FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Seminar Hidup Baru Dalam Roh    
Goto page: Previous Next

 
Post new topic   This topic is locked: you cannot edit posts or make replies.    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka
View previous topic :: View next topic  
Author Message
eddy0904



Joined: 11 Apr 2006
Posts: 96
Location: Moved away from jkt

PostPosted: Mon, 15-05-2006 2:09 pm    Post subject: Reply with quote

Tony wrote:
eddy0904
Kamu suka dan rajin rosario ngga?
Ngaku dosa suka ngga?
Baca Alkitab suka ngga?
Devosi kepada santo/a suka ngga?

Ups ada pertanyaan lama yang terlewat...belum aku jawab-jawab. Aku jawab sejujur-jujurnya yah
1>Aku suka Rosario,cuma agak jarang...dulu kalau PDKK maw mengadakan SHBDR,team/panitianya diminta doa Rosario setiap hari dirumah masing-masing pada jam yang bersamaan.
Dan PDKM paroki aku sedang mengadakan doa Rosario bersama lagi selama minggu ini di gereja.
Di bulan Mei ini, aku baru 1 kali doa Rosario, tetapi ada orang yang memicu semangatku untuk doa Rosario. (she also read this forum)
2>Ngaku dosa, yah lumayan lah. Sebelum SHBDR atau pada saat SHBDR, aku ngaku dosa dulu, biar lebih siap dalam kepanitiaan. Dan antara sebelum natal atau sebelum paskah 1 kali setahun.
3>Baca Alkitab lumayan lah,walaupun ngga setiap hari. Biasanya baca renungan harian imagodei, dan bacaan Injil-nya aku baca di hape. (PS : ada yang punya file txt lengkap dari Alkitab bhs Indonesia versi katolik ngga?)
4>Devosi santo/a sangat jarang, paling kalau dalam doa bersama saja.

Tapi sudara Tony, apa hunungannya pertanyaan2 ini dengan judul topik SHBDR??? Aku agak bingung juga neh.... Nanya Dong Nanya Dong Nanya Dong
Back to top
View user's profile Send private message
maruko_lien
Penghuni Ekaristi


Joined: 21 Sep 2005
Posts: 1366
Location: somewhere over the rainbow

PostPosted: Mon, 15-05-2006 3:09 pm    Post subject: Reply with quote

Quote:
Wow, komentar anda sungguh sangat 'unik' kalau tidak maw dibilang mengada-ada.
Anda pernah mendengarkan lagu yang dibawakan oleh kelompok musik yg menynayikan jenis lagu Gregorian dan menamakan dirinya Gregorian -> aku rasa sekarang ini mereka cukup populer. Aku pribadi kalau mendengarkan album mereka, bisa sampai merinding dan emosiku hanyut terbawa oleh alunan suara dan musik mereka. Dan semua jenis lagu akan dapat mempengaruhi emosi seseorang, kecuali orang itu hanya mendengarkannya setengah-setengah atau mungkin orang itu tidak punya emosi. Hmm kalau dalam ilmu psikologi, yang ngga punya emosi disebut apa yah ??? ....just kidding....


Baca komentar saya secara jelas baru menanggapi..saya lihat anda tidak bisa mengolah informasi dengan baik dan memakai sistem "menang - kalah" dalam diskusi. Jika anda masuk ke sini hanya untuk menyatakan anda benar dan menolak untuk mengolah informasi yang sedikit berbeda dari konsep yang anda punya maka saya pantas prihatin kepada anda.

Kelompok musik gregorian memang menyanyi dengan 'cara' atau 'teknik menyanyi' gregorian tapi musik yang mereka bawakan adalah musik 'pop-techno'..

Jadi sekali lagi saya katakan kepada anda..olah dulu informasi yang anda terima baru setelah itu menanggapi.
_________________
Salam dan doa
Pendatang Baru Belajar Bersama Kanon 7 Sakramen
Back to top
View user's profile Send private message
Athanasios
Penghuni Ekaristi


Joined: 12 Feb 2004
Posts: 4198

PostPosted: Mon, 15-05-2006 6:07 pm    Post subject: Reply with quote

Kalau kita bicara Musik Suci maka pedomannya adalah ini

Musicae Sacrae
Ensiklik dari Paus Pius XII

41. First of all the chants and sacred music which are immediately joined with the Church's liturgical worship should be conducive to the lofty end for which they are intended. This music--as our predecessor Pius X has already wisely warned us--"must possess proper liturgical qualities, primarily holiness and goodness of form; from which its other note, universality, is derived

42. It must be holy. It must not allow within itself anything that savors of the profane nor allow any such thing to slip into the melodies in which it is expressed. The Gregorian chant which has been used in the Church over the course of so many centuries, and which may be called, as it were, its patrimony, is gloriously outstanding for this holiness


dan dari ensiklik yang sama lagi-lagi mengistimewakan Gregorian

Musik untuk Ibadat harus bersih dari unsur profan dan tidak layak dipakai untuk ibadat apalagi dalam Liturgi.

