FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Ahok=Yesus?    
Goto page: Next

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka
View previous topic :: View next topic  
Author Message
maruko_lien
Penghuni Ekaristi


Joined: 21 Sep 2005
Posts: 1366
Location: somewhere over the rainbow

PostPosted: Thu, 11-05-2017 9:09 am    Post subject: Ahok=Yesus? Reply with quote

sebenarnya malas sekali menulis ini...tapi apa daya..

sejak 2014 (pilpres) Jokowi vs Prabowo, kaum Kristen (dan tentunya Katolik) selalu menggunakan pengandaian Jokowi=Yesus

-Wajahnya tidak rupawan..dll dst (dari Kitab Yeremia)
-Si anak 'tukang kayu' (padahal tukang mebel)
-Pemimpin seharusnya mengendarai Keledai, bukan Kuda.
dll.

Lalu yang paling kacau adalah pasca kekalahan Ahok pada Pilgub...1 timeline facebook dan juga twitter meratapi Ahok bagai meratapi Yesus..dan 1 alkitab bertebaran di newsfeed.

- Kerajaannya bukan dari dunia ini.
- Veronika mengusap wajahnya
- nabi yang ditolak di negerinya sendiri
- Yesus pun kalah dalam buang undi
- Dan rakyat memilih Barabas.
- Dia disalibkan disesah dll
- hakim agung=pilatus, buni yani=barabas, ahok=Yesus, dll

dan bertebaran ayat2 tentang kejujuran dan kebenaran.

Terus terang ini fenomena mengkhawatirkan..will all due respect kepada semua pendukung ahok dan jokowi yang merasa cinta kejujuran dan kebenaran...KARENA...kita tidak benar2 tau apa yang sebenarnya terjadi dan Politik itu KOTOR.

Kita sudah melihat Islam yang jatuh pada berhala bahwa nama 'islam' adalah sesuatu yang kudus sehingga tidak boleh sama sekali tersentuh meski itu untuk mengacu kepada oknum islam yang salah, namun sebagai orang katolik dan semua orang kristen, fenomena baru muncul dimana Ahok dan Jokowi adalah MANUSIA tanpa noda dan dosa sehingga sama sekali tidak boleh dikritik dan sekarang lebih gila lagi disamakan dengan Yesus.

Padahal kita tau, bahwa Paus sekalipun tidak lepas dari dosa dan hanya dilindungi dalam kapasitasnya sebagai pemimpin umat dalam menyampaikan ajaran iman dan moral dalam kapasitas pemimpin umat..lalu priviledge apa yang Jokowi dan Ahok punyai sehingga semua orang katolik ramai2 membela mereka untuk SEMUA KASUS?

buat saya, ini adalah semacam 'penistaan' yang kita lakukan terhadap iman kita sendiri, seperti umat israel yang membuat patung sapi emas setelah mereka ditolong Allah dari perbudakan Mesir.
_________________
Salam dan doa
Pendatang Baru Belajar Bersama Kanon 7 Sakramen
Back to top
View user's profile Send private message
gigikuning



Joined: 15 May 2016
Posts: 181

PostPosted: Thu, 11-05-2017 11:03 am    Post subject: Re: Ahok=Yesus? Reply with quote

maruko_lien wrote:
sebenarnya malas sekali menulis ini...tapi apa daya..

sejak 2014 (pilpres) Jokowi vs Prabowo, kaum Kristen (dan tentunya Katolik) selalu menggunakan pengandaian Jokowi=Yesus

-Wajahnya tidak rupawan..dll dst (dari Kitab Yeremia)
-Si anak 'tukang kayu' (padahal tukang mebel)
-Pemimpin seharusnya mengendarai Keledai, bukan Kuda.
dll.

Lalu yang paling kacau adalah pasca kekalahan Ahok pada Pilgub...1 timeline facebook dan juga twitter meratapi Ahok bagai meratapi Yesus..dan 1 alkitab bertebaran di newsfeed.

- Kerajaannya bukan dari dunia ini.
- Veronika mengusap wajahnya
- nabi yang ditolak di negerinya sendiri
- Yesus pun kalah dalam buang undi
- Dan rakyat memilih Barabas.
- Dia disalibkan disesah dll
- hakim agung=pilatus, buni yani=barabas, ahok=Yesus, dll

dan bertebaran ayat2 tentang kejujuran dan kebenaran.

Terus terang ini fenomena mengkhawatirkan..will all due respect kepada semua pendukung ahok dan jokowi yang merasa cinta kejujuran dan kebenaran...KARENA...kita tidak benar2 tau apa yang sebenarnya terjadi dan Politik itu KOTOR.

