FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

EENS [dulu topik "adilkah..."]    
Goto page: Previous Next

 
Post new topic   This topic is locked: you cannot edit posts or make replies.    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka
View previous topic :: View next topic  
Author Message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Fri, 15-01-2010 5:29 am    Post subject: Reply with quote

ragevize wrote:
Aku mau nyampaikan uneg-uneg sedikit..

Cara penyampaian yang tegas dan ketus memang sangat mudah disalah artikan sebagai tidak charitable, atau bahkan, disalahartikan memiliki paham yang bertentangan dengan ajaran Gereja.

Tapi bro AGP, kalau benar-benar membaca penjelasan DV, aku tidak melihat DV memiliki paham yang bertentangan dengan ajaran Gereja seperti Feeneyisme. Aku setuju dengan posisi ajaran DV, maupun Tony, dalam topik ini.

Kalau mau terus terang, aku sebenarnya tidak setuju dengan metode-metode tertentu ekaristi.org dalam mengajarkan iman Katolik seperti contohnya pengebanan (karena bagiku cara ini akan malah makin mengeraskan hati daripada melunakkan dan menggerakkan hati), atau bahasa yang terlampau ketus dan kaku - yang membuat para pengunjung tidak jarang memiliki rasa takut, atau bahkan antipati, terhadap forum ini, karena tidak berbau kasih. Apalagi kalau sudah menyentuh topik semacam EENS yang sangat sensitif.

Tapi harus aku akui, ekaristi.org memang ortodoks dalam hal iman Katolik, dan dalam hal tersebut, ekaristi.org sangat benar dalam menyampaikan ajaran Bunda Gereja Kudus dengan lurus (Two thumbs up for that).

Karena aku member yang cukup lama di sini, aku berusaha pengertian, kalau dibalik cara penyampaian ajaran Katolik di ekaristi.org yang ketus dan tidak lemah lembut, sebenarnya barang yang disampaikan itulah kasih. Dan harus diakui memang sulit bagi kebanyakan orang untuk melihat barang kasih kalau barang kasih tersebut tidak 'berbau' kasih.

Well, jadi, bagiku pribadi, kekurangan forum ini satu-satunya ialah cara penyampaian yang bisa melunakkan sehingga menggerakkan hati manusia kepada kebenaran daripada mengeraskan hati manusia dari kebenaran. Dengan kata lain, 'berbau' kasih juga kadang merupakan sesuatu yang patut kita semua umat Katolik perlu punyai, sekaligus tentu tetap menjadi penyampai kebenaran. Ini agar kita tidak malah membuat hati saudara-saudari mengeras dari kebenaran, dan sebaliknya melembut menuju kebenaran sejati.

But hey, kita semua juga sedang belajar, dan tidak mudah juga bagi kita semua untuk menggunakan berkat kesabaran, kelemahlembutan, kemurahan hati, yang juga merupakan unsur-unsur dari cinta kasih Katolik. Aku kira kita semua juga berusaha dalam hal ini.

Itu saja.

Selain dari itu, dalam hal posisi orthodoxy dalam iman, sudah sangat bagus. Keep up the good work on that guys. good Job

Just my two cents.


Bagaimana kalau dibuatkan forum "lunak hati?" Mau jadi moderatornya?


Ya ya, apa yang kamu ucapkan diatas bukan hal baru.


Tapi terus terang menurut pengalamanku aku tidak melihat bagaimana orang kalau dimanis-manisi bisa berubah. Biasanya justru dia tetap pada kesalahannya.
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
LovingStAnthony



Joined: 27 Nov 2006
Posts: 1963
Location: Jakarta

PostPosted: Fri, 15-01-2010 7:57 am    Post subject: Reply with quote

Mas AGP, salam hormat.
Thanks atas PM-nya. Saya sudah baca, tapi memutuskan tidak mereply.

Saya cuma ingin komentar sedikit atas komentar Anda atas tulisan Mgr. Fenton.
A Gentur Panuwun wrote:
Mgr Fenton wrote:
Terlebih, Kantor Kudus juga bersikeras atas perlunya iman yang adikodrati [supernatural] dan sejati pada setiap orang yang mendapatkan keselamatan abadi.


Iman adikodrati adalah iman yg dirahmatkan Allah kepada manusia dengan cara yg adikodrati (melebihi kodrat), syarat mutlak untuk semua orang yg selamat.

Iman adikodrati dirahmatkan kepada manusia yang mendapatkan keselamatan abadi.

