FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Asal muasal Skisma Timur yang memunculkan Orthodox    
Goto page: Previous Next

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Ruang Pengetahuan Dasar Iman Katolik
View previous topic :: View next topic  
Author Message
Athanasios
Penghuni Ekaristi


Joined: 12 Feb 2004
Posts: 4198

PostPosted: Wed, 13-04-2011 9:24 pm    Post subject: Reply with quote

DeusVult wrote:
Kanon 6 yang mana? Kanon 6 dari Constantinople I tidak mengangkat Constantinople sebagai ke-patriarkh-an. Dan kalaupun kanon itu mengangkat ke-patriarkh-an, yang diakui Gereja atas Constantinople I cuma kredo-nya.


Kanon 6 dari Konsili Konstantinopel. Yang diakui dogmatis memang hanya Kredonya, tetapi kanon-kanon disiplinernya mempunyai kewibawaan.

DeusVult wrote:
Lalu Konsili mana saja yang menempatkan Constantinople sebagai yang kedua? Toh setiap kali itu diusahakan Roma selalu menolak, sampai akhirnya Roma memberi posisi itu pada 1215. Jadi tidak ada satu pun konsili ekumenis yang diakui Gereja Katolik yang memberi Constantinople posisi kedua sampai 1215AD.


Konstantinopel I, apakah selain dari hal yang dogmatis itu berarti kanon Konsili tidak diakui? kedua, sekalipun para Paus menentang, tetapi hanya satu kali mereka menentang secara resmi yaitu saat Leo I menolak mengakui Kanon 28 Konsili Kalsedon, namun kenyataannya penolakan itu di-ignore dan Gereja di Timur berjalan menurut Kanon 28, dan para Paus sesudah Leo tidak mempermasalahkan kenyataan bahwa Konstantinopel bekerja menurut yurisdiksi yang ada di Kanon 28 dan menjadi tahta terhormat ke 2 dalam Gereja Universal (karena Antiokhia dan Alexandria semakin subordinate kepada Konstantinopel).

DeusVult wrote:
Mengenai kejatuhan ataupun ukuran yurisdiksi Alexandria dan Antiokia, itu kan tidak otomatis membuat Constantinople naik ranking. Yang bisa menaikkan toh keputusan Paus Roma.


Kenyataannya adalah Alexandria dan Antiokhia langsung dengan rela memberikan tempat itu kepada Konstantinopel, dan semakin lama mereka semakin 'dekat' dengan Konstantinopel. Roma tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghalangi naiknya Konstantinopel.

DeusVult wrote:
Toh tidak harus demikian. Sekalipun si Uskup Latin diberi gelar Patriakrh, tidak harus tahta yang dulu tersebut adalah ke-patriarkh-an. Toh Paus bisa saja langsung mengangkat +Ignatius Soeharyo sebagai Patriarkh Yogyakarta dan langsung menjadikan Yogyakarta ke-patriakrh-an (padahal sebelumnya Yogyakarta bukan ke-patriarkh-an).


Dalam Gereja tahta mendahului si uskup. Jadi yang diangkat menjadi kepatriarkhan adalah tahtanya bukan pertama-tama orangnya (uskupnya). Ambil contoh kalau Joseph Ratzinger bukan lagi Uskup Roma maka otomatis ia berhenti menjadi Paus. Kehormatan itu ada pada keuskupan Roma dan bukan pada J Ratzinger.

DeusVult wrote:
Bukannya sampai jaman Cerularius pun Cardinal Humbert (duta Paus Roma) meng-address Cerularius sebagai seorang Uskup Agung (bukan Patriakrh). Kalaupun ada "pengakuan diam-diam" itu mungkin cuma upaya diplomatis dan untuk memudahkan dialog dengan mereka.


Kalau ini indikasinya, maka pada Konsili Chalcedon sekalipun Paus Leo I hanya disebut sebagai Archbishop Leo.

DeusVult wrote:

Dan bagaimana mungkin Roma gagal kalau secara resmi (ie. versi Roma yang adalah pedoman) Constantinople tidak pernah menjadi kedua sampai 1215? (meskipun secara praktis, para Gereja Timur kala itu memang selalu consult ke Constantinople, sebagaimana dijelaskan artikel CE: Eastern Schism yang aku terjemahkan di topik ini, sehingga bisa dikatakan mereka merendahkan diri dan menjunjung Constantinople)

Jadi sebelum 1215 toh secara resmi keadaannya tetap seperti 325 (Nicea I)? (meskipun secara praktis para Gereja Timur selalu konsultasi ke Constantinople).