Kita sudah melihat Islam yang jatuh pada berhala bahwa nama 'islam' adalah sesuatu yang kudus sehingga tidak boleh sama sekali tersentuh meski itu untuk mengacu kepada oknum islam yang salah, namun sebagai orang katolik dan semua orang kristen, fenomena baru muncul dimana Ahok dan Jokowi adalah MANUSIA tanpa noda dan dosa sehingga sama sekali tidak boleh dikritik dan sekarang lebih gila lagi disamakan dengan Yesus.

Padahal kita tau, bahwa Paus sekalipun tidak lepas dari dosa dan hanya dilindungi dalam kapasitasnya sebagai pemimpin umat dalam menyampaikan ajaran iman dan moral dalam kapasitas pemimpin umat..lalu priviledge apa yang Jokowi dan Ahok punyai sehingga semua orang katolik ramai2 membela mereka untuk SEMUA KASUS?

buat saya, ini adalah semacam 'penistaan' yang kita lakukan terhadap iman kita sendiri, seperti umat israel yang membuat patung sapi emas setelah mereka ditolong Allah dari perbudakan Mesir.


Well, honestly, that's a bold statement. Apakah mba Mar mengatakan bahwa orang Katolik (atau siapapun juga dari kelompok lain) yang mendukung kasus-kasus mereka pasti menganggap bahwa mereka berdua tiada dosa? Aku rasa ini bukan asumsi yang tepat. Membela seseorang dalam kasus2 tertentu bukan berarti menganggap yang bersangkutan bebas sepenuhnya dari kesalahan. Bisa saja si A membela si X karena si X memang tidak bersalah dalam kasus yang dituduhkan. Setidaknya beberapa orang katolik (atau siapapun yg pro jokowi-ahok) yang aku kenal membela mereka dengan alasan yang cukup logis.

Aku setuju bahwa kita tidak bisa benar2 100% tahu apa yang terjadi, dan wajib berpikiran skeptik. Nonetheless, kita tetap bisa mencari tahu sendiri mengenai apa yang terjadi, setidaknya beberapa persen mendekati kebenaran, kemudian kita bisa bertindak berdasarkan analisa tersebut.

Aku secara pribadi mendukung kegaduhan beberapa hari belakangan karena Ahok divonis bersalah. Hal ini penting untuk menunjukkan kepada kaum radikal bahwa rakyat indonesia tidak diam. Semakin yang pro-NKRI diam, semakin pula yang pro radikal ngelunjak. Anyway, aku memang mengasosiasikan penekan kasus ahok sebagai kaum radikal (yang ditunggangi elit politik). Kaum radikal menutup mata dengan tunggangan politik karena kedua kelompok ini punya common goal. Yang radikal ingin mempersatukan umat islam dengan kasus ahok, sedangkan yang politik mau berkuasa. Untuk masalah yang cukup kritis seperti sekarang ini, menurut ku, diam bukanlah pilihan. Semua harus bersuara supaya pemerintah tidak ditekan oleh 1 pihak tertentu. Bagi ku, yang jauh lebih penting dari sekedar membebaskan ahok adalah melawan kaum radikal.


Kemudian yang terakhir, ada beberapa grup yang ngerasa "odious" terhadap si Ahok karena dia membenarkan iman islam, dia bukan katolik etc. Untuk grup tersebut, saya mengucapkan congratulations. You think exactly like those radical pathetic scums. hahahaha
Back to top
View user's profile Send private message
ardie_b



Joined: 04 Jul 2010
Posts: 141
Location: Jakarta

PostPosted: Thu, 11-05-2017 2:59 pm    Post subject: Re: Ahok=Yesus? Reply with quote

maruko_lien wrote:
sebenarnya malas sekali menulis ini...tapi apa daya..

sejak 2014 (pilpres) Jokowi vs Prabowo, kaum Kristen (dan tentunya Katolik) selalu menggunakan pengandaian Jokowi=Yesus

-Wajahnya tidak rupawan..dll dst (dari Kitab Yeremia)
-Si anak 'tukang kayu' (padahal tukang mebel)
-Pemimpin seharusnya mengendarai Keledai, bukan Kuda.
dll.

Lalu yang paling kacau adalah pasca kekalahan Ahok pada Pilgub...1 timeline facebook dan juga twitter meratapi Ahok bagai meratapi Yesus..dan 1 alkitab bertebaran di newsfeed.

- Kerajaannya bukan dari dunia ini.
- Veronika mengusap wajahnya
- nabi yang ditolak di negerinya sendiri
- Yesus pun kalah dalam buang undi
- Dan rakyat memilih Barabas.
- Dia disalibkan disesah dll
- hakim agung=pilatus, buni yani=barabas, ahok=Yesus, dll

dan bertebaran ayat2 tentang kejujuran dan kebenaran.

Terus terang ini fenomena mengkhawatirkan..will all due respect kepada semua pendukung ahok dan jokowi yang merasa cinta kejujuran dan kebenaran...KARENA...kita tidak benar2 tau apa yang sebenarnya terjadi dan Politik itu KOTOR.

