FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Alat kontrasepsi yang diizinkan adakah    
Goto page: Previous Next

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera
View previous topic :: View next topic  
Author Message
cable



Joined: 11 Sep 2010
Posts: 87

PostPosted: Fri, 01-10-2010 10:04 am    Post subject: Reply with quote

mau ngikut nanya nih,
kalau suami istri yang sudah sah melakukan hubungan intim tapi sang suami tidak sampai (maaf) ejakulasi apakah ini termasuk kontrasepsi juga (meski tidak menggunakan alat) dan dilarang Gereja juga kah?

terimakasih

PS: thnx EDO, jadi tahu banyak nih..memang ketidaktahuan meyebabkan dosa


Last edited by cable on Fri, 01-10-2010 10:04 am; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message
cable



Joined: 11 Sep 2010
Posts: 87

PostPosted: Sat, 02-10-2010 9:20 pm    Post subject: Reply with quote

setelah dipikir2 lagi sepertinya pertanyaan saya di atas terlalu vulgar yah,mau ngedit or delete tapi udah ga bisa..mod please kalo memang terlalu vulgar di delete aja thnx
Back to top
View user's profile Send private message
qentank



Joined: 09 Apr 2009
Posts: 414

PostPosted: Mon, 01-11-2010 8:35 pm    Post subject: Reply with quote

Teman-teman EDO.

Sebagai informasi... Keluarga Berencana Alamiah (KBA) tidak hanya sistem kalender. Sistem kalender memang yang paling banyak didengar tapi resiko kebobolan memang yang paling besar.

Ada 2 cara lagi untuk KBA:

1. Basal Body Temperature (Suhu Tubuh Basal).

BBT adalah suhu tubuh terendah ketika kita sedang tidur. BBT diukur langsung setelah bangun tidur sebelum melakukan aktivitas apa-apa. Suhu BBT rata-rata adalah sekitar 36.4 C. Menurut penelitian, BBT menjadi lebih tinggi (lebih panas) ketika seorang wanita sedang berovulasi (sel telurnya sedang keluar). Ini karena pengaruh hormon progesteron. Ketika sedang ovulasi, BBT bisa mencapai 37.4 C. Ini perbedaan yang sangat sangat kecil, sehingga diciptakan termometer khusus untuk deteksi BBT.

Kelemahannya: kenaikan BBT terjadi ketika telur sudah keluar. Jadi jika mau menggunakan BBT untuk prediksi masa subur, harus dilakukan jauh-jauh hari.


2. Cervical mucus (lendir rahim).
Lendir rahim yang dimaksud adalah cairan lendir yang menutupi pintu rahim. Pada masa tidak subur, lendir rahim memiliki karakteristik tebal dan asam... Ketebalannya menghalangi sperma untuk masuk ke rahim, sedangkan keasamannya bersifat spermisid alias membunuh sperma. Lendir ini lebih banyak menempel di mulut rahim, jadi si wanita pun kadang2 lebih banyak merasakan "kering".

Sebaliknya, pada masa subur, lendir rahim memiliki karakteristik lebih encer, lebih transparan, dan lebih elastik. Encer, supaya sperma lebih mudah menembus. Elastik, karena lendir ini bisa membantu "menarik" sperma masuk ke rahim. Jika kita rasakan dengan jari saja, lendir rahim masa subur ini begitu elastiknya sampai bisa "ditarik" hingga agak panjang tanpa putus.

Lendir rahim bisa diambil dengan cara memasukkan jari ke dalam vagina (setelah sebelumnya mencuci tangan dengan bersih), atau dengan tisu. Sejauh ini, metode lendir rahim adalah yang paling akurat.

Kelemahannya: tidak nyaman dan mungkin rasa takut dari wanitanya.




Yah menurut saya pribadi kedua cara ini agak merepotkan. Betapa keras usaha manusia untuk menghindari terciptanya kehidupan!
Tapi... semoga berguna untuk pengetahuan... Smile
_________________
Regards,
*QENTANK


Ad Maiorem Dei Gloriam
Back to top
View user's profile Send private message
whiterebel83



Joined: 30 Sep 2010
Posts: 567
Location: Una, sancta, catholica et apostolica ecclesia

PostPosted: Mon, 27-12-2010 10:00 pm    Post subject: Reply with quote

DeusVult wrote:

Seseorang tidak bisa menolak permintaan hubungan seksual dari pasangannya tanpa alasan yang memberatkan [grave].