A Gentur Panuwun wrote:
Quote:
Seorang manusia bisa [punya] ketidaktahuan yang tidak bisa diatasi [invincibly ignorance] akan Gereja Katolik, dan tetap diselamatkan oleh karena sebuah keinginan atau niatan implisit untuk masuk dan hidup kedalam masyarakat tersebut.


niatan implisit seperti dalam katekismus 1260:

bahwa orang-orang semacam itu memang menginginkan Pembaptisan, seandainya mereka sadar akan peranannya demi keselamatan.

Jadi: infact, mereka tidak menginginkan pembabtisan karena ketidaksadaran merek

Kalimatnya tidak bisa: "mereka tidak menginginkan...karena tidak sadar"

Ingat, kata Mgr Fenton dan surat Holy Office: para invincible ignorant punya keinginan implisit.

Kalau mereka tahu, mereka pasti menginginkannya.

Kalau mereka tidak tahu, kita tidak bisa bilang: mereka tidak mau atau mereka mau.

A Gentur Panuwun wrote:
Quote:
Tapi kalau dia selamat, dia mendapatkan Pandangan Kebahagiaan [Beatific Vision] sebagai orang yang telah mati dengan iman adikodrati [supernatural] yang asli.

Yup... sudah jelas, ya....

Iman adikodrati ini yang perlu dibahas...

A Gentur Panuwun wrote:
[
Quote:
Dia harus secara aktual dan secara eksplisit menerima beberapa kebenaran definitif tertentu yang telah diwahyukan secara adikodrati [supernatural] oleh Allah.

Secara aktual dan eksplisit, mau tidak mau, harus menerima kebenaran definitif tertentu yg diwahyukan secara adikodrati

Keinginan implisitnya mengandaikan dia pasti dan harus mau. Allah menawarkan rahmat, manusia menjawab: "Iya".

A Gentur Panuwun wrote:
Quote:
Dia harus menerima secara eksplisit dan tepat sebagai kebenaran yang diwahyukan eksistensi Allah sebagai Kepala dari tatanan adikodrati [supernatural] dan fakta bahwa Allah mengganjar yang baik dan menghukum kejahatan.

Inilah Wahyu Allah yg di rahmatkan kepada setiap manusia: eksistensi Allah sebagai Kepala dari tatanan adikodrati [supernatural] dan fakta bahwa Allah mengganjar yang baik dan menghukum kejahatan. Ini adalah minimal content of faith dari Rahmat Allah itu.

Bukan hanya itu, seperti tampak dari kutipan Mgr. Fenton yang kamu kutip di bawah.

A Gentur Panuwun wrote:
Quote:
Surat kita [ie. surat dari Kantor Kudus] secara jelas menyinggung dengan singkat akan perlunya [hal tersebut] ketika surat itu mengutip, dalam mendukung ajaran [yang dibawanya] mengenai perlunya iman adikodrati [supernatural] dalam semua yang terselamatkan, kata-kata dari Surat kepada umat Ibrani: "Karena dia yang datang kepada Allah harus mempercayai bahwa Allah itu ada dan [Dia] adalah pengganjar [hadiah] bagi mereka yang mencariNya."[10]


Minimum cintent of faith itu seperti ada dalam Surat kepada umat di Ibrani

Bukan hanya itu, seperti tampak dari kutipan Mgr. Fenton yang kamu kutip di bawah.

A Gentur Panuwun wrote:
Quote:
Sekarang banyak teolog yang mengajarkan bahwa kandungan eksplisit minimum dari iman yang adikodrati [supernatural] dan menyelamatkan termasuk, tidak hanya kebenaran akan eksistensi Allah dan tindakanNya sebagai Pengganjar yang baik dan Penghukum yang jahat, tapi juga misteri Trinitas dan Inkarnasi.


Diantara teolog itu adalah Rm Feeney dan kamu DV (kalau kamu seorang teolog)

Coba baca baris-baris setelah kalimat yang kamu kutip.

A Gentur Panuwun wrote:
Quote:
Harus dicatat bahwa pada titik ini tidak ada petunjuk niatan apapun dari Kantor Kudus, dalam mengutip teks dari Surat kepada umat Ibrani ini, untuk mengajarkan bahwa kepercayaan eksplisit dalam misteri Trinitas dan Inkarnasi tidak dipersyaratkan bagi pencapaian keselamatan.

Sudah jelas, bahwa pendapat teolog itu bukanlah ajaran Kantor Kudus

Nah, di sini letak salahnya, mas AGP.

