuk hari bersangkutan, tulisan-tulisan dari bapa-bapa rohani, kepustakaan rohani, buku besar yakni ciptaan dan sejarah, terutama halaman yang dibuka pada "hari ini". 158, 127
2706 Merenungkan apa yang sudah kita baca, berarti kita bertemu dengannya dan menjadikannya milik kita. Dengan cara demikian buku kehidupan kita dibuka: inilah peralihan dari pikiran kepada kenyataan. Sesuai dengan kerendahan hati dan iman, kita menemukan dan menilai di dalam meditasi gerakan-gerakan hati. Kita harus melakukan kebenaran, supaya datang kepada terang. "Tuhan, apakah yang Engkau kehendaki? Apakah yang harus aku lakukan?"  
2707 Metode-metode meditasi sangat beragam seperti halnya guru-guru rohani. Seorang Kristen harus bermeditasi secara teratur. Kalau tidak, ia akan menyerupai jalan atau tanah yang berbatu-batu atau yang penuh dengan duri-duri, sebagaimana dikatakan dalam perumpamaan penabur . Tetapi satu metode hanyalah merupakan satu penuntun; yang terpenting ialah maju bersama Roh Kudus menuju Yesus Kristus, jalan doa satu-satunya. 2690, 2664
2708 Meditasi memakai pikiran, daya khayal, gerak perasaan dan kerinduan. Usaha ini penting untuk memperdalam kebenaran iman, untuk menggerakkan pertobatan hati dan memperkuat kehendak guna mengikuti Kristus. Doa Kristen terutama berusaha untuk bermeditasi tentang "misteri Kristus", sebagaimana terjadi waktu pembacaan Kitab Suci, "lectio divina", dan pada doa rosario. Bentuk renungan doa ini mempunyai nilai yang besar; tetapi doa Kristen harus mengejar lebih lagi: perkenalan Yesus Kristus penuh cinta dan persatuan dengan Dia. 516, 2678

III. * Doa Batin

2709 Apakah doa batin? Santa Teresia dari Yesus menjawab: "Menurut saya, doa batin itu tidak lain dari satu pergaulan yang sangat ramah, di mana kita sering kali berbicara seorang diri dengan Dia, tentang Siapa, kita tahu bahwa Ia mencintai kita" (vida 8,5).
Doa batin mencari Dia, "yang jiwaku cintai" (Kid 1:7) Bdk. Kid 3:1-4.: Yesus, dan di dalam Dia, Bapa. Kita mencari Dia, karena kerinduan kepada-Nya adalah awal cinta kasih kepada-Nya. Kita mencari Dia dalam iman yang murni, dalam iman yang membuat kita dilahirkan dari Dia dan hidup di dalam Dia. Kita juga masih dapat bermeditasi dalam doa batin, tetapi pandangan sudah diarahkan kepada Tuhan.
2562-2564
2710 Waktu dan lamanya doa batin bergantung pada kehendak yang tegas, dalamnya terungkap rahasia-rahasia hati. Bukan kita berdoa kalau kita mempunyai waktu, melainkan kita meluangkan waktu, supaya hadir di hadirat Tuhan. Kita melakukannya dengan tekad bulat pantang menyerah, juga apabila kita menghadapi cobaan-cobaan dan kekeringan. Kita tidak selalu dapat bermeditasi. Namun selalu ada kemungkinan untuk masuk ke dalam doa batin, terlepas dari keadaan kesehatan, situasi kerja, dan keadaan perasaan. Hati adalah tempat pencarian dan pertemuan dalam kemiskinan dan iman. 2726
2711 Langkah masuk ke dalam doa batin dapat dibandingkan dengan pembukaan perayaan Ekaristi: di bawah dorongan Roh Kudus, kita "mengarahkan" hati dan seluruh diri kita, hidup dengan sadar dalam kediaman Tuhan, yang adalah kita sendiri, dan menghidupkan iman untuk masuk ke hadirat Dia yang menantikan kita. Kita membuka topeng kita dan mengarahkan kembali hati kepada Tuhan yang mencintai kita, untuk menyerahkan diri kepada-Nya sebagai persembahan yang harus dimurnikan dan ditransformasi. 1348, 2100
2712 Doa batin adalah doa seorang anak Allah, doa seorang pendosa yang sudah diampuni dan yang menghendaki agar menerima cinta kasih, dengannya ia dicintai dan membalasnya dengan cinta kasih yang lebih besar lagi Bdk. Luk 7:36-50; 19:1-10.. Tetapi ia mengetahui bahwa cinta kasih balasannya itu berasal dari Roh Kudus, yang mencurahkannya ke dalam hatinya. Karena segala-galanya adalah rahmat Allah. Doa batin adalah penyerahan yang rendah hati dan miskin kepada Bapa penuh cinta, dalam persatuan yang semakin dalam dengan Putera kekasih-Nya. 2822
2713 Dengan demikian doa batin adalah ungkapan misteri doa yang paling sederhana. Ini adalah satu anugerah dan rahmat, yang hanya dapat diterima dalam kerendahan hati dan kemiskinan. Doa batin adalah hubungan perjanjian, yang Allah letakkan dalam dasar hakikat kita Bdk. Yer 31:33.. Suatu persekutuan, di mana Tritunggal Mahakudus membentuk manusia, citra Allah, menjadi "serupa" dengan diri-Nya. 2559
2714 Doa batin adalah puncak doa. Di dalamnya Allah melengkapi kita dengan kekuatan melalui Roh-Nya, supaya "manusia batin" diperkuat di dalam kita, dan Kristus tinggal di dalam hati kita oleh iman, dan kita "berakar serta berdasar di dalam kasih" (Ef 3:16-17).  
2715 Kontemplasi ialah memandang Yesus dengan penuh iman. "Aku memandang Dia dan Dia memandang aku", demikian kata-kata seorang petani dari Ars, yang berdoa di depan tabernakel kepada pastomya yang saleh. Pandangan penuh perhatian kepada Yesus ini adalah penyangkalan "aku", karena pandangan Yesus membersihkan hati. Cahaya wajah-Nya menyinari mata hati kita dan membiarkan kita melihat segala-galanya dalam sinar kebenaran dan belas kasihan-Nya terhadap semua orang. Kontemplasi memandang misteri kehidupan Kristus dan dengan demikian memperoleh "pengertian batin mengenai Tuhan", untuk mencintai-Nya lebih sungguh dan mengikuti-Nya dengan lebih baik lagi Bdk. Ignasius, ex. spir. 104.. 1380, 521
2716 Doa batin ialah mendengarkan Sabda Allah. Mendengarkan ini bukanlah pasif, melainkan suatu ketaatan iman, dalamnya hamba menerima tugas tanpa syarat dan anak setuju dengan penuh cinta. Ia mengambil bagian dalam "Ya" Putera yang telah menjadi hamba, dan dalam "Fiat" hamba Tuhan yang rendah hati. 494
2717 Doa batin ialah berdiam diri. Ialah "lambang dunia yang akan datang" (Ishak dari Ninive, tract. myst.66) dan "cinta kasih yang tidak banyak kata" (Yohanes dari Salib). Dalam doa batin tidak dibutuhkan kata-kata yang panjang lebar; kata-kata adalah seumpama ranting-ranting kering yang dimakan api cinta kasih. Dalam suasana diam yang tidak dapat ditahan manusia "lahiriah", Bapa menyampaikan kepada kita Sabda-Nya yang menjadi manusia, yang menderita untuk kita, yang mati dan bangkit lagi; Roh keputeraan memungkinkan kita mengambil bagian dalam doa Yesus. 533, 498
2718 Doa batin adalah persatuan dengan doa Yesus, sejauh doa itu membuat kita mengambil bagian dalam misteri Kristus. Misteri Kristus dirayakan oleh Gereja di dalam Ekaristi, dan Roh Kudus membuatnya menjadi hidup lagi dalam doa batin, sehingga ia dapat menyata dalam amal cinta.  
2719 Doa batin ialah persekutuan cinta kasih. Ia memiliki kehidupan dalam dirinya untuk banyak orang, kalau ia menyetujui, untuk bertekun dalam malam iman. Malam kebangkitan dipersiapkan oleh malam sakratul maut dan malam makam. Ketiga malam itu menentukan "saat" Yesus. Roh Yesus, dan bukan "daging yang lemah", mendorong untuk melewati saat itu dalam doa batin. Kita harus berjaga selama "satu jam" bersama Dia Bdk. Mat 26:40.. 165, 2730