Kenyataannya adalah pada Konsili-konsili Oikumene setelah Konstantinopel, tatanan yang dipakai untuk mengatur tempat duduk berdasarkan kehormatan adalah yang versi Konstantinopel dengan Pentarchy (dan Konstantinopel ada di tempat kedua). Hanya saja Konsili-konsili itu kan tak satupun yang diselenggarakan di Roma, dan legat Paus tidak bisa menghalang-halanginya. Ketika Roma (Gereja Latin) mulai menjadi tuan rumah, saat itu skisma sudah terjadi. Dan baru setelah ada Kepatriarkhan Latin diberilah tempat kedua kepada tahta Konstantinopel (apa dasarnya? ya Roma mengacu kepada kebiasaan Konsili sebelumnya
_________________
Sancta et catholica Ecclesia, quae est corpus Christi mysticum
- Konsili Oikumenis Vatikan II Orientalum Ecclesiorum art.2
Back to top
View user's profile Send private message
lagibelajar



Joined: 19 Mar 2011
Posts: 83
Location: aceh

PostPosted: Thu, 14-04-2011 3:57 pm    Post subject: Reply with quote

Om DV Smile Smile Bila kita lihat di

I. PERSIAPAN YANG LAMA BAGI TERJADINYA SKISMA

pada paragraph terakhir ...

Gabungan penyebab-penyebab tersebut menghasilkan dua bagian kekristenan, Timur satu bagian dan Barat satu bagian. Masing-masing terbedakan dari yang lainnya dalam banyak cara. Penyebab-penyebab tersebut memang tidaklah cukup untuk [dijadikan penyebab] atas perpecahan dua bagian tersebut; hanya saja, yang bisa kita catat adalah adanya suatu kesadaran akan keberadaan dua entitas, tertorehkannya suatu garis batas untuk pertama kali, dimana rivalitas, kecemburuan, kebencian bisa dengan mudah memotong tepat digaris batas kedua pihak.

yang mau saya tanyakan,menurut om DV sendiri sejak kapan skisma ini benar2 terjadi,maksud saya sejak kapan rivalitas ini tidak lagi sebatas sekedar kecemburuan dan kebencian ??? secara spesifik ,sejak kapan kedua belah pihak (barat dan timur) benar2x menyatakan 'putus hubungan' ??? Sedih Sedih Sedih Sedih Sedih Sedih Sedih Sedih [/quote]
_________________
Quaerite autem primum regnum et iustitiam eius et omnia haec adicientur vobis
Back to top
View user's profile Send private message
lagibelajar



Joined: 19 Mar 2011
Posts: 83
Location: aceh

PostPosted: Thu, 14-04-2011 4:17 pm    Post subject: Reply with quote

athanasios wrote:
Kenyataannya adalah Alexandria dan Antiokhia langsung dengan rela memberikan tempat itu kepada Konstantinopel, dan semakin lama mereka semakin 'dekat' dengan Konstantinopel. Roma tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghalangi naiknya Konstantinopel.


bisa dijelaskan lebih lanjut mengenai ini om ?? Kaget Deh Kaget Deh Kaget Deh Kaget Deh Kaget Deh Kaget Deh
_________________
Quaerite autem primum regnum et iustitiam eius et omnia haec adicientur vobis
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Thu, 14-04-2011 5:37 pm    Post subject: Reply with quote

Athanasios wrote:
DeusVult wrote:
Kanon 6 yang mana? Kanon 6 dari Constantinople I tidak mengangkat Constantinople sebagai ke-patriarkh-an. Dan kalaupun kanon itu mengangkat ke-patriarkh-an, yang diakui Gereja atas Constantinople I cuma kredo-nya.


Kanon 6 dari Konsili Konstantinopel. Yang diakui dogmatis memang hanya Kredonya, tetapi kanon-kanon disiplinernya mempunyai kewibawaan.


