FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Sejarah terjadinya Protestantisme (selesai)    
Goto page: Previous Next

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Ruang Pengetahuan Dasar Iman Katolik
View previous topic :: View next topic  
Author Message
Stanley



Joined: 29 Sep 2008
Posts: 3739

PostPosted: Fri, 26-12-2008 10:27 pm    Post subject: Reply with quote

boleh bertanya disini?

Saya tidak bisa menemukan link yg tepat, namun dari kisah2 yang pernah diceritakan oleh guru2 agama dan sejarah sejak SMP-SMU saya dulu, dikisahkan bhw pihak gereja' melakukan penyiksaan dan pembunuan terhadap banyak ilmuwan yang meriset sesuatu yang dinyatakan praktek sihir.

Padahal, riset2nya itu sometimes hanya riset (contoh) kimia sederhana, cairan merah plus cairan biru jadi bening... ato riset2 fisika soal magnet dll.

Situasi ini yg memici terjadinya jaman aufklarung atau masa pencerahan...dimana pada masa ini justru orang2 eropa mulai tidak percaya pada gereja, dan memberanikan diri untuk menerima penelitian ilmiah dengan pola pikir ilmiah tanpa didasari ajaran Tuhan. Atau bahasa singkatnya, mereka mulai menganggap gereja itu menghambat perkembangan ilmu pengetahuan.

Nah pertanyaan saya...
1. Benarkah keberadaan peristiwa2 tersebut?
2. Kata gereja yg saya bold di atas itu sebenarnya merefer pada Protestan (dan denominasi2nya) atau Katolik?

Pertanyaan no 2 itu saya anggap penting. Krn JIKA:
A. Yang dimaksud adlh protestan... maka makin bertambahlah daftar 'dosa' para reformator itu, krn merekalah justru kini banyak skali orang eropa yg tidak mau mendasari penelitian ilmiahnya dgn hati nurani yg dibimbing RohKudus melalui GerejaNya.

atau..

B. Yg dimaksud adlh katolik... berarti peristiwa tersebut seolah-olah membenarkan gerakan reformasi itu, krn menganggap katolik itu kolot dll (dan ini semakin 'mengunci' kita u/ mewartakan mengenai Kebenaran di dlm Katolik). Well, mgkn blm mengunci apologist sekelas DV sih...tp u/ yg msh newbie sperti saya jelas makin bingung.

Btw, jgn berpikir : "Lha Stan napa ga tny ma guru mu?" ...wel... itu masa SMP SMU...dan yah,masa itu... berapa anak remaja yg 'care' pada imannya? Ketawa

Thx and GBU.
_________________
This is Spartaaa!
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Sat, 27-12-2008 7:52 am    Post subject: Reply with quote

Stanley wrote:


Nah pertanyaan saya...
1. Benarkah keberadaan peristiwa2 tersebut?

Tidak tahu. Rasanya tidak.

Quote:
2. Kata gereja yg saya bold di atas itu sebenarnya merefer pada Protestan (dan denominasi2nya) atau Katolik?

Tidak tahu. Rasanya tidak.

Tapi kalau para Protestant menganiaya penganut filosofi Aufklärung yang rationalistik, memang iya. Apakah Katolik juga? kurang tahu.
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Fri, 02-01-2009 6:27 pm    Post subject: Reply with quote

Bagian ke-III telah selesai (Metode Penyebaran Reformasi). Pada bab ini kita mempelajarai apa saja yang dilakukan para pengikut Reformasi dalam menyebarkan ajaran baru mereka. Kita lihat bahwa cara-cara kekerasan (yang salah satunya adalah yang ditulis ) tidak dikecualikan dalam menyebarkan ajaran baru ini.

Si BacktoPurity merasa bahwa Gereja Katolik kurang menerapkan prisip marketing dan dia sebagai consumer tentunya harus dipuaskan kalau tidak mau ditinggalkan. Nah, dengan membaca bagian ketiga ini kita tahu darimana asal mentalitas seperti ini. Salah satu cara yang digunakan para Protestant awal untuk menyukseskan penyebaran ajaran barunya adalah membuat praktek-praktek dan ajaran-ajaran baru yang menyenangkan dan menyanjung banyak orang. Istilah marketing-nya mungkin "memuaskan pelanggan." Jadi bukannya "people conforms to God" tapi "God conforms to people."


