FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Apa yang harus saya lakukan.....?    
Goto page: Next

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera
View previous topic :: View next topic  
Author Message
IceSusuJahe



Joined: 13 Oct 2010
Posts: 12

PostPosted: Wed, 13-10-2010 3:35 pm    Post subject: Apa yang harus saya lakukan.....? Reply with quote

Damai Kristus,

Saya adalah seorang pria 33th dan sudah menikah secara katolik 7 th yang lalu dengan seorang wanita yg skrg berumur 32th berasal dari Kristen ( sudah dipermandikan secara katolik dan sudah komuni) dan belum dipercaya untuk mendapatkan momongan Smile

Awal menikah kami berdua sangat harmonis, walopun ada riak² kecil dalam rumah tangga tetapi saya anggap wajar.

Pada maret 2010 saya mendapatkan sebuah email dari teman (wanita) yg berisi teriakan/ungkapan kekecewaan terhadap pasangannya, setelah saya baca, saya tersadar bahwa kisahnya hampir mirip dengan yg dialami pasangan hidup saya. Kemudian istri saya, saya suruh baca email tersebut.

Bulan berganti, ketika dirumah saya melihat istri sedang bermain FB, disitu ada notif chat yg blinking...1x..2x..saya biarkan...
setiap waktu saya liat...kondisinya sama...sehingga akhirnya saya menanyakan ke istri.."tuh temenmu chat..kok ga dibales" dan diapun menjawab.."aku lg males"

Esok harinya begitu juga....akhirnya saya timbul curiga...dan mulai menyelidiki kebiasaan dia....selain FB, diapun mulai SMS yg saya anggap "sembunyi²".

Suatu pagi, karena penasaran...pada saat istri mandi...saya buka HPnya (saya sadar bahwa itu salah karena bukan hak saya) saya baca isi sms tersebut banyak saya temukan kata² sayank...emuaaccchh....dr sebuah nomer tanpa nama.
setelah dia selesai, akhirnya saya tanya....itu sms "mesra" dari siapa...?
setelah bertengkar...akhirnya dia bilang bahwa itu adalah dari salah satu tenant dimana tempat istri saya bekerja, dan dia menyakinkan saya bahwa itu adalah cuman bercandaan biasa,

Saya berusaha positif thingking dan memberikan wejangan "Please, tempatkanlah / balaslah sms tersebut selayaknya kamu sebagai seorang wanita yang sudah bersuami"

Kehidupan kembali normal...sampe suatu saat FB saya tiba² tidak bisa melihat friendlist dari FB istri saya. Kembali saya menanyakan kepada istri "kok aku ga bisa liat friendlist temen² kamu ya yank?"
dia pun menjawab bahwa dia memang set untuk semuanya ga bisa liat friendlist temen dia karena ada yg iseng.

Dari situ saya mulai curiga, akhirnya saya tanya kepada temen saya yg berteman dgn FB istri saya, mereka menjawab bahwa mereka bisa liat friendlist istri saya. Heeemmm....berarti saya di block...
Akhirnya saya berbuat nekat, saya pasang script di PC dia, dan akhirnya saya dapat password FB istri saya, kemudian saya login FB istri saya, dan dari situ saya mengetahui bahwa memang benar saya di block tidak bisa liat Friendlist temen²nya.

Akhirnya saya pun menanyakan kepada istri saya..apa maksudnya...saya marah dan sedih bahwa saya sudah dibohongi oleh orang yang saya cintai selama ini.

3 hari kemudian saya dapat notification ke email saya, bahwa email istri saya sedang di diganti passwordnya dan email backup nya (email saya) berusaha untuk di hapus. Saya pun memberitahu dia, dia nya malah cuek. Okelah..akhirnya passwordnya email istri saya ganti dan saya kasih tau istri saya passwordnya.

Entah bagaimana, perasaan saya tidak tenang, kembali saya login FB istri saya, dari situ akhirnya ketahuan bahwa selama ini dia menggunakan fasilitas Inbox dengan "pria" lain dan menggunakan kata² mesra. Saya marah, saya tanya istri saya...apakah maksudnya ini ?

