FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Apologi atas Allah Putra: Kontra Unitarian    

 
Post new topic   This topic is locked: you cannot edit posts or make replies.    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka
View previous topic :: View next topic  
Author Message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Mon, 01-06-2009 5:09 pm    Post subject: Apologi atas Allah Putra: Kontra Unitarian Reply with quote

VERSI AWAL!! NANTI AKAN ADA REVISI! AKU TAMPILKAN DENGAN HARAPAN BEBERAPA MATERI BISA DIGUNAKAN SESEGERA MUNGKIN UNTUK MEMBANTU DALAM BERAPOLOGI.


Dulu nowoahmad2 me-link-kan suatu artikel dari seorang unitarian bernama Frans Donald. Tulisan asli Frans Donald bisa dibaca di blog-nya


Aku sempat jawab sebagian. Kali ini akan aku jawab seutuhnya.


Berikut copy/paste tulisan si unitarian (ie. Frans Donald).




===============================================

Wednesday, May 9, 2007

Menjawab Doktrin Trinitas


Tanya-jawab ini ditulis (dalam perspektif Alkitab) guna menjawab klaim-klaim Doktrin Trinitas/Tritunggal hasil rumusan dari konsili-konsili Gereja yang sarat tekanan dan kepentingan politik tahun 300-400an Masehi, yang menyatakan bahwa: Allah yang Sejati terdiri dari tiga pribadi (Allah Bapa, Allah Anak/Yesus, dan Allah Roh Kudus) yang satu dalam hakikat. Dalam Catholic Encyclopedia diterangkan: "Tritunggal adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan doktrin utama agama Kristen. Sang Bapa adalah Allah, Sang Anak (Yesus) adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah, …dalam Tritunggal ini … pribadinya sama kekal dan setara, semuanya tidak diciptakan dan Mahakuasa".

Hasil rumusan doktrin Trinitas/Tritunggal telah menjadikan Yesus sebagai AllahSejati. Tampaknya itulah yang menjadi pemicu pergulatan dan pertikaian teologi mengenai keilahian Yesus Kristus selama ribuan tahun. Alkitab, oleh para penerus doktrin Trinitas, dianggap mengandung ayat-ayat yang membuktikan bahwa doktrin Trinitas itu Alkitabiah adanya. Sebaliknya kaum Unitarian atau kaum AntiTrinitas justru punya pemahaman yang berbeda, Trinitas dipandang sebagai tidak Alkitabiah!

Penulis (seorang Unitarian) ingin mengajak pembaca untuk bersama-sama menjawab klaim-klaim Trinitarian serta ingin membuktikan secara Alkitabiah bahwa doktrin Trinitas yang menyatakan Yesus sebagai AllahSejati (Pribadi kedua dari Allah Trinitas) itu benar-benar perlu dikaji ulang keabsahannya. Semoga tulisan ini berguna bagi setiap orang yang membacanya!



"Menjawab Trinitas"

Perihal ke-allah-an Yesus Kristus



Yohanes 1:1
Klaim Trinitarian:
Pada Frase terakhir ayat ini menyatakan bahwa Firman [yang mengacu pada Yesus] itu adalah Allah. Bukankah itu berarti Yesus sama dengan Allah?

Jawab: Istilah kata "Allah/allah" dalam Alkitab merupakan padanan kata elohyim (Ibrani), theos (Yunani), God (Inggris). Sebagai catatan: dalam bahasa Ibrani [teks asli Alkitab] tidak ada pembedaan huruf besar-kecil. Jadi Allah dan allah sama saja, tidak ada bedanya. Istilah "allah" [elohyim / theos] dalam Alkitab bisa berarti dua macam makna:

Pertama, "allah" menunjuk pada 'allah sejati' [The True God] yaitu Bapa / Yahweh, satu-satunya Allah yang benar (Yohanes 17:3).

Kedua, "allah" yang tertulis dalam Alkitab juga bisa berarti 'mahluk-mahluk ilahi/sorgawi' atau divinity (bukan menunjuk pada Allah Sejati). Seperti halnya kata theos di Yoh 1:1 yang oleh LAI diterjemahkan sebagai "allah" (Firman itu adalah Allah) tidak dengan sendirinya menunjuk kepada Allah Sejati, karena kata "allah" [elohyim/theos] di Alkitab digunakan secara umum dalam pengertian mahluk ilahi/sorgawi, atau bahkan nabi dan raja yang secara fungsional menjadi utusan Allah Sejati juga bisa disebut sebagai "allah", sebagaimana tertulis dalam:

Keluaran 7:1. Musa, sebagai nabi/juru bicara/utusan dari Allah Sejati, dia juga disebut "allah"[elohyim].

Mazmur 82:6. Mahluk-mahluk sorgawi juga disebut sebagai "allah"[elohyim].

Ibrani 1:8 yang MENGUTIP Mazmur 45:7-8 yang berbicara tentang pernikahan raja ("…Tahtamu ya Allah…") dalam PerjanjianLama, raja juga disebut "allah/elohyim" (dalam arti 'hakim' atau orang yang diagungkan/sangat dihormati).

Yesaya 9:5, "Seorang anak telah lahir …namanya disebutkan orang Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, …". Ayat ini berbicara mengenai anak raja Ahaz dan juga bisa ditafsirkan sebagai nubuatan yang mengacu kepada Yesus. Anak Ahaz disebut orang sebagai Allah yang Perkasa (karena di dalam anak itu Allah-Yahweh menyatakan kehadiran dan pertolongan-Nya).

Yohanes 10:35 menegaskan bahwa 'penerima dan pembawa' Firman [kepada siapa Firman itu disampaikan] bisa disebut sebagai "allah" juga.
Nah, dengan demikian kita bisa memahami bahwa DI DALAM ALKITAB: Musa disebut allah, para malaikat disebut para allah, raja juga disebut allah, anak raja Ahaz juga disebut allah, Penerima & Pembawa Firman juga disebut allah. Maka tidak masalah jika Yesus [sebagai Penerima & Pembawa Firman, yang bergelar ho logos, Sang Firman] kemudian di Yoh 1:1 bisa juga disebut sebagai "allah" (kai theos en ho logos, sang firman adalah allah). Dan bisa dipahami, bahwa sekalipun Musa, mahluk-mahluk sorgawi, raja, anak raja, dan penerima-pembawa Firman [termasuk Yesus], mereka semua bisa disebut sebagai "allah", tetapi mereka semua tentu bukanlah AllahSejati.

Dalam Yohanes 1:1 terjemahan Indonesia (LAI) kita jumpai ada dua kata "allah", di frase kedua dan ketiga. Tanpa meneliti bahasa Yunaninya, maka pembacanya sering menangkap "allah" pada frase kedua dan ketiga dianggap sama. Namun, kalau kita meneliti bahasa aslinya, tampak jelas sekali bahwa "allah" pada frase "Firman itu bersama dengan Allah" mengandung perbedaan makna dengan "allah" pada frase "Firman itu adalah Allah".

Untuk lebih jelasnya, mari kita pahami Yohanes 1:1 dalam bahasa aslinya, Yunani:
a) "en arkhe en ho logos" (pada mulanya adalah sang firman)
b) "kai ho logos en pros ton theon" (sang firman itu bersama-sama dengan sang allah/the god)
c) "kai theos en ho logos" (sang firman itu adalah allah)

Di bahasa Yunaninya, untuk "allah" pada frase b) dan frase c) tertulis berbeda: 'ton theon' dan 'theos'. Yang pertama memakai kata sandang, sementara yang kedua tidak. Di sini ada kesenjangan makna yang fatal antara bahasa Yunani dan bahasa Indonesia jika tidak dipahami artinya.
Bahasa Yunani "theos" bisa bermakna sebagai kata benda dan bisa juga mengacu sebagai kata sifat. "ton" adalah kata sandang. Jadi "ton theon" (di Yohanes 1:1b) berarti The God atau Sang Allah, mengacu pada Allah Sejati. Akan tetapi, tanpa kata sandang "ton" maka "theos" (di Yohanes 1:1c) bisa berarti suatu "sifat ilahi" (a god). Sebagai perbandingan kata, sama halnya seperti 'si manis' tidak sama artinya dengan 'manis'. Tambahan kata sandang "si" membuat "si manis" menjadi kata benda, tetapi tanpa "si" maka "manis" adalah kata sifat.

Dengan pemahaman yang lazim, "theos" dalam penggalan Yohanes 1:1c (firman itu adalah allah; kai theos en ho logos) memiliki arti yang berbeda dengan "ton theon" dalam penggalan kedua (firman itu bersama-sama dengan allah; kai ho logos en pros ton theos). Penggalan Yohanes 1:1c terjemahan Indonesia yang saat ini terbaca "Firman itu adalah Allah", sebenarnya lebih tepat dipahami sebagai: "Firman itu adalah ilahi" atau "firman itu bersifat ilahi".

Dalam berbagai terjemahan bahasa Inggris, Yohanes 1:1c menjadi sangat jelas bahwa Firman itu adalah suatu allah (a god, bersifat ilahi) - The word was a god. Namun, sayangnya banyak kaum Trinitarian mengklaim bahwa yang menterjemahkan frase terakhir Yohanes 1:1 "The Word was a god" itu hanyalah Alkitab New World Translation milik sekte Saksi Yehuwa [yang dianggap sesat], sementara Alkitab lainnya menerjemahkan sebagai The word was God (sang firman adalah Allah[sejati]). Tetapi argumentasi serta penyangkalan tersebut ternyata tidaklah benar, karena ternyata Yohanes 1:1c di dalam banyak versi Alkitab justru semakin jelas mencatat bahwa "sang firman itu adalah suatu allah/bersifat ilahi [a god/divine]", sama sekali bukan "sang firman itu adalah Allah sejati [the god]". Bukti-bukti akurat tersebut di antaranya tercatat dalam banyak sekali terjemahan berbagai versi Alkitab berikut ini:

"and the word was a god" (Newcome, 1808)
"the Word was God’s" (Crellius,as quoted in The New Testament in an Improved Version)
"and the Word was a divine being." (La Bible du Centenaire, L’Evangile selon Jean, by Maurice Goguel,1928)
"the Logos was a god (John Samuel Thompson, The Montessoran; or The Gospel History According to the Four Evangelists, Baltimore; published by the translator, 1829)
"the Word was divine" (Goodspeed’s An American Translation, 1939)
"the word was a god." (Revised Version-Improved and Corrected)
"and god[-ly/-like] was the Word." (Prof. Felix Just, S.J. - Loyola Marymount University)
"the Logos was divine" (Moffatt’s The Bible, 1972)
"the Word was God*[ftn. or Deity, Divine, which is a better translation, because the Greek definite article is not present before this Greek word] (International English Bible-Extreme New Testament, 2001)
"and the Word was a god" (Reijnier Rooleeuw, M.D. -The New Testament of Our Lord Jesus Christ, translated from the Greek, 1694)
"[A]s a god the Command was" (Hermann Heinfetter, A Literal Translation of the New Testament,1863)
"The Word was a God" (Abner Kneeland-The New Testament in Greek and English, 1822)
"[A]nd a God (i.e. a Divine Being) was the Word" (Robert Young, LL.D. (Concise Commentary on the Holy Bible [Grand Rapids: Baker, n.d.], 54). 1885)
"the Word was a god" (Belsham N.T. 1809)
"And the logos was a god" (Leicester Ambrose, The Final Theology, Volume 1, New York, New York; M.B. Sawyer and Company, 1879)
"the Word was Deistic [=The Word was Godly] (Charles A.L. Totten, The Gospel of History, 1900)
"[A]nd was a god" (J.N. Jannaris, Zeitschrift fur die Newtestameutlich Wissencraft, (German periodical) 1901, International Bible Translators N.T. 1981)
"[A] Divine Person." (Samuel Clarke, M.A., D.D., rector of St. James, Westminster, A Paraphrase on the Gospel of John, London)
"a God" (Joseph Priestley, LL.D., F.R.S. [Philadelphia: Thomas Dobson, 1794], 37).)
"a God" (Lant Carpenter, LL.D (in Unitarianism in the Gospels [London: C. Stower, 1809], 156).)
"a god" (Andrews Norton, D.D. [Cambridge: Brown, Shattuck, and Company, 1833], 74).)
"a God" (Paul Wernle,(in The Beginnings of Christianity, vol. 1, The Rise of Religion [1903], 16).)
"and the [Marshal] [Word] was a god." (21st Century Literal)
[A]nd (a) God was the word" (George William Horner, The Coptic Version of the New Testament, 1911)
"[A]nd the Word was of divine nature" (Ernest Findlay Scott, The Literature of the New Testament, New York, Columbia University Press, 1932)
[T]he Word was a God" (James L. Tomanec, The New Testament of our Lord and Savior Jesus Anointed, 1958)
"The Word had the same nature as God" (Philip Harner, JBL, Vol. 92, 1974)
"And a god (or, of a divine kind) was the Word" (Siegfried Schulz, Das Evangelium nach Johannes, 1975)
"and godlike sort was the Logos" (Johannes Schneider, Das Evangelium nach Johannes, 1978)
"the Word was a divine Being" (Scholar’s Version-The Five Gospels, 1993)
"The Divine word and wisdom was there with God, and it was what God was" (J. Madsen, New Testament A Rendering , 1994)
"a God/god was the Logos/logos" (Jurgen Becker, Das Evangelium nach Johannes, 1979)
"The Word/word was itself a divine Being/being." (Curt Stage, The New Testament, 1907)
"the Word was of divine kind" (Lyder Brun (Norw. professor of NT theology), 1945)
"was of divine Kind/kind" (Fredrich Pfaefflin, The New Testament, 1949)
"godlike Being/being had the Word/word" (Albrecht, 1957)
"the word of the world was a divine being" (Smit, 1960)
"God(=godlike Being/being) was the Word/word" (Menge, 1961)
"divine (of the category divinity)was the Logos" (Haenchen (tr. By R. Funk), 1984)
"And the Word was divine." (William Temple, Archbishop of York, Readings in St. John’s Gospel, London, Macmillan & Co.,1933)
The Word of Speech was a God" (John Crellius, Latin form of German, The 2 Books of John Crellius Fancus, Touching One God the Father, 1631)
"the word was with Allah[God] and the word was a god" (Greek Orthodox /Arabic Calendar, incorporating portions of the 4 Gospels, Greek Orthodox Patriarchy or Beirut, May, 1983)
"And the Word was Divine" (Ervin Edward Stringfellow (Prof. of NT Language and Literature/Drake University, 1943)
"and the Logos was divine (a divine being)" (Robert Harvey, D.D., Professor of New Testament Language and Literature, Westminster College, Cambridge, in The Historic Jesus in the New Testament, London, Student Movement Christian Press1931)
‘the word was a divine being.’ (Jesuit John L. McKenzie, 1965, wrote in his Dictionary of the Bible: "Jn 1:1 should rigorously be translated . . . ‘the word was a divine being.’)
"In a beginning was the Word, and the Word was with the God, and a god was the Word." (Interlineary Word for Word English Translation-Emphatic Diaglott)

Kesimpulan: Frase "Firman itu adalah Allah" di Yohanes 1:1c tidak bermakna bahwa Yesus itu adalah Allah Sejati. Yohanes 1:1 tidaklah tepat untuk dijadikan dasar ayat guna membuktikan seolah-olah Yesus itu adalah AllahSejati (The true God) seperti klaim kaum Trinitarian. Yohanes 1:1 samasekali tidak menerangkan bahwa Yesus itu adalah Allah sejati/The true God. "Firman itu adalah Allah" (kai theos en ho logos) hanya akan tepat dipahami sebagai "sang firman itu adalah suatu allah/mahluk yang bersifat ilahi".

Filipi 2:6
Klaim Trinitarian:
Yesus, oleh Paulus, disebut "dalam rupa Allah". Bukankah itu artinya Yesus adalah AllahSejati?

Jawab: Terjemahan LAI untuk Filipi 2:6 adalah "(Yesus) yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah sebagai milik yang harus dipertahankan". Penulis kitab Filipi adalah Paulus. Apakah benar Paulus menganggap Yesus setara dengan Bapa/Yahweh? Paulus tegas mengatakan bahwa "hanya ada satu Allah yaitu Bapa"(1korintus 8:6), dan kata Paulus, Bapa itu adalah Allah dari Yesus Kristus (Allah-nya Yesus). Hal itu tertulis di surat Paulus kepada jemaat Efesus: "..the God and father of our lord Jesus Christ [Sang Allah dan Bapa-nya tuan kita Yesus kristus]" (Efesus 1:3, bdkn Efesus 1:17).

Membandingkan dengan terjemahan bahasa Inggris akan tampak jelas bahwa Filipi 2:6 terjemahan LAI ternyata kurang tepat. Dalam Revised Stamdard Version dikatakan: "..thought it not robbery to be equal with God". Jadi terjemahan bahasa Indonesia oleh LAI sangat tidak tepat, karena sebenarnya samasekali tidak ada kata dipertahankan, melainkan yang ada kata perampasan (robbery). Maka terjemahan yang benar seharusnya: "..(Yesus) yang dalam bentuk ilahi, tidak memikirkan perampasan untuk menjadi setara dengan Allah". Kalau dibaca keseluruhan Filipi 2:5-11 mengungkapkan ketaatan dan kerendahan hati Yesus kepada Allah.

Paulus tidak menyebut Yesus sebagai Allah! Hal itu juga ditegaskan oleh Pembina Penerjemahan Alkitab dari Lembaga Alkitab Indonesia, Hortensius F. Mandaru, SSL, mengatakan: "Paulus tidak pernah menyebut Yesus kristus sebagai Allah!" (Crescendo 323, 2007, hlm. 49).

Yohanes 10:30
Klaim Trinitarian:
Di ayat ini Yesus berkata "Aku dan Bapa adalah satu". Satu artinya satu hakikat, berarti Yesus itu ya AllahSejati karena satu hakikat dengan Bapa.

Jawab: Apakah ayat itu semata-mata harus mutlak ditafsirkan bahwa Yesus dan Bapa [Allah] adalah satu hakikat? Tidak demikian. Memahami kata 'satu' di Yoh 10:30 tentu tidak bisa lepas dari konteks Yoh 10:25 [ayat sebelum Yoh 10:30] yang berbicara soal Yesus melakukan pekerjaan-pekerjaan dalam nama Bapa/Allah. Kata 'satu' tersebut sama halnya ketika Yesus memohon pada Bapa dalam Yoh 17:11, 21-23: "…Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku, supaya mereka menjadi satu sama seperti kita". Ayat 21: "supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau ya Bapa, di dalam aku dan aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam kita, ..". Ayat 22-23: "…supaya mereka menjadi satu, sama seperti kita adalah satu: Aku di dalam mereka, dan Engkau di dalam aku, supaya mereka sempurna menjadi satu …".

Dapat dipahami dengan tepat, makna kata 'satu' sesuai konteksnya adalah : Satu pekerjaan [baca Yoh 10:25 Yesus melakukan pekerjaan-pekerjaan dalam nama Bapa], satu visi, satu spirit, satu hati satu pikir. Bukan satu hakikat! Karena kalau diartikan sebagai satu hakikat, apakah ini berarti orang-orang percaya yang hidup "di dalam Yesus dan di dalam Bapa" mereka menjadi satu hakikat pula dengan Allah atau mereka menjadi Allah semua?! Tentu tidak.

Matius 28:19
Klaim Trinitarian:
"Baptislah dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus". Bukankah ayat ini mengajarkan adanya tiga pribadi Allah (Trinitas)?

Jawab: Memang ayat itu menyebutkan Bapa, Anak dan Roh Kudus, tapi samasekali tidak mengatakan 'Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus'. Jadi jelas sekali, tanpa ditambahi embel-embel kata 'Allah', ayat itu tidak menerangkan tentang adanya tiga pribadi Allah / Trinitas.

Ulangan 6:4
Klaim Trinitarian:
Di Ul 6:4 "TUHAN itu Allah (elohyim) kita, TUHAN itu Esa (echad)!" Kata "esa" (Ibrani: echad) itu artinya satu kesatuan atau himpunan dan bukan satu dalam pengertian matematis. Juga halnya dengan kata "elohyim"[allah] itu juga bisa berarti jamak, lebih dari satu.

Jawab: Echad bukan kesatuan [himpunan]. Echad adalah numerik, satu benar-benar satu. Echad muncul dalam penerjemahan sebagai satu numerik, hanya satu (only), sendiri (alone), tunggal (undivided), satu-satunya (one single) (Theological Dictionary of the Old Testament, Grand Rapids: Erdmans, 1974, Jilid 1:194). Sebagai bukti: kata 'echad' dipakai pula dalam Yosua 12:9-24 "Raja negeri Yerikho, satu[echad]; raja negeri Yerusalem, satu[echad]; raja negeri Hebron, satu[echad]; raja negeri Yarmut, satu[echad];… jadi jumlah semua raja itu tiga puluh satu orang". Di sini jelas kata 'echad' dipakai untuk merinci daftar raja yang dikalahkan Yosua, maka jelas di situ kata 'echad' memiliki arti 'satu' dalam numerik/matematis hingga bisa disebutkan jumlah keseluruhan raja-raja tersebut 'tigapuluh satu orang'. Memang kata 'echad' dapat dipakai untuk menunjukkan himpunan, misalnya: "satu suku" yang artinya terdiri dari beberapa manusia, tetapi [kita harus teliti dan cermat] di situ yang dimaksudkan 'satu' adalah "satu suku", bukan dua suku atau tiga suku. Sukunya sendiri cuma satu. Dalam "satu suku" tidak mungkin terdiri dari beberapa suku. Demikian halnya dalam kasus "satu allah" tidaklah terdiri dari beberapa allah. Dan bagi orang Yahudi yang mempunyai pola pikir kongkret, satu ya satu, tidak ada ide abstrak tiga tapi satu - satu tapi tiga seperti doktrin Trinitas.

Soal kata "elohyim", secara umum akhiran -im merupakan bentuk plural. Apakah ini tidak menunjukkan bahwa Allah itu lebih dari satu? Secara umum benar bahwa akhiran -im biasanya mengindikasikan kemajemukan tetapi ada akhiran -im yang tidak mengacu pada kemajemukan melainkan keagungan (kebesaran), misalnya akhiran -im pada Panim (wajah), atau Shamayim (langit). Jadi bentuk -im yang mengacu pada keagungan (majestic pluralistic) adalah bentuk plural yang bermakna tunggal. Sebagai bukti pula, Musa di Keluaran 7:1 disebut sebagai elohyim (allah) dan tentu tidak berarti seorang Musa terdiri dari beberapa orang Musa, bukan?

