FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Penciptaan Alam Semesta    
Goto page: Previous Next

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka
View previous topic :: View next topic  
Author Message
TeSul



Joined: 27 Apr 2016
Posts: 253

PostPosted: Tue, 31-07-2018 3:16 pm    Post subject: Reply with quote

gigikuning wrote:
Tesul wrote:

betul saya bodoh, anda lebih hebat, mbak professor.
saya tambah tua menuju liang kubur, anda tetap muda dan cantik berkat mesin waktu Einstein.


Hiiii, mas Tesull..
Mas Tesul plin plan ahh. Sebentar-sebentar merendah.. lalu sebentar-sebentar lebih pintar dari U.C.Berkeley.. Sebentar-sebentar jago matematika plus lebih pinter dari Einstein #upssss...
Jadi mas ini pinter banget apa gimana sih? Jenius pura-pura merendah dong? mehehehehe. Yang kayak mas Tesul ini kira-kira sama Yesus dikatain apa ya??? Smile


tesul wrote:
anda yg mengatakan penggerak, ya kita mulai dari penggerak, prime mover.
kalo mau bicara ttg penyebab, kita bicara first cause.


Ya udah kalau mau bicara penggerak awal juga boleh.. Penggerak yang tidak bergerak ya singularity sebelum big bang.. Karena saat itu belum terbentuk ruang dan waktuhhh...

Itu pun kalau mas Tesul percaya science yaaa... Tapi kan mas tesul suka ragu-ragu tuh.. Eh enggaa dinggg.. Kalau mendukung iman mas Tesul mah pasti mas dukung abis-abisan (meskipun ga paham ya? Malaikat).... Malah bisa tiba2 jadi expert dan lebih pinter dari Einstein.. Kalau engga mendukung iman mas Tesull, yaaaaa paling-paling bakal dibilang fiksi dan lagi-lagi lebih pintar dari prof di U.C.Berkeleyy (padahal ga paham ya? Malaikat)...
Sungguh rendah hatiiii kamu masss!!!!! Gigiiii kagummmm... Smile


Tesul wrote:
Quote:
Jika segala sesuatu ada penyebabnya, maka konsekuensi logis dari premis tersebut adalah infinite regression (i.e., berkontradiksi dengan konsep first cause). Kalau mas Tesul mengecualikan sesuatu (i.e., the first cause), maka premis "segala sesuatu harus ada penyebabnya" adalah premis salah (self defeating argument). Kang Tesul setuju tidak bahwa itu premis yang salah? Smile


sebelum ngomongin infinite regression.

Menurut anda darimana semuanya berasal ?
ditunggu jawabannya, prof !


Wahhh ada bau-bau argument from ignorance nihhhh... asikkk..Smile

I have no idea segalanya berasal dari apa..
Saya tidak punya data yang cukup, maka saya tidak mengeluarkan kesimpulan darimana segalanya berasal. Saya juga tidak ada alasan mempercayai klaim-klaim orang lain yang tidak ada datanya.. Misalnya si X mengklaim bahwa alam semesta berasal dari Dewa Brahma etc. Saya tidak punya alasan untuk mempercayai itu.. Sama seperti saya tidak punya alasan untuk mempercayai bahwa tuyul lah yang mencuri uang saya.. Smile

Apa mas Tesul tau segalanya dari mana berasal? Datanya mana??

Hati-hati lohh jangan ampe masuk ke argument from ignorance.. Nanti argumen Tuhan Katolik malah jadi se-level argumen tuyul doang..

Saya tidak tahu duid saya hilang kemana... OHHHH PASTI ULAH TUYULLL!!!!
Saya tidak tahu bagaimana badai petir terjadi..OHHHHH PASTI ULAH THOR!!
Saya tidak tahu mengapa Tangkuban Perahu terbentuk.. OHHHH PASTI SANGKURIANG!!!!!

Menurut ku sih, paling-paling sampai ke level argumen mitos ajah.. Tipikalnya sih ya, mengklaim bahwa punya bukti. Ternyata buktinya adalah buku-buku atau ucapan-ucapan siapa gitu yang dianggap nabi.. Kalau se-level itu mah orang Islam, Hindu, Budha, penyembah Thor juga bisa... Smile

Tuhh udah gigi jawab.. Jawab dong mas Tesul.. Jadi menurut mas, premis "segala sesuatu harus ada penyebabnya" adalah premis yang benar atau salah? mehehehehe.... )

Tesul wrote:
kamu ingin mengetahuinya ? syaratnya bertobat dan dibaptis. Jika pernah dibaptis, mengaku dosa.


Ini sama seperti menanyakan pada orang Islam bagaimana mengetahui bahwa Islam itu benar? Jawabannya:
"kamu ingin mengetahuinya? Syaratnya bertobat dan syahadat. Jika pernah Syahadat, kamu taubat nasuha."

Lucu tidak jawaban kaya gitu bang Tesul? Menurut ku sih rada-rada... Smile


Tesul wrote:
Quote:
TesuL wrote:
Orang Kristen akan berpaling kepada Yesus, manusia yang melebihi manusia lain, terutama kebangkitannya dari kematian, sebagai bukti dasar bahwa alam diluar ciptaan itu ada dan diluar kemampuan manusia biasa untuk memecahkannya dan akan dialami ketika mati. Hanya dengan cara demikianlah orang Kristen tidak akan bimbang dengan berbagai teori tentang eksistensi Tuhan. Cukuplah dengan percaya bahwa semua ini ada karena ada penyebabnya, Pencipta.


Hmmmm yaaa.. Aku penasaran bagaimana proses orang memperoleh iman tertentu.. Mengapa si A memperoleh iman Protestan ketimbang Katolik? Mengapa memperoleh iman Katolik ketimbang iman Islam? Smile


suatu fakta bahwa manusia pasti mati, maka manusia mencari jalan keluar supaya hidup abadi. Berbagai cara dilakukan manusia spy hidup abadi. Tuhan selalu membimbing manusia untuk hidup abadi, karena keangkuhan manusia banyak yang tidak peduli, dan memilih sesuai seleranya.
Seperti anda, mengapa anda ikut berdiskusi disini ? Tuhan yang membimbing anda, tapi anda tidak peduli, anda angkuh. malahan anda mengolok-olok kami yang berusaha mengajak anda mengenal Tuhan.