DeusVult wrote:
Lalu Konsili mana saja yang menempatkan Constantinople sebagai yang kedua? Toh setiap kali itu diusahakan Roma selalu menolak, sampai akhirnya Roma memberi posisi itu pada 1215. Jadi tidak ada satu pun konsili ekumenis yang diakui Gereja Katolik yang memberi Constantinople posisi kedua sampai 1215AD.


Konstantinopel I, apakah selain dari hal yang dogmatis itu berarti kanon Konsili tidak diakui?


Bukannya "yang diakui dogmatis dari Constantinople I adalah kredonya," tapi "yang diakui dari Constantinople I hanya kredonya." Artinya kanon-nya pun tidak diakui Gereja Katolik. Kalau wibawa kanon itu diakui mestinya Paus Leo I (yang dianggap santo leh Orthodox) tidak cerewet terhadap kanon 28 Chalcedon.



Quote:
kedua, sekalipun para Paus menentang, tetapi hanya satu kali mereka menentang secara resmi yaitu saat Leo I menolak mengakui Kanon 28 Konsili Kalsedon, namun kenyataannya penolakan itu di-ignore dan Gereja di Timur berjalan menurut Kanon 28, dan para Paus sesudah Leo tidak mempermasalahkan kenyataan bahwa Konstantinopel bekerja menurut yurisdiksi yang ada di Kanon 28 dan menjadi tahta terhormat ke 2 dalam Gereja Universal (karena Antiokhia dan Alexandria semakin subordinate kepada Konstantinopel).


Kalau penolakan ketundukan terhadap pimpinan membuktikan ke-absahan tindakan penolakan tesebut, maka kacaulah sistem hierarkhi.

Aku belum check, tapi sekalipun benar bahwa Paus-Paus tidak mempermasalahkan penyerobotan tidak sah yang dilakukan Constantinople, toh ini bisa dijelaskan dengan alasan bahwa mereka (ie. para paus) mencoba bersikap diplomatis.

Namun secara resmi dan hukum, Constantinople tidak mendapat tempat kedua (mungkin juga ke-patriarkh-an) sampai 1215.

Quote:
DeusVult wrote:
Mengenai kejatuhan ataupun ukuran yurisdiksi Alexandria dan Antiokia, itu kan tidak otomatis membuat Constantinople naik ranking. Yang bisa menaikkan toh keputusan Paus Roma.


Kenyataannya adalah Alexandria dan Antiokhia langsung dengan rela memberikan tempat itu kepada Konstantinopel, dan semakin lama mereka semakin 'dekat' dengan Konstantinopel. Roma tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghalangi naiknya Konstantinopel.


Yang bisa memberi ke-patriarkh-an ataupum memberikan tempat kedua kepada Constantinople (atau keuskupan manapun) toh bukan Alexandria dan Antiokia.

Roma tidak berbuat apa-apa karena as far as they concern, Constantinople memang masih dibawah (ie. tidak naik).


Quote:
DeusVult wrote:
Toh tidak harus demikian. Sekalipun si Uskup Latin diberi gelar Patriakrh, tidak harus tahta yang dulu tersebut adalah ke-patriarkh-an. Toh Paus bisa saja langsung mengangkat +Ignatius Soeharyo sebagai Patriarkh Yogyakarta dan langsung menjadikan Yogyakarta ke-patriakrh-an (padahal sebelumnya Yogyakarta bukan ke-patriarkh-an).


Dalam Gereja tahta mendahului si uskup. Jadi yang diangkat menjadi kepatriarkhan adalah tahtanya bukan pertama-tama orangnya (uskupnya). Ambil contoh kalau Joseph Ratzinger bukan lagi Uskup Roma maka otomatis ia berhenti menjadi Paus. Kehormatan itu ada pada keuskupan Roma dan bukan pada J Ratzinger.


Ok, lah, Contohnya kurang tepat. Bisa disesuaikan. Jadi katakanlah tiba-tiba Benediktus XVI membuat Tahta Yogyakarta sebagai ke-Patriarkh-an dan secara bersamaan mengangkat Uskup Yogyakarta menduduki ke-patriakrh-an yang telah terbentuk.

Quote:
DeusVult wrote:
Bukannya sampai jaman Cerularius pun Cardinal Humbert (duta Paus Roma) meng-address Cerularius sebagai seorang Uskup Agung (bukan Patriakrh). Kalaupun ada "pengakuan diam-diam" itu mungkin cuma upaya diplomatis dan untuk memudahkan dialog dengan mereka.