1 Yohanes 5:7
Klaim Trinitarian:
1 Yoh 5:7 jelas mengatakan ada kesaksian di sorga: "Bapa, Firman dan Roh Kudus, dan ketiganya adalah satu". Bukankah ayat ini jelas sekali menyatakan adanya Allah Trinitas?

Jawab: Memang seolah-olah ayat itu ingin menegaskan bahwa di sorga ada 3 pribadi ke-Allah-an alias Trinitas. Tetapi setelah diselidiki, ternyata ayat itu adalah ayat sisipan (tambahan) yang ditambahkan oleh oknum-oknum yang tampaknya berupaya mengajarkan doktrin Trinitas. Padahal sebenarnya pada naskah aslinya ayat tersebut tidak ada!
Pakar Alkitab, Romo Tom Jacobs, Guru Besar Emeritus Tafsir Kitab Suci, Sanata Dharma - Yogya dan juga Hortensius F. Mandaru, SSL. dari Lembaga Alkitab Indonesia, keduanya [di Seminar Keilahian Yesus, 28 April 2007 di Semarang] sama-sama tegas menyatakan bahwa pada naskah asli Alkitab tidak ada ayat tersebut! Dan juga teolog terkenal Charles C. Ryrie dalam bukunya Teologi Dasar I halaman 70, menuliskan bahwa 1Yoh 5:7: jelas bukan bagian dari teks asli Kitab Suci. Teolog Dr. Herbert W. Amstrong memaparkan bahwa ayat ini ditambahkan ke Alkitab edisi Vulgata Latin ketika terjadi kontroversi panas antara Roma, Arius [pelopor Arianisme], dan umat Allah. Dua teolog ternama lain, Edward Gibbon dan Richard Porson, dari penelitian mereka sama-sama sepakat bahwa ayat 1Yoh 5:7 baru pertama kali dimasukkan oleh Gereja ke dalam Alkitab tahun 400 Masehi (Secrets of Mount Sinai, James Bentley, hlm. 30-33). Karena kuatnya bukti-bukti 'pemalsuan' ayat ini, maka dalam edisi-edisi Alkitab baru bahasa Inggris seperti The Revised Standart Version, The New Revised Standard Version, The New American Standard Bible, The New English Bible, The Philips Modern English Bible, dan lain-lain, para sarjana Alkitab meniadakan ayat itu dalam terjemahan mereka. Hanya King James Version yang masih mencantumkan ayat 'palsu' tersebut.

Kejadian 1:26
Klaim Trinitarian:
Kej 1:26 "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut rupa dan gambar Kita.." Bukankah ayat ini adalah bukti bahwa Allah / elohyim itu adalah jamak[kesatuan]?

Jawab: Allah yang sejati [Yahweh / Bapa] memang tidak seorang diri ketika menciptakan langit dan bumi. Kita bisa bandingkan Amsal 8:27 dimana Hikmat (Hikmat: gelar untuk Yesus, 1Korintus 1:24) berkata: "Ketika Ia[Allah] mempersiapkan langit, aku ada di sana, ketika Ia menggaris kaki langit ….aku ada sertaNya sebagai anak kesayangan, serta setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya".

Anak (pra eksistensi manusia Yesus) memang ikut aktif dalam peristiwa penciptaan, bahkan Allah mencipta segala sesuatu melalui perantaraan Anak, bandingkan dengan Yoh 1:3, Kolose 1:15-17, Ibrani 1:2. tetapi hal ini tidak berarti dengan sendirinya bahwa Anak adalah setara dengan Bapa. Bapa tetap lebih besar dari pada Yesus (Yoh 14:28).

Ibrani 1:2, Kolose 1:16, Yohanes 1:3
Klaim Trinitarian:
Ayat-ayat tersebut menyebut Yesus sebagai pencipta, bukankah artinya dia adalah AllahSejati?

Jawab: Yesus pencipta alam semesta, langit dan bumi serta manusia? Itu benar. Yesus memang adalah pencipta manusia, langit dan bumi, tapi tunggu dulu, jangan keburu menyimpulkan Yesus sebagai Allah sejati. Dalam Wahyu 3:14 Yesus yang bergelar Amin adalah awal dari ciptaan Allah, Kolose 1:15 Yesus disebut sebagai ciptaan yang sulung (=ciptaan awal). Nah, selanjutnya, Yesus sebagai ciptaan Allah yang awal, kemudian Ia memang terlibat proses penciptaan-penciptaan yang lainnya. Yesus sangat luar biasa! Dia adalah mahluk ilahi yang diberi kuasa oleh Allah untuk menciptakan manusia dan isi dunia, sebagaimana tertulis dalam Kitab Suci:

"Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia [Allah] telah berbicara kepada kita DENGAN PERANTARAAN anak-Nya [Yesus], yang telah Ia [Allah] tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia [oleh Yesus], Allah telah menjadikan alam semesta" (Ibrani 1:1-2)

"Ia [Yesus] adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam dialah [Yesus] telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan ada di bumi, yang kelihatan dan tidak kelihatan,… segala sesuatu diciptakan oleh dia [Yesus] dan untuk dia" (Kolose 1:15-17)

"Segala sesuatu dijadikan oleh dia dan tanpa dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang dijadikan… Ia [Yesus] telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan olehnya, tetapi dunia tidak mengenalnya" (Yohanes 1:3, 10)

Menarik sekali memang! menurut Alkitab Yesus ternyata adalah pencipta manusia dan semesta alam! Tetapi dalam ayat yang lain yang biasa disebut sebagai Sang Pencipta adalah Yahweh "Tidakkah kau tahu, dan tidakkah kau dengar? Yahweh ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung …Akulah Yahweh yang menciptakan semuanya ini. Akulah yang menjadikan bumi dan yang menciptakan manusia di atasnya; tangan-Kulah yang membentangkan langit, dan Akulah yang memberi perintah kepada seluruh tentaranya" (Yesaya 40:28; 45:8,12). Jadi ada dua premis. Yahweh adalah Pencipta dan Yesus adalah Pencipta, maka tidak heran jika muncul kesimpulan bahwa Yesus itu Yahweh sendiri atau Allah yang sejati. Kesimpulan yang wajar saja menurut logika, sekalipun masih bisa dipertanyakan. Apakah jika dua Pribadi melakukan pekerjaan yang sama, maka keduanya pasti Pribadi yang sama atau kedudukan keduanya pasti setara dan sehakikat? Jawaban kami: belum tentu! Dalam hidup keseharian, khususnya di dunia hukum, ada yang namanya "bertindak untuk dan atas nama". Seorang advokat, misalnya, berwenang untuk melakukan tindakan atas nama orang lain asalkan diberi kuasa penuh oleh orang itu.

Unsur "bertindak untuk dan atas nama" ini juga bisa kita lihat ada pada relasi antara Yahweh [Allah sejati] dan Yesus Kristus [utusan Allah] dalam kasus penciptaan. Mari kita perhatikan kata sambung 'oleh' (through) yang kelihatannya sepele, namun sebenarnya sangat penting sekali pada Kolose 1:16 : " .. segala sesuatu diciptakan oleh dia dan untuk dia [RSV: All things were created through him and for him]" .Melalui (Through) Yesus Kristus, segala sesuatu telah dijadikan.

Kesaksian kitab suci tentang keberadaan Yesus sebagai 'pencipta manusia dan semesta alam' inilah yang telah membuat banyak orang 'tergiring' pada suatu kesimpulan bahwa dia adalah Allah yang sejati. Padahal sebenarnya tidaklah demikian. Memang Yesus adalah pencipta, tetapi dengan meneliti ayat-ayat Alkitab lebih seksama, kita akan mendapat pemahaman yang lebih jernih bahwa sebagai pencipta manusia dan semesta alam, Yesus ternyata tidak menciptakan segala sesuatunya itu dengan kuasanya sendiri, tetapi satu hal penting yang harus kita pahami adalah ternyata: KUASA KEMAMPUAN YESUS DALAM MENCIPTAKAN SEMESTA ALAM DAN MANUSIA SEBENARNYA ADALAH BUKAN BERASAL DARI DIRINYA SENDIRI, MELAINKAN YESUS BISA PUNYA KUASA UNTUK MENCIPTA KARENA IA TELAH DIBERI KUASA OLEH ALLAHNYA! Hal itu tertulis jelas dalam Matius 28:18 "…Kepadaku [kepada Yesus] telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi".

Kisah 2:22 "Yesus dari Nasaret, seorang yang ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang DILAKUKAN OLEH ALLAH DENGAN PERANTARAAN DIA di tengah-tengah kamu" Luar biasa bukan? Jelas sekali Para Rasul pun sangat paham bahwa Yesus adalah MEDIATOR (PERANTARA) Allah dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya. Yesus sebagai Mediator/Perantara juga dijelaskan oleh ayat yang lain: "Karena Allah itu Esa dan Esa pula Dia yang menjadi PENGANTARA antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus" (1Timotius 2:5). "…kita mempunyai seorang PENGANTARA pada Bapa, yaitu YESUS Kristus, yang adil" (1Yohanes 2:1b). "Tidak ada seorang pun yang datang pada Bapa, kalau tidak melalui aku"(Yoh 14:6).

Yesus adalah saluran atau sarana/perantara penciptaan, tetapi bukan sumber kuasanya. Allah, Bapalah, asal-usul segala kuasa dan kehidupan yang diwujudkan oleh/melalui Kristus. "Namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tu[h]an saja, yaitu Yesus Kristus, yang olehnya [through =melaluinya] segala sesuatu telah dijadikan dan karena dia kita hidup" (1 Korintus 8:6). Allah sebagai Sumber Kehidupan telah memberikan kuasa kepada Yesus Kristus, sehingga Ia berkuasa pula memberikan hidup kepada ciptaannya. Yesus menciptakan bukan hanya bumi, tetapi juga mahluk-mahluk hidup, termasuk manusia. "Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam dirinya sendiri … Dalam dia ada hidup, dan hidup itu adalah terang bagi manusia" (Yohanes 5:26; 1:3). Oleh karena itu, dalam salah satu perumpamaannya, Yesus menggambarkan hubungan antara Allah, dirinya, dan manusia seperti hubungan antara Pengusaha anggur, pokok anggur, dan ranting-ranting anggur itu: "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapakulah pengusahanya … Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam aku dan aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa"(Yohanes 15:1,5). Tanpa "Kuasa" dari Allah - menurut pengakuannya sendiri - Yesus jelas tidak sanggup melakukan apa-apa "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak (Yesus) TIDAK DAPAT MENGERJAKAN SESUATU DARI DIRINYA SENDIRI, jikalau ia tidak melihat Bapa (Allah) mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu pula yang dikerjakan Anak" (Yohanes 5:19).

Roma 9:5
Klaim Trinitarian:
Roma 9:5 "Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaanNya sebagai manusia. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!" Bukankah di ayat ini Mesias yaitu Yesus adalah Allah yang harus dipuji selamanya?

Jawab: Ayat ini bermasalah. (Penjelasan berikut dikutip berdasar komentar Hortensius F. Mandaru, SSL dari LAI): Roma 9:5 merupakan salah satu ayat yang paling diperdebatkan dalam tafsir PerjanjianBaru. Terjemahan formal dari LAI berbunyi seperti tersebut di atas. Beberapa terjemahan modern juga bermakna seperti itu (meski memakai "koma", bukan "titik", misalnya: NRSV, NIV dan NJB). Menurut terjemahan-terjemahan ini, yang dimaksud dengan "Ia" dalam ayat ini adalah: Yesus. Terjemahan ini terasa paling wajar dari segi style bahasa Yunaninya dan cocok juga dengan style Paulus di tempat lain (Roma 1:25; Galatia 1:5; 2Korintus 11:31). Satu-satunya keberatan yang paling serius terhadap terjemahan ini adalah fakta bahwa Paulus tidak pernah menyebut Yesus Kristus sebagai Allah! Maka, aneh jika tiba-tiba di satu ayat ini dia membuat suatu kecualian dan dengan tegas menyebutkannya sebagai "Allah". Oleh karena itu, beberapa terjemahan lain berkeyakinan bahwa "Ia" disini adalah "Allah(Bapa)" bukan Yesus!.

Persoalannya memang rumit, sebab naskah tertua Yunani tidak memiliki tanda baca, padahal penempatan tanda "titik" atau "koma" dalam teks ini amat krusial untuk tafsiran/terjemahan. Konteks ayat ini sedikit lebih mendukung terjemahan yang menafsirkan "Ia" sebagai Allah Bapa. Setelah rentetan berkat bagi umat Israel ditampilkan (yang berpuncak pada anugerah seorang Mesias!), terasa logis bila Allah (Israel) itu dipuji. Namun ini pun belum meyakinkan, sebab secara psikologis rasanya tidak pas Paulus memuji Allah di ayat ini, sebab dia sebenarnya tengah mengungkapkan kekecewaannya atas ketidakpercayaan Israel. Memang dapat dikatakan bahwa dalam semua "berkat/pujian", Paulus umumnya memakai rumusan yang jelas mereservir "Allah" hanya untuk Bapa: "Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus" (bnd. 2Korintus 1:3;11:31; Efesus 1:3). Akan tetapi, dalam rumusan-rumusan 'berkat/pujian' seperti ini, kata "Terpujilah" selalu ditempatkan pada awal kalimat, padahal dalam Roma 9:5 kata tersebut menjadi kata ke-6 dalam kalimat, jelas ini sebuah konstruksi yang 'aneh' secara gramatikal! Jadi, menyangkut teks ini pandangan para ahli masih amat berimbang! Secara gramatikal, tafsiran pertama di atas sedikit lebih kuat, sedangkan dari sudut teologi Paulus, pendapat kedua lebih kuat.

Terjemahan dinamis dari LAI (BIMK, juga TEV, NEB, NAB, dll.) menganut penafsiran kedua: "Terpujilah Allah untuk selama-lamanya. Amin". Perlu diketahui bahwa komite tekstual United Bible Society lebih mendukung tafsiran yang kedua juga.

Yohanes 20:28
Klaim Trinitarian:
Thomas, murid Yesus, menyapa Yesus sebagai Tuhan dan Allah, dan Yesus membiarkannya, bukankah itu artinya bahwa memang dia adalah AllahSejati?

Jawab: Perhatikan konteks ayat Yohanes 20:28 itu. Dalam keadaan tidak percaya pada kabar berita kebangkitan Yesus, tiba-tiba Thomas melihat di depan mata kepalanya sendiri bahwa Yesus benar-benar bangkit sehingga Thomas seketika terkejut dan berkata "Ya Tuhan dan Allahku!". Saat orang terkejut melihat Tsunami yang sangat dahsyat, orang itu berkata "Ya Tuhan dan Allahku!" bukan berarti gelombang Tsunami itu adalah Tuhan atau Allahnya, bukan? Ucapan "Ya Tuhan dan Allahku" itu adalah sebuah ekspresi keterkejutan.

Seperti dikemukakan Profesor Guru Besar Teologi, Thomas Mc Elwain, dapat dipahami dengan menyidik dari segi bahasa akan lebih jelas. Pada bahasa Yunani yang dipakai pada frase "Ya Tuhan dan Allahku" atau "My Lord and My God" di Yohanes 20:28 itu adalah "kurios" dan "theos". Teks Yunani pada frase "My Lord and My God" adalah frase yang menggunakan bentuk nominatif, baik pada kata Lord [kurios] maupun kata God [theos]. Karena kedua kata tersebut berasal dari deklensi kedua tunggal, maka dalam bahasa Yunani terdapat kasus vokatif yang bentuknya berbeda. (Vokatif [kata bentuk sapaan] dalam linguistik adalah bentuk kata yang menunjukkan seseorang/pihak yang diajak bicara). Bentuk vokatif dari "kurios" adalah "kurie" sedangkan bentuk vokatif dari "theos" adalah "thee". Jadi, apabila mengacu pada orang yang diajak bicara (dalam konteks ayat tersebut yaitu Yesus), maka kata-kata tersebut ("kurios" dan "theos") haruslah dalam bentuk vokatif yaitu: "Kurie" untuk kurios dan "thee" untuk theos. Tetapi apabila kata-kata itu mengacu pada orang / pihak yang bukan diajak bicara, maka bentuknya haruslah nominatif. Nah sekarang ternyata kata-kata itu berbentuk nominatif bukan vokatif! ini berarti bahwa kata-kata itu dimaksudkan bagi pihak lain, bukan pihak atau orang yang diajak bicara, yang dalam konteks ini adalah Yesus. Jadi, dengan tidak perlu ragu lagi, kita, paling tidak bisa mengetahui dengan pasti bahwa Yesus bukanlah "Lord" dan "God" yang dimaksud oleh Thomas dalam keterkejutannya itu. Thomas bukan menyapa Yesus. Jika pada saat terkejut, di depan orang yang anda serukan kepadanya "ya Tuhan dan Allahku!" begitu saja orang di depan anda itu menjadi Allah, saya kawatir akan ada ribuan orang yang mengklaim dirinya sebagai Allah setiap harinya, bukan?

Seruan keterkejutan Thomas "Ya Tuhan dan Allahku!" hal itu mengungkapkan keyakinan baru Thomas mengenai kebangkitan Yesus. Kebangkitan Yesus itulah yang awalnya dia ragukan kebenarannya. Bagi Thomas tidak pernah ada pertanyaan apakah Yesus itu Allah sejati atau bukan. Yang ada hanyalah pertanyaan apakah Yesus itu bangkit atau tidak. Kebangkitan inilah yang diragukan oleh Thomas. Kebangkitan inilah yang Thomas akhirnya benar-benar lihat dengan mata kepalanya sendiri dan rasakan dengan jari-jari tangannya sendiri. Yesus tidak pernah mendapat pengakuan Thomas terhadapnya sebagai Allah karena memang Thomas tidak pernah mengakui Yesus sebagai Allahnya, dia hanya mengakui bahwa Yesus yang telah mati disalib itu benar-benar bangkit hidup kembali.

Yesaya 63:8-9
Klaim Trinitarian:
",, maka Ia (TUHAN ALLAH) menjadi juruselamat mereka dalam segala kesesakan mereka. Bukan seorang duta atau utusan melainkan Ia (Allah) sendirilah yang menyelamatkan mereka, Dialah yang menebus mereka dalam kasih-Nya dan belas kasihan-Nya". Bukankah ayat ini menyatakan dengan jelas bahwa yang menjelma menjadi manusia Yesus adalah Allah sendiri dan bukan duta atau utusan?

Jawab: Terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia [terbitan di atas tahun 1980-sekarang] terhadap ayat tersebut tidak tepat! Dalam versi bahasa Inggris Holy Bible King James Version tertulis: "So He [The God] became their Savior in all their affliction He was afflicted. And the Angel of His Presence saved them, in His love and His pity He redeemed them". (Maka Ia[Allah] menjadi juru selamat mereka dalam kesesakkan mereka. Dan MALAIKAT YANG DI HADIRAT-NYA menyelamatkan mereka, dalam kasih-Nya dan belas kasihan-Nya Dia menebus mereka".
Frase "Malaikat di hadirat-Nya" ternyata [mungkin oleh oknum-oknum dalam upaya mengajarkan Trinitas] telah diubah menjadi "bukan seorang duta atau utusan melainkan Ia (Allah) sendiri". Pada Alkitab LAI terbitan 1958-70 tertulis: "…Malak alhadiratnya (malaikat di hadirat Allah) memeliharakan mereka…". Perbedaan terjemahan tersebut jelas sangat fatal dan memiliki arti yang bertolak belakang, terjemahan LAI yang lama mengatakan bahwa yang memelihara adalah "Malak (Malaikat, Angel, utusan)" sementara terjemahan yang baru mengatakan "bukan utusan" ini jelas sangat bertentangan! Jadi jelas ayat aslinya tidak mengindikasikan bahwa Allah sendirilah yang menjelma menjadi Yesus seperti klaim Trinitarian.

Ibrani 1:8
Klaim Trinitarian:
Ayat ini mengacu pada Yesus, dan Bapa sendiri menyebut Anak sebagai Allah ("…Tahtamu ya Allah .."), itu berarti Anak/Yesus itu Allah sejati.

Jawab: Ayat ini jelas kutipan dari Perjanjian Lama - Mazmur 45:7-8 yang berbicara tentang pernikahan raja, maka tentu saja ayat ini harus dimengerti dalam arti PerjanjianLama yaitu dimana raja disebut sebagai "allah".

Yesaya 9:5
Klaim Trinitarian:
"Sebab seorang anak telah lahir untuk kita …dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa [ElGibor], Bapa yang Kekal, Raja Damai.." Bukankah ayat ini jelas menunjuk pada Yesus, berarti Yesus adalah Allah yang Perkasa?

Jawab: Sekalipun umumnya orang yang menafsirkan ayat ini sebagai ramalan tentang Yesus, namun sebenarnya ayat itu tidak hanya berbicara mengenai Yesus, tetapi juga mengenai anak raja Ahaz. Anak Ahaz bisa disebutkan orang sebagai "Allah yang Perkasa, Raja Damai" karena di dalam anak itu Allah (Yahweh) menyatakan kejadiran dan pertolongan-Nya. Maka kalau pun ayat ini ditafsirkan mengacu pada Yesus, ya tidak masalah juga. Yesus - sama seperti anak Ahaz - mau disebutkan orang sebagai Allah yang Perkasa? tidak masalah, karena di dalam Yesus, Allah juga menyatakan kehadiran dan pertolongan-Nya.

Kolose 1:19
Klaim Trinitarian:
"Seluruh kepenuhan Allah ada di dalam Yesus", Bukankah itu artinya dia adalah benar-benar Allah sepenuhnya?

Jawab: Surat Kolose adalah tulisan 'bahasa' Paulus. Jika Paulus menuliskan frase "Seluruh kepenuhan Allah diam di dalam Yesus" itu tidak sertamerta berarti Yesus adalah AllahSejati. Buktinya di Surat Efesus 3:19b, Paulus juga menulis bahwa orang-orang percaya juga bisa "dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah".

Melihat Yesus = Melihat Allah
Klaim Trinitarian:
Yesus sering berbicara tentang dirinya sebagai satu dengan Allah Bapa dalam esensi atau zat dan sifat. Yesus dengan yakin mengatakan "jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku" (Yohanes 8:19). "Dan barangsiapa yang melihat Aku, ia melihat Dia [Bapa] yang telah mengutus Aku (Yohanes 12:45). "Barang siapa membenci Aku, ia membenci juga Bapa-Ku" (Yoh 15:23). "Supaya semua orang menghormati Anak [Yesus] sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia" (Yoh 5:23). Ayat-ayat tersebut jelas sekali dengan pasti mengindikasikan bahwa Yesus adalah sama, setara dengan Allah Bapa. Buktinya: kenal Yesus dikatakan = kenal Bapa, melihat Yesus = melihat Bapa, membenci Yesus = membenci Bapa, tidak hormat pada Yesus = tidak hormat pada Bapa. Berarti jelas seperti yang tertulis di Yoh 1:30 tadi "Yesus dan Bapa adalah satu".