Kita sudah melihat Islam yang jatuh pada berhala bahwa nama 'islam' adalah sesuatu yang kudus sehingga tidak boleh sama sekali tersentuh meski itu untuk mengacu kepada oknum islam yang salah, namun sebagai orang katolik dan semua orang kristen, fenomena baru muncul dimana Ahok dan Jokowi adalah MANUSIA tanpa noda dan dosa sehingga sama sekali tidak boleh dikritik dan sekarang lebih gila lagi disamakan dengan Yesus.

Padahal kita tau, bahwa Paus sekalipun tidak lepas dari dosa dan hanya dilindungi dalam kapasitasnya sebagai pemimpin umat dalam menyampaikan ajaran iman dan moral dalam kapasitas pemimpin umat..lalu priviledge apa yang Jokowi dan Ahok punyai sehingga semua orang katolik ramai2 membela mereka untuk SEMUA KASUS?

buat saya, ini adalah semacam 'penistaan' yang kita lakukan terhadap iman kita sendiri, seperti umat israel yang membuat patung sapi emas setelah mereka ditolong Allah dari perbudakan Mesir.

Indonesia Katolik -Terjemahan Baru   © Ekaristi dot Org
Markus  13:5Maka mulailah Yesus berkata kepada mereka: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!
Markus  13:6Akan datang banyak orang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah dia, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.
Markus  13:7Dan apabila kamu mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang, janganlah kamu gelisah. Semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya.
Markus  13:8Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan. Akan terjadi gempa bumi di berbagai tempat, dan akan ada kelaparan. Semua itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.
Markus  13:9Tetapi kamu ini, hati-hatilah! Kamu akan diserahkan kepada majelis agama dan kamu akan dipukul di rumah ibadat dan kamu akan dihadapkan ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja karena Aku, sebagai kesaksian bagi mereka.
Markus  13:10Tetapi Injil harus diberitakan dahulu kepada semua bangsa.

Indonesia Katolik -Terjemahan Baru   © Ekaristi dot Org
Markus  13:14"Apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat yang tidak sepatutnya--para pembaca hendaklah memperhatikannya--maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan.
Markus  13:15Orang yang sedang di peranginan di atas rumah janganlah ia turun dan masuk untuk mengambil sesuatu dari rumahnya,
Markus  13:16dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya.
Markus  13:17Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu.
Markus  13:18Berdoalah, supaya semuanya itu jangan terjadi pada musim dingin.
Markus  13:19Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia, yang diciptakan Allah, sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.
Markus  13:20Dan sekiranya Tuhan tidak mempersingkat waktunya, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan yang telah dipilih-Nya, Tuhan mempersingkat waktunya.
Markus  13:21Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: Lihat, Mesias ada di sini, atau: Lihat, Mesias ada di sana, jangan kamu percaya.
Markus  13:22Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-orang pilihan.
Markus  13:23Hati-hatilah kamu! Aku sudah terlebih dahulu mengatakan semuanya ini kepada kamu."

Anda tahu sendiri bahwa islam merebut Yerusalem saat perang salib, sehingga semua tanda dan bukti sejarah bahwa Allah yang menuntun Israel adalah dari keturunan Daud yang adalah iman kristiani akhirnya mereka rebut dan mengakuinya sebagai milik islam, termasuk merubuhkan sinagoga dan bait Allah dan menggantinya dengan kubah emas. Anda tahu juga bahwa bbrp tahun lalu isis berusaha menghilangkan tanda2 sejarah agama kristiani termasuk menghancurkan makam nabi Yunus, dan berbagai situs sejarah lainnya. Mereka berusaha membalikkan fakta sejarah sehingga mereka berharap yang dianggap jalan kebenaran dari agama mereka, mereka juga mengakui yohanes pembaptis dengan nama yahya, namun mereka tidak mau mengakui 25 nabi lainnya dalam injil. Btw maruko anda menyebut islam kudus itu apa? di dunia ini tidak ada yang kudus karena semua manusia telah nyata berada dibawah kuasa dosa dan semua kata2 Yesus adalah kebenaran yang rasional dan realistis. Dan kekudusan itu hanyalah anugerah dari Yesus semata.
Namun Yesus juga menyelamatkan mereka yang hidup benar sesuai perintahNya apapun agamanya, anda pernah mendengar sabda ahli taurat yang berkata kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap jiwa, hati, dan kekuatanmu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri, lalu Yesus menjawabnya "Engkau tidak jauh dari kerajaan Allah"
Back to top
View user's profile Send private message
maruko_lien
Penghuni Ekaristi