Dan juga

32. The power of sacred music increases the honor given to God by the Church in union with Christ, its Head. Sacred music likewise helps to increase the fruits which the faithful, moved by the sacred harmonies, derive from the holy liturgy. These fruits, as daily experience and many ancient and modern literary sources show, manifest themselves in a life and conduct worthy of a Christian.

Kebanyakan musik "Christian Pop" yang ada sekarang tidak derive from Holy Liturgy.

Dari New Advent:

Regarding modern music, the "Motu proprio" says: "The Church has always recognized and honoured progress in the arts, admitting to the service of religion everything good and beautiful discovered by genius in the course of ages -- always, however, with due regard to the liturgical laws. Consequently, modern music is also admitted in the Church, since it, too, furnishes compositions of such excellence, sobriety, and gravity, that they are in no way unworthy of the liturgical functions. Still, since modern music has risen mainly to serve profane uses, care must be taken that musical compositions in this style admitted to the Church may contain nothing profane, be free from reminiscences of theatrical motives, and be not fashioned, even in their external forms, after the manner of profane pieces


Quote:
Athanasios wrote:
Karena Sacrosantum Concilium (Pembaharuan Liturgi) tidak menyebutkan mengenai musik "Christian Pop" dalam dokumennya
Pembaruan Liturgi itu dibuat pada tahun berapa yah?


December 4, 1963
saat Konsili Oikumenis Vatikan II berlangsung


Quote:
Hmm, ada yang maw dengan sukarela menghitung jumlah lagu Gregorian dan lagu non-Gregorian dalam puji syukur ngga?



Di Puji Syukur lagu Gregorian nya amat sangat sedikit. Dan ini amat memalukan dan amat menyedihkan.

Gereja Indonesia seharusnya benar-benar memperhatikan dan melaksanakan instruksi dari Konggregasi Ibadat: Liturgiam Authenticam

Di dokumenDIRECTORY
ON POPULAR PIETY AND THE LITURGY PRINCIPLES AND GUIDELINES
ada kebebasan lebih pada sikap-sikap tubuh tapi mengenai jenis musik tampaknya tetap harus mengacu pada ensiklik dan dekrit yang tingkatannya jelas lebih tinggi.
_________________
Sancta et catholica Ecclesia, quae est corpus Christi mysticum
- Konsili Oikumenis Vatikan II Orientalum Ecclesiorum art.2
Back to top
View user's profile Send private message
Alfonsus



Joined: 16 Feb 2004
Posts: 383
Location: Jakarta, Indonesia

PostPosted: Tue, 16-05-2006 4:24 am    Post subject: Reply with quote

Konsili cuma meminta kalau lagu-lagu Ordinarium dalam bahasa Latin diajarkan kepada umat. Puji Syukur memuat semua lagu Ordinarium dalam bahasa Latin. Mengatakan hal ini memalukan dan menyedihkan rasanya berlebihan.

Lagu Pop Rohani sangat didukung untuk dikembangkan.
Yang jadi masalah apakah karakter lagu-lagu tersebut tepat untuk diinkorporasikan dalam Liturgi. Batasannya adalah Liturgi. Ibadat non-liturgis atau doa-doa kelompok bisa lebih variatif (World Youth Day misalnya dengan Jalan Salibnya yang dramatis bisa dijadikan contoh).

Liturgical Authenticam dan dekrit2 lainnya bagaimapun selalu menyediakan ruang untuk aprobasi inkulturasi. Berlutut sewaktu konsekrasi bisa diganti, tarian liturgis diizinkan dalam budaya yang memang tarian memiliki nilai religius. Kewenangan Konferensi Para Uskup dalam menghasilkan penyesuaian juga harus diperhatikan.
_________________
Agios o Theos, agios Ischyros, agios Athanatos, eleison eimas


Last edited by Alfonsus on Tue, 16-05-2006 4:31 am; edited 2 times in total
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger
Alfonsus



Joined: 16 Feb 2004
Posts: 383
Location: Jakarta, Indonesia

PostPosted: Tue, 16-05-2006 5:00 am    Post subject: Reply with quote

Untuk Kumkum.

Menjawab pertanyaan anda, langsung dibuka dengan jawaban "bukan".
Justru karena bentuk dan efek dari gerakan ini sangat amat beragam sehingga disebut "Movement".

Ini bukan gerakan untuk berbagi pengalaman spiritual dan dibagi dalam kelompok.

Kalau kita bicara soal Gerakan Pembaharuan Karismatik Katolik, Gereja memandangnya sebagai suatu fenomena yang luas. Suatu pembaharuan spiritual yang dialami umat secara luas yang dapat memanifestasi dalam berbagai bentuk.

Salah satu manifestasi yang mungkin adalah Persekutuan Doa, atau kelompok sharing yang anda sebutkan. Tapi bisa juga dalam wujud lain, misalnya sekolah Misi di Roma yang dikelola Kongregasi Kepausan untuk Awam dan Komunitas Emmanuel, inipun buah dari pembaharuan Karismatik Katolik.

