FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Apa yang harus saya lakukan.....?    
Goto page: Previous Next

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera
View previous topic :: View next topic  
Author Message
IceSusuJahe



Joined: 13 Oct 2010
Posts: 12

PostPosted: Sat, 20-11-2010 3:02 pm    Post subject: Reply with quote

Terima kasih atas semua saran yg sudah diberikan

Setelah bertemu dengan Romo Pembina Hubungan Keluarga

Saya dan istri diberikan pengertian˛,

Selang sehari setelah konseling, pertengkaran terjadi lagi, waktu itu saya saking menahan untuk tdk ingin ramai, saya memutuskan untuk berpisah sementara, tas berisi pakaian sudah saya siapkan, akan tetapi istri meminta saya untuk mengurungkan niat, akhirnya saya luruh.

Hari demi hari kami lalui dgn tertawa...saya pikir sudah mulai mencair.

Akan tetapi seminggu lalu, saya mencoba untuk berhubungan suami istri, istri saya setelah selesai malah menangis, saya bingung...saya tanya ga mau jawab. Dalam hati saya sebenarnya sudah tau bahwa istri saya masih belum mau untuk melayani saya, dan benar setelah ngobrol memang demikian, dia terlalu takut untuk sakit hati lagi.

Akhirnya saya pun bilang kepada dia bahwa saya akan tahan untuk tdk "meminta" saya akan tunggu sampai dia bener˛ siap.

Jumat kmrn dia ada acara dgn teman˛nya, jam 16.30 dia telp katanya ga jadi pergi, akan tetapi saya mendengar suara˛ dibelakangnya bising seperti di pinggir jalan.
Kmdn saya saya dapat telp dari seorang teman yg kebetulan mengenali nopol kendaraan saya, dia pikir saya ada disekitar daerah situ, saya bilang bahwa saya saat ini sdg dikantor dan kendaraan dibawa oleh istri. kemudian setelah itu saya telp istri saya, dia bilang masih di kantor tetapi posisi ada di lobby saat itu pukul 16.50, saya tanya mo jemput saya jam berapa...dia bilang jam 17.15 / 17.20

perlu diketahui bahwa jarak normal antara kantor saya dengan dia adalah sekitar 10 menit tanpa macet.
Jam 17.07 dia sudah sampai di kantor saya, memang saya sengaja untuk menunggunya diluar dan saya tau pada saat dia melintas.

Kmdn saya tanyakan masalah itu, dia marah besar, saya hanya menanyakan saja, akan tetapi menurut dia , saya terlalu memojokan dia dengan pertanyaan tersebut.

Sampai rumah akhirnya pertengkaran kembali terjadi, sehingga terlontar dari bibirnya bahwa dia sudah cukup dengan pertengkaran ini. Cukup sudah dia bersabar, dia meminta saya untuk melepaskan dia, akan tetapi saya bilang bahwa saya tidak bisa melepaskan dia, akhirnya dia bilang, OK..saya yg akan melepaskan kamu....saya sedih sekali dan airmata ini keluar...akan tetapi dia berkata bahwa itu tidak akan mengubah keputusannya untuk berpisah dengan saya.

Saat ini saya benar˛ sedang bingung dan sedih. Doa rosario dari semalam,

Saran dari pak saulus pun dari awal sudah saya jalani, akan tetapi sepertinya dia tidak bergeming sama sekali.

Pernah saya tanyakan dari range angka 1 - 10 di angka berapakah kadar sayang/cintanya kepada saya, dan dia menjawab ada di angka 1 Sedih


Saya tidak mau bercerai !! saya terlalu mencintainya

Jika ada yg ingin memberikan advice kepada saya secara personal saya sangat berterima kasih,

posisi saya ada di bintaro - jakarta selatan untuk kontak di mukee.gilee[at]gmail.com


saya bener˛ membutuhkan seorang orang yg bijak untuk memberikan support / renungan atau apapun itu istilahnya

terima kasih
Back to top
View user's profile Send private message
IceSusuJahe



Joined: 13 Oct 2010
Posts: 12

PostPosted: Mon, 22-11-2010 8:45 am    Post subject: Reply with quote

Apakah keinginan kuat dari istri saya untuk bercerai tidak bisa dirubah lagi...?