Pada saat Reformasi para hierarkhi Gereja cukup cuek-cuek saja terhadap perkembangan yang terjadi. Mungkin sedikit banyak ini dikarenakan pemkiran bahwa "ah, dulu-dulu ya ada pemberontakan seperti itu [ex. John Huss, Wyclyff, Albigensians etc] tapi toh hanya riak-riak sesaat." Sayangnya mereka tidak menghadapi riak, tapi gelombang tsunami. Ini karena faktor-faktor yang menghambat merebaknya pemberontakan masa lalu telah hilang. Dahulu umat masih respect terhadap hierarkhi karena korupsi pejabat gerejawi tidak merebak seperti saat Reformasi, hubungan pemerintah sekuler dan Gereja juga masih baik.


Hal terakhir itulah yang terbukti sebagai faktor penentu. Tidak hanya pemerintahan sekuler tidak kooperatif dengan Gereja, mereka bahkan menggunakan segala kekuatan yang mereka punya, yang paling brutal dan kasar sekalipun, untuk melawan Gereja dan menyebarkan bidaah Protestantism. Prinsip "Cuius regio, illius et religio" dipraktekkan dengan full force bahkan tanpa mengindahkan hati nurani masyarakat yang hidup dalam daerah kekuasaan para pangeran sekuler yang Protestant.

Aku jadi tersenyum mengingat kata-kata terakhir di film "Luther The Movie" yang didanai denominasi Lutheran pada tahun 2003. Epilogue film tersebut berbunyi:

    What happened at Augsburg pushed open the door of religious freedom. Martin Luther lived for another 16 years, preaching and teaching the Word. He and Katharina von Bora enjoyed a happy marriage and six children. Luther's influence extended into economics, politics, education and music, and his translation of the Bible became a foundation stone of the German language. Today over 540 million people worship in churches inspired by his Reformation.

Tampaknya mereka lupa prinsip "Cuius regio, illius et religio" yang justru mereka petisikan pada Confession of Augsburg tahun 1530.

Sungguh mengerikan akibat Reformasi/Protestantisme pada kehidupan dunia dan terlebih pada kehidupan akhirat yang kekal.

God, have mercy on us all!
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
laurentius



Joined: 29 Oct 2008
Posts: 124

PostPosted: Sat, 03-01-2009 10:51 pm    Post subject: Reply with quote

DeusVult wrote:
Dan, sebagaimana aku telah tekankan di salah satu topik (yang sebenarnya aku mau link-kan tapi gak ketemu di topik mana aku nulis itu), ini menunjukkan bahwa denominasi-denominasi Protestant SAMA SEKALI BUKAN PENGEJAWENTAHAN (harap-harap spelling-nya benar) DARI TUBUH MISTIK KRISTUS SEBAGAIMANA DITULIS PAULUS, "Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita" [1Kor 12:26].



Ada di topic kesaksian ex-muslim page 4 (post yang paling atas).

http://www.ekaristi.org/forum/viewtopic ..6425&start=27
Back to top
View user's profile Send private message
angelz28



Joined: 12 Dec 2008
Posts: 82
Location: Surabaya

PostPosted: Tue, 10-02-2009 7:49 pm    Post subject: Reply with quote

Stanley wrote:
boleh bertanya disini?

Saya tidak bisa menemukan link yg tepat, namun dari kisah2 yang pernah diceritakan oleh guru2 agama dan sejarah sejak SMP-SMU saya dulu, dikisahkan bhw pihak gereja' melakukan penyiksaan dan pembunuan terhadap banyak ilmuwan yang meriset sesuatu yang dinyatakan praktek sihir.

Padahal, riset2nya itu sometimes hanya riset (contoh) kimia sederhana, cairan merah plus cairan biru jadi bening... ato riset2 fisika soal magnet dll.

Situasi ini yg memici terjadinya jaman aufklarung atau masa pencerahan...dimana pada masa ini justru orang2 eropa mulai tidak percaya pada gereja, dan memberanikan diri untuk menerima penelitian ilmiah dengan pola pikir ilmiah tanpa didasari ajaran Tuhan. Atau bahasa singkatnya, mereka mulai menganggap gereja itu menghambat perkembangan ilmu pengetahuan.

Nah pertanyaan saya...
1. Benarkah keberadaan peristiwa2 tersebut?
2. Kata gereja yg saya bold di atas itu sebenarnya merefer pada Protestan (dan denominasi2nya) atau Katolik?