Karena itu, sebagai movement sebenarnya tidak ada batasan embel-embel "anggota Karismatik" vs "umat biasa non-Karismatik". Mungkin bisa dikatakan "saya anggota PD di sini" atau "anggota komunitas ini" atau "ambil bagian dalam kepengurusan organisasi ini", yang mungkin saja merupakan buah/manifestasi dari pembaharuan Karismatik. Tapi tentu saja semuanya tetap adalah "umat biasa".

Perlu diperhatikan bahwa dalam bicara soal Pembaharuan Karismatik, harus hati-hati untuk tidak mendefinisikan gerakan ini dari segelintir manifestasinya (baik atau buruk). Misalnya kecenderungan melihat bahwa Karismatik = PD, atau Karismatik = identik dengan lagu begini, pola begitu. Ini jelas hanya menjadi karikatur tentang apa itu Gerakan Pembaharuan Karismatik Katolik.

Sayangnya pengidentikan ini kerap terjadi, baik dari umat yang melihat dari luar maupun umat yang menyatakan diri 'karismatik'.

Harus diakui, kalau melihat begitu saja tidak semua yang melabel dirinya "karismatik Katolik" merupakan gerakan yang otentik sebagaimana dimengerti oleh Gereja lewat badan2 pastoral pembaharuan (ICCRS, BPK, BPN).

Namun yang kerap terjadi, adalah orang secara mudahnya menyatukan begitu saja dalam satu kantong general "pentekostal" kemudian membuangnya sekaligus, baik yang otentik Gerakan Karismatik Katolik dengan yang bukan.

Karisma-karisma dan karunia rohani yang umumnya menyertai Gerakan ini juga baik untuk diberi pengertian sebagaimana diarahkan oleh badan2 pastoral di atas.

Jika ada penyimpangan atau umat atau kelompok yang memiliki pandangan yang salah tentang "Karismatik Katolik" maka perlu diarahkan untuk memahami Gerakan Karismatik Katolik sebagaimana dipahami oleh Gereja. Namun umumnya yang terjadi bahwa stempel "karismatik = sesat" siap dicap alih-alih mengarahkan mereka menghidupi dan memahami "karismatik" dalam kerangka apa yang diterima dan diberkati Gereja.


kumkum wrote:
Alfonsus,
Trims atas penjelasan singkat dan kutipannya.

Jadi maksudnya, suatu gerakan untuk berbagi pengalaman spiritual yang sudah dialami yang kemudian dibagikan / sharing dalam kelompok?

Dengan patokan, "the proper integration of these charismatic emphases with the full life of the Church".

Yang aku agak heran, akhirnya, dimana letak perbedaan antara umat biasa-biasa yang rutin misa, dengan gerakan ini?

Lalu dalam acara ada kehadiran seorang romo selaku pembiming spiritualnya. Apabila ada kecendrungan kelompok itu lebih mengarah kepada 'karunia berbahasa roh', 'rest in spirit', bukankah romo itu akan kelabakan? Bagaimana mengatasi keadaan ini?

Rasanya diperlukan seorang romo yang berani menyuarakan tindak penyimpangan ini, jelas, memerlukan mental. Yang akhirnya dikhawatirkan timbul rasa tidak simpatik dari kelompok, akhirnya mereka bisa kendor sendiri. Ini yang disayangkan. Padahal visi, misi digambarkan begitu indah, mulus dan mampu merangkul umat untuk berperan aktif.

_________________
Agios o Theos, agios Ischyros, agios Athanatos, eleison eimas
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger
Athanasios
Penghuni Ekaristi


Joined: 12 Feb 2004
Posts: 4198

PostPosted: Tue, 16-05-2006 9:26 am    Post subject: Reply with quote

Quote:
Konsili cuma meminta kalau lagu-lagu Ordinarium dalam bahasa Latin diajarkan kepada umat. Puji Syukur memuat semua lagu Ordinarium dalam bahasa Latin. Mengatakan hal ini memalukan dan menyedihkan rasanya berlebihan


Kamu hanya menyinggung art. 54 tanpa memperhatikan art. 116.

Tentu saja PS agak memalukan mengingat sejumlah lagu seperti O Salutaris Hostia, Sacri Solemnis, Veni Sancte Spiritu, Adoro te Devote, Attende Domine et Miserere, Sub tuum Praesidium, dll hilang dari peredaran sementara Christus vincit, Adeste Fidelis, O Filii et filiae hanya muncul bahasa Indonesianya saja.



Quote:
Lagu Pop Rohani sangat didukung untuk dikembangkan.
Yang jadi masalah apakah karakter lagu-lagu tersebut tepat untuk diinkorporasikan dalam Liturgi. Batasannya adalah Liturgi. Ibadat non-liturgis atau doa-doa kelompok bisa lebih variatif (World Youth Day misalnya dengan Jalan Salibnya yang dramatis bisa dijadikan contoh).



Jadi apa menurut kamu lagu-lagu Pentakostal bisa masuk Liturgi?