Joined: 21 Sep 2005
Posts: 1366
Location: somewhere over the rainbow

PostPosted: Thu, 11-05-2017 4:27 pm    Post subject: Reply with quote

gigikuning wrote:
Well, honestly, that's a bold statement. Apakah mba Mar mengatakan bahwa orang Katolik (atau siapapun juga dari kelompok lain) yang mendukung kasus-kasus mereka pasti menganggap bahwa mereka berdua tiada dosa? Aku rasa ini bukan asumsi yang tepat. Membela seseorang dalam kasus2 tertentu bukan berarti menganggap yang bersangkutan bebas sepenuhnya dari kesalahan. Bisa saja si A membela si X karena si X memang tidak bersalah dalam kasus yang dituduhkan. Setidaknya beberapa orang katolik (atau siapapun yg pro jokowi-ahok) yang aku kenal membela mereka dengan alasan yang cukup logis.

Aku setuju bahwa kita tidak bisa benar2 100% tahu apa yang terjadi, dan wajib berpikiran skeptik. Nonetheless, kita tetap bisa mencari tahu sendiri mengenai apa yang terjadi, setidaknya beberapa persen mendekati kebenaran, kemudian kita bisa bertindak berdasarkan analisa tersebut.

Aku secara pribadi mendukung kegaduhan beberapa hari belakangan karena Ahok divonis bersalah. Hal ini penting untuk menunjukkan kepada kaum radikal bahwa rakyat indonesia tidak diam. Semakin yang pro-NKRI diam, semakin pula yang pro radikal ngelunjak. Anyway, aku memang mengasosiasikan penekan kasus ahok sebagai kaum radikal (yang ditunggangi elit politik). Kaum radikal menutup mata dengan tunggangan politik karena kedua kelompok ini punya common goal. Yang radikal ingin mempersatukan umat islam dengan kasus ahok, sedangkan yang politik mau berkuasa. Untuk masalah yang cukup kritis seperti sekarang ini, menurut ku, diam bukanlah pilihan. Semua harus bersuara supaya pemerintah tidak ditekan oleh 1 pihak tertentu. Bagi ku, yang jauh lebih penting dari sekedar membebaskan ahok adalah melawan kaum radikal.


Kemudian yang terakhir, ada beberapa grup yang ngerasa "odious" terhadap si Ahok karena dia membenarkan iman islam, dia bukan katolik etc. Untuk grup tersebut, saya mengucapkan congratulations. You think exactly like those radical pathetic scums. hahahaha


Ahok tidak bersalah dalam kasus penistaan agama itu sudah jelas.

Pembelaan terhadap Ahok sebenarnya tidak hanya pada kasus penistaan agama tapi SEMUA KASUS..dan yang mengerikan dari semua pembelaan ini adalah apa yang saya sorot yaitu "MENYAMAKAN AHOK DENGAN YESUS".

INI BAHAYA dan sama dengan Muslim Indonesia yang ribut2 belakangan ini yang selalu tersinggung kalau ada nama islam disinggung2 (==yang saya sebut, nama islam seakan kudus sehingga semua yang berhubungan dengan islam tidak boleh dikutak katik).

kasus penistaan agama memang sangat aneh, tapi pembelaan kepada Ahok dengan menggunakan perumpamaan YESUS itu sungguh mengerikan dan menyedihkan.

----

Islam menggunakan tekanan massa untuk menghukum Ahok atas ketiadaan kasus.

dan sekarang pendukung ahok termasuk katolik, juga menggunakan tekanan massa untuk membebaskan ahok.

lain kali semua kriminal punya cara gampang untuk bebas dari tuduhan, gunakan aksi massa, termasuk koruptor.

lalu apa yang tersisa dari UU dan konstitusi? tidak ada. karena kita memilih bermain dengan hukum rimba, sama kotor dan tidak terpujinya dengan para muslim yang memaksakan agar ahok dipenjara.
_________________
Salam dan doa
Pendatang Baru Belajar Bersama Kanon 7 Sakramen
Back to top
View user's profile Send private message
gigikuning



Joined: 15 May 2016
Posts: 181

PostPosted: Thu, 11-05-2017 7:26 pm    Post subject: Reply with quote

maruko_lien wrote:
gigikuning wrote:
Well, honestly, that's a bold statement. Apakah mba Mar mengatakan bahwa orang Katolik (atau siapapun juga dari kelompok lain) yang mendukung kasus-kasus mereka pasti menganggap bahwa mereka berdua tiada dosa? Aku rasa ini bukan asumsi yang tepat. Membela seseorang dalam kasus2 tertentu bukan berarti menganggap yang bersangkutan bebas sepenuhnya dari kesalahan. Bisa saja si A membela si X karena si X memang tidak bersalah dalam kasus yang dituduhkan. Setidaknya beberapa orang katolik (atau siapapun yg pro jokowi-ahok) yang aku kenal membela mereka dengan alasan yang cukup logis.