TEKS-TEKS SINGKAT

2720 Gereja mengundang umat beriman untuk berdoa secara teratur: dalam doa-doa harian, ibadat harian, Ekaristi mingguan, dan pada pesta-pesta dalam tahun Gereja.  
2721 Tradisi Kristen mengenal tiga cara utama ungkapan kehidupan doa: doa lisan, doa renung, dan doa batin. Ketiganya menuntut ketenangan hati.  
2722 Doa lisan, yang berdasarkan kesatuan badan dan jiwa dalam kodrat manusia, menghubungkan badan dengan doa hati menurut contoh Yesus, yang berdoa kepada Bapa-Nya, dan yang mengajar murid-murid-Nya doa Bapa Kami.  
2723 Doa renung, meditasi adalah mencari dalam doa. Doa ini mencakup juga pikiran, daya khayal, gerak hati, dan kerinduan. Ia hendak menghubungkan pandangan penuh iman dari orang bermeditasi dengan kenyataan kehidupan kita.  
2724 Doa batin adalah ungkapan sederhana tentang misteri doa. Ia memandang Yesus dengan penuh iman, mendengarkan sabda Allah, dan mencintai tanpa banyak kata. Ia mempersatukan kita dengan doa Kristus, sejauh ia mengikutsertakan kita dalam misteri-Nya.  

ARTIKEL 8 * PERJUANGAN DOA

2725 Doa adalah anugerah rahmat dan satu jawaban tegas dari pihak kita. Ia selalu menuntut satu usaha. Pendoa-pendoa dari Perjanjian Lama sebelum Kristus, demikian juga Bunda Allah dan para kudus serta Yesus sendiri mengajarkan kita bahwa berdoa berarti berjuang. Melawan siapa? Melawan kita sendiri dan melawan tipu muslihat penggoda yang melakukan segala-galanya untuk mencegah manusia dari doa, dari persatuan dengan Allah. Kita berdoa sebagaimana kita hidup, karena kita hidup sebagaimana kita berdoa. Siapa yang tidak selalu mau bertindak dalam semangat Kristus, ia juga tidak bisa terbiasa untuk berdoa dalam nama-Nya. "Perjuangan rohani" dari kehidupan baru seorang Kristen tidak bisa dipisahkan dari perjuangan doa. 2612, 409, 2015

I. * Keberatan terhadap Doa

2726 Dalam perjuangan doa kita perlu menanggapi pandangan-pandangan keliru mengenai doa, yang kita temukan di dalam diri kita sendiri dan di sekitar kita. Sejumlah orang melihat di dalam doa itu satu peristiwa psikologis semata-mata, yang lain lagi satu usaha konsentrasi untuk sampai kepada kekosongan batin. Ada pula yang membatasi doa pada sikap dan kata-kata ritual. Banyak orang Kristen melihat secara tidak sadar di dalam doa itu satu kesibukan yang tidak dapat disesuaikan dengan segala kesibukan lain yang harus mereka lakukan: mereka tidak mempunyai waktu. Dan mereka yang mencari Tuhan di dalam doa sangat cepat tawar hati, karena mereka tidak tahu bahwa doa juga datang dari Roh Kudus dan bukan hanya dari mereka sendiri. 2710
2727 Kita juga harus menghadapi sikap-sikap mental "dunia ini". Kalau kita tidak berjaga-jaga, sikap-sikap itu akan merembes masuk ke dalam kita. Demikian umpamanya pendapat bahwa yang benar, hanyalah yang dapat diperiksa oleh akal budi dan ilmu pengetahuan. Berlawanan dengan itu, ada juga pandangan, bahwa doa itu merupakan satu misteri yang melampaui kesadaran dan ketidak sadaran kita. Satu pandangan lain hanya menghargai produksi dan keuntungan, lantas memandang doa sebagai tidak berguna, karena tidak produktif. Lebih jauh, satu pandangan lagi melihat kesenangan dan kenyamanan adalah takaran untuk yang benar, yang baik, dan yang indah. Tetapi berlawanan dengan itu, doa yang "adalah cinta kepada yang indah" [philokalia] hendak mencintai kemuliaan Allah yang hidup dan benar di atas segala-galanya. Akhirnya, doa digambarkan sebagai pelarian dari dunia, karena takut akan kesibukan. Tetapi doa Kristen itu bukan sikap mengundurkan diri dari sejarah; ia juga tidak memutuskan hubungan dengan kehidupan. 37, 2500
2728 Akhirnya kita harus berjuang pula melawan apa yang kita alami sebagai kegagalan dalam doa. Termasuk di antaranya: rasa tawar hati, karena kekeringan; rasa sedih, karena tidak bisa memberi segala-galanya kepada Allah, karena kita mempunyai "banyak harta" Bdk. Mrk 10:22.; rasa kecewa, karena doa kita tidak dikabulkan sesuai dengan kehendak kita sendiri; rasa tersinggung dalam kesombongan yang berkeras hati dalam kemalangan seorang pendosa; dan merasa segan, karena harus menerima doa itu secara cuma-cuma. Bagaimanapun juga terdapat pertanyaan: untuk apa berdoa? Untuk mengatasi halangan-halangan ini, kita harus berjuang supaya rendah hati, percaya, dan tabah.  

