FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

BAGAIMANA PROSES PERCERAIAN?    
Goto page: Next

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera
View previous topic :: View next topic  
Author Message
mrs ceacilia



Joined: 22 Nov 2010
Posts: 2
Location: INDONESIA

PostPosted: Fri, 03-12-2010 9:46 pm    Post subject: BAGAIMANA PROSES PERCERAIAN? Reply with quote

Kami menikah tanpa rasa cinta satu sama lain..Kami terpaksa menikah karna pada saat itu saya sudah mengandung karena suatu kesalahan. Dia (suami) berasal dari keluarga protestan dan saya dari keluarga katolik. Kami menikah hanya agar anak yang saya kandung bisa mendapatkan akta lahir saja dan tidak ingin meng aborsi anak kami. Tapi selang hampir 2 tahun menikah kami tidak pernah ada kecocokan, sering cekcok hampir setiap hari. Saat cekcok kami tidak hanya beradu mulut, tapi juga baku pukul dan memaki satu sama lain, bahkan sering di depan anak kami. Saya dan suami saya sama2 keras, dan kami pikir bercerai adalah jalan terbaik.

Keluarga suami saya dan keluarga saya sama2 fanatik dengan agama masing2, sehingga untuk menyenangkan kedua keluarga kami sepakat anak kami di baptis secara protestan dan juga katolik tanpa kedua keluarga kami tau akan hal ini. Suami juga pada dasarnya tidak ingin menjadi keluarga katolik, dan kami selama 2 tahun harus sembunyi2 antar keluarga besar kami sehingga tidak ada hubungan yg baik antar keluarga besar kam seperti pada umumnya. Jika kami sedang ada di keuarga suami, kami menjadi keluarga protestan, begitu pun sebaliknya.

Kami sudah capek harus berbohong terus dan sekarang kami ingin membatalkan pernikahan ini karena pada dasarnya kami memang tidak saling mencintai.

Mohon pencerahan dari saudara2 sekalian bagaimana saya harus mengurusnya.

Terima kasih.
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Sat, 04-12-2010 5:31 am    Post subject: Reply with quote

Kalau kalian sudah dibaptis saat menikah, dan kalian pada saat pernikahan sudah setuju untuk menikah, maka pernikahan tersebut adalah pernikahan yang sakramen sehingga tidak bisa dibatalkan oleh siapapun.

Dan yang namanya "cinta" bukan merupakan syarat mutlak dalam suatu perkawinan yang sakramen. Validitas (keabsahan) sakramen yang di-institusi-kan Allah ini tidak tergantung terhadap "cinta." Sebagai misal, ketika di bandara aku bertemu seorang wanita. Aku tidak kenal dia, dia tidak kenal aku. Kami telah dibaptis. Kami juga tidak ada yang namanya "perasaan" satu sama lain. Tapi karena satu dan lain hal, kami setuju untuk mengikatkan diri dalam sebuah perkawinan. Kami ke Gereja dan menikah (katakanlah kami diberi kursus kanonik ekspres). Pernikahan kami adalah sah, sakramen, dan tidak bisa dibatalkan. Dalam sakramen ini Allah memberi rahmat (entah kita sadar atau tidak) untuk saling menyatukan mereka yang menerimanya.

Cinta bukan sesuatu hal magis yang otomatis dan spontan. Cinta adalah tindakan dari kehendak. Orang yang tidak cinta bisa belajar untuk cinta. Karena itulah Tuhan Kita memerintahkan orang untuk mencinta.
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
shmily
Penghuni Ekaristi


Joined: 26 Oct 2005
Posts: 3787
Location: Ekaristi.org

PostPosted: Wed, 08-12-2010 11:50 am    Post subject: Re: BAGAIMANA PROSES PERCERAIAN? Reply with quote

mrs ceacilia wrote:
Kami menikah tanpa rasa cinta satu sama lain..Kami terpaksa menikah karna pada saat itu saya sudah mengandung karena suatu kesalahan. Dia (suami) berasal dari keluarga protestan dan saya dari keluarga katolik. Kami menikah hanya agar anak yang saya kandung bisa mendapatkan akta lahir saja dan tidak ingin meng aborsi anak kami. Tapi selang hampir 2 tahun menikah kami tidak pernah ada kecocokan, sering cekcok hampir setiap hari. Saat cekcok kami tidak hanya beradu mulut, tapi juga baku pukul dan memaki satu sama lain, bahkan sering di depan anak kami. Saya dan suami saya sama2 keras, dan kami pikir bercerai adalah jalan terbaik.

