FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Penciptaan Alam Semesta    
Goto page: Previous Next

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka
View previous topic :: View next topic  
Author Message
TeSul



Joined: 27 Apr 2016
Posts: 257

PostPosted: Mon, 30-07-2018 6:17 pm    Post subject: Reply with quote

Stanley wrote:
TeSul wrote:
Stanley wrote:


Halo bro Tesul.

Mencoba menjawab pertanyaanmu:
Mampukah Tuhan menciptakan manusia lengkap seperti dalam kitab Kejadian tanpa evolusi ?

Maka semua orang Kristen pasti bisa dengan mudah menjawab BISA. Teori evolusi hanya teori. Benar or salahnya masih 50-50. Kalau salah, ya sudah, memang sudah layak dan sepantasnya bahwa manusia itu terbatas dari Allah. Kalau sampai benar, berarti dugaan saat ini adalah ya itu cara Tuhan menciptakan manusia.

Tuhan mau menciptakan manusia dengan 'bentuk dasar' ataupun tanpa 'bentuk dasar', itu semua tidak menjadikan orang Kristen kehilangan iman nya, tidak menjadikan Tuhan kekurangan kuasaNya, dan tetap belum bisa menjawab misteri Ilahi tentang kuasa Tuhan.



dalam teori evolusi ada yang namanya natural selection atau survival of the fittest. Jadi sudah ada penyakit, kematian dan kegagalan. Sesuatu yang jahat, evil.
Apakah ini tidak berkontradiksi dengan iman orang Kristen ? Tuhan menciptakan sesuatu yang jahat ?

Seleksi alam adalah proses alami yang terjadi bila individu lemah tidak bisa beradaptasi di lingkungan tersebut, akan tersingkir dan mati, atau tewas di terkam yang lebih kuat. Seriously masih berpikir bahwa yang mengatur hukum alam seperti ini bukan Tuhan?


bukankah masih dalam proses penciptaan ? apakah Tuhan tidak turut campur ? jika ya, berarti manusia bukan ciptaan Tuhan, ciptaan alam ya?


Quote:
Penyakit, kematian dan kegagalan adalah sesuatu yang jahat? Kalau itu terjadi di alam, bagaimana itu bisa di katakan jahat?

Fakta nya penyakit sampai detik ini banyak, ga peduli engkau percaya / tidak percaya teori evolusi. Apakah dengan demikian juga di katakan bahwa Tuhan jahat karena menciptakan penyakit?


kok anda lupa ajaran GK ttg Kejatuhan Manusia.??


Quote:



Mungkin memang kita adalah bagian dari evolusi. Kebudayaan manusia membuat manusia itu sendiri berevolusi. Tapi tentu kita sadari bahwa manusia bisa mendorong evolusi itu terjadi lebih cepat dengan cara-cara yang amoral, namun ini bukan konteks nya.

Tapi kalau sampai mengatakan bahwa manusia jaman Yesus itu belum sempurna, atau lebih mundur lagi, manusia jaman Adam dan Hawa belum sempurna, ini adalah lompatan kesimpulan yang tidak terarah. Mungkin memang benar postur tubuh Adam dan Hawa berbeda dengan kita saat ini, namun kesempurnaan mereka ada di mata Tuhan, bukan kita.


Misal nih misal, manusia kelak berevolusi scr alami menjadi seperti Waterworld yg engkau katakan. Apakah sampai di titik itu manusia pasti bukan lagi citra Allah? Coba di renungkan. (Note: sekali lagi, itu evolusi alami ya, bukan evolusi yang di paksakan untuk terjadi. Konteksnya tetap di evolusi alami).


coba baca ini :

Indonesia Katolik -Terjemahan Baru   © Ekaristi dot Org
Kejadian  2:2Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
Kejadian  2:3Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
Kejadian  2:4Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, --


"God indeed "worketh until now" by preserving and providing for the creatures He has made, but not by the making of new ones." (St Thomas Aquinas) (http://www.newadvent.org/summa/1073.htm)

sangat bertentangan jika anda mengatakan manusia masih berevolousi, penciptaan masih berlangsung terus. Anda bisa dikatakan heretic.

semoga anda sadar akan kesalahan teori evolusi dan tidak perlu menunggu sampai ada pembuktiannya, tidak akan ada, fiksi. Lebih baik anda fokus kepada Tuhan yang Mahakuasa (Omnipotent). Lihatlah sendiri ukuran manusia seperti debu, bahkan lebih kecil lagi dimata Tuhan. Apa kesulitan Tuhan menciptakan manusia yg ukuran debu sekali jadi ? Lihatlah Yesus dgn mujizat2nya.
Cari tahu siapa Charles Darwin, apa pandangan teologinya. Jgn beli kucing dlm karung.

Sekarang di USA anak2 sdh diajarkan teori evolusi sebagai suatu kebenaran, tujuannya membenarkan gay dan lesbi. Alam, nature, natural atau Tuhan penciptanya. Mirip dgn pandangan kamu diatas.


Last edited by TeSul on Mon, 30-07-2018 6:22 pm; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message
gigikuning



Joined: 15 May 2016
Posts: 210

PostPosted: Mon, 30-07-2018 10:38 pm    Post subject: Reply with quote

Tesul wrote:
gigikuning wrote:


Halooo semuaaaa Ketawa... Gigikuning is back!


hallooo juga.
tambah muda apa tambah tua ?
"scientist" tersohor passed away juga ya, kirain bisa time dilated.


eh ada mas Tesul. Udah pinter belum matematikanya ? mihihihihi

Tesul wrote:
"Apa yang menggerakkan sang penggerak? Apa yang menggerakkan penggeraknya sang penggerak? Apa yang menggerakkan penggeraknya penggeraknya sang penggerak? "

Sang penggerak tidak perlu adanya penggerak untuk menggerakkan atau bergerak, di alam timeless and spaceless.
Bergerak berarti pindah dari satu titik ke titik lain, ini terjadi di alam ruang dan waktu.



Gerak dalam konteks ini tidak berarti berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Gerak dalam konteks ini lebih fundamental lagi, yaitu initiator, atau yang menyebabkan.. Makanya disebut first cause (penyebab awal)...

Jika segala sesuatu ada penyebabnya, maka konsekuensi logis dari premis tersebut adalah infinite regression (i.e., berkontradiksi dengan konsep first cause). Kalau mas Tesul mengecualikan sesuatu (i.e., the first cause), maka premis "segala sesuatu harus ada penyebabnya" adalah premis salah (self defeating argument). Kang Tesul setuju tidak bahwa itu premis yang salah? Smile


Tesul wrote:
Cara berpikir dan berteori manusia terbatas berdasarkan alam ciptaan tidak bisa lebih, kecual beberapa manusia yang diberikan kelebihan oleh penyebab awal.