Sama seperti bertanya pada orang islam, mengapa memilih Islam ketimbang yang lain? Lalu dijawab:

"suatu fakta bahwa manusia pasti mati, maka manusia mencari jalan keluar supaya hidup abadi. Berbagai cara dilakukan manusia spy hidup abadi? Auloh selalu membimbing manusia untuk hidup abadi melalui Quran..karena keangkuhan manusia banyak yang tidak peduli, dan memilih sesuai seleranya (Bible etc.).
Seperti anda, mengapa anda bertanya pada saya ? Auloh dan Rasulnya yang membimbing anda, tapi anda tidak peduli, anda angkuh. malahan anda mengata-ngatai bahwa Nabi Muhammad itu palsu, padahal kami berusaha mengajak anda mengenal Tuhan dan Rasul-Nya."

Jawaban itu mengena ke sanubari tidak menurut abang? Berbobot tidak? Smile

Tesul wrote:
Jadi jangan salahkan Tuhan, jika anda tidak dapat percaya, karena keangkuhan anda lah yang menolakNya. Sama seperti orang2 diluar Katolik.


"Jadi jangan salahkan Auloh, jika anda tidak dapat percaya, karena keangkuhan anda yang menolak-Nya.. Sama seperti orang2 di luar Islam."

Itu jawaban yang mengena ke akal sehat tidak bang? Persuasif tidak? Smile

Tesul wrote:

hari gini masih menyamakan kepercayaan Katolik dengan mythologi ?? masih berani menyebut diri scientist ? astaga.


Lahhh apa hubungannya menganggap Katolik sama seperti mythologi (sama-sama mitos) dengan kredibilitas ku sebagai scientist? LoL... Suka rada-rada deh mas Tesul ini...

Tesul wrote:
cari tahu dulu dari mana semuanya berasal, sebelum bicara yg lain.


"Lo cari tahu dulu deh dari mana segalanya berasal, baruu loo ngomong yang lain... Kalau gue sih udah tau bahwa Auloh lah yang menciptakan alam semesta, kemudian menurunkan wahyu lewat Nabi Muhammad..."

Logis ga bang jawaban begitu? Coba deh kamu resapi..... Kamu menyuruh aku cari tahu dulu segalanya berasal dari mana baru boleh ngomong.. Emangnya kamu punya jawaban valid segalanya berasal dari mana? Atau cuma jawaban se-level tuyul? Aku tidak tahu bagaimana alam semesta terbentuk, maka Tuhan ada.. Aku tidak tahu duid ku hilang kemana, maka Tuyul ada..

Atau jawaban selevel mitos? Menurut kitab ku alam semesta diciptakan oleh dewa Brahma atau THor atau Almighty Chuthulu.. Smile Mitos abiss..

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Btw, yang aku Tahu, Gereja Katolik sangat menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Bahkan Gereja membangunkan observatory di Vatikan buat para romo-romo di situ.. Bahkan salah satu Uskup di situ lah yang meletakkan dasar big bang (Georges Lemaitre). Mereka berfikir kritis dan ilmiah sekali cara berfikirnya.. Salut!! Gue angkat 2 jempol.. Tidak ada lagi agama di dunia pada masa kini yang men-support science sedemikian rupa. Bahkan Paus Fransiskus juga mencoba meng-embrace evolusi.. He is a reasonable man.. Be faithful with reason, maybe...

Cuman yaa aku pengen lihat apakah beberapa orang katolik di Indonesia memiliki semangat yang sama.... Atau jangan-jangan cuma mengandalkan argumen tuyul dan mitos. Smile




bla bla bla.......
Back to top
View user's profile Send private message
TeSul



Joined: 27 Apr 2016
Posts: 253

PostPosted: Tue, 31-07-2018 3:22 pm    Post subject: Reply with quote

Indonesia Katolik -Terjemahan Baru   © Ekaristi dot Org
Matius  7:6"Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu."
Back to top
View user's profile Send private message
gigikuning



Joined: 15 May 2016
Posts: 210

PostPosted: Tue, 31-07-2018 4:10 pm    Post subject: Reply with quote

Stanley wrote:
Uhm... bro gigikuning...
Paus Fransiskus tidak lebih 'embrace' ke teori evolusi daripada posisi GK dari sebelumnya.

Jadi tidak ada 'tambahan yang istimewa' dari Paus Fransiskus. Mohon di mengerti supaya tidak ada kesan bahwa ada yang baru dari beliau terkait teori evolusi.

Terima kasih.


Ini maksudnya gimana kang Stan? Saya ga paham maksudnya tambahan istimewa apa dari Paus Fransiskus.

Yang pasti, Paus Francis mengakui bahwa evolusi dan big bang itu nyata.. Disini aku hanya ingin menunjukkan contoh orang yang mengedepankan akal sehat dalam beragama. Istilah kerennya ya, "kalau semua bukti udah mengarah kesitu ya mau diapain lagi coba?"

Kalau mau menutup mata dengan bukti bukti, yaa sama saja dengan orang islam yang maksa bahwa Tritunggal adalah Bapa, Putra dan Maria. Padahal bukti-bukti menunjukkan bahwa dari zaman jebot juga orang Kristen percayanya Bapa, Putra dan Rohkudus.. Blinded by (unreasonable) faith..


= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Untuk postingan Tesul ga bakal balas lagi ya.. Maunya menyindir diawal, tapi pas disindir balik eh malah baper mehehehe. Benarlah kata Yesus yaa.. Perlakukan oranglain sebagaimana engkau ingin perlakukan.. Kalau ngerasa ga enak kena sindir, ya jagan sindir orang lain..Ketawa

Plussss, argumennya gak ada bobot.. Smile


Salam,
gigikuning Ketawa


Last edited by gigikuning on Tue, 31-07-2018 4:12 pm; edited 2 times in total
Back to top
View user's profile Send private message
m2us



Joined: 26 Jan 2008
Posts: 1734
Location: Roman Catholic Church

PostPosted: Sat, 11-08-2018 9:41 am    Post subject: Reply with quote

Gigikuning wrote:

Halo mas M2us,

Terimakasih untuk koreksi dan penjelasan dari mas M2us..