Mgr. Fenton mengatakan bahwa Kantor Kudus justru TIDAK membantah pernyataan para teolog itu.

Lihat kalimat yang merah itu: Tidak ada petunjuk atau niat dari Kantor Kudus untuk mengajarkan bahwa kepercayaan eksplisit dalam misteri Trinitas dan Inkarnasi TIDAK dipersyaratkan bagi pencapaian keselamatan.

Jadi: Kantor Kudus, dengan mengutip Surat Ibrani, TIDAK mengatakan bahwa kepercayan eksplisit atas Trinitas dan Inkarnasi TIDAK dipersyaratkan untuk keselamatan.

Dua kali TIDAK = IYA.

A Gentur Panuwun wrote:
Quote:
Dalam konteks surat tersebut, Kongregasi Suci mengutip ayat [dari Surat kepada umat Ibrani] tepatnya sebagai bukti dari pernyataannya bahwa sebuah keinginan yang implisit akan Gereja tidak dapat menghasilkan efek tersebut [ie. efek masuk kedalam Gereja] "kecuali seseorang mempunyai iman yang adikodrati [supernatural]."


Dengan kata lain: Baptis keinginan hanya bila seseorang memenuhi iman adikodrati akan apa yg dtulis dalam Surat kepada umat Ibrani.

Surat Ibrani itu dikutip justru untuk memperlihatkan--sebagai bukti--bahwa keinginan implisit untuk bersatu dengan Gereja tidak dapat menghasilkan efek kecuali mempunyai iman yang adikodrati.

A Gentur Panuwun wrote:
Quote:
Namun, ajaran dari surat tersebut harus dilihat [dalam terang] ajaran Katolik lainnya. Dan adalah benar-benar merupakan bagian dari ajaran Katolik bahwa kebenaran-kebenaran terwahyukan yang mendasar harus diterima dan dipercayai secara eksplisit, meskipun ajaran-ajaran lain yang terkandung dalam deposito iman boleh, dalam keadaan tertentu dipercayai hanya dengan iman implisit


Holy Office menyatakan bahwa apa yg difirmankan itu harus dipercayai secara eksplisit. Namun itu tidak dapat dipisahkan dari ajaran katolik yg lain yg boleh dipercayai secara implisit: bahwa orang-orang semacam itu memang menginginkan Pembaptisan, seandainya mereka sadar akan peranannya demi keselamatan.

Itu dia, Kebenaran yang terwahyukan harus diterima dan dipercayai secara eksplisit.

Bagaimana kebenaran tersebut diterima secara eksplisit? Orang yang bersangkutan diberi oleh iman adikodrati.

A Gentur Panuwun wrote:
Quote:
meskipun ajaran-ajaran lain yang terkandung dalam deposito iman boleh, dalam keadaan tertentu dipercayai hanya dengan iman implisit. Iman yang sejati dan adikodrati [supernatural], harus kita ingat, bukanlah sekedar kesiapan untuk mempercayai, tapi sebuah kepercayaan aktual, penerimaan aktual atas ajaran-ajaran definitif yang secara aktual telah diwahyukan secara adikodrati [supernatural] oleh Allah kepada manusia, sebagai sesuatu yang benar.


Namun Holy Office mengingatkan kita (= yg benar2 tahu bahwa Gereja adalah satu-satunya sarana keselamatan... dst) bahwa minimum content of faith diatas (= iman dalam Surat kepada umat di Ibrani) bukanlah Iman sejati dan adikodrati.
Iman sejati dan adikodrati (iman Yesus Kristus, Injil dan GerejaNya) adalah kepercayaan yg aktual sebagai suatu yg benar.

Justru kalimat Anda yang merah itu berarti mengatakan bahwa semua orang yang selamat--yang diberi iman adikodrati--menerima kepercayaan yang aktual sebagai sesuatu yang benar, dan itu adalah iman akan Yesus Kristus, akan Injil, dan akan Gereja-Nya.

Berarti invincibile ignorant yang selamat pun menerima iman seperti itu bukan?

A Gentur Panuwun wrote:
Quote:
[11] Terlebih, iman yang adikodrati [supernatural] dan menyelamatkan ini adalah sebuah penerimaan atas ajaran-ajaran ini, bukan sebagai ajaran yang dapat dipastikan secara kodrati [natural], tapi justru karena [ajaran tersebut adalah] pernyataan yang diwahyukan, yang harus diterima atas otoritas Allah yang telah mewahyukannya kepada manusia......


ini adalah frase keterangan tambahan dari iman sejati dan adikodrati... sudah jelas.