Dari mana saya tau yang dikasih kelebihan oleh penyebab awal itu siapa aja? Kan banyak tuh yang mengklaim dapat ilham dari penyebab awal? How can I filter them out?

TesuL wrote:
Orang Kristen akan berpaling kepada Yesus, manusia yang melebihi manusia lain, terutama kebangkitannya dari kematian, sebagai bukti dasar bahwa alam diluar ciptaan itu ada dan diluar kemampuan manusia biasa untuk memecahkannya dan akan dialami ketika mati. Hanya dengan cara demikianlah orang Kristen tidak akan bimbang dengan berbagai teori tentang eksistensi Tuhan. Cukuplah dengan percaya bahwa semua ini ada karena ada penyebabnya, Pencipta.


Hmmmm yaaa.. Aku penasaran bagaimana proses orang memperoleh iman tertentu.. Mengapa si A memperoleh iman Protestan ketimbang Katolik? Mengapa memperoleh iman Katolik ketimbang iman Islam? Smile


Tesul wrote:
semoga kepintaran takluk dan menjadi bodoh dihadapan Pencipta.


Iyaa.. Mudah-mudahan kepintaran manusia takluk dan menjadi bodoh dihadapan dewa Brahma, atau Odin, atau Almightly Chuthulu... Smile
Back to top
View user's profile Send private message
gigikuning



Joined: 15 May 2016
Posts: 210

PostPosted: Mon, 30-07-2018 10:53 pm    Post subject: Reply with quote

tedi wrote:
gigikuning wrote:
stuzi wrote:
Quote:
itu dikarenaken Adam & Hawa punya anak perempuan lain di Kej 5:4. Soal Kej 4: 21-22 itu bisa saja diartikan nama anak keturunan Kain akan menjadi bapa semua tukang tembaga, kecapi dan suling. Banyak memang misteri yg kita gak tahu, seperti nama istri kain, siapa malaikat yg kawin dgn manusia, apa itu tanda di tubuh kain (tatoo kah?), dll. Tapi ini gak penting menurut ane, krn alkitab bukan buku sejarah, tapi dia memberikan point point penting mengenai kasih Allah yg maha besar utk karya penyelamatan manusia.


Jadi kita harus percaya begitu saja ? menelan mentah mentah apa yang ditulis disana ?

Fosil manusia tertua di dunia yang ditemukan di maroko saja mengubah perspektif teori homo sapiens,

Bahwa evolusi ada YA
Bahwa manusia berasal dari kera bisa YA bisa Tidak, belum terjawab

Bahwa Adam adalah manusia pertama belum ada kepastian kecuali based on religions saja..........


Halooo semuaaaa Ketawa... Gigikuning is back!

Mas Stuzi, manusia bukan berasal dari kera. Dunia science sama sekali tidak pernah menyimpulkan bahwa manusia berasal dari kera. "Teori" ngawur ini berawal dari grup anti evolusi yang ingin mendebunk evolusi (tapi pemahamannya ngawur) dan menyebar terus menerus sampai sekarang.

Teori yang benar adalah bahwa manusia berevolusi dari primata purba. Kera, gorila, simpanse dan manusia sama-sama berevolusi dari primata purba, sehingga disebut memiliki "common ancestor".


tedi wrote:
yg random mutation belom terbukti....sains kan masih sebatas teori, penemuan fosil itu kan dr radiocarbon yg bisa salah... banyak juga koreksi nya bisa sampe ratusan ribu taon...


Hai mas tedi,

Jika kang Tedi ingin benar-benar memahami apa yang dimaksud dengan random mutation dan metode radioactive dating, aku sarankan mas baca buku-buku atau artikel yang diterbitkan oleh reputable institution. Sudah terlalu banyak artikel-artikel "sains" amatir yang ditulis oleh orang awam dan sangat ngawur. Yaaa wajar ngawur, karena ga paham. Sama kayak ibu-ibu di kampung yang menolak hasil uji forensik dan ngotot meyakini bahwa jin-lah yang membunuh suaminya. Pokoknya uji forensikk itu ngawurrrr!! Hanya pak dukun lah yang benar!!!


Btw, Teori dalam sains (scientific theory) dan teori yang mas tedi maksudkan sebenarnya memiliki makna yang sangat berbeda. Teori yang dimaksudkan oleh orang awam itu sebenarnya cuma ekuivalen dengan hipotesa dalam sains. Teori itu ranahnya sudah tinggi sekali.

Dalam sains, suatu gagasan baru dapat disebut teori jika:

1. Gagasan tersebut mampu menjelaskan seluruh data-data yang dikumpulkan tanpa ada kontradiksi.
2. Gagasan tersebut mampu memprediksi hasil observasi di masa yang akan datang.

Dengan kata lain, scientific theory itu sangat2 reliable. Maka dari itu, orang yang benar-benar paham definisi scientific theory tidak mungkin mengeluarkan kata-kata "cuma". Ini sama saja dengan mengatakan "ahh itu kan cuma 1 Triliun rupiah". Orang yang mengatakan hal demikian sebenarnya tidak paham nilai 1T itu sebesar apa.

Ini beberapa definisi dari kamus:

1. Scientific Theory: a coherent group of propositions formulated to explain a group of facts or phenomena in the natural world and repeatedly confirmed through experiment or observation (http://www.dictionary.com/browse/scientific-theory).

2. a well-substantiated explanation of some aspect of the natural world; an organized system of accepted knowledge that applies in a variety of circumstances to explain a specific set of phenomena (https://www.vocabulary.com/dictionary/scientific%20theory).

Tambahan nih:
Suatu hipotesa dapat berubah menjadi teori, namun suatu teori tidak bisa menjadi hukum (law). Hukum dan teori itu dua ranah yang berbeda. Hukum itu mendeskripsikan apa yang akan terjadi, sedangkan teori mendeskripsikan mengapa itu terjadi. Jika saya melepaskan gelas dari ketinggian 2 meter, maka saya tahu bahwa gelas itu akan mencapai kecepatan 6.26 m/s sebelum menyentuh lantai. Hal ini dideskripsikan oleh hukum gerak Newton atau Newton's law of motion. Lalu mengapa gelas itu terjatuh seolah-olah ditarik? Nah, hal ini dijelaskan dengan theory of gravity. Mudah-mudahan pembaca dapat memahami perbedaan hipotesa, teori dan hukum dalam sains.


tedi wrote:
yg belom kite tahu itu penciptaan 6 hari itu ape sama dgn pengertian kita..
kalo ane pikir secara logika, gak mungkin semua yg terjadi diawal dunia gak ada penggerak utamanya....