Indeed mas M2us...In fact, tidak ada satupun orang yang bisa membuktikan bahwa suatu theory sudah 100 % benar. At best, para scientists dapat mengatakan bahwa suatu theory itu sudah mendekati kebenaran karena cocok dengan semua data yang kita miliki saat ini. Theory selalu mengalami penyempurnaan, atau mungkin akan gugur seiring dengan diperolehnya data-data baru. Semakin banyak data yang diperoleh, akan semakin kuat suatu theory.


Setuju


Gigikuning wrote:

Kemudian apakah karena fakta yang saya sebutkan diatas, lantas scientific theory tidak reliable?


Reliable, tapi tidak bisa dikatakan sangat, karena itu terlalu berlebihan.

Gigikuning wrote:

Tidak juga, menurut saya. Buktinya manusia tetap mampu menerbangkan pesawat ke bulan; mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit; mampu menghubungkan manusia yang terpisah ribuan Km jaraknya etc. Semua itu adalah buah dari scientific theory yang dikembangkan selama berabad-abad.



Ya betul, tapi tidak langsung jadi. Dalam penyempurnaan itu pasti banyak teori-teori bermunculan dengan pembuktian sehingga ditemukan yang paling ideal untuk kondisi saat itu.

Gigikuning wrote:

Dengan melihat pencapaian-pencapaian umat manusia saat ini, menurutku sudah cukup wajar jika aku katakan bahwa scientific theory sangat2 reliable.


Reliable ya, tapi tidak sangat2

Gigikuning wrote:

Mengatakan bahwa scientific theory tidak reliable sesungguhnya telah menghianati segala benefit yang dirasakan oleh umat manusia sampai saat ini.

Saya tidak menulis tidak reliable, yang saya tulis terlalu berlebihan jika mengatakan sangat2 reliable

Gigikuning wrote:

Lebih parah lagi adalah orang-orang yang menolak scientific theory hanya karena tidak sesuai dengan kepercayaannya. Penolakan ini sering kali terlahir bukan karena yang bersangkutan berfikir kritis, dan bukan pula karena yang bersangkutan telah mempelajari dengan seksama dan menemukan flaws. Namun semata-mata hanya karena tidak sesuai imannya. That's it... Bagi saya itu sangat-sangat buruk. Mudah-mudahan para pembaca ekaristi.org tidak demikian.

Ya itu tergantung masing-masing orang, biarkan saja toh tidak merugikan kamu.

Gigikuning wrote:

Izinkan saya sedikit kembali ke evolusi ya. Theory evolusi termasuk dalam "ground-breaking theory" yang disokong oleh segunung data dari segala disiplin ilmu, mulai dari geology, paleontologi, genetika, etc selama berabad-abad. Sangat sulit membayangkan bahwa teori sekaliber ini bakal gugur sama sekali.

Bisa saja, who knows.

Gigikuning wrote:

Paling-paling hanya mengalami revisi jika ada data baru yang muncul. Intisari dari evolusi itu sendiri tidak akan berubah drastis.


Bisa juga berubah drastis who knows.


Gigikuning wrote:

Sama seperti teori gravitasi yang dibesut oleh Isaac Newton. Teori tersebut akhirnya direvisi dengan teori relativitas einstein yang menyebutkan bahwa sesungguhnya efek tarik menarik antara dua massa adalah konsekuensi dari pembengkokkan ruang dan waktu. Teorinya memang direvisi, namun esensinya tetap sama yaitu bahwa benda bermasa saling tarik menarik.

Ini kesalahan logika. Justru orang mengembangkan suatu teori karena melihat suatu permasalahan. Teori itu dikembangkan karena ingin mendapatkan solusi atau ingin mengetahui permasalahan itu. Jadi kalau kamu bilang benda bermasa saling tarik menarik justru itu adalah hal yang ingin diketahui, sehingga dikembangkan satu hipotesa yang kemudian dibuktikan dan lalu timbulah suatu teori...jangan disamakan bung Smile. Teori Newton direvisi oleh teori Einstein justru itu salah satu bukti bahwa jangan beranggapan bahwa suatu scientific theory sudah sangat2 reliable, reliable ya, tapi sangat2 tidak.

Gigikuning wrote:

Ketika kita menemukan mekanika quantum pun teori gravitasi masih tetap dipakai, namun terbatas pada materi yang berukuran lebih besar dari sub-atomic particle.


Saya tidak menulis teori gravitasi, tetapi teori mekanika, dimana gravitasi termasuk di dalammya. Ya intinya sih betul, seperti yang sudah saya tulis. Jadi teori itu selalu berkembang, tidak bisa dikatakan sangat2 reliable.


Gigikuning wrote:

Inti yang ingin ku sampaikan adalah bahwa teori-teori yang sudah well-established (e.g., gravitasi, tektonik lempeng, dan evolusi) akan mengalami penyempurnaan namun tidak akan berubah drastis, apa lagi gugur.


bertentangan sendiri dengan yang sudah kamu tulis dong Smile...coba lihat yang saya bold


Gigikuning wrote:


Theory selalu mengalami penyempurnaan, atau mungkin akan gugur seiring dengan diperolehnya data-data baru.


Gampangnya dengan logika sederhana, kalau memang sudah sangat-sangat reliable, tidak perlu ada penyempurnaan lagi dong... Smile

rgds,
m2us
_________________
JEZU, UFAM TOBIE
KS,KGK, KHK
ekklhsiai kaq olhv
Back to top
View user's profile Send private message
gigikuning



Joined: 15 May 2016
Posts: 210

PostPosted: Sun, 12-08-2018 1:31 am    Post subject: Reply with quote

Mu2s wrote:
Reliable, tapi tidak bisa dikatakan sangat, karena itu terlalu berlebihan.


Kalau tidak sangat-sangat reliable kenapa kita bisa menerbangkan satelit ke angkasa?

Tolok ukurnya mas Mu2s apa jika mengatakan tidak sangat-sangat reliable? Tolok ukur ku jelas.. Teori2 yang mature telah melahirkan dunia moderen jaman sekarang. They work exceptionally well.

Anyway, jangan samakan human error (e.g., incorrect/incomplete assumption & miss calculation) dengan kesalahan theory yaa.. Beda lohh...

Mu2s wrote:
Ya betul, tapi tidak langsung jadi. Dalam penyempurnaan itu pasti banyak teori-teori bermunculan dengan pembuktian sehingga ditemukan yang paling ideal untuk kondisi saat itu.