Sudah jelas, bahwa invincible ignorant yang selamat pun pasti masuk sorga karena--akhirnya, hanya dengan cara yang diketahui oleh Allah--mengimani Yesus Kristus, Injil, dan Gereja-Nya--mengikuti kalimat Anda yang merah di atas. Iya nggak?

A Gentur Panuwun wrote:
Quote:
Kantor Kudus kemudian melanjutkan melawan apa yang mungkin merupakan kesalahan yang paling penting dan paling keras kepala dari kelompok Pusat St. Benediktus ketika [Kantor Kudus dalam suratnya] menjelaskan bahwa "keinginan ini tidak perlu selalu bersifat eksplisit, sebagaimana yang terdapat pada katekumen"; tapi "ketika seseorang pribadi terlibat dalam ketidaktahuan yang tidak bisa diatasi [invincible ignorance] Allah menerima juga suatu keinginan implisit, [yang dinamakan demikian] karena [keinginan implisit tersebut] termasuk didalam disposisi yang baik dari jiwa dimana seorang pribadi ingin kehendaknya diselaraskan kepada kehendak Allah."

Sudah jelas.
Bahwa mereka ini dianggap bergabung dengan Tubuh mistik Kristus, walaupun, faktanya, mereka tidak.

Kalau ngikutin kalimat mas AGP yang merah, "mereka ini" memang bergabung dengan Tubuh Mistik Kristus, bukan cuma "dianggap". Mereka kan--mengikuti kalimat Anda yang merah--memiliki "Iman sejati dan adikodrati (iman Yesus Kristus, Injil dan GerejaNya)." Hanya saja, kita kita tidak tahu bagaimana caranya.
_________________
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Fri, 15-01-2010 8:42 am    Post subject: Reply with quote

LovingStAnthony wrote:
Mas AGP, salam hormat.
Thanks atas PM-nya. Saya sudah baca, tapi memutuskan tidak mereply.

Saya cuma ingin komentar sedikit atas komentar Anda atas tulisan Mgr. Fenton.
A Gentur Panuwun wrote:
Mgr Fenton wrote:
Terlebih, Kantor Kudus juga bersikeras atas perlunya iman yang adikodrati [supernatural] dan sejati pada setiap orang yang mendapatkan keselamatan abadi.


Iman adikodrati adalah iman yg dirahmatkan Allah kepada manusia dengan cara yg adikodrati (melebihi kodrat), syarat mutlak untuk semua orang yg selamat.

Iman adikodrati dirahmatkan kepada manusia yang mendapatkan keselamatan abadi.


Actually ada juga orang yang diberi rahmat untuk memiliki iman adikodrati tapi tidak selamat. Aku adalah seseorang yang memiliki iman adikodrati. Aku percaya Allah dan semua yang diwahyukanNya sebagaimana diwartkan Gereja Katolik.

But katakanlah karena kelemahan fana-ku, aku berbuat cabul dengan wanita yang bukan istriku. Apakah karena perbuatan cabul-ku imanku hilang? Tidak. Aku tetap percaya Allah dan semua yang diwahyukanNya, termasuk bahwa berbuat cabul itu dosa. Tapi aku, karena kerelaanku sendiri tunduk... menundukkan diri... dalam belengu dosa.

Kalau aku mati sebelum bertobat, aku pasti 100% masuk neraka.


    CANON XXVIII.- If any one saith, that, grace being lost through sin, faith also is always lost with it; or, that the faith which remains, though it be not a lively faith, is not a true faith; or, that he, who has faith without charity, is not a Chris taught; let him be anathema.

    Kanon XXVIII. - Jika seseorang berkata bahwa rahmat yang hilang karena dosa, [maka] iman juga hilang [bersama rahmat itu]; atau bahwa iman yang masih ada, meskipun bukan iman yang hidup, bukanlah iman sejati; atau bahwa dia yang mempunyai iman [meskipun tanpa] kasih] bukanlah seseorang yang diajar oleh Kristus; biarlah dia terkutuk.



LovingStAnthony wrote:
Nah, di sini letak salahnya, mas AGP.

Mgr. Fenton mengatakan bahwa Kantor Kudus justru TIDAK membantah pernyataan para teolog itu.