Jika suatu awal tidak mungkin terjadi tanpa penggerak, maka akan terjadi yang namanya infinite regression. Apa yang menggerakkan sang penggerak? Apa yang menggerakkan penggeraknya sang penggerak? Apa yang menggerakkan penggeraknya penggeraknya sang penggerak?

Shocked


welkombek dek gig.... bagi umat katolik, asal penggerak adalah Tuhan.

Ada contoh buku science dr reputabel institution? Ane mo baca setelah selesai mendalami buku KGK, summa theologynya mas Tom, confessionsny mas Agus, dan buku buku mas Scott...


Haloo mass...

Bagi umat Katolik, the first cause adalah Tuhan Katolik (i.e., Allah Tritunggal).. Bagi umat Islam, Hindu, etc., beda lagi...


Paper science yang reputable bisa diunduh dari institusi yang terindeks scopus.. Nah kalau mau buku-buku bacaan, coba cari buku yang diterbitkan oleh leading University dan professor2 nyaa...

Contoh ya:

1.https://www.researchgate.net/publication/267846457_Applications_of_Radiocarbon_Dating_Method

Itu dari university of Arizona.. Udah masuk researchgate yang sangat baik reputasinya.

2. https://plato.stanford.edu/entries/evolution/

Atau ini misalnya website kampus Stanford.. Ini kampus oke banget, setara MIT...

3. Coba google:
Prehistoric life: Evolution and the fossil record..
Ini salah satu buku yang gue baca.. Penulisnya prof dari university of Kansas Smile....

Ini agak berat bacaannya. Musti ada background dikit baru cepet nangkapnya. Mudah-mudahan bermanfaat
Back to top
View user's profile Send private message
gigikuning



Joined: 15 May 2016
Posts: 210

PostPosted: Mon, 30-07-2018 11:43 pm    Post subject: Reply with quote

Stan wrote:


Tapi kalau sampai mengatakan bahwa manusia jaman Yesus itu belum sempurna, atau lebih mundur lagi, manusia jaman Adam dan Hawa belum sempurna, ini adalah lompatan kesimpulan yang tidak terarah. Mungkin memang benar postur tubuh Adam dan Hawa berbeda dengan kita saat ini, namun kesempurnaan mereka ada di mata Tuhan, bukan kita.


Halo Stan,

Aku nimbrung dikit yaa...

1. Dalam evolusi, tidak ada yang namanya sempurna dan tidak sempurna.. Jika seuatu organisme cocok dengan lingkungannya, maka ia akan bertahan..

Contoh ya:

(A) Tumbuhan kaktus dapat dikatakan lebih cocok dengan iklim gurun ketimbang pohon jambu. Namun tidak berarti kaktus lebih sempurna daripada jambu.. Kaktus juga tidak bisa hidup di lingkungan tropis yang curah hujan nya tinggi..

(B) Dinosaurus mendominasi bumi di zaman Mesozoik.. Namun setelah meteor menubruk bumi dan debu nya memblokir sinar matahari, dinosaurus yang badannya besar punah; karena mereka butuh banyak makanan dari tumbuh-tumbuhan yang jumlahnya berkurang drastis dengan minimnya sinar matahari. Maka dari itu, hewan-hewan yang survive sampai saat ini badannya relatif kecil.. Yang besar-besar tidak mampu bertahan.. Dino tidak lebih sempurna dari hewan-hewan kecil itu, dan demikian pula sebaliknya.

2. Jika Adam dan Hawa ada, maka mereka berdua adalah homo sapien, sama persis seperti kita.. Jika merujuk pada Alkitab, maka jarak dari manusia moderen ke zaman adam dan hawa hanya 6.000 tahun.. Species homo sapien tertua ditemukan kurang lebih 200.000 tahun lalu di Benua Afrika (atau mungkin ada penemuan baru yang lebih tua?). Keep this in mind.. Evolusi dari primata purba sampai Homo sapien itu butuh waktu sekitar 50 an juta tahun.. Gap dari Homo erektus ke Homo sapien itu sekitar 2.5 juta tahun.. Jadi, evolusi adalah proses yang sangat-sangat lambat (mikro-evolution), namun terakumulasi selama jutaan tahun sehingga dapat menciptakan fitur yang sama sekali berbeda (makro-evolution).

Ini ada bacaan tentang mikro-evolution dari U.C.Berkeley. Di sana mas Stan bisa dapat bayangan kira-kira bagaimana mikro-evolution terjadi dan akhirnya menjadi makro-evolution:
https://evolution.berkeley.edu/evolibrary/article/evo_39
Back to top
View user's profile Send private message
TeSul



Joined: 27 Apr 2016
Posts: 257

PostPosted: Tue, 31-07-2018 8:07 am    Post subject: Reply with quote

gigikuning wrote:
Tesul wrote:
gigikuning wrote:


Halooo semuaaaa Ketawa... Gigikuning is back!


hallooo juga.
tambah muda apa tambah tua ?
"scientist" tersohor passed away juga ya, kirain bisa time dilated.


eh ada mas Tesul. Udah pinter belum matematikanya ? mihihihihi


betul saya bodoh, anda lebih hebat, mbak professor.
saya tambah tua menuju liang kubur, anda tetap muda dan cantik berkat mesin waktu Einstein.

Quote:

Tesul wrote:
"Apa yang menggerakkan sang penggerak? Apa yang menggerakkan penggeraknya sang penggerak? Apa yang menggerakkan penggeraknya penggeraknya sang penggerak? "

Sang penggerak tidak perlu adanya penggerak untuk menggerakkan atau bergerak, di alam timeless and spaceless.
Bergerak berarti pindah dari satu titik ke titik lain, ini terjadi di alam ruang dan waktu.



Gerak dalam konteks ini tidak berarti berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Gerak dalam konteks ini lebih fundamental lagi, yaitu initiator, atau yang menyebabkan.. Makanya disebut first cause (penyebab awal)...


anda yg mengatakan penggerak, ya kita mulai dari penggerak, prime mover.
kalo mau bicara ttg penyebab, kita bicara first cause.