Yup.. Memang ada suatu theory yang lebih mature dari theory lainnya. Dalam konteks ini, Theory of Evolution sudah sangat-sangat mature karena didukung oleh seluruh data dari seluruh disiplin ilmu dan tidak terpatahkan sampai sekarang. Aku rasa orang yang mendalami ini pasti paham.

Mu2s wrote:
Reliable ya, tapi tidak sangat2


Kalau tidak sangat-sangat reliable bagaimana kita bisa membangun gedung-gedung tinggi? Pesawat terbang? Teknologi berbasis komputer?

Tolok ukurnya mas Mu2s apa jika tidak sangat-sangat reliable? Tolok ukur ku jelas.. Teori2 yang mature telah melahirkan dunia moderen jaman sekarang. They work exceptionally well.

Sekali lagi, jangan samakan human error (e.g., incorrect/incomplete assumption & miss calculation) dengan kesalahan theory. Beda loh..

Mu2s wrote:

Saya tidak menulis tidak reliable, yang saya tulis terlalu berlebihan jika mengatakan sangat2 reliable


Tolok ukurnya mas Mu2s apa jika tidak sangat-sangat reliable? Tolok ukur ku jelas.. Teori2 yang mature telah melahirkan dunia moderen jaman sekarang. They work exceptionally well.


Mu2s wrote:
Ya itu tergantung masing-masing orang, biarkan saja toh tidak merugikan kamu.


No.. Itu sangat-sangat merugikan peradaban umat manusia.. Contohnya adalah kelompok anti-vaksin atau sekte Heaven's Gate, atau sekte Aum Shinrikyo. Ketidakinginan berfikir kritis adalah "penyakit" yang melahirkan grup grup semacam ISIS etc.


Mu2s wrote:
Bisa saja, who knows.


"Bisa saja" nya atas dasar apa mas Mu2s?

Mu2s wrote:
Bisa juga berubah drastis who knows.


Atas dasar apa mas Mu2s? Bagian apa dari teori evolusi yang berpotensi berubah drastis? On what grounds? Kalau aku jelas yaa. Semua cabang ilmu pengetahuan meng-confirm kebenaran theory evolusi.

Mu2s wrote:

Ini kesalahan logika. Justru orang mengembangkan suatu teori karena melihat suatu permasalahan. Teori itu dikembangkan karena ingin mendapatkan solusi atau ingin mengetahui permasalahan itu. Jadi kalau kamu bilang benda bermasa saling tarik menarik justru itu adalah hal yang ingin diketahui, sehingga dikembangkan satu hipotesa yang kemudian dibuktikan dan lalu timbulah suatu teori...jangan disamakan bung Smile. Teori Newton direvisi oleh teori Einstein justru itu salah satu bukti bahwa jangan beranggapan bahwa suatu scientific theory sudah sangat2 reliable, reliable ya, tapi sangat2 tidak.


No, you miss understood..

Pertama-tama, "Theory of Gravity direvisi oleh Theory of Relativity" itu tidak sama seperti "Hitler adalah tokoh fiksi direvisi menjadi Hitler adalah tokoh sejarah." Sekalipun theory of gravity tidak 100% tepat, namun manusia sudah mampu menerbangkan pesawat sebelum theory of relativity lahir. Theory of gravity tetap sangat-sangat reliable dan masih diajarkan di sekolah toh. Karena masih relevan.. Jadi jangan dipaksakan seolah-olah karena direvisi maka menjadi tidak reliable.. Buktinya kita tetap berpegang pada theori itu dalam menerbangkan satelit..

Aku pun tidak pernah mengatakan bahwa sangat-sangat reliable berarti harus 100% akurat. Margin of error pasti ada, akan tetapi kita tahu hasilnya tidak akan jauh jauh banget dari kebenaran, i.e., sangat reliable.

Kedua, benda bermasa tarik menarik bukanlah permasalahan saat itu. Justru benda bermasa tarik menarik adalah isi dari teori tersebut. Di zaman Newton, orang tidak tahu bahwa benda bermasa itu tarik menarik. Mereka hanya tahu bahwa benda-benda jatuh ke pusat bumi. Benda-benda angkasa seperti bulan dan planet memiliki orbit tapi tidak jatuh ke Bumi. Mereka tidak tahu sama sekali bahwa Mu2s dan Gigikuning itu juga tarik menarik tapi force nya terlalu kecil sehingga tidak terasa.

Mu2s wrote:

Saya tidak menulis teori gravitasi, tetapi teori mekanika, dimana gravitasi termasuk di dalammya. Ya intinya sih betul, seperti yang sudah saya tulis. Jadi teori itu selalu berkembang, tidak bisa dikatakan sangat2 reliable.


Terus berkembang bukan berarti tidak sangat-sangat reliable.


Mu2s wrote:
Inti yang ingin ku sampaikan adalah bahwa teori-teori yang sudah well-established (e.g., gravitasi, tektonik lempeng, dan evolusi) akan mengalami penyempurnaan namun tidak akan berubah drastis, apa lagi gugur.


bertentangan sendiri dengan yang sudah kamu tulis dong Smile...coba lihat yang saya bold




Theory selalu mengalami penyempurnaan, atau mungkin akan gugur seiring dengan diperolehnya data-data baru.
[/quote]

Engga dong mass. Coba mas baca lagi tuh..Kan aku bilang bahwa theory yang well-established lah yang tidak akan berubah drastis. Theory itu ada yang well-established dan ada yang belum. Theory yang well-established salah satunya adalah evolusi dan tektonik lempeng.. Yang belum contohnya adalah string theory. Praktisi pasti paham betul dengan hal ini.