Jawab: Yesus tidak pernah dalam ayat-ayat tersebut mengklaim dirinya satu, sama dan setara dengan Bapa dalam esensi zat dan sifat. Yesus justru mengaku sebagai utusan Bapa dan hamba Allah, dan dia bilang "seorang hamba atau utusan tidaklah sama dengan tuannya yang mengutus"(Yoh 13:16), karena "Bapa [yang mengutus] lebih besar daripada Yesus, yang diutus oleh Bapa" (Yoh 14:28). Sebagai utusan yang sah, Yesus datang dalam nama Allahnya (Yoh 5:43a) dan mempunyai misi memperkenalkan Bapa/Allahnya, maka - sebagai jalan menuju Allah - bila sekiranya ada orang yang mau mengenal dan mendengarkan Yesus, mereka pasti kemudian akan bisa mengenal Bapa. Orang yang melihat kuasa-kuasa yang dilakukan Yesus itu artinya melihat kuasa-kuasa Bapa yang telah dinyatakan melalui Yesus (Matius 28:18, Kisah 2:22). Barangsiapa membenci Yesus, padahal Yesus adalah utusan sah dari Allah Bapa, maka artinya orang tersebut juga membenci dan menghina Bapa yang mengutus Yesus. Yesus sama sekali tidak mengaku setara atau satu zat dengan Bapa, dia mengaku bahwa dia adalah wakil / utusan dari Bapa. Dan karena sebagai utusan yang sah dan telah diberi kuasa, maka dari itu Yesus berhak atas loyalitas dan kepatuhan yang mutlak, seolah-olah dia adalah Allah itu sendiri. Namun dia tidak mengakui dirinya sebagai Allah sejati, tetapi sebagai hamba dan utusan Allah. Alkitab tegas bersaksi Yesus adalah hamba Allah yang dimuliakan dan diurapi oleh Allah sendiri (Matius 12:18, Kisah 3:13,26, 4:27, 30).

Yesus Disembah
Klaim Trinitarian:
Dalam beberapa ayat Alkitab tercatat bahwa Yesus disembah (Matius 2:2, 8:2, 9:18, 14:33, 15:25 dll.), bukankah hanya Allah saja yang boleh disembah?

Jawab: Yesus "disembah"? memang benar itu! tapi disembah dalam makna apa? apakah Yesus disembah seperti orang menyembah Allah yang sejati? Dalam bahasa Yunani, kata menyembah yang sering dipakai itu adalah "proskuneo", nah, kata "proskuneo" ini mengandung arti menyembah bisa dalam makna "MENGHORMAT". "Proskuneo" biasa digunakan untuk "menghormat/menyembah" Allah sejati dan juga orang-orang yang berkedudukan tinggi. Sedangkan untuk untuk penyembahan yang hanya kepada Allah sejati, kata yang digunakan adalah "latruo". Jadi jelas Yesus sebagai orang yang berkedudukan tinggi dan wakil Allah yang diurapi oleh Allah sendiri maka Yesus boleh mendapat "proskuneo" dari banyak orang. Karena Yesus sudah dipilih khusus dan diurapi oleh Allah sendiri, Yesus sudah menjadi pemimpin yang diberi kuasa di sorga dan bumi (Matius 28:18) maka, seperti tertulis di Ibrani 1:6 malaikat-malaikat di sorga juga tentu harus "proskuneo"(hormat) pada Yesus. Maka hal "penyembahan" yang berarti "menghormat" (proskuneo) itu tidaklah membuktikan bahwa Yesus adalah Allah sejati. Masalah tersebut hanyalah kesalahpahaman penafsiran pada makna "menyembah" itu saja, dan sebagai catatan: LAI dalam menerjemahkan "proskuneo" dan "latruo" sama-sama menerjemahkan dengan kata "menyembah".

Yesus Maha Tahu & Berkuasa Membuat Mujizat
Klaim Trinitarian:
Kitab suci menunjukkan bahwa Yesus mempunyai sifat-sifat yang hanya dimiliki oleh Allah sendiri. Di Matius 9:4, Matius 12:25, Yoh 2:24-25, Yoh 6:64 Di ayat-ayat itu jelas terbukti Yesus bisa mengetahui pikiran dan hati orang. Kalau dia bukan Allah sejati tentu Yesus tidak bisa Mahatahu seperti itu, bukan? Yesus juga Mahakuasa, buktinya dia dapat membangkitkan orang mati dan melakukan banyak mujuzat-mujizat yang luarbiasa.

Jawab: Tidaklah tepat kalau dikatakan Yesus itu Mahatahu. Yesus memang tahu banyak hal di sorga dan bumi [karena dia sudah diberi kuasa sorga dan bumi] tetapi dia jelas tidak Mahatahu, buktinya tentang hari kedatangannya yang kedua kali dia mengaku tidak tahu, hanya Bapa yang tahu (Matius 24:36, Markus 13:32). Kemudian kalau Yesus bisa tahu pikiran dan hati orang dan hal itu sertamerta dijadikan bukti bahwa dia Allah sejati, lantas bagaimana dengan Petrus di Kisah Rasul 5 dia juga bisa mengetahui hati dan pikiran Ananias dan Safira, apakah itu artinya Petrus juga adalah Allah sejati karena dia tahu hati dan pikiran orang? tentu tidak, bukan? Kemudian soal mujizat, itu adalah karena telah diberi kuasa oleh Allah, Petrus juga bisa menghidupkan orang mati (Kisah 9:40) dan membuat mujizat. Demikian juga Elisa, mayat-mayat yang kena tulang-tulangnya bisa hidup kembali (2Raja 13:20-21). Kuasa dan mujizat sumber-asalnya dari Allah (Mazmur 62:12).

Mengampuni Dosa
Klaim Trinitarian:
Di Matius 9:2-7Yesus bisa berkuasa mengampuni dosa, bukankah yang berkuasa mengampuni dosa hanya Allah sendiri? Dan Yesus juga menghakimi pada akhir zaman (Matius 25:31-32, Yoh 5:22,27) bukankah Hakim yang sejati adalah Allah sendiri? Jika Yesus = Hakim, itu artinya Yesus = Allah sendiri!

Jawab: Ya, di Matius 9:6 Yesus mengaku bahwa dia berkuasa mengampuni dosa. Yesus juga mengaku sebagai Hakim akhir zaman, itu benar. Mengapa Yesus bisa berkuasa mencipta? mengapa Yesus bisa berkuasa buat berbagai mujizat? Mengapa Yesus bisa bekuasa mengampuni dosa? mengapa Yesus bisa berkuasa menjadi Hakim? mengapa Yesus bisa berkuasa mengusir setan, mengapa Yesus berkuasa, berkuasa dan sangat berkuasa di sorga dan bumi? Apakah semua hal itu dikarenakan dia adalah Allah yang sejati? Tidak!! Yesus bisa hebat dan sangat berkuasa, baik di sorga maupun di bumi, semua itu adalah bukan karena dia AllahSejati. Semua kuasa milik Yesus adalah bukan berasal dari dirinya sendiri, melainkan karena "Kepada Yesus telah DIBERIKAN SEGALA KUASA DI SORGA DAN BUMI" oleh Bapa/Allahnya (Matius 29:18). Maka jangan heran jika Yesus dapat berkuasa melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah, semua itu karena "Dia telah diberi kuasa!". Semua mujizat dan hal ajaib yang dilakukan Yesus adalah bukan berasal dari kuasanya sendiri, melainkan Allah-lah yang melakukannya dengan memakai Yesus sebagai mediator. Hal itu jelas seperti tertulis di Kisah 2:22 "…Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan KEKUATAN-KEKUATAN DAN MUJIZAT-MUJIZAT DAN TANDA-TANDA YANG DILAKUKAN OLEH ALLAH DENGAN PERANTARAAN DIA di tengah-tengah kamu..". Yesus adalah mediator/pengantara dan Allah-lah sumber kuasanya.

Gelar Alfa Omega
Klaim Trinitarian:
Di kitab Wahyu 22:13, Yesus disebut sebagai Alfa dan Omega, bukankah "Alfa dan Omega" adalah nama atau gelar milik Allah (Yahweh) sendiri?

Jawab: Memang nama (gelar) "Alfa dan Omega" itu sebutan untuk Yahweh (AllahSejati). Nah, pertanyaannya: kalau Yesus bukanlah Yahweh itu sendiri, mengapa nama Alfa Omega bisa pula disebutkan pada Yesus? Jawabannya adalah jelas dan terang benderang seperti tertulis di Injil Yohanes 17:11,12 dalam perkataan (doa)nya Yesus sendiri berkata "Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu YANG TELAH ENGKAU BERIKAN KEPADA-KU, supaya mereka menjadi satu sama seperti kita adalah satu. Selama aku bersama mereka, aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu NAMA-MU YANG TELAH ENGKAU BERIKAN KEPADAKU;.." Di ayat itu dalam perkataan doanya kepada Allahnya Yesus sangat terang menjelaskan bahwa nama [gelar/sebutan] yang sebenarnya adalah milik Yahwe itu, seperti Alfa dan Omega, gelar itu memang telah diberikan atau dikenakan juga kepada Yesus yang mempunyai misi sebagai utusan Yahweh. Jadi jikaYesus disebut dengan nama Alfa dan Omega itu artinya adalah: Nama gelar milik Allah diberikan pada Yesus. Dan dalam Wahyu 3:12 juga membuktikan bahwa nama milik Yahwe bukan cuma diberikan pada Yesus saja tapi kata Yesus "Barangsiapa menang,…padanya akan kutuliskan[diberi] Nama Allah-ku [nama Yahwe],..". Jelas umat-umat Allah yang benar kelak akan mendapatkan nama / gelar milik Yahwe juga, sama seperti Yesus.

Anak Allah = Allah Anak
Klaim Trinitarian:
: Alkitab tegas mengatakan Yesus adalah Anak Allah atau Allah Anak, jelas dia adalah Allah. Memang di Alkitab orang-orang murid Yesus juga bisa disebut Anak-anak Allah, tapi Yesus disebut secara khusus sebagai "Anak Tunggal Allah" atau "Allah Anak" artinya dia betul-betul Allah sejati, Allah Anak, The True God.

Jawab: Istilah "Allah Anak" itu hanya ada di doktrin Trinitas. Di Alkitab jelas dari kitab Kejadian sampai Wahyu tidak ada istilah "Allah Anak", yang ada istilah "Anak Allah". Jadi kalau kaum Trinitarian bilang bahwa ada "Allah Anak", nah, itu jelas tidak Alkitabiah karena memang istilah itu jelas tidak ada di Alkitab! Jangan asal menyamakan antara istilah "Anak Allah" dengan "Allah Anak" itu jelas dua istilah yang sangat beda, seperti halnya "Anak Dokter" dengan "Dokter Anak" bukankah jelas sangat beda maknanya?! Tapi tentang istilah "Anak Allah" dan "Anak Tunggal Allah" itu memang ada banyak di Alkitab. Dan ingat dalam bahasa asli Alkitab tidak ada perbedaan huruf besar kecil, jadi sebenarnya istilah "Anak Allah" atau "anak Allah" atau "anak allah" jelas sama maknanya, dan semua orang bisa saja diberi kuasa menjadi "anak-anak Allah" (Yoh 1:12, Galatia 3:26, 1Yoh 3:1, dllnya). Dan lebih anehnya jika kaum Trinitas bisa-bisanya bilang "Anak Allah" artinya = Allah, berarti kalau Yesus sebagai Anak Allah=Allah sejati, maka saudara-saudaranya Yesus (Roma 8:29), umat-umat Allah, orang-orang pembawa damai, rasul-rasul, murid-murid Yesus - yang mana mereka semua disebut sebagai "Anak-anak Allah" juga (Roma 8:14-16) - apakah mereka = Allah-Allah sejati semua??? wah jadi banyak sekali Allah-Allahnya ya!? jadi Allah Sejati bukan lagi tiga Pribadi atau Trinitas, tapi Allah sejati ada jutaan pribadi bahkan mungkin miliyaran pribadi! ??? Itulah sebabnya musti hati-hati dengan istilah "Anak Allah" Jangan asal disamakan dengan Allah sejati, apalagi Allah Anak.

Kebangkitan Yesus
Klaim Trinitarian:
Yesus mati tetapi bisa hidup kembali bangkit sendiri, itu adalah bukti bahwa dia adalah AllahSejati. Yesus bangkit dengan kekuatan kuasanya sendiri.

Jawab: Beberapa Pendeta/teolog Trinitarian mengklaim bahwa salah satu bukti Yesus sebagai Allah sejati adalah Yesus telah bangkit dari kematian dengan kuasanya sendiri. Benarkah hal itu? Bagaimana dengan kesaksian kitab suci tentang hal tersebut? Mari kita selidiki:

    Matius 16:21 " ..Yesus mulai menyatakan pada murid-muridnya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."
    Lukas 9:22 kata Yesus sendiri: " Anak Manusia …. dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."
    Kisah 2:24 "tetapi Allah membangkitkan dia [Yesus] dengan melepaskan dia dari sengsara maut, .."
    Kisah 2:32 "Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi"
    Kisah 3:15 "Demikianlah Ia [Yesus], pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan dia dari antara orang mati, dan tentang hal itu kami adalah saksi"
    Kisah 4:10 "…Yesus Kristus, orang Nazaret, yang kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati…"
    Kisah 5:30 "Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh."
    Kisah 10:40 "Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, …"
    Kisah 13:30 "Tetapi Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati."
    Kisah 13:34 "Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan tidak akan diserahkan kembali kepada kebinasaan."
    Kisah 13:37 "Tetapi Yesus dibangkitkan Allah, .."
    Roma 6:4 "Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, .."
    Roma 7:4b "..Dia yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, .."
    Roma 8:11 "Dan jika Roh Dia [kuasa Allah], yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia[Allah], yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh[kuasa]-Nya, yang diam di dalam kamu."
    Roma 10:9b "… bahwa Allah telah membangkitkan Dia[Yesus] dari antara orang mati, .."
    1Korintus 15:4 "Bahwa Ia telah dikuburkan, bahwa Ia telah dibangkitkan pada hari ketiga, sesuai kitab suci, "
    1Korintus 15:12 "Jadi bilamana kami beritakan bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, .."
    1Korintus 15:20 "tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari antara orang yang telah meninggal."
    2Korintus 4:14 "Karena kami tahu, bahwa Ia[Allah], yang telah membangkitkan Tuan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus."
    Galatia 1:1b "…Allah, Bapa, yang telah membangkitkan Dia[Yesus] dari antara orang mati"
    Efesus 1:19-20 "dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan dia dari antara orang mati dan mendudukkan dia di sebelah kanan-Nya di Sorga"
    Kolose 2:12 "..kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia[Yesus] dari antara orang mati"
    1Tesalonika 1:10 ".. Anak-Nya dari sorga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus,.."
    1Petrus1:21 "..Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati.."
    1Petrus3:18 "Sebab juga Kristus telah mati .., tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh[kuasa]."

Ayat-ayat tersebut di atas sangat akurat dan jelas mencatat bahwa Yesus jelas tidak bangkit oleh kuasanya sendiri, melainkan ia bisa hidup kembali dari kematian karena Ia DIBANGKITKAN oleh Allahnya. Tidak ada satupun ayat Alkitab yang tegas mengatakan dengan jelas bahwa Yesus bangkit atas kuasanya sendiri seperti sering diklaim oleh golongan Trinitarian. Yang Alkitabiah adalah:Yesus DIBANGKITKAN oleh Allah. Allah-lah yang MEMBANGKITKAN Yesus!
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Mon, 01-06-2009 5:11 pm    Post subject: Reply with quote

Catatan: post ini khusus untuk apologi atas Yohanes 1:1. Nanti akan aku tambahkan beberapa hal lain. Untuk sementara ini cukup.





Apakah Yesus itu Allah sejati menurut Yohanes 1:1?


    Yohanes 1:1 (penulisan si unitarian)
    en arkhe en ho logos kai ho logos en pros ton theon kai theos en ho logos

    Yohanes 1:1 (dari Kitab Suci di ekaristi.org)
    en arch hn o logoV kai o logoV hn proV ton qeon kai qeoV hn o logoV

    Yohanes 1:1 (Revised standard Version)
    In the beginning was the Word, and the Word was with God, and the Word was God.

    Yohanes 1:1 (Lembaga Alkitab Indonesia)
    Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah

    [Catatan DeusVult: Aku akan memakai penulisan Yunani dari ekaristi.org. Memang lebih susah dibaca, tapi lebih gampang di check karena ada di website sendiri. Aku juga akan membagi Yohanes 1:1 menjadi Yoh 1:1a (yang berwarna blue), Yoh 1:1b (yang berwarna green) dan Yohanes 1:1c (yang berwarna darkred)]


Dalam upaya menyangkal bahwa Yesus itu adalah Allah, para non-trinitarian (eg. Saksi Yehuwa, Unitarian, Oneness Pentecostal, bahkan apologist Islam) dengan gencar menyerang ayat yang sarat Kristologi ini. Mereka mengatakan bahwa kebanyakan terjemahan atas ayat ini bias terhadap teologi trinitarian. Terjemahan yang lebih tepat menunjukkan bahwa ayat ini tidak mengkonfirmasi bahwa Yesus adalah Allah.

Mereka mulai dengan menunjukkan bahwa dua kata untuk "Allah/God" di Yoh 1:1 menggunakan struktur kata Yunani yang berbeda. Di Yoh 1:1b tertulis "ton qeon" sementara di Yoh 1:1c tertulis "qeoV" saja [catatan DeusVult: Kata "qeon" dan "qeoV" adalah kata yang sama tapi yang pertama berbentuk accusative yang kedua berbentuk nominative. Tidak seperti bahasa Inggris modern dimana accusative dan nominative hanya muncul pada kata-kata ganti (ie. accusative/nominative: me/I, us/we, him/he, her/she, them/they, you/ye [dulunya untuk kata ganti orang kedua tunggal, "ye" adalah bentuk nominative dan "you" adalah bentuk accusative-nya. Tapi sekarang baik accusative maupun nominative menggunakan kata "you"]) dalam bahasa-bahasa seperti Yunani, Latin, Jerman, Rusia bentuk accusative/nominative tidak terbatas pada kata ganti saja. Bahkan untuk article (ie. kata sandang) juga ada bentuk accusative dan nominative-nya (eg. "ton" adalah accusative, "o" adalah nominative, dan seterusnya).].


Kata "ton" ini padanannya dalam bahasa Inggris adalah apa yang disebut definite article yaitu kata "the," misalnya: the bachelor, the actor, the candidate etc. Sedang kebalikannya adalah apa yang disebut "indefinite article" yaitu "a," dalam contoh penggunaannya: a bachelor, an actor, a candidate.

Nah, bahasa Yunani Kitab Suci tidak mempunyai suatu indefinite article. Sehingga penerjemah bahasa Inggris harus menggunakan pengetahuannya untuk menetapkan apakah perlu ditambahkan suatu indefinite article atau tidak.

Si unitarian kemudian berargumen bahwa dengan adanya article atau kata sandang "ton" sebelum kata "qeon" ("Allah") di Yoh 1:1b maka kita tahu bahwa yang dimaksud adalah "sang Allah." Sedangkan untuk Yohanes 1:1c kata "qeoV" tidak mempunyai artikel. Karena tidak mempunyai artikel maka "qeoV," seharusnya diterjemahkan "sang firman itu adalah suatu allah/mahluk yang bersifat ilahi."


So....



Apakah Yesus pernah disebut Yohanes Penginjil sebagai "sang Allah?"

YA!! Perhatikan:

    Yohanes 20:28
    kai apekriqh o qwmaV kai eipen autw o kurioV mou kai o qeoV mou

    Yohanes 20:28
    Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"

    John 20:28 (Revised Standard Version)
    Thomas answered him, "My Lord and my God!"

Terlihat di versi Yunani adanya article "o" sebelum "qeoV" yang tidak terlihat dalam terjemahan Indonesia maupun Inggris. Jadi Yesus adalah "sang Allah."

Namun selanjutnya si unitarian berusaha mereduksi pengakuan Tomas atas ke-Allah-an Yesus di Yoh 20:28. Apologi-ku atas argumen unitarian ini bisa dibaca dibawah. Apologi tersebut meruntuhkan argumen unitarian atas Yoh 20:28 sehingga juga runtuhlah argumennya atas Yoh 1:1.

Sementara itu terjemahan New World Translation milik Saksi Yehuwa dan terjemahan The New Testament in an Improved Version milik Unitarian menerjemahkan Yoh 20:28 dengan "... 'My Lord and my God!'" sama seperti kebanyakan Alkitab lain.


Mengapa di Yohanes 1:1 "qeoV" tidak memiliki article (kata sandang) sedangkan "qeon" punya?

Pertama-tama mari kita coba memberikan article (ie. kata sandang) "o" kepada kata "qeoV" (catatan DeusVult: untuk versi Yunani ditambahkan article "o" bukan "ton" karena bentuk Yoh 1:1c adalah nominative bukan accusative. Baca penjelasan sebelumnya). Kita juga akan menerjemahkan article "ton" dengan "sang" (Inggris: "the") dan menyisipkannya dalam terjemahan Indonesia dan Inggris. Dengan begini terlihat pemakaian article (ie. kata sandang) untuk bahasa Indonesia maupun Inggris.

Perhatikan:

    "... kai o logoV hn proV ton qeon kai o qeoV hn o logoV"

    "... Firman itu bersama-sama dengan [sang] Allah dan Firman itu adalah [sang] Allah"

    "... and the Word was with [the] God, and the Word was [the] God"

Seperti yang terlihat terjadi pengidentikan antara "sang Allah" yang bersama-sama Firman [Yoh 1:1b] dan "sang Allah" yang adalah Firman [Yoh 1:1c]! Karena di Yoh 1:1b "sang Allah" pastilah sang Bapa maka dengan menulis "sang Allah" di Yoh 1:1c timbul identifikasi antara "qeoV" dengan "qeon" sehingga "Firman = Allah [Bapa]!!" Pengidentikan menyiratkan Modalisme (mengajarkan bahwa Bapa dan Anak adalah satu pribadi, sementara Roh Kudus adalah energi) yang baik bagi unitarian, Saksi Yehuwa, Mormon, Moslem, Protestant, Orthodox ataupun Katolik dianggap sebagai bidah.