Quote:
Jika segala sesuatu ada penyebabnya, maka konsekuensi logis dari premis tersebut adalah infinite regression (i.e., berkontradiksi dengan konsep first cause). Kalau mas Tesul mengecualikan sesuatu (i.e., the first cause), maka premis "segala sesuatu harus ada penyebabnya" adalah premis salah (self defeating argument). Kang Tesul setuju tidak bahwa itu premis yang salah? Smile


sebelum ngomongin infinite regression.

Menurut anda darimana semuanya berasal ?
ditunggu jawabannya, prof !

Quote:

Tesul wrote:
Cara berpikir dan berteori manusia terbatas berdasarkan alam ciptaan tidak bisa lebih, kecual beberapa manusia yang diberikan kelebihan oleh penyebab awal.


Dari mana saya tau yang dikasih kelebihan oleh penyebab awal itu siapa aja? Kan banyak tuh yang mengklaim dapat ilham dari penyebab awal? How can I filter them out?


kamu ingin mengetahuinya ? syaratnya bertobat dan dibaptis. Jika pernah dibaptis, mengaku dosa.

Quote:
TesuL wrote:
Orang Kristen akan berpaling kepada Yesus, manusia yang melebihi manusia lain, terutama kebangkitannya dari kematian, sebagai bukti dasar bahwa alam diluar ciptaan itu ada dan diluar kemampuan manusia biasa untuk memecahkannya dan akan dialami ketika mati. Hanya dengan cara demikianlah orang Kristen tidak akan bimbang dengan berbagai teori tentang eksistensi Tuhan. Cukuplah dengan percaya bahwa semua ini ada karena ada penyebabnya, Pencipta.


Hmmmm yaaa.. Aku penasaran bagaimana proses orang memperoleh iman tertentu.. Mengapa si A memperoleh iman Protestan ketimbang Katolik? Mengapa memperoleh iman Katolik ketimbang iman Islam? Smile


suatu fakta bahwa manusia pasti mati, maka manusia mencari jalan keluar supaya hidup abadi. Berbagai cara dilakukan manusia spy hidup abadi. Tuhan selalu membimbing manusia untuk hidup abadi, karena keangkuhan manusia banyak yang tidak peduli, dan memilih sesuai seleranya.
Seperti anda, mengapa anda ikut berdiskusi disini ? Tuhan yang membimbing anda, tapi anda tidak peduli, anda angkuh. malahan anda mengolok-olok kami yang berusaha mengajak anda mengenal Tuhan.

Jadi jangan salahkan Tuhan, jika anda tidak dapat percaya, karena keangkuhan anda lah yang menolakNya. Sama seperti orang2 diluar Katolik.

Quote:
Tesul wrote:
semoga kepintaran takluk dan menjadi bodoh dihadapan Pencipta.


Iyaa.. Mudah-mudahan kepintaran manusia takluk dan menjadi bodoh dihadapan dewa Brahma, atau Odin, atau Almightly Chuthulu... Smile


hari gini masih menyamakan kepercayaan Katolik dengan mythologi ?? masih berani menyebut diri scientist ? astaga.

cari tahu dulu dari mana semuanya berasal, sebelum bicara yg lain.
Back to top
View user's profile Send private message
TeSul



Joined: 27 Apr 2016
Posts: 257

PostPosted: Tue, 31-07-2018 9:01 am    Post subject: Reply with quote

gigikuning wrote:


Ini ada bacaan tentang mikro-evolution dari U.C.Berkeley. Di sana mas Stan bisa dapat bayangan kira-kira bagaimana mikro-evolution terjadi dan akhirnya menjadi makro-evolution:
https://evolution.berkeley.edu/evolibrary/article/evo_39


jadi ketawa baca yang ini :

https://evolution.berkeley.edu/evolibra ..cle/_0_0/lines_03

Note that the nostril placement in Aetiocetus is intermediate between the ancestral form Pakicetus and the modern gray whale an excellent example of a transitional form in the fossil record!

abrakadabra !! ditemukan transitional form ! evolusi pasti benar.
(Although pakicetids were land mammals ??)

gampang cekali ya prof.
ada monyet yang hidung mancung, abrakadabra, itu transitional form homo sapiens. Ketawa Ngakak

berkeley opo bakerlee ?

Yang bodoh dihadapan dewa Brahma, atau Odin, atau Almightly Chuthulu..dan Bakerlee.... Ketawa ya kamu itu prof.


Last edited by TeSul on Tue, 31-07-2018 9:09 am; edited 4 times in total
Back to top
View user's profile Send private message
Stanley



Joined: 29 Sep 2008
Posts: 3739

PostPosted: Tue, 31-07-2018 9:24 am    Post subject: Reply with quote

TeSul wrote:
Stanley wrote:
TeSul wrote:
Stanley wrote:


Halo bro Tesul.

Mencoba menjawab pertanyaanmu:
Mampukah Tuhan menciptakan manusia lengkap seperti dalam kitab Kejadian tanpa evolusi ?

Maka semua orang Kristen pasti bisa dengan mudah menjawab BISA. Teori evolusi hanya teori. Benar or salahnya masih 50-50. Kalau salah, ya sudah, memang sudah layak dan sepantasnya bahwa manusia itu terbatas dari Allah. Kalau sampai benar, berarti dugaan saat ini adalah ya itu cara Tuhan menciptakan manusia.

Tuhan mau menciptakan manusia dengan 'bentuk dasar' ataupun tanpa 'bentuk dasar', itu semua tidak menjadikan orang Kristen kehilangan iman nya, tidak menjadikan Tuhan kekurangan kuasaNya, dan tetap belum bisa menjawab misteri Ilahi tentang kuasa Tuhan.



dalam teori evolusi ada yang namanya natural selection atau survival of the fittest. Jadi sudah ada penyakit, kematian dan kegagalan. Sesuatu yang jahat, evil.
Apakah ini tidak berkontradiksi dengan iman orang Kristen ? Tuhan menciptakan sesuatu yang jahat ?

Seleksi alam adalah proses alami yang terjadi bila individu lemah tidak bisa beradaptasi di lingkungan tersebut, akan tersingkir dan mati, atau tewas di terkam yang lebih kuat. Seriously masih berpikir bahwa yang mengatur hukum alam seperti ini bukan Tuhan?


bukankah masih dalam proses penciptaan ? apakah Tuhan tidak turut campur ? jika ya, berarti manusia bukan ciptaan Tuhan, ciptaan alam ya?


Saya bingung memahami pertanyaanmu. Jujur.