Banyak yg menyarankan saya untuk melepaskan dia, karena saat ini berarti saya terlalu memaksakan diri untuk tetap membina rumah tangga. Padahal kondisinya kemungkinan hati istri saya sudah tertutup sama sekali.

Sedangkan saya masih tetep untuk berjuang...walopun dia bilang saya sudah terlambat untuk itu

saat ini saya hanya berharap suatu mukjizat pertolongan dari Tuhan, untuk membuka hati dan pikiran istri saya sehingga semua bisa kembali menjadi indah
Back to top
View user's profile Send private message
saulus



Joined: 17 Sep 2010
Posts: 74

PostPosted: Mon, 22-11-2010 1:08 pm    Post subject: Apa yang harus saya lakukan ...? Reply with quote

IceSusuJahe,

Bersabarlah ... kalau sudah sampai begini hanya kekuatan Tuhan yang bisa membuat bapak tabah, walau sakit sekali tentunya. Sy akan coba kontak bapak di gmailnya. Jangan memaksakan apapun sementara pada isteri bapak, biarkan dulu pak.
Back to top
View user's profile Send private message
IceSusuJahe



Joined: 13 Oct 2010
Posts: 12

PostPosted: Mon, 22-11-2010 2:10 pm    Post subject: Re: Apa yang harus saya lakukan ...? Reply with quote

saulus wrote:
IceSusuJahe,

Bersabarlah ... kalau sudah sampai begini hanya kekuatan Tuhan yang bisa membuat bapak tabah, walau sakit sekali tentunya. Sy akan coba kontak bapak di gmailnya. Jangan memaksakan apapun sementara pada isteri bapak, biarkan dulu pak.



saya sudah tidak memaksakan kehendak pak, saya ada kirim replay ke bapak
Back to top
View user's profile Send private message
IceSusuJahe



Joined: 13 Oct 2010
Posts: 12

PostPosted: Tue, 25-01-2011 9:44 am    Post subject: Re: Apa yang harus saya lakukan ...? Reply with quote

Atas dasar pengorbanan dan keinginan untuk memperbaiki diri


akhirnya keluarga saya utuh kembali, saya kembali menemukan istri saya yg seperti dulu


terima kasih atas segala bantuan advice dan perhatian dari rekan˛ semua..dukungan doanya
Back to top
View user's profile Send private message
Choco



Joined: 17 Feb 2009
Posts: 229

PostPosted: Mon, 07-02-2011 10:16 am    Post subject: Reply with quote

Siip kalau begitu. Jangan lupa berdoa bersama & usahakan untuk tidak meributkan hal-hal kecil.
Aku dulu orang yang sangat detail, bahkan suami terlambat jemput 5 menit saja, aku sudah ribut setengah mati.
Waktu kanonik, saya diingatkan Romo untuk tidak meributkan hal-hal kecil sehingga pertengkaran yang tidak perlu tidak usah terjadi. Akibatnya sekarang kami berdua adem ayem... Ketawa Ngakak
_________________
Warm Regards,
Choco
Back to top
View user's profile Send private message
Umaga



Joined: 16 Oct 2006
Posts: 328

PostPosted: Sun, 20-02-2011 4:35 pm    Post subject: Reply with quote

Wah...its very critical situation... Gak bisa ditangani head to head antara suami n istri...dua2nya lg dlm kondisi ribet...bapak cemburu n gak percayaan..istri sdg dlm kondisi 'merasa ada perlindungan lain'.

Jgn pergi dr rumah pak, andai mau merenung berjauhan pun jgn bw barang apapun dr rmh termasuk baju...

Stop marah2 n curiga terus dgn kelakuan istri...dia punya otak,pribadi,perasaan dan nurani sendiri yg akan bertindak beda jika ditekan.

Tipikal manusia umum pak...makin dilarang makin dilanggar kecuali dr kesadaran sendiri...nah kesadaran itu yg bisa di munculkan...