Roh Kudus yang mengilhami Yohanes dengan kuasaNya menuntun sang penginjil untuk menulis di Yoh 1:1 satu kalimat yang mengkonfirmasi dua kebenaran iman sambil menyangkal bidaah yang bertentangan dengan kebenaran iman itu. Dengan menuliskan bahwa Firman itu bersama-sama dengan Allah [Yoh 1:1b] penginjil Yohanes menekankan bahwa "Firman" dan "Allah Bapa" adalah dua pribadi yang berbeda (dimana kebenaran iman ini menyangkal bidaah Modalisme). Dengan menuliskan bahwa Firman itu adalah Allah [Yoh 1:1c] penginjil Yohanes menekankan bahwa sang Firman itu satu esensi dengan Allah, sang Firman adalah Allah (dimana kebenaran iman ini menyangkal bidaah Arianisme, seperti yang dianut Unitarian, saksi Yehuwa, Mormon dan Islam).


Apakah kata "Allah" yang jelas-jelas untuk Bapa pernah digunakan tanpa article dalam bahasa Yunaninya?

Ya! Misalnya di Yoh 1:6, 12, 13, 18 etc (bahkan di Yoh 1:18 yang digunakan adalah kata "qeon" sebagaimana dipakai di Yoh 1:1b).

Patut dicatat bahwa baik terjemahan New World Translation milik Saksi Yehuwa maupun terjemahan The New Testament in an Improved Version milik Unitarian menerjemahkan kata "Allah" di Yoh 1:6, 12, 13, 18 dengan kata "God." Padahal kalau mereka konsisten dengan prinsip bahwa kata "Allah" harus diterjemahkan secara indefinitive karena tidak ada artcile-nya [sebagaimana yang mereka lakukan di Yoh 1:1c] maka seharusnya mereka menerjemahkannya dengan "... a god." Sungguh munafik.

Oh dan satu lagi yang ingin aku informasikan. Terjemahan The New Testament in an Improved Version milik unitarian mengklaim bahwa terjemahan mereka didasarkan oleh terjemahan Alkitab yang dilakukan Uskup William Newcome (Uskup Anglican). Meskipun begitu, di Alkitab terjemahan Uskup William Newcome sendiri di ayat Yoh 1:1c tertulis, "and the Word was God."


Apakah kata "Allah" yang jelas-jelas untuk Bapa pernah disebut "o qeoV?"

Ya! Dimana? Terlalu banyak tempat. Aku beri contoh beberapa saja dari Injil Yohanes: Yoh 3:16, 17, 9:29; 13:32 etc.


Apakah kata "Allah" yang jelas-jelas untuk Bapa pernah disebut "qeoV" saja tanpa article?

Ya. Baru ketemu satu, yaitu di Mrk 12:27. Kalau ada waktu aku cari lagi.

Yang menarik, terjemahan New World Translation milik Saksi Yehuwa menerjemahkannya "a God" sementara The New Testament in an Improved Version milik Unitarian menerjemahkannya "the God." Dan kali ini kedua terjemahan kaum non-trinitarian ini sama-sama menggunakan huruf besar "G," sementara untuk "qeoV" di Yoh 1:1c mereka menggunakan huruf kecil.
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Mon, 01-06-2009 5:17 pm    Post subject: Reply with quote

Filipi 2:6

Si unitarian punya dua argumen di dua paragraph yang dia tulis. Argumen pertama [di paragraph pertama] cukup aneh. Dia menyangkal bahwa Fil 2:6 mengajarkan keilahian Kristus dengan membandingkannya dengan tulisan-tulisan Paulus lainnya (ie. 1Kor 8:6; Ef 1:3,17) yang menurutnya menunjukkan bahwa Paulus hanya mengimani Bapa sebagai Allah. Ke-aneh-an yang aku maksud adalah, argumen semacam ini tidak secara spesifik meng-counter ayat tertentu (misalnya ayat Fil 2:6 yang rencananya akan dia counter), tapi secara umum menyangkal semua tulisan Paulus yang di-klaim trinitarian membuktikan keilahian Kristus.

Yah biarlah... justru dengan kerangka pikir seperti itu, maka sekali kayuh dua tiga pulau terlampaui. Si unitarian telah menyajikan argumennya atas beberapa ayat Paulus yang diklaim trinitarian menunjukkan keilahian Yesus (Rom 5:9; Kol 1:19 etc). Nah, rencananya tentu saja, aku akan mematahkan argumen-argumen tersebut. Dengan begitu disamping argumen atas ayat-ayat tersebut (Rom 5:9, Kol 1:19 etc) patah, klaim umumnya bahwa Paulus hanya mengimani Bapa sebagai Allah otomatis juga terpatahkan.


Sekarang mengenai argumen kedua. Si unitarian mengklaim bahwa terjemahan "dipertahankan" di Fil 2:6 di Alkitab Indonesia kurang tepat, yang lebih tepat adalah terjemahan "robbery" yaitu "perampasan. Si unitarian kemudian mengutip Alkitab bahasa Inggris yaitu Revised Standard Version (aku gak tahu Revised Standard Version yang mana, punyaku yang juga RSV tulisannya gak seperti itu) yang menulis "...thought it not robbery to be equal with God" yang kemudian dia terjemahkan "...tidak memikirkan perampasan untuk menjadi setara dengan Allah."

Kita bisa tanya si unitarian ini, "mengapa kok Yesus tidak memikirkan kesetaraan dengan Allah sebagai suatu perampasan?"

Aneh bukan. Kalau memang Yesus itu bukan Allah maka pemikiran bahwa Dia itu setara dengan Allah JUSTRU MERUPAKAN PERAMPASAN. Yesus telah merampas sesuatu yang bukan hakNya [ie. kesetaraan dengan Allah]. Tidak hanya hal tersebut merupakan perampasan tapi juga suatu penghujatan, suatu dosa yang amat berat.

Justru fakta bahwa Yesus tidak merasa bahwa kesetaraan dengan Allah itu bukanlah sesuatu yang perlu Dia rampas, menunjukkan bahwa pada hakekatnya dia itu setara dengan Allah. Pada hakekatnya yang Dia miliki adalah kesetaraan dengan Allah. Oleh karena itu hakNya, itu milikNya, itu hakekatNya, maka Dia tidak merampasnya.




Yohanes 10:30

Basically si unitarian menyanggah bahwa kesatuan di Yoh 10:30 adalah kesatuan substansial antara Yesus dengan Bapa. Untuk menyanggahnya si unitarian mengacu kepada Yoh 17:11, 21-23 dimana pada ayat itu Yesus beroa kepada Bapa agr murid-muridNya juga menjadi satu sebagaimana Dia dan Bapa adalah satu. Nah, karena kesatuan para murid pastilah bukan kesatuan substansial, maka kesatuan Yesus dan Bapa juga bukan kesatuan substansial, toh Yesus memodelkan kesatuan para murid dengan kesatuan antara Dia dan BapaNya.

Yah, untungnya aku sudah membuat apologi yang cukup panjang atas pembandingan Yoh 10:30 dengan Yoh 17:11, 21-23. Aku kerjakan ketika si BILAL juga memakai argumen kuno ini. Berikut Copy/paste dari topik di forum Belajar:

DeusVult wrote:
Bukti bahwa kesatuan di Yohanes 10:30 PASTILAH kesatuan substansi.



John 10:24 - RSV
24 So the Jews gathered round him and said to him, "How long will you keep us in suspense? If you are the Christ [NAB: Messiah], tell us plainly."

Para Yahudi berkata kepada Yesus agar Dia menjawab dengan gamblang pada mereka apakah Dia itu Mesiah atau bukan. Ayat 24-30 merupakan jawaban Yesus terhadap pertanyaan para Yahudi tersebut. Ayat 30 adalah kesimpulan, inti, punchline dari jawaban Yesus atas pertanyaan apakah Yesus adalah Mesiah.

Nah, Perjanjian Lama menunjukkan bahwa sang Mesiah adalah Allah sendiri:

Terjemahan CE: The Blessed Trinity di topik Apologi atas Trinitas: Kontra Moslem

    Beberapa [dari Bapa Gereja Awal yang berpandangan bahwa tidak ada penjelasan spesifik akan ajaran Trinitas di Perjanjian Lama] mengakui bahwa suatu pengetahuan akan misteri tersebut (ie. Trinitas) diberikan kepada Nabi-Nabi dan para Kudus dari Dispensasi Lama (maksudnya Perjanjian Lama) (Epiph., "Haer.", viii, 5; Cyril Alex., "Con. Julian.," I). Dapat segera diakui bahwa cara pewahyuan [akan Trinitas] dipersiapkan dalam beberapa nubuat. Nama Imanuel (Yesaya 7:14) dan Allah yang Perkasa (Yesaya 9:6, atau di penomoran lain Yesaya 9:5) yang menegaskan [nubuat] akan Mesiah menyebutkan Kodrat Ilahi dari sang pembebas (ie. Mesiah) yang dijanjikan. Namun tampaknya wahyu dari Injil diperlukan untuk mengerti secara penuh makna dari perikop-perikop [nubuat di Perjanjian Lama]. Bahkan gelar-gelar agung ini tidak menuntun para Yahudi untuk mengenali sang Penyelamat yang akan datang adalah Allah sendiri. Penerjemah Septaguinta bahkan tidak berusaha untuk menerjemahkan kata Allah yang Perkasa secara literer, tapi [menerjemahkannya] "sang malaikat pembimbing agung."


Terjemahan dari CE: Incarnation di topik Apologi atas Trinitas: Kontra Moslem

    (c) KESAKSIAN DARI BUKU-BUKU NABI

    Para nabi jelas menyebutkan bahwa sang Mesiah adalah Allah. Yesaya berkata "Allah sendiri akan datang dan menyelamatkan kamu" (xxxv, 4); "Bukalah jalan untuk Yahwe" (xl, 3) (catatan: ini dikutip Yohanes Pembaptis dan diaplikasikannya kepada Yesus); "Lihatlah itu Tuhan Yahwe akan datang dengan kekuatan” (xl, 10). Bahwa Yahwe disini adalah Yesus Kristus sudah jelas dari penggunaan ayat di [injil] St. Markus (i 3). Nabi-nabi besar Israel memberikan kepada sang Kristus sebuah nama ilahi yang spesial dan baru "Dia akan dipanggil Imanuel" (Yes., vii, 14). Nama Ilahi baru yang disebut St. Matius ini terpenuhi dalam Yesus, dan ditafsirkan dalam artian Keilahian Yesus. "Meraka akan menamakan Dia Imanuel – yang berarti: Allah menyertai kita." (Mat., i, 23.) Juga di ix, 5, Yesaya menyebut Mesiah sebagai Allah: "Seorang anak telah lahir bagi kita . . . namanya akan disebut: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa dunia yang akan datang, Pangeran Kedamaian." [Umat] Katolik menjelaskan bahwa anak yang sama tersebut adalah Allah yang Perkasa (ix, 5) dan Imanuel (vii. 14); terkandungnya anak tersebut dinubuatkan di ayat-ayat sebelumnya. Nama Imanuel (Allah menyertai kita) menjelaskan nama yang kita terjemahkan "Allah yang Perkasa." Adalah sesuatu yang tidak kritis dan berprasangka bagi para rationalist untuk keluar dari Yesaya dan mencari di Yehezkiel (xxxii, 21) arti "orang-orang berkuasa yang gagah perkasa" untuk sebuah kata yang ditempat mana saja di Yesaya adalah nama dari "Allah yang Perkasa" (lihat Yes., x, 21) (catatan: maksudnya para rationalist ini mencoba mencari artian kata "perkasa" yang diterapkan pada pribadi selain Allah sehingga gelar "Allah yang Perkasa" tidak mengacu pada sesuatu yang Ilahi). Theodotion menerjemahkan secara literal theos ischyros; Septuaginta [menerjemahkan] "utusan". Penafsiran kami adalah [penafsiran] yang diterima oleh Katolik dan Protestant yang sealiran dengan Delitzsch ("Messianic Prophecies", p. 145). Yesaya juga menyebut sang Mesiah "cabang Yahwe" (iv, 2), i. e. yang bercabang dari Yahwe dalam arti punya kodrat yang sama dengan Yahwe. Sang Mesiah adalah "Allah Raja kita" (Yesaya., lii, 7), "sang Penyelamat dikirim oleh Allah kita" (Yes., 1ii, 10, dimana kata 'Penyelamat' adalah bentuk abstrak dari kata 'Yesus' (catatan: kata "Yesus" sendiri dalam bahasa Ibrani berbunyi kira-kira "yehoshuwa" yang berarti "Allah adalah keselamatan")); "Yahwe Allah Israel" (Yes., lii, 12): "Dia yang menjadikan engkau, Allah (Yahwe) semesta alam nama-Nya" (Yes., liv, 5)".

    Para nabi lain juga sejelas Yesaya, meskipun tidak begitu terperinci dalam ramalan mereka akan Keilahian dari sang Mesiah. Kepada Yeremia, Dia adalah "Yahweh sang Adil kita" (xxiii, 6; juga xxxiii, 16). Mikha berbicara akan dua-lapis kedatangan sang Anak, kelahiranNya di Bethlehem dan prosesiNya yang abadi dari Bapa (v, 2). Nilai ke-Mesiah-an dari ayat ini dibuktikan dari tafsiran Injil Matius atas ayat tersebut (Mat ii, 6). Zakharia menulis Yahwe menyebut sang Mesiah sebagai "orang yang paling karib kepadaKu"; namun seorang yang paling karib adalah seseorang yang derajatnya sama dengan Yahweh (xiii, 7). Maleakhi berkata: "Lihat, Aku menyuruh utusanKu, supaya ia mempersiapkan jalan dihadapanKu! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke baitNya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman Tuhan semesta alam.” (iii, 1). Utusan yang disebut disini tentunya adalah St. Yohanes Pembaptis. Kata-kata Nabi Malaekhi akan adanya satu utusan [ie. Yohanes Pembaptis] ditafsirkan oleh Tuhan Kita sendiri, Yesus (Mat., xi, 10). Tapi sang Pembaptis (ie, Yohanes Pembaptis) menyiapkan jalan dihadapan Yesus Kristus. Oleh karena itu Kristus adalah pembicara kata-kata Malaekhi. Namun kata-kata Malaekhi diutarakan oleh Yahweh Allah Agung Israel. Oleh karena itu Kristus atau Mesiah dan Yahwe adalah Pribadi Ilahi yang satu dan sama. Argumen ini menjadi lebih kuat oleh fakta bahwa tidak hanya sang pembicara [dari kata-kata Mal., iii, 1] adalah Yahwe Allah Semesta Alam, yang satu dan sama dengan sang Mesiah yang jalannya dipersiapkan sang Pembaptis (ie, Yohanes Pembaptis); tapi [dari] nubuat akan kedatangan Tuhan ke kuil [terbaca adanya] peng-aplikasian kepada Mesiah sebuah nama yang hanya diberikan kepada Yahwe sendiri (catatan: maksudnya nama atau gelar "Allah semesta Alam." Gelar ini biasanya dipakaikan kepada Yahwe sendiri tapi di Mal., iii, 1 gelar tersebut dipakaikan juga kepada Mesiah. Ini menandakan bahwa Mesiah dan Yahwe adalah satu.). Nama itu muncul tujuh kali (Ex., xxiii, 17; xxxiv, 23; Is., i, 24; iii, 1; x, 16 and 33; xix, 4) diluar buku Malaekhi, dan jelas mengacu kepada Allah Israel. Nabi-nabi terakhir Israel memberikan kesaksian yang jelas bahwa Mesiah adalah Allah Israel itu sendiri. Argumen dari para nabi akan Keilahian sang Mesiah ini sangat meyakinkan bila dimengerti dalam terang wahyu Kristen, seperti yang telah kami sajikan. Daya kumulatif dari argumen ini disuguhkan dengan baik di buku "Christ in Type and Prophecy", oleh Maas.


Orang Yahudi memang tidak tahu bahwa Mesiah itu Allah sendiri (meskipun PL menyiratkan demikian) tapi Yesus memang sering memberi jawaban berdasarkan penafsiran yang benar atas ayat Perjanjian Lama bukan berdasarkan atas penafsiran yang kurang tepat atasnya (sebagai contoh baca Yoh 2:18-22).

Kepada para Yahudi, Yesus seakan-akan memberi jawaban, "Kamu bertanya apakah Aku ini Mesiah. Mesiah itu Allah. Aku dan Bapa adalah satu. Kami adalah Allah yang satu. Aku adalah Allah sebagaimana Bapa. Karena sang Mesiah hanyalah seorang Allah, maka Aku yang Allah inilah sang Mesiah."


Ini adalah bukti pertama bahwa Yesus berbicara tentang kesatuan substansi di Yoh 10:30. Bukti berikutnya:

Selanjutnya di Yoh 10:31 para Yahudi melempari Yesus karena merasa bahwa Yesus yang hanya manusia, membuat diriNya sebagai Allah.

Nah, darimana para Yahudi ini mendapatkan kesan bahwa Yesus membuat diriNya sebagai Allah? Kan mereka sendiri tidak mengerti nubuat Perjanjian Lama bahwa sang Mesiah adalah Allah. Disini kita harus memahami bahwa pengetahuan kita akan kejadian di Yohanes bab 10 ini hanya kita dapatkan dari pembacaan Alkitab. Sementara itu para Yahudi mendengar suara Yesus dan juga melihat bahasa tubuh Yesus saat menjawab pertanyaan mereka. Dan mereka memahami bahwa kesatuan yang dimaksudkan Yesus adalah kesatuan substansi. Karena itulah mereka berkata bahwa Yesus membuat diriNya menjadi Allah.


Atas bukti kedua ini biasanya mereka yang tidak meyakini bahwa Yesus adalah Allah mengajukan keberatan:

Tidak. Yesus tidak membuat diriNya menjadi Allah. Para Yahudi memang mengatakannya, tapi mereka keliru. Maksud Yesus sebenarnya adalah bahwa hubunganNya dengan Allah adalah seperti hubungan umat Israel dengan Allah. Dia itu allah sama seperti bagaimana umat Israel lainnya adalah allah-allah. Karena itulah Yesus mengutip Mzm 82:6 di Yoh 10:34. dia mengkoreksi kekeliruan para Yahudi.

Ya, memang Yesus mengacu kepada Mzm 82:6. Tapi Dia tidak mengelompokkan diriNya bersama semua orang Israel. Ini terlihat jelas di Yoh 10:36 ketika Dia membedakan diriNya sebagai orang yang "telah dikuduskan oleh Bapa dan telah diutusNya kedalam dunia." Sementara orang Israel tidak dikuduskan dan diutus kedalam dunia oleh Bapa.

Jadi di Yoh 10:34-36, Yesus seakan-akan berkata, "Kamu menuduhku menghujat? Padahal sembarang orang Yahudi bisa menyebut diri mereka allah ['a' kecil] dan tidak dituduh menghujat. Jadi kenapa Aku, yang dikuduskan oleh Bapa dan telah diutusNya kedalam dunia, dituduh menghujat? Kalau orang Yahudi biasa saja boleh menyebut dirinya allah ['a' kecil] dan tidak dianggap menghujat apalagi Aku yang jelas-jelas Allah. Aku adalah Allah. Jadi kalau Aku menyebut diriKu Allah, Aku tidak menghujat."


Begitulah....





Matius 28:19

Si unitarian mengatakan bahwa karena tidak ada kata tambahan "Allah" untuk dua pribadi yang lain ("Putra" dan "Roh Kudus," sementara pribadi "Bapa" tidak perlu tambahan Allah karena sudah jelas) maka tidak bisa disimpulkan bahwa ayat tersebut menerangkan adanya tiga pribadi.

Nah, dari sini tampaknya terlihat bahwa si unitarian ini mungkin adalah seorang yang bahasa ibunya (lingua franca) Indonesia.

Bagi seorang dengan bahasa ibu Yunani, Inggris, Jerman etc akan cukup jelas adanya satu keanehan atas ayat Mat 28:19. Kita pakai bahasa Ingris saja:

    Mat 28:19
    19* Go therefore and make disciples of all nations, baptizing them in the name of the Father and of the Son and of the Holy Spirit,

Keanehannya apa? Keanehannya terletak pada kata "name."

Keanehan yang apa? Sesuai aturan bahasa Inggris, karena ada tiga nama yang mana si calon baptis harus dibaptis (ie. "Bapa," "Putra" dan "Roh Kudus") maka tentunya tidak boleh digunakan kata "name" yang sifatnya tunggal (singular) harus digunakan kata "names" yang sifatnya jamak (plural). Tapi yang digunakan adalah "name" yang sifatnya tunggal (singular). Mengapa? Tentunya karena ketiga nama-nama pribadi-pribadi tersebut adalah Allah yang satu itu!

Hal ini juga berlaku dalam bahasa Yunani aslinya, sebagaimana ditulis dalam Catholic Encyclopedia: The Blessed Trinity:

    Finally after His resurrection, He revealed the doctrine in explicit terms, bidding them "go and teach all nations, baptizing them in the name of the Father, and of the Son, and of the Holy Ghost" (Matthew 28:18). The force of this passage is decisive. That "the Father" and "the Son" are distinct Persons follows from the terms themselves, which are mutually exclusive. The mention of the Holy Spirit in the same series, the names being connected one with the other by the conjunctions "and . . . and" is evidence that we have here a Third Person co-ordinate with the Father and the Son, and excludes altogether the supposition that the Apostles understood the Holy Spirit not as a distinct Person, but as God viewed in His action on creatures.

    The phrase "in the name" (eis to onoma) affirms alike the Godhead of the Persons and their unity of nature. Among the Jews and in the Apostolic Church the Divine name was representative of God. He who had a right to use it was invested with vast authority: for he wielded the supernatural powers of Him whose name he employed. It is incredible that the phrase "in the name" should be here employed, were not all the Persons mentioned equally Divine. Moreover, the use of the singular, "name," and not the plural, shows that these Three Persons are that One Omnipotent God in whom the Apostles believed. Indeed the unity of God is so fundamental a tenet alike of the Hebrew and of the Christian religion, and is affirmed in such countless passages of the Old and New Testaments, that any explanation inconsistent with this doctrine would be altogether inadmissible.