Dia pun menjawab, dia adalah teman kuliahnya dulu dan selama ini menjadi temen curhat dia, istri saya merasa menemukan sebuah ketenangan dan merasa nyaman chat dgn "pria" itu. Hati saya hancur, dalam kamus saya itu adalah suatu tindakan cheating (selingkuh) walopun tanpa fisik Sedih( dan saya pun tahu bahwa SMS yg saya temukan dulu dan inbox tersebut bersumber dari satu orang

Dari kejadian tersebut, akhirnya terlontar kata cerai dari mulut istri saya, dia mengungkapkan bahwa dia bingung harus mengatakan pengen pisah karena saya ga mungkin bisa menceraikan dia, akhirnya dia harus mengambil jalan tersebut, walopun istri saya mengatakan bahwa hubungan dengan pria tersebut tanpa di dasari dari hati.

Terungkap bahwa selama 7 tahun ini dia memendam kepedihan hati atas sikap² dan watak saya.
Menurut dia saya adalah :
    Pria dengan temperamen tinggi (saya belom dan tidak akan pernah melayangkan anggota tubuh saya ke istri saya)

    Saya menyakiti keluarga dia dengan berlaku tidak hormat (memang pernah saya mengumpat ayah mertua saya dan lsg seketika itu juga saya minta maaf)

    Saya tidak pernah perhatian terhadap keponakan² dia

    setiap saya bertengkar saya selalu minta maaf tetapi nantinya saya melakukannya lagi


dari situ saya tersadar dan akhirnya saya meminta maaf dan saya pun berkomitment terhadap diri saya sendiri dan saya berusaha untuk rekonsiliasi terhadap pernikahan kami yg dikuduskan di depan altar Tuhan
    saya mulai mengurangi temperamen saya dengan berlaku pergi menghindar jika saya marah atau istri saya marah saya diam saja. Yang dulu saya selalu melampiaskan dengan berteriak kencang dan memukul tembok ato barang lain

    Saya berhenti merokok, karena istri saya sudah meminta saya berhenti merokok sejak 10th yang lalu

    Saya mulai memperhatikan keponakan dia dengan walopun kecil saya berusaha say hello kepada meraka

    Saya selalu bangun lebih awal dari istri saya, saya siapin minuman panas untuk dia, saya rebus air untuk mandi dia, itu semua saya lakukan tulus untuk kebahagian dia

mungkin perubahan² kecil ini tidak berarti di matanya tp saya sungguh² melakukannya.

Dan saya juga berusaha untuk menghubungi "pria" tersebut untuk meminta penjelasan dan akhirnya "pria" tsb meminta maaf dan saya meminta dia untuk tidak menghubungi istri saya dalam bentuk media apapun ! Saya juga menekankan kepada "pria" tsb bahwa kasihan istri dan anak anda yg sdh anda bohongi dengan perilaku demikian.
komitment tersebut juga saya sampaikan kepada istri saya, dan diapun berjanji untuk tidak menghubungi dia dalam bentuk media apapun.

Setelah kejadian tersebut, timbul di hati kami masing² rasa ketidak percayaan. Dari situ saya juga mendapati perilaku istri saya yg berubah, yg dulu kebiasaan dia suka menciumi saya tiba² menjadi harus saya yg meminta terlebih dahulu, dari yg biasa saya boncengin motor memeluk erat, skrg hanya pegang pinggang saya ala kadarnya. Setiap saya bilang I love you..I miss you dia tidak merespon.

Saya merasa bahwa pengorbanan saya sia² belaka.

Saya pun menanyakan itu, dia menjawab "bahwa saat ini saya belum bisa memberikan semua itu jika masih ada rasa ke tidak percayaan dari kita"

Saya dari awal sudah memaafkan istri saya, dan saya berusaha dengan keras untuk mempercayai istri saya, namun sulit sekali karena saya sepertinya sudah di khianati dengan perilakunya.

Awal bulan ini saya pergi keluar kota 3 hari, kemudian tiba² saja saya ingin mengintip kegiatan di PC istri saya, kembali saya menemukan sebuat untaian kata² mesra, sorenya saya bertanya kembali dengan hati yg penuh cemburu dan akhirnya dia pun menangis, dan ternyata itu adalah ungkapan kata yang akan disampaikan kepada saya, dan istri saya menunggu moment yang pas untuk itu. Saya sudah menuduhnya !!

Memang saat ini saya mendapati kadar cinta dan sayang istri saya sudah berkurang, dan saya berusaha untuk mendapatkannya kembali, wanita terhebat dalam hidup saya, yang sudah mau berkurban dan setia mendampingi saya dalam suka maupun duka.