Mu2s wrote:

Gampangnya dengan logika sederhana, kalau memang sudah sangat-sangat reliable, tidak perlu ada penyempurnaan lagi dong... Smile


Itu karena mas Mu2s berfikir bahwa sangat-sangat reliable itu harus 100 persen benar sehingga tidak perlu revisi. Padahal kan tidak demikian. Analoginya begini, katakanlah aku ukur tinggi badanku dengan meteran lalu hasilnya 155 cm. Lalu beberapa tahun kemudian ditemukan laser interferometer yang lebih teliti dari pada meteran (sampai ke level atom), dan didapati bahwa tinggi ku ternyata 155 + 10^-100 mm. Apakah meterannya menjadi tidak sangat-sangat reliable? Ya tetap sangat-sangat reliable lah. Jika tidak sedang mendeteksi gelombang gravitasi, orang-orang jelas tidak akan memakai laser interferometer. Meteran saja sudah sangat-sangat reliable kok.. Toh ga bakal bikin pesawat jatoh

Selamat Hari Minggu Mas Mu2s

Regards,
Gigikuning


= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =

Tambahan:

Supaya tidak terjadi diskusi kusir.. Bagaimana kalau kita masing-masing memaparkan apa definisi "reliable vs sangat reliable" dalam postingan kita masing-masing? Jangan-jangan reliable Gigikuning tidak sama dengan reliable nya Mas Mu2s. Atau mungkin sangat-sangat reliable nya Gigikuning justru sama persis dengan reliable nya mas Mu2s. Supaya kita tidak menghabiskan tenaga masing-masing..


Last edited by gigikuning on Sun, 12-08-2018 1:41 am; edited 2 times in total
Back to top
View user's profile Send private message
gigikuning



Joined: 15 May 2016
Posts: 210

PostPosted: Sun, 12-08-2018 3:02 am    Post subject: Reply with quote

Btw, mumpung gue ga bisa bobo nihhh...
Bagi para pembaca yang ingin tahu sedikit lebih dalam mengenai scientific theory, evolution as a theory dan creationism dapat mengunjungi laman berikut:
https://www.nap.edu/read/11876/chapter/2#2

Aku kutipkan sebagian yang cukup relevan dengan pembahasan sebelumnya bahwa suatu well-established theory tidak akan berubah drastis:

US Academy of Science wrote:
"Many scientific theories are so well-established that no new evidence is likely to alter them substantially. For example, no new evidence will demonstrate that the Earth does not orbit around the sun (heliocentric theory), or that living things are not made of cells (cell theory), that matter is not composed of atoms, or that the surface of the Earth is not divided into solid plates that have moved over geological timescales (the theory of plate tectonics). Like these other foundational scientific theories, the theory of evolution is supported by so many observations and confirming experiments that scientists are confident that the basic components of the theory will not be overturned by new evidence. However, like all scientific theories, the theory of evolution is subject to continuing refinement as new areas of science emerge or as new technologies enable observations and experiments that were not possible previously."

............In that respect, the past and continuing occurrence of evolution is a scientific fact. Because the evidence supporting it is so strong, scientists no longer question whether biological evolution has occurred and is continuing to occur. Instead, they investigate the mechanisms of evolution, how rapidly evolution can take place, and related questions.


Silahkan cari reputable institutions yang lain (e.g., Harvard, MIT, Cambridge, American Institute of Biological Science). Institusi-institusi tersebut pasti memberikan testimony yang sama.

Salam,
Gikunnn
Back to top
View user's profile Send private message
TeSul



Joined: 27 Apr 2016
Posts: 253

PostPosted: Wed, 15-08-2018 9:58 am    Post subject: Reply with quote



Seharusnya beginilah transitional form manusia yang diimani oleh para evolutionist.
Jika demikian pasti sudah buaaanyak sekali fossil transitional form spt ini diketemukan. terjadinya pelan-pelan toh, berarti ada yang kupingnya 1/4 monyet, adaya yang 1/2.

Kalo binatang, transitional formnya lebih banyak lagi.
Menurut prof Baker, ada binatang dari darat menjadi ikan paus. Transisional formnya seperti anjing laut. Lho kok anjing laut itu apa prof ? species yang gagal menjadi ikan paus atau sedang dalam proses evolusi ?
Evolusinya dari darat ke laut atau sebaliknya ? atau bolak balik ?
Prof Baker pasti punya jawaban bla bla bla. Karena sdh bergelar Prof Doktor, terpaksa yang S2, S1 dan yang mahasisiwa manggut-manggut. Apalagi Amrik nih, jaminan 100% benar.
Kuliah mahal jauh2 dikibuli oleh prof Amrik, alien lah, evolusi la, hidup planet lain la, back to future time dilation la, gay lesbi la, dll dll.
Jadi diaspora Indo yang atheist dan rusak moral.

Dulu Doktor pembimbing saya lulusan luar negeri, waktu penelitian juga curang dgn hasil dimainkan supaya cocok. ha.. ha... terbentur biaya. Coba kalo dibilang gagal tidak menemukan apa2, ya penelitian selanjutnya gak akan keluar dananya. UUD juga ya ha ha ha....

OK, menurut prof Amrik sekarang kita pun sedang dalam proses evolusi,
Bagaimana bentuk keturunan kita nanti prof ? Ayo kita tonton jawaban si Prof Amrik.


youtu.be/OabIckj_cZY

Berapa banyak lulusan Amrik yang gahbener ? Buanyak cekali nak.
hati-hati nak jangan ketipu dengan asal Amrik, ngaku2 scientist.

Takut lah akan Tuhan penciptamu, nak. Itulah awal dari kebijaksanaan.
Manusia bisa hidup tanpa science, tapi manusia tidak bisa hidup tanpa Tuhan.



Indonesia Katolik -Terjemahan Baru   © Ekaristi dot Org
Mazmur  14:1Untuk pemimpin biduan. Dari Daud. Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada Allah." Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik.


Last edited by TeSul on Wed, 15-08-2018 10:01 am; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message
m2us



Joined: 26 Jan 2008
Posts: 1734
Location: Roman Catholic Church

PostPosted: Sat, 18-08-2018 12:52 pm    Post subject: Reply with quote

Gigikuning wrote:

Kalau tidak sangat-sangat reliable kenapa kita bisa menerbangkan satelit ke angkasa?

Karena setelah mereka mengembangkan teori-teori reliable menjadi teori-teori reliable lainnya mereka bisa membuat roket dan satelit. Smile


Gigikuning wrote:

Tolok ukurnya mas Mu2s apa jika mengatakan tidak sangat-sangat reliable? Tolok ukur ku jelas.. Teori2 yang mature telah melahirkan dunia moderen jaman sekarang. They work exceptionally well.

Sudah dijelaskan dari awal, tidak perlu diulang. Ya itu tolak ukur kamu, tidak perlu saya amini.

gigikuning wrote:

Anyway, jangan samakan human error (e.g., incorrect/incomplete assumption & miss calculation) dengan kesalahan theory yaa.. Beda lohh...