Kebetulan dalam rangka mengerjakan "Apologi atas Trinitas: Kontra Moslem" kutipan tersebut sudah aku terjemahkan:

    Pada akhirnya setelah kebangkitanNya, Dia mewahyukan ajaran tersebut secara eksplisit, dengan berpesan kepada mereka "pergi dan ajaralah semua bangsa, baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Putra dan Roh Kudus" (Matius 28:18). Kekuatan dari perikop ini sangat berketetapan. Bahwa "Bapa" dan "Putra" adalah Pribadi yang berbeda dapat disimpulkan dari kalimat itu sendiri, yang [bersifat] mutually exclusive. Penyebutan Roh Kudus dalam seri yang sama, dimana namanya dihubungkan dengan kata penghubung "dan. . . dan" adalah bukti bahwa kita punya seorang Pribadi Ketiga yang ber-koordinasi dengan Bapa dan Putra, dan ini mengecualikan anggapan bahwa para rasul memahami Roh Kudus tidak sebagai pribadi yang berbeda, tapi [para rasul malahan menganggap Roh Kudus] sebagai Allah dipandang dari tindakanNya atas mahkluk-mahkluk

    Frase "dalam nama" (eis to onoma) mengkonfirmasi ke-Allah-an dari pribadi-pribadi dan kesatuan mereka dalam kodrat. Diantara para umat Yahudi (ie. penganut Yudaisme) dan dalam Gereja Rasuli, nama Ilahi adalah perwalian dari Allah. Dia yang punya hak untuk menggunakannya (nama Ilahi) diberi kekuasaan yang sangat besar: karena dia bersenjatakan kuasa adikodrati (supernatural) dari dia yang namanya diwakilkan. Adalah sangat menakjubkan bahwa frase "dalam nama" dipergunakan disini, kalau tidak dimaksudkan bahwa semua Pribadi sama-sama Ilahi. Terlebih, penggunaan kata tunggal "nama," dan bukan kata jamak, menunjukkan bahwa Tiga Pribadi ini adalah Satu Allah yang Maha Kuasa yang dipercayai semua Rasul. Dan memang kesatuan Allah adalah satu ciri fundamental dari orang Ibrani dan agama Kristen, dan dikonfirmasi oleh banyak perikop dari Perjanjian Lama dan Baru, sehingga sembarang penjelasan yang tidak konsisten dengan ajaran ini (ie. ajaran akan kesatuan Allah) sama sekali tidak bisa diterima.

Hal lain yang ditunjukkan kutipan dari Catholic Encyclopedia: The Blessed Trinity diatas adalah bahwa paralelisme Bapa, Putra dan Roh Kudus dengan menggunakan kata penghubung "dan" yang mengindikasikan suatu penyejajaran. Nah, siapakah yang bisa disejajarkan dengan Sang Allah Bapa? Tentunya sang Putra dan Roh Kudus yang juga Allah. Bila ditambah fakta penggunaan bentuk tunggal dari "name" maka sudah terlalu jelas pengakuan iman yang Katolik dan Apostolik akan Trinitas.




Ulangan 6:4

Nah, mengenai ayat ini aku cenderung setuju dengan si unitarian. Kata "echad" itu lebih kepada satu numerik, bukan himpunan. Sementara itu kata "ellohim" yang memang adalah bentuk plural, tidak bisa dianggap sebagai suatu pernyataan akan kejamakan Allah maupun pribadi. Karena memang dikenal adanya majestic plural atau jamak agung, sebagaimana para petinggi dan pejabat menganggap dirinya sebagai "kami" atau "kita" (Paus pun menggunakan gaya bicara ini. Kalau tidak salah Yohanes Paulus II meninggalkannya, tapi Benediktus XVI memakai tradisi ini kembali [one more point for B16!]).

Sebaiknya umat Kristen Trinitarian menghindari berargumen akan trinitas melalui kata "ellohim" yang jamak. Argumen ini sangat kurang tepat dalam diskusi dengan orang yang menyangkal Trinitas.

Namun patut dicatat bahwa ada ayat dimana penggunaan jamak agung [majestic plural] kalau digabung dengan konteksnya, tampaknya semakin menguatkan wahyu yang sangat implisit akan Trinitas. Salah satunya adalah Kejadian 1:26:

    Genesis 1:26 (Kejadian) - Revised Standard Version
    26 Then God said, "Let us make man in our image, after our likeness; and let them have dominion over the fish of the sea, and over the birds of the air, and over the cattle, and over all the earth, and over every creeping thing that creeps upon the earth."

Nuansa dari ayat ini tampaknya Allah sedang berbicara dengan suatu pribadi yang lain. Dari sini secara amat samar bisa dilihat suatu kejamakan [plurality] dari Allah (kejamakan pribadiNya tentunya, bukan substansiNya).

Nah, dalam argumennya kali ini, si unitarian juga menyinggung Keluaran 7:1. Berikut bunyi ayat tersebut:

    Exodus 7:1
    1 And the LORD said to Moses, "See, I make you as God to Pharaoh; and Aaron your brother shall be your prophet.

Si unitarian berkata bahwa dalam ayat ini Musa disebut "God," dimana kata yang digunakan adalah "Ellohim," namun Musa sendiri tidak punya kejamakan pribadi sebagaimana Allah Trinitas. Karena itulah "Ellohim" tidak perlu berarti bahwa Allah itu trinitas.

Nah, terlepas dari kesetujuanku bahwa penggunaan kata "ellohim" tidak perlu berarti bahwa Allah itu Trinitas (dan umat Kristen jangan kebakaran jenggot karena toh Ke-Trinitas-an Allah bisa dibuktikan dengan banyak ayat lain), aku rasa, KALAUPUN kata "ellohim" memang adalah bukti eksplisit akan ke-trinitas-an Allah, maka argumennya kurang tepat. Karena toh disini Allah akan membuat Musa SEAKAN-AKAN adalah Ellohim bagi Firaun. Kta kuncinya adalah "seakan-akan." Toh Musa bukan Ellohim, karena itulah Musa kurang [lacking] semua atribut yang pantas bagi suatu "Ellohim," yaitu, kemahakuasaan dll termasuk kejamakan pribadi.




1 Yohanes 5:7

Comma Johanninum yang terkenal itu. Berikut tulisanku di Apologi atas Trinitas: Kontra Moslem

    Bagian "[di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. Dan ada tiga yang memberi kesaksian di Bumi]" dikenal dengan nama Comma Johanninum (Latin). Ayat ini memang bukan bagian asli dari Surat Yohanes yang Pertama. Bukti paling awal akan keberadaan ayat ini adalah dari tulisan Liber Apologeticus yang ditulis sekitar akhir abad ke empat. Lalu bagaimana tanggapan yang Katolik?

    Pertama-tama, Gereja tidak berusaha membohongi karena memang ada tanda "[]" untuk ayat tersebut. Setiap ada tanda seperti itu di Alkitab itu berarti keasilian ayat tersebut belum dapat dipastikan.

    Kedua, sekalipun Comma Johanninum hanyalah tambahan, ini bukan berarti bahwa iman akan Trinitas tidak ada di ayat-ayat lain. Di bagian atas sudah ditunjukkan ayat-ayat lain di Kitab Suci dimana iman akan Trinitas terlihat eksplisit (lihat kutipan yang telah aku terjemahkan dari Catholic Encyclopedia: The Blessed Trinity). Sehingga bila Comma Johanninum dibuang, itu tidak akan membuat ajaran Trinitas perlu direvisi.

    Ketiga, iman yang dinyatakan oleh Comma Johanninum adalah iman yang sesuai dengan Tradisi lisan. Dan karena baik Tradisi lisan maupun tertulis (ie. Kitab Suci) sama-sama adalah sumber iman Gereja yang tidak bisa salah, maka Comma Johanninum tetaplah pernyataan iman yang punya otoritas tidak bisa salah sama seperti ayat Kitab Suci lain.

Aku ingin menambahkan bahwa pada awalnya tidak diketahui apakah Comma Johanninum itu asli atau tidak. Ketika diputuskan bahwa bagian itu asli, maka bagian tersebut tidak dihilangkan. Namun dengan berlalunya waktu, dengan adanya tambahan bukti dan penyelidikan lebih lanjut, maka keputusannya berubah. Pada awalnya memang sudah ada keraguan yang beralasan akan otentisitas bagian tersebut. Yang ingin aku tekankan adalah penambahan bagian tersebut tidak dilakukan dengan niat memaksakan ajaran Trinitas.




Kejadian 1:26

Aku sudah membahas sedikit akan ayat ini ketika menggapi ayat Ulangan 6:4. Aku katakan bahwa nuansa dari ayat ini menunjukkan adanya pembicaraan antar pribadi, dan darisinilah kita bisa secara samar melihat iman akan Trinitas.

Si unitarian tampaknya juga mengakui hal tersebut. Dia mengatakan bahwa Allah "memang tidak seorang diri ketika menciptakan langit dan bumi."

Yah, baguslah. So we're on the same page as far as that. Ada persamaan persepsi bahwa ayat tersebut tidak memperlihatkan suatu kesendirian (solitude).

Yang menarik, si unitarian kemudian berargumen, "Anak (pra eksistensi manusia Yesus) memang ikut aktif dalam peristiwa penciptaan, bahkan Allah mencipta segala sesuatu melalui perantaraan Anak, bandingkan dengan Yoh 1:3, Kolose 1:15-17, Ibrani 1:2. tetapi hal ini tidak berarti dengan sendirinya bahwa Anak adalah setara dengan Bapa. Bapa tetap lebih besar dari pada Yesus (Yoh 14:28)."

Tampaknya si unitarian ini adalah jenis unitarian yang, sekalipun menolak bahwa Yesus itu Allah, tapi mengakui bahwa Yesus itu punya pra-eksistensi dan kuasa lebih dari manusia. Jadi bagi mereka Yesus itu semacam demi-God, Allah yang statusnya lebih rendah. Si unitarian ini bukanlah type yang menganggap bahwa Yesus hanyalah manusia biasa atau bahkan bekas malaikat (sebagaimana ajaran denominasi Unitarian lain, yaitu Saksi Yehuwa, bahwa Yesus adalah Mikhael sang Malaikat Agung).

Nah, dipembahasan berikutnya akan diperlihatkan bahwa di Kej 1:26 Allah memang "sendiri" (satu [numerik] substansi/esensi) dalam menciptakan langit dan bumi. Karena itulah pembicaraan antar pribadi sebagaimana dinuansakan di Kej 1:26 hanya bisa dipahami kalau ada pribadi yang lain dalam Allah yang satu itu




Ibrani 1:2, Kolose 1:16, Yohanes 1:3

Di ayat-ayat tersebut gagasan yang disampaikan adalah Yesus itu adalah pencipta segalanya termasuk surga dan dunia. Si unitarian berargumen bahwa fakta kalau Yesus itu pencipta tidak membuktikan bahwa Yesus adalah Allah. Lebih lanjut si unitarian berargumen bahwa orang yang bukan Allah pun bisa mencipta asalkan dia diberi kuasa oleh Allah untuk itu. Jadi, menurutnya, Yesus diberi kuasa oleh Allah untuk mencipta. Karena itulah Dia bisa mencipta.

Ini adalah argumen paling kacau. Si unitarian menggampangkan dengan sekenanya proses penciptaan dengan berargumen bahwa mahkluk yang bukan Allah pun bisa mencipta asalkan dia diberi kuasa untuk mencipta oleh Allah.

Argumen keliru si unitarian bisa dijawab dengan sangat rumit dan panjang, yaitu dengan secara filosofis. Dengan filosofis bisa dibuktikan bagaimana hanya suatu agent (atau subye) yang independen dengan absolut bisa mencipta sesuatu ex-nihilo (dari ketidakadaan). St. Thomas Aquinas menjawabnya di Summa Theoogia di artikel 5, pertanyaan 45, buku pertama: Does it belong to God alone to create? Namun aku sangat menganjurkan untuk membaca SEMUA artikel di pertanyaan 45 (Question 45. The mode of emanation of things from the first principle) tersebut DAN juga SEMUA artikel di pertanyaan 44 sebelumnya (Question 44. The procession of creatures from God, and of the first cause of all things). Ini penting sebagai dasar.

Untungnya ada cara yang lebih gampang untuk menyanggah argumen si unitarian, Yesaya 44:24.

    Isaiah 44:24 – Revised Standard Version
    24 Thus says the LORD, your Redeemer, who formed you from the womb: "I am the LORD, who made all things, who stretched out the heavens alone, who spread out the earth—Who was with me?

    Isaiah 44:24 – Duoay-Rheims
    24 Thus saith the Lord thy redeemer, and thy maker, from the womb: I am the Lord, that make all things, that alone stretch out the heavens, that established the earth, and there is none with me.

    Isaiah 44:24 – New International Version
    24 "This is what the LORD says— your Redeemer, who formed you in the womb: I am the LORD, who has made all things, who alone stretched out the heavens, who spread out the earth by myself,

    Isaiah 44:24 – King James Version
    24 Thus saith the LORD, thy redeemer, and he that formed thee from the womb, I am the LORD that maketh all things; that stretcheth forth the heavens alone; that spreadeth abroad the earth by myself;

Jadi, Allah membuat langit dan bumi sendirian. Dan karena Yesus juga membuat langit dan bumi (sebagaimana ditunjukkan Ibrani 1:2, Kolose 1:16, Yohanes 1:3), maka Yesus adalah Allah.

Patut dicatat bahwa kata "langit" dan "bumi" yang digunakan baik di Yesaya 44:24 dan di Kejadian 1:1 adalah sama.

PS
Baca juga Yesaya bab 40:12-26, baca konteksnya lalu fokuskan ke Yes 40:25-26.
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Mon, 01-06-2009 5:22 pm    Post subject: Reply with quote

Yang baru:





Roma 9:5

Cukup lucu bahwa diawal-awal tiba-tiba si unitarian mengklaim bahwa ayat ini bermasalah. Yah, kita bisa dengan enteng menjawab "ya kamu itu yang cari-cari masalah padahal tidak ada." Yang lebih lucu lagi dia meng-amin-i klaim bahwa sesuai dengan gaya bahasa Yunani dan gaya penulisan Paulus di lain tempat (Roma 1:25; Galatia 1:5; 2Korintus 11:31), kata "Ia" dalam kalimat "Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya" mengacu kepada "Yesus." Namun setelah meng-amin-i demikian dia tiba-tiba berbeluk 180 derajat dan berkata, "satu-satunya keberatan yang paling serius terhadap terjemahan ini adalah fakta bahwa Paulus tidak pernah menyebut Yesus Kristus sebagai Allah!" Menggelikan sekali. Disini dia menggunakan bias pribadinya (ie. merasa bahwa Paulus tidak pernah menyebut Kristus sebagai Alah) untuk mementahkan fakta yang diamininya sendiri.

Inti dari keberatan dari unitarian berkenaan dengan frase terakhir dari ayat itu, yang ditebalkan berikut: "to them belong the patriarchs, and of their race, according to the flesh, is the Christ. God who is over all be blessed for ever. Amen." (Revised Standard Version). Si unitarian bersikeras bahwa "God" yang dimaksud disini adalah "Bapa" bukan Kristus. Nah, sementara itu pihak Trinitarian mengatakan bahwa "God" mengacu kepada Kristus.

Siapa yang benar?


Pertama-tama harus ditekankan bahwa manuskrip Kitab Suci yang menjadi dasar terjamahan semua Alkitab tidak mempunyai tanda baca. Bahkan isi Kitab Suci "ditulissambungmenyambungsepertiini" ("ditulis sambung menyambung seperti ini"). Penempatan titik atau koma di ayat Rom 9:5 bisa sangat berpengaruh dalam memahami siapakah yang dimaksud dengan "God" di ayat tersebut.

Kalau sebelum frase terakhir tersebut yang dipakai adalah tanda koma, maka tidak bisa tidak bahwa yang dimaksud "God" di Rom 9:5 adalah Yesus, bukan Bapa (sehingga terbuktikan bahwa Yesus adalah Allah). Tapi jika yang dipakai adalah tanda titik, maka tidak bisa dipastikan apakah "God" itu Yesus atau apakah "God" itu Bapa. Dengan kata lain, kalaupun yang seharusnya dipakai adalah tanda titik, tetap saja tidak bisa dikecualikan bahwa "God" yang dimaksud adalah Yesus.

Namun patut dicatat bahwa semua Bapa Gereja Awal yang mengutip ayat Rom 9:5 (Denis Pétau alias Dionysius Petavius menyebut lima belas Bapa Gereja Awal, diantaranya Irenaeus, Tertullian, Cyprian, Athanasius, Gregory of Nyssa, Ambrose, Augustine, and Hilary) setuju bahwa yang dimaksud dengan "God" di ayat tersebut adalah Yesus Kristus, bukan Allah Bapa. Jadi omong kosong kalau si unitarian berkata bahwa "menyangkut teks ini pandangan para ahli masih amat berimbang." Sejak jaman awal Gereja purba tidak ada satupun "ahli" yang menganggap bahwa "God" di Rom 9:5 mengacu kepada pribadi lain selain Kristus. Tapi kalau yang dimaksudkan si unitarian dengan kata "ahli" termasuk juga para bidat yang di-ekskomunikasi dan dikutuk Gereja, maka mungkin saja ada orang-orang seperti Arius etc yang mempunyai pandangan sesat bahwa "God" di Rom 9:5 tidak mengacu kepada Kristus.


Si unitarian kemudian juga menuliskan suatu "keberatan serius" terhadap terjemahan yang menggunakan tanda koma (bukannya tanda titik). Yaitu bahwa, "Paulus tidak pernah menyebut Yesus Kristus sebagai Allah."

Well, tampaknya ayat Titus 2:13 telah hilang dari Alkitabnya:

    Titus 2:13
    awaiting our blessed hope, the appearing of the glory of our great God and Savior Jesus Christ,

Ludwig Ott di bukunya Fundamentals of Catholic Dogma (p136) menuliskan:

    That the designation "God" is to be understood as referring to Christ, not God the Father, is indicated both by the linguistic form (composition of the substantive θεοῦ and σωτῆρος under one single article), and especially by the fact that the Parousia is always asserted of Christ, not of the Father (Cf. 1 Tim 6:14; 2 Tim 4:1).

    Penyebutan "God" [disini] dimengerti menunjuk kepada Kristus, bukan sang Allah Bapa, [karena] diindikasikan baik dari bentuk linguistik (komposisi dari [kata] substantif θεοῦ dan σωτῆρος dalam satu artikel tunggal), dan terutama oleh fakta bahwa Parousia [ie. kedatangan kembali] selalu ditekankan kepada Kristus, bukan Bapa (Bdk. 1 Tim 6:14; 2 Tim 4:1).






Yohanes 20:28

Argumen si unitarian berdasar pada pendapat seorang Thomas McElwain (silahkan di google). Singkatnya McElwain berargumen bahwa bentuk "Lord" dan "God" di ayat tersebut adalah nominatif, padahal kalau kedua kata tersebut ditujukan kepada seseorang yang diajak bicara, maka seharusnya bentuknya adalah vokatif, bukan nominatif.

Pertama, dalam bahasa Yunani Kitab Suci kata nominatif bisa digunakan untuk bentuk yang vokatif dalam sapaan langsung untuk menunjukkan orang yang disapa ([Definition of nominative for vocative:] A Susbtantive in the nominative is used in the place of the vocative case. It is use (as is the voc.) in direct address to designate the addressee. - Greek Grammar Beyond the Basics, p56, Daniel Wallace). Buku Wallace adalah textbook yang dipergunakan seminaris, baik Katolik maupun Protestant.)

Wallace menyajikan satu bab mengenai kecenderungan ini di Kitab Suci. Dia mengatakan bahwa, "Alasan nominative digunakan bagi vocative adalah karena formal overlap [ie. formalitas yang overlap]. Tidak ada pembedaan atas bentuk dalam [kata] jamak atau [kata] tunggal yang neuter [ie. kata yang tidak berjenis kelamin alias kata yang tidak ber-gender], dan begitu juga atas beberapa bentuk [kata] tunggal yang maskulin dan feminin. 'Oleh karena itu [muncul] kecenderungan untuk menghilangkan perbedaan bahkan ketika vocative mempunyai bentuknya sendiri'." Lebih lanjut Wallace mengatakan, "[penggunaan] nominative untuk vocative adalah sebuah perkembangan alamiah atas nominative sebagai naming case, terutama diantara orang-orang yang bahasa ibunya tidak mempunyai bentuk vocative yang berbeda."

Kata "qeoV" ("Allah") muncul dalam bentuk vokatifnya, yaitu "qee," hanya dua kali di Perjanjian Baru[1]. Dan itupun di ayat yang sama [2]. Di tempat lain-lainnya, bentuk nominatif-lah, yaitu "qeoV," yang selalu digunakan. Termasuk di Yoh 20:28. Secara speisifk Wallace mengatakan bahwa kasus Yoh 20:28 dikarenakan pengaruh gaya bahasa semitik, yang adalah bahasa ibu dari Yohanes Penginjil (Yohanes Penginjil aslinya adalah orang Semit, bukan orang Yunani). Contoh lain yang disajikan Wallace atas penggunaan nominative sebagai ganti vocative yang dikarenakan pengaruh gaya bahasa semitik adalah Luk 8:54 (Greek Grammar Beyond the Basics, Daniel Wallace, p58).


Kedua, kata "eipen" di ayat tersebut ("kai apekriqh o qwmaV kai eipen autw o kurioV mou kai o qeoV mou" [Yoh 20:28]) menunjukkan bahwa Thomas berbicara kepada Yesus. Kata tersebut berbentuk datif setelah kata kerja [verb] berbicara, sehingga cukup jelas bahwa kepada Yesus-lah perkataan Thomas ditujukan.

Lebih lanjut si unitarian mengatakan bahwa seruan Thomas adalah seruan keterkejutan. Tampaknya si unitarian dipengaruhi budaya modern barat (mungkin terlalu banyak melihat film-film Hollywood) dimana sering kita dengar orang barat dengan gampangnya berkata "Oh my God!" Padahal Thomas adalah seorang Yahudi. Bagi seorang yang hidup dalam budaya Yahudi Perjanjian Lama yang sangat menghormati nama Allah (Kel 20:7; Ul 5:11) tindakan seperti itu adalah merupakan pelanggaran perintah Allah. Orang Yahudi jaman sekarang yang berbahasa Inggris pun, tentunya yang taat beragama bukannya yang sekedar "Yahudi KTP," tidak akan mengucapkan nama Allah hanya karena keterkejutan.

Dan sebaiknya umat Katolik juga lebih berhati-hati dalam menyebut Allah. Jangan sok ke-barat-barat-an dengan ber-"Oh my God." Di blog-blog Katolik sendiri sudah banyak seruan agar kebiasaan ber-"Oh my God" ini dihentikan karena sangat irreverence.