Pertanyaan no 2 itu saya anggap penting. Krn JIKA:
A. Yang dimaksud adlh protestan... maka makin bertambahlah daftar 'dosa' para reformator itu, krn merekalah justru kini banyak skali orang eropa yg tidak mau mendasari penelitian ilmiahnya dgn hati nurani yg dibimbing RohKudus melalui GerejaNya.

atau..

B. Yg dimaksud adlh katolik... berarti peristiwa tersebut seolah-olah membenarkan gerakan reformasi itu, krn menganggap katolik itu kolot dll (dan ini semakin 'mengunci' kita u/ mewartakan mengenai Kebenaran di dlm Katolik). Well, mgkn blm mengunci apologist sekelas DV sih...tp u/ yg msh newbie sperti saya jelas makin bingung.

Btw, jgn berpikir : "Lha Stan napa ga tny ma guru mu?" ...wel... itu masa SMP SMU...dan yah,masa itu... berapa anak remaja yg 'care' pada imannya? Ketawa

Thx and GBU.


setahuku yang paling banyak mitos kalau si Galileo pencetus teori heliosentris dipancung sama GK.

ini ada penjelasan dr katolisitas.org:
1. Ada banyak teori yang dikemukakan dalam kasus Galileo. Namun secara obyektif, kita melihat ada kesalahan yang dilakukan oleh pihak Galileo dan juga oleh Gereja.
2. Sebelum Galileo, Nicolaus Copernicus (1473-1543) telah mempresentasikannya kepada Gereja Katolik tentang teori "heliocentric". Bahkan Vatican sendiri membantu untuk mempublikasikannya, setelah melalui proses editing. Dan akhirnya dipublikasikan dengan bantuan Cardinal Schomberg dan Tiedemann Giese, uskup dari Culm dengan persetujuan Paus Paul III. Hanya teori inidikatakan masih berupa " hipotesa". Tidak ada yang menentang hipotesa ini, termasuk Paus. Malah reaksi keras akan adanya teori ini datang dari teolog Protestan. Untuk lengkapnya, dapat dilihat di: New Advent - Nicolaus Copernicus. Jadi dari sini kita melihat bahwa Gereja Katolik tidak anti science, namun malah mendorong kemajuan science, yang diteruskan sampai sekarang. Sungguh sangat disayangkan bahwa banyak orang beranggapan bahwa Gereja menentang science dan menyembunyikan science dari manusia untuk mempertahankan kekuasaan.
3. Galileo Galileo (1564-1642) yang tertarik dan mendukung teori heilocentric dari Copernicus, mencoba membuktikan bahwa teori heliocentric adalah benar, dengan beberapa argumentasi yang tidak memenuhi standard science pada waktu itu. Namun dengan keadaan tersebut, Galileo tetap berkeras bahwa teori yang dikemukakannya adalah benar. Hal inilah yang menjadikan pertentangan dengan Gereja Katolik pada saat itu. Dan hal ini menimbulkan kebingungan di kalangan umat. Kemudian Galileo menghadap tim investigasi di Roma dan dari situ dinyatakan bahwa teori heliocentric tidak dapat dibuktikan sesuai dengan standard science pada waktu itu, sehingga dinyatakan salah, juga bidaah dan anti Alkitab. Galileo harus mencabut pernyataannya, dan Galileo berjanji tidak akan mengajarkan teori ini lagi.
4. Disinilah ada kesalahan Gereja Katolik yang mencoba memaksakan Alkitab sebagai acuan untuk science. Galileo benar ketika dia mengatakan bahwa Alkitab ditujukan untuk mengajarkan manusia bagaimana untuk mencapai surga. Bahkan kardinal Bellarmine yang mempunyai pengaruh besar pada waktu itu mengatakan "Saya katakan bahwa jika sebuah bukti yang konkrit ditemukan bahwa matahari tetap dan tidak berputar mengelilingi bumi, tetapi bumi mengelilingi matahari, maka menjadi sangat penting, secara hati-hati, untuk melakukan penjelasan dari beberapa ayat di Kitab Suci yang terlihat kontradiksi, dan kita lebih baik mengatakan bahwa kita telah salah menginterpretasikan semua ini daripada mengumumkan bahwa hal itu adalah salah seperti yang telah dibuktikan". Hal ini berarti bahwa Gereja Katolik mempunyai sikap bahwa kalau teori tersebut dapat dibuktikan sesuai dengan standard pembuktian science pada waktu itu, dan terbukti benar, maka Gereja akan berfikir bagaimana menginterpretasikan Alkitab, sehingga tidak bertentangan dengan kebenaran tersebut. Di sinilah Galileo benar, bahwa Alkitab bukanlah buku science, namun mengajarkan orang untuk mencapai surga.
5. Walaupun Galileo telah berjanji mentaati untuk tidak mengajarkan teori tersebut, namun Galileo mengingkarinya dengan menerbitkan buku di tahun 1632. Dan kemudian Galileo dihadapkan pada tim investigasi dan kemudian Galileo menjalani tahanan rumah sambil melakukan penitensi. Namun sungguh sangat salah kalau dikatakan seolah-olah Galileo tidak diperlakukan tidak manusiawi, karena baik selama proses investigasi dan tahanan rumah, Galileo mendapatkan fasilitas yang sangat baik. Pada tahun 1642, dia meninggal dan 5 tahun sebelum meninggal dia mengalami kebutaan. Paus Urban VIII memberikan berkat khusus buat Galileo, dan jenasahnya dikuburkan di dalam Gereja Santa Croce di Florence. Hal ini dapat dibaca di New Advent - Galileo Galilei.
6. Dari hal ini, sejarah membuktikan bahwa Gereja Katolik tidak membunuh Galileo. Apakah ada kesalahan yang dibuat oleh Gereja Katolik? Ya, terutama adalah tim investigasi pada waktu itu, yang mungkin kurang bijaksana menyikapi kasus ini. Di sisi yang lain, Galileo sendiri tidak dapat membuktikan kebenaran teorinya sesuai dengan standard science pada waktu itu dan tetap memaksakan sesuatu yang belum terbukti sebagai suatu kebenaran. Dari sinilah Cardinal Ratzinger mengutip Paul Feyerabend, seorang filsuf dari Austria yang mengatakan " Pada jaman Galileo, Gereja lebih setia terhadap akal budi dibandingkan dengan Galileo sendiri". Paus Yohanes Paulus II mengatakan bahwa "Pada akhir dari milenium ke dua, kita harus mengadakan pemeriksaan batin bagaimana kita sekarang, bagaimana Kristus telah membawa kita, dan bagaimana kita telah menyimpang dari Injil". Dan memang Gereja yang masih mengembara harus terus memurnikan diri, karena walaupun Gereja itu Kudus (karena Kepala dari Gereja, Kristus, adalah kudus), namun mempunyai anggota yang berdosa (KGK, 827).