Lihat kalimat yang merah itu: Tidak ada petunjuk atau niat dari Kantor Kudus untuk mengajarkan bahwa kepercayaan eksplisit dalam misteri Trinitas dan Inkarnasi TIDAK dipersyaratkan bagi pencapaian keselamatan.

Jadi: Kantor Kudus, dengan mengutip Surat Ibrani, TIDAK mengatakan bahwa kepercayan eksplisit atas Trinitas dan Inkarnasi TIDAK dipersyaratkan untuk keselamatan.


Rasanya tidak rugi menerjemahkan sebegitu panjangnya karena ada yang memahami detail-detail penting dari penjelasan +Fenton.


Sering masalahnya adalah yang detail-detail.




Penjelasan LovingStAnthony lainnya benar-benar menunjukkan orang yang sangat berhati-hati dengan kata-perkata dari sebuah tulisan.
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
LovingStAnthony



Joined: 27 Nov 2006
Posts: 1963
Location: Jakarta

PostPosted: Fri, 15-01-2010 8:50 am    Post subject: Reply with quote

DeusVult wrote:
LovingStAnthony wrote:
Mas AGP, salam hormat.
Thanks atas PM-nya. Saya sudah baca, tapi memutuskan tidak mereply.

Saya cuma ingin komentar sedikit atas komentar Anda atas tulisan Mgr. Fenton.
A Gentur Panuwun wrote:
Mgr Fenton wrote:
Terlebih, Kantor Kudus juga bersikeras atas perlunya iman yang adikodrati [supernatural] dan sejati pada setiap orang yang mendapatkan keselamatan abadi.


Iman adikodrati adalah iman yg dirahmatkan Allah kepada manusia dengan cara yg adikodrati (melebihi kodrat), syarat mutlak untuk semua orang yg selamat.

Iman adikodrati dirahmatkan kepada manusia yang mendapatkan keselamatan abadi.


Actually ada juga orang yang diberi rahmat untuk memiliki iman adikodrati tapi tidak selamat. Aku adalah seseorang yang memiliki iman adikodrati. Aku percaya Allah dan semua yang diwahyukanNya sebagaimana diwartkan Gereja Katolik.

But katakanlah karena kelemahan fana-ku, aku berbuat cabul dengan wanita yang bukan istriku. Apakah karena perbuatan cabul-ku imanku hilang? Tidak. Aku tetap percaya Allah dan semua yang diwahyukanNya, termasuk bahwa berbuat cabul itu dosa. Tapi aku, karena kerelaanku sendiri tunduk... menundukkan diri... dalam belengu dosa.

Kalau aku mati sebelum bertobat, aku pasti 100% masuk neraka.


    CANON XXVIII.- If any one saith, that, grace being lost through sin, faith also is always lost with it; or, that the faith which remains, though it be not a lively faith, is not a true faith; or, that he, who has faith without charity, is not a Chris taught; let him be anathema.

    Kanon XXVIII. - Jika seseorang berkata bahwa rahmat yang hilang karena dosa, [maka] iman juga hilang [bersama rahmat itu]; atau bahwa iman yang masih ada, meskipun bukan iman yang hidup, bukanlah iman sejati; atau bahwa dia yang mempunyai iman [meskipun tanpa] kasih] bukanlah seseorang yang diajar oleh Kristus; biarlah dia terkutuk.

DV,

Tentu saya tidak akan sebodoh itu memahami bahwa orang setelah menerima rahmat pengudus tidak akan bisa berbuat dosa lagi. Saya tahu persis soal ini--saya sudah cukup lama di Ekaristi.Org Ketawa.

Saya cuma menekankan hal yang nanti tampak "tidak" konsisten dalam penjelasan mas AGP selanjutnya.

DeusVult wrote:
LovingStAnthony wrote:
Nah, di sini letak salahnya, mas AGP.

Mgr. Fenton mengatakan bahwa Kantor Kudus justru TIDAK membantah pernyataan para teolog itu.

Lihat kalimat yang merah itu: Tidak ada petunjuk atau niat dari Kantor Kudus untuk mengajarkan bahwa kepercayaan eksplisit dalam misteri Trinitas dan Inkarnasi TIDAK dipersyaratkan bagi pencapaian keselamatan.

Jadi: Kantor Kudus, dengan mengutip Surat Ibrani, TIDAK mengatakan bahwa kepercayan eksplisit atas Trinitas dan Inkarnasi TIDAK dipersyaratkan untuk keselamatan.