Kalau ini indikasinya, maka pada Konsili Chalcedon sekalipun Paus Leo I hanya disebut sebagai Archbishop Leo.


Berbeda. Dalam surat menyurat pun tidak jarang Paus atau Patriarkh disebut sekedar Uskup atau bahkan imam (presbyterous).


Tapi di Chalcedon jelas-jelas tidak ada maksud bahwa penyebutan Leo sebagai seorang Archbishop itu bermaksud bahwa dia HANYALAH sekedar Archbishop. Berbeda dengan sikap Cardinal Humbert terhadap Michael Cerularius.

Quote:
DeusVult wrote:

Dan bagaimana mungkin Roma gagal kalau secara resmi (ie. versi Roma yang adalah pedoman) Constantinople tidak pernah menjadi kedua sampai 1215? (meskipun secara praktis, para Gereja Timur kala itu memang selalu consult ke Constantinople, sebagaimana dijelaskan artikel CE: Eastern Schism yang aku terjemahkan di topik ini, sehingga bisa dikatakan mereka merendahkan diri dan menjunjung Constantinople)

Jadi sebelum 1215 toh secara resmi keadaannya tetap seperti 325 (Nicea I)? (meskipun secara praktis para Gereja Timur selalu konsultasi ke Constantinople).


Kenyataannya adalah pada Konsili-konsili Oikumene setelah Konstantinopel, tatanan yang dipakai untuk mengatur tempat duduk berdasarkan kehormatan adalah yang versi Konstantinopel dengan Pentarchy (dan Konstantinopel ada di tempat kedua). Hanya saja Konsili-konsili itu kan tak satupun yang diselenggarakan di Roma, dan legat Paus tidak bisa menghalang-halanginya. Ketika Roma (Gereja Latin) mulai menjadi tuan rumah, saat itu skisma sudah terjadi. Dan baru setelah ada Kepatriarkhan Latin diberilah tempat kedua kepada tahta Konstantinopel (apa dasarnya? ya Roma mengacu kepada kebiasaan Konsili sebelumnya


Tindakan itu bisa dijelaskan sebagai upaya diplomatis.
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Thu, 14-04-2011 5:50 pm    Post subject: Reply with quote

lagibelajar wrote:
Om DV Smile Smile Bila kita lihat di

I. PERSIAPAN YANG LAMA BAGI TERJADINYA SKISMA

pada paragraph terakhir ...

Gabungan penyebab-penyebab tersebut menghasilkan dua bagian kekristenan, Timur satu bagian dan Barat satu bagian. Masing-masing terbedakan dari yang lainnya dalam banyak cara. Penyebab-penyebab tersebut memang tidaklah cukup untuk [dijadikan penyebab] atas perpecahan dua bagian tersebut; hanya saja, yang bisa kita catat adalah adanya suatu kesadaran akan keberadaan dua entitas, tertorehkannya suatu garis batas untuk pertama kali, dimana rivalitas, kecemburuan, kebencian bisa dengan mudah memotong tepat digaris batas kedua pihak.

yang mau saya tanyakan,menurut om DV sendiri sejak kapan skisma ini benar2 terjadi,maksud saya sejak kapan rivalitas ini tidak lagi sebatas sekedar kecemburuan dan kebencian ??? secara spesifik ,sejak kapan kedua belah pihak (barat dan timur) benar2x menyatakan 'putus hubungan' ??? Sedih Sedih Sedih Sedih Sedih Sedih Sedih Sedih


Sebagai latihan dan tanda bahwa kamu telah memahami sejarah skisma timur yang panjang dan rumit ini, maka coba kamu simpulkan sendiri dari tulisan panjang tersebut. Kalau kamu memahami dengan benar, maka jawabanya bisa didapat dari memahami tulisan tersebut.


lagibelajar wrote:
athanasios wrote:
Kenyataannya adalah Alexandria dan Antiokhia langsung dengan rela memberikan tempat itu kepada Konstantinopel, dan semakin lama mereka semakin 'dekat' dengan Konstantinopel. Roma tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghalangi naiknya Konstantinopel.