Kalau kita membahas seleksi alam, bukankah berarti proses penciptaan alam semesta dan segala isinya itu sudah selesai?

Tapi kalau engkau membahas apakah Tuhan turut campur dalam (katakanlah) operasional alam semesta dan segala isinya, ya jelas turut campur lah. Lalu bagaimana caranya engkau mengatakan bahwa jika Tuhan turut campur dalam proses penciptaan manusia, maka manusia adalah ciptaan alam ?? Dua premis yang berbeda di gabung jadi satu?

Quote:


Quote:
Penyakit, kematian dan kegagalan adalah sesuatu yang jahat? Kalau itu terjadi di alam, bagaimana itu bisa di katakan jahat?

Fakta nya penyakit sampai detik ini banyak, ga peduli engkau percaya / tidak percaya teori evolusi. Apakah dengan demikian juga di katakan bahwa Tuhan jahat karena menciptakan penyakit?


kok anda lupa ajaran GK ttg Kejatuhan Manusia.??

Nah sudah kuduga sebelumnya bahwa engkau akan mencampur dua hal ini menjadi satu.

Pertahankan konteks diskusi kita.
Konteks diskusi kita adalah melihat apakah teori evolusi itu sejalan atau tidak dengan GK. Ya kan?

Jadi engkau mengatakan di awalnya, bahwa dalam teori evolusi ada yang namanya penyakit, kematian dan kegagalan, dan ini engkau anggap sesuatu yang jahat. Padahal engkau lupa bahwa Tuhan lah yang menciptakan alam semesta dan segala isinya, termasuk bakteri penyebab penyakit dll, di ciptakan Tuhan dalam keMahaKuasaan Nya. Alasan Nya mungkin misterius, tapi fakta bahwa itu semua ciptaan Tuhan tidak mungkin engkau pungkiri.

Dan sistem di alam ini di ciptakan Tuhan dengan segala macam hukum-hukumnya, berarti semua ciptaan Tuhan, dan itu semua tidak ada yang jahat. Kitab kejadian mengatakan bahwa segala sesuatu yang diciptakan Tuhan itu baik adanya.

Pertahankan topik diskusi kita di batas itu. Jangan melebar ke konteks evil dalam artian iblis yang menghasut Adam dan Hawa. Karena itu 'evil' dalam makna literal.



Quote:



Quote:



Mungkin memang kita adalah bagian dari evolusi. Kebudayaan manusia membuat manusia itu sendiri berevolusi. Tapi tentu kita sadari bahwa manusia bisa mendorong evolusi itu terjadi lebih cepat dengan cara-cara yang amoral, namun ini bukan konteks nya.

Tapi kalau sampai mengatakan bahwa manusia jaman Yesus itu belum sempurna, atau lebih mundur lagi, manusia jaman Adam dan Hawa belum sempurna, ini adalah lompatan kesimpulan yang tidak terarah. Mungkin memang benar postur tubuh Adam dan Hawa berbeda dengan kita saat ini, namun kesempurnaan mereka ada di mata Tuhan, bukan kita.


Misal nih misal, manusia kelak berevolusi scr alami menjadi seperti Waterworld yg engkau katakan. Apakah sampai di titik itu manusia pasti bukan lagi citra Allah? Coba di renungkan. (Note: sekali lagi, itu evolusi alami ya, bukan evolusi yang di paksakan untuk terjadi. Konteksnya tetap di evolusi alami).


coba baca ini :

Indonesia Katolik -Terjemahan Baru   © Ekaristi dot Org
Kejadian  2:2Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
Kejadian  2:3Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
Kejadian  2:4Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, --


"God indeed "worketh until now" by preserving and providing for the creatures He has made, but not by the making of new ones." (St Thomas Aquinas) (http://www.newadvent.org/summa/1073.htm)

sangat bertentangan jika anda mengatakan manusia masih berevolousi, penciptaan masih berlangsung terus. Anda bisa dikatakan heretic.



Justru pada kutipan Summa Theologya yang sama itu yang mendukung konteks bahwa manusia masih berevolusi (sampai detik ini). Di post di atas, saudara gigikuning sudah menjelaskan bahwa ada evolusi mikro dan evolusi makro. Dan yang di maksud di Summa Theologya adalah evolusi mikro masih bisa terjadi, dan bisa di amati. Namun evolusi makro itu masih pertanyaan besar.

Karena pada intinya Tuhan tidak menciptakan species manusia baru (setelah detik Adam dan Hawa diciptakan), dan itu benar. Namun evolusi tidak melulu memiliki target / keharusan terciptanya individu baru. Adaptasi saja termasuk kategori evolusi mikro, sudah bisa menciptakan ras baru di antara manusia, tanpa merubah jumlah kromosom manusia, masih sama.

Jadi hereticnya evolusi itu hanya ada bila pendukung teori evolusi menyatakan bahwa Allah tidak terlibat dalam proses penciptaan manusia, baik dari ketiadaan, ataupun dari proses evolusi. Itu baru heretic.

Quote:



semoga anda sadar akan kesalahan teori evolusi dan tidak perlu menunggu sampai ada pembuktiannya, tidak akan ada, fiksi. Lebih baik anda fokus kepada Tuhan yang Mahakuasa (Omnipotent). Lihatlah sendiri ukuran manusia seperti debu, bahkan lebih kecil lagi dimata Tuhan. Apa kesulitan Tuhan menciptakan manusia yg ukuran debu sekali jadi ? Lihatlah Yesus dgn mujizat2nya.

Menciptakan manusia dari debu dalam skali sebut? BISA, karena Dia adalah Tuhan! Siapa disini yang mengatakan bahwa Dia tidak bisa melakukannya?

Quote:



Cari tahu siapa Charles Darwin, apa pandangan teologinya. Jgn beli kucing dlm karung.

Charles Darwin bukan teologian, atau katakanlah, dia teologian yang buruk. Jangan belajar teologi dari Charles Darwin, karena ga ada bedanya dengan belajar teologi dari Dan Brown.

Dia ilmuwan, pelajari apa yang dia riset.

Quote:


Sekarang di USA anak2 sdh diajarkan teori evolusi sebagai suatu kebenaran, tujuannya membenarkan gay dan lesbi. Alam, nature, natural atau Tuhan penciptanya. Mirip dgn pandangan kamu diatas.


Itu karena di US dari awal sudah ada pergerakan untuk menentang eksistensi Tuhan, makanya mereka mencari banyak cara untuk menyerang konsep Tuhan tersebut, salah satunya dengan teori evolusi.