Rasanya tidak rugi menerjemahkan sebegitu panjangnya karena ada yang memahami detail-detail penting dari penjelasan +Fenton.


Sering masalahnya adalah yang detail-detail.




Penjelasan LovingStAnthony lainnya benar-benar menunjukkan orang yang sangat berhati-hati dengan kata-perkata dari sebuah tulisan.

good Job
_________________


Last edited by LovingStAnthony on Fri, 15-01-2010 8:51 am; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message
mf inge



Joined: 18 May 2009
Posts: 69

PostPosted: Fri, 15-01-2010 11:26 am    Post subject: Reply with quote

LovingStAnthony wrote:
Awam itu maksudnya kamu?


eit, kamu juga awam! iya kan??


LovingStAnthony wrote:

Iya, kalau seorang awam mengikuti uskup yang bidah, dia bisa bidah. Tapi, kalau seorang awam mengikuti dogma gereja yang tak dapat sesat, ia tidak sesat ketika menulis sesuai apa yang tercantum dalam dogma itu.


jadi menurut kamu saya termasuk awam golongan pertama ya. saya hanya mengikuti kebenaran dalam tulisan Kardinal dan Uskup, bidahkah saya??

hmm, apakah menurut kamu (LovingStAnthony) Kardinal Tauran dan Uskup yang dikutip AGP itu bidah???
please jawab dengan : ya atau tidak

oh ya, saya sungguh2 bertanya dan jangan kamu balik nanya saya, karena kalau sama2 nanya ... trus siapa yang akan jawab Smile


LovingStAnthony wrote:
Intinya tetap sama dengan KGK 771. Gereja itu satu, terdiri atas unsur manusiawi dan ilahi. Ini tidak berarti ada 2 gereja.


ya jelas lah, hanya ada 1 Gereja dalam kebenaran dari semula sampai kiamat : GK.


LovingStAnthony wrote:
Nih kutipannya kalo gak percaya: "Gereja sekaligus bersifat manusiawi dan ilahi, kelihatan namun penuh kenyataan yang tak kelihatan"

Di atas kalimat itu masih ada: "Kedua aspek itu merupakan satu kenyataan yang kompleks, dan terwujud karena perpaduan unsur manusiawi dan ilahi (LG 8)."

Masih mau nambah? Baca sendiri, pelan-pelan, pelan-pelan, pelan-pelan...


anggap saja reading comprehensif saya payah, tolong jelaskan apa yang dimaksud dengan unsur Ilahi dalam Gereja. mohon pencerahannya. thanks.
Back to top
View user's profile Send private message
LovingStAnthony



Joined: 27 Nov 2006
Posts: 1963
Location: Jakarta

PostPosted: Fri, 15-01-2010 12:16 pm    Post subject: Reply with quote

Inge.. Ketawa (mas or mbak?)
mf inge wrote:
LovingStAnthony wrote:
Awam itu maksudnya kamu?


eit, kamu juga awam! iya kan??

Awam dong. Saya dulu pernah mau ngaku uskup di forum ini, tapi untung gak jadi Ketawa


mf inge wrote:
LovingStAnthony wrote:

Iya, kalau seorang awam mengikuti uskup yang bidah, dia bisa bidah. Tapi, kalau seorang awam mengikuti dogma gereja yang tak dapat sesat, ia tidak sesat ketika menulis sesuai apa yang tercantum dalam dogma itu.


jadi menurut kamu saya termasuk awam golongan pertama ya. saya hanya mengikuti kebenaran dalam tulisan Kardinal dan Uskup, bidahkah saya??

Jelas, tidak sesederhana itu. Paling tidak kamu menyuarakan ke-bidah-an dia. Intinya, mari kita belajar bersama di Ekaristi.Org.

mf inge wrote:
hmm, apakah menurut kamu (LovingStAnthony) Kardinal Tauran dan Uskup yang dikutip AGP itu bidah???
please jawab dengan : ya atau tidak

Saya tidak memperhatikan dengan jelas "kutipan uskup" dari mas AGP.
Tapi kalau yang dari Kardinal Tauran, dari sepembacaan saya, sama sekali tidak. Saya sudah menjelaskannya di page....(lupa Ketawa, silakan cari sendiri). Kalau tidak salah, dia cuma bicara dalam konteks dialog dan toleransi, tidak ngomongin EENS. Tapi, ucapan atau tulisan kardinal atau uskup bukanlah suatu pernyataan tak dapat sesat. Jadi, kalau kamu menafsirkan ucapannya bertentangan dgn dogma EENS, kamu sudah tahu yang mana yang harus didengar.

mf inge wrote:
oh ya, saya sungguh2 bertanya dan jangan kamu balik nanya saya, karena kalau sama2 nanya ... trus siapa yang akan jawab Smile

Mari sama-sama belajar.

mf inge wrote:
LovingStAnthony wrote:
Intinya tetap sama dengan KGK 771. Gereja itu satu, terdiri atas unsur manusiawi dan ilahi. Ini tidak berarti ada 2 gereja.


ya jelas lah, hanya ada 1 Gereja dalam kebenaran dari semula sampai kiamat : GK.

