617 "Oleh kesengsaraan-Nya yang kudus pada kayu salib Ia memperoleh bagi kita pembenaran", demikian Konsili Trente mengajar (DS 1529) dan menekankan keunikan kurban Kristus sebagai "pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya" (Ibr 5:9). Dan Gereja menghormati salib, waktu ia menyanyi: "Salam, o salib suci, engkaulah harapan dunia ini satu-satunya" (LM, Madah "Vexilla vexilla regis"). 1992, 1235

Keikut-sertaan Kita dalam Kurban Kristus
618 Kematian di kayu salib adalah kurban yang satu kali untuk selamanya dipersembahkan Kristus, "pengantara antara Allah dan manusia" (1 Tim 2:5). Tetapi karena dalam Pribadi ilahi-Nya yang menjadi manusia, "Ia seakan-akan bersatu dengan tiap manusia" (GS 22,2) maka Ia memberikan "kemungkinan kepada semua orang, untuk bergabung dengan misteri Paskah ini, atas cara yang diketahui Allah" (GS 22,5). Yesus mengajak murid-murid-Nya, untuk "memanggul salibnya" dan mengikuti Dia (Mat 16:24), karena "Kristus pun telah menderita untuk [kita] dan telah meninggalkan teladan bagi [kita], supaya [kita] mengikuti jejak-Nya" (1 Ptr 2:21). Ia ingin mengikut-sertakan dalam kurban ini, pada tempat pertama, orang-orang yang menjadi ahli waris-Nya Bdk. Mrk 10:39; Yoh 21:18-19; Kol 1:24.. Ini berlaku terutama untuk ibu-Nya, yang dalam misteri kesengsaraan-Nya yang menebuskan itu, dibawa masuk lebih dalam daripada setiap manusia yang lain Bdk. Luk 2:35.."Tidak ada satu tangga lain untuk naik ke surga, selain salib" (Rosa dari Lima, Vita). 1368, 1460, 307, 2100, 964

TEKS-TEKS SINGKAT
619 "Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci" (1 Kor 15:3).  
620 Keselamatan kita bersumber pada prakarsa cinta Allah terhadap kita, karena Ia "telah mengasihi kita dan telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita - (1 Yoh 4:10). "Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus. " (2 Kor 5:19).  
621 Yesus menyerahkan Diri secara sukarela demi keselamatan kita. Dalam perjamuan akhir Ia menyatakan penyerahan Diri-Nya ini dan mengantisipasinya: "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu " (Luk 22:19).  
622 Kristus menyelamatkan kita dengan "datang, untuk menjadi tebusan bagi banyak orang" (Mat 20:28), artinya untuk menunjukkan kepada mereka "cinta-Nya sampai kepada kesudahannya" (Yoh 13:1), supaya mereka "ditebus dari cara hidup [mereka] yang sia-sia yang [mereka warisi dari nenek moyang [mereka] ", (1 Ptr 1:18).  
623 Yesus taat kepada Bapa-Nya dalam cinta "sampai mati di salib" (Flp 2:8). Dengan demikian Yesus memenuhi perutusan-Nya untuk membawa pendamaian Bdk. Yes 53:10. sebagai Hamba Allah yang menderita, yang "membenarkan banyak orang" dengan memikul "kejahatan mereka" (Yes 53:11) Bdk. Rm 5:19..  

PASAL 3 * YESUS KRISTUS DIMAKAMKAN

624 "Oleh kasih karunia Allah, Ia mengalami maut bagi semua manusia" (Ibr 2:9). Dalam rencana keselamatan-Nya, Allah menentukan bahwa Putera-Nya tidak hanya mati "karena dosa-dosa kita" (1 Kor 15:3), tetapi juga harus "merasakan" kematian, mengalami keadaan kematian, pemisahan jiwa-Nya dari badan-Nya, antara saat terakhir-Nya di salib dan saat Ia dibangkitkan dari kematian. Keadaan Kristus yang mati ini adalah misteri pemakaman dan turun ke dalam kerajaan maut. Itulah misteri Sabtu Agung, di mana Kristus diletakkan dalam makam Bdk. Yoh 19:42., masuk dalam istirahat Sabat Allah yang besar Bdk. Ibr 4:4-9., setelah Ia menghasilkan keselamatan manusia Bdk. Yoh 19:30. dan mendamaikan semesta alam Bdk. Kol 1:18-20.. 1005, 362, 349