Keluarga suami saya dan keluarga saya sama2 fanatik dengan agama masing2, sehingga untuk menyenangkan kedua keluarga kami sepakat anak kami di baptis secara protestan dan juga katolik tanpa kedua keluarga kami tau akan hal ini. Suami juga pada dasarnya tidak ingin menjadi keluarga katolik, dan kami selama 2 tahun harus sembunyi2 antar keluarga besar kami sehingga tidak ada hubungan yg baik antar keluarga besar kam seperti pada umumnya. Jika kami sedang ada di keuarga suami, kami menjadi keluarga protestan, begitu pun sebaliknya.

Kami sudah capek harus berbohong terus dan sekarang kami ingin membatalkan pernikahan ini karena pada dasarnya kami memang tidak saling mencintai.

Mohon pencerahan dari saudara2 sekalian bagaimana saya harus mengurusnya.

Terima kasih.


Saya sebenarnya menyayangkan Imam yang tidak menunda pernikahan saat penyelidikan kanonik terkait dengan alasan kalian menikah.. kecuali kalian telah berbohong sehingga Imam yang melakukan penyelidikan tidak tahu..

Kondisimu di awal pernikahan itu memang memberikan alasan untuk mengajukan pembatalan pernikahan.. silahkan kamu berkonsultasi dengan romo paroki di mana anda berdomisili...

walaupun kamu memiliki alasan, tribunal Gereja yang akan memutuskan terkabul atau tidaknya permohonan pembatalanmu itu, dan prosesnya relatif lama.

Untuk solusi sementara, dengan ijin pastor paroki, sebaiknya kamu tinggal terpisah dari suamimu, dan selama hidup terpisah, fokuskan hidup kamu untuk memperbaiki kualitas hidup, terutama demi kebaikan anakmu. Dukungan keluarga akan sangat membantu.

Jangan lupa menerima sakramen tobat.. termasuk memohon ampun atas dosa yang membawamu kepada masalah ini..
_________________
Salam dan doa
F A Q Belajar Bersama Kanon 7 Sakramen

Psalms 119:159 See how I love your precepts, LORD; in your kindness give me life.
Back to top
View user's profile Send private message
Yolie



Joined: 10 Mar 2007
Posts: 1932

PostPosted: Wed, 08-12-2010 5:01 pm    Post subject: Reply with quote

Aku heran dengan tulisanmu! Tidak cinta tapi bisa hamil, terus bisa lagi berbohong pada Tuhan. Sekarang minta cerai!

Yang dibutuhkan adalah selembar kertas demi selembar kertas!

UNTUK APA?

Sekali mengatakan Ya, itulah untuk selamanya. Jika sekali mengelak, akan mengelak lagi dan lagi.....

Saranku:

1. Jangan pura2 lagi dihadapan keluarga.
2. Hadapi hidup dengan keputusan yang telah diambil dan konsisten.
3. Turunkan segala emosi dan ke-egois-an kalian.
4. Bertobatlah karena yang terjadi saat ini bukan karena tidak ada cinta, tapi masih banyak hal yang perlu kalian pelajari sebelum bercerai.
5. Perceraian tidak akan memecahkan masalah. Kalian telah begitu jahat sekali pada anak kalian yang tidak punya salah!
6. Sebaiknya mungkin anakmu diberikan saja pada orang yang memang tahu bagaimana menjadi orangtua yang baik.



Shmily, biasanya imam akan menghentikan kanonik!

Malah menyarankan untuk menunda pernikahan sampai anak itu lahir! Yang ngotot biasanya mereka sendiri dan keluarganya!


Yolie
_________________
Don't you know, that I love you so much.
Back to top
View user's profile Send private message
whiterebel83



Joined: 30 Sep 2010
Posts: 567
Location: Una, sancta, catholica et apostolica ecclesia

PostPosted: Sat, 11-12-2010 4:01 am    Post subject: Reply with quote

mrs ceacilia wrote:

Kami sudah capek harus berbohong terus dan sekarang kami ingin membatalkan pernikahan ini karena pada dasarnya kami memang tidak saling mencintai.