Namun saat ini di hatinya masih terdapat penghalang untuk menerima saya kembali. Dia merasa bahwa dia belum mendapatkan rasa nyaman dan perlindungan di dekat saya.

Ego saya mengatakan bahwa, saya memang salah selama 7 tahun ini tidak bisa membahagiakan pasangan saya, tetapi saya mendapatkan pembalasan sebuah tindakan yg menurut istri saya bukan selingkuh.
Harusnya setelah saya melakukan perubahan atas sikap dan watak saya, saya bisa mendapatkan kembali rasa nyaman dan perlindungan yg sudah hilang dari saya terhadap istri saya. Akan tetapi mengapa saya malah bersikap seperti "pengemis cinta"

Kemarin pernah terlontar dr istri saya untuk sementara waktu berpisah tanpa adanya komunikasi apapun, supaya dia bisa tahu apakah dia merasa kangen ato bagaimana.

Tadi pagi pun saya menyatakan bahwa sepertinya itu perlu juga kita coba, namun dalam benak saya ada 2 pilihan yg mungkin nanti akan saya terima :
1. Kita merasa kangen
2. Istri saya merasa bebas lepas, seperti keinginan dia untuk pisah dari saya

Terus terang saya tidak bisa menerima kenyataan jika harus berpisah dari istri saya, dan saya menyadari bahwa Gereja tidak mungkin merestui perpisahan ini hanya karena alasan itu

Saya mohon advice dan petunjuknya dari segenap warga forum ini

mungkin cerita saya terlalu panjang dan kurang rapi, dan memang masih banyak sebetulnya yg saya potong sana sini, tetapi itulah intinya[/i]
Back to top
View user's profile Send private message
IceSusuJahe



Joined: 13 Oct 2010
Posts: 12

PostPosted: Wed, 13-10-2010 3:38 pm    Post subject: Reply with quote

reserved for updated

Back to top
View user's profile Send private message
Athanasios
Penghuni Ekaristi


Joined: 12 Feb 2004
Posts: 4198

PostPosted: Wed, 13-10-2010 3:56 pm    Post subject: Reply with quote

Pisah ranjang memang merupakan alternatif yang sah dan layak dicoba (Hukum Kanon pun menyebutnya sebagai salah satu upaya penyembuhan perkawinan yang bermasalah), namun motivasinya adalah untuk introspeksi diri masing-masing dan memperbarui komitmen hidup bersama.

Ada baiknya pisah ranjang ini dikonsultasikan dengan Romo dan selama masa pisah ranjang diusahakan supaya ada bimbingan rohani yang lebih intensif, misalnya keduanya berkomitmen mengikuti Misa dan menerima Sakramen Tobat secara teratur dan berusaha agar bisa ada konseling/bimbingan terjadwal baik dengan Imam maupun dengan pasangan suami istri yang menjadi konsultor perkawinan (biasanya tiap paroki punya pasangan suami istri yang dipercaya dan dibekali untuk menjadi konsultor).
_________________
Sancta et catholica Ecclesia, quae est corpus Christi mysticum
- Konsili Oikumenis Vatikan II Orientalum Ecclesiorum art.2
Back to top
View user's profile Send private message
IceSusuJahe



Joined: 13 Oct 2010
Posts: 12

PostPosted: Wed, 13-10-2010 8:00 pm    Post subject: Reply with quote

Athanasios wrote:
Pisah ranjang memang merupakan alternatif yang sah dan layak dicoba (Hukum Kanon pun menyebutnya sebagai salah satu upaya penyembuhan perkawinan yang bermasalah), namun motivasinya adalah untuk introspeksi diri masing-masing dan memperbarui komitmen hidup bersama.

Ada baiknya pisah ranjang ini dikonsultasikan dengan Romo dan selama masa pisah ranjang diusahakan supaya ada bimbingan rohani yang lebih intensif, misalnya keduanya berkomitmen mengikuti Misa dan menerima Sakramen Tobat secara teratur dan berusaha agar bisa ada konseling/bimbingan terjadwal baik dengan Imam maupun dengan pasangan suami istri yang menjadi konsultor perkawinan (biasanya tiap paroki punya pasangan suami istri yang dipercaya dan dibekali untuk menjadi konsultor).


saat ini saya sedang mencoba untuk membuat janji dengan Rm. Ignas Tari di KAJ untuk bantuan konseling

cuman saat ini di mata istri saya dgn konseling semoga memuluskan jalan untuk berpisah


sebenarnya untuk konseling tersebut apakah harus bersama² ato sendiri² dulu baru nanti dipertemukan...?

