FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Bayi Tabung apakah diijinkan oleh GK?    
Goto page: Previous

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Ruang Pengetahuan Dasar Iman Katolik
View previous topic :: View next topic  
Author Message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Sun, 07-06-2009 4:43 am    Post subject: Reply with quote

Bayi tabung bukan minus malum (atau the lesser evil).


Bayi tabung sama sekali tidak boleh da dosa berat.


Karena itu, bayi tabung sama sekali bukan pilihan. Bayi tabung bukanlah pilihan terakhir kalau pilihan lain tidak berhasil. Bayi tabung sama sekali bukan pilihan.


Menurutku GIFT itu jelas-jelas tidak bisa diterima. LTOT masih bisa.
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
paul7475
== BANNED ==




Joined: 12 Mar 2009
Posts: 1578

PostPosted: Sun, 07-06-2009 11:04 pm    Post subject: Reply with quote

DV wrote:
Menurutku GIFT itu jelas-jelas tidak bisa diterima. LTOT masih bisa.

Menurut buku Catholic Bioethics and the Gift of Human Life karangan William E. May:

Quote:
All Catholic theologians who have addressed this technique agree that LTOT is a morally legitimate way of assisting the marital act.

Sementara GIFT masih dalam perdebatan. Ada teolog yang setuju, ada pula yang tidak. Penulis termasuk yang tidak setuju.

Namun Anda sendiri, dengan mengutarakan pendapat bahwa LTOT masih bisa diterima berarti ada kontradiksi dengan pernyataan Anda sebelumnya.
DV wrote:
Bayi tabung sama sekali tidak boleh da dosa berat.


Yang menganggu aku justru adakah dokter2 Katolik mengerti dengan baik mengenai ajaran2 Gereja dalam hal bioetik...
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Mon, 08-06-2009 5:00 am    Post subject: Reply with quote

paul7475 wrote:


Namun Anda sendiri, dengan mengutarakan pendapat bahwa LTOT masih bisa diterima berarti ada kontradiksi dengan pernyataan Anda sebelumnya.
DV wrote:
Bayi tabung sama sekali tidak boleh da dosa berat.


Yang menganggu aku justru adakah dokter2 Katolik mengerti dengan baik mengenai ajaran2 Gereja dalam hal bioetik...

Bukan kontradiksi karena LTOT (dan juga GIFT) bukan metode bayi tabung. (aku memahami "bayi tabung" sebagai proses dimana konsepsi tidak terjadi di rahim, tapi di tabung. Aku belum check apakah pemahaman ini sesuai definisi kamus "bayi tabung").
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
paul7475
== BANNED ==




Joined: 12 Mar 2009
Posts: 1578

PostPosted: Mon, 08-06-2009 12:19 pm    Post subject: Reply with quote

DV wrote:
Bukan kontradiksi karena LTOT (dan juga GIFT) bukan metode bayi tabung. (aku memahami "bayi tabung" sebagai proses dimana konsepsi tidak terjadi di rahim, tapi di tabung. Aku belum check apakah pemahaman ini sesuai definisi kamus "bayi tabung").

Setelah aku tanya ke mbah Google, rupanya yang dimaksud 'bayi tabung' adalah bayi yang dihasilkan oleh sebuah proses yang dikenal sebagai IVF (In Vitro Fertilization, atau 'pembuahan di dalam [tabung] gelas).

Rupanya pemahaman inilah yang dianut oleh DV.

Sementara itu, LTOT dan GIFT adalah teknik2 alternatif dari IVF sebagai "intervensi untuk mengatasi ketidaksuburan". Jadi sebenarnya, IVF pun termasuk kategori intervensi yang dimaksud tersebut.

Namun yang sekarang terjadi adalah perluasan makna dari 'bayi tabung' itu: dari yang tadinya sekedar hasil dari teknik IVF sekarang merujuk yang penting hasil dari salah satu teknik intervensi yang ada !

Dengan kata lain, semua bayi yang lahir bukan dari proses pembuahan yang alami akan disebut bayi tabung. Inilah yang terjadi di benak kaum awam. Apabila ini dipandang keliru, sudah seharusnya para dokter lah yang berkompeten meluruskannya.

Namun yang terjadi adalah para dokter sendirilah yang justru melakukan 'perluasan makna' dari istilah bayi tabung itu.

Dalam buku Roman Catholicism and Modern Science oleh Don O'Leary dicantumkan bahwa

Quote:
Alternatives to IVF procedures were developed with the objective of complying with the directives of the Congregation's Donum Vitae. These methods are known as gamete intra-fallopian transfer (GIFT), tubal ovum transfer (TOT), and lower tubal ovum transfer (LTOT), which is similar to TOT. All three methods facilitate the fertilization of ova within the mother's body (in vivo), after sexua intercourse, instead of in a glass dish under laboratory conditions. The perceived merit of fertilization in vivo from a Catholic moral point of view, is that there is less artificial interference, and it does not present opportunities for the manipulation or discarding of embryos


Aku rasa, sudah saatnya para dokter Katolik sebaiknya mengerti dengan baik ajaran moral Katolik di bidang bioetika semacam ini.


