FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Sekolah Katolik = sekolah mahal ???    
Goto page: Previous

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera
View previous topic :: View next topic  
Author Message
YudasTadeus



Joined: 12 Sep 2008
Posts: 14

PostPosted: Tue, 23-12-2014 1:11 pm    Post subject: Reply with quote

sekolah katolik saat ini memang utk kalangan tertentu saja, istilah subsidi silang?? Kita harus benar2 miskin supaya dapat subsidi silang. Kalau masih kelas menengah (gak kaya gak miskin) sih ya siap2 tetep kena getok.

masih ingat waktu sekolah, saat penerimaan SD/SMP ortu murid banyak yg sok miskin, nawar2 harga kayak di pasar. (biar uang pangkal dan SPP jg ga kena mahal sama suster c***o). Banyak dr mereka kena murah senengnya bukan main, setelah dapet murah BMW, Mercy-nya nya baru keluar lg deh. ortu saya yg apa adanya tanpa nego krn menganggap bhw sekolah itu bukan pasar, malah digetok tinggi. Ya ga apa2, krn pada saat itu memang masih mampu (Kalo emang mampu, kami ga bakalan pelit2 buat gereja)

nah pas adik saya yg bontot mau masuk sekolah yg sama, sayangnya ekonomi klg lg turun, namun tetap saja uang masuk langsung digetok harganya sama pihak sekolah. Walah bener2 terlalu almamater saya itu, akhirnya cari sekolah katolik lain yg dirasa lebih terjangkau.

Sekolah Katolik saat ini sudah bergeser dari nilai2 yang dulu saya pelajari...Bagaimana ketika anak saya masuk nanti ya??

apakah akan semakin sempit untuk yg kaya2 dan pintar2 saja??
Back to top
View user's profile Send private message
YudasTadeus



Joined: 12 Sep 2008
Posts: 14

PostPosted: Tue, 23-12-2014 1:34 pm    Post subject: Reply with quote

Yolie wrote:
Usul nih......... sekarang sekolah Katholik untuk survive sudah mepet. Belum lagi kalau ada ini itu.
Suster/Pastor yang jadi ketua yayasan memang mereka mendapatkan sumbangan pribadi dari ex murid dll. Donatur memang mempercayakan pada person tsb. Makanya mereka yang akan bertanggungjawab terhadap ordo masing2. Itu bukan urusan kita titik.

Yang paling penting, kita yang alumni dari sekolah tersebut...... mulai memikirkan dan menggalang teman2 ...... bukan hanya untuk reuni, tapi memikirkan apa yang dapat kita berikan pada almamater.

Yang aku tahu ITB, mereka mempunyai kelompok ortu yang menggalang dana dari mahasiswa untuk membantu temannya. Nah di sana terkumpul juga mantan2 mahasiswa yang sudah berhasil, mereka menjadi donatur2.

Kiranya kita patut meniru ini. Kita bisa berdiri terlepas dan mengelola serta mengatur AD/ART sendiri. Daripada sekolah hanya tergantung dari anggaran yang disisihkan oleh gereja dan membuat subsidi silang di antara murid2 yang menyebabkan ......... aaiioouu.........

Kanisius, De Brito, Aloysius........ dan Tarakanita, Ursula, dll masih banyak sekali........ ke mana? Mana alumni mereka? Kita cenderung jalan sendiri2, dengan mentransfer dana ke suster/pastor........ dan menyerahkan dana itu untuk dikelola......... kemudian menjadi sas sus yang tidak enak.

Yang perlu kita pikirkan, apa yang dapat kita lakukan untuk membuat sekolah Katholik murah dan bermutu.
Netters ekaristi.org pasti dapat melakukan yang terbaik sebagai Gereja yang handal dan kompeten. Proficiat.


sekolah2 ngetop itu umumnya menghasilkan alumni2 yg cenderung ekslusif. Saya bs bicara spt itu karena pernah bersekolah di sekolah ngetop nan mahal (SD-SMP) dan sekolah katolik yg berjuang di pelosok (SMA - Asrama).

Ingat betul dalam benak saya, saat sekolah di sekolah katolik elite tsb anak2 org kaya kerap menonjolkan kekayaan, saya sempat merasa minder lho walaupun pada saat itu saya minta pasti dibeliin oleh ortu waktu itu lagi jaman2nya bawa hp ke sekolah gak tanggung2 teman2 saya bawa NOKIA 8250, saya dibelikan NOKIA 8210, namun pada saat saya SMA baru sadar bersekolah dg teman2 yg berasal dr pelosok desa campur kota. ada yg ga bener disitu. khususnya dalam hal GAP EKONOMI.

Saat SMP pun kelas saya duduknya sendiri2, mungkin sekolah berharap spy anak2 murid belajar utk mencontek atau mengganggu satu sama lain, padahal, yg namanya usaha nyontek mah bs dg berbagai cara. namun dr konfigurasi tmp duduk tsb ada satu nilai yg mereka lupakan, yaitu NILAI SALING BERBAGI, bukan berbagi jawaban lho, tapi saling tolong menolong dan saling membantu antar teman.khususnya yang pintar dg kurang.

Hasilnya ya gitu deh...lulusannya egois2 dan hanya mementingkan diri sendiri. Betul sih pinter2, cerdas2, dan kaya2...tapi ya buat apa?? mereka hanya berjuang bagi diri mereka sendiri. Kebersamaan yang hangat???

Seperti itukah ajaran nilai katolik di kota2 besar...??
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Previous
Page 7 of 7

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17