Badan Kristus Dibaringkan dalam Makam
625 Tinggalnya Kristus dalam makam merupakan hubungan nyata antara keadaan Kristus yang dapat menderita sebelum Paskah dan keadaan-Nya yang sekarang yang dimuliakan sebagai Yang telah bangkit. Pribadi "Yang Hidup" itu dapat mengatakan: "Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup sampai selama-lamanya" (Why 1:18)."Karena Ia tidak menghalang-halangi perjalanan kodrat yang biasa, maka oleh kematian-Nya jiwa berpisah dari tubuh, namun Ia mempersatukan kedua-duanya lagi satu dengan yang lain pada saat kebangkitan, supaya Ia sendiri menjadi tempat pertemuan kedua-duanya, yakni kematian dan kehidupan dengan menghentikan pembusukan tubuh yang terpisah dari jiwa, pada satu pihak, dan pada lain pihak menjadi prinsip penyatuan kembadi bagian-bagian hakikat manusiawi yang sudah terpisah" (Gregorius dari Nisa, or. catech. 16).  
626 Karena "Pemimpin kehidupan" yang telah orang bunuh itu (Kis 3:15), sama dengan "Yang hidup", "Yang bangkit" (Luk 24: 5-6), rupanya Pribadi ilahi Putera Allah tetap memiliki jiwa dan badan-Nya, yang telah dipisahkan satu dari yang lain oleh kematian:"Walaupun jiwa-Nya yang suci memisahkan diri dari tubuh yang tidak bernoda... namun pribadi yang satu tidak dibagi dalam dua pribadi, karena badan dan jiwa bersama-sama sejak awal mempunyai eksistensi dalam Pribadi Sabda, dan walaupun dipisahkan satu dari yang lain oleh kematian, kedua-duanya tinggal dalam Pribadi Sabda yang satu" (Yohanes dari Damaskus, fo. 3,27). 470, 650

"Engkau Tidak Membiarkan Orang Kudus-Mu Melihat Kebinasaan"
627 Kematian Kristus adalah kematian yang sesungguhnya, yang mengakhiri keberadaan manusiawi-Nya di dunia. Tetapi karena tubuh-Nya tetap bersatu dengan Pribadi Putera Allah, Ia tidak menjadi jenazah yang biasa. "Untuk menunjukkan kekuatan ilahi, [Kristus] menghendaki, agar tubuh ini tidak binasa" (Tomas Aqu., s.th. 3,51,3). Mengenai Kristus berlaku serentak: "Ia terputus dari negeri orang-orang hidup" (Yes 53:8) dan "tubuh-Ku akan diam dengan tenteram, sebab Engkau tidak menyerahkan Aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan orang kudus-Mu melihat kebinasaan" (Kis 2:26-27) Bdk. Mzm 16:9-10.. Kebangkitan Yesus "pada hari ketiga" (1 Kor 15:4; Luk 24:46) Bdk. Mat 12:40; Yun 2:1; Hos 6:2. adalah bukti untuk itu, karena orang beranggapan bahwa kehancuran jenazah datang pada hari keempat Bdk. Yoh 11:39.. 1009, 1683

"Dimakamkan Bersama Kristus..."
628 Pembaptisan - yang tandanya yang asli dan penuh adalah pencelupan - merupakan tanda efektif tentang turunnya orang yang dibaptis ke dalam makam untuk mati bersama Kristus, supaya sampai kepada kehidupan baru: "Kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru" (Rm 6:4) Bdk. Kol 2:12; Ef 5:26.. 537, 1215

TEKS-TEKS SINGKAT
629 Yesus mengalami maut untuk setiap manusia Bdk. Ibr 2:9.. Putera Allah benar-benar wafat dan dimakamkan.  
630 Sementara Yesus berbaring dalam makam, Pribadi ilahi-Nya tetap bersatu dengan jiwa-Nya dan juga dengan badan-Nya, walaupun keduanya sudah dipisahkan satu dari yang lain oleh kematian. Karena itu badan Kristus yang mati, "tidak mengalami kehancuran"(Kis 13:37).  

ARTIKEL 5 * YESUS KRISTUS "TURUN KE DALAM KERAJAAN MAUT, PADA HARI KETIGA BANGKIT DARI ANTARA ORANG MATI"

631 Yesus turun "ke bagian bumi yang paling bawah... Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik" (Ef 4:9-10). Syahadat apostolik mengakui dalam artikel yang satu dan sama bahwa Kristus turun ke alam kematian dan bangkit pada hari ketiga dari antara orang mati, karena di dalam Paskah-Nya Ia membuat kehidupan lahir dari jurang kematian:... Putera-Mu, Tuhan kami Yesus Kristus,
yang bangkit dari antara orang mati,
yang bersinar bagi manusia dalam cahaya Paskah,
yang hidup dan memerintah bersama Dikau selama-lamanya. Amin
(MR, Malam Paskah 18: Exsultet)
 