II. * Kewaspadaan yang Rendah Hati

Kesukaran dalam Doa
2729 Sering kali doa dipersulit oleh pikiran melayang. Dalam doa lisan kesulitan ini dapat menyangkut kata-kata dan artinya. Tetapi lebih jauh, ia dapat juga menyangkut Dia yang kita dekati dalam meditasi, dalam doa batin, tetapi juga dalam doa liturgi dan doa yang diucapkan secara pribadi. Kalau kita andaikata hendak mengejar pikiran melayang, kita masuk dalam perangkapnya, sedangkan kita hanya perlu untuk kembali lagi kepada hati kita. Pikiran melayang menyatakan kepada kita, apa yang kita cintai. Dengan rendah hati, menjadi sadar akan hal itu di depan Allah, membangkitkan cinta kita yang mengutamakan Dia di atas segalanya, kalau kita bertekad menyerahkan hati kita kepada-Nya, supaya Ia membersihkannya. Di sinilah tempat perjuangan yang menentukan, Tuhan mana yang hendak kita layani Bdk. Mat 6:21.24.. 2711
2730 Perjuangan melawan ke-"aku"-an kita yang haus akan harta milik dan kekuasaan, terdiri atas kewaspadaan dan ketenangan. Kalau Yesus mendesak supaya waspada, maka itu selalu dihubungkan dengan pribadi-Nya dan kedatangan-Nya - pada hari terakhir dan setiap hari: "hari ini". Mempelai pria datang di tengah malam; iman adalah terang, yang tidak boleh padam: "hatiku mengikuti firmanMu: carilah wajah-Ku" (Mzm 27:8). 2659
2731 Satu kesulitan lain, terutama untuk mereka yang hendak berdoa dengan khusyuk, ialah kekeringan. Yang ini termasuk dalam doa batin, kalau hati kita seakan-akan terpisah dari Allah dan tanpa kerinduan akan pikiran, kenangan, dan perasaan rohani. Inilah saat-saat iman murni, yang tabah setia bersama Yesus dalam sakratul maut dan dalam makam. Kalau biji gandum itu "mati, ia akan menghasilkan banyak buah" (Yoh 12:24). Kalau kekeringan itu disebabkan oleh ketiadaan akar, karena sabda jatuh ke atas batu wadas Bdk. Luk 8:6.13., itu berarti bahwa harus ada perjuangan demi pertobatan. 1426
Godaan dalam Doa
2732 Godaan yang paling sering dan paling tersembunyi ialah kekurangan iman dari pihak kita. Hal itu tidak menyatakan diri dalam ketidakpercayaan jelas, tetapi de fakto menonjolkan hal-hal lain. Kalau kita mulai berdoa, seribu satu pekerjaan dan kesusahan yang kita anggap sangat mendesak, menampilkan diri sebagai sangat penting. Inilah saatnya, di mana menjadi nyata, kepada apa hati kita memberikan prioritas. Suatu ketika kita menghadap Tuhan sebagai pertolongan kita yang terakhir, tetapi kita tidak selalu benar-benar yakin akan pertolongan-Nya. Pada waktu lain kita menjadikan Tuhan itu sekutu kita, namun hati kita tetap sombong. Dalam semua hal ini kekurangan kita dalam iman menyatakan bahwa kita belum cukup rendah hati: "Di luar Aku, kamu tidak dapat berbuat apa-apa" (Yoh 15:5). 2609, 2089, 2092, 2074
2733 Satu godaan lain, yang diberi peluang oleh kesombongan, ialah kejenuhan. Guru-guru kehidupan rohani menganggapnya semacam depresi. Itu disebabkan oleh berkurangnya askese, menghilangnya kewaspadaan dan berkurangnya ketelitian hati. "Roh memang penurut tetapi daging lemah" (Mat 26:41). Makin besar ketinggian dari mana orang jatuh, makin parah lukanya. Kekecewaan yang menyedihkan adalah sisi lain dari kesombongan. Yang rendah hati tidak merasa heran akan kemalangannya. Hal itu malahan mendorong dia, agar semakin percaya dan bertekun. 2094, 2559

III. * Kepercayaan Seorang Anak

2734 Dalam kesusahan, kepercayaan diuji dan harus bertahan Bdk. Rm 5:3-5.. Kesukaran terbesar terletak dalam doa permohonan yang kita ucapkan bagi diri kita sendiri dan bagi orang lain. Beberapa orang malahan berhenti berdoa, karena mereka berpikir bahwa doa mereka tidak dikabulkan. Di sini muncul dua pertanyaan: Mengapa kita berpikir bahwa doa kita tidak dikabulkan? Bagaimana doa kita didengarkan dan "berdaya guna"? 2629
Mengapa Mengeluh, bahwa Kita Tidak Didengarkan?
2735 Pertama-tama satu kenyataan dapat mengherankan kita. Kalau kita memuja Allah atau berterima kasih kepada-Nya untuk kebaikan-Nya secara umum, kita hampir-hampir tidak peduli, apakah doa itu berkenan kepada-Nya. Akan tetapi kita menuntut, agar melihat hasil doa permohonan kita. Citra Allah yang manakah menyebabkan kita berdoa? Apakah Allah itu bagi kita hanyalah satu sarana yang dapat dipakai, ataukah Ia adalah Bapa Tuhan kita Yesus Kristus? 2779
2736 Dapatkah kita berkata dengan keyakinan: "Kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa" (Rm 8:26)? Apakah kita mohon kepada Allah "untuk hal-hal yang wajar"? Bapa kita tahu baik sekali apa yang kita butuhkan, jauh sebelum kita meminta itu dari-Nya Bdk. Mat 6:8.. Tetapi Ia menantikan permohonan kita, karena martabat anak-anak-Nya terletak dalam kebebasan mereka. Jadi, perlu sekali bahwa kita berdoa dengan kebebasan Roh Allah, supaya benar-benar dapat mengetahui apa yang dikehendaki-Nya Bdk. Rm 8: 27.. 2559, 1730
2737 "Kamu tidak memperoleh apa-apa karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu" (Yak 4:2-3) Bdk. Seluruh konteks Yak 4:1-10; 1:5-8; 5:16.. Kalau kita berdoa dengan hati terbagi seperti "orang-orang yang tidak setia" (Yak 4:4), Allah tidak bisa mendengarkan kita, karena Ia menghendaki kesejahteraan kita dan kehidupan kita. "Janganlah kamu menyangka bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu" (Yak 4:5). Allah kita itu "cemburu" kepada kita. Itu membuktikan bahwa Ia sungguh mencintai kita. Semoga kita membiarkan diri diikutsertakan dalam kerinduan Roh-Nya, maka kita akan didengarkan."Jangan bersedih hati, kalau kamu tidak segera menerima dari Allah, apa yang kamu minta. Karena Ia telah memberi lebih banyak kebaikan lagi dengan bantuan ketabahanmu, yang dengannya kamu tinggal di dalam-Nya waktu berdoa" (Evagrius, or. 34). "Ia menghendaki, agar kerinduan kita bertahan dalam doa. Dengan demikian Ia mempersiapkan kita untuk menerima apa yang ingin Ia berikan kepada kita" (Agustinus, ep. 130,8,17).  
Bagaimana Doa Kita Menjadi Berdaya Guna?
2738 Pewahyuan doa dalam tata keselamatan mengajarkan kita bahwa iman bersandar pada karya Allah dalam sejarah. Kepercayaari mendalam terutama dibangkitkan oleh karya-Nya dalam kesengsaraan dan kebangkitan Putera-Nya. Doa Kristen bekerja sama dalam penyelengaraan-Nya, dalam rencana-Nya yang penuh kasih untuk manusia. 2568, 307
2739 Pada santo Paulus kepercayaan ini memang sangat berani Bdk. Rm 10:12-13., karena ia mendasarkannya atas doa Roh di dalam kita dan atas cinta Bapa yang setia, yang telah menganugerahkan kepada kita Putera tunggal-Nya Bdk. Rm 8:26-39.. Perubahan hati yang berdoa adalah jawaban pertama atas permohonan kita. 2778
2740 Doa Yesus membuat doa Kristen menjadi permohonan yang berdaya guna. Doa-Nya adalah contoh; Ia berdoa di dalam kita dan dengan kita. Bagaimana hati anak-anak angkat Allah dapat lebih melekat pada anugerah daripada kepada pemberi, kalau hati Putera-Nya hanya mencari apa yang berkenan kepada Bapa? 2604
2741 Tambah lagi Yesus berdoa menggantikan kita dan untuk kita. Semua permohonan kita secara definitif sudah dimasukkan dalam seruan-Nya di kayu salib, dan dikabulkan oleh Bapa dalam kebangkitan-Nya. Karena itu Yesus tidak berhenti mendoakan kita di depan Bapa Bdk. Ibr 5:7; 7:25; 9:24.. Kalau doa kita, yang diucapkan dengan kepercayaan dan keberanian seorang anak, digabungkan dengan doa Yesus, kita menerima segala-galanya, yang kita minta dalam nama-Nya, dan lebih banyak lagi daripada hanya ini atau itu, yaitu Roh Kudus sendiri, yang menampung segala anugerah dalam diri-Nya. 2606, 2614