Tampaknya sampai sesudah kiamat juga, deh...

mf inge wrote:
LovingStAnthony wrote:
Nih kutipannya kalo gak percaya: "Gereja sekaligus bersifat manusiawi dan ilahi, kelihatan namun penuh kenyataan yang tak kelihatan"

Di atas kalimat itu masih ada: "Kedua aspek itu merupakan satu kenyataan yang kompleks, dan terwujud karena perpaduan unsur manusiawi dan ilahi (LG 8)."

Masih mau nambah? Baca sendiri, pelan-pelan, pelan-pelan, pelan-pelan...


anggap saja reading comprehensif saya payah, tolong jelaskan apa yang dimaksud dengan unsur Ilahi dalam Gereja. mohon pencerahannya. thanks.

Saya sama sekali tidak menganggap reading-mu payah. Cuma mungkin kurang pelan-pelan saja. Saya juga sering kurang berhati-hati dalam membaca dan menulis. Itu manusiawi good Job.

Mohon pencerahan? Sebenarnya, KGK 770-776 sudah menjelaskannya.

Mungkin kita kembali ke sumber yang primer saja: Alkitab. Di dalam Alkitab, antara lain tercantum:

    Efesus 1
    1:23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.

    Efesus 5
    5:30 karena kita adalah anggota tubuh-Nya.

    Kolose 1
    1:18 Ialah [Kristus] kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.
    1:24 Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat.


Gereja--LAI menerjemahkan jemaat--adalah Tubuh Kristus, karena Kristus adalah Kepalanya. Selain itu, dalam Alkitab, ada sebutan lain untuk Gereja: Mempelai Kristus. Intinya, dari kutipan Alkitab itu: ada persatuan antara kepala dan tubuh, antara Kristus dan Gereja-Nya.

Kompendium Katekismus Gereja Katolik 157:
    Kristus adalah "Kepala Tubuh, yaitu Gereja" (Kol. 1:18). Gereja hidup dari Dia, di dalam Dia, dan untuk Dia. Kristus dan Gereja membentuk "Seluruh Kristus" (Santo Agustinus), "Kepala dan anggota-anggota membentuk pribadi mistik yang satu dan sama" (Santo Thomas Aquinas).


Kutipan KKGK juga menunjukkan persatuan yang erat itu ditambah tulisan Agustinus dan Thomas Aquinas.

Katekismus Gereja Katolik 772 (saya pake versi Inggris):
    It is in the Church that Christ fulfills and reveals his own mystery as the purpose of God's plan: "to unite all things in him."St. Paul calls the nuptial union of Christ and the Church "a great mystery." Because she is united to Christ as to her bridegroom, she becomes a mystery in her turn. Contemplating this mystery in her, Paul exclaims: "Christ in you, the hope of glory."


Apa makna persatuan yang erat itu? Jawabannya: di dalam Gereja, Kristus menggenapi dan mewahyukan misteri-Nya sebagai tujuan rencana Allah, "untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi." (Ef 1:10). Inti dari apa yang diwahyukan-Nya di dalam Gereja adalah rahmat pengampunan dosa dan pembenaran yang disempurnakan dengan wafat dan kebangkitan-Nya. Ia kini ingin membagikan rahmat itu kepada semua orang melalui Gereja, yang adalah Tubuh-Nya. Rahmat inilah yang "dikandung" dan ingin dikomunikasikan Gereja kepada semua orang. Rahmat itu adalah rahmat Kristus (Sang Kepala), tetapi diberikan kepada Gereja (Tubuh Kristus) untuk disalurkan kepada semua orang (yang mau diselamatkan)--dan itulah rencana keselamatan Allah.

    KGK 774: The Church, then, both contains and communicates the invisible grace she signifies.