Saran umum saya, dlm keadaan ini, jgn buka konfrontasi lsg, yg kecil jd besar dan pasti jd alasan pisah.

Kalau berani radikal,cr tau siapa prianya, rangkul musuh jd teman...just like I did! Susah awalnya,rasanya pengen kasih dia bunga plus pot2nya.

Tp buntutnya, si pria malu sendiri, mundur n entah dimana sekarang, sedangkan pandangan istri ke saya berubah lbh baik.

Jgn emosian pak, percuma, efeknya berbalik menghantam diri sendiri.

Lebih diam lebih baik, dan usahakan cari topik apapun jg yg buat istri bs menuangkan idenya n you do that...kadang masalahnya cuma karena wanita cuma mendengar tp ga pernah didengar.
_________________
"Jgn mengeluh bila dirimu sudah menabur tapi menghasilkan sedikit...Bila saja kau ingat betapa satu jiwapun sangat berharga bagi Yesus..tak akan ada yg harus di keluhkan..(Padre Pio)"
Back to top
View user's profile Send private message
IceSusuJahe



Joined: 13 Oct 2010
Posts: 12

PostPosted: Thu, 24-03-2011 2:21 pm    Post subject: Reply with quote

Umaga wrote:
Wah...its very critical situation... Gak bisa ditangani head to head antara suami n istri...dua2nya lg dlm kondisi ribet...bapak cemburu n gak percayaan..istri sdg dlm kondisi 'merasa ada perlindungan lain'.

Jgn pergi dr rumah pak, andai mau merenung berjauhan pun jgn bw barang apapun dr rmh termasuk baju...

Stop marah2 n curiga terus dgn kelakuan istri...dia punya otak,pribadi,perasaan dan nurani sendiri yg akan bertindak beda jika ditekan.

Tipikal manusia umum pak...makin dilarang makin dilanggar kecuali dr kesadaran sendiri...nah kesadaran itu yg bisa di munculkan...

Saran umum saya, dlm keadaan ini, jgn buka konfrontasi lsg, yg kecil jd besar dan pasti jd alasan pisah.

Kalau berani radikal,cr tau siapa prianya, rangkul musuh jd teman...just like I did! Susah awalnya,rasanya pengen kasih dia bunga plus pot2nya.

Tp buntutnya, si pria malu sendiri, mundur n entah dimana sekarang, sedangkan pandangan istri ke saya berubah lbh baik.

Jgn emosian pak, percuma, efeknya berbalik menghantam diri sendiri.

Lebih diam lebih baik, dan usahakan cari topik apapun jg yg buat istri bs menuangkan idenya n you do that...kadang masalahnya cuma karena wanita cuma mendengar tp ga pernah didengar.


terima kasih masukannya Ketawa

saat ini kondisinya kita berdua sudah sperti pengantin baru lage Ketawa

untuk masalah si "pria" itu...dulu saya pernah mencoba chat dia baik˛...dan saya ajak ketemuan malah menghindar...padahal saya cuman pengen ngomong baik˛ aja :p dan yg pasti istri saya melarang saya untuk melibatkan "pria" itu Smile


setelah peristiwa ini...yg bisa saya tarik kesimpulan adalah :
1. Mencoba untuk lebih bersabar
2. Harus ada yg mengalah jika ga ingin pecah lagi
3. Mencoba untuk mengerti dan mencurahkan perhatian yang lebih buat pasangan
4. Bukan ego yg didepan pastinya


mungkin itu dulu sih yg saya inget....nanti sambung lg ;)
Back to top
View user's profile Send private message
perdhana_soekarta



Joined: 15 Feb 2007
Posts: 130

PostPosted: Mon, 23-05-2011 4:49 pm    Post subject: Reply with quote

Syukur kpd Tuhan.

Saya ikut berbahagia untuk kalian. Semoga ikatan kasih selalu dapat di perbaharui selalu dan di perkuat selalu. Sempatkan waktu selalu untuk berdoa, dan hayati dan cintailah Ekaristi, yang akan memberi kalian kekuatan mengarungi deru debu kehidupan.

Terus terang, rekonsiliasi hubungan kalian berdua, secara tidak langsung, juga menguatkan saya. Terima Kasih.