IV. * Tabah dalam Cinta

2742 "Tetaplah berdoa" (1 Tes 5:17). "Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita" (Ef 5:20). "Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang kudus" (Ef 6:18). "Kita tidak diwajibkan untuk tetap bekerja, berjaga-jaga, dan berpuasa. Tetapi adalah satu hukum bagi kita, supaya berdoa dengan tidak putus-putusnya" (Evagrius, cap. pract. 49). Semangat yang tidak kenal lelah ini hanya dapat berasal dari cinta. Perjuangan doa melawan kelambanan dan kemalasan kita adalah perjuangan untuk mendapatkan cinta yang rendah hati, penuh kepercayaan dan ketabahan. Cinta ini membuka hati kita untuk tiga kepastian iman yang gemilang dan menghidupkan: 2098, 162
2743 Doa itu selalu mungkin. Saat orang Kristen adalah saat Kristus yang bangkit, yang berkata kepada kita: "Aku menyertai kamu senantiasa" (Mat 28:20), betapa pun besamya angin ribut2. Saat kita ada dalam tangan Allah."Malahan di pasar atau waktu berjalan-jalan dalam kesunyian kamu dapat sering dan dengan rajin berdoa. Juga, apabila kamu duduk di dalam perusahaan, atau waktu menjual atau membeli, malahan juga waktu kamu memasak" (Yohanes Krisostomus, ecl. 2).  
2744 Doa itu mutlak perlu. Bukti melalui kebalikannya tidak kurang meyakinkan: kalau kita tidak membiarkan diri dibimbing oleh Roh, kita jatuh kembali ke dalam perhambaan dosa Bdk. Gal 5:16-25.. Bagaimana Roh Kudus dapat menjadi "kehidupan kita", kalau hati kita jauh dari-Nya?"Tidak ada suatu apa pun yang lebih bernilai daripada doa: doa membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin, dan yang berat menjadi ringan... Seorang manusia yang berdoa, tidak mungidn berdosa" (Yohanes Krisostomus, Anna 4,5).
"Siapa berdoa, pasti diselamatkan; siapa tidak berdoa, pasti mengutuki diri sendiri" (Alfonsus dari Liguori, mez.).
 
2745 Berdoa dan hidup kristiani tidak dapat dipisahkan. Karena keduanya menyangkut cinta dan pengurbanan yang sama, yang keluar dari cinta; menyangkut keserupaan yang sederhana dan penuh cinta dengan keputusan Bapa yang penuh cinta; menyangkut persatuan transformatif yang sama dalam Roh Kudus, yang membuat kita menjadi semakin serupa lagi dengan Yesus Kristus; dan menyangkut cinta yang sama kepada semua orang, yang dengannya Yesus mencintai kita. "Apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, akan diberikan kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain" (Yoh 15:16-17)."Orang yang menghubungkan doanya dengan perbuatan, dan perbuatannya dengan doa, dia berdoa tanpa henti-hentinya. Hanya dengan demikian kita dapat yakin bahwa prinsip untuk berdoa setiap saat, dapat terlaksana" (Origenes, or. 12). 2660
DOA YESUS SEBAGAI IMAM AGUNG
2746 Karena saat-Nya telah tiba, Yesus berdoa kepada Bapa-Nya Bdk. Yoh 17.. Doa-Nya adalah yang terpanjang yang dicantumkan di dalam Injil. Ia mencakup seluruh tata ciptaan dan keselamatan, demikian pula kematian dan kebangkitan Yesus. Doa pada "saat" Yesus tidak pernah berhenti, sebagaimana Paskah-Nya yang terjadi "satu kali untuk selamanya" tetap hadir di dalam liturgi Gereja. 1085
2747 Tradisi Gereja benar, bila menamakan doa itu: doa "Imam Agung" Yesus. Ia merupakan doa Imam Agung kita; ia tidak dapat dipisahkan dari pengurbanan-Nya, dari "kepergian-Nya kepada Bapa" [Paskah], yang olehnya, Ia sepenuhnya "ditahbiskan" kepada Bapa. Bdk. Yoh 17:11.13.19.  
2748 Dalam doa kurban Paskah ini, segala sesuatu dirangkumkan di dalam Yesus, di bawah satu Kepala Bdk. Ef 1:10.: Allah dan dunia; Sabda dan daging; kehidupan kekal dan waktu; cinta yang menyerahkan diri dan dosa yang mengkhianati cinta; murid-murid yang hadir, dan manusia-manusia yang akan percaya kepada-Nya dengan perantaraan pewartaan mereka; penghinaan dan penghormatan. Itulah doa kesatuan. 518, 820
2749 Yesus telah menyelesaikan seluruh pekerjaan Bapa, dan sebagaimana kurban-Nya, doa-Nya juga berlangsung sampai akhir zaman. Doa pada saat-Nya, memenuhi zaman-zaman terakhir dan mengantarnya kepada penyempumaannya. Yesus adalah Putera, kepada Siapa Bapa telah memberikan segala-galanya dan Yang menyerahkan Diri sepenuhnya kepada Bapa. Sekaligus Ia berbicara dengan kebebasan agung Bdk. Yoh 17:11.13.19.24., yang datang dari kekuasaan atas segala manusia, yang telah Bapa berikan kepada-Nya. Putera, yang telah menghambakan Diri, adalah Tuhan, Pantokrator [Mahapenguasa]. Imam Agung kita, yang berdoa bagi kita, adalah juga Dia yang berdoa di dalam kita; Ia adalah Allah yang mendengarkan kita. 2616
2750 Kalau kita sungguh masuk ke dalam nama Yesus, Tuhan, kita dapat menerima "Bapa Kami", doa yang Ia ajarkan kepada kita, dari dalam. Doa-Nya sebagai Imam Agung menjiwai permohonan-permohonan besar dari Bapa Kami dengan Roh dari dalam: keprihatinan untuk nama Bapa Bdk. Yoh 17:6.11.12.26., kegairahan untuk Kerajaan dan kemuliaan-Nya Bdk. Yoh 17:1.5.10.23-26., pengamalan kehendak Bapa, rencana keselamatan-Nya Bdk. Yoh 17:2.4.6.9.11.12.24. dan pembebasan dari yang jahat Bdk. Yoh 17:15.. 2815
2751 Dalam doa ini Yesus menyatakan dan memberi kepada kita satu "pengertian" yang tidak terpisahkan tentang Bapa dan Putera Bdk. Yoh 17:3.6-10.25.. Pengertian ini adalah rahasia kehidupan doa. 240