Klo saya pribadi sih pengennya lsg bertemu bareng dengan pasangan Kaget Deh

klo pendapat istri yg mendapat info dr seorang kawan katanya sendiri² dulu...sperti kanonik

padahal dulu kita kanonik malah berdua bebarengan
Back to top
View user's profile Send private message
shmily
Penghuni Ekaristi


Joined: 26 Oct 2005
Posts: 3786
Location: Ekaristi.org

PostPosted: Thu, 14-10-2010 6:27 am    Post subject: Reply with quote

prinsipnya konseling itu bukan untuk anda sendiri tetapi juga untuk pasangan anda...

akan sangat baik bila anda dan isteri anda bertemu dan menyatakan niat untuk konseling.. menemukan akar permasalahan yang mengganggu keharmonisan kehidupan pernikahan kalian..

saya tidak tahu metodenya persisnya bagaimana, apakah sendiri-sendiri dulu, lalu ada saatnya kalian berdua bersama melakukannya.

Permasalahan suami isteri harus diselesaikan bersama, tidak bisa hanya salah satunya.. baik anda dan isteri anda harus berubah untuk kembali membangun pernikahan sesuai dengan janji kalian di depan Altar dan sesuai dengan kehendak Allah. Komitmen ini tidak hanya sebatas ucapan di depan konselor, tetapi harus diwujudkan dalam kesukarelaan, kesadaran, keinginan untuk saling mencintai yang dilandasi iman Katolik.
Mungkin awalnya seret.. tetapi proses "terapi" harus mulai dijalankan untuk mengobati "luka-luka" di antara kalian.
_________________
Salam dan doa
F A Q Belajar Bersama Kanon 7 Sakramen

Psalms 119:159 See how I love your precepts, LORD; in your kindness give me life.
Back to top
View user's profile Send private message
IceSusuJahe



Joined: 13 Oct 2010
Posts: 12

PostPosted: Thu, 14-10-2010 9:03 am    Post subject: Reply with quote

shmily wrote:
prinsipnya konseling itu bukan untuk anda sendiri tetapi juga untuk pasangan anda...

akan sangat baik bila anda dan isteri anda bertemu dan menyatakan niat untuk konseling.. menemukan akar permasalahan yang mengganggu keharmonisan kehidupan pernikahan kalian..

saya tidak tahu metodenya persisnya bagaimana, apakah sendiri-sendiri dulu, lalu ada saatnya kalian berdua bersama melakukannya.

Permasalahan suami isteri harus diselesaikan bersama, tidak bisa hanya salah satunya.. baik anda dan isteri anda harus berubah untuk kembali membangun pernikahan sesuai dengan janji kalian di depan Altar dan sesuai dengan kehendak Allah. Komitmen ini tidak hanya sebatas ucapan di depan konselor, tetapi harus diwujudkan dalam kesukarelaan, kesadaran, keinginan untuk saling mencintai yang dilandasi iman Katolik.
Mungkin awalnya seret.. tetapi proses "terapi" harus mulai dijalankan untuk mengobati "luka-luka" di antara kalian.


terimakasih sis advicenya Ketawa


permasalahan yg muncul saat ini adalah berkurang banyak rasa percaya satu sama lain.

Saya masih tidak percaya istri saya apakah dia masih mencoba untuk kontak dgn pihak ke 3 ato masih menanggapi flirting dr pria lain dgn mengesampingkan bahwa dia sudah menikah

Istri saya tidak percaya terhadap semua tindakan saya, apakah saya masih memonitoring semua gerakan dan aktivitas dia, seolah mengekang kebebasannya.
Jujur saya melakukan itu karena saya bertindak sebagai seorang suami yg melihat gelagat yg "tidak beres" terhadap pasangan hidup saya, yg setelah ditanyakan baik² tidak mendapatkan jawaban yg "jujur", sehingga memaksa saya untuk melakukan tindakan² yg dianggap istri saya melanggar hak privacy nya.


Saat ini saya mencoba untuk menekankan bahwa pokok permasalahan kita berdua adalah untuk kembali mengembalikan rasa saling percaya.