bisa dijelaskan lebih lanjut mengenai ini om ?? Kaget Deh Kaget Deh Kaget Deh Kaget Deh Kaget Deh Kaget Deh


Ini juga ada di sejarah skisma timur yang sudah aku terjemahkan. Jadi, silahkan dibaca lagi.
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
lagibelajar



Joined: 19 Mar 2011
Posts: 83
Location: aceh

PostPosted: Thu, 14-04-2011 8:37 pm    Post subject: Reply with quote

deusvult wrote:
Sebagai latihan dan tanda bahwa kamu telah memahami sejarah skisma timur yang panjang dan rumit ini, maka coba kamu simpulkan sendiri dari tulisan panjang tersebut. Kalau kamu memahami dengan benar, maka jawabanya bisa didapat dari memahami tulisan tersebut.


ok om ...
Ketawa Ketawa Ketawa Ketawa

menurut yang saya tangkap dari penjelasan om DV di awal (apabila kita gunakan pemaparan awal om DV sebagai bahan refrensi),secara tersurat skisma terjadi pada saat pihak timur menolak hasil konsili florence pada 1472 Nanti Dulu Nanti Dulu Nanti Dulu Nanti Dulu

tetapi kalau misalnya kita sepakat dgn ini ,satu pertanyaan muncul dlm pikiran saya ,knapa setelah itu masih ada konsili ekumenis ???

bukankah sebuah konsili disebut ekumenis apabila dihadiri dan disetuju oleh pihak barat dan timur ?? Nanya Dong Nanya Dong Nanya Dong Nanya Dong Nanya Dong Nanya Dong Nanya Dong


itu secara tersurat lho,tapi juga bila melihat kebawah lagi,mungkin saja yang menjadi major factor adalah Ketika Leo IX (memerintah 1048-54) menulis dalam bahasa Latin kepada Peter III dari Antiokia, Peter III terpaksa menyerahkan surat tersebut ke Constantinople untuk mengetahui isinya.

bisa saja tho,karena Pater III itu ga ngerti, trus beliau marah deh sama Paus Leo IX .abiss itu marah trus berantem .. Cool Cool Cool Cool Cool Cool
_________________
Quaerite autem primum regnum et iustitiam eius et omnia haec adicientur vobis
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Fri, 15-04-2011 11:37 am    Post subject: Reply with quote

lagibelajar wrote:
deusvult wrote:
Sebagai latihan dan tanda bahwa kamu telah memahami sejarah skisma timur yang panjang dan rumit ini, maka coba kamu simpulkan sendiri dari tulisan panjang tersebut. Kalau kamu memahami dengan benar, maka jawabanya bisa didapat dari memahami tulisan tersebut.


ok om ...
Ketawa Ketawa Ketawa Ketawa

menurut yang saya tangkap dari penjelasan om DV di awal (apabila kita gunakan pemaparan awal om DV sebagai bahan refrensi),secara tersurat skisma terjadi pada saat pihak timur menolak hasil konsili florence pada 1472 Nanti Dulu Nanti Dulu Nanti Dulu Nanti Dulu


Ini jawaban yang kurang tepat. Jawaban seperti ini adalah sebuah jawaban kalau pertanyaannya adalah: "sejak kapankah skisma yang terjadi saat in dimulai?"

Quote:
tetapi kalau misalnya kita sepakat dgn ini ,satu pertanyaan muncul dlm pikiran saya ,knapa setelah itu masih ada konsili ekumenis ???

bukankah sebuah konsili disebut ekumenis apabila dihadiri dan disetuju oleh pihak barat dan timur ?? Nanya Dong Nanya Dong Nanya Dong Nanya Dong Nanya Dong Nanya Dong Nanya Dong


Siapa bilang pihak Timur tidak hadir? Yang tidak hadir kan pihak Timur YANG SKISMATIK, sementara pihak Timur yang TIDAK SKISMATIK hadir.