Aku setuju bahwa kita tidak bisa benar2 100% tahu apa yang terjadi, dan wajib berpikiran skeptik. Nonetheless, kita tetap bisa mencari tahu sendiri mengenai apa yang terjadi, setidaknya beberapa persen mendekati kebenaran, kemudian kita bisa bertindak berdasarkan analisa tersebut.

Aku secara pribadi mendukung kegaduhan beberapa hari belakangan karena Ahok divonis bersalah. Hal ini penting untuk menunjukkan kepada kaum radikal bahwa rakyat indonesia tidak diam. Semakin yang pro-NKRI diam, semakin pula yang pro radikal ngelunjak. Anyway, aku memang mengasosiasikan penekan kasus ahok sebagai kaum radikal (yang ditunggangi elit politik). Kaum radikal menutup mata dengan tunggangan politik karena kedua kelompok ini punya common goal. Yang radikal ingin mempersatukan umat islam dengan kasus ahok, sedangkan yang politik mau berkuasa. Untuk masalah yang cukup kritis seperti sekarang ini, menurut ku, diam bukanlah pilihan. Semua harus bersuara supaya pemerintah tidak ditekan oleh 1 pihak tertentu. Bagi ku, yang jauh lebih penting dari sekedar membebaskan ahok adalah melawan kaum radikal.


Kemudian yang terakhir, ada beberapa grup yang ngerasa "odious" terhadap si Ahok karena dia membenarkan iman islam, dia bukan katolik etc. Untuk grup tersebut, saya mengucapkan congratulations. You think exactly like those radical pathetic scums. hahahaha


Ahok tidak bersalah dalam kasus penistaan agama itu sudah jelas.

Pembelaan terhadap Ahok sebenarnya tidak hanya pada kasus penistaan agama tapi SEMUA KASUS..dan yang mengerikan dari semua pembelaan ini adalah apa yang saya sorot yaitu "MENYAMAKAN AHOK DENGAN YESUS".

INI BAHAYA dan sama dengan Muslim Indonesia yang ribut2 belakangan ini yang selalu tersinggung kalau ada nama islam disinggung2 (==yang saya sebut, nama islam seakan kudus sehingga semua yang berhubungan dengan islam tidak boleh dikutak katik).

kasus penistaan agama memang sangat aneh, tapi pembelaan kepada Ahok dengan menggunakan perumpamaan YESUS itu sungguh mengerikan dan menyedihkan.

----

Islam menggunakan tekanan massa untuk menghukum Ahok atas ketiadaan kasus.

dan sekarang pendukung ahok termasuk katolik, juga menggunakan tekanan massa untuk membebaskan ahok.

lain kali semua kriminal punya cara gampang untuk bebas dari tuduhan, gunakan aksi massa, termasuk koruptor.

lalu apa yang tersisa dari UU dan konstitusi? tidak ada. karena kita memilih bermain dengan hukum rimba, sama kotor dan tidak terpujinya dengan para muslim yang memaksakan agar ahok dipenjara.


Sebenarnya aku tidak melihat ada yang salah jika Yesus dianalogikan dengan cerita Yesus. Jika memang kasusnya mirip, lantas apa salahnya?? Jika teman-teman nasrani ingin mengingatkan teman-teman yang lain bahwa Ahok bertindak jujur (dan kebetulan beda agama) sampai-sampai dia mengalami nasib seperti Tuan yang dia sembah, lantas di mana letak salahnya? Aku rasa orang yang menyamakan peristiwa Ahok saat ini dengan Yesus tidak akan menyembah Ahok atau menganggap dia titisan Yesus apa. Jika hal tersebut sampai terjadi, baru deh penyimpangan. Namun aku rasa, mereka tidak akan bertindak segila itu..

Kemudian untuk kasus kasus lain, aku pun menilai ahok tidak bersalah. Misalnya tentang kasus sumber waras etc.. Tentang dia marah-marah, aku tidak setuju. Itu memang kurang bijak.

===============================================

Kemampuan masa menekan pemerintah untuk memenjarakan ahok adalah fakta bahwa konstitusi saat ini sedang macet. Bagaimana mungkin mba Mar menyarankan masyarakat mengandalkan konstitusi, sedangkan konstitusi tersebut sedang macet? Bukankah lebih bijak jika masyarat beramai-ramai menyuarakan pendapatmya supaya kekuatan tidak berat sebelah?

Seperti yang saya sebutkan di post awal, membebaskan ahok bukanlah masalah utama. Masalah utama adalah supaya hukum di negeri ini tidak disetir menyimpang oleh sebagian kelompok masa. Jika peristiwa semacam ini dibiarkan terus, maka di masa yang akan datang, akan sangat gampang memenjarakan pemimpin yang jujur. Perlawanan dari kubu pro-NKRI saat ini hanyalah respon semata (sebagai penyeimbang). Jika masyarakat tidak bersuara, maka kaum radikal akan semakin merasa di atas angin. God forbid, bisa-bisa pemerintah mereka gulingkan seperti Suriah. Apakah itu yang kita inginkan? Diam dan ditaklukkan begitu saja?