Maaf saya belum jelas mengenai topik yang ini. Bagaimana pandangan Gereja mengenai orang yang menikah namun abstain dari hubungan suami istri? Apakah hanya masalah kesehatan yang serius saja (seperti HIV) yang memperbolehkan pasangan untuk abstain?
Bagaimana dengan keluarga kudus Maria dan Yosef? Kita mempercayai bahwa mereka tetap menjaga keperawanan setelah pernikahan. Apakah hal seperti ini bisa terjadi di kehidupan perkawinan sekarang?
Back to top
View user's profile Send private message MSN Messenger
biji sesawi



Joined: 23 Jun 2009
Posts: 66

PostPosted: Mon, 03-01-2011 11:31 am    Post subject: Reply with quote

Salam Moderator dan member EDO,
saya ingin menanyakan tentang hubungan sexual suami istri. Saya baca ensiklik Pius XI Casti Connubii #54 menyatakan bhw "conjugal act is destined primarily by nature for begetting of children." Jadi tujuan utama hubungan suami istri adalah untuk menghasilkan keturunan.

Memang pd alinea yg sama jg ditulis bhw yg disebut dosa adalah jika "deliberately frustate its natural power" dan pada #55 sesuai pndapat St. Augustine "intercourse even with one's legitimate wife is unlawful and wicked where the conception of the offspring is prevented."

Pertanyaan saya adalah : apakah pendapat St. Augustine dlm Casti Connubii #55, dengan memperhatikan CC#54 ttg conjugal act, harus dibaca sbg brkt : intercourse even with one's legitimate wife is unlawful and wicked where the conception of the offspring is AVOIDED." Jika ya maka KB Alamiahpun bs dibilang mengingkari tujuan utama hubungan sexual yaitu utk menghasilkan anak.

Maaf ini smpt jd pemikiran sy krn sy sdh beristri yg sah Smile.


Last edited by biji sesawi on Mon, 03-01-2011 11:47 am; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Mon, 03-01-2011 11:53 am    Post subject: Reply with quote

biji sesawi wrote:


Pertanyaan saya adalah : apakah pendapat St. Augustine dlm Casti Connubii #55, dengan memperhatikan CC#54 ttg conjugal act, harus dibaca sbg brkt : intercourse even with one's legitimate wife is unlawful and wicked where the conception of the offspring is AVOIDED." Jika ya maka KB Alamiahpun bs dibilang mengingkari tujuan utama hubungan sexual yaitu utk menghasilkan anak.

Maaf ini smpt jd pemikiran sy krn sy sdh beristri yg sah Smile.


Apakah menghindari kehamilan adalah per se salah? Of course not. Ini jelas sekali di Humanae vitae par. 10 ada kondisi-kondisi fisik (eg. istri sakit), ekonomi (eg. kesejahteraan yang sangat kurang), psikologis (eg. mental yang terganggu) dan sosial (eg. perang) yang memungkinkan pasangan "untuk menghindari sementara waktu, atau bahkan untuk waktu yang belum dipastikan, sebuah kelahiran baru" ("to avoid for the time being, or even for an indeterminate period, a new birth").
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
biji sesawi



Joined: 23 Jun 2009
Posts: 66

PostPosted: Tue, 04-01-2011 3:35 am    Post subject: Reply with quote

Terima kasih, DV, atas penjelasannya. Pada Humanae Vitae #16 memang dijelaskan bhw "married people may then take advantage of natural cycles immanent in the reproductive system."

Tapi dinyatakan jg pd #16 alinea 3 bhw "it cannot be denied that in each case (tambahan : yaitu "take advantage of the infertile period" dan "the use of means which directly prevent conception")...for acceptable reason, are both perfectly clear in their intention to avoid children." Ini menunjukkan bhw bagaimanapun Gereja juga mempunyai kekhawatiran akan tndakan "to avoid children", tapi KB alamiah dnyatakan lawful krn tetap "certainly give proof of a true and authentic love" dan menghindari kelahiran karena "reasonable motives", sedangkan use of means "could open wide the way for marital infidelity" dan "obstruct the natural development".

Jadi saya berpendapat bhw (mhn dibetulkan jk keliru) :
Hubungan sexual, walaupun tdk bertujuan utk menghasilkan anak, dapat dibenarkan jika :
1. Dg alasan yg masuk akal sehat,
2. Tdk menghalangi "natural development",
3. "Give proof of true and authentic love".

Sekali lg terimakasih, lebih menenangkan saya utk urusan conjugal act Smile tinggal dicari metode KBA yg paling tepat Ketawa.
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Wed, 05-01-2011 11:28 am    Post subject: Reply with quote

biji sesawi wrote:
Terima kasih, DV, atas penjelasannya. Pada Humanae Vitae #16 memang dijelaskan bhw "married people may then take advantage of natural cycles immanent in the reproductive system."

Tapi dinyatakan jg pd #16 alinea 3 bhw "it cannot be denied that in each case (tambahan : yaitu "take advantage of the infertile period" dan "the use of means which directly prevent conception")...for acceptable reason, are both perfectly clear in their intention to avoid children." Ini menunjukkan bhw bagaimanapun Gereja juga mempunyai kekhawatiran akan tndakan "to avoid children", tapi KB alamiah dnyatakan lawful krn tetap "certainly give proof of a true and authentic love" dan menghindari kelahiran karena "reasonable motives", sedangkan use of means "could open wide the way for marital infidelity" dan "obstruct the natural development".