TEKS-TEKS SINGKAT

2752 Doa mengandaikan satu usaha dan satu perjuangan melawan diri kita sendiri dan melawan tipu muslihat penggoda. Perjuangan doa tidak dapat dipisahkan dari "perjuangan rohani" yang perlu, supaya dengan kemantapan batin, kita dapat bertindak dalam Roh Kristus: kita berdoa sebagaimana kita hidup, dan kita hidup sebagaimana kita berdoa.  
2753 Dalam perjuangan doa kita harus menghadapi pendapat-pendapat yang keliru, sikap-sikap mental modern, dan pengalaman kegagalan kita. Pantaslah melawan godaan-godaan ini, yang menyangsikan manfaat dan kemungkinan doa, dengan kerendahan hati, dengan kepercayaan, dan dengan ketabahan.  
2754 Kesukaran-kesukaran pokok dalam kehidupan doa adalah pikiran melayang dan kekeringan. Iman, pertobatan, dan kewaspadaan hati adalah obat-obat pencegah melawannya.  
2755 Dua godaan sering mengancam doa: kekurangan iman dan kejenuhan akan hal-hal rohani, semacam depresi, yang disebabkan oleh berkurangnya askese dan yang menyebabkan orang berkecil hati.  
2756 Kepercayaan diuji, apabila kita berperasaan bahwa kita tidak selalu didengarkan. Injil mengundang, supaya kita bertanya diri, apakah doa kita sesuai dengan kerinduan Roh.  
2757 "Tetaplah berdoa" (1 Tes 5:17). Doa itu selalu mungkin, ia mutlak perlu untuk kehidupan. Doa dan hidup kristiani tidak dapat dipisah-pisahkan.  
2758 Doa pada saat Yesus Bdk. Yoh 17., yang dengan tepat dinamakan "doa Imam Agung ", merangkumkan seluruh tata ciptaan dan keselamatan. Roh-Nya menjiwai permohonan-permohonan besar dalam Bapa Kami.  

SEKSI II

DOA TUHAN: "BAPA KAMI"
2759 "Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya" (Luk 11:1). Sebagai jawaban atas permohonan ini, Yesus mempercayakan kepada murid-murid-Nya dan Gereja-Nya doa utama Kristen ini. Santo Lukas memberi satu versi singkat dengan lima permohonan Bdk. Luk 11:2-4., santo Matius memberi satu bentuk yang lebih lengkap dengan tujuh permohonan Bdk. Mat 6:9-13.. Tradisi liturgi Gereja mempertahankan bentuk santo Matius:Bapa kami yang ada di Surga,
dimuliakanlah nama-Mu,
datanglah Kerajaan-Mu,
jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini
dan ampunilah kesalahan kami,
seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami dan
janganlah masukkan kami ke dalam percobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
 
2760 Sejak abad pertama liturgi menutup doa Tuhan ini dengan satu doksologi. Di dalam Didache (8,2) bunyinya: "Karena Engkau yang empunya kuasa dan kemuliaan selama-lamanya". Konstitusi apostolik (7,24,1) menambahkan pada awal: "kerajaan". Formulasi ini terdapat di dalam terjemahan ekumenis. Tradisi Bisantin menambahkan sesudah "kemuliaan" "Bapa, Putera dan Roh Kudus". Buku Misa Romawi melanjutkan permohonan terakhir Bdk. MR, Embolisme. dalam satu penantian yang jelas akan "harapan yang membahagiakan" (Tit 2:13) dan akan kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. Sesudah itu menyusul aklamasi umat, dengan menggunakan doksologi dari konstitusi apostolik. 2855, 2854

ARTIKEL I * "KESIMPULAN SELURUH INJIL"

2761 "Doa Tuhan adalah kesimpulan seluruh Injil" (Tertulianus, or. 1). "Ketika Tuhan mewariskan kepada kita rumusan doa ini, Ia menambahkan pula: "Mintalah, maka kamu akan diberi; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu" (Luk 11:9). Jadi setiap orang dapat menyampaikan pelbagai macam doa ke surga seturut kebutuhannya; tetapi ia harus selalu mulai dengan doa Tuhan, yang merupakan doa utama" (Tertulianus, or. 10).  

I. * Di Tengah Kitab Suci

2762 Setelah menegaskan bahwa mazmur-mazmur merupakan makanan pokok bagi doa Kristen dan bermuara ke dalam permohonan Bapa Kami, santo Agustinus menambah:"Pelajarilah segala doa yang tercantum dalam Kitab Suci. Menurut pendapat saya kamu tidak akan menemukan apa pun di dalamnya, yang tidak tercakup dalam doa Tuhan" (ep. 130,12,22).  
2763 Semua buku Perjanjian Lama (hukum, nabi-nabi, dan mazmur) telah digenapi dalam Yesus Kristus Bdk. Luk 24:44.. Injil adalah warta gembira. Pewartaannya yang pertama disimpulkan oleh santo Matius dalam khotbah di bukit Bdk. Mat 5-7.. Doa kepada Bapa kita terdapat di tengah pewartaan ini. Hubungan ini menjelaskan tiap permohonan dari doa yang disampaikan oleh Tuhan:"Doa Tuhan adalah yang paling sempurna... Di dalamnya tidak hanya diminta segala-galanya yang dapat kita rindukan dengan cara yang benar, tetapi juga dalam urutan-urutan, di mana kita harus merindukannya; dengan demikian doa ini tidak hanya mengajar kita meminta-minta, tetapi ia membentuk juga seluruh perasaan kita" (Tomas Aqu., s. th. 2-2,83,9). 102, 2541
2764 Khotbah di bukit adalah pedoman hidup, Bapa Kami adalah doa; di dalam keduanya Roh Tuhan membentuk kerinduan kita, artinya perasaan batin kita. Yesus membimbing kita dengan kata-kata-Nya menuju kehidupan baru ini dan mengajar kita, untuk memohon itu di dalam doa. Dari kebenaran doa kita bergantunglah kebenaran kehidupan kita di dalam Kristus. 1965, 1969

II. * "Doa Tuhan"

2765 Ungkapan tradisional "doa Tuhan", berarti bahwa Yesus, Tuhan kita, mengajar kepada kita doa kepada Bapa kita. Doa yang berasal dari Yesus ini benar-benar merupakan doa istimewa: ia berasal "dari Tuhan". Pada satu pihak, Putera tunggal memberi kepada kita dalam kata-kata doa ini kata-kata, yang Bapa berikan kepada-Nya Bdk. Yoh 17:7.: Ia adalah guru doa kita. Pada lain pihak, Ia sebagai Sabda yang telah menjadi manusia mengetahui dalam hati manusia-Nya kebutuhan-kebutuhan saudara dan saudari-Nya dan menyatakannya kepada kita: Ia adalah contoh bagi doa kita. 2701
2766 Tetapi Yesus tidak meninggalkan bagi kita satu rumusan yang harus diulang-ulangi secara mekanis Bdk. Mat 6:7; 1 Raj 18:26-29.. Dalam doa Tuhan, Roh Kudus mengajar anak-anak Allah berdoa dengan perantaraan Sabda Allah kepada Bapanya seperti lazimnya pada setiap doa lisan. Yesus tidak hanya memberi kita kata-kata bagi doa itu; tetapi serentak pula memberikan kepada kita Roh Kudus, oleh-Nya kata-kata doa ini di dalam kita menjadi "Roh yang memberi hidup" (Yoh 6:63). Tetapi Bapa juga mengutus "Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: Ya Abba, ya Bapa" (Gal 4:6). Inilah bukti dan sekaligus kemungkinan bagi doa kita sebagai anak-anak. Doa kita menyatakan kepada Tuhan kerinduan kita. Karena itu Bapa yang "menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa la, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus" (Rm 8:27). Dengan cara ini doa kepada Bapa kita termasuk dalam misteri perutusan Putera dan Roh. 690