Seperti kata DV, saling mencintai bukanlah syarat mutlak bagi pernikahan. Ada pepatah mengatakan: "Nikahilah orang yang kamu cintai dan Cintailah orang yang kamu nikahi".
Saya kira pernyataan kedua "Cintailah orang yang kamu nikahi" itu lebih penting daripada pernyataan pertama.
Ingat, orang2 yang hidup di zaman Alkitab pun juga kebanyakan mereka di jodohkan dan tidak mencintai satu sama lain sebelum menikah. Namun justru itu mereka mampu mencintai pasangannya karena mereka mau belajar bagaimana mencintai pasangannya.

Mencintai suamimu itu bukan cuman perasaan dihati saja, tetapi itu adalah suatu keputusan dan komitment kamu untuk melakukannya sepenuh hati walaupun kamu harus sengsara sekalipun. Coba kamu merenungkan lagi apa makna kasih itu dari sumber2 Alkitab mulai dari 1 Korintus 13 sampai kasih yang berupa pengorbanan Yesus di salib.

Saya setuju dengan shmily bahwa kamu tidak usah berpura2 lagi di hadapan keluarga. Selama suami kamu tidak memaksakan kamu untuk meninggalkan Katolik dan menjadi protestant, saya kira ini tidak begitu parah. Kamu pun juga jangan memaksakan dia untuk menjadi Katolik, namun tunjukanlah iman Katolik mu kepada suami dengan tindakan kasih.

Mengenai anak, memang kamu memiliki tanggung jawab untuk membesarkan dia dalam iman Katolik. tapi dalam menjalankan tugas ini, kamu bisa juga lakukan dengan pelan2 dan penuh kasih kalau memang suami kamu ngotot untuk membawa nya ke gereja protestant. Aku sarankan tetap berdoa di hadapan Tuhan dan berkonsultasi dengan Romo.

Anak yang dilahirkan dari kedua orang tua yang berbeda agama tidak sepenuhnya jelek. Sewaktu dia tumbuh dewasa, biasanya anak itu akan lebih dewasa dan kuat dalam menentukan pilihan imannya karena dia harus mempelajari kedua pilihan yang dihadapi nya.
Justru seperti saya, saya dibesarkan di keluarga yang kedua orang saya Katolik, iman saya tidak begitu kuat sampai saya menikah karena dulu saya hanya cenderung ikut2 orang tua saja dan sama sekali tidak diexpose kepada pengetahuan agama lagin.
Istri saya yang protestant dan yang awal mula selalu menentang iman saya justru malah menguatkan iman Katolik saya karena saya tekun untuk mencari jawaban2 atas iman2 Katolik. Walaupun dia belum menjadi Katolik, namun pelan2 dia telah melihat kebaikan2 dan kebenaran2 dalam iman Katolik. Sekali lagi itu semua aku lakukan dengan kesabaran dan kasih.

Kasus seperti kamu (pernikahan beda agama )itu banyak terjadi. Jadi jangan lah terlalu kawatir. Kamu bukanlah orang yang pertama mengalami masalah ini. Tetaplah teguh dalam perkawinanmu dan iman mu. Semakin banyak berdoa.
Back to top
View user's profile Send private message MSN Messenger
Assisi



Joined: 17 Jul 2010
Posts: 1600
Location: Dioecesis Surabayanus

PostPosted: Sat, 11-12-2010 3:44 pm    Post subject: Reply with quote

Wow. Izinkan sy untuk sedikit sharing tentang cinta..

Sy sangat setuju dengan pandangan menikah bukan semata2 karena cinta saja, tapi karena panggilan hidup.

Kita bisa mencintai siapa saja tanpa harus bersentuhan, tanpa berhubungan badan, tanpa harus memiliki.

Dalam menyikapi masalah rumah tangga, mungkin banyak hal perlu dipertimbangkan mulai dari anak2, hubungan dengan kerabat, dll. Jangan condong mempertimbangkan cinta saja atau tidak melainkan bagaimana kita mampu menjawab panggilan dari Tuhan.