_________________
“Without love, deeds, even the most brilliant, count as nothing.” St. Therese of Lisieux
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail
andra301212



Joined: 11 Jul 2016
Posts: 2

PostPosted: Mon, 11-07-2016 10:13 am    Post subject: Reply with quote

Shallom...
Saya baru membaca kisah icesusujahe ini skrg, mungkin sudah terlalu lama, tapi masalah yg saya hadapi hampir sama. Bahkan, saya mengalaminya 3 bulan setelah pernikahan saya!
Yang jadi masalah adalah saya dan suami tinggal beda kota karena pekerjaan, sy sudah berusaha membujuk dia untuk menyusul, namun dia tidak mengijinkan dengan berbagai macam alasan.
Sudah 3,5 tahun ini sy mencoba mempertahankan pernikahan saya, namun semua yg saya perbuat, malah membuat suami saya semakin lengket dengan WIL nya karena setiap kali kami bertengkar, suami sy pasti akan curhat kepada WIL nya dan merasakan kenyamanan disana. Sampai akhirnya, sy merasa sudah tidak sanggup lagi karena 3,5 th ini dibohongi dan dikhianati, sy nekat mengajak suami sy cerai dengan harapan suami sy bisa ketemu dengan pastor dan mendapatkan konseling (karena selama ini suami sy tida pernah mau berbicara/konseling dgn siapapun, dia berprinsip bahwa dia tidak butuh nasehat siapapun karna hanya dia yg tahu isi hati nya). Namun ternyata perbuatan nekat saya itu malah mendatangkan harapan bagi suami sy untuk dapat segera berpisah dengan sy, karena WIL nya bersedia untuk menggantikan posisi sy dengan menjadi seorang katolik.
Kami sudah menghadap pastor dan mengajukan anulisasi, namun ditolak oleh pastor (dan memang itu harapan saya Smile ) sy terus berdoa agar suami sy bisa berubah dan kembali mencintai sy, tapi kenyataan pahit yg hrs sy dapat, karena tiba2 di suatu malam, suami sy bbm sy, meminta agar sy dapat mengerti dan mengurus kembali proses anulisasi perkawinan kami kepada pastor karena WIL nya berencana untuk menyusul suami sy sehabis lebaran ini karena WIL nya itu menolak dijodohkan oleh org tua nya dan lebih memilih suami sy, jadi suami sy merasa hrs bertanggungjawab terhadap WIL nya yg telah bersedia berkorban meninggalkan keluarganya untuk suami sy Nangis deh

Saya tidak tahu lagi harus bagaimana, sudah banyak cara yg sy lakukan untuk mempertahankan suami sy, tapi rasanya semua sia2 karna suami sy bilang dia tidak mencintai sy lagi dan WIL nya lebih membutuhkan dia daripada sy.

Memang sampai hari ini sy msh bisa berkomunikasi dgn suami sy dan sy bersyukur atas itu, walaupun setiap kali sy tlp suami sy selalu direspon dengan jutek dan jawaban yg singkat, dia beralasan melakukan hal itu agar sy tidak lagi berharap dia kembali.

Di libur lebaran ini dia mengurungkan niat nya untuk pulang ke rumah dan lebih memilih pulang sampai kampung halamannya saja, dengan alasan tidak sanggup menyetir sendirian sampai ke rumah karena kondisi jalanan yg macet luar biasa. Sebetulnya sy bersyukur, karena dengan begitu niat suami sy menghadap pastor untuk kembali mengajukan anulisasi jadi tertunda lagi. Sy mencoba membujuk suami sy dengan menyatakan niat sy menyusul dia ke kampung halamannya, namun ditolak mentah2 oleh dia dan dengan nada ketus dia menjawab "mau ngapain kesini!" Confused

Sy tanya, kapan dia mau pulang, dan dia menjawab "nanti kalau mau ngurusin itu (anulisasi perkawinan)"

Sy bingung.... Sy sudah tidak tau lagi hrs berbuat apa, saat ini sy hanya bisa berdoa dan berdoa...