Ya bisa saja kesalahan theory disebabkan oleh itu kenapa tidak?, emangnya scientist sudah pasti sempurna tidak bisa melakukan kesalahan? Itu pemikiranmu yang memang ngaco.

gigikuning wrote:

Yup.. Memang ada suatu theory yang lebih mature dari theory lainnya. Dalam konteks ini, Theory of Evolution sudah sangat-sangat mature karena didukung oleh seluruh data dari seluruh disiplin ilmu dan tidak terpatahkan sampai sekarang. Aku rasa orang yang mendalami ini pasti paham

Mature tapi tidak sangat-sangat reliable, kalau sangat-sangat reliable berarti hari ini kamu sudah menciptakan manusia...belum terpatahkan tapi bukan berarti tidak dapat dipatahkan? Kemampuan manusia untuk memahami alam semesta saja belum ada apa-apanya dari misteri alam semesta itu sendiri...sampai sekarang...Smile

gigikunin wrote:

Kalau tidak sangat-sangat reliable bagaimana kita bisa membangun gedung-gedung tinggi? Pesawat terbang? Teknologi berbasis komputer?

Tolok ukurnya mas Mu2s apa jika tidak sangat-sangat reliable? Tolok ukur ku jelas.. Teori2 yang mature telah melahirkan dunia moderen jaman sekarang. They work exceptionally well.

Sekali lagi, jangan samakan human error (e.g., incorrect/incomplete assumption & miss calculation) dengan kesalahan theory. Beda loh..

Sudah dijelaskan tinggal dibaca lagi.


Gigikuning wrote:

No.. Itu sangat-sangat merugikan peradaban umat manusia.. Contohnya adalah kelompok anti-vaksin atau sekte Heaven's Gate, atau sekte Aum Shinrikyo. Ketidakinginan berfikir kritis adalah "penyakit" yang melahirkan grup grup semacam ISIS etc.

Jangan lupa kelompok bumi datar, kalau merasa dirugikan, ya itu urusan mu pribadi, toh tidak membuat bumi jadi datar...Ketawa

Gigikuning wrote:

"Bisa saja" nya atas dasar apa mas Mu2s?


Berdasarkan sejarah ilmu pengetahuan, ngga tahu ya??Ya banyak baca kalau begitu..Ketawa

Gigikuning wrote:

Atas dasar apa mas Mu2s? Bagian apa dari teori evolusi yang berpotensi berubah drastis? On what grounds? Kalau aku jelas yaa. Semua cabang ilmu pengetahuan meng-confirm kebenaran theory evolusi.

Is it?..ya itukan klaim kamu... Ketawa

Gigikuning wrote:
No, you miss understood..

Pertama-tama, "Theory of Gravity direvisi oleh Theory of Relativity" itu tidak sama seperti "Hitler adalah tokoh fiksi direvisi menjadi Hitler adalah tokoh sejarah." Sekalipun theory of gravity tidak 100% tepat, namun manusia sudah mampu menerbangkan pesawat sebelum theory of relativity lahir. Theory of gravity tetap sangat-sangat reliable dan masih diajarkan di sekolah toh. Karena masih relevan.. Jadi jangan dipaksakan seolah-olah karena direvisi maka menjadi tidak reliable.. Buktinya kita tetap berpegang pada theori itu dalam menerbangkan satelit..

Aku pun tidak pernah mengatakan bahwa sangat-sangat reliable berarti harus 100% akurat. Margin of error pasti ada, akan tetapi kita tahu hasilnya tidak akan jauh jauh banget dari kebenaran, i.e., sangat reliable.

Kedua, benda bermasa tarik menarik bukanlah permasalahan saat itu. Justru benda bermasa tarik menarik adalah isi dari teori tersebut. Di zaman Newton, orang tidak tahu bahwa benda bermasa itu tarik menarik. Mereka hanya tahu bahwa benda-benda jatuh ke pusat bumi. Benda-benda angkasa seperti bulan dan planet memiliki orbit tapi tidak jatuh ke Bumi. Mereka tidak tahu sama sekali bahwa Mu2s dan Gigikuning itu juga tarik menarik tapi force nya terlalu kecil sehingga tidak terasa.

Ah mengiring opini, ngga ada yang bilang theory-theory itu salah, saya hanya tulis theory itu reliable tapi tidak sangat-sangat reliable...so what isyour point?? Terlalu berputar-putar, jelas logika kamu ngaco. Ada theory gravitasi atautidak, ada theory relativity atau tidak, secara nature kejadian ini memang sudah ada secara alami. Manusia hanya mengembangkan theory untuk dapat menjelaskan fenomena alam ini. Kalau kamu belum mengerti juga penjelasan saya ini, ya sudah forget it mungkin IQ mu belum sampai.


Ya cukup saja ya kelihatnnya kamu memang bukan praktisi kamu mungkin hanya simpatisan suatu theory.

Baca-baca dulu ini juga
https://www.livescience.com/21491-what- ..on-of-theory.html

https://ncse.com/library-resource/defin ..w-scientific-work

rgds,
m2us
_________________
JEZU, UFAM TOBIE
KS,KGK, KHK
ekklhsiai kaq olhv


Last edited by m2us on Sat, 18-08-2018 12:54 pm; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message
gigikuning



Joined: 15 May 2016
Posts: 210

PostPosted: Mon, 20-08-2018 11:17 pm    Post subject: Reply with quote

mu2s wrote:
Karena setelah mereka mengembangkan teori-teori reliable menjadi teori-teori reliable lainnya mereka bisa membuat roket dan satelit. Smile


Definisi reliable menurut kamu apa? Supaya tidak menghabiskan energy.

Jangan-jangan sama saja dengan sangat-sangat reliable versi ku.. Atau kamu hanya kepengen menghilangkan kata "sangat-sangat " doank? Ketawa

Nih:
Analoginya begini, katakanlah aku ukur tinggi badanku dengan meteran lalu hasilnya 155 cm. Lalu beberapa tahun kemudian ditemukan laser interferometer yang lebih teliti dari pada meteran (sampai ke level atom), dan didapati bahwa tinggi ku ternyata 155 + 10^-100 mm. Apakah meterannya menjadi tidak sangat-sangat reliable?