Semoga ini bisa menjawab pertanyaan kamu apa yang dimaksud dengan "unsur ilahi" dalam Gereja.
_________________


Last edited by LovingStAnthony on Fri, 15-01-2010 12:24 pm; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message
m2us



Joined: 26 Jan 2008
Posts: 1734
Location: Roman Catholic Church

PostPosted: Fri, 15-01-2010 12:35 pm    Post subject: Reply with quote

@mf Inge

Penjelasan LSA sudah sangat jelas dan detail, saya hanya mau menambahkan yang sederhana saja.

Sebenarnya unsur Ilahi dalam Gereja sudah bisa dilihat dari sakramen-sakramennya, misalnya sakramen tobat, ada pengampunan dosa, jadi siapa yang bisa mengampuni dosa kalau bukan Allah sendiri. Kemudian sakramen Ekaristi, siapa yang dikorbankan dalam hal ini, bukankah Yesus sang Allah sendiri?

rgds,
m2us
_________________
JEZU, UFAM TOBIE
KS,KGK, KHK
ekklhsiai kaq olhv
Back to top
View user's profile Send private message
A Gentur Panuwun
== BANNED ==




Joined: 15 Jun 2006
Posts: 1357
Location: Borneo Island.......

PostPosted: Fri, 15-01-2010 7:39 pm    Post subject: Reply with quote

A Gentur Panuwun, sebaiknya jawab dulu apakah materi yang sebelumnya adalah buah pikiran Tertarik.


Ingat, kamu dilarang mengepost buah pikiran Tertarik.



DeusVult
Moderator Ekaristi.org

_________________
CREDO IN UNUM DEUM
Back to top
View user's profile Send private message MSN Messenger
mudamandiri



Joined: 09 Jan 2009
Posts: 354
Location: Surabaya

PostPosted: Fri, 15-01-2010 9:06 pm    Post subject: Reply with quote

Maaf.. maaf.. anggap saja saya kurang paham benar dengan diskusi ini (memang kurang paham).. mau bertanya sedikit sesuai konteks dibawah ini..

Quote:
Edit

DeusVult
moderator ekaristi.org


ada seorang pemuda dari suku yang sangat terkucil, tidak ada misionaris yg bisa menjangkau, sangat2 terkucil.. ia hanya menaati hukum adat yg berlaku di wilayahnya.. biasanya suku terpencil ini hukum adatnya lebih ke keselarasan terhadap alam.
Atau contoh lain, pada waktu masa kerajaan-kerajaan di Indonesia (dimana belum ada misionaris, maupun pengaruh agam islam) dimana umumnya masyarakatnya murni menganut Hindu.
Tentu-nya mereka tidak pernah mendengar pembaptisan, injil, trinitas, Yesus, trinitas, ajaran Gereja, dll..

Mungkin bisa menjadi awal mengurangi kesalahpahaman, menurut teman2 (Mod DV, Pak AGP, Mod Tony, Pak LSA).
Selamatkah orang2 ini?
Masuk menjadi bagian Gereja - Tubuh Mistik Kristus / Gereja Kristus-kah orang2 ini?


Note : memang benar bagi member yg kurang mengerti akan sangat sulit mengikutinya (salah satunya saya sendiri). Namun saya lihat (opini saja) sepertinya ada kesalahpahaman mengenai detail2 tertentu (pinjam istilah Mod DV) dalam diskusi..
_________________
Salam domba.


Last edited by mudamandiri on Fri, 15-01-2010 9:07 pm; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message
ceceps01



Joined: 19 Feb 2007
Posts: 1432

PostPosted: Fri, 15-01-2010 9:58 pm    Post subject: Reply with quote

LG 16 paragraf I mengatakan:
Quote:
.......Sebab mereka yang tanpa bersalah tidak mengenal Injil Kristus serta Gereja-Nya, tetapi dengan hati tulus mencari Allah, dan berkat pengaruh rahmat berusaha melaksanakan kehendak-Nya yang mereka kenal melalui suara hati dengan perbuatan nyata, dapat memperoleh keselamatan kekal


Apa arti tulus mencari Allah?

Kalimat ini menuntut syarat yg sangat berat supaya seseorang bisa dikatakan invincible ignorant.

Seperti ayat ini :

Indonesia Katolik -Terjemahan Baru   © Ekaristi dot Org
Matius  10:37Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.
Matius  10:38Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.


Last edited by ceceps01 on Fri, 15-01-2010 10:10 pm; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   This topic is locked: you cannot edit posts or make replies.    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Previous Next
Page 34 of 36

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17