Tahbisan Diaken - "untuk Pelayanan"
1569 "Pada tingkat hierarki yang lebih rendah terdapat para diaken, yang ditumpangi tangan, 'bukan untuk imamat, melainkan untuk pelayanan'" (LG 29). Bdk. CD 15. Dalam Tahbisan diaken hanya Uskup meletakkan tangan dan dengan demikian menyatakan bahwa diaken bergabung dengan Uskupnya terutama dalam tugas-tugas pelayanan cinta persaudaraan. Bdk. Hipolitus trad. ap. 8.  
1570 Atas cara yang khusus para diaken mengambil bagian dalam perutusan dan rahmat Kristus Bdk. LG 41; AA 16.. Sakramen Tahbisan mengukir pada mereka satu meterai. Ini tidak dapat dihilangkan dan membuat mereka serupa dengan Kristus, yang telah menjadi "diaken", artinya pelayan bagi semua orang Bdk. Mrk 10:45; Luk 22:27; Polikarpus, ep. 5,2.. Tugas diaken antara lain, membantu Uskup dan imam dalam perayaan rahasia-rahasia ilahi, terutama Ekaristi, membagi-bagikan komuni kudus, menjadi saksi gerejani bagi akad Perkawinan dan memberkati para mempelai, membacakan Injil dan berkhotbah, memimpin upacara pemakaman, dan mengabdikan diri kepada berbagai bentuk pelayanan karitatif Bdk. LG 29; SC 35,4; AG 16.. 1121
1571 Sejak Konsili Vatikan II, Gereja Latin "mengadakan lagi diakonat sebagai tingkat hierarki yang tersendiri dan tetap" (LG 29). Gereja-Gereja Timur selalu mempertahankannya. Diakonat tetap ini yang dapat diberikan juga kepada pria yang berkeluarga, merupakan satu sumbangan penting bagi perutusan Gereja. Sungguh pantas dan berguna bahwa para pria yang di dalam Gereja, entah dalam kehidupan liturgi atau pastoral, entah dalam karya sosial dan karitatif, sungguh menjalankan suatu pelayanan diakonal, "diteguhkan dengan penumpangan tangan yang diwariskan dari para Rasul, dan dihubungkan lebih erat dengan altar, sehingga mereka secara lebih tepat guna menunaikan pelayanan mereka berkat rahmat sakramental diakonat" (AG 16). 1579

IV. * Perayaan Sakramen Tahbisan

1572 Karena penting bagi kehidupan Gereja lokal, maka hendaknya sebanyak mungkin umat beriman mengambil bagian dalam upacara Tahbisan seorang Uskup, imam, atau diaken. Upacara itu sebaiknya dilaksanakan pada hari Minggu di katedral dan dalam suatu perayaan meriah yang layak bagi peristiwa ini. Ketiga macam Tahbisan, Tahbisan Uskup, imam, dan diaken, berlangsung dengan cara yang sama, dan dalam upacara Ekaristi.  
1573 Ritus hakiki dari Sakramen Tahbisan sama pada ketiga jenjang itu yakni bahwa Uskup meletakkan tangannya atas kepala orang yang ditahbis dan memohon dalam doa Tahbisan yang bersangkutan dari Tuhan curahan Roh Kudus dan anugerah-anugerah rahmat yang khusus untuk pelayanan, untuk mana calon itu ditahbis Bdk. Pius XII, Konst.Ap. "Sacramentum ordinis": DS 3858.. 699, 1585
1574 Seperti pada semua Sakramen, ritus tambahan pun menyertai upacara ini. Ritus-ritus itu sangat berbeda-beda dalam berbagai tradisi liturgi, tetapi mempunyai kesamaan yaitu menampakkan aneka ragam aspek rahmat sakramental. Umpamanya dalam ritus Latin, ritus pembukaan - yaitu pengusulan dan pilihan calon yang akan ditahbis, wejangan Uskup, tanya kesediaan calon yang akan ditahbis, litani semua orang kudus, - menyatakan bahwa pilihan calon sudah dilaksanakan sejalan dengan kebiasaan Gereja. Semua itu mempersiapkan ritus Tahbisan meriah. Sesudah itu ritus-ritus yang lain menyatakan secara simbolis misteri yang telah terlaksana dan menyelesaikannya: Uskup dan imam mendapat urapan dengan krisma kudus, tanda urapan khusus oleh Roh Kudus, yang membuat subur pelayanan mereka. Kepada Uskup diserahkan buku Injil, cincin, mitra, dan tongkat sebagai tanda perutusan apostoliknya untuk mewartakan Sabda Allah, kesetiaannya kepada Gereja, mempelai Kristus, dan tugasnya sebagai gembala kawanan Tuhan; kepada imam diberikan patena dan piala lambang "persembahan umat yang kudus", yang ia bawakan kepada Al?lah; kepada diaken yang telah menerima perutusan untuk mewartakan Injil Kristus, diserahkan buku Injil. 1294, 796

V. * Siapa Dapat Memberi Sakramen Tahbisan ?

1575 Kristus telah memilih para Rasul dan memberi mereka bagian dalam perutusan dan kekuasaan-Nya. Ditinggikan di sebelah kanan Bapa, Ia tidak meninggalkan kawanan-Nya, tetapi selalu menjaganya dengan perantaraan para Rasul dan memimpinnya dengan perantaraan gembala-gembala yang sekarang melanjutkan karya-Nya Bdk. MR, Prefasi para Rasul.. Jadi, Kristuslah yang memberi kepada yang satu tugas rasul dan kepada yang lain tugas gembala Bdk. Ef 4:11.. Ia tetap bertindak dengan perantaraan para Uskup Bdk. LG 21.. 857
 
Halaman Depan     Daftar Isi     <<   >>
 


© 2001 Catholics Online. All Rights Reserved / Dilarang Menggandakan (Keluaran 20:15)