FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Kisah Perantau Katolik di Jakarta    

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera
View previous topic :: View next topic  
Author Message
vichardle



Joined: 26 May 2010
Posts: 3
Location: JAKARTA

PostPosted: Fri, 22-05-2015 1:21 pm    Post subject: Kisah Perantau Katolik di Jakarta Reply with quote

Aku sudah satu setengah tahun tinggal di Jakarta. Aku berasal dari sumatera Utara. Selama di Jakarta, aku aktif Misa ke Gereja, walaupun sering pindah-pindah Gereja Paroki karena aku juga masih tinggal berpindah-pindah.
Well, selama 1,5 tahun di Jakarta, aku merasa jenuh, dan aku rindu aktif kembali ke Gereja. Sejak kecil hingga kuliah di Sumatera Utara, aku selalu mengikuti kegiatan Gereja, hingga setelah sampai di Jakarta, kegiatanku ke Gereja hanya ikut Misa saja.
Beberapa kali aku memiliki keinginan ikut doa lingkungan dengan keluarga yang kupunya di Jakarta ini, tapi karena beberapa kendala, keinginan itu tidak pernah terwujudkan. Aku punya 3 keluarga yang juga Katolik di Jakarta ini. Mereka cukup unik dengan keadaan mereka masing-masing. Mungkin aku bisa ceritakan tentang mereka yang mungkin berhubungan dengan keinginanku untuk aktif di Gereja.
Adalah satu keluarga yang ekonominya lumayan, tepatnya mereka tinggal di Bekasi. Aku sempat tinggal dengan mereka beberapa waktu dengan mereka. Paman dan bibiku ini tidak terlalu peduli dengan masalah Rohani mereka, terlebih Bibiku ini dulunya Islam yang menjadi katolik karena ikut Pamanku itu. Mereka jarang misa, dan mungkin setelah kedatanganku, mereka agak rajin misa setelah kehadiranku di rumah mereka. Aku pernah bertanya, apakah pamanku itu bergabung dengan lingkungan Paroki, pamanku menjawab tidak tahu dan sepertinya tidak mau tahu. Well, aku tidak tahu mau bagaimana membujuk pamanku agar aktif di lingkungan, karena aku tidak mau mendebatkannya. Pamanku ini juga sebenarnya mantan seminaris, jadi pikirku dia punya pendirian tersendiri untuk itu.
Adalagi keluargaku yang lain yang ekonominya pas-pasan, aku cukup sering berkunjung ke tempat mereka. Pamanku ini Protestan, dan bibiku Katolik. Well, mereka punya cerita kenapa mereka bisa menikah dengan status seperti itu. Kedua anak mereka sekolah Katolik, yang mana Bibiku agak terbantu mendidik anaknya menjadi Katolik. Kedua anak bibiku ini memang selalu ke Gereja Katolik, tetapi di rumah, membuat Tanda Salib saat berdoa pun mereka agak sungkan, karena pamanku itu sepertinya agak protes dengan sikap mereka. Lucunya, kedua anak ini selalu di anjurkan ke Gereja, sementara Bibiku ini jarang ke Gereja dengan alasan pekerjaannya yang cukup sibuk. Pernah Bibiku itu kubujuk untuk ikut Misa Tahun Baru 2015 kemarin, dan Bibiku itu tidak mau dan tidak peduli. Well, intinya, Bibiku ini tidak terlalu mau tahu dengan kehidupan Katoliknya.
Keluargaku yang ketiga, adalah keluarga yang cukup saleh dan rajin ke Gereja Katolik walaupun ekonomi mereka dibawah pas-pasan, dimana mereka tinggalpun karena donatur Umat Katolik. Aku sempat tinggal di rumah mereka selama seminggu, dimana setiap hari mereka selalu melakukan doa bersama baik pagi maupun malam. Uniknya, pamanku ini kupikir terlalu sombong dan kurang rendah hati. Aku hanya betah seminggu di rumahnya, karena aku tidak tahan dengan sikap pamanku terhadapku. Awalnya kami berdebat mengenai pekerjaanku(saat itu aku belum mendapat pekerjaan pertamaku di Jakarta). Pamanku ngotot kalau aku bisa bekerja jika aku mengikuti kemauan pamanku ini dengan dihadapkan dengan relasinya di Gereja. Aku awalnya menurut saja. Beberapa cv aku sudah kirimkan dan bertemu seorang umat Katolik relasi pamanku, tp sepertinya tidak ada kabar. Aku tidak terlalu berharap mendapat pekerjaanku dengan cara seperti itu, aku juga mencari pekerjaan sendiri, yang akhirnya aku dapat setelah sebulan pindah dari rumah mereka. Sepertinya pamanku itu tidak senang dengan keadaanku itu. Awalnya aku senang dengan keluarga yang satu ini karena keaktifan mereka di Gereja, tapi melihat situasi dan sikap mereka terhadapku, aku tidak cocok dengan mereka.
Aku hingga sekarang tinggal ngekost dan berpindah-pindah. Aku hampir setahun tinggal ngekost di Kemayoran, dimana gereja paling dekat adalah Katedral. Karena kesibukanku menyesuaikan diri dengan pekerjaan pertama ku itu, aku tidak sempat memikirkan untuk aktif di Gereja, tapi selalu aktif ikut Misa. Nah beberapa bulan lalu, aku keluar kerja, dan sempat menganggur. Tidak banyak aktifitasku selain mencari pekerjaan yang akhirnya kudapatkan. Setelah Paskah bulan lalu, aku merindukan kegiatan di Gereja. Aku jenuh dengan kesibukan mencari uang itu. Diawali dengan ikut aktif kembali membaca forum di EDO ini beberapa minggu belakangan ini. Dan akhirnya aku beranikan diri(Embarassed ) untuk memohon saran dari EDO tentang kerinduanku ini.
Well, aku tidak tahu apakah ceritaku di atas berhubungan dengan apa yang sebenarnya kuinginkan dari EDO yang membaca ceritaku itu.
Point yang ingin kusampaikan adalah:
    - Bagaimana pendapat EDO dengan keinginanku untuk aktif di Gereja, haruskah aku terdaftar dulu dilingkungan untuk aktif di Gereja?