Dalam Misa-misa Charismatic Renewal seringkali (bahkan nyaris selalu) malah lagu-lagu Pentakostal dipakai menggantikan ordinarium bahkan Mazmur Tanggapan.

Coba aja pikir sendiri yang benar aja Sabda Allah=Kitab Mazmur disamain nilainya sama lagu Pentakostal (sic!).

Quote:
Liturgical Authenticam dan dekrit2 lainnya bagaimapun selalu menyediakan ruang untuk aprobasi inkulturasi. Berlutut sewaktu konsekrasi bisa diganti, tarian liturgis diizinkan dalam budaya yang memang tarian memiliki nilai religius. Kewenangan Konferensi Para Uskup dalam menghasilkan penyesuaian juga harus diperhatikan.

Coba ini diperhatikan
§ 1. The use of the Latin language is to be preserved in the Latin Rites, while maintaining particular law.

Meskipun bahsa lokal jelas diizinkan tapi toh Roma tetap meminta dengan sangat agar bahasa Latin diistimewakan.


Quote:
Namun yang kerap terjadi, adalah orang secara mudahnya menyatukan begitu saja dalam satu kantong general "pentekostal" kemudian membuangnya sekaligus, baik yang otentik Gerakan Karismatik Katolik dengan yang bukan.



Hanya ingin tahu saja, apakah menurutmu kita memang harus membuang yang "Pentakostal"?

Quote:
Jika ada penyimpangan atau umat atau kelompok yang memiliki pandangan yang salah tentang "Karismatik Katolik" maka perlu diarahkan untuk memahami Gerakan Karismatik Katolik sebagaimana dipahami oleh Gereja. Namun umumnya yang terjadi bahwa stempel "karismatik = sesat" siap dicap alih-alih mengarahkan mereka menghidupi dan memahami "karismatik" dalam kerangka apa yang diterima dan diberkati Gereja.




Sejujurnya aku yakin sekali bahwa Gerakan Karismatik sebagaimana yang dipahami Gereja adalah sesuatu yang ilusi atau mungkin fiktif (dan kalau pun ada hanya sangat sedikit). Mungkin 90% dari mereka yang mengaku "Karismatik Katolik" sebenarnya cuman apa yah mensikretismekan iman Katolik dengan bidaah Pentekostal.

Kamu menyinggung Emanuel dan belakangan ini aku dekat dengan mereka. Mereka itu kalau merayakan Liturgi sangat strict dan sangat patuh dengan GIRM.

Misa mereka itu yah benar2 Misa..Ordinarium nya meskipun pakai irama ciptaan sendiri tapi kata-katanya sesuai dengan teks tradisional dalam Missale Romanum bahkan beberapa dalam tetap bahasa Latin. Misa mereka tidak gegabah dengan mengganti Ordinarium dengan"Pentacostal praise and worship", tidak menambah-nambahi rubrik dengan "singing in the spirit". Waktu Adorasi selalu ada tempat untuk "Tantum Ergo".

Kesan mengikuti Misa, Ofisi dan Adorasi selama ini cukup baik, aku tidak menemukan abuse yang berarti yang biasanya selalu berjibun dalam acara-acara Cahrismatic Renewal lainnya.

Di luar itu aku tidak tahu seperti apa mereka. Tapi setidaknya sewaktu Litrugi mereka merayakannya dengan baik dan tidak bersikap semau gue (yang kayanya udah jadi ciri khas nya CCR)
_________________
Sancta et catholica Ecclesia, quae est corpus Christi mysticum
- Konsili Oikumenis Vatikan II Orientalum Ecclesiorum art.2
Back to top
View user's profile Send private message
shmily
Penghuni Ekaristi


Joined: 26 Oct 2005
Posts: 3782
Location: Ekaristi.org

PostPosted: Tue, 16-05-2006 12:02 pm    Post subject: Reply with quote

Alfonsus wrote:
Untuk Kumkum.

Menjawab pertanyaan anda, langsung dibuka dengan jawaban "bukan".
Justru karena bentuk dan efek dari gerakan ini sangat amat beragam sehingga disebut "Movement".

Ini bukan gerakan untuk berbagi pengalaman spiritual dan dibagi dalam kelompok.

Kalau kita bicara soal Gerakan Pembaharuan Karismatik Katolik, Gereja memandangnya sebagai suatu fenomena yang luas. Suatu pembaharuan spiritual yang dialami umat secara luas yang dapat memanifestasi dalam berbagai bentuk.

Salah satu manifestasi yang mungkin adalah Persekutuan Doa, atau kelompok sharing yang anda sebutkan. Tapi bisa juga dalam wujud lain, misalnya sekolah Misi di Roma yang dikelola Kongregasi Kepausan untuk Awam dan Komunitas Emmanuel, inipun buah dari pembaharuan Karismatik Katolik.

Karena itu, sebagai movement sebenarnya tidak ada batasan embel-embel "anggota Karismatik" vs "umat biasa non-Karismatik". Mungkin bisa dikatakan "saya anggota PD di sini" atau "anggota komunitas ini" atau "ambil bagian dalam kepengurusan organisasi ini", yang mungkin saja merupakan buah/manifestasi dari pembaharuan Karismatik. Tapi tentu saja semuanya tetap adalah "umat biasa".