Saya melakukan perubahan² yg mana bagi saya terasa berat, tetapi saya melakukannya tulus untuk dapat menyelematkan pernikahan ini.
Namun saya melihat tidak adanya kemauan yg besar dari pasangan saya.


Sebenarnya dalam benak dan keinginan saya adalah :

Bantu saya untuk mempercayai kamu (istri) lagi dengan tindakan² kecil dr istri saya untuk melakukan kembali habbitnya yg dulu, sehingga apabila dia melakukannya otomatis dalam otak dan pikiran saya akan berangsur untuk membuang segala rasa curiga dan ketidak percayaan saya terhadap istri saya, sehingga kedepannya saya bisa memberikan rasa nyaman, rasa aman, memberikan tempat perlindungan bagi dirinya, sehingga otomatis menurut saya akhirnya pasangan saya menyadari bahwa dia bisa mempercayai saya kembali.

Akan tetapi pasangan saya menganggap bahwa tindakan/ keinginan saya tersebut adalah keinginan egois semata, memaksakan kehendak. Dan dia merasa bahwa saya melakukan ini semua atas dasar semua adalah salah istri saya. Sedih

Menurut pemikiran saya, jika pasangan saya tidak mau untuk berusaha membangun kembali kepercayaan masing² dengan melakukan tindakan² kecil seperti (memeluk saya dan berpegangan dgn erat saat saya boncengkan naik motor, atau kebiasaan dia tiap pagi dengan menciumi saya) otomatis saya akan berpikir kembali....apakah istri saya sudah tidak mencintai/ menyanyangi saya lagi.....apakah hati istri saya sudah berpaling kepada orang lain ?

Apakah tindakan/ keinginan saya diatas itu salah menurut pandangan dari bapak ibu / romo disini...?

bagaimanakah cara penyampaian maksud dan keinginan saya tersebut sehingga istri saya mau mengerti point saya...?



Dulu 3 tahun menikah semua serba indah...tidak ada namanya privacy....bahkan dikala kita salah satu repot, ada sms di HP....yg satunya akan meminta tolong untuk membuka dan membaca smsnya tersebut, saling bercerita klo ada teman yg curhat, sedang saat ini....saya pegang HP istri saya aja sudah diomelin....sehingga saya menjadi tidak berani utk utak-atik HP tsb......klo ada temen dia yg curhat, dia bilang...kamu ga usah ngerti...nanti klo begitu saya ga bisa nyelesain...baru saya lempar ke kamu untuk handle...padahal jika saya sudah mengerti awal dari curhatan temannya....pada saat istri saya sudah tidak sanggup...maka saya sdh mengerti pokok permasalahannya.
Back to top
View user's profile Send private message
mf inge



Joined: 18 May 2009
Posts: 69

PostPosted: Thu, 14-10-2010 12:07 pm    Post subject: Reply with quote

sedikit komentar dan saran dari saya;
kelihatannya kamu mau berusaha koreksi diri sendiri, baguslah dan tetaplah berusaha.
sebaiknya kamu menahan diri mencari tahu lebih lanjut dan lebih menghormati privacy istrimu, hal ini sekaligus untuk memupuk kepercayaanmu kepada istrimu. nga mudah memang.
mungkin karena belum punya momongan, maka istri punya banyak waktu luang dan tidak ada kesibukan.
cobalah cari tahu apa hobi istrimu, lalu support dia.
hobi bisa dipakai untuk mengisi waktu; atau untuk menghadirkan kebersamaan di antara kalian berdua; atau untuk menghilangkan stress; atau untuk merintis usaha sendiri.
kalo suka pet, belikan pet, kalo memungkinkan buatkan breeding;
kalo suka memasak, daftarkan ikut cooking class, sukur2 bisa bikin usaha catering / kue;
dll dst.

mencari romo untuk konseling sah2 aja, biasanya sekedar untuk mendapatkan pencerahan / siraman rohani. namun yang bisa menyelesaikan persoalan dalam keluarga kalian, tetaplah kalian berdua. butuh waktu, kedewasaan, kebijaksanaan, dan pengorbanan yg tidak sedikit; serta berdoa mohon penyertaan NYA sepanjang waktu. good Job
Back to top
View user's profile Send private message
IceSusuJahe