III. * Doa Gereja

2767 Sejak awal Gereja menerima anugerah yang bergabung tak terpisahkan yakni kata-kata Tuhan dan Roh Kudus. Roh Kudus memberi kepada kata-kata Tuhan kehidupan dalam hati umat beriman. Umat pertama mendoakan doa Tuhan "tiga kali sehari" (Didache 8,3) sebagai pengganti "delapan belas pujian" yang lazim dalam liturgi Yahudi.  
2768 Menurut tradisi apostolik doa Tuhan pada hakikatnya berakar dalam liturgi."Tuhan mengajar kita berdoa untuk saudara-saudara kita secara bersama-sama. Karena ia tidak mengatakan: 'Bapaku' di dalam surga, tetapi: 'Bapa kami', sehingga doa kita seperti dari satu jiwa mendoakan seluruh tubuh Gereja" (Yohanes Krisostomus, hom. in Mat 19:4).  
  Dalam semua tradisi liturgi, doa Tuhan merupakan bagian hakiki dari ibadat pagi dan sore. Tetapi terutama sifat gerejaninya menonjol dalam tiga sakramen inisiasi Kristen:  
2769 Penyampaian [traditio] doa Tuhan pada Pembaptisan dan Penguatan merupakan tanda kelahiran kembali dalam kehidupan ilahi. Doa Kristen berarti berbicara kepada Allah dengan Sabda Allah. Dengan demikian mereka yang "dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah" (1 Ptr 1:23), belajar untuk berseru kepada-Nya dengan satu-satunya Sabda, yang Bapanya selalu kabulkan. Dan selanjutnya mereka dapat melakukannya karena meterai pengurapan dengan Roh Kudus diukir secara tidak terhapuskan di dalam hati mereka, di dalam telinga mereka, di lidah mereka, di seluruh keberadaannya sebagai putera-puteri Allah. Karena itulah kebanyakan komentar dari bapa-bapa Gereja mengenai Bapa Kami ditujukan kepada para katekumen dan calon baptis. Kalau Gereja berdoa dengan kata-kata Tuhan, maka yang berdoa dan memperoleh kerahiman adalah selalu umat "yang dilahirkan kembali" Bdk. 1 Ptr 2:1-10.. 1243
2770 Dalam perayaan Ekaristi, doa Tuhan merupakan doa seluruh Gereja. Di sini tampillah artinya yang penuh dan daya gunanya. Disisipkan antara Doa Syukur Agung [anaphora] dan pembagian komuni ia menyimpulkan di satu pihak seluruh permohonan dan syafaat yang diucapkan dalam epiklese, di lain pihak ia memohon untuk diperbolehkan masuk ke dalam perjamuan perkawinan surgawi, yang diantisipasi dalam komuni sakramental. 1350
2771 Di dalam Ekaristi, doa Tuhan juga menyatakan sifat eskatologis dari permohonannya. Itulah doa "zaman akhir", zaman keselamatan, yang telah mulai dengan curahan Roh Kudus dan akan diselesaikan dengan kedatangan Tuhan kembali. Permohonan Bapa Kami, berbeda dengan doa-doa Perjanjian Lama, bersandar pada misteri keselamatan, yang direalisasikan satu kali untuk selamanya dalam Kristus yang disalibkan dan bangkit kembali. 1403
2772 Dari iman yang tidak tergoyahkan ini muncullah harapan, yang nyata dalam setiap permohonan itu. Ketujuh permohonan itu menyatakan keluhan dari zaman sekarang, zaman ketabahan dan penantian, ketika "belum nyata, apa keadaan kita kelak" (1 Yoh 3:2) Bdk. Kol 3:4.. Perayaan Ekaristi dan Bapa Kami terarah kepada kedatangan Tuhan, "sampai Ia datang" (1 Kor 11:26). 1820

TEKS-TEKS SINGKAT

2773 Atas permohonan murid-murid-Nya, "Tuhan, ajarlah kami berdoa" (Luk 11:1) Yesus mempercayakan kepada mereka doa utama Kristen, Bapa Kami.  
2774 "Doa Tuhan adalah kesimpulan seluruh Injil" (Tertulianus, or 1) dan "doa yang paling sempurna" (Thomas Aqu., s. th. 2-2,83,9). Ia berada pada sentrum Kitab Suci.  
2775 Ia dinamakan "doa Tuhan ", karena ia berasal dari Yesus, Tuhan, guru, dan contoh doa kita.  
2776 Doa Tuhan adalah doa Gereja yang sebenarnya. Ia merupakan bagian pokok dari ibadat pagi dan sore dan dari Sakramen-sakramen inisiasi Kristen: Pembaptisan, Penguatan, dan Ekaristi. Sebagai bagian dari perayaan Ekaristi, ia menyatakan sifat "eskatologis" dari permohonan-Nya, dalam harapan kepada Tuhan, "sampai Ia datang" (I Kor 11:26).  

ARTIKEL 2 * "BAPA KAMI YANG ADA DI SURGA"

I. * "Kita Berani Mendekat dengan Penuh Kepercayaan"

2777 Di dalam liturgi Ekaristi Romawi umat diundang, mendoakan Bapa Kami dengan keberanian seorang anak. Liturgi-liturgi Timur menggunakan ungkapan-ungkapan yang serupa dengan itu: "berani dengan penuh kepercayaan" dan "jadikanlah kami layak". Dari semak duri yang menyala disampaikan kepada Musa: "Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu" (Kel 3:5). Hanya Yesus dapat melewati ambang pintu kekudusan ilahi. Setelah Ia "selesai mengadakan penyucian dosa" (Ibr. 1:3), Ia membimbing kita ke depan hadirat Bapa: "Sesungguhnya, inilah Aku dan anak-anak yang telah diberikan Allah kepada-Ku" (Ibr 2:13)."Sebenarnya kita harus menyembunyikan diri dalam kesadaran bahwa kita hanyalah hamba belaka, makhluk dari tanah yang harus menjadi debu, apabila bukan perintah kekuasaan Bapa, apabila bukan Roh Putera-Nya sendiri mengajak kita untuk berseru: 'Ya Abba, ya Bapa' (Rm 8:15)... Bilamanakah satu makhluk yang fana berani menamakan Allah itu Bapa, kalau bukan kekuatan-kekuatan surga menghidupkan batin manusia?" (Petrus Krisologus, serm. 71). 270
2778 Kekuasaan Roh, yang menghantar kita kepada doa Tuhan, diuraikan dalam liturgi Timur dan Barat dalam istilah yang indah dan benar-benar Kristen, parrhesia, yang sama artinya dengan kejujuran yang terus-terang, kepercayaan seorang anak, keyakinan yang gembira, keberanian yang rendah hati, dan kepastian bahwa dicintai Bdk. Ef 3:12; Ibr 3:6; 4:16; 10: 19; 1 Yoh 2:29;3:21;5:14.. 2828