Perlu diperhatikan bahwa dalam bicara soal Pembaharuan Karismatik, harus hati-hati untuk tidak mendefinisikan gerakan ini dari segelintir manifestasinya (baik atau buruk). Misalnya kecenderungan melihat bahwa Karismatik = PD, atau Karismatik = identik dengan lagu begini, pola begitu. Ini jelas hanya menjadi karikatur tentang apa itu Gerakan Pembaharuan Karismatik Katolik.

Sayangnya pengidentikan ini kerap terjadi, baik dari umat yang melihat dari luar maupun umat yang menyatakan diri 'karismatik'.

Harus diakui, kalau melihat begitu saja tidak semua yang melabel dirinya "karismatik Katolik" merupakan gerakan yang otentik sebagaimana dimengerti oleh Gereja lewat badan2 pastoral pembaharuan (ICCRS, BPK, BPN).

Namun yang kerap terjadi, adalah orang secara mudahnya menyatukan begitu saja dalam satu kantong general "pentekostal" kemudian membuangnya sekaligus, baik yang otentik Gerakan Karismatik Katolik dengan yang bukan.

Alfonsus, pernyataan anda cukup netral dan dapat diterima, namun pertanyaannya adalah anda tahu mana yang otentik? karena saya tidak mengetahui bagaimana PDKK perdana dilakukan.. namun setelah membaca visi misi KArismatik, saya percaya telah terjadi pergeseran nilai kegiatan komunitas yang dilakukan. Anda pernah ikut SHBDR ?

Ini yang saya temukan dalam KArismatik.net

Quote:


PENGERTIAN YANG HARUS DIHINDARI
Baptisan dalam Roh Kudus
Adalah salah besar berpendapat bahwa setiap orang Katolik yang sudah dibaptis dan menerima sakramen penguatan secara sah 'belum menerima Roh Kudus' justru hanya karena dia tidak memperlihatkan tanda-tanda yang jelas dan hidupnya yang dihayati dengan kuasa Roh Kudus. Dalam teologi Katolik diajarkan bahwa sakramen-sakramen itu secara obyektif berhasil guna, karena sakramen-sakramen itu tindakan Kristus sendiri. Karena itu baptisan ulang sakramental tidak pemah dianjurkan. Sebaliknya melalui pewartaan Injil yang segar setiap orang Katolik ditantang untuk 'bertobat' kembali, menyesal dan membuka dirinya atas cara yang baru untuk menerima karunia Roh Kudus, yang adalah 'Tuhan dan Pemberi hidup' dan jika diundang secara pribadi, akan mengubah hidup lama seseorang menjadi hidup baru. Dan dengan menghayati hidup yang baru, menjadi saksi Yesus Kristus yang telah bangkit.

Berbicara dalam bahasa Rob
Meskipun semua orang didorong untuk menghargai karunia 'bahasa roh', menginginkannya sebagai karunia doa dan didorong untuk menggunakannya, orang-orang Katolik percaya babwa bahasa roh hanya merupakan satu tanda dan sesuatu yang jauh lebih mendalam yang terjadi bila pencurahan Roh Kudus diberikan. Tidak seperti beberapa Gereja-Gereja Pentakosta klasik, Gereja Katolik tidak mengajarkan bahwa berbicara dalam bahasa roh merupakan 'bukti atau tanda' dan 'baptisan dalam roh'

Penyembuhan Misteri penderitaan yang dihadapi orang pada waktu sakit dan kematian tidak dapat dengan mudah diselesaikan dengan menegaskan bahwa kehendak Allah selalu mau menyembuhkan sekarang juga. Di satu pihak, karunia penyembuhan adalah sesuatu yang dicurahkan Allah dalam Gereja dan kita semua harus belajar bekerjasama dalam iman dengan karunia-karunia Roh sedemikan rupa sehingga kita sendiri dapat menerima penyembuhan dan melayani penyembuhan untuk orang-orang lain. Tetapi dilain pihak, orang suka menyalahkan orang yang sakit dengan mengatakan secara tidak langsung bahwa mereka tidak mempunyai iman! Paus Yohanes Paulus II selalu mengajarkan bahwa orang-orang sakit secara khusus dikasihi oleh Allah dan bahwa penderitaan mereka mempunyai nilai penebusan jika mereka mempersatukan diri dengan Tuhan.

Karena itu orang Katolik tidak boleh berpendapat bahwa orang sakit belum disembuhkan hanya karena dia 'kurang beriman'. Penyembuhan itu suatu proses dan bila doa-doa mohon kesembuhan tidak selalu dijawab dengan segera, hal itu mungkin ada alasan yang baik. Adalah salah juga mengatakan bahwa orang tidak usah minum obat dan hanya bersandar melulu pada 'doa-doa penuh iman'.