Joined: 13 Oct 2010
Posts: 12

PostPosted: Thu, 14-10-2010 1:01 pm    Post subject: Reply with quote

mf inge wrote:
sedikit komentar dan saran dari saya;
kelihatannya kamu mau berusaha koreksi diri sendiri, baguslah dan tetaplah berusaha.
sebaiknya kamu menahan diri mencari tahu lebih lanjut dan lebih menghormati privacy istrimu, hal ini sekaligus untuk memupuk kepercayaanmu kepada istrimu. nga mudah memang.
mungkin karena belum punya momongan, maka istri punya banyak waktu luang dan tidak ada kesibukan.


usaha dan pengorbanan sudah saya lakukan, tp kembali pertanyaan saya seperti diatas apakah keinginan saya tersebut termasuk dari ego/ memaksakan kehendak Smile

untuk momongan bnyk dokter, terapist tradisional sudah kita datangin, namun tampaknya Tuhan memang masih belum berkenan untuk mempercayakan kepada kami (dari sisi medis 2 2 nya dinyatakan sehat) Smile

pernah saya punya keinginan untuk adopt, tp istri bersikeras bahwa dia percaya Tuhan pasti mengijinkan dia untuk hamil Smile
mf inge wrote:
cobalah cari tahu apa hobi istrimu, lalu support dia.
hobi bisa dipakai untuk mengisi waktu; atau untuk menghadirkan kebersamaan di antara kalian berdua; atau untuk menghilangkan stress; atau untuk merintis usaha sendiri.
kalo suka pet, belikan pet, kalo memungkinkan buatkan breeding;
kalo suka memasak, daftarkan ikut cooking class, sukur2 bisa bikin usaha catering / kue;
dll dst.

Kebetulan dia hobby masak, yg sblm menikah tidak bisa memasak, sampe skrg saya akui bahwa masakan dia memang yg terenak Ketawa

Modal dan tempat sebetulnya sudah disediakan oleh seorang rekan kami, tapi kembali dia tidak ingin repot Sedih

Hobby nya skrg adalah cuman game Farmville...dan dia ber interaksi dengan old friends dia.
mf inge wrote:

mencari romo untuk konseling sah2 aja, biasanya sekedar untuk mendapatkan pencerahan / siraman rohani. namun yang bisa menyelesaikan persoalan dalam keluarga kalian, tetaplah kalian berdua. butuh waktu, kedewasaan, kebijaksanaan, dan pengorbanan yg tidak sedikit; serta berdoa mohon penyertaan NYA sepanjang waktu. good Job


Semoga Rm. Ignas Tari, MSF. segera pulang dari dinas luar kota Sedih


terimakasih buat sahabat dimari yg sudi untuk meluangkan waktu memberikan saran Smile

saya masih menunggu supportnya


Last edited by IceSusuJahe on Thu, 14-10-2010 1:05 pm; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message
perdhana_soekarta



Joined: 15 Feb 2007
Posts: 130

PostPosted: Thu, 14-10-2010 2:12 pm    Post subject: Reply with quote

Sedikit sharing mungkin bisa membantu....

kira-2 dua minggu lalu saya pergi ke Gereja, tepat di depan saya ada pasangan suami istri yg sudah tua ....

ketika waktu salam damai, pasangan suami istri tua itu, berpelukan dengan penuh kasih .... seakan berkata aku mencintai mu ... aku mohon maaf atas segala kesalahan aku .... indah sekali .... kemudian mempersatukan segala suka duka mereka dalam Misa Kudus. (bayangkan.... "minal aidin walfaidin" ala Katolik itu terjadi setiap Minggu di depan sakramen kudus)

"damai" bukan hanya berarti perasaan damai, tapi juga berdamai kembali dari keretakan sebuah hubungan.... dengan rendah hati minta maaf, dan dengan besar hati mau memaafkan ... karena itulah yg Yesus perbuat terhadap kita manusia yg tidak berdosa ini, dan itulah yg Yesus ingin kita perbuat bagi sesama, dan terlebih lagi pada pasangan hidup kita.

jangan lupakan juga "doa" .... lebih sering berdoa ... untuk lebih menumbuhkan cinta yg berkobar dalam hati mu ... jika ada kesempatan ajaklah dia berdoa bersama .... (bacaan doa bisa di ambil dari puji syukur -- doa untuk orang yg di kasihi, atau untuk rumah tangga .. dipilih aja)