=======================

Gini aja, pada prinsipnya, Gereja belum menolak atau menerima evolusi makro untuk konteks manusia. Hanya saja untuk evolusi mikro, Gereja tampak mengakui peristiwa itu ada. Walaupun juga saya sadar, mengakui belum tentu berarti menerima, karena itu semua masih dlm penyelidikan. Tapi penyelidikan ini memberi kebebasan bagi semua manusia untuk mempelajarinya.

Baik, saya bertahan pada posisi Gereja yang sama, supaya saya tidak tergiring untuk keluar jalur.
_________________
This is Spartaaa!
Back to top
View user's profile Send private message
gigikuning



Joined: 15 May 2016
Posts: 210

PostPosted: Tue, 31-07-2018 10:27 am    Post subject: Reply with quote

Tesul wrote:

betul saya bodoh, anda lebih hebat, mbak professor.
saya tambah tua menuju liang kubur, anda tetap muda dan cantik berkat mesin waktu Einstein.


Hiiii, mas Tesull..
Mas Tesul plin plan ahh. Sebentar-sebentar merendah.. lalu sebentar-sebentar lebih pintar dari U.C.Berkeley.. Sebentar-sebentar jago matematika plus lebih pinter dari Einstein #upssss...
Jadi mas ini pinter banget apa gimana sih? Jenius pura-pura merendah dong? mehehehehe. Yang kayak mas Tesul ini kira-kira sama Yesus dikatain apa ya??? Smile


tesul wrote:
anda yg mengatakan penggerak, ya kita mulai dari penggerak, prime mover.
kalo mau bicara ttg penyebab, kita bicara first cause.


Ya udah kalau mau bicara penggerak awal juga boleh.. Penggerak yang tidak bergerak ya singularity sebelum big bang.. Karena saat itu belum terbentuk ruang dan waktuhhh...

Itu pun kalau mas Tesul percaya science yaaa... Tapi kan mas tesul suka ragu-ragu tuh.. Eh enggaa dinggg.. Kalau mendukung iman mas Tesul mah pasti mas dukung abis-abisan (meskipun ga paham ya? Malaikat).... Malah bisa tiba2 jadi expert dan lebih pinter dari Einstein.. Kalau engga mendukung iman mas Tesull, yaaaaa paling-paling bakal dibilang fiksi dan lagi-lagi lebih pintar dari prof di U.C.Berkeleyy (padahal ga paham ya? Malaikat)...
Sungguh rendah hatiiii kamu masss!!!!! Gigiiii kagummmm... Smile


Tesul wrote:
Quote:
Jika segala sesuatu ada penyebabnya, maka konsekuensi logis dari premis tersebut adalah infinite regression (i.e., berkontradiksi dengan konsep first cause). Kalau mas Tesul mengecualikan sesuatu (i.e., the first cause), maka premis "segala sesuatu harus ada penyebabnya" adalah premis salah (self defeating argument). Kang Tesul setuju tidak bahwa itu premis yang salah? Smile


sebelum ngomongin infinite regression.

Menurut anda darimana semuanya berasal ?
ditunggu jawabannya, prof !


Wahhh ada bau-bau argument from ignorance nihhhh... asikkk..Smile

I have no idea segalanya berasal dari apa..
Saya tidak punya data yang cukup, maka saya tidak mengeluarkan kesimpulan darimana segalanya berasal. Saya juga tidak ada alasan mempercayai klaim-klaim orang lain yang tidak ada datanya.. Misalnya si X mengklaim bahwa alam semesta berasal dari Dewa Brahma etc. Saya tidak punya alasan untuk mempercayai itu.. Sama seperti saya tidak punya alasan untuk mempercayai bahwa tuyul lah yang mencuri uang saya.. Smile

Apa mas Tesul tau segalanya dari mana berasal? Datanya mana??

Hati-hati lohh jangan ampe masuk ke argument from ignorance.. Nanti argumen Tuhan Katolik malah jadi se-level argumen tuyul doang..

Saya tidak tahu duid saya hilang kemana... OHHHH PASTI ULAH TUYULLL!!!!
Saya tidak tahu bagaimana badai petir terjadi..OHHHHH PASTI ULAH THOR!!
Saya tidak tahu mengapa Tangkuban Perahu terbentuk.. OHHHH PASTI SANGKURIANG!!!!!

Menurut ku sih, paling-paling sampai ke level argumen mitos ajah.. Tipikalnya sih ya, mengklaim bahwa punya bukti. Ternyata buktinya adalah buku-buku atau ucapan-ucapan siapa gitu yang dianggap nabi.. Kalau se-level itu mah orang Islam, Hindu, Budha, penyembah Thor juga bisa... Smile

Tuhh udah gigi jawab.. Jawab dong mas Tesul.. Jadi menurut mas, premis "segala sesuatu harus ada penyebabnya" adalah premis yang benar atau salah? mehehehehe.... )

Tesul wrote:
kamu ingin mengetahuinya ? syaratnya bertobat dan dibaptis. Jika pernah dibaptis, mengaku dosa.


Ini sama seperti menanyakan pada orang Islam bagaimana mengetahui bahwa Islam itu benar? Jawabannya:
"kamu ingin mengetahuinya? Syaratnya bertobat dan syahadat. Jika pernah Syahadat, kamu taubat nasuha."

Lucu tidak jawaban kaya gitu bang Tesul? Menurut ku sih rada-rada... Smile


Tesul wrote:
Quote:
TesuL wrote:
Orang Kristen akan berpaling kepada Yesus, manusia yang melebihi manusia lain, terutama kebangkitannya dari kematian, sebagai bukti dasar bahwa alam diluar ciptaan itu ada dan diluar kemampuan manusia biasa untuk memecahkannya dan akan dialami ketika mati. Hanya dengan cara demikianlah orang Kristen tidak akan bimbang dengan berbagai teori tentang eksistensi Tuhan. Cukuplah dengan percaya bahwa semua ini ada karena ada penyebabnya, Pencipta.


Hmmmm yaaa.. Aku penasaran bagaimana proses orang memperoleh iman tertentu.. Mengapa si A memperoleh iman Protestan ketimbang Katolik? Mengapa memperoleh iman Katolik ketimbang iman Islam? Smile


suatu fakta bahwa manusia pasti mati, maka manusia mencari jalan keluar supaya hidup abadi. Berbagai cara dilakukan manusia spy hidup abadi. Tuhan selalu membimbing manusia untuk hidup abadi, karena keangkuhan manusia banyak yang tidak peduli, dan memilih sesuai seleranya.
Seperti anda, mengapa anda ikut berdiskusi disini ? Tuhan yang membimbing anda, tapi anda tidak peduli, anda angkuh. malahan anda mengolok-olok kami yang berusaha mengajak anda mengenal Tuhan.