Last edited by paul7475 on Mon, 08-06-2009 12:20 pm; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message
Yakobus 2



Joined: 14 May 2009
Posts: 116
Location: Jakarta

PostPosted: Fri, 12-06-2009 11:21 pm    Post subject: Dari Sudut Iman yang paling menentukan Reply with quote

Salam Damai
Diskusi ini sangat bagus dan menambah wawasan saya
menurut saya harus dilihat dari prosesnya, contoh
1. Kalau si suami untuk mengeluarkan sperma harus masturbasi jelas itu sudah diawali dengan dosa
2. Kalau pertemuan antara sperma dan sel telur tidak sesuai dengan ajaran GK pasti tidak boleh
3. Kalau metode yang digunakan mengandung unsur aborsi jelas dosa

Masalah timbul karena :
- kita orang awam tidak tahu, pemahaman kita mungkin sebatas tidak berzinah dan tidak konsultasi ke sumber yang tepat (Pastor juga sedikit yang bisa menerangkan dengan jelas mengapa boleh mengapa tidak boleh)
- dokter kandungan juga tidak paham ajaran GK (mayoritas non-Katolik, dokter Katolik yang paham sangat-sangat sedikit)


Bagi pasutri yang peduli saja yang berusaha mencari tahu pada sumber yang diakui GK seperti Pasutri Paul7475
Bagaimana dengan Pasutri yang sudah terlanjur menjalani proses bayi tabung dan memang tidak tahu kalau ada unsur aborsi atau larangan dari GK mungkin sebaiknya berkonsultasi dengan Pastor, untuk proses pengampunan dosanya.

kalau ada yang salah mohon diluruskan
thanks May God Bless you all
Back to top
View user's profile Send private message
Charity



Joined: 24 Nov 2007
Posts: 908

PostPosted: Tue, 08-10-2013 12:38 am    Post subject: Reply with quote

mohon cek kesaksian di link berikut :

http://www.ekaristi.org/kesaksian/kesak ..=&ucat=1&

seriously, kesaksian ini sangat menjijikkan, tidak bermoral dan sangat tidak mencerminkan iman katolik yang parahnya lagi ada kesan bahwa program bayi tabung yang dijalani mendapat dukungan dari oknum gereja.

harap modie memperhatikan.
_________________
Exsurge, quare obdormis Domine? Exsurge ( Ps 43:23)


Last edited by Charity on Tue, 08-10-2013 12:46 am; edited 2 times in total
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail Yahoo Messenger
Johan Widjaja



Joined: 07 Sep 2008
Posts: 3
Location: Jakarta

PostPosted: Tue, 24-02-2015 5:20 pm    Post subject: Bayi Tabung Reply with quote

Maaf saya bukan pengunjung rutin di sini, tapi topik bayi tabung ini mengusik saya.
Jaman kuliah Etika Kedokteran dulu diajarkan: menghargai kehidupan sejak pembuahan, bukan sejak embrio transfer.
Kalau embrio ada 10, misalnya, jelek 7, lalu transfer 2, yang satu sisa dibekukan: pertanyaan saya; yang jelek 7 itu diapain? udah embrio loh, walaupun jelek kemungkinan attach ke endometrium. Dibuang?
Pertanyaan kedua, satu sisa yang beku itu sampai berapa lama? Saya dengar dari pasien bahwa di RS di Malaysia ada ketentuan kalau gak ada kabar dari pasien, maka akan dibuang. Sekali lagi: dibuang.
Pertanyaan lain: siapkah dengan fetal reduction? kalau dia periksa kromosom lalu jelek hasilnya, apakah pasien akan terus lanjut hamilnya atau minta aborsi? Konsekuensi lain, di negara tetangga ini kalau ada 3 embrio maka akan reduksi 1 jadi 2, karena kemungkinan hamil dua lebih bagus outcomenya drpd hamil tiga. Apa tindakan kita?
Masalah lain, kalau 12 minggu dia cek Down Syndrome, lalu positif DS, gimana? Terus atau aborsi?

Johan
Back to top
View user's profile Send private message
Stanley



Joined: 29 Sep 2008
Posts: 3739

PostPosted: Thu, 26-02-2015 9:43 am    Post subject: Re: Bayi Tabung Reply with quote

Johan Widjaja wrote:

Pertanyaan lain: siapkah dengan fetal reduction? kalau dia periksa kromosom lalu jelek hasilnya, apakah pasien akan terus lanjut hamilnya atau minta aborsi? Konsekuensi lain, di negara tetangga ini kalau ada 3 embrio maka akan reduksi 1 jadi 2, karena kemungkinan hamil dua lebih bagus outcomenya drpd hamil tiga. Apa tindakan kita?
Masalah lain, kalau 12 minggu dia cek Down Syndrome, lalu positif DS, gimana? Terus atau aborsi?