Mereka yang memimpin Seminar harus selalu mengingat tiga hal ini:

Penyajian pokok dari Injil jangan dihilangkan. Penyajian Injil harus dinyatakan dengan jelas, sederhana dan dengan keyakinan. Banyak orang Katolik perlu mendengarkan Injil lagi untuk menjawab dengan komitmen yang asli dan mendalam kepada Kristus.

Ajaran pokok tentang apa yang mau dikerjakan oleh Tuhan bagi semua orang yang datang kepadaNya hendaknya dijelaskan atas cara yang cukup sederhana untuk mencapai secara langsung hati orang, tanpa memasuki soal-soal teologis dan dogmatis. Soal-soal teologis dan dogmatis ini dapat dibicarakan diluar seminar dan bukan didalam seminar.

Karena seminar itu dimaksudkan untuk menyediakan kesempatan bagi orang-orang untuk mengetahui lebih banyak tentang hidup yang dihayati dalam kuasa Roh Kudus dan untuk ditolong dalam mengambil langkah- langkah pertama untuk menjalin relasi yang baru dengan Tuhan maka harus diusahakan untuk memastikan bahwa suasana doa dan suasana suka cita senantiasa meraja.


Pola Persekutuan


Keunikan dari Persekutuan Doa Karismatik Katolik adalah:

A. FOKUS KEPADA YESUS KRISTUS

Didalam Persekutuan Doa Karismatik Katolik, umat memfokuskan pikiran dan hatinya hanya kepada Yesus Kristus dan merasakan kasihNya yang tak terbatas.

Dengan kuasa Roh Kudus, maka hubungan yang pribadi dengan Yesus bisa dibentuk, sehingga kehidupan umat dapat sepenuhnya mengikuti rencana Allah – dan bukan lagi menuruti rencana dirinya sendiri.

B. BENTUK PUJIAN DAN PENYEMBAHAN

Pujian dan penyembahan dilakukan bukan sebagai kelompok seperti di Gereja Katolik tradisional, tetapi lebih pribadi sifatnya. Bukan lagi nyanyian dilakukan “tentang” Yesus Kristus, tetapi “kepada” Yesus Kristus.

Lagu-lagu yang dinyanyikan biasanya berkaitan dengan ayat-ayat yang terdapat didalam Alkitab.

Dalam menyanyikan lagu-lagu pujian dan penyembahan, umat seringkali mengangkat tangannya. Akan tetapi hal ini tidak diharuskan. Semangat dalam pujian dan penyembahan ditujukan sepenuhnya kepada hubungan pribadi yang terjadi dengan Tuhan.

C. PENDALAMAN ALKITAB

Gerakan Pembaharuan Katolik Karismatik lebih banyak menekankan kepada pentingnya umat untuk membaca, mendalami dan melakukan Firman Tuhan.

Sejak awal terjadinya gerakan ini, kelompok Karismatik Katolik selalu membawa Alkitab untuk dibaca, dipelajari dan diimani.

Pentingnya akan penguasaan dan mendalaman Firman Tuhan ini agak membedakan Gerakan Pembaharuan Karismatik Katolik dibandingkan Gereja Katolik tradisional.

D. KARUNIA ROH KUDUS

Ketika mengikuti Persekutuan Doa Karismatik Katolik, umat biasanya berbahasa Roh. Banyak umat Katolik yang merasa tidak nyaman berada di dalam Persekutuan Doa ini karena mereka belum menerima berbagai karunia-karunia Roh Kudus.

Karunia Roh Kudus tidak membuat seseorang lebih kudus atau lebih suci dari yang lain. Karunia tersebut diberikan secara gratis oleh Roh Kudus, [/b]dan bukan untuk disombongkan kepada orang lain.[b]

Yang lebih diutamakan adalah hubungan dan komunikasi secara pribadi dengan Yesus Kristus saat mengikuti Persekutuan Doa tersebut. Roh Kudus bekerja dengan caraNya sendiri didalam diri setiap orang – dan setiap orang sangat berharga dihadapan Allah.

E. MANIFESTASI

Saat berlangsungnya doa, beberapa umat bisa mengalami manifestasi karena hadirnya Roh Kudus saat itu. Walaupun hal ini tidak selalu terjadi, akan tetapi jika terjadi, tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Panitia Persekutuan Doa atau para pembimbingnya selalu siap untuk membantu umat yang sedang mengalami manisfestasi tersebut.

Umat yang lain dapat membantu dengan doa ataupun menumpangkan tangannya kepada yang sedang mengalami manisfestasi.



Quote:

Karisma-karisma dan karunia rohani yang umumnya menyertai Gerakan ini juga baik untuk diberi pengertian sebagaimana diarahkan oleh badan2 pastoral di atas

Jika ada penyimpangan atau umat atau kelompok yang memiliki pandangan yang salah tentang "Karismatik Katolik" maka perlu diarahkan untuk memahami Gerakan Karismatik Katolik sebagaimana dipahami oleh Gereja.