Sama seperti bertanya pada orang islam, mengapa memilih Islam ketimbang yang lain? Lalu dijawab:

"suatu fakta bahwa manusia pasti mati, maka manusia mencari jalan keluar supaya hidup abadi. Berbagai cara dilakukan manusia spy hidup abadi? Auloh selalu membimbing manusia untuk hidup abadi melalui Quran..karena keangkuhan manusia banyak yang tidak peduli, dan memilih sesuai seleranya (Bible etc.).
Seperti anda, mengapa anda bertanya pada saya ? Auloh dan Rasulnya yang membimbing anda, tapi anda tidak peduli, anda angkuh. malahan anda mengata-ngatai bahwa Nabi Muhammad itu palsu, padahal kami berusaha mengajak anda mengenal Tuhan dan Rasul-Nya."

Jawaban itu mengena ke sanubari tidak menurut abang? Berbobot tidak? Smile

Tesul wrote:
Jadi jangan salahkan Tuhan, jika anda tidak dapat percaya, karena keangkuhan anda lah yang menolakNya. Sama seperti orang2 diluar Katolik.


"Jadi jangan salahkan Auloh, jika anda tidak dapat percaya, karena keangkuhan anda yang menolak-Nya.. Sama seperti orang2 di luar Islam."

Itu jawaban yang mengena ke akal sehat tidak bang? Persuasif tidak? Smile

Tesul wrote:

hari gini masih menyamakan kepercayaan Katolik dengan mythologi ?? masih berani menyebut diri scientist ? astaga.


Lahhh apa hubungannya menganggap Katolik sama seperti mythologi (sama-sama mitos) dengan kredibilitas ku sebagai scientist? LoL... Suka rada-rada deh mas Tesul ini...

Tesul wrote:
cari tahu dulu dari mana semuanya berasal, sebelum bicara yg lain.


"Lo cari tahu dulu deh dari mana segalanya berasal, baruu loo ngomong yang lain... Kalau gue sih udah tau bahwa Auloh lah yang menciptakan alam semesta, kemudian menurunkan wahyu lewat Nabi Muhammad..."

Logis ga bang jawaban begitu? Coba deh kamu resapi..... Kamu menyuruh aku cari tahu dulu segalanya berasal dari mana baru boleh ngomong.. Emangnya kamu punya jawaban valid segalanya berasal dari mana? Atau cuma jawaban se-level tuyul? Aku tidak tahu bagaimana alam semesta terbentuk, maka Tuhan ada.. Aku tidak tahu duid ku hilang kemana, maka Tuyul ada..

Atau jawaban selevel mitos? Menurut kitab ku alam semesta diciptakan oleh dewa Brahma atau THor atau Almighty Chuthulu.. Smile Mitos abiss..

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Btw, yang aku Tahu, Gereja Katolik sangat menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Bahkan Gereja membangunkan observatory di Vatikan buat para romo-romo di situ.. Bahkan salah satu Uskup di situ lah yang meletakkan dasar big bang (Georges Lemaitre). Mereka berfikir kritis dan ilmiah sekali cara berfikirnya.. Salut!! Gue angkat 2 jempol.. Tidak ada lagi agama di dunia pada masa kini yang men-support science sedemikian rupa. Bahkan Paus Fransiskus juga mencoba meng-embrace evolusi.. He is a reasonable man.. Be faithful with reason, maybe...

Cuman yaa aku pengen lihat apakah beberapa orang katolik di Indonesia memiliki semangat yang sama.... Atau jangan-jangan cuma mengandalkan argumen tuyul dan mitos. Smile
Back to top
View user's profile Send private message
Stanley



Joined: 29 Sep 2008
Posts: 3739

PostPosted: Tue, 31-07-2018 2:54 pm    Post subject: Reply with quote

Uhm... bro gigikuning...
Paus Fransiskus tidak lebih 'embrace' ke teori evolusi daripada posisi GK dari sebelumnya.

Jadi tidak ada 'tambahan yang istimewa' dari Paus Fransiskus. Mohon di mengerti supaya tidak ada kesan bahwa ada yang baru dari beliau terkait teori evolusi.

Terima kasih.
_________________
This is Spartaaa!
Back to top
View user's profile Send private message
TeSul



Joined: 27 Apr 2016
Posts: 257

PostPosted: Tue, 31-07-2018 3:09 pm    Post subject: Reply with quote

Stanley wrote:
TeSul wrote:
Stanley wrote:
TeSul wrote:
Stanley wrote:


Halo bro Tesul.

Mencoba menjawab pertanyaanmu:
Mampukah Tuhan menciptakan manusia lengkap seperti dalam kitab Kejadian tanpa evolusi ?

Maka semua orang Kristen pasti bisa dengan mudah menjawab BISA. Teori evolusi hanya teori. Benar or salahnya masih 50-50. Kalau salah, ya sudah, memang sudah layak dan sepantasnya bahwa manusia itu terbatas dari Allah. Kalau sampai benar, berarti dugaan saat ini adalah ya itu cara Tuhan menciptakan manusia.

Tuhan mau menciptakan manusia dengan 'bentuk dasar' ataupun tanpa 'bentuk dasar', itu semua tidak menjadikan orang Kristen kehilangan iman nya, tidak menjadikan Tuhan kekurangan kuasaNya, dan tetap belum bisa menjawab misteri Ilahi tentang kuasa Tuhan.



dalam teori evolusi ada yang namanya natural selection atau survival of the fittest. Jadi sudah ada penyakit, kematian dan kegagalan. Sesuatu yang jahat, evil.
Apakah ini tidak berkontradiksi dengan iman orang Kristen ? Tuhan menciptakan sesuatu yang jahat ?

Seleksi alam adalah proses alami yang terjadi bila individu lemah tidak bisa beradaptasi di lingkungan tersebut, akan tersingkir dan mati, atau tewas di terkam yang lebih kuat. Seriously masih berpikir bahwa yang mengatur hukum alam seperti ini bukan Tuhan?


bukankah masih dalam proses penciptaan ? apakah Tuhan tidak turut campur ? jika ya, berarti manusia bukan ciptaan Tuhan, ciptaan alam ya?


Saya bingung memahami pertanyaanmu. Jujur.

Kalau kita membahas seleksi alam, bukankah berarti proses penciptaan alam semesta dan segala isinya itu sudah selesai?