Johan


Salam kenal Johan,

Saya bukan admin... dan bahkan bukan ber-background medis, namun ijinkan saya mencoba menjawab point yang di atas sebagai seorang Katolik.

Kitab suci sudah mengajarkan pada kita bahwa kita harus selalu bersyukur akan apapun yang Tuhan berikan. Apapun yg Tuhan berikan itu pasti demi kebaikan kita, walaupun belum kita pahami. Kadang kala kita menganggap pemberian Tuhan itu buruk, tapi sekali lagi, siapa kita yang berhak menilai kapasitasnya Tuhan? Maka dari itu Ayub berkata: "jika aku selalu menerima yang baik dari Allah, mengapa aku juga menolak yang buruk dari Allah?". Dengan segala keterbatasan Ayub, dia mencoba rendah hati dan terus percaya bahwa Tuhan punya rencana yang indah.

Demikian pula kita. Tidak ada yg menginginkan anak yang cacat, tidak ada yg menginginkan anak yg buruk. Namun kalau Tuhan mempercayakan pada kita hal tersebut, dengan segenap iman kita harus terus menjalaninya, bukan lari daripadanya.

Saya tahu tujuan dunia medis menemukan hal-hal itu untuk maksud baik, yakni supaya generasi yang akan datang memiliki kualitas kesehatan yang jauh lebih baik daripada sekarang. Namun maksud baik manusiawi itu tidak benar dihadapan Allah. Maka kita dihadapkan pada pilihan: mau tunduk pada Allah, ... atau.... , mau tunduk pada keinginan diri sendiri?

Semoga hal ini menjadi jawaban yang umum.

MGBU
_________________
This is Spartaaa!
Back to top
View user's profile Send private message
Johan Widjaja



Joined: 07 Sep 2008
Posts: 3
Location: Jakarta

PostPosted: Fri, 27-02-2015 8:35 am    Post subject: Re : bayi tabung Reply with quote

Dear Pak Stanley, terima kasih atas pandangan umumnya.
Saya setuju.

Yang saya kemukakan di atas adalah pilihan-pilihan lain yang mungkin belum dipikirkan oleh sang pasutri calon peserta bayi tabung.
Saya tidak kontra bayi tabung.

Tapi gimana ya rasanya, sulit saya mendeskripsi perasaan saya: minggu lalu saya ada pasien yang cerita dia pergi fetal reduction di negara tetangga, karena hamil kembar tiga, dan dibuat jadi dua, dengan dasar medical journal published report etc yang Cochrane library atau EBM bagus bahwa outcome dua lebih bagus drpd 3 fetus. Jadi dokternya pilih satu yg smaller size, lalu festicide. Emang gampang ya buat si dokter bikin embrio transfer tiga, lalu setelah bbrp minggu dibuang aja satu? Jawab pasien: hari itu ada dua yang menjalani prosedur itu di negara tetangga kita.

Buat para calon ayah ibu bayi tabung yang Katolik, mohon pertimbangkan sampai ke arah fetal reduction, jangan hanya mikir : oh kembar identik ya Dok, lucu ya Dok, dll.

Tentang Down Syndrome dan beberapa congenital anomalies lainnya, sudah beberapa kali bertemu pasangan ortu yang tetap terus mempertahankan kehamilan, walau sudah tahu ada masalah dengan bayinya. Salah satunya yang kemarin ini: tahu ada masalah dengan otak dan jantung dan ginjal bayi dalam kandungan 19 weeks, tetap terus hamil. Saya lihat identity nya: Katolik.

Johan
Back to top
View user's profile Send private message
BlessYou



Joined: 25 Oct 2010
Posts: 7

PostPosted: Fri, 06-11-2015 2:22 pm    Post subject: Reply with quote

Salam kenal untuk semua penghuni EDO di sini...

Cukup lama saya menjadi silent reader di forum ini. Tapi terangkatnya kembali topik ini sedikit menggelitik saya untuk berkomentar mengenai hal-hal ini...

Kalau mau mundur sedikit ke belakang, sepengetahuan saya pembuahan hanya bisa dilakukan dengan hubungan seksual. Nah, hubungan seksual sendiri kalau menurut ajaran Katolik terdiri dari 2 aspek, yaitu prokreasi dan rekreasi...
Logika saya, itulah mengapa ajaran Katolik melarang kontrasepsi, karena tujuannya hanya melakukan hubungan seksual untuk rekreasi. Dan melarang bayi tabung, karena hanya untuk tujuan prokreasi.

Salam.
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Ruang Pengetahuan Dasar Iman Katolik All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Previous
Page 2 of 2

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17