Dan saya ingin menggarisbawahi bahwa pada waktu Paus memberikan suatu doktrin yang tidak mungkin salah, harus memenuhi kriteria sebagai berikut (Lumen Gentium, 25; Code of Canon Law, 748. 1): 1) Dia berbicara dalam kapasitasnya sebagai Paus, bukan sebagai pribadi, 2) Pengajaran yang dilakukan adalah untuk seluruh dunia, bukan hanya untuk beberapa keuskupan, 3) Ajaran tersebut adalah dalam area iman dan moral - jadi bukan science. Dan kebenaran ini, dijanjikan oleh Yesus sendiri di Mat 16:16-19.


nanti kalau nemu artikel lain ttg penganiayaan gereja baik katolik ato protestan, bisa di post lagi.

thx to DV buat info dan kerja kerasnya menerjemahkan.
jujur saya termasuk yang inggrisnya mepet2. hehehe
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger
angelz28



Joined: 12 Dec 2008
Posts: 82
Location: Surabaya

PostPosted: Tue, 10-02-2009 8:03 pm    Post subject: Reply with quote

oh iya inget juga pernah baca tentang penganiayaan, akhirnya ketemu juga link nya.

http://www.sarapanpagi.org/inkuisisi-da ..vt1554.html#p5509

ada tanggapan?
apakah semua tulisan diatas itu benar ato enggak ya?
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger
STEFANUSONG