Sy memang belum menikah, tapi sy berasal dari keluarga broken home, jadi sangat memahami kondisi rumah tangga yg semacam itu.

Sedikit sharing, sy merasa lebih tertarik untuk hidup selibat, bukan berarti saya tidak mampu mencintai wanita. Sy pria normal. Banyak teman wanita yg saya cintai, dan beberapa dari mereka ada yg suka dengan saya, dan kalo mau diteruskan bisa menjadi tahap saling mencintai. Tapi itu tidak membuat saya memilih untuk berpacaran atau menikah, karena sy merasa itu bukan panggilan hidup saya.

Banyak cara kita bisa mengekspresikan cinta, tidak hanya sentuhan badan, kata2 manis, atau seks. Ekspresi cinta yg sering sy lakukan adalah mendoakan dan memberi apa yg bisa saya beri.

Dalam hidup selibat sy juga melihat ada masalah yg dialami "senior-senior" saya, mulai dari godaan dari teman wanita, selisih paham dengan sesama kongregasi, selisih paham dengan pimpinan dll. Sebagaimana serupa dalam hidup perkawinan.

Intinya sy rasa yg dimau Tuhan adalah, kita mencintaiNya melebihi yang lain, mau bahagia dan menderita bersamaNya.

Cinta yg buta, rasa ingin memiliki, tidak bisa hidup tanpa pribadi yg dicintai, seharusnya diberikan kepada Kristus, bukan kepada manusia.

Manusia bisa mengecewakan kita, cinta dari manusia bisa habis, tapi cinta dari Kristus tidak akan pernah habis.

Hati kita yg tulus mencintai, yg juga kadang egois itu, selayaknya diberikan kepada Kristus.

Sabar, hidup adalah salib, tuntaskan seperti Kristus menuntaskan misinya, hidup di dunia hanya sementara. Mari kita selesaikan, dan nanti tinggal menikmati hidup abadi di Kerajaan Sorga.

Jangan pula pernah membalas kekerasan dengan kekerasan melainkan dengan kelembutan, buang egoisme, dan jangan pernah berhenti berdoa dan berdoa. Doakan suami anda, doakan anak2 anda, dan minta kekuatan dan rahmat dari Tuhan dalam doa dan melalui sakramen2.

Kelemahlembutan, kerendahan hati, doa dan sakramen. Empat kekuatan besar yg mampu merobohkan gunung.

Jangan lupa konsultasi dengan psikolog Katolik yg sekiranya bisa dipertanggungjawabkan dan romo paroki.
_________________
"Semoga engkau mencari Kristus. Semoga engkau menemukan Kristus. Semoga engkau mencintai Kristus. Ini adalah tiga tahap yang sangat jelas. Apakah engkau telah mencoba paling tidak mulai dengan tahap yang pertama?"
------St.Josemaria Escriva------


Last edited by Assisi on Sat, 11-12-2010 3:59 pm; edited 3 times in total
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail
Assisi



Joined: 17 Jul 2010
Posts: 1600
Location: Dioecesis Surabayanus

PostPosted: Sat, 11-12-2010 4:11 pm    Post subject: Reply with quote

Oya jgn lupa untuk terus coba bersyukur baik dalam senang maupun sedih. Bersyukurlah karena penderitaan adalah medan kuat antara anda dan Kristus, penderitaan memiliki potensi utk menjadi kebahagiaan.

Anda punya Kristus, anda tidak berjalan sendiri. Anda punya Gereja, punya saudari/a seiman.

Saran sy juga seringlah melakukan meditasi dan pemeriksaan batin. Buku meditasi yg paling sy sukai adalah Camino, tulisan suci St. Josemaria Escriva. Tapi buku meditasi banyak sekali, cuma yg saya paling suka itu.