Jadi saya berpendapat bhw (mhn dibetulkan jk keliru) :
Hubungan sexual, walaupun tdk bertujuan utk menghasilkan anak, dapat dibenarkan jika :
1. Dg alasan yg masuk akal sehat,
2. Tdk menghalangi "natural development",
3. "Give proof of true and authentic love".

Sekali lg terimakasih, lebih menenangkan saya utk urusan conjugal act Smile tinggal dicari metode KBA yg paling tepat Ketawa.


Yang ke-3 itu adalah konsekuensi, bukan syarat.

Jadi kalau kita ingin berhubungan seksual tapi menghindari kelahiran dengan menggunakan masa tidak subur karena ada motivasi serius (sosial, fisik etc, yang tadi itu), maka berarti kita telah "give proof of true and authentic love."

Bukannya agar boleh menghindari kelahiran dengan berhubungan saat masa tidak subur maka sayaratnya adalah 1, 2, dan 3. Syaratnya cuma 1 dan 2. Dan yang ke-3 adalah konsekuensi kalau kita melakukan hubungan itu dengan mematuhi dua syarat tersebut.
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
biji sesawi



Joined: 23 Jun 2009
Posts: 66

PostPosted: Thu, 06-01-2011 2:07 am    Post subject: Reply with quote

Yang menjadi perhatian saya memang pada tindakan "to avoid children". Kalau menunda kelahiran hanya bisa dilakukan untuk alasan yang benar-benar tidak memungkinkan utk mengandung dan membesarkan anak (perang, kesulitan ekonomi, gangguan mental), maka di luar kondisi tsb, menurut pemahaman saya, "conjugal act" harus dimaksudkan utk menghasilkan anak.

Humanae Vitae #10 (sprtinya kita menggunakan versi Inggris yg berbeda. Saya menggunakan versi Inggris dari vatican.va http://www.vatican.va/holy_father/paul_ ..nae_vitae_en.html ) menyatakan bhw memilih pernikahan sama dengan memilih "the service of transmitting life", dan pada #11 alinea akhir menyatajan "every marital act must of necessity retain its intrinsic relationship to the procreation of human life".

Apakah betul-betul syarat utk menghindari kelahiran adalah spt tadi (perang, kesulitan ekonomi, gangguan mental). Apakah berarti di luar kondisi-kondisi tsb "conjugal act" yg bertujuan menghindari kehamilan, bahkan dg KBA, tdk boleh dilakukan? Ini sepertinya tidak hanya mengenai menahan beberapa hari dalam sebulan, tetapi bisa seumur hidup setelah sekali atau dua kali (menurut kemampuan "memelihara" anak).

Mohon pencerahannya karena saya kembali bingung.. Neutral
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Thu, 06-01-2011 5:15 am    Post subject: Reply with quote

biji sesawi wrote:
Yang menjadi perhatian saya memang pada tindakan "to avoid children". Kalau menunda kelahiran hanya bisa dilakukan untuk alasan yang benar-benar tidak memungkinkan utk mengandung dan membesarkan anak (perang, kesulitan ekonomi, gangguan mental), maka di luar kondisi tsb, menurut pemahaman saya, "conjugal act" harus dimaksudkan utk menghasilkan anak.


Tentu saja.

Tapi patut diingat bahwa kondisi-kondisi tersebut bisa terjadi selamanya. Misalnya pegawai kantoran yang hanya punya cukup uang untuk tiga anak. Maka kalau dia memilih untuk hanya punya tiga anak sampai mati, dia tidak berdosa. Toh kemampuan ekonominya hanya akan segitu terus (kenaikan gaji dan promosi pun akan berimbang dengan meningkatnya pembiayaan anak. Dengan semakin dewasanya anak, maka biaya bagi anak bisa naik).

Quote:

Apakah betul-betul syarat utk menghindari kelahiran adalah spt tadi (perang, kesulitan ekonomi, gangguan mental). Apakah berarti di luar kondisi-kondisi tsb "conjugal act" yg bertujuan menghindari kehamilan, bahkan dg KBA, tdk boleh dilakukan? Ini sepertinya tidak hanya mengenai menahan beberapa hari dalam sebulan, tetapi bisa seumur hidup setelah sekali atau dua kali (menurut kemampuan "memelihara" anak).

Mohon pencerahannya karena saya kembali bingung.. Neutral


Kondisi yang disebutkan di humanae vitae itu adalah kondisi yang garis besar. Jadi perlu pengejawentahan ke butir-butir yang lebih detail. Sebagaimana di 10 perintah Allah tidak diketemukan larangan untuk aborsi, larangan untuk masturbasi, larangan untuk menipu pajak. Karena larangan itu sudah tercakup di perintah ke-5, 9, 7.

Dan tentu saja (aku tulis diatas) tidaklah salah untuk menunda anak sampai "indeterminate time" (ie. sampai mati kalau memang perlu).
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Previous Next
Page 3 of 4

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17