Joined: 11 Mar 2009
Posts: 1

PostPosted: Fri, 03-04-2009 4:56 pm    Post subject: Reply with quote

DV..thanks atas ulasan anda tentang kesesatan Karismatik yang nota bene berasal dan bernenek moyang dari Protestan......namun demikian saya ingin masukan sedehana......1.Kita sewajarnya berterima kasih atas semua gerakan yang dilakukan oleh protestan ( Karismatik ) karena hal ini merupakan atau dapat dianggap sebagai peringatan dini akan bahaya besar bagi Umat Katolik sehingga tanpa kita sadari akan timbul imun dalam iman katolik untuk lebih merapatkan barisan alias lebih solid dan melahirkan para penjaga yang tangguh bagi iman katolik melalui Ajaran Gereja Katolik yang sudah ada sejak dulu..( termasuk anda ) 2.jangan memberi peluang sedikitpun terhadap gerakan yang berasal dari protestan , karena mereka juga sengaja tidak memberi ruang dialog hanya untuk membuat kita merasa tersudut atau mengakui kegigihan mereka............umat katolik mempunyai karakteristik kurang mau terbuka atau memang kita dididik untuk mengikuti yang diatas sesuai hierarki yang ada.....garis komando! tapi tidak perlu berkecil hati karena semuanya itu pasti " indah pada waktunya"..................itu saja smentara....ciao..
Back to top
View user's profile Send private message
staquinas



Joined: 14 Apr 2008
Posts: 1450
Location: Jakarta

PostPosted: Fri, 07-08-2009 9:18 pm    Post subject: Reply with quote

Mengenai Anglikan (Protestanisme ala Inggris), aku tertarik dengan tokoh Edward VI, Raja Inggris yang merupakan pengganti Henri VIII yang melanjutkan "reformasi" bapaknya... Dia terkenal atas usahanya memajukan Protestanisme di Inggris, bahkan "peninggalannya" masih terasa di Anglikanisme hingga sekarang...

Tapi yang membuatku tertarik adalah: dia baru berusia 15 tahun ketika meninggal... Bagaimanakah nasib jiwanya? Apakah mungkin dia tetap beroleh keselamatan? Aku ragu bahwa anak berusia 15 tahun dapat sungguh2 mengenal Gereja Katolik dan ajaran2nya. Bisa jadi sikap anti-Katoliknya itu diakibatkan karena indoktrinisasi dan pengaruh dari orang2 anti-Katolik yang saat itu memang mendominasi istana Inggris... Kalau seperti itu, bisakah dia dikatakan sungguh berdosa besar, melawan Gereja dan melawan Tuhan? Padahal dia seorang anak yang bisa dibilang taat kepada Tuhan dan kemungkinan besar menjadi anti-Katolik dari ketidaktahuannya (bukan sepenuhnya kesalahan sendiri)...
_________________
Q. Why then would the Protestants have the church to be invisible?
A. Because we have convinced them, that there were no Protestants to be seen or heard of in the world before Martin Luther.


Last edited by staquinas on Fri, 07-08-2009 9:19 pm; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message
Gods daughter



Joined: 04 Mar 2010
Posts: 2

PostPosted: Thu, 04-03-2010 10:51 am    Post subject: Reply with quote

Kalau sudah tau Kristen Protestan itu adalah satu saudara dalam Kristus kita yang sempat melenceng (memutuskan berpisah dari Roman Catholic), jangan dikritik dan dicari kesalahan-kesalahannya terus. Justru coba kita cari persamaannya dan coba pandanglah perbedaan itu sebagai sesuatu yang indah. Apalagi Katolik Karismatik, itu bagian dari Katolik. Yesus saja punya 12 murid berbeda-beda. Aku percaya bahwa setiap orang punya karakteristik yang berbeda dan bisa mendekatkan diri ke Tuhan dengan cara berbeda-beda. Ada yang nyaman dengan karismatik, ada yang nyaman dengan cara pergi ke Misa Kudus, ada yang bisa merasa sangat dicintai Tuhan Yesus hanya dengan menatap Hosti Kudus seperti saya sendiri Ketawa Jadi menurutku jangan khawatir kalau anda sekalian ada yang tidak nyaman dengan Karismatik atau Legio Maria atau Kelompok Mudika. Menurut anda itu "sesat" tapi buat orang lain bisa saja itu membantu dia dekat dengan Tuhan. Kalau liat anak-anaknya saling anti satu sama lain, kira-kira apa Dia akan senang?

Selamat berpantang-puasa mempersiapkan diri menyambut Kemenangan
Back to top
View user's profile Send private message
LovingStAnthony



Joined: 27 Nov 2006
Posts: 1963
Location: Jakarta

PostPosted: Fri, 05-03-2010 8:05 am    Post subject: Reply with quote

Gods daughter wrote:
Kalau sudah tau Kristen Protestan itu adalah satu saudara dalam Kristus kita yang sempat melenceng (memutuskan berpisah dari Roman Catholic), jangan dikritik dan dicari kesalahan-kesalahannya terus.