    - Dari ceritaku di atas, keluargaku yang ketiga cukup aktif di Gereja, tapi setahun lebih tinggal di Jakarta setelah aku pindah dari rumahnya, aku tidak pernah komunikasi lagi dengan mereka. Aku tidak membenci mereka, cuma aku berharap Pamanku itu setidaknya menanyakan kabarku. Karena dalam pikiranku, walapun mereka terlihat saleh, tapi mereka gk seperti kuharapkan, buktinya, mereka tak pernah peduli dengan keluargaku yang pertama kukisahkan di atas. Apakah aku membuang saja pikiranku itu dan mencoba berkonsultasi saja dengan mereka tentang keinginanku itu?Embarassed

    - Mungkin ada yang lebih penting dari kerinduanku untuk aktif di Gereja?
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger
raydo12



Joined: 24 Oct 2005
Posts: 2585
Location: Jakarta

PostPosted: Sat, 23-05-2015 10:47 am    Post subject: Reply with quote

anda kayaknya "hyperaktif" Smile

coba melamar jadi volunteer di panti asuhan atau panti werdha yang dekat dengan Kemayoran. Bisa ditanyakan di Katederal.
_________________
ora pro nobis. Sancta Dei Genitrix


Last edited by raydo12 on Sat, 23-05-2015 10:47 am; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message
vichardle



Joined: 26 May 2010
Posts: 3
Location: JAKARTA

PostPosted: Sat, 23-05-2015 3:26 pm    Post subject: Reply with quote

raydo12 wrote:
anda kayaknya "hyperaktif" Smile



Artinya apa ya? hypraktif itu sbgai hal negatif atau positf? Rolling Eyes

raydo12 wrote:


coba melamar jadi volunteer di panti asuhan atau panti werdha yang dekat dengan Kemayoran. Bisa ditanyakan di Katederal.