Teman2 sy, bahkan 2 org pastor malah menyarankan sy untuk bercerai saja. Bahkan salah seorang pastor mengatakan cerai secara sipil saja dulu nanti baru diurus ke gereja, memang tidak mudah tapi jika suami sy nekat untuk menikah lagi, sy bisa mendapatkan anulisasi itu lebih cepat, tapi resikonya adalah sy tidak bisa menikah lagi sampai sy mendapatkan dispensasi dari GK untuk bisa menikah lagi secara katolik (pastor ini adalah pastor yg terkenal galak dan saklek akan janji sakramen perkawinan, sy sendiri tidak menyangka Beliau akan mengatakan hal ini kepada sy)

Saat ini sy bingung, sikap apa yg hrs sy lakukan kepada suami sy? Apakah sy diamkan saja dia dengan tidak menghubunginya sama sekali? Atau sy tetap jalin komunikasi dengannya? Tapi sy juga tidak tahu hrs bicara apa dengan dia karena dia sudah tidak mau lagi bicara panjang lebar dengan nya, setiap tlp, wa atau bbm sy selalu dijawab nya dengan singkat, malah terkadang tidak dibalas atau diam saja tidak bicara apa2, sy sudah kehabisan kata2 untuk bicara dengan dia.

Sy masih mencintai dia dan berharap dia kembali dan bertobat, tapi jika memikirkan kembali kata2 teman2 sy, mereka juga benar bahwa sy masih muda, msh bisa mendapatkan kebahagiaan sy, mungkin dia bukan yg terbaik buat sy. Tapi, sy sendiri tidak siap untuk bercerai dengannya, disamping pastor kami juga tidak memberi ijin untuk anulisasi perkawinan kami.

Oya, ada yg saya lupa. Ada teman dan saudara2 sy yg bilang bahwa WIL nya itu memakai kuasa gelap (susuk) sehingga suami sy sangat2 bersimpati padanya. Bahkan om dari suami sy pernah memanggil seorang pendeta untuk mendoakannya, tapi yg terjadi si om malahan dimushin oleh suami sy. Profesi WIL nya adalah calon dokter (merangkap pekerja phone sex - alasannya dia melakukan pekerjaan itu adalah untuk membiayai kuliahnya sbg dokter) dan suami sy merasa sangat bersimpati dan kasihan kepada WIL nya itu dan bermaksud untuk menyelamatkan WIL nya dari dunia gelap. Berbagai cara sudah sy lakukan unuk berusaha melenyapkan kuasa gelap itu, dan semuanya sia2 sampai akhirnya sy sadar bahwa apa yg sy lakukan salah dan meminta ampun pada Tuhan karena telah menduakan-Nya. Saya kembali mendekatkan diri pada Tuhan dengan terus berdoa, tapi terkadang doa sy tidak konsisten, hampir semua doa sy jalani, segala novena, rosario, bahkan sampai puasa mutih sy jalani. Sy berharap dengan melakukan semua itu, suami sy cepat sadar dan kembali pada sy. Tapi...hasilnya nihil, yg ada malahan suami sy berbalik meminta sy untuk segera mengurus perceraian. Dia berkali2 minta maaf ke sy (via bbm) karena sudah mengecewakan sy dan meminta pengertian sy untuk mengabulkan permintaan cerai dia.

Sampai akhirnya, ada seorang teman sy yg menyarankan sy untuk mendaraskan doa tutup bungkus darah yesus-litani para kudus- rosario pembebasan setiap hari. Dan di suatu hari ketika sy sedang mendarasakan rosario pembebasan, tiba2 muncul dihadapan sy seorang wanita berbadan ular tersenyum2 kepada sy, tetapi wajah wanita itu bukanlah wajah WIL suami sy, sy tidak tahu siapa dia dan sy tidak mengerti arti dari muncul nya makhluk itu didalam doa sy. Makhluk itu hanya muncul sekali, selanjutnya doa sy berjalan seperti biasa.

Mohon maaf apabila cerita sy sangat panjang walaupun sudah sy coba untuk dipersingkat Smile
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Previous Next
Page 3 of 4

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17