PASAL I * KRISTUS TURUN KE DUNIA ORANG MATI

632 Penegasan Perjanjian Baru yang begitu sering tentang Yesus yang "bangkit dari antara orang mati" (Kis 3:15; Rm 8:11; 1 Kor 15:20) mengandaikan bahwa sebelum kebangkitan Ia tinggal di tempat penantian orang mati Bdk. Ibr 13:20.. Itulah arti pertama yang diberikan oleh pewartaan para Rasul mengenai turunnya Yesus ke dunia arwah: Yesus mengalami kematian seperti semua manusia dan masuk dengan jiwa-Nya ke tempat perhentian orang mati. Tetapi Ia turun ke tempat ini sebagai Penyelamat dan memaklumkan warta gembira kepada jiwa-jiwa yang tertahan di sana Bdk. 1 Ptr 3:18-19..  
633 Kitab Suci menamakan tempat perhentian orang mati, yang dimasuki Kristus sesudah kematian-Nya "neraka", "sheol" atau "hades" Bdk. Flp 2:10; Kis 2:24; Why 1:18; Ef 4:9., karena mereka yang tertahan di sana tidak memandang Allah Bdk. Mzm 6:6; 88:11-13.. Itulah keadaan semua orang yang mati sebelum kedatangan Penebus, apakah mereka jahat atau jujur Bdk. Mzm 89:49; I Sam 28:19; Yeh 32:17-32.. Tetapi itu tidak berarti bahwa mereka semua mempunyai nasib sama. Yesus menunjukkan hal itu kepada kita dalam perumpamaan tentang Lasarus yang miskin, yang diterima Bdk. Luk 16:22-26."dalam pangkuan Abraham". "Jiwa orang jujur, yang menantikan Penebus dalam pangkuan Abraham, dibebaskan Kristus Tuhan waktu Ia turun ke dunia orang mati" (Catech. R. 1,6,3). Yesus tidak datang ke dunia orang mati untuk membebaskan orang-orang terkutuk dari dalamnya Bdk. Sin. Roma 745: DS 587., juga tidak untuk menghapuskan neraka Bdk. DS 1011; 1077., tempat terkutuk, tetapi untuk membebaskan orang-orang benar, yang hidup sebelum Dia Bdk. Sin. Toledo IV 625: DS 485; bdk juga Mat 27:52-53.. 1033
634 "Juga kepada orang-orang mati, Injil diwartakan"(1 Ptr 4:6). Dengan turunnya Yesus ke dunia orang mati, selesailah sudah penyampaian warta gembira mengenai keselamatan. Itulah tahap terakhir perutusan Yesus sebagai Mesias - tahap yang menurut rentang waktu sangat singkat, tetapi menurut nilainya tidak dapat diukur: penyebar-luasan karya penebusan kepada semua orang dari segala waktu dan tempat, karena penebusan diperuntukkan bagi semua orang benar. 605
635 Dengan demikian Kristus turun ke dunia orang-orang mati Bdk. Mat 12:40; Rm 10:7; Ef 4:9., agar "orang-orang mati mendengar suara Anak Allah... dan mereka yang mendengar-Nya, akan hidup" (Yoh 5:25). Yesus, "Pemimpin kehidupan" (Kis 3:15), datang "supaya memusnahkan dia, yaitu iblis, yang berkuasa atas maut dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut" (Ibr 2:14-15). Kristus yang telah bangkit, sekarang memegang di tangan-Nya "segala kunci maut dan kerajaan maut" (Why 1:18), dan "dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi" (Flp 2:10)."Hari ini suasana sunyi mendalam meliputi dunia, suasana sunyi mendalam dan lengang. Suasana sunyi mendalam, karena raja mengasoh. Rasa takut menguasai dunia dan ia menjadi bisu, karena Allah - dalam daging - tertidur dan membangunkan manusia yang tidur sejak zaman baheula.... Ia pergi mencari Adam, leluhur kita, mencari domba yang hilang. Ia hendak mengunjungi mereka yang hidup dalam kegelapan dan dalam bayangan maut. Ia datang supaya membebaskan Adam yang tertangkap dan Hawa yang turut tertangkap itu dari penderitaannya. Ia, yang sekaligus Allah dan anak mereka... 'demi engkau Aku menjadi anakmu, Aku, Allahmu... Bangunlah, hai orang yang sedang tidur... Aku tidak menciptakan kamu, supaya kamu ditahan dalam penjara dunia orang mati. Bangunlah dari orang-orang mati. Akulah kehidupan orang-orang mati'" (Homili tua pada hari Sabtu Agung).  

TEKS-TEKS SINGKAT
636 Dengan "turun-Nya ke dalam kerajaan maut "pengakuan iman menandaskan bahwa Yesus benar-benar wafat dan bahwa dengan wafat-Nya Ia mengalahkan untuk kita kematian dan setan, "yang berkuasa atas maut" (Ibr 2:14).  
637 Kristus yang sudah wafat telah turun dengan jiwa-Nya, yang tinggal bersatu dengan Pribadi ilahi-Nya, ke tempat perhentian orang mati. Ia membuka pintu surga bagi orang-orang benar yang, hidup sebelum Dia.  
 
Halaman Depan     Daftar Isi     <<   >>
 


© 2001 Catholics Online. All Rights Reserved / Dilarang Menggandakan (Keluaran 20:15)