II. * "Bapa"

2779 Sebelum kita menjadikan seruan doa Tuhan yang pertama ini milik kita, haruslah dengan rendah hati kita bersihkan hati kita dari gambaran-gambaran palsu "dunia ini". Kerendahan hati itu membuat kita mengakui: "Tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya", yakni "orang-orang kecil" (Mat 11:25-27). Pembersihan hati menyangkut gambaran mengenai bapa dan ibu, yang berasal dari perkembangan pribadi kita dan kebudayaan kita dan mempengaruhi hubungan kita dengan Allah. Allah Bapa kita berada di atas gagasan-gagasan dunia tercipta ini. Siapa yang di bidang ini memindahkan gagasannya sendiri kepada Allah, ia menciptakan untuk dirinya berhala-berhala, yang akan ia sembah atau tolak. Berdoa kepada Bapa berarti masuk ke dalam misteri-Nya sebagaimana ada-Nya dan seperti Putera menyatakan-Nya kepada kita."Ungkapan 'Allah Bapa' tidak pemah diwahyukan kepada seorang pun. Ketika Musa sendiri bertanya kepada Allah, siapa nama-Nya, ia mendengar satu nama yang lain. Kepada kita nama itu dinyatakan dalam Putera, karena dalam nama 'Putera' sudah tercakup nama baru 'Bapa' (Tertulianus, or. 3). 239
2780 Kita dapat menyapa Allah sebagai "Bapa", karena Putera-Nya yang menjadi manusia telah mewahyukan-Nya kepada kita dan karena Roh-Nya memperkenalkan-Nya kepada kita. Kita percaya, bahwa Yesus adalah Kristus dan bahwa kita dilahirkan dari Allah Bdk. 1 Yoh 5:1.. Dengan demikian Roh Putera mengikutsertakan kita dalam hubungan pribadi Putera dengan Bapa-Nya Bdk. Yoh 1:1.. Manusia tidak dapat membayangkan itu, malaikat tidak dapat menduganya. 240
2781 Kalau kita berdoa kepada Bapa, kita berada dalam persekutuan dengan Dia dan dengan Putera-Nya Yesus Kristus Bdk. 1 Yoh 1:3.. Sementara itu kita mengenal dan mengakui-Nya dengan keheranan yang selalu baru. Perkataan pertama dalam doa Tuhan adalah sembah puji, sebelum ia menjadi seruan permohonan. Karena demi kehormatan Allah, kita mengakui-Nya sebagai "Bapa" dan sebagai Allah yang benar. Kita berterima kasih kepada-Nya, bahwa Ia telah menganugerahkan kepada kita, percaya kepada-Nya, dan menjadi tempat tinggal kehadiran-Nya. 2565
2782 Kita dapat menyembah Bapa, karena dengan menjadikan kita anak angkat-Nya dalam Putera-Nya yang tunggal Ia telah menganugerahkan kepada kita kelahiran kembali ke dalam kehidupan-Nya. Melalui Pembaptisan Ia memasukkan kita ke dalam Tubuh Kristus, yang Terurapi, dan melalui pengurapan dengan Roh-Nya, yang mengalir dari Kepala ke anggota-anggota, Ia membuat kita juga menjadi "terurapi"."Karena Tuhan telah menentukan bahwa kita menjadi anak angkat-Nya, Ia telah membuat kita serupa dengan Tubuh Kristus yang dimuliakan. Dan setelah kamu mengambil bagian pada yang Terurapi, maka dengan alasan kuat kamu dinamakan terurapi" (Sirilus dari Yerusalem, catech. myst.3.1).
"Manusia baru yang dilahirkan kembali dan diberikan kembali kepada Allahnya oleh rahmat-Nya berkata pertama-tama "Bapa", karena ia telah menjadi anak-Nya" (Siprianus,Dom.orat. 9).
1267
2783 Di dalam doa Tuhan kita diwahyukan kepada diri kita sendiri Bdk. GS 22,1., karena serentak Bapa diwahyukan kepada kita."0 manusia, engkau tidak berani mengangkat wajah ke langit, engkau menundukkan pandangan ke bumi, dan dengan tiba-tiba engkau menerima rahmat Kristus: semua dosamu telah diampuni. Dari seorang hamba yang jahat engkau telah menjadi seorang putera yang baik ... Jadi, angkatlah pandanganmu kepada Bapa... yang telah menebus engkau melalui Putera-Nya, dan berkatalah: 'Bapa kami'... Jangan sekali-kali mengandalkan hak istimewa. Ia hanyalah Bapa yang sebenarnya dalam hubungan dengan Kristus, sedangkan kita diciptakan oleh-Nya. Karena itu berkatalah karena rahmat: 'Bapa kami' supaya layak menjadi anak-Nya" (Ambrosius, sacr. 5,19). 1701
2784 Anugerah rahmat ini, yakni pengangkatan sebagai anak, menuntut dari kita satu pertobatan yang terus-menerus dan satu kehidupan baru. Doa Bapa Kami harus mengembangkan dua sikap dasar di dalam kita.
Kerinduan dan kehendak, supaya menjadi serupa dengan Dia. Karena kita sudah diciptakan menurut citra-Nya, maka karena rahmat, keserupaan dengan Dia itu diberikan lagi kepada kita. Kita harus menyesuaikan diri dengan citra itu."Kalau kita menamakan Allah itu Bapa, kita juga harus bersikap sebagai putera-putera Allah" (Siprianus, Dom. orat. 11).
"Kamu tidak dapat menamakan Bapamu itu Allah dari segala yang baik, kalau kamu mempunyai hati yang tidak manusiawi dan kejam. Karena dalam hal itu kamu tidak lagi memiliki tanda kebaikan dari Bapa surgawi di dalam kainu" (Yohanes Krisostomus, hom. in Mat 7:14).
"Kita harus tanpa henti-hentinya memandang keindahan Bapa dan membiarkan j iwa kita diresapi oleh-Nya" (Gregorius dari Nisa, or. dom.2).
1428, 1997
2785 Hati yang merendahkan diri dan penuh kepercayaan. Hati macam ini membuat kita menjadi "seperti anak kecil" (Mat 18:3), karena Bapa menyatakan diri kepada "orang kecil" (Mat 11:25)."[Doa Bapa Kami adalah satu penengadahan kepada Allah sendiri, satu api cinta yang besar. Jiwa lebur, tenggelam di dalam cinta yang kudus dan berbicara dengan Allah seperti dengan Bapanya sendiri, sangat mesra, dalam cinta seorang anak yang sangat khusus, lemah lembut." (Yohanes Kasianus, coll. 9,18).
"Bapa Kami: sambil kita berdoa, nama ini menimbulkan di dalam kita sekaligus cinta, simpati ... dan juga harapan, bahwa menerima apa yang kita minta ... Bagaimana Ia dapat menolak doa anak-anak-Nya, kalau sebelumnya Ia sudah mengizinkan mereka menjadi anak-anak-Nya?" (Agustinus, serm. Dom. 2,4,16).
2562