Kesalahan tidak perlu dicari-cari, pasti kelihatan sendiri.

Mengkritik? Situs ini juga bersifat apologetik: membela diri dari tuduhan keliru Protestan. Membela diri tentu saja berarti memperlihatkan di mana letak kesalahan orang yang menuduh dan menyerang Gereja Katolik. Sejarah Protestantisme adalah sejarah tuduhan dan serangan terhadap Gereja Katolik. Gereja Katolik hanya bertahan dan membela diri.

Gods daughter wrote:
Justru coba kita cari persamaannya dan coba pandanglah perbedaan itu sebagai sesuatu yang indah.

Persamaan sejati bukanlah persamaan yang dicari-cari (dicari-cari supaya kelihatan sama). Kalau berbeda, perbedaan itu harus diakui. Kalau ada persamaan, itu pun diakui.

Perbedaan membawa keindahan? Bisa jadi. Tapi, kalau pihak lain membedakan diri untuk menyerang dan menuduh Gereja Katolik, itu tidak indah lagi. Topik ini adalah contohnya. Mereka "membedakan" diri sejak awal (Martin Luther, etc). Sambil "membedakan" diri, mereka menyerang dan menuduh. Kok jadi tidak indah yah?

Gods daughter wrote:
Apalagi Katolik Karismatik, itu bagian dari Katolik.

Yudas pun awalnya bagian dari rasul Yesus.

Gods daughter wrote:
Yesus saja punya 12 murid berbeda-beda. Aku percaya bahwa setiap orang punya karakteristik yang berbeda dan bisa mendekatkan diri ke Tuhan dengan cara berbeda-beda.

Termasuk Yudas yang akhirnya mengkhianati Yesus dan mati bunuh diri?

Gods daughter wrote:
Ada yang nyaman dengan karismatik, ada yang nyaman dengan cara pergi ke Misa Kudus, ada yang bisa merasa sangat dicintai Tuhan Yesus hanya dengan menatap Hosti Kudus seperti saya sendiri Ketawa

Banyak juga lho yang nyaman dengan kehidupan mereka yang penuh dosa. Kenyamanan atas sesuatu belum membenarkan apakah mereka berada dalam posisi benar atau tidak.

Para penganut bidah Arianisme pada masa awal-awal Gereja juga tampaknya nyaman dengan kebidahan mereka. Jadi, harus dicek dulu, apakah kita nyaman dengan sesuatu yang benar atau tidak?

Gods daughter wrote:
Jadi menurutku jangan khawatir kalau anda sekalian ada yang tidak nyaman dengan Karismatik atau Legio Maria atau Kelompok Mudika.

Sebagai situs apologetik iman Katolik, kami di sini tidak nyaman dengan semua yang menyimpang alias sesat dari ajaran Gereja.

Gods daughter wrote:
Menurut anda itu "sesat" tapi buat orang lain bisa saja itu membantu dia dekat dengan Tuhan.

Menurut orang itu, dia makin dekat dengan Tuhan, tetapi belum tentu bukan? Bidah-bidah dalam sejarah Gereja membuktikan bahwa para penganutnya merasa benar, nyaman, dan merasa dekat dengan Tuhan.

Iman tidak sama dengan perasaan. Perasaan mudah menipu dan sangat subjektif. "Merasa dekat dengan Tuhan" =/= "memang benar-benar dekat dengan Tuhan".

Gods daughter wrote:
Kalau liat anak-anaknya saling anti satu sama lain, kira-kira apa Dia akan senang?

Pasti Tuhan senang jika kita membela ajaran-Nya yang benar sebagaimana diajarkan melalui Bunda Gereja yang kudus. Kebenaran memang menyakitkan. Ini seperti tindakan Yesus yang mengusir para pedagang di Bait Allah. Yesus tampaknya lebih cinta pada kebenaran ketimbang "sopan santun" (tentu jika "sopan santun" berarti menolerir kesesatan).

Gods daughter wrote:
Selamat berpantang-puasa mempersiapkan diri menyambut Kemenangan

Selamat juga. Semoga semua orang Katolik yang berdosa karena kesesatan bertobat pada masa Pra-Paskah ini. Amin.
_________________
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Ruang Pengetahuan Dasar Iman Katolik All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Previous Next
Page 2 of 3

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17