Catatan kaki:
[1] Sementara itu di Perjanjian Lama versi Septuaginta (Septuaginta adalah Perjanjian Lama yang diterjemahkan ke bahasa Yunani oleh kaum Yahudi di Mesir pada abad ke 3 sebelum masehi), kata "Allah" (Elohim) biasanya menggunakan articular nominative. Sementara kata "qee" yang vocative hanya muncul tujuh kali di Perjanjian Lama (lima dari tujuh itu munculnya di Deuterokanon). Sumber: Greek Grammar Beyond the Basics, Daniel Wallace, p57, footnote 71.

[2] Di ayat Mat 27:46. Kedua kata "Allah" di ayat tersebut menggunakan "qee." Hal yang menarik dan patut dicatat adalah bahwa di Septuaginta ayat Mzm 22:1 yang dikutip Yesus tersebut menggunakan bentuk nominative dengan article (ie. articular nominative) untuk kata "Allah": "o qeoV, o qeoV." Ini bentuk yang sama dengan pengakuan Thomas di Yoh 20:28.



Yesaya 63:8-9

Terjemahan ayat ini di Alkitab terjemahan Indonesia terbitan LAI dan LBI adalah: "... maka Ia menjadi juruselamat mereka dalam segala kesesakan mereka. Bukan seorang duta atau utusan melainkan Ia sendirilah yang menyelamatkan mereka, Dialah yang menebus mereka dalam kasih-Nya dan belas kasihan-Nya." Si unitarian mengklaim bahwa terjemahan LAI tidak tepat, dia membandingkan dengan Alkitab King James Version: "So He became their Savior in all their affliction He was afflicted. And the Angel of His Presence saved them, in His love and His pity He redeemed them." Di terjemahan King James Version ini kata "Bukan seorang duta atau utusan melainkan Ia sendirilah ... " tidak ada.

Sebenarnya, terjemahan LAI/LBI tersebut bukanlah terjemahan yang dibuat-buat semata-mata untuk menge-gol-kan doktrin Trinitas. Jadi si unitarian telah keliru menuduh.

Sementara itu, paling tidak ada dua terjemahan Inggris modern yang menerjemahkan mirip dengan LAI/LBI:

    Isaiah 63:8-9 (New American Bible)
    in their every affliction. It was not a messenger or an angel, but he himself who saved them. Because of his love and pity he redeemed them himself, Lifting them and carrying them all the days of old.

    Isaiah 63:8-9 (Bible in Basic English)
    It was no sent one or angel, but he himself who was their saviour: in his love and in his pity he took up their cause, and he took them in his arms, caring for them all through the years.

Lalu bagaimana memahami semua ini? Well, terjemahan-terjemahan LAI/LBI serta NAB dan BBE diatas, yang tidak menyertakan frase "bukan seorang duta atau utusan," memilih menggunakan Septaguinta (LXX) sebagai otoritas untuk Yesaya 63:8-9. Sementara terjemahan lainnya yang tidak menyertakan frase tersebut memilih menjadikan manuskrip Ibrani (manuskrip ini adalah kopian kesekian kali dari naskah asli Kitab Suci) sebagai otoritasnya untuk Yesaya 63:8-9.

Lalu pertanyaannya adalah, mana yang lebih sesuai dengan naskah Kitab Suci aslinya? Septuaginta atau manuskrip Ibrani? Jawaban ini tidak bisa dijawab dengan pasti karena semua naskah asli Kitab Suci telah hancur. Alkitab-Alkitab yang kita punyai sekarang didasarkan dari manuskrip-manuskrip kopian yang ke-sekian kali. Kebanyakan terjemahan Kitab Suci mendasarkan terjemahannya atas otoritas manuskrip berbahasa Ibrani yang tertua karena memang manuskrip ini adalah manuskrip yang paling tua yang kita punyai. Namun patut dicatat bahwa dalam mengutip ayat-ayat Perjanjian Lama, para penulis Perjanjian Baru lebih sering menggunakan Perjanjian Lama versi septuaginta, bukan versi Ibrani. Di halaman web http://scripturecatholic.com/septuagint.html terdapat sebagian daftar yang menunjukkan bahwa penulis Perjanjian Baru lebih memilih menggunakan versi Septuaginta daripada versi Ibrani.



Ibrani 1:8

Di Ibrani 1:8, kepada sang Anak yaitu Yesus Kristus, Allah berkata, "Tahtamu, ya Allah." Ayat yang jelas menunjukkan ke-ilahi-an Kristus ini merupakan kutipan dari Mazmur 45:6. Si unitarian berargumen bahwa Mazmur tersebut "berbicara tentang pernikahan raja" sehingga "ayat ini harus dimengerti dalam arti Perjanjian Lama yaitu dimana raja disebut sebagai 'allah'."

Well, Yesus adalah raja Israel juga. Bahkan Dialah raja Israel yang paling tepat karena bagi sang Raja inilah dimensi keabadian ("tetap untuk seterusnya dan selama-lamanya") dari takhtaNya, sebagaimana di tuliskan di Mzm 45:7 benar-benar terpenuhi. Bukan sembarang raja Israel yang hanya bertahta sampai sang raja mati.

Terlepas dari pengertian Perjanjian Lama sebagaimana dikatakan si unitarian, penulis Ibrani yang hidup di jaman Perjanjian Baru (dimana apa yang tersirat di Perjanjian Lama dinyatakan dalam kepenuhannya) memahami bahwa Mazmur tersebut mengacu kepada Yesus. Dan lebih dari itu, penulis surat Ibrani, sesuai dengan penulisannya, memahami bahwa Yesus adalah Allah dengan menulis "Tahtamu, ya Allah" bukannya versi yang menuliskan "Tahtamu kepunyaan Allah" (ayat Mzm 45:7 tersebut memiliki dua versi). Jadi disini terlihat jelas apa yang diimani dari si penulis surat Ibrani yang telah mendapatkan kepenuhan wahyu Allah (ie. Perjanjian Barunya Yesus dan Perjanjian Lama bangsa Yahudi), yaitu bahwa ayat-ayat Mazmur tersebut merupakan nubuat bagi Yesus dan bahwa Yesus adalah Allah!




Yesaya 9:5 (Yesaya 9:6)

Yang dimaksud si unitarian sebenarnya adalah Yesaya 9:6, tetapi dia menuliskan Yesaya 9:5. Di Yesaya 9:6 tertulis mengenai Messiah: "namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai." Disini terlihat bahwa si Messiah adalah Allah sendiri.

Si unitarian berargumen bahwa ayat tersebut berbicara tentang anak raja Ahaz, yaitu Hezekiah. Karena jelas Hezekiah bukanlah Allah, maka tentunya yang dimaksud "Allah yang perkasa" adalah kehadiran dan pertolongan Allah dalam diri Hezekiah. Begitu pula dengan Yesus. Dia bukan Allah. Sang Messiah Yesus Kristus disebut "Allah yang perkasa" sebatas kehadiran dan pertolongan Allah dalam diriNya.

Ini adalah argumen yang sangat konyol sekali. Semua umat Kristen yang membaca Kitab Suci tahu bahwa di Perjanjian Lama ada hal-hal yang merupakan prefigurasi (ie. gambaran awal) dari kesempurnaan yang baru akan datang di Perjanjian Baru. Misalnya Paskah Perjanjian Lama yang merupakan prefigurasi dari Paskah Perjanjian Baru. Di Perjanjian Lama, berkat darah anak domba, maut tidak datang kepada bangsa Israel (Keluaran bab 12) dan mereka terbebas dari perbudakan bangsa Mesir. Sementara itu di Perjanjian Baru, berkat darah anak domba Allah yang dikorbankan (1Kor 5:7 cf. 1Pet 1:19) kita terbebas dari perbudakan dosa yang merupakan sebab dari maut alias kematian (Rom 6:9-10, 20-23; Rom 8:2; Ibr 2:14-15; 1Kor 15:55-57; dll). Contoh lainnya adalah peristiwa banjir jaman Nuh yang merupakan prefigurasi atas institusi sakramen baptisan. Penafsiran ini dituliskan oleh St. Petrus sendiri (1Pet 3:20-21, catatan penting: terjemahan LAI/LBI atas ayat 21 keliru! Harap baca tulisanku yang ini). Air banjir di Perjanjian Lama telah menghapus semua yang fasik dan menyelamatkan orang yang benar (Nuh dan keluarganya). Sementara itu di Perjanjian Baru air baptisan menghapus dosa sehingga orang yang tak berdosa itu selamat karena dosanya dihapus sebagaimana ditegaskan Credo Nicea-Constantinople: "Confiteor Unum BAPTISMA in remissionem peccatorum." (note: sekalipun dosa seseroang dihapus saat baptisan, tapi kalau dia berdosa berat lagi maka dia tidak akan selamat sebelum menghilangkan dosa beratnya itu. Untuk menghilangkan dosa berat yang terjadi setelah baptisan seseorang bisa mengakukan dopsanya kepada imam).

Prefigurasi di PL tidak hanya berkenaan dengan peristiwa-peristiwa tapi juga tokoh-tokoh. Maka dikenal sebutan "type" dan "antitype." Paulus di Rom 5:14 mengatakan bahwa Adam adalah "gambaran" atau "type" (lihat Alkitab Revised Standard Version, New American Bible etc). Antitype Adam adalah Kristus. Paralelisme antara Adam dan Kristus, sebagaimana dijelaskan Paulus adalah bahwa sebagaimana oleh ketidakpatuhan satu orang, ie Adam, kematian meliputi semua manusia, maka karena kepatuhan satu orang, ie. Kristus, keselamatan ditawarkan kepada semua manusia. Typologi lain di Perjanjian Lama atas Kristus adalah Yunus, Daud, dll.

Yunus diperintah Allah untuk mempertobatkan Niniwe. Yunus merasa bahwa Niniwe patut mendapatkan murka Allah karena itu dia malahan melarikan diri ke tempat lain dengan menaiki perahu. Tapi Allah mendatangkan badai sehingga awak kapal, sesuai perkataan Yunus sendiri, melemparkan Yunus ke laut dimana kemudian dia ditelan ikan besar. Dalam perut ikan Yunus berdoa dan setelah tiga hari dia keluar dan menaati perintah Allah untuk mempertobatkan Niniwe. Sementara itu di Perjanjian Baru, Yesus, sang antitype, mengatakan bahwa Dia akan berada dalam perut Bumi selama tiga hari seperti Yunus (Mat 12:40).

Typologi Daud-Kristus merupakan typologi yang paling sering disebut di Perjanjian Lama karena Daud adalah raja terbesar Israel. Di Rom 15:12 Paulus mengutip Yes 11:10. Di Yes 11:10 dikatakan bagaimana Daud adalah "taruk pangkal Isai" yang akan menguasai bangsa-bangsa non-Yahudi (gentiles).. Nah, Daud memang menguasai bangsa-bangsa non-Yahudi (bdk. 2Sam 8:11), namun sang antitype, Yesus, membawa ke-penguasa-an tersebut kepada kesempurnaannya karena Dia menguasai semua bangsa-bangsa (1Kor 15:24-25), tidak hanya sebagian seperti Daud. Dialah raja semua raja (Why 17:14; Why 19:16;). Typologi Daud-Kristus lainnya adalah Mat 3:17 dan Mzm 2:7; 1Kor 15:25 dan Mzm 110:1; Mat 7:23 dan Mzm 6:8; Kis 17:31 dan Mzm 9:8 dan lain-lain.

Nah, sekarang kita tiba kepada typologi Hezekiah-Kristus yang dipersoalkan si unitarian. Typology ini dimulai ketika Hezekiah belum lahir. Ayah Hezekiah, Ahaz, sedang dalam kesesakan. Musuh-musuhnya berkomplot melawan dia (Yes 7:1-9). Ini sebenarnya adalah akibat tidak langsung dari kefasikan Ahaz sendiri (1Raj 16:10-17; 2Taw 28:22-25) yang membuat Allah tidak menyukai Ahaz (2Taw 28:2) sehingga Dia memberikan Israel kepada musuh-musuhnya (bdk 2Taw 2). Dalam kesesakan Israel yang dikarenakan rajanya yang fasik, Allah mengirimkan Yesaya kepada Israel dengan nubuat akan pembebasan mereka dari bangsa-bangsa musuh mereka (Yes 7:13-25). Pembebasan ini dimulai dari suatu petanda, yaitu seorang wanita muda akan melahirkan seorang anak (Yes 7:14). Anak ini adalah anak Ahaz, yaitu Hezekiah yang kemudian menjadi raja yang baik dan menyenangkan Allah (2Raj 18:3) sehingga diberilah dia kekuatan untuk menghalau musuh-musuh Israel (2Raj 18:7-8; 2Raj 19:6-37). Tidak hanya itu, Hezekiah juga menghapuskan segala penyembahan berhala yang dimulai sang ayah, Ahaz, dan mengembalikan peribadatan murni Israel (2Raj 18:4-6; 2Taw 29).

Sebagaimana typologi lainnya, Kristus, sang antitype, adalah pemenuhan dari segala yang baik yang dilakukan Hezekiah. Nubuat Yes 7:14 dimengerti oleh Matius sebagai nubuat yang terpenuhi dan tersempurnakan dengan kelahiran Kristus (Mat 1:23). Sifat sempurna terlihat dari kelahiran Yesus oleh seorang perawan yang tidak bersuami. Fakta ini lebih memenuhi kriteria suatu "petanda" sebagaimana dimaksudkan Yes 7:14. Karena sekedar kelahiran dari seorang perempuan muda yang telah bersuami (ie. Abi, ibu dari Hezekiah dan istri Ahaz) sama sekali bukan petanda namun kejadian lumrah yang terjadi setiap saat. Kristus juga sangat menyenangkan Allah (Mat 3:17; 2Pet 1:17). Kristus mengalahkan musuh-musuhNya termasuk maut (1Kor 15:24-26). Kristus juga memulihkan penyembahan ilahi dengan membawa penyembahan itu kepada kesejatiannya dan kesempurnaannya (Yoh 4:21-24; Fil 3:3; Ibr 9:1-14).

Jadi terlihat disini bagaimana sang antitype (Kristus) membawa kepenuhan dan kesempurnaan atas firman-firman yang secara tidak sempurna tepenuhi oleh para type (Daud, Yunus, Adam, Hezekiah [dan juga Melkisedek, lihat Ibr bab 7]). Sebab Perjanjian Lama adalah gambaran dan bayangan dari kesempurnaan yang baru akan datang di Perjanjian Baru (Ibr 8:5; 10:1).

Oleh karena itu cara berpikir si unitarian yang malahan menyejajarkan sang type dengan sang antitype dengan mengatakan bahwa Yesus disebut Allah sebagaimana Hezekiah disebut Allah adalah cara pikir yang bertentangan dengan model Wahyu Allah sebagaimana dipahami umat Kristen. Yesus adalah kepenuhan dan kesempurnaan dari Hezekiah. Kristus-lah sang Allah sejati.




Kolose 1:19

Si unitarian menghubungkan Kol 1:19, yang mengatakan, "Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia [Yesus]," dengan Ef 3:19, yang mengatakan, "Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah." Si unitarian kemudian berkata bahwa berdiamnya seluruh kepenuhan Allah dalam Yesus tidak membuktikan ke-Allah-anNya karena toh orang-orang yang percaya juga bisa dipenuhi dalam seluruh kepenuhan Allah.

Memang dalam diri manusia yang benar berdiam seluruh kepenuhan Allah. Ini disebabkan kehadiran Roh Kudus, yang adalah Allah, dalam diri manusia (1Kor 3:16; 1Kor 6:19; 2kor 6:16). Kehadiran Roh Kudus dalam diri orang benar ini hanya terjadi saat Perjanjian Baru (dimulai saat Pentekosta [Kis 2:1-4, 16-18]), sementara di Perjanjian Lama Roh Kudus tidak serta merta turun kepada orang benar (para rasul dan murid Yesus lainnya yang adalah orang benar, baru menerima Roh Kudus saat Pentekosta). Namun apakah yang dimaksud Kol 1:19 adalah kehadiran yang seperti ini? Tidak kalau kita melihat konteksnya (ie. Kol 1:15-20).

Kol 1:15-20 berbicara mengenai keutamaan Kristus. Bagaimana Dia adalah gambaran dari Alah yang tak kelihatan, yang pertama dari semua ciptaan (karena Dia adalah pertama dari "semua" ciptaan maka Dia bukanlah ciptaan). Bagaimana dalam dia semua di Surga dan Bumi diciptakan, baik yang kelihatan dan yang tak kelihatan. Dan seterusnya. Semua ini menempatkan Kristus jauh diatas manusia sebenar apapun. Maka cukup aneh kalau Paulus mempunyai pikiran bahwa kepenuhan Allah dalam diri Yesus adalah sama dengan kepenuhan Allah dalam semua orang benar (dimana orang-orang benar ini pada dasarnya adalah sekedar ciptaan). Tidak bisa tidak Paulus memaksudkan kepenuhan Alah dalam diri Kristus lebih dari kepenuhan Allah dalam diri orang benar. Suatu kepenuhan yang layak dengan segala keutamaan tersebut.

Dan lagi, mengapa tiba-tiba si unitarian melompat ke Ef 3:19 sementara di surat yang sama di bab selanjutnya ayat 9 disebut "Sebab didalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan Allah" (RSV: "For in him the whole fulness of deity dwells bodily,"). Kepenuhan Allah dalam diri Yesus tidaklah hadirnya Roh Kudus dalam diriNya (sebagaimana terjadi pada diri tiap orang benar). Lebih dari itu, kepenuhan dalam diri Yesus adalah kepenuhan Allah yang terjelma ke dalam jasmaniNya. Karena Dia memang Allah dalam jasmani. Sementara dalam kasus orang benar, mereka bukan Allah. Hanya Roh Kudus yang ada dalam diri mereka-lah yang adalah Allah.
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Mon, 01-06-2009 5:27 pm    Post subject: Reply with quote

Ini juga baru:






unitarian wrote:
Melihat Yesus = Melihat Allah
Klaim Trinitarian: Yesus sering berbicara tentang dirinya sebagai satu dengan Allah Bapa dalam esensi atau zat dan sifat. Yesus dengan yakin mengatakan "jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku" (Yohanes 8:19). "Dan barangsiapa yang melihat Aku, ia melihat Dia [Bapa] yang telah mengutus Aku (Yohanes 12:45). "Barang siapa membenci Aku, ia membenci juga Bapa-Ku" (Yoh 15:23). "Supaya semua orang menghormati Anak [Yesus] sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia" (Yoh 5:23). Ayat-ayat tersebut jelas sekali dengan pasti mengindikasikan bahwa Yesus adalah sama, setara dengan Allah Bapa. Buktinya: kenal Yesus dikatakan = kenal Bapa, melihat Yesus = melihat Bapa, membenci Yesus = membenci Bapa, tidak hormat pada Yesus = tidak hormat pada Bapa. Berarti jelas seperti yang tertulis di Yoh 1:30 tadi "Yesus dan Bapa adalah satu".

Jawab: Yesus tidak pernah dalam ayat-ayat tersebut mengklaim dirinya satu, sama dan setara dengan Bapa dalam esensi zat dan sifat. Yesus justru mengaku sebagai utusan Bapa dan hamba Allah, dan dia bilang "seorang hamba atau utusan tidaklah sama dengan tuannya yang mengutus"(Yoh 13:16), karena "Bapa [yang mengutus] lebih besar daripada Yesus, yang diutus oleh Bapa" (Yoh 14:28). Sebagai utusan yang sah, Yesus datang dalam nama Allahnya (Yoh 5:43a) dan mempunyai misi memperkenalkan Bapa/Allahnya, maka - sebagai jalan menuju Allah - bila sekiranya ada orang yang mau mengenal dan mendengarkan Yesus, mereka pasti kemudian akan bisa mengenal Bapa. Orang yang melihat kuasa-kuasa yang dilakukan Yesus itu artinya melihat kuasa-kuasa Bapa yang telah dinyatakan melalui Yesus (Matius 28:18, Kisah 2:22). Barangsiapa membenci Yesus, padahal Yesus adalah utusan sah dari Allah Bapa, maka artinya orang tersebut juga membenci dan menghina Bapa yang mengutus Yesus. Yesus sama sekali tidak mengaku setara atau satu zat dengan Bapa, dia mengaku bahwa dia adalah wakil / utusan dari Bapa. Dan karena sebagai utusan yang sah dan telah diberi kuasa, maka dari itu Yesus berhak atas loyalitas dan kepatuhan yang mutlak, seolah-olah dia adalah Allah itu sendiri. Namun dia tidak mengakui dirinya sebagai Allah sejati, tetapi sebagai hamba dan utusan Allah. Alkitab tegas bersaksi Yesus adalah hamba Allah yang dimuliakan dan diurapi oleh Allah sendiri (Matius 12:18, Kisah 3:13,26, 4:27, 30).


1. Si unitarian berargumen secara kolektif atas ayat-ayat Yoh 8:19; 12:45; 15:23; 5:23; 10:30 (tulisan diatas adalah Yoh 1:30, sebenarnya yang dimaksud adalah Yoh 10:30) bahwa "Yesus tidak pernah dalam ayat-ayat tersebut mengklaim dirinya satu, sama dan setara dengan Bapa dalam esensi zat dan sifat." Namun, sebagaimana telah dibuktikan diatas, ayat Yoh 10:30 menunjukkan bahwa Yesus itu satu, sama dan setara dengan Bapa dalam esensi zat dan sifat.

2. Adanya ayat dimana Yesus merendahkan diriNya dihadapan Bapa sebenarnya sudah dijelaskan di Fil 2:5-11. Daripada Bapa, Yesus tidak lebih rendah (Dia setara, Fil 2:6), namun Dia MERENDAHKAN DIRINYA DENGAN SENGAJA untuk "menjadi sama dengan manusia" dan bahkan "mengambil rupa seorang hamba" (ayat-ayat si unitarian, yaitu: "Matius 12:18, Kisah 3:13,26, 4:27, 30" harus dilihat dalam terang fakta ini). Yesus benar-benar mempraktekkan misi pengutusanNya ini ketika Dia mencuci kaki murid-muridNya (Yoh 13:1-17). Hal ini tidak aneh dan terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, seorang menteri harus taat kepada presiden. Si menteri harus mau diperintah, diutus dan bahkan ditegur dan dimarahi dalam kapasitasnya sebagai menteri. Nah, apakah ini menandakan bahwa pribadi yang menjadi presiden lebih superior dari pribadi yang menjadi menteri? No. Semua orang adalah sama derajatnya. Tapi karena suatu hal yang eksterior (e.g. jabatan, kontrak, pekerjaan) seseorang tunduk dan merendahkan diri.