Lalu, kalaupun pihak Timur tidak hadir itu juga tidak membuat suatu konsili tidak ekumenis. Tidak ada batasan khusus tentang jumlah Uskup yang hadir. Apalagi batasan khusus bahwa Uskup barat harus hadir sekian dan Uskup Timur sekian.
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
Athanasios
Penghuni Ekaristi


Joined: 12 Feb 2004
Posts: 4198

PostPosted: Fri, 15-04-2011 12:25 pm    Post subject: Reply with quote

DeusVult wrote:
Bukannya "yang diakui dogmatis dari Constantinople I adalah kredonya," tapi "yang diakui dari Constantinople I hanya kredonya." Artinya kanon-nya pun tidak diakui Gereja Katolik. Kalau wibawa kanon itu diakui mestinya Paus Leo I (yang dianggap santo leh Orthodox) tidak cerewet terhadap kanon 28 Chalcedon.


Dari NewAdvent: First Council of Constantinople

The famous third canon declares that because Constantinople is New Rome the bishop of that city should have a pre-eminence of honour after the Bishop of Old Rome. Baronius wrongly maintained the non-authenticity of this canon, while some medieval Greeks maintained (an equally erroneous thesis) that it declared the bishop of the royal city in all things the equal of the pope. The purely human reason of Rome's ancient authority, suggested by this canon, was never admitted by the Apostolic See, which always based its claim to supremacy on the succession of St. Peter. Nor did Rome easily acknowledge this unjustifiable reordering of rank among the ancient patriarchates of the East. It was rejected by the papal legates at Chalcedon. St. Leo the Great (Ep. cvi in P.L., LIV, 1003, 1005) declared that this canon has never been submitted to the Apostolic See and that it was a violation of the Nicene order. At the Eighth General Council in 869 the Roman legates (Mansi, XVI, 174) acknowledged Constantinople as second in patriarchal rank. In 1215, at the Fourth Lateran Council (op. cit., XXII, 991), this was formally admitted for the new Latin patriarch, and in 1439, at the Council of Florence, for the Greek patriarch (Hefele-Leclercq, Hist. des Conciles, II, 25-27). The Roman correctores of Gratian (1582), at dist. xxii, c. 3, insert the words: "canon hic ex iis est quos apostolica Romana sedes a principio et longo post tempore non recipit."

Roma tidak keberatan akan status Patriarkal Konstantinopel (sama seperti halnya Roma tidak keberatan atas status Patriarkal Yerusalem). Yang menjadi keberatan Roma hanya karena Konstantinopel diberi kehormatan melampaui Alexandria dan Antiokhia.

Sebagaimana yang dapat kita baca di NewAdvent tidak ada keberatan Roma mengenai status patriarkal Konstantinopel. Logikanya, tradisi Romawi sebagaimana ada dalam Decretum Gelasianum (yang sudah aku kutip sebelumnya) semua tahta utama Gereja harus memiliki hubungan dengan St. Petrus. Jadi kalau Roma berkeberatan dengan Konstantinopel seharusnya Roma juga keberatan dengan Yerusalem. Namun, keberatan hanya diarahkan kepada Konstantinopel karena Konstantinopel ditempatkan di no. 2 dan melampaui Alexandria dan Antiokhia.

Kalau seandainya Konstantinopel ditempatkan di no. 4 atau no. 5, Roma tidak akan bawel

DeusVult wrote:

Berbeda. Dalam surat menyurat pun tidak jarang Paus atau Patriarkh disebut sekedar Uskup atau bahkan imam (presbyterous).


Tapi di Chalcedon jelas-jelas tidak ada maksud bahwa penyebutan Leo sebagai seorang Archbishop itu bermaksud bahwa dia HANYALAH sekedar Archbishop. Berbeda dengan sikap Cardinal Humbert terhadap Michael Cerularius.


Kalau anggapan kamu benar, maka Humbert melanggar Kanon 21 Konsili Oikumene ke 8 yang diadakan untuk membereskan skisma Photius.

Berbeda dengan Chalcedon etc yang mungkin bermasalah, maka dalam Konsili ini tidak ada keberatan apapun dari Roma.

Tentang Konsili tersebut:
Fourth Council of Constantinople

Tentang Kanonnya:
http://www.piar.hu/councils/ecum08.htm
_________________
Sancta et catholica Ecclesia, quae est corpus Christi mysticum
- Konsili Oikumenis Vatikan II Orientalum Ecclesiorum art.2
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Fri, 15-04-2011 1:37 pm    Post subject: Reply with quote

Athanasios wrote:
Roma tidak keberatan akan status Patriarkal Konstantinopel (sama seperti halnya Roma tidak keberatan atas status Patriarkal Yerusalem). Yang menjadi keberatan Roma hanya karena Konstantinopel diberi kehormatan melampaui Alexandria dan Antiokhia.