Ya atau tidak? Ketawa


Mu2s wrote:
Gigikuning wrote:

Tolok ukurnya mas Mu2s apa jika mengatakan tidak sangat-sangat reliable? Tolok ukur ku jelas.. Teori2 yang mature telah melahirkan dunia moderen jaman sekarang. They work exceptionally well.

Sudah dijelaskan dari awal, tidak perlu diulang. Ya itu tolak ukur kamu, tidak perlu saya amini.


Mana penjelasan kamu? Aku tidak melihatnya..

Mu2s wrote:
gigikuning wrote:

Anyway, jangan samakan human error (e.g., incorrect/incomplete assumption & miss calculation) dengan kesalahan theory yaa.. Beda lohh...


Ya bisa saja kesalahan theory disebabkan oleh itu kenapa tidak?, emangnya scientist sudah pasti sempurna tidak bisa melakukan kesalahan? Itu pemikiranmu yang memang ngaco.


Ngawur dan nga nyambung..

Mengapa ngawur? Karena theory itu di-cross check berkali kali dan oleh orang yang berbeda-beda. Jika ada human error di dalam suatu theory, maka pasti ada ilmuwan lain yang membahas hal tersebut dan mengoreksinya.. Nih supaya tidak melayang kemana mana: coba kamu sebutkan human error dalam pengembangan theory evolusi yang tidak di-address atau tidak dikoreksi atau diterima begitu saja?

Mengapa ga nyambung? Karena aku tidak bermaksud mengatakan bahwa scientist itu bebas human error. Yang ingin kusampaikan adalah bahwa kegagalan-kegagalan dalam engineering (misalnya malpraktek atau pesawt jatuh), tidak serta merta membuktikan kesalahan suatu theory.. Itu adalah human error. Maka dari itu harus dipahami perbedaan antara kekeliruan suatu theory dan human error dalam penerapan theori tersebut.

Mu2s wrote:
gigikuning wrote:

Yup.. Memang ada suatu theory yang lebih mature dari theory lainnya. Dalam konteks ini, Theory of Evolution sudah sangat-sangat mature karena didukung oleh seluruh data dari seluruh disiplin ilmu dan tidak terpatahkan sampai sekarang. Aku rasa orang yang mendalami ini pasti paham

Mature tapi tidak sangat-sangat reliable, kalau sangat-sangat reliable berarti hari ini kamu sudah menciptakan manusia...belum terpatahkan tapi bukan berarti tidak dapat dipatahkan? Kemampuan manusia untuk memahami alam semesta saja belum ada apa-apanya dari misteri alam semesta itu sendiri...sampai sekarang...Smile


LoL...

Pertama, apa yang kamu maksud dengan menciptakan manusia? Apakah bayi tabung merupakan proses menciptakan manusia? Atau yang kamu maksud adalah menciptakan manusia out of thin air (ex-nihilo)?

Kedua, aturan dari mana kalau sangat reliable harus bisa menciptakan manusia? Theory evolusi disebut sangat reliable karena ilmu pengetahuan dari berbagai cabang men-confirm kebenaran theory tersebut secara konsisten, that's it. Theory ini dapat dipakai dalam melawan virus dan bakteri yang terus berevolusi, menciptakan bibit-bibit yang baik untuk bercocok tanam etc.. Mengapa tiba-tiba harus mampu menciptakan manusia baru dianggap sangat reliable?

Nih gigi illustrasikan dengan cerita singkat antara Pak Kades dan Nina...

Pak Kades: Nina, semua bukti mengatakan bahwa kamu adalah anak Pak Jojo! Dari akta lahir, ada saksi, dan bahkan udah tes DNA lohhhh!

Nina: Enggaaaaaa.. Nina ga terimaaa.. Kalau theory bahwa Nina adalah anak Pak Jojo memang benar, maka seharusnya orang-orang yang membuktikan itu harus bisa menciptakan kucing dari tanah! Inget loh Pak Kadess.. Kemampuan manusia untuk memahami alam semesta saja belum ada apa-apanya dari misteri alam semesta itu sendiri...sampai sekarang...Smile

Pak Kades: What the?....Nina.... Apa hubungan kemampuan menciptakan kucing dari tanah vs. kredibilitas bukti-bukti bahwa kamu anak Pak Jojo?

LOL Ketawa


Mu2s wrote:
Jangan lupa kelompok bumi datar, kalau merasa dirugikan, ya itu urusan mu pribadi, toh tidak membuat bumi jadi datar...Ketawa


Yaaaa kelomok2 itu lahh.. Tapi ISIS bisa menebar teror ke seantero bumi kan? Mihihihihihi...

Mu2s wrote:
Berdasarkan sejarah ilmu pengetahuan, ngga tahu ya??Ya banyak baca kalau begitu..Ketawa


Sejarah ilmu apa? Ayo coba sebutkan..
Jangan sampai yang kamu maksudkan adalah ilmu pengetahuan kuno se-level bumi datar atau geosentris (yang disokong sedikit bukti), lalu tau-tau kamu langsung menarik benang merah untuk mendiskreditkan theory Evolusi (atau Heliosentris, atau Plate Tectonic) yang disokong ber ton-ton bukti.

Woww dulu kan bumi datar dan geosentris juga dirombak habis habisannn.... Kalau begitu Evolusi juga dongg..!! Woupsss,, Not so fast Ketawa..

Ini sama saja dengan dialog berikut:

Pak Darsim: Yesus itu udah terbukti sebagai tokoh sejarah yang benar-benar pernah hidup di zaman dahulu. Sekalipun ada bukti baru, aku yakin hal itu tidak akan berubah banyak.. Paling detail-detail kecilnya aja yang berubah.

Nina: Bisa saja, who knows. Mungkin nanti bakal terbukti bahwa Yesus adalah tokoh fiktif..

Pak Darsim: "Bisa saja" nya atas dasar apa mba Nina? Bicara tanpa bukti itu asbun namanya.

Nina: Berdasarkan sejarah agama-agama, ngga tahu ya?? Ya banyak baca dong kalau begitu!!!! Ketawa Tuh liat aja Zeus tokoh fiktif kan.. Mitos doang.. Kalau begitu Yesus juga bisa aja cuma mitoss?

Pak Darsim: Woww Nina.. Hold your horses, will ya?.. Jangan ambil tokoh Zeus yang minim pembuktiannya lalu kamu tarik benang merah ke Yesus dong.. Itu namanya logical fallacy.....