Anyway, tentu saja koruptor bisa menyewa orang untuk berdemo supaya dia dibebaskan, namun seberapa powerful kekuatannya? Mereka tidak akan cukup kuat karena modalnya terbatas. Makanya mereka lebih suka sogok hakim. Lets say, sekalipun mereka berhasil menggalang kekuatan, maka pasti rakyat akan melawan. Di sinilah fungsi rakyat bersuara dan tidak diam saja ketika negara diinjak injak. Lagipula, kasus ini jauh lebih kritis dari pada sekedar korupsi. Pendemo kasus korupsi hanya dimotifasi oleh uang, sedangkan masa penekan NKRI saat ini amat sangat passionate dengan apa yang mereka lakukan. Mereka benar2 passionate ingin membangun negara Kalifah. Itu sudah jelas sangat berbahaya.

Ini ada video dari Jendral Polisi Tito Karnavian yang meminta kaum mayoritas jangan diam:
https://www.youtube.com/watch?v=qb1b7GLiook

Dia menyarankan mayoritas untuk bersuara karena memang grop radikal ini sedang di atas angin dan membahayakan negara. Mungkin ada sebagian teman-teman yang merasa terganggu dengan kegaduhan di media sosial. Atau barang kali merasa bahwa kegaduhan ini hanya memecah belah bangsa. I understand that. Pertanyaan saya, apakah jika salah satu grup memilih untuk diam, maka kegaduhan dan perpecahan akan berhenti? Tentu saja tidak.. Jika grup radikal macam FPI menjadi dominan, justru negara akan pecah dan jauh lebih buruk kondisinya. Kita tidak mungkin mengharapkan persatuan dan toleransi dari grup yang ingin memaksakan ideologi agamanya kepada orang lain. Maka dari itu saya mendukung aksi masyarakat untuk melawan.. Bukan semata-mata tentang vonis ahok, tetapi juga sebagai momentum untuk melawan kaum radikal.


Last edited by gigikuning on Thu, 11-05-2017 7:31 pm; edited 2 times in total
Back to top
View user's profile Send private message
maruko_lien
Penghuni Ekaristi


Joined: 21 Sep 2005
Posts: 1366
Location: somewhere over the rainbow

PostPosted: Fri, 12-05-2017 3:35 am    Post subject: Reply with quote

gigikuning wrote:

Sebenarnya aku tidak melihat ada yang salah jika Yesus dianalogikan dengan cerita Yesus. Jika memang kasusnya mirip, lantas apa salahnya?? Jika teman-teman nasrani ingin mengingatkan teman-teman yang lain bahwa Ahok bertindak jujur (dan kebetulan beda agama) sampai-sampai dia mengalami nasib seperti Tuan yang dia sembah, lantas di mana letak salahnya? Aku rasa orang yang menyamakan peristiwa Ahok saat ini dengan Yesus tidak akan menyembah Ahok atau menganggap dia titisan Yesus apa. Jika hal tersebut sampai terjadi, baru deh penyimpangan. Namun aku rasa, mereka tidak akan bertindak segila

Ahok disamakan dengan Yesus karena asumsi ahok jujur dan suci.
Padahal itu cuma asumsi..kita tidak tau apa yg sebenarnya terjadi.

Jika ada kasus sama tentang orang lain, tapi orang itu tidak diasumsikan suci..katakanlah prabowo..maka semua orang akan marah2 dan menolak disamakan antara prabowo dgn Yesus.

Jadi.....penyamaan itu bukan krn kemiripan kasus tapi pada asumsi kesucian. Dan ini bahaya.
...

Supaya hukum tidak dikendalikan jadi oleh kekuatan massa? Dilawan dengan kekuatan massa lagi?

Bukankah koruptor bs sewa massa? Berspa banyak yg dukung? Tinggal tempelkan label agama..maka akan beres urusannya.

Yg katanya orang 'benar' bermain dengan kartu orang tidak benar..kapan mau menang?

Pengadilan korup, hukum korup makanya maen massa supaya ada suaranya? Apa efeknya terhadap peradilan? Jadi setiap kasus harus kerahkan massa kl 'orang benar' terzholimi? Lalu apa peradilan akan tidak korup?

Orang ngawur main massa tidak boleh, lalu orang benar boleh? Peradilan yang tidak korup mana yg menuruti kemauan massa a lalu menolak kemauan massa b? Apakah peradilan harus bertindak sesuai kemauan massa? Lalu uu buat apa? Kalau uu bermasalah bukankah harus uunya diperbaiki, kl hakim bermasalah bukannya hakimnya diperbaiki?jalurnya bukannya sudah ada? Lalu pakai massa untuk apa?