III. * Bapa "Kami"

2786 Sapaan Bapa "kami" diarahkan kepada Allah. Dari pihak kita kata ganti ini bukan menyatakan suatu pemilikan, melainkan satu hubungan yang baru sama sekali dengan Allah. 443
2787 Kalau kita mengatakan Bapa "kami", kita mengakui lebih dahulu bahwa semua janji cinta-Nya, yang diumumkan para nabi, telah dipenuhi dalam Kristus dalam perjanjian baru dan kekal: sekarang kita menjadi umat-"Nya" dan Ia Allah "kita". Hubungan baru ini adalah satu anugerah keanggotaan. Dalam cinta dan kesetiaan Bdk. Hos 2:21-22; 6:1-6. kita sekarang harus menjawab "kasih karunia dan kebenaran" (Yoh 1:17), yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Yesus Kristus. 782
2788 Karena doa Tuhan adalah doa umat-Nya dalam "zaman-zaman terakhir" maka kata "kami" ini juga menyatakan kepastian harapan kita atas janji Allah yang terakhir. Di dalam Yerusalem baru Ia mengatakan kepada pemenang: "Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku" (Why 21:7).  
2789 Kalau kita berdoa Bapa "kami", secara pribadi kita berpaling kepada Bapa Tuhan kita Yesus Kristus. Kita tidak membagi ke-Allah-an, karena Bapa adalah "sumber dan asalnya". Sebaliknya dengan itu kita mengakui bahwa dari kekal Putera telah dilahirkan oleh-Nya dan Roh Kudus keluar dari Dia. Kita juga tidak mencampur adukkan Pribadi-pribadi karena kita mengakui bahwa kita mempunyai persekutuan dengan Bapa dan Putera-Nya Yesus Kristus dalam Roh Kudus-Nya yang satu-satunya. Tritunggal Mahakudus itu sehakikat dan tidak terbagi. Kalau kita berdoa kepada Bapa, kita menyembah Dia dan memuliakan Dia bersama dengan Putera dan Roh Kudus. 245, 253
2790 Kata "kami" menandakan sesuatu yang dimiliki bersama oleh sejumlah orang. Ada hanya satu Allah, dan Ia diakui sebagai Bapa oleh mereka yang, karena iman kepada Putera tunggal-Nya, dilahirkan kembali dari air dan dari Roh Kudus Bdk. 1 Yoh 5:1; Yoh 3:5.. Gereja adalah persekutuan baru antara Allah dan manusia ini. Bersatu dengan Putera tunggal-Nya, "yang menjadi yang sulung di antara banyak saudara" (Rm 8:29) ia terikat dalam persekutuan dengan Bapa yang satu dan sama, dalam Roh Kudus yang satu dan sama Bdk. Ef 4:4-6.. Setiap orang beriman, yang berdoa Bapa "kami", berdoa di dalam persekutuan ini: "Kumpulan orang beriman itu sehati dan sejiwa" (Kis 4:32). 787
2791 Karena itu, kendati perpecahan di antara orang Kristen, doa kepada Bapa "kita" tetap menjadi milik bersama semua yang telah dibaptis dan merupakan satu ajakan yang mendesak bagi mereka. Diikat oleh iman bersama kepada Kristus dan oleh Pembaptisan, mereka harus berdoa bersama Yesus untuk kesatuan murid-murid-Nya Bdk. UR 8; 22.. 821
2792 Kalau dengan jujur kita berdoa "Bapa kami", kita menyingkirkan individualisme, karena cinta yang kita terima, membebaskan kita darinya. "Kami" pada awal doa Tuhan sebagaimana "kami" dalam empat permohonan terakhir, tidak mengucilkan seorang pun. Supaya dapat didoakan dengan jujur Bdk. Mat 5:23-24; 6:14-16., semua perpecahan dan pertentangan harus diatasi.  
2793 Yang sudah dibaptis tidak dapat berdoa kepada Bapa "kami", tanpa membawa semua orang, untuk siapa Putera-Nya yang terkasih telah menyerahkan Diri, ke hadirat Allah. Cinta Allah itu tanpa batas, dan doa kita pun harus demikian pula Bdk. NA5.. Bapa kami membuka bagi kita seluruh keluasan cinta Bapa yang telah menjadi tampak dalam Kristus. Kita berdoa bersama semua orang dan untuk semua manusia yang belum mengenal Bapa, supaya "mengumpulkan dan mempersatukan lagi anak-anak Allah yang tercerai-berai" (Yoh 11:52). Keprihatinan ilahi ini bagi semua manusia dan bagi seluruh ciptaan ini menjiwai semua pendoa yang besar; ia harus menghantar doa kita kepada satu cinta dengan hati terbuka lebar, apabila kita beraniberkata: Bapa "kami". 604

IV. * "Di Surga"

2794 Ungkapan biblis ini tidak berbicara tentang suatu tempat [ruang], tetapi satu cara berada; bukan tentang jauhnya Allah, melainkan keagungan-Nya. Bapa kita itu bukan "di tempat lain", melainkan Ia ada "di seberang segala sesuatu" yang dapat kita pikirkan mengenai kekudusan-Nya. Justru karena Ia tiga kali kudus, maka Ia dekat dengan hati yang rendah dan penuh sesal."Sepantasnya orang beranggapan bahwa kata-kata "Bapa kami yang ada di surga" berbicara tentang hati orang yang jujur, di mana Allah tinggal seperti dalam kenisah-Nya. Karena itu, juga pendoa akan menghendaki dan merindukan bahwa Ia yang ia sapa, tinggal di dalam dia" (Agustinus, serm. Dom. 2,5,17).
"Surga dapat juga berarti mereka, yang membawa gambaran dunia surgawi dalam dirinya dan di mana Allah tinggal dan berjalan-jalan" (Sirilus dari Yerusalem, catech. myst. 5,11).
326
2795 Lambang surga menunjuk misteri perjanjian, yang kita hayati, apabila kita berdoa kepada Bapa. Ia ada dalam surga. Inilah tempat tinggal-Nya. Jadi rumah Bapa adalah juga "tanah air" kita. Dosa telah menghalau kita dari tanah perjanjian Bdk. Kej 3., dan pertobatan hati membiarkan kita kembali lagi kepada Bapa di surga Bdk. Yer 3:19-4:1a; Luk 15:18. 21.. Di dalam Kristus, surga dan bumi diperdamaikan lagi Bdk. Yes 45:8; Mzm 85:12., karena hanya Putera "turun dari surga", dan hanya Ia membiarkan kita naik kembali ke surga bersama Dia melalui salib, kebangkitan dan kenaikan-Nya ke surga Bdk. Yoh 12:32; 14:2-3; 16:28; 20:17; Ef 4:9-10; Ibr 1:3; 2:13.. 1024
2796 Kalau Gereja mendoakan "Bapa kami yang ada di surga" ia mengakui bahwa kita adalah umat Allah, yang "tersembunyi bersama dengan Kristus" (Kol 3:3) telah mempunyai "satu tempat di surga" Bdk. Ef 2:6.. Ia juga mengakui bahwa pada waktu yang sama juga berlaku bagi kita: "Di dalam kemah ini kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini" (2 Kor 5:2) Bdk. Flp 3:20; Ibr 13:14.."Mereka [orang Kristen] berada di dalam daging, tetapi mereka tidak hidup menurut daging. Mereka tinggal di bumi, tetapi mereka itu warga surga" (Diognet 5,8-9). 1003

TEKS-TEKS SINGKAT

2797 Kepercayaan yang sederhana dan setia, harapan yang rendah hati dan gembira adalah sikap yang dengannya kita harus mendoakan Bapa Kami.  
2798 Kita dapat menyapa Allah sebagai "Bapa", karena Putera Allah yang telah menjadi manusia, menyatakan-Nya kepada kita. Oleh Pembaptisan kita sudah dijadikan anggota Putera Allah dan anak angkat Allah.  
 
Halaman Depan     Daftar Isi     <<   >>
 


© 2001 Catholics Online. All Rights Reserved / Dilarang Menggandakan (Keluaran 20:15)