Kebanyakan awam PDKK memungkiri adanya penyimpangan yang terjadi dalam tubuh PDKK itu sendiri.. Memberi Pengertian makna Karunia Roh Kudus seharusnya bukan saja ditujukan kepada mereka yang memiliki pandangan salah mengenai gerakan Karismatik Katolik tetapi juga kepada mereka yang berada dalam gerakan tersebut, untuk menjaga kemurnian Gerakan pembaharuan KArismatik Katolik.

Saya rasa pernyataan anda tepat sekali.. namun saya mungkin lebih bisa menerima apa yang dijelaskan wakil otoritas Gereja Katolik (setidaknya seorang Imam)
_________________
Salam dan doa
F A Q Belajar Bersama Kanon 7 Sakramen

Psalms 119:159 See how I love your precepts, LORD; in your kindness give me life.
Back to top
View user's profile Send private message
Alfonsus



Joined: 16 Feb 2004
Posts: 383
Location: Jakarta, Indonesia

PostPosted: Tue, 16-05-2006 1:52 pm    Post subject: Reply with quote

Athan,

Tentu saja tidak dimasukkan karena Uskup-uskup Indonesia memilih menggunakan lagu-lagu Indonesia untuk Gradual yang bukan Ordinarium.
Karena klausa tentang inipun ada bukan?
Karena itu pilihannya adalah, yang mana yang mau dipertahankan sebisa mungkin dalam bahasa Latin sementara Liturgi sendiri memberi ruang untuk inkulturisasi?
Uskup-uskup Indonesia menjawab dengan mengikuti yang minimal: Mempertahankan Ordinarium Latin bersama dengan Ordinarium terjemahan. Tapi penggunaan Gradual lebih menggunakan lagu2 Indonesia.


Dan tentu saja memang Latin memiliki posisi khusus. Tapi pertanyaan selanjutnya, sejauh mana posisi khusus ini diwujud-nyatakan?
Makan waktu puluhan tahun sampai kita memperoleh aprobasi resmi terjemahan yang sekarang ini kita miliki.

Bahkan di Vatikan pun, Misa sehari-hari menggunakan bahasa Italia dan bukan Latin. Untuk kesempatan2 Misa pontifical khusus bahasa Latin digunakan untuk bagian besar Liturgi (mengingat doa umat didaraskan dalam bahasa-bahasa lokal).

Karena itu, apa clear-cut "diperbolehkan menggunakan bahasa lokal tapi memberi tempat khusus untuk bahasa Latin?"
Pada akhirnya ini jatuh ke tangan Konferensi Para Uskup setempat memutuskan.


Tanggapan Athan tentang Gerakan Karismatik Katolik seperti inilah yang saya katakan "meyamakan dalam satu kantong".

Saat anda mengatakan:
Quote:
Sejujurnya aku yakin sekali bahwa Gerakan Karismatik sebagaimana yang dipahami Gereja adalah sesuatu yang ilusi atau mungkin fiktif (dan kalau pun ada hanya sangat sedikit). Mungkin 90% dari mereka yang mengaku "Karismatik Katolik" sebenarnya cuman apa yah mensikretismekan iman Katolik dengan bidaah Pentekostal.


Yang mana yang anda maksud? Kelompok atau orang-orang yang menyebut dirinya "karismatik"? Jika ini saya bisa setuju, walau statistiknya saya tidak komentari karena tidak ada data empirisnya.

Tapi jika yang anda maksud sungguh seperti yang anda tulis "Gerakan Karismatik sebagaimana yang dipahami Gereja", bukankah anda telah memasukkan Gerakan Karismatik Katolik yang otentik karena anda tulis "sebagaimana dipahami Gereja" kedalam karung yang sama dengan yang "tidak direstui Gereja?"

Bukankah titik pangkal kita haruslah dari dokumen-dokumen, konvensi dan tulisan2 yang diterbitkan oleh yang berwenang (ICCRS, BPN, BPK, Konvensi-konvensi internasional dan nasional, dsb)?


Komunitas Emmanuel yang anda sebutkan memang sudah cukup terkenal. Saya juga sempat beberapa kali hadir dalam acara adorasi mereka sebelum pindah ke Benhil. Waktu itu masih di kapela SCJ.

Dan ini adalah komunitas pembaharuan Karismatik Katolik. Seperti kita lihat, manifestasinya bisa sangat berbeda antara kelompok yang satu dengan yang lain.

Sekarang, kalau ada kelompok yang kita katakan 'menyimpang', apa pilihannya?

Sekalian saja bantai dengan selimut "karismatik = sesat", atau dengan mengarahkan lebih lanjut untuk menggali "gerakan karismatik seperti apa yang direstui dan diberkati Gereja?".

Apakah pengakuan Gereja suatu hal yang salah atau semu? Saya rasa saya tidak cukup kompeten untuk menilai. Penilaian yang dilakukan Gereja melibatkan banyak tokoh dan Kongregasi Curia Romana. Bahkan kita tidak cukup kenal dengan dokumen2 ICCRS sepenuhnya. Tanpa setidaknya mempelajari semua point2 ini, terlalu gegabah bagi saya bahkan untuk mengomentari keputusan Gereja dalam hal ini.