3. Di ayat Yoh 13:16 tidak mengatakan, "seorang hamba atau utusan tidaklah sama dengan tuannya yang mengutus." Yoh 13:16 berbunyi, "Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya, ataupun seorang utusan daripada dia yang mengutusnya." Beberapa kali si unitarian mempertanyakan ayat-ayat yang diterjemahkan tidak beres. Tapi kali ini malahan dia menerjemahkan dengan menyesatkan. Tidak ada kata "tidaklah sama" di Yoh 3:16.

4. Rendisi ayat Yoh 14:28 yang dibuat unitarian diatas juga sama menyesatkannya.

5. Para nabi, rasul dll banyak yang melakukan kuasa-kuasa dan memberitakan firman Allah seperti Yesus sendiri tapi TIDAK ADA SATU PUN yang meng-klaim bahwa melihat/mengenal mereka = melihat mengenal Bapa/Allah." Hanya Yesus yang berani meng-klaim bahwa orang yang mengenal/melihat diriNya akan mengenal/melihat Bapa (Yoh 8:19; 12:45; 14:7, 9). Bisa ditanya apakah para unitarian yang melakukan kuasa-kuasa dan memberitakan firman Allah pernah meng-klaim "melihat/mengenal mereka = melihat mengenal Bapa/Allah."




unitarian wrote:
Yesus Disembah
Klaim Trinitarian: Dalam beberapa ayat Alkitab tercatat bahwa Yesus disembah (Matius 2:2, 8:2, 9:18, 14:33, 15:25 dll.), bukankah hanya Allah saja yang boleh disembah?

Jawab: Yesus "disembah"? memang benar itu! tapi disembah dalam makna apa? apakah Yesus disembah seperti orang menyembah Allah yang sejati? Dalam bahasa Yunani, kata menyembah yang sering dipakai itu adalah "proskuneo", nah, kata "proskuneo" ini mengandung arti menyembah bisa dalam makna "MENGHORMAT". "Proskuneo" biasa digunakan untuk "menghormat/menyembah" Allah sejati dan juga orang-orang yang berkedudukan tinggi. Sedangkan untuk untuk penyembahan yang hanya kepada Allah sejati, kata yang digunakan adalah "latruo". Jadi jelas Yesus sebagai orang yang berkedudukan tinggi dan wakil Allah yang diurapi oleh Allah sendiri maka Yesus boleh mendapat "proskuneo" dari banyak orang. Karena Yesus sudah dipilih khusus dan diurapi oleh Allah sendiri, Yesus sudah menjadi pemimpin yang diberi kuasa di sorga dan bumi (Matius 28:18) maka, seperti tertulis di Ibrani 1:6 malaikat-malaikat di sorga juga tentu harus "proskuneo"(hormat) pada Yesus. Maka hal "penyembahan" yang berarti "menghormat" (proskuneo) itu tidaklah membuktikan bahwa Yesus adalah Allah sejati. Masalah tersebut hanyalah kesalahpahaman penafsiran pada makna "menyembah" itu saja, dan sebagai catatan: LAI dalam menerjemahkan "proskuneo" dan "latruo" sama-sama menerjemahkan dengan kata "menyembah".


6. Memang benar bahwa "proskuneo" bisa diartikan sebagai penyembahan/penghormatan kepda yang Ilahi atau kepada manusia yang statusnya tinggi. Namun hal ini juga berlaku buat "latreuo."

7. Definisi "latreuo" dari KJV Strong adalah sebagai berikut:

    Latreuo (Strong’s number 3000)
      1. to serve for hire
      2. to serve, minister to, either to the gods or men and used alike of slaves and freemen
        a. in the NT, to render religious service or homage, to worship
        b. to perform sacred services, to offer gifts, to worship God in the observance of the rites instituted for his worship
          1. of priests, to officiate, to discharge the sacred office

8. Penggunaan kata "latreusei" (variasi dari "latreuo") yang mengacu kepada manusia terlihat di Ulangan 28:48 dari Septuaginta:

    Deuteronomy 28:48 (Septuaginta)
    kai latreuseiV toiV ecqroiV sou ouV epapostelei kurioV epi se en limw kai en diyei kai en gumnothti kai en ekleiyei pantwn kai epiqhsei kloion sidhroun epi ton trachlon sou ewV an exoleqreush se






    Deuteronomy 28:48 (Ulangan 28:48)

    King James Version - Strong
    Therefore shalt thou serve thine enemies which the LORD shall send against thee, in hunger, and in thirst, and in nakedness, and in want of all things: and he shall put a yoke of iron upon thy neck, until he have destroyed thee.

    Douay-Rheims Bible
    Thou shalt serve thy enemy, whom the Lord will send upon thee, in hunger, and thirst, and nakedness, and in want of all things: and he shall put an iron yoke upon thy neck, till he consume thee.

    Revised Standard Version
    therefore you shall serve your enemies whom the LORD will send against you, in hunger and thirst, in nakedness, and in want of all things; and he will put a yoke of iron upon your neck, until he has destroyed you.

    New American Bible
    therefore in hunger and thirst, in nakedness and utter
    poverty, you will serve the enemies whom the LORD will send
    against you. He will put an iron yoke on your neck, until he
    destroys you.

    New American Standard Bible
    therefore you shall serve your enemies whom the LORD will send against you, in hunger, in thirst, in nakedness, and in the lack of all things; and He will put an iron yoke on your neck until He has destroyed you.

    American King James Version
    Therefore shall you serve your enemies which the LORD shall send against you, in hunger, and in thirst, and in nakedness, and in want of all things: and he shall put a yoke of iron on your neck, until he have destroyed you.

    American Standard Version
    therefore shalt thou serve thine enemies that Jehovah shall send against thee, in hunger, and in thirst, and in nakedness, and in want of all things: and he shall put a yoke of iron upon thy neck, until he have destroyed thee.

    New International Version
    therefore in hunger and thirst, in nakedness and dire poverty, you will serve the enemies the Lord sends against you. He will put an iron yoke on your neck until he has destroyed you.

    Bible in Basic English
    For this cause you will become servants to those whom the Lord your God will send against you, without food and drink and clothing, and in need of all things: and he will put a yoke of iron on your neck till he has put an end to you.

    Darby Bible Translation
    thou shalt serve thine enemies whom Jehovah will send against thee, in hunger, and in thirst, and in nakedness, and in want of everything; and he shall put a yoke of iron upon thy neck, until he have destroyed thee.

    English Revised Version
    therefore shalt thou serve thine enemies which the LORD shall send against thee, in hunger, and in thirst, and in nakedness, and in want of all things: and he shall put a yoke of iron upon thy neck, until he have destroyed thee.

    Webster's Bible Translation
    Therefore shalt thou serve thy enemies which the LORD shall send against thee, in hunger, and in thirst, and in nakedness, and in want of all things: and he shall put a yoke of iron upon thy neck, until he hath destroyed thee.

    World English Bible
    therefore you shall serve your enemies whom Yahweh shall send against you, in hunger, and in thirst, and in nakedness, and in want of all things: and he shall put a yoke of iron on your neck, until he has destroyed you.

    Young's Literal Translation
    thou hast served thine enemies, whom Jehovah sendeth against thee, in hunger, and in thirst, and in nakedness, and in lack of all things; and he hath put a yoke of iron on thy neck, till He hath destroyed thee.




    Ulangan 28:48 (Lembaga Alkitab Indonesia)
    Maka dengan menanggung lapar dan haus, dengan telanjang dan kekurangan akan segala-galanya engkau akan menjadi hamba kepada musuh yang akan disuruh TUHAN melawan engkau. Ia akan membebankan kuk besi ke atas tengkukmu, sampai engkau dipunahkan-Nya

4. Di Daniel 7:13-14 dinubuatkan akan seorang seperti "anak manusia" yang datang dari "awan-awan dari langit" yang kepadanya " orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi" dan "kerajaannya adalah kerajaan yang tidak akan musnah." Para penulis Perjanjian Baru memahami bahwa ayat ini menubuatkan akan sang Messiah yaitu Yesus Kristus (bandingkan Mat 24:30; 26:64; Mk 13:26; 14:62; Luk 21:27; 22:69; Why 1:7,13; 11:15; 14:14). Nah. Di Septuaginta ayat Dan 7:14, sang "anak manusia" ini digunakan kata "latreuousa" (variasi "latreuo"). Jadi kepada Yesus dikenakan kata "latreuo."


    Daniel 7:14 (Septuaginta)
    kai edoqh autw exousia kai panta ta eqnh thV ghV kata genh kai pasa doxa autw latreuousa kai h exousia autou exousia aiwnioV htiV ou mh arqh kai h basileia autou htiV ou mh fqarh




    Daniel 7:14

    King James Version – Strong
    And there was given him dominion, and glory, and a kingdom, that all people, nations, and languages, should serve him: his dominion is an everlasting dominion, which shall not pass away, and his kingdom that which shall not be destroyed.



    Douay-Rheims Bible
    And he gave him power, and glory, and a kingdom: and all peoples, tribes and tongues shall serve him: his power is an everlasting power that shall not be taken away: and his kingdom that shall not be destroyed.

    Revised Standard Version
    And to him was given dominion and glory and kingdom, that all peoples, nations, and languages should serve him; his dominion is an everlasting dominion, which shall not pass away, and his kingdom one that shall not be destroyed.

    New American Bible
    He received dominion, glory, and kingship; nations and peoples of every language serve him. His dominion is an everlasting dominion that shall not be taken away, his kingship shall not be destroyed.

    New American Standard Bible
    "And to Him was given dominion, Glory and a kingdom, That all the peoples, nations and men of every language Might serve Him. His dominion is an everlasting dominion Which will not pass away; And His kingdom is one Which will not be destroyed.

    American King James Version
    And there was given him dominion, and glory, and a kingdom, that all people, nations, and languages, should serve him: his dominion is an everlasting dominion, which shall not pass away, and his kingdom that which shall not be destroyed.

    American Standard Version
    And there was given him dominion, and glory, and a kingdom, that all the peoples, nations, and languages should serve him: his dominion is an everlasting dominion, which shall not pass away, and his kingdom that which shall not be destroyed.

    Bible in Basic English
    And to him was given authority and glory and a kingdom; and all peoples, nations, and languages were his servants: his authority is an eternal authority which will not come to an end, and his kingdom is one which will not come to destruction.

    Darby Bible Translation
    And there was given him dominion, and glory, and a kingdom, that all peoples, nations, and languages should serve him: his dominion is an everlasting dominion, which shall not pass away, and his kingdom that which shall not be destroyed.

    English Revised Version
    And there was given him dominion, and glory, and a kingdom, that all the peoples, nations, and languages should serve him: his dominion is an everlasting dominion, which shall not pass away, and his kingdom that which shall not be destroyed.

    Webster's Bible Translation
    And there was given him dominion, and glory, and a kingdom, that all people, nations, and languages, should serve him: his dominion is an everlasting dominion, which shall not pass away, and his kingdom that which shall not be destroyed.

    World English Bible
    There was given him dominion, and glory, and a kingdom, that all the peoples, nations, and languages should serve him: his dominion is an everlasting dominion, which shall not pass away, and his kingdom that which shall not be destroyed.

    Young's Literal Translation
    And to him is given dominion, and glory, and a kingdom, and all peoples, nations, and languages do serve him, his dominion is a dominion age-during, that passeth not away, and his kingdom that which is not destroyed.


    Lembaga Alkitab Indonesia
    Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya adalah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya adalah kerajaan yang tidak akan musnah.





Quote:
Yesus Maha Tahu & Berkuasa Membuat Mujizat
Klaim Trinitarian: Kitab suci menunjukkan bahwa Yesus mempunyai sifat-sifat yang hanya dimiliki oleh Allah sendiri. Di Matius 9:4, Matius 12:25, Yoh 2:24-25, Yoh 6:64 Di ayat-ayat itu jelas terbukti Yesus bisa mengetahui pikiran dan hati orang. Kalau dia bukan Allah sejati tentu Yesus tidak bisa Mahatahu seperti itu, bukan? Yesus juga Mahakuasa, buktinya dia dapat membangkitkan orang mati dan melakukan banyak mujuzat-mujizat yang luarbiasa.

Jawab: Tidaklah tepat kalau dikatakan Yesus itu Mahatahu. Yesus memang tahu banyak hal di sorga dan bumi [karena dia sudah diberi kuasa sorga dan bumi] tetapi dia jelas tidak Mahatahu, buktinya tentang hari kedatangannya yang kedua kali dia mengaku tidak tahu, hanya Bapa yang tahu (Matius 24:36, Markus 13:32). Kemudian kalau Yesus bisa tahu pikiran dan hati orang dan hal itu sertamerta dijadikan bukti bahwa dia Allah sejati, lantas bagaimana dengan Petrus di Kisah Rasul 5 dia juga bisa mengetahui hati dan pikiran Ananias dan Safira, apakah itu artinya Petrus juga adalah Allah sejati karena dia tahu hati dan pikiran orang? tentu tidak, bukan? Kemudian soal mujizat, itu adalah karena telah diberi kuasa oleh Allah, Petrus juga bisa menghidupkan orang mati (Kisah 9:40) dan membuat mujizat. Demikian juga Elisa, mayat-mayat yang kena tulang-tulangnya bisa hidup kembali (2Raja 13:20-21). Kuasa dan mujizat sumber-asalnya dari Allah (Mazmur 62:12).


9. Yesus tidak sekedar tahu akan banyak hal, tapi Dia maha tahu (omniscience). Paulus mengatakan bahwa didalam Yesus "tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan" (Kol 2:3). Yohanes menyebut Yesus sebagai orang yang "penuh rahmat dan kebenaran" (Yoh 1:14) dimana karena inilah Dia sendiri menyebut diriNya sebagai sang kebenaran (Yoh 14:6). Para murid memberi pengakuan bahwa Yesus "mengetahui segala sesuatu" (Yoh 16:30). Pengakuan ini kemudian diulangi lagi oleh Petrus sesaat sebelum Yesus naik ke surga (Yoh 21:17).

10. "Kekuasaan" tidak ada hubungannya dengan "pengetahuan" apalagi ke- "maha tahu"-an. Presiden Amerika mungkin adalah orang yang sangat berkuasa, tapi toh banyak rakyat Amerika biasa yang lebih tahu tentang Amerika daripada dia. Contoh lainnya yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari adalah posisi "ketua kelas." Yang menjadi "ketua kelas" tidak selalu lebih tahu tentang kelas dan pelajaran yang disampaikan di kelas (dengan kata lain, si"ketua kelas" tidak selalu menjadi ranking pertama di kelas).

11. Secara tradisional ayat Mat 24:36 dan Mrk 13:32 bisa direkonsiliasikan dengan ajaran bahwa Yesus adalah Allah (dimana ini berarti Yesus Maha Tahu, termasuk hari kiamat) dengan dua cara. Pertama, Yesus mengatakan bahwa "anak tidak tahu" karena menurut kehendak Bapa pengetahuan akan hari kiamat, yang Dia sendiri sebenarnya tahu, tidak seharusnya dinyatakan kepada manusia (bandingkan dengan Kis 1:7 dimana Yesus juga tidak memberitahukan datangnya Paraousia karena Bapa menetapkan demikian [ie. bahwa hal ini tidak seharusnya diwartakan kepada manusia] menurut kehendakNya). Kedua, ayat tersebut sekedar menunjukkan bahwa pengetahuan akan hari kiamat, yang Dia sendiri sebagai seseorang yang satu dan utuh sebenarnya tahu, tidak didapatkanNya dari sisi manusiaNya tapi dari sisi IlahiNya.

12. Tidak seperti Petrus yang hanya tahu isi hati beberapa orang, Yesus tahu "apa yang ada dalam hati manusia" karena itulah "tidak perlu seorangpun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia" (Yoh 2:25).

13. Perbedaan antara mukjijat yang dilakukan oleh murid-murid Yesus atau manusia lainnya dan mukjijat yang dilakukan Yesus adalah: mukjijat yang dilakukan Yesus dilakukan atas kuasaNya sendiri sementara mukjijat yang dilakukan manusia dilakukan bukan karena kuasa diri mereka sendiri.

14. Bahwa Yesus pribadi adalah penyebab dari mukjijat terlihat di Luk 6:19; 8:46 dimana mukjijat terjadi karena adanya kekuatan yang keluar dariNya.

15. Sementara itu murid-murid melakukan mukjijat dengan langsung menggunakan nama Yesus (Kis 3:6) sebagaimana Yesus sendiri memerintahkannya (Mrk 16:17-18). Ini menunjukkan bahwa mukjijat yang dilakukan murid-murid dilakukan atas kuasa pribadi lain. Sementara itu fakta bahwa yang di-invoke adalah nama Yesus pribadi, dan bukan "Allah" atau "Bapa" menunjukkan darimana kuasa yang didapat para murid ini berasal. Secara lebih jelas lagi Yesus bahkan berkata bahwa kalau para murid meminta dalam namanya, "Aku akan melakukannya" (Yoh 14:13-14). Yesus tidak berkata bahwa Dia akan meminta kepada Bapa, tapi dua kali dia menegaskan bahwa "Aku akan melakukannya" (di ayat 13 dan 14 dari Yohanes bab 14). Jadi Yesus sendirilah penyebab mukjijat bagi murid-muridNya bila mereka meminta dalam namaNya.




Quote:

Mengampuni Dosa
Klaim Trinitarian: Di Matius 9:2-7Yesus bisa berkuasa mengampuni dosa, bukankah yang berkuasa mengampuni dosa hanya Allah sendiri? Dan Yesus juga menghakimi pada akhir zaman (Matius 25:31-32, Yoh 5:22,27) bukankah Hakim yang sejati adalah Allah sendiri? Jika Yesus = Hakim, itu artinya Yesus = Allah sendiri!

Jawab: Ya, di Matius 9:6 Yesus mengaku bahwa dia berkuasa mengampuni dosa. Yesus juga mengaku sebagai Hakim akhir zaman, itu benar. Mengapa Yesus bisa berkuasa mencipta? mengapa Yesus bisa berkuasa buat berbagai mujizat? Mengapa Yesus bisa bekuasa mengampuni dosa? mengapa Yesus bisa berkuasa menjadi Hakim? mengapa Yesus bisa berkuasa mengusir setan, mengapa Yesus berkuasa, berkuasa dan sangat berkuasa di sorga dan bumi? Apakah semua hal itu dikarenakan dia adalah Allah yang sejati? Tidak!! Yesus bisa hebat dan sangat berkuasa, baik di sorga maupun di bumi, semua itu adalah bukan karena dia AllahSejati. Semua kuasa milik Yesus adalah bukan berasal dari dirinya sendiri, melainkan karena "Kepada Yesus telah DIBERIKAN SEGALA KUASA DI SORGA DAN BUMI" oleh Bapa/Allahnya (Matius 29:18). Maka jangan heran jika Yesus dapat berkuasa melakukan pekerjaan-pekerjaan Allah, semua itu karena "Dia telah diberi kuasa!". Semua mujizat dan hal ajaib yang dilakukan Yesus adalah bukan berasal dari kuasanya sendiri, melainkan Allah-lah yang melakukannya dengan memakai Yesus sebagai mediator. Hal itu jelas seperti tertulis di Kisah 2:22 "…Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan KEKUATAN-KEKUATAN DAN MUJIZAT-MUJIZAT DAN TANDA-TANDA YANG DILAKUKAN OLEH ALLAH DENGAN PERANTARAAN DIA di tengah-tengah kamu..". Yesus adalah mediator/pengantara dan Allah-lah sumber kuasanya.



16. Sebagaimana satu gelas kosong tidak mampu menampung seluruh isi samudera, begitu pula manusia tidak mampu melakukan perkara-perkara yang hanya dapat dilakukan Allah sendiri (ermasuk diantaranya adalah mengampuni dosa, melakukan mukjijat, menjadi hakim akhir jaman dan lain-lain). Kalau isi samudra dipaksakan untuk dituangkan ke dalam satu gelas kosong, maka tumpahlah dan hancurlah gelas itu. Begitu pula tidak bisa seorang manusia yang kodratnya terbatas menampung segala kuasa di dunia dan yang ada di surga yang hanya patut dipunyai oleh seorang Allah yang tak terbatas. Ketika seorang pribadi mampu melakukan perkara-perkara yang hanya bisa dilakukan Allah, maka dia itu sendiri adalah Allah.

17. Manusia bisa dikatakan mengampuni dosa (eg. Imam yang tertahbis secara sah dan punya yurisdiksi). Manusia juga bisa dikatakan membuat mukjijat. Bahkan sering kita mengatakan bahwa dokter Budi-lah yang menyembuhkan penyakit Pak Hari. Namun sumber dari kuasa itu adalah dari Allah. Dengan kata lain, yang sebenarnya mengerjakan semua itu adalah Allah. Namun dalam kasus Yesus, Dialah yang menjadi penyebab dari pengampunan, mukjijat dan kesembuhan itu. Dia tidak sekedar menjadi perantara.

18. Mengenai pengampunan dosa yang dilakukan Yesus. Para murid mendapat kuasa untuk mengampuni dosa dari Yesus (Yoh 20:22-23). Paulus mengampuni dalam nama Yesus (2Kor 2:10). Dari sini kita lihat bahwa kuasa pengampunan mereka berasal dari pribadi lain bukan dari pribadi mereka sendiri. Apakah kuasa pengampunan Yesus juga seperti itu? Tidak. Pengampunan dosa datang dari korbanNya (Rom 6:6), dari darahNya (Mat 26:28; Rom 1:5; Ibr 9:20-27), dari kematianNya (1Pet 3:18; Rom 4:25; 5:10; 1Kor 15:3). Singkatnya penyebab kuasa pengampunan dosa Yesus berasal dari diriNya sendiri (Gal 1:4; Kol 1:14; 1Yoh 2:12). Dan karena hanya Allah yang bisa mengampuni dosa secara prinsipil (Mrk 2:7; Lk 5:21), bukan secara delegatif sebagaimana dilakukan para murid, maka Yesus adalah Allah.