Semoga kiraya Allah yg maha kuasa, dan maha pengasih, melimpahkan rahmat-Nya yg berlimpah kepada kamu dan istri mu, semoga ikatan perkawinan mu di perkuat .... apa yg sudah di satukan Tuhan, tidak bisa di ceraikan manusia .... kira nya pula, semoga kiranya kalian lebih lagi memberi diri kalian dalam panggilan berkeluarga ini, dan selalu ingat akan janji-2 perkawinan kalian......

saya akan berdoa bagi kalian, dalam misa pagi besok ..... mohon doanya juga supaya saya bisa bangun besok pagi-2 haha ...

joke:
Grandma to her Granddaughter : I'm dying, I want you to have my whole farm along with all the cows, sheep, trees, houses, tractors etc...
Granddaughter: Wow, I didn't know you had a farm, where is it?
Grandma : On Facebook!!!


Salam kasih,



dana.
_________________
“Without love, deeds, even the most brilliant, count as nothing.” St. Therese of Lisieux
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail
IceSusuJahe



Joined: 13 Oct 2010
Posts: 12

PostPosted: Thu, 14-10-2010 9:46 pm    Post subject: Reply with quote

perdhana_soekarta wrote:
Sedikit sharing mungkin bisa membantu....

kira-2 dua minggu lalu saya pergi ke Gereja, tepat di depan saya ada pasangan suami istri yg sudah tua ....

ketika waktu salam damai, pasangan suami istri tua itu, berpelukan dengan penuh kasih .... seakan berkata aku mencintai mu ... aku mohon maaf atas segala kesalahan aku .... indah sekali .... kemudian mempersatukan segala suka duka mereka dalam Misa Kudus. (bayangkan.... "minal aidin walfaidin" ala Katolik itu terjadi setiap Minggu di depan sakramen kudus)

"damai" bukan hanya berarti perasaan damai, tapi juga berdamai kembali dari keretakan sebuah hubungan.... dengan rendah hati minta maaf, dan dengan besar hati mau memaafkan ... karena itulah yg Yesus perbuat terhadap kita manusia yg tidak berdosa ini, dan itulah yg Yesus ingin kita perbuat bagi sesama, dan terlebih lagi pada pasangan hidup kita.

jangan lupakan juga "doa" .... lebih sering berdoa ... untuk lebih menumbuhkan cinta yg berkobar dalam hati mu ... jika ada kesempatan ajaklah dia berdoa bersama .... (bacaan doa bisa di ambil dari puji syukur -- doa untuk orang yg di kasihi, atau untuk rumah tangga .. dipilih aja)

Semoga kiraya Allah yg maha kuasa, dan maha pengasih, melimpahkan rahmat-Nya yg berlimpah kepada kamu dan istri mu, semoga ikatan perkawinan mu di perkuat .... apa yg sudah di satukan Tuhan, tidak bisa di ceraikan manusia .... kira nya pula, semoga kiranya kalian lebih lagi memberi diri kalian dalam panggilan berkeluarga ini, dan selalu ingat akan janji-2 perkawinan kalian......

saya akan berdoa bagi kalian, dalam misa pagi besok ..... mohon doanya juga supaya saya bisa bangun besok pagi-2 haha ...

joke:
Grandma to her Granddaughter : I'm dying, I want you to have my whole farm along with all the cows, sheep, trees, houses, tractors etc...
Granddaughter: Wow, I didn't know you had a farm, where is it?
Grandma : On Facebook!!!


Salam kasih,



dana.


ketika salam damai pada setiap misa....dia slalu cium tangan saya, dan saya balas untuk cium pipi kanan kiri Smile

doa....walopun tidak intens...namun sering pula saya mendoakan dia.

terima kasih masukannya, terima kasih atas rencana doanya


entah kenapa, pagi ini saya melihat adanya perubahan di pasangan saya
walopun sedikit sekali, tapi saya bisa merasakan dan melihat, untuk itu saya pun tidak sungkan untuk ucap terima kasih buat dia Kaget Deh


mungkin bagi orang yg melihat ato mendengar, saya akan dianggap pengemis cinta, golongan suami takut istri malah.

tetapi bagi saya itu adalah kewajiban buat saya untuk selalu menyatakan cinta saya buat dia, bukan takut, tapi lebih untuk menghargai.
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Next
Page 1 of 4

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17