Saya merasa penilaian yang demikian paralel dengan penilaian para tradisionalis yang tidak 'in good standing' dengan Gereja. Mereka menyalahkan semua masalah administrasi Gereja, abuse, ekses dengan Konsili Vatikan II tanpa mungkin pernah membaca dokumen2nya dan dokumen2 lain pasca konsili.
_________________
Agios o Theos, agios Ischyros, agios Athanatos, eleison eimas
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger
adricky



Joined: 08 May 2006
Posts: 193
Location: Jakarta

PostPosted: Tue, 16-05-2006 2:07 pm    Post subject: Re : Kayaknya diskusi tentang karismatik ya ? Reply with quote

Quote:
Saya merasa penilaian yang demikian paralel dengan penilaian para tradisionalis yang tidak 'in good standing' dengan Gereja. Mereka menyalahkan semua masalah administrasi Gereja, abuse, ekses dengan Konsili Vatikan II tanpa mungkin pernah membaca dokumen2nya dan dokumen2 lain pasca konsili.


Seandainya teman2 yang lain tidak menutup mata dan memberi kesempatan kepada teman2 yang mengaku "Karismatik" untuk juga mengetahui "Karismatik" seperti apa yang disetujui Gereja, rasanya diskusinya bisa berjalan lebih damai....

Menurut Alfonsus sendiri, kira2 "Karismatik" seperti apa yang kira2 mendapat persetujuan Gereja ?

Seperti Komunitas Emmanuel yang punya lagu2 sendiri (yg pasti bikinan orang Katolik di Perancis), trus tanpa ada Bahasa Roh yang menggebu-gebu, melainkan keheningan di hadapan Sakramen Mahakudus (kalo ga salah biasanya ibadatnya didepan Tabernakel) ?

Atau gaya KTM (Komunitas Tritunggal Mahakudus) ? Melalui pujian dan penyembahan dengan lagu2 Karismatik, tapi juga mengutamakan keheningan, dengan adanya sel2 wilayah yang mengajarkan tentang iman Katolik ?
_________________
Ricky Handaya
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger MSN Messenger
Alfonsus



Joined: 16 Feb 2004
Posts: 383
Location: Jakarta, Indonesia

PostPosted: Tue, 16-05-2006 2:08 pm    Post subject: Reply with quote

shmily,

Pembicaraan kita sekarang, menaggapi tulisan anda merupakan topik yang berbeda dari yang dibicarakan sebelumnya yang merupakan tanggapan untuk Sdr. Kumkum.

Sebelumnya dengan kutipan dari Preamble ICCRS kita menjawab pertanyaan, "apakah Gerakan Karismatik Katolik secara resmi memiliki tempat dalam Gereja?" dan "bagaimana pengertian mendasar Gereja tentang Gerakan Karismatik Katolik yang otentik?"

Selanjutnya kita memasuki masalah pastoral. Apa yang anda ajukan kurang lebih sejalur dengan "ada penyimpangan yang terjadi, ada pergeseran visi misi dalam kelompok-kelompok karismatik katolik di lapangan (walau saya percaya tidak semua mengalami pegeseran). Menanggapi itu, bagaimana mengedukasi umat yang secara khusus terjun ke dalam gerakan ini maupun yang merasa dirinya hanya sebagai pengamat?"

Jika demikian, seperti anda katakan "bagaimana membedakan yang otentik dengan yang tidak?"
Sama saja dengan yang lain-lain, ya kita harus belajar, menggali informasi dan mengedukasi setidaknya diri kita sendiri dulu tentang fenomena ini.

Ada dokumen2 yang mengarahkan pembaharuan Karismatik Katolik. ICCRS didirikan bukan cuma untuk nama saja. BPN dan BPK didirikan dibawah pengawasan uskup dan imam-imam keuskupan juga menghasilkan dokumen-dokumen pastoral.
Juga interaksi dengan kelompok-kelompok pembaharuan yang secara nasional dan internasional "in good standing with the Church" juga perlu.
Baca juga tulisan-tulisan tokoh pembaharuan Karismatik Katolik internasional yang selalu bekerja sama dengan ICCRS.

Anda bisa melihat tulisan2 Rm. Rio Cantalamessa OFM misalnya, seorang imam Fransiskan sekaligus pengkotbah Kepausan.
Dulu ada almarhum Rm. Tardiff, walau beliau sudah meninggal tulisan-tulisannya masih ada.
Ada juga tokoh seperti Sr. Briege McKenna OSC, yang memiliki ministry memimpin retret para imam.
Kita tidak mengkultuskan orang-orang ini, tapi tulisan2 dan pengalaman-pengalaman mereka dalam membina Gerakan Pembaharuan Karismatik Katolik juga layak untuk dibaca.
_________________
Agios o Theos, agios Ischyros, agios Athanatos, eleison eimas
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger
Display posts from previous:   
Post new topic   This topic is locked: you cannot edit posts or make replies.    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Previous Next
Page 10 of 12

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17