Sebagaimana yang dapat kita baca di NewAdvent tidak ada keberatan Roma mengenai status patriarkal Konstantinopel. Logikanya, tradisi Romawi sebagaimana ada dalam Decretum Gelasianum (yang sudah aku kutip sebelumnya) semua tahta utama Gereja harus memiliki hubungan dengan St. Petrus. Jadi kalau Roma berkeberatan dengan Konstantinopel seharusnya Roma juga keberatan dengan Yerusalem. Namun, keberatan hanya diarahkan kepada Konstantinopel karena Konstantinopel ditempatkan di no. 2 dan melampaui Alexandria dan Antiokhia.

Kalau seandainya Konstantinopel ditempatkan di no. 4 atau no. 5, Roma tidak akan bawel


Ah, jadi paling tidak SEBELUM Constantinople IV (869AD) Constantinople telah diakui sebagai ke-Patriakrh-an dan pada konsili inilah posisi kedua bagi Constantinople diakui Roma.


Jadi yang jelas diketahui tanggalnya adalah pengakuan Roma terhadap posisi kedua Constantinople (yaitu 869AD, saat Konsili Ekumenis Constantinople IV).

Tanggal kapan ke-patriakrh-an Constantinople persis berdiri belum diketahui. Tapi paling tidak itu terjadi SEBELUM Constantinople IV (869AD).

Apakah 381 (ie. Constantionople I) bisa dijadikan tanggal berdirinya ke-patriakrh-an? Rasanya tidak. Memang dikatakan di CE, "Nor did Rome easily acknowledge this unjustifiable reordering of rank among the ancient patriarchates of the East." Tapi kata "Patriarchates" disitu tidak harus berarti bahwa pad saat itu Constantinople sudah menjadi ke-patriarkh-an menurut Roma. Bisa jadi si penulis CE menggunakan istilah "patriarchate" karena meng-antisipasi bahwa Constantinople memang kemudian menjadi sebuah ke-patriakrh-an.


Quote:
DeusVult wrote:

Berbeda. Dalam surat menyurat pun tidak jarang Paus atau Patriarkh disebut sekedar Uskup atau bahkan imam (presbyterous).


Tapi di Chalcedon jelas-jelas tidak ada maksud bahwa penyebutan Leo sebagai seorang Archbishop itu bermaksud bahwa dia HANYALAH sekedar Archbishop. Berbeda dengan sikap Cardinal Humbert terhadap Michael Cerularius.


Kalau anggapan kamu benar, maka Humbert melanggar Kanon 21 Konsili Oikumene ke 8 yang diadakan untuk membereskan skisma Photius.

Berbeda dengan Chalcedon etc yang mungkin bermasalah, maka dalam Konsili ini tidak ada keberatan apapun dari Roma.

Tentang Konsili tersebut:
Fourth Council of Constantinople

Tentang Kanonnya:
http://www.piar.hu/councils/ecum08.htm


Ya. Tampaknya Cardinal Humbert memang telah keliru.


Aku juga kurang aware mengenai isi dari Constantinople IV (869AD).
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
X



Joined: 22 Sep 2007
Posts: 387
Location: Di Hati Netter Ekaristi :P

PostPosted: Sun, 17-04-2011 12:42 am    Post subject: Reply with quote

Yah apa boleh buat mereka sudah menerima akibat ambisi pribadi Photius dan Caerularius.

Lalu sebenarnya St. Andreas mendirikan tahta apostolik, atau bukan? di beberapa account FB dikatakan kalau Rasul ini adalah pendiri kepatriakhan Rusia. Mohon penjelasan.

Boleh dibilang sebenarnya skisma ini hanyalaha ambisi pribadi agar Kepatriakhan Konstantiopel dipertimbangkan sebagai Primus Inter Pares yah? dengan menjual isu-isu Roti Tidak Beragi, Filioque, Purgatory dan lebih menghebohkan lagi Supremacy Paus Roma.

Selamat Memasuki Pekan Suci 2011
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Ruang Pengetahuan Dasar Iman Katolik All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Previous Next
Page 3 of 4

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17