19. a. Mengenai penghakiman di akhir jaman oleh Yesus. Perjanjian Lama telah menubuatkan bahwa yang akan menjadi hakim akhir jaman adalah Allah sendiri (Yes 2:1-4 [bdk. Mi 4:1-3]; 3:13-14; Mzm 7:7-8; 9:7-8 [bdk. Kis 17:31], 20 (atau 18 di Alkitab versi yang lain); 50:4-6; 75:2-9; 98:9; Dan 7:9-10; Yl 3:2 dan lain-lain). Namun Yesus sendiri mengatakan bahwa Bapa (yang diakui si unitarian sebagai satu-satunya Allah) tidak menghakimi seorang pun dan telah menyerahkan seluruh penghakiman kepada Anak (Yoh 5:22). Dengan kata lain Yesus-lah yang nantinya akan menjadi hakim utama di akhir jaman (Mat 16:27; 25:31-46; Yoh 5:25-29; Why 20:11-15). Jadi, Yesus adalah Allah.

19.b. Patut dicatat bahwa dalam Trinitas apa yang dilakukan salah satu dari Pribadi Ilahi juga dilakukan oleh Pribadi Ilahi lainnya karena mereka adalah Allah yang satu (1Kor 12:4-6, pendistribusian karunia-karunia Rohani dilakukan baik oleh "Roh" Kudus [ayat 4], oleh "Tuhan" alias Yesus [ayat 5], ataupun oleh "Allah" alias Bapa [ayat 6]). Ketiga pribadi ilahi adalah satu dan mereka merupakan "unum universorum principium " alias "satu prinsip universal" dari semua hal (Konsili Lateran 1215AD, lihat Denzinger 428).

19.c. Jadi, apa yang dilakukan Yesus juga dilakukan Bapa dan apa yang dilakukan apa juga dilakukan Yesus (Yoh 5:19; 14:10). Ini juga berlaku bagi Roh Kudus. Karena itu-lah meskipun Bapa dikatakan telah menyerahkan seluruh penghakiman kepada Anak (Yoh 5:22), namun karena mereka adalah Allah yang satu (Yoh 10:30) dan yang saling ada di dalam satu sama lain (Yoh 10:38; 14:10-11) maka apa yang dilakukan Anak juga dilakukan Bapa. Dalam sang Anak, Bapa juga menghakimi pada akhir jaman (Rom 2:16).

19.d. Sekalipun begitu dalam Kitab Suci ada yang disebut appropiation, yaitu mengatributkan pekerjaan tertentu terhadap salah satu pribadi. Secara umum karya penciptaan di-appropriate kepada Bapa, karya penebusan di-appropriate kepada sang Anak, karya pengudusan di-appropriate kepada Roh Kudus. Namun sebenarnya ketiga Pribadi Ilahi turut berkarya dalam penciptaan, penebusan dan pengudusan.

19.e. Si unitarian, yang mengimani bahwa Yesus adalah manusia biasa dan hanya Bapa saja yang layak disebut Allah, mungkin mengajukan Rom 2:16 ("Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus") untuk merekonsiliasikan fakta bahwa Perjanjian Lama menyebut Allah sendiri sebagai hakim akhir jaman dan fakta bahwa Yesus-lah hakim akhir jaman. Si unitarian akan berargumen bahwa tetap saja Allah yang menjadi hakim (sesuai nubuat PL), hanya saja Bapa melakukan melalui Yesus. Tapi sebagai seorang unitarian yang meyakini bahwa Bapa dan Anak adalah dua orang yang berbeda, si unitarian tidak bisa menggunakan argumen seperti itu karena sebelumnya di Yoh 5:22 dikatakan bahwa "Allah Bapa" sudah menyerahkan seluruh penghakiman kepada Anak (Yoh 5:22). Kalau Bapa dan Anak memang individu yang berbeda (sebagaimana diyakini unitarian), maka Yoh 5:22 menunjukkan bahwa yang menghakimi adalah Yesus seorang dan bukan Bapa sama sekali. Dan ini bertentangan dengan nubuat Kitab Suci yang mengatakan bahwa yang menghakimi Akhir jaman adalah Allah. Hanya iman yang Katolik yang bisa merekonsiliasikan nubuat Perjanjian Lama, Yoh 5:22 dan Rom 2:16 (sebagaimana dapat dibaca di 19.b. diatas).

19.f. Kitab suci memang mengatakan bahwa manusia (ie. para kudus) juga akan mengambil bagian dalam penghakiman di akhir jaman (Mat 19:28; 1Kor 6:2-3). Namun tidak bisa kemudian kita berkesimpulan "dinubuatkan bahwa hakim akhir jaman adalah Allah ---> para kudus ikut serta dalam penghakiman akhir jaman ---> para kudus adalah Allah juga." Ini karena nubuat Perjanjian Lama sendiri juga mengindikasikan pembedaan antara Allah sebagai hakim utama dan para kudusNya yang ikut dalam penghakiman (Yes 3:14).

20. Mengenai penciptaan oleh Yesus. Ini juga sudah dijelaskan sebelumnya.

21. Mengenai mukjijat yang dilakukan Yesus. Bahwa Yesus sendiri adalah penyebab dari mukjijat sudah dihadirkan dan dijelaskan sebelumnya diatas.

22.a. Mengenai eksorsisme yang dilakukan Yesus. Sebagaimana dengan pengerjaan mukjijat ada perbedaan antara eksorsisme yang dilakukan Yesus dan eksorsisme yang dilakukan oleh orang lain. Para murid mendapatkan kuasa untuk melakukan eksorsisme dari Yesus (Mat 10:1, 8; Mrk 6:7; 16:17; Lk 9:1). Eksorsisme yang dilakukan para murid pun dilakukan dalam nama "Yesus" (Luk 10:17; Kis 16:18), bukan dalam nama "Allah" atau "Bapa." Begitu pula orang-orang yang bukan murid Yesus juga meniru dengan meng-invoke nama Yesus ketika mereka melakukan eksorsisme (Mrk 9:38-39; Kis 19:13). Sementara eksorsisme yang dilakukan Yesus sifatnya memerintah dan langsung (Mrk 1:25; 9:25). Yesus bahkan bisa melakukan eksorsisme hanya dengan menghendakinya saja tanpa perlu berdoa, tanpa perlu meng-invoke nama Allah dan tanpa perlu berhadapan dengan orang yang dirasuki iblis (Mat 15:22, 28; Mrk 7:25-26, 29)!!

22.b. Bukankah di Mat 12:28 dan Lk 11:30 Yesus juga melakukan eksorsisme dengan kuasa Roh Allah atau kuasa jari Allah ("finger of God" [Lk 11:30, Alkitab Inggris seperti: Douay-Rheims, Revised Standard Version, New American Bible etc] yang diterjemahkan di Alkitab Indonesia dengan "kuasa Allah" saja)? Tidakkah ini menunjukkan bahwa kuasa eksorsisme Yesus tidak berasal dari dirinya? Tidak! Kalau memang ayat-ayat itu menunjukkan bahwa kuasa Yesus tidak berasal dari dirinya, maka tentunya Yesus akan memerintahkan murid-muridNya untuk melakukan eksorsisme dengan meng-invoke "Roh Allah" atau "jari Allah." Tapi bukan itu yang dilakukanNya. Yesus memerintahkan murid-muridNya untuk melakukan eksorsisme dengan meng-invoke namaNya, dan ini dipatuhi oleh murid-muridNya dan orang yang bukan muridya sekalipun.




Quote:
Gelar Alfa Omega
Klaim Trinitarian: Di kitab Wahyu 22:13, Yesus disebut sebagai Alfa dan Omega, bukankah "Alfa dan Omega" adalah nama atau gelar milik Allah (Yahweh) sendiri?

Jawab: Memang nama (gelar) "Alfa dan Omega" itu sebutan untuk Yahweh (AllahSejati). Nah, pertanyaannya: kalau Yesus bukanlah Yahweh itu sendiri, mengapa nama Alfa Omega bisa pula disebutkan pada Yesus? Jawabannya adalah jelas dan terang benderang seperti tertulis di Injil Yohanes 17:11,12 dalam perkataan (doa)nya Yesus sendiri berkata "Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu YANG TELAH ENGKAU BERIKAN KEPADA-KU, supaya mereka menjadi satu sama seperti kita adalah satu. Selama aku bersama mereka, aku memelihara mereka dalam nama-Mu, yaitu NAMA-MU YANG TELAH ENGKAU BERIKAN KEPADAKU;.." Di ayat itu dalam perkataan doanya kepada Allahnya Yesus sangat terang menjelaskan bahwa nama [gelar/sebutan] yang sebenarnya adalah milik Yahwe itu, seperti Alfa dan Omega, gelar itu memang telah diberikan atau dikenakan juga kepada Yesus yang mempunyai misi sebagai utusan Yahweh. Jadi jikaYesus disebut dengan nama Alfa dan Omega itu artinya adalah: Nama gelar milik Allah diberikan pada Yesus. Dan dalam Wahyu 3:12 juga membuktikan bahwa nama milik Yahwe bukan cuma diberikan pada Yesus saja tapi kata Yesus "Barangsiapa menang,…padanya akan kutuliskan[diberi] Nama Allah-ku [nama Yahwe],..". Jelas umat-umat Allah yang benar kelak akan mendapatkan nama / gelar milik Yahwe juga, sama seperti Yesus.


23. Gelar didapatkan seseorang karena dia layak menyandang gelar itu. Gelar "Sarjana Tekhnik" didapatkan karena seseorang menguasai perkara tekhnik level S-1. Gelar "dalang" didapatkan karena seseorang ahli dalam mendalang. Gelar "Superman" didapatkan karena dia adalah manusia yang lebih (ie. super) dari manusia lainnya. Dan seterusnya.

24. Lebih lanjut, gelar ilahi tidak bisa didapatkan secara asal-asalan seperti bagaimana kita bisa mendapatkan gelar "Sarjana" atau "master" atau "Doktor" dari insitusi pendidikan yang tidak kredibel dengan membayar sejumlah uang.

25. Bila Yesus adalah sekedar manusia, maka Dia tidak layak mendapatkan gelar Alpha dan Omega, karena manusia tidak mungkin sebagai yang pertama (Alpha) dan yang terakhir (Omega). Hanya Allah-lah yang merupakan Alpha dan Omega. Yesus di-gelar-i Alpha dan Omega karena Yesus layak mendapat gelar itu. Jadi, Yesus adalah Allah.




Quote:
Anak Allah = Allah Anak
Klaim Trinitarian: : Alkitab tegas mengatakan Yesus adalah Anak Allah atau Allah Anak, jelas dia adalah Allah. Memang di Alkitab orang-orang murid Yesus juga bisa disebut Anak-anak Allah, tapi Yesus disebut secara khusus sebagai "Anak Tunggal Allah" atau "Allah Anak" artinya dia betul-betul Allah sejati, Allah Anak, The True God.

Jawab: Istilah "Allah Anak" itu hanya ada di doktrin Trinitas. Di Alkitab jelas dari kitab Kejadian sampai Wahyu tidak ada istilah "Allah Anak", yang ada istilah "Anak Allah". Jadi kalau kaum Trinitarian bilang bahwa ada "Allah Anak", nah, itu jelas tidak Alkitabiah karena memang istilah itu jelas tidak ada di Alkitab! Jangan asal menyamakan antara istilah "Anak Allah" dengan "Allah Anak" itu jelas dua istilah yang sangat beda, seperti halnya "Anak Dokter" dengan "Dokter Anak" bukankah jelas sangat beda maknanya?! Tapi tentang istilah "Anak Allah" dan "Anak Tunggal Allah" itu memang ada banyak di Alkitab. Dan ingat dalam bahasa asli Alkitab tidak ada perbedaan huruf besar kecil, jadi sebenarnya istilah "Anak Allah" atau "anak Allah" atau "anak allah" jelas sama maknanya, dan semua orang bisa saja diberi kuasa menjadi "anak-anak Allah" (Yoh 1:12, Galatia 3:26, 1Yoh 3:1, dllnya). Dan lebih anehnya jika kaum Trinitas bisa-bisanya bilang "Anak Allah" artinya = Allah, berarti kalau Yesus sebagai Anak Allah=Allah sejati, maka saudara-saudaranya Yesus (Roma 8:29), umat-umat Allah, orang-orang pembawa damai, rasul-rasul, murid-murid Yesus - yang mana mereka semua disebut sebagai "Anak-anak Allah" juga (Roma 8:14-16) - apakah mereka = Allah-Allah sejati semua??? wah jadi banyak sekali Allah-Allahnya ya!? jadi Allah Sejati bukan lagi tiga Pribadi atau Trinitas, tapi Allah sejati ada jutaan pribadi bahkan mungkin miliyaran pribadi! ??? Itulah sebabnya musti hati-hati dengan istilah "Anak Allah" Jangan asal disamakan dengan Allah sejati, apalagi Allah Anak.


26. Memang tidak bisa dari sebutan "anak Allah" kita kemudian membaliknya menjadi "Allah anak" dan mengatakan bahwa ini membuktikan bahwa Yesus itu Allah. Butuh lebih dari sekedar itu.

27. Betul pula bahwa banyak orang yang bisa disebut "anak Allah." Seluruh bangsa Israel yang menerima Taurat bahkan disebut sebagai allah-allah, anak-anak dari yang Maha Tinggi (Mzm 82:6 bdk. Yoh 10:34). Namun gelar "anak Allah" Yesus berbeda dengan gelar "anak Allah" bersifat adoptif yang bisa dipakai manusia apapun.

28. Eksklusifitas gelar "anak Allah" Yesus bisa kita lihat dari tindakan para Yahudi menuduh Yesus menghujat karena Dia memakai gelar "anak Allah" (Yoh 10:36). Kalau Yesus menggunakan gelar "anak Allah" dalam artian adoptif, sebagaimana dipakai seluruh orang Israel, lalu mengapa para Yahudi menuduh Dia menghujat? Tentunya ini karena Yesus menggunakan gelar itu secara lebih eksklusif.

29. Kalau memang sebutan "anak Allah" bagi Yesus adalah sama dengan yang dipakai oleh orang-orang lain, lalu mengapa Yesus juga disebut sebagai "Anak Tunggal" Allah (Yoh 1:14; 3:16; 3:18; 1Yoh 4:9)? Sebutan "anak Tunggal" kepada Yesus menunjukkan bahwa peranakan Ilahi Yesus oleh Bapa adalah peranakan Ilahi yang hanya terjadi satu kali. Tidak ada peranakan seperti itu sebelumnya maupun sesudahnya. Peranakan Yesus tikda sama dengan peranakan manusia-manusia lainnya. Sementara manusia lain adalah Anak Allah adoptif, Yesus adalah anak Allah natural dari Bapa. Jadi, Yesus adalah Allah.




Quote:
Kebangkitan Yesus
Klaim Trinitarian: Yesus mati tetapi bisa hidup kembali bangkit sendiri, itu adalah bukti bahwa dia adalah AllahSejati. Yesus bangkit dengan kekuatan kuasanya sendiri.

Jawab: Beberapa Pendeta/teolog Trinitarian mengklaim bahwa salah satu bukti Yesus sebagai Allah sejati adalah Yesus telah bangkit dari kematian dengan kuasanya sendiri. Benarkah hal itu? Bagaimana dengan kesaksian kitab suci tentang hal tersebut? Mari kita selidiki:
Matius 16:21 " ..Yesus mulai menyatakan pada murid-muridnya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."
Lukas 9:22 kata Yesus sendiri: " Anak Manusia …. dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."
Kisah 2:24 "tetapi Allah membangkitkan dia [Yesus] dengan melepaskan dia dari sengsara maut, .."
Kisah 2:32 "Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi"
Kisah 3:15 "Demikianlah Ia [Yesus], pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan dia dari antara orang mati, dan tentang hal itu kami adalah saksi"
Kisah 4:10 "…Yesus Kristus, orang Nazaret, yang kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati…"
Kisah 5:30 "Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh."
Kisah 10:40 "Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, …"
Kisah 13:30 "Tetapi Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati."
Kisah 13:34 "Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan tidak akan diserahkan kembali kepada kebinasaan."
Kisah 13:37 "Tetapi Yesus dibangkitkan Allah, .."
Roma 6:4 "Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, .."
Roma 7:4b "..Dia yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, .."
Roma 8:11 "Dan jika Roh Dia [kuasa Allah], yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia[Allah], yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh[kuasa]-Nya, yang diam di dalam kamu."
Roma 10:9b "… bahwa Allah telah membangkitkan Dia[Yesus] dari antara orang mati, .."
1Korintus 15:4 "Bahwa Ia telah dikuburkan, bahwa Ia telah dibangkitkan pada hari ketiga, sesuai kitab suci, "
1Korintus 15:12 "Jadi bilamana kami beritakan bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, .."
1Korintus 15:20 "tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari antara orang yang telah meninggal."
2Korintus 4:14 "Karena kami tahu, bahwa Ia[Allah], yang telah membangkitkan Tuan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus."
Galatia 1:1b "…Allah, Bapa, yang telah membangkitkan Dia[Yesus] dari antara orang mati"
Efesus 1:19-20 "dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya, yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan dia dari antara orang mati dan mendudukkan dia di sebelah kanan-Nya di Sorga"
Kolose 2:12 "..kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia[Yesus] dari antara orang mati"
1Tesalonika 1:10 ".. Anak-Nya dari sorga, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati, yaitu Yesus,.."
1Petrus1:21 "..Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati.."
1Petrus3:18 "Sebab juga Kristus telah mati .., tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh[kuasa]."
Ayat-ayat tersebut di atas sangat akurat dan jelas mencatat bahwa Yesus jelas tidak bangkit oleh kuasanya sendiri, melainkan ia bisa hidup kembali dari kematian karena Ia DIBANGKITKAN oleh Allahnya. Tidak ada satupun ayat Alkitab yang tegas mengatakan dengan jelas bahwa Yesus bangkit atas kuasanya sendiri seperti sering diklaim oleh golongan Trinitarian. Yang Alkitabiah adalah:Yesus DIBANGKITKAN oleh Allah. Allah-lah yang MEMBANGKITKAN Yesus!


30. Mungkin Alkitab si unitarian tidak lengkap sehingga tidak terdapat ayat Yoh 10:17-18

    King James Bible
    17 Therefore * * doth my Father love me, because I lay down my life, that I might take it again. 18 No man taketh it from me, but I lay it down of myself. I have power to lay it down, and I have power to take it again. This commandment have I received of my Father.

    Douay-Rheims Bible
    17 Therefore doth the Father love me: because I lay down my life, that I may take it again. 18 No man taketh it away from me: but I lay it down of myself, and I have power to lay it down: and I have power to take it up again. This commandment have I received of my Father.

    Revised Standard Version
    17 For this reason the Father loves me, because I lay down my life, that I may take it again. 18* No one takes it from me, but I lay it down of my own accord. I have power to lay it down, and I have power to take it again; this charge I have received from my Father."

    New American Bible
    17 This is why the Father loves me, because I lay down my life in order to take it up again. 18 No one takes it from me, but I lay it down on my own. I have power to lay it down, and power to take it up again. * This command I have received from my Father."

    New American Standard Bible
    17 "For this reason the Father loves Me, because I lay down My life so that I may take it again. 18 "No one has taken it away from Me, but I lay it down on My own initiative. I have authority to lay it down, and I have authority to take it up again. This commandment I received from My Father."

    American King James Version
    17 Therefore does my Father love me, because I lay down my life, that I might take it again. 18 No man takes it from me, but I lay it down of myself. I have power to lay it down, and I have power to take it again. This commandment have I received of my Father.

    American Standard Version
    17 Therefore doth the Father love me, because I lay down my life, that I may take it again. 18 No one taketh it away from me, but I lay it down of myself. I have power to lay it down, and I have power to take it again. This commandment received I from my Father.

    Bible in Basic English
    17 For this reason am I loved by the Father, because I give up my life so that I may take it again. 18 No one takes it away from me; I give it up of myself. I have power to give it up, and I have power to take it again. These orders I have from my Father.

    Darby Bible Translation
    17 On this account the Father loves me, because I lay down my life that I may take it again. 18 No one takes it from me, but I lay it down of myself. I have authority to lay it down and I have authority to take it again. I have received this commandment of my Father.

    English Revised Version
    17 Therefore doth the Father love me, because I lay down my life, that I may take it again. 18 No one taketh it away from me, but I lay it down of myself. I have power to lay it down, and I have power to take it again. This commandment received I from my Father.

    Webster's Bible Translation
    17 Therefore doth my Father love me, because I lay down my life, that I may take it again. 18 No man taketh it from me, but I lay it down of myself. I have power to lay it down, and I have power to take it again. This commandment have I received from my Father.

    World English Bible
    17 Therefore the Father loves me, because I lay down my life, that I may take it again. 18 No one takes it away from me, but I lay it down by myself. I have power to lay it down, and I have power to take it again. I received this commandment from my Father."

    Young's Literal Translation
    17 'Because of this doth the Father love me, because I lay down my life, that again I may take it; 18 no one doth take it from me, but I lay it down of myself; authority I have to lay it down, and authority I have again to take it; this command I received from my Father.'

    Lembaga Alkitab Indonesia
    17 Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali 18 Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku."

Seperti terlihat disini dijelaskan bahwa Yesus dengan kekuatanNya sendiri bangkit dari mati.

31. Lalu apakah ayat Yoh 10:17-18 "kalah" dengan puluhan ayat yang didaftar si unitarian? Tidak. Kitab Suci adalah firman Allah. Semua yang ada didalamnya adalah benar. Tidak ada prinsip "ayat yang lebih banyak menindas ayat yang lebih sedikit." "Kebenaran" tidak menjadi "kesalahan" karena kalah jumlah.

32. Lalu bagaimana merekonsiliasikan Yoh 10:17-18 dengan ayat-ayat yang mengatakan bahwa Yesus dibangkitkan? Iman Katolik yang mengajarkan bahwa Yesus dan BapaNya adalah satu substansi (Yoh 10:30, 38; 14:11). Sehingga apa yang dikerjakan Yesus adalah apa yang dikerjakan Bapa adalah apa yang dikerjakan Allah dan sebaliknya (Yoh 5:19;14:10). Karena Yesus Allah, maka dikatakan bahwa Yesus bangkit karena kuasanya sendiri. Karena Bapa adalah Allah, maka kebangkitan itu juga merupakan pekerjaanNya. Baca juga yang sudah dijelaskan sebelumnya di 19.b., 19.c., dan 19.d..
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Mon, 01-06-2009 5:41 pm    Post subject: Reply with quote

Aku rasa masih banyak yang perlu diperbaiki. Kesalahn tulis, format yang kacau, bahasa yunani yang tidak ter-copy/paste sempurna (aku nanti akan pakai dari Kitab Suci ekaristi.org saja) dll.


Nanti akan ada beberapa revisi.


Untuk komentar aku buatkan topik "Pembahasan topik sticky AAAPK-Unitarian"
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   This topic is locked: you cannot edit posts or make replies.    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka All times are GMT + 6 Hours
Page 1 of 1

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17