Selidikilah misteri cinta Kristus. Klo stress dan berbeban berat, larilah pada Kristus, lakukan adorasi. Mengeluhlah padaNya, menangislah padaNya. Bagikanlah penderitaanmu dengan Kristus, niscaya beban hidup akan terasa berkurang dan hati terasa lega dan semangat kembali.
_________________
"Semoga engkau mencari Kristus. Semoga engkau menemukan Kristus. Semoga engkau mencintai Kristus. Ini adalah tiga tahap yang sangat jelas. Apakah engkau telah mencoba paling tidak mulai dengan tahap yang pertama?"
------St.Josemaria Escriva------


Last edited by Assisi on Sat, 11-12-2010 4:18 pm; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail
Choco



Joined: 17 Feb 2009
Posts: 229

PostPosted: Mon, 13-12-2010 2:52 pm    Post subject: Reply with quote

Ngomong-ngomong soal bertengkar, semalam adalah pertengkaran hebat pertama dalam pernikahan kami. Sepele masalahnya, karena aku bercerita kepada mama soal rencana kami membeli sebuah rumah, yang mestinya itu adalah kejutan untuk mamaku.
Setelah selesai dengan pertengkaran itu, hal pertama yang kami lakukan adalah berdoa bersama, membuka kitab suci dan ziarah batin. Ketika kami berdoa bersama, suamiku mengajukan syarat agar aku berdoa sesuai isi hatiku semalam. Dan diapun melakukan hal yang sama.
Aku berdoa untuk berterima kasih atas pertengkaran kami, karena dengan demikian kami semakin saling memahami. Sedangkan suamiku berdoa secara khusus kepada Bunda Maria, berterima kasih karena dengan perantaraan Maria pada akhirnya kami dapat melangsungkan pernikahan kami. Untuk sebagian teman2 yang belum tahu, pernikahan kami mendapatkan hambatan cukup besar dari keluargaku. Namun pada akhirnya kami bisa saling menerimakan sakramen pernikahan satu sama lain.
Dia juga berterimakasih karena Tuhan sudah mengirimkan aku untuknya.

Namun....
Selesai berdoa, kami hampir bertengkar lagi.. Tapi kali ini aku memilih diam.

The point is...
kalau kita terus saling membalas ketika bertengkar rasanya tidak akan pernah selesai. Justru akan semakin saling menyakiti satu sama lain. Sebelum menyimpulkan bahwa kalian tidak cocok dan harus bercerai, cobalah untuk memperbaiki hubungan terlebih dahulu. Tutup buku dari masa lalu, apapun yang terjadi di masa lalu sepertinya harus dilewati dan bisa saling mengampuni kalau tidak kalian akan terus bertengkar dan saling menyakiti. Akibatnya malahan hubungan kalian semakin buruk.

Semakin dekat hubungan kita dengan seseorang maka potensi untuk saling menyakiti semakin besar.
_________________
Warm Regards,
Choco
Back to top
View user's profile Send private message
mrs ceacilia



Joined: 22 Nov 2010
Posts: 2
Location: INDONESIA

PostPosted: Mon, 13-12-2010 2:57 pm    Post subject: Reply with quote

Terima kasih untuk semua yang telah memberi masukan2 yang sangat berguna bagi diri saya....saya merasa lebih tegar dari sebelumnya...

Saya terpaksa membuka topik perceraian di ekaristi, karna saya bingung dimana saya harus mencurahkan dan berbagi masalah saya...Tekanan batin yang saya rasakan begitu hebat,,dan saya butuh orang yang berpengalaman untuk saya berbagi...saya juga mempunyai beberapa pertanyaan.semoga dapat jawabannya di forum ini..kadang kalau bertengkar suami saya sering bilang kalau ajaran saya salah. Dia sering bertanya kenapan kita org katolik sering menyembah patung.kenapa romo tidak kawin,sedangkan di alkitab di tulis "beranak cuculah..dst"..Saya sudah menjawab pertanyaannya tapi dia tetap tidak Puas.mungkin saya bisa mendapatkan jawaban dari forum ini yang lebih lengkap dari jawaban yang saya katakan padanya.Terima kasih.
Back to top
View user's profile Send private message
Choco



Joined: 17 Feb 2009
Posts: 229

PostPosted: Mon, 13-12-2010 4:32 pm    Post subject: Reply with quote

Kalau begitu tidak perlu dibalas dulu sampai kita belajar dan bisa menunjukkan kebenaran ajaran Katolik yang sesungguhnya. Belajar saja disini, aku yakin teman2 pasti mau membantu..
_________________
Warm Regards,
Choco
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Next
Page 1 of 2

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17