Sudah, ganti kitab hukum menjadi kitab massa saja...tidak usah repot belajar hukum..smua lebih sederhana.
Smile [/mark]
_________________
Salam dan doa
Pendatang Baru Belajar Bersama Kanon 7 Sakramen
Back to top
View user's profile Send private message
ardie_b



Joined: 04 Jul 2010
Posts: 141
Location: Jakarta

PostPosted: Fri, 12-05-2017 6:28 am    Post subject: Reply with quote

Karena semua perkara ini berasal dari nabi2 palsu negeri ini yaitu para dukun dan paranormal yang secara asal menghakimi orang lain yang ujung2nya menguntungkan mereka. Jika para dukun & paranormal dipercaya oleh tokoh penting maka dia akan kaya raya. Anda bisa lihat bukan bagaimana sejak dulu ahok dipantau paranormal waktu mereka melakukan aksinya di bundaran HI, dan bagaimana mereka memaksakan agama mereka terhadap ahok. Dan celakanya tokoh2 politik negeri ini sangat percaya sama dukun politik dan mengesampingkan jalan Tuhan, itulah kenapa banyak muncul mesias2 palsu seperti gafatar, dll. Jika ahok yang bicara apa adanya sangat dibenci oleh negeri ini berarti ada yang sangat gak beres dengan otak para politisi negeri ini bukan?
Harta & Tahta sangat didewakan oleh mereka para koruptor wakil rakyat yang munafik.
Back to top
View user's profile Send private message
Flamen



Joined: 02 Jan 2010
Posts: 612

PostPosted: Fri, 12-05-2017 10:37 am    Post subject: Reply with quote

Tidak perlu jauh jauh mencari anti kris memang, anti kris sudah ada didepan mata.

Sepertinya penyelesaian semua masalah di dunia ini harus menunggu kedatangan Dia keduakalinya.
_________________
Catholic, Something That You Choose, Simply Because God Pick You...
Back to top
View user's profile Send private message
ardie_b



Joined: 04 Jul 2010
Posts: 141
Location: Jakarta

PostPosted: Fri, 12-05-2017 10:59 am    Post subject: Reply with quote

Flamen wrote:
Tidak perlu jauh jauh mencari anti kris memang, anti kris sudah ada didepan mata.

Sepertinya penyelesaian semua masalah di dunia ini harus menunggu kedatangan Dia keduakalinya.

Sebelum menghakimi orang ukurlah dirimu sendiri, apakah anda jika dicobai iblis masih beriman teguh pikiran dan hatimu kepadaNya ?
karena semua manusia akan dimurnikan seperti emas dimurnikan dalam api, dan api itu adalah cobaan iblis. Tidak ada manusia yang luput dari pemurnian jiwa ini, jika anda tidak mengalaminya saat anda hidup maka anda akan mengalaminya di api penyucian.


Last edited by ardie_b on Fri, 12-05-2017 11:05 am; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message
gigikuning



Joined: 15 May 2016
Posts: 181

PostPosted: Fri, 12-05-2017 1:36 pm    Post subject: Reply with quote

Maruko wrote:
Ahok disamakan dengan Yesus karena asumsi ahok jujur dan suci.
Padahal itu cuma asumsi..kita tidak tau apa yg sebenarnya terjadi.

Jika ada kasus sama tentang orang lain, tapi orang itu tidak diasumsikan suci..katakanlah prabowo..maka semua orang akan marah2 dan menolak disamakan antara prabowo dgn Yesus.

Jadi.....penyamaan itu bukan krn kemiripan kasus tapi pada asumsi kesucian. Dan ini bahaya.


Suci ini maksudnya apa? Luput dari dosa? Coba tanyakan pada teman anda yang menyamakan Ahok dengan Yesus, apakah mereka menganggap Ahok manusia yang luput dari dosa? Jika jawabannya tidak, maka "kesucian ahok" hanya asumsi anda saja. Ini sama saja dengan orang Islam dan orang Kristen Protestan yang mengatakan bahwa orang Katolik menyembah patung. Apa sudah ditanya maksudnya sujud di depan patung itu apa? Gitu loh kira2..

...

Mar wrote:
Supaya hukum tidak dikendalikan jadi oleh kekuatan massa? Dilawan dengan kekuatan massa lagi?

Bukankah koruptor bs sewa massa? Berspa banyak yg dukung? Tinggal tempelkan label agama..maka akan beres urusannya.


That's exactly the point. Kalau massa berlabel agama menekan pemerintah dan berhasil, lantas bagaimana mengatasinya? Diam dan mengandalkan konstitusi? Bukankah konstitusi itu sendiri telah gagal karena sukses ditekan masa? Ini sama saja dengan mengatakan mari kita 100% andalkan sang supir mabok untuk mengemudikan bus ini.