Note: Aku yakin kalau sudah menyangkut Yesus, beberapa member di Ekaristi akan langsung setuju habis-habisan dengan science. Beberapa member tersebut juga akan mengatakan bahwa bukti-bukti Yesus sebagai tokoh sejarah sangat-sangat akurat dan "tiba-tiba" percaya dengan para scientists, "tiba-tiba" lupa dengan keberatan-keberatan yang pernah mereka sampaikan untuk melawan Theory of Evolusi. Ini sudah sangat typical lah, i.e., double standard. Cara terbaik untuk melawan double standard adalah dengan membalikkan argumen lawan ke dirinya sendiri. There there..How is the taste of your own medicine? Smile


Kalau mau berdebat secara intelektual, coba kamu jawab pertanyaan ku di postingan sebelumnya. On what ground? Bagian mana dari theory evolusi yang berpotensi berubah? Sejarah apa yang kamu pakai sebagai bukti bahwa theory evolusi akan berubah drastis?

Ayo aku tunggu.. Gigi paling suka kalau seseorang sudah mulai memposisikan diri lebih pintar, lebih expert, atau lebih banyak membaca daripada lawan bicaranya.. Padahal ada kemungkinan dia tidak paham... kayak Tesul..Ketawa.. he he he

Gigikuning wrote:
No, you miss understood..

Mu2s wrote:
Pertama-tama, "Theory of Gravity direvisi oleh Theory of Relativity" itu tidak sama seperti "Hitler adalah tokoh fiksi direvisi menjadi Hitler adalah tokoh sejarah." Sekalipun theory of gravity tidak 100% tepat, namun manusia sudah mampu menerbangkan pesawat sebelum theory of relativity lahir. Theory of gravity tetap sangat-sangat reliable dan masih diajarkan di sekolah toh. Karena masih relevan.. Jadi jangan dipaksakan seolah-olah karena direvisi maka menjadi tidak reliable.. Buktinya kita tetap berpegang pada theori itu dalam menerbangkan satelit..

Aku pun tidak pernah mengatakan bahwa sangat-sangat reliable berarti harus 100% akurat. Margin of error pasti ada, akan tetapi kita tahu hasilnya tidak akan jauh jauh banget dari kebenaran, i.e., sangat reliable.

Kedua, benda bermasa tarik menarik bukanlah permasalahan saat itu. Justru benda bermasa tarik menarik adalah isi dari teori tersebut. Di zaman Newton, orang tidak tahu bahwa benda bermasa itu tarik menarik. Mereka hanya tahu bahwa benda-benda jatuh ke pusat bumi. Benda-benda angkasa seperti bulan dan planet memiliki orbit tapi tidak jatuh ke Bumi. Mereka tidak tahu sama sekali bahwa Mu2s dan Gigikuning itu juga tarik menarik tapi force nya terlalu kecil sehingga tidak terasa.

Ah mengiring opini, ngga ada yang bilang theory-theory itu salah, saya hanya tulis theory itu reliable tapi tidak sangat-sangat reliable...so what isyour point?? Terlalu berputar-putar, jelas logika kamu ngaco. Ada theory gravitasi atautidak, ada theory relativity atau tidak, secara nature kejadian ini memang sudah ada secara alami. Manusia hanya mengembangkan theory untuk dapat menjelaskan fenomena alam ini. Kalau kamu belum mengerti juga penjelasan saya ini, ya sudah forget it mungkin IQ mu belum sampai.


ya ya ya yaa, Gigi IQ nya rendah banget... Mu2s jeniuss dechhh.. Seperti Tesul.. tapi tetap mengaku rendah hati yaa.. Ketawa .. Makasih ya Ad-Hominem nya hehehe..... Ayo ajarin gigi donggg bagian mana dari theory evolusi yang bakal berubah drastis? On what ground? Mohon mas Mu2s ajarin Gigi yang kurang pintar ini yaa..


Mu2s wrote:
Ya cukup saja ya kelihatnnya kamu memang bukan praktisi kamu mungkin hanya simpatisan suatu theory.


It doesn't matter whether you believe me or not.. Aku tidak butuh pengakuan dari orang asing dari forum online. Aku juga tidak suka argument from authority.. Aku hanya menunjukkan bukti dan meminta bukti.. That's it..

Yang terpenting bagiku adalah pembaca.. Aku meng-encourage para pembaca untuk belajar dari orang orang yang paham betul.. Bertanyalah pada para pakar dan praktisi di universitas-universitas atau yang berkarya di badan penelitian. Mereka pasti lebih credible..
Back to top
View user's profile Send private message
ardie_b



Joined: 04 Jul 2010
Posts: 195
Location: Jakarta

PostPosted: Tue, 21-08-2018 10:17 am    Post subject: Reply with quote

@ gigikuning
Anda ini sudah ikut di forum ini sejak kapan ? tiap saat dan tiap perbincangan di forum ini anda dapat melihat sendiri fakta-fakta dari keseluruhan injil namun sampai sekarang belum bisa menerima semuanya itu. Memang susah jika segala sesuatu selalu menuntut bukti, namun apa gunanya jika sudah ditunjukkan kebenaran sejarah dari kejadian injil di perjanjian lama (yang notabene juga ada di kitab agama anda) dan juga fakta-fakta dari kejadian realita nyata di negeri ini bisa dijelaskan tepat seperti di injil anda masih saja menyangkal kebenaran itu ?

Jika masih belum puas, saya sajikan kepada anda rangkuman dari itu semua disini.

Indonesia Katolik -Terjemahan Baru   © Ekaristi dot Org
Matius  6:23jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.
Matius  6:24Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

Indonesia Katolik -Terjemahan Baru   © Ekaristi dot Org
1 Yohanes  2:22Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.


Kita sekarang berada kembali seperti zaman Babilonia, inilah bukti-bukti realitas yang ada di kehidupan kita sekarang :
- Taman Gantung Babilonia (Fakta hari ini : Kebun diatas gedung)
- Pelelangan calon istri babilonia (Fakta hari ini : acara Take Me Out)
- Sihir babilonia (Fakta hari ini : Jasa perdukunan)
- Asal diketemukannya batu bata (Fakta hari ini : Asal di temukannya prosessor)


Masih belum puas ?
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Previous Next
Page 11 of 12

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17