Tapi kalau engkau membahas apakah Tuhan turut campur dalam (katakanlah) operasional alam semesta dan segala isinya, ya jelas turut campur lah. Lalu bagaimana caranya engkau mengatakan bahwa jika Tuhan turut campur dalam proses penciptaan manusia, maka manusia adalah ciptaan alam ?? Dua premis yang berbeda di gabung jadi satu?



anda yang bingung dengan penciptaan alam semesta dgn segala isinya.
karena menurut anda, Tuhan hanya menciptakan bentuk dasar, kemudian proses evolusi terjadi, dgn atau tanpa Tuhan anda gak tahu.
makanya anda mengatakan : "Seriously masih berpikir bahwa yang mengatur hukum alam seperti ini bukan Tuhan?"

Anda mengatakan proses seleksi alam sudah selesai, tapi anda mengatakan manusia masih berevolusi. Yang pasti yang mana ?

Quote:
Quote:
Quote:
Penyakit, kematian dan kegagalan adalah sesuatu yang jahat? Kalau itu terjadi di alam, bagaimana itu bisa di katakan jahat?

Fakta nya penyakit sampai detik ini banyak, ga peduli engkau percaya / tidak percaya teori evolusi. Apakah dengan demikian juga di katakan bahwa Tuhan jahat karena menciptakan penyakit?


kok anda lupa ajaran GK ttg Kejatuhan Manusia.??

Nah sudah kuduga sebelumnya bahwa engkau akan mencampur dua hal ini menjadi satu.

Pertahankan konteks diskusi kita.
Konteks diskusi kita adalah melihat apakah teori evolusi itu sejalan atau tidak dengan GK. Ya kan?

Jadi engkau mengatakan di awalnya, bahwa dalam teori evolusi ada yang namanya penyakit, kematian dan kegagalan, dan ini engkau anggap sesuatu yang jahat. Padahal engkau lupa bahwa Tuhan lah yang menciptakan alam semesta dan segala isinya, termasuk bakteri penyebab penyakit dll, di ciptakan Tuhan dalam keMahaKuasaan Nya. Alasan Nya mungkin misterius, tapi fakta bahwa itu semua ciptaan Tuhan tidak mungkin engkau pungkiri.

Dan sistem di alam ini di ciptakan Tuhan dengan segala macam hukum-hukumnya, berarti semua ciptaan Tuhan, dan itu semua tidak ada yang jahat. Kitab kejadian mengatakan bahwa segala sesuatu yang diciptakan Tuhan itu baik adanya.

Pertahankan topik diskusi kita di batas itu. Jangan melebar ke konteks evil dalam artian iblis yang menghasut Adam dan Hawa. Karena itu 'evil' dalam makna literal.


Justru saya bertanya darimana asalnya semuanya itu (penyakit, kematian dan kegagalan) bagi anda yang percaya evolusi sekaligus Tuhan pencipta.
Menurut evolusi semuanya terjadi dari sejak awal sampai sekarang. Jika dari sejak awal, maka dari Tuhan. Jika dari iblis, maka ajaran GK salah.

Menurut ajaran GK, sejak kejatuhan Adam dan Hawa. Penyebabnya iblis.

Anda pilih yang mana ?

Quote:


Justru pada kutipan Summa Theologya yang sama itu yang mendukung konteks bahwa manusia masih berevolusi (sampai detik ini). Di post di atas, saudara gigikuning sudah menjelaskan bahwa ada evolusi mikro dan evolusi makro. Dan yang di maksud di Summa Theologya adalah evolusi mikro masih bisa terjadi, dan bisa di amati. Namun evolusi makro itu masih pertanyaan besar.

Karena pada intinya Tuhan tidak menciptakan species manusia baru (setelah detik Adam dan Hawa diciptakan), dan itu benar. Namun evolusi tidak melulu memiliki target / keharusan terciptanya individu baru. Adaptasi saja termasuk kategori evolusi mikro, sudah bisa menciptakan ras baru di antara manusia, tanpa merubah jumlah kromosom manusia, masih sama.

Jadi hereticnya evolusi itu hanya ada bila pendukung teori evolusi menyatakan bahwa Allah tidak terlibat dalam proses penciptaan manusia, baik dari ketiadaan, ataupun dari proses evolusi. Itu baru heretic.



baca tulisan gigikuning :

2. Jika Adam dan Hawa ada, maka mereka berdua adalah homo sapien, sama persis seperti kita.. Jika merujuk pada Alkitab, maka jarak dari manusia moderen ke zaman adam dan hawa hanya 6.000 tahun.. Species homo sapien tertua ditemukan kurang lebih 200.000 tahun lalu di Benua Afrika (atau mungkin ada penemuan baru yang lebih tua?). Keep this in mind.. Evolusi dari primata purba sampai Homo sapien itu butuh waktu sekitar 50 an juta tahun.. Gap dari Homo erektus ke Homo sapien itu sekitar 2.5 juta tahun.. Jadi, evolusi adalah proses yang sangat-sangat lambat (mikro-evolution), namun terakumulasi selama jutaan tahun sehingga dapat menciptakan fitur yang sama sekali berbeda (makro-evolution).

Ini ada bacaan tentang mikro-evolution dari U.C.Berkeley. Di sana mas Stan bisa dapat bayangan kira-kira bagaimana mikro-evolution terjadi dan akhirnya menjadi makro-evolution:


pengertiannya lain dgn kamu, dari mikro ke makro, dari sel ke manusia.
dari kodok ke ikan.

kamu bilang micro itu adaptasi tok. gak berubah. yang dibicarakan para evolutionist ini terbentuknya mahluk baru.


Quote:
Gini aja, pada prinsipnya, Gereja belum menolak atau menerima evolusi makro untuk konteks manusia. Hanya saja untuk evolusi mikro, Gereja tampak mengakui peristiwa itu ada. Walaupun juga saya sadar, mengakui belum tentu berarti menerima, karena itu semua masih dlm penyelidikan. Tapi penyelidikan ini memberi kebebasan bagi semua manusia untuk mempelajarinya.

Baik, saya bertahan pada posisi Gereja yang sama, supaya saya tidak tergiring untuk keluar jalur.


Darimana asalnya semuanya itu (penyakit, kematian dan kegagalan) itu ? dari sejak penciptaan sel dasar ? Jika ya. berarti bukan dari kejatuhan Adam dan Hawa.

Semoga tidak keluar jalur.
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Previous Next
Page 10 of 12

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17