Mar wrote:
Yg katanya orang 'benar' bermain dengan kartu orang tidak benar..kapan mau menang?


Aku tidak setuju. Kekuatan massa tidak selalu identik dengan tidak benar. Ada beberapa kasus di mana kekuatan massa sangat berpengaruh dalam menyetir negara ke arah yang lebih baik. Misalnya, ketika masyarakat US menggalang kekuatan untuk melawan perbudakan (sampai terjadi perang sipil antara pro vs kontra perbudakan), mereka telah melakukan hal yang benar. Mungkin mba Mar ingin mengatakan bahwa perang sipil adalah efek buruk dari pengerahan massa. Namun, apabila rakyat yang kontra perbudakan diam, apakah kondisi akan lebih baik? Tentu saja tidak.. Jika mereka diam, maka kondisi akan jauh lebih buruk karena perbudakan tetap legal.

Di indonesia, contoh pergerakan massa yang baik adalah ketika rakyat berdemo saat DPR ingin mengembalikan sistem pemilu langsung ke sistem pemilu oleh parlemen (pasca pemilu Jokowi vs Prabowo). Dalam kasus ini, rakyat sudah melakukan hal yang benar.

Mar wrote:
Pengadilan korup, hukum korup makanya maen massa supaya ada suaranya? Apa efeknya terhadap peradilan? Jadi setiap kasus harus kerahkan massa kl 'orang benar' terzholimi? Lalu apa peradilan akan tidak korup?


Tentu saja ada efeknya. Buktinya Ahok bisa masuk penjara karena ditekan masa. Soeharto bisa turun karena ditekan masa, etc. Harusnya sampai di sini kita sepakat bahwa kekuatan masa bisa mempengaruhi pemerintah.

Kemudian apa perbedaannya? Perbedaannya adalah masa pembela korupsi berjuang untuk orang bersalah, sedangkan masa pembela "orang benar" yang terzolimi berjuang untuk membela keadilan. Maka dari itu, nasib suatu negara memang tergantung pada proporsi warganya: "yang waras" vs "yang kurang waras". Dalam kasus yang terjadi saat ini, warga tidak hanya bertujuan menolong Ahok, tetap juga sekaligus melawan para radikalis.

Pertanyaan yang paling fundamental adalah:
Apakah jika warga pro-NKRI diam, maka kondisi akan menjadi lebih baik?

Kita bisa saja berbeda dalam menjawab pertanyaan tersebut. Tapi aku secara pribadi cukup yakin apabila pro-NKRI diam, maka cepat atau lambat negara ini akan jatuh. Mungkin jendral polisi Tito Karnavian menyarankan mayoritas untuk tidak diam karena beliau juga menyadari hal ini. Apakah Mba Mar berpendapat sebaliknya?

Mar wrote:
Orang ngawur main massa tidak boleh, lalu orang benar boleh? Peradilan yang tidak korup mana yg menuruti kemauan massa a lalu menolak kemauan massa b? Apakah peradilan harus bertindak sesuai kemauan massa? Lalu uu buat apa? Kalau uu bermasalah bukankah harus uunya diperbaiki, kl hakim bermasalah bukannya hakimnya diperbaiki?jalurnya bukannya sudah ada? Lalu pakai massa untuk apa?


Pengadilan yang bersih memang tidak boleh disetir masa. Tapi faktanya, pengadilan kita telah disetir oleh masa. Itu lah alasannya mengapa masyarakat harus bergerak. Sudah tahu pengadilan tidak adil mengapa malah diam saja?

Mengganti UUD yang salah dan mengganti hakim memang sudah ada jalurnya. Tapi apakah akan semudah itu? Pemerintah tidak bisa begitu saja mengganti UU atau hakim. Dalam dunia nyata, kondisi tidak seideal itu. Kalau jelek tinggal ganti. Jika segampang itu mengganti-ganti UU atau perangkat negara, maka rakyat tidak perlu susah payah menurunkan suharto dengan demo. Jika UU segampang itu diganti, maka sudah sejak tahun lalu pemilu dikembalikan ke DPR.

Sekalipun jokowi berhasil mengganti hakim nya atau uu-nya, apakah dia ndak bakal didemo lagi sama kaum Radikal? Maka dari itu, fungsi massa adalah menyuarakan kemauan rakyat. Menyuarakan bahwa "kami yang pro-NKRI" lebih dominan dari pada yang radikal. That's it..


Mar wrote:
Sudah, ganti kitab hukum menjadi kitab massa saja...tidak usah repot belajar hukum..smua lebih sederhana.
Smile


Lihatlah sejarah dunia.. Semua tidak terjadi se-ideal dan se-gampang yang dibayangkan. Smile
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Next
Page 1 of 4

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17