Well, kalo maksud kamu kepadaku supaya mengikuti kegiatan sosial, menurutku itu berbeda dengan kegiatan di Gereja. Geeeeeeeeeek Confused Rolling Eyes
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger
raydo12



Joined: 24 Oct 2005
Posts: 2585
Location: Jakarta

PostPosted: Sun, 24-05-2015 6:42 am    Post subject: Reply with quote

vichardle wrote:
raydo12 wrote:
anda kayaknya "hyperaktif" Smile



Artinya apa ya? hypraktif itu sbgai hal negatif atau positf? Rolling Eyes

raydo12 wrote:


coba melamar jadi volunteer di panti asuhan atau panti werdha yang dekat dengan Kemayoran. Bisa ditanyakan di Katederal.


Well, kalo maksud kamu kepadaku supaya mengikuti kegiatan sosial, menurutku itu berbeda dengan kegiatan di Gereja. Geeeeeeeeeek Confused Rolling Eyes


Jadi misdinar aja atau prodiakon. Atau masuk seminari tinggi, jadi romo sekalian.

Atau lebih baik ambil kuliah teologi di Atmajaya, kamu bisa jadi katekis di Gereja. Katekis yang ortodok.

Bertanya kepada Tuhan, apa kehendakNya.
_________________
ora pro nobis. Sancta Dei Genitrix
Back to top
View user's profile Send private message
shmily
Penghuni Ekaristi


Joined: 26 Oct 2005
Posts: 3786
Location: Ekaristi.org

PostPosted: Wed, 27-05-2015 7:51 am    Post subject: Reply with quote

ke GEreja setiap Minggu adalah kewajiban seorang Katolik. Yang namanya wajib seseorang jika bukan karena halangan berat harus memenuhinya. Jika malas ini sudah menjadi dosa.

Tidak ikut aktivitas di Gereja tidak ada hukuman, bukan sebuah dosa. Namun aktivitas itu bisa menjadi pupuk bagi iman.

Yang saya baca dari ceritamu adalah prioritas kamu yang utama untuk mendapat pekerjaan yang layak dan mapan. Setidaknya kamu bisa hidup di Jakarta. boleh boleh saja sambil mencari pekerjaan, aktif di lingkungan wilayah atau Paroki.

anyway.. kamu perlu melaporkan diri ke ketua lingkungan di mana kamu berdomisili (entah di tempat keluargamu atau di kost) domisili artinya kamu sudah tinggal 3-6 bulan di sana.

dengan Keluarga, sebaiknya tetap berkomunikasi dengan baik.. kamu tidak tahu kapan kelak kamu akan membutuhkan mereka, terlebih bila kamu belum mendapat pekerjaan tetap.

sementara itu dulu ya.. Semoga Tuhan menjagamu...
_________________
Salam dan doa
F A Q Belajar Bersama Kanon 7 Sakramen

Psalms 119:159 See how I love your precepts, LORD; in your kindness give me life.
Back to top
View user's profile Send private message
vichardle



Joined: 26 May 2010
Posts: 3
Location: JAKARTA

PostPosted: Wed, 27-05-2015 8:57 am    Post subject: Reply with quote

shmily wrote:

...

Yang saya baca dari ceritamu adalah prioritas kamu yang utama untuk mendapat pekerjaan yang layak dan mapan. Setidaknya kamu bisa hidup di Jakarta. boleh boleh saja sambil mencari pekerjaan, aktif di lingkungan wilayah atau Paroki.

anyway.. kamu perlu melaporkan diri ke ketua lingkungan di mana kamu berdomisili (entah di tempat keluargamu atau di kost) domisili artinya kamu sudah tinggal 3-6 bulan di sana.

.......


Apakah cukup hanya menerangkan domisili ke ketua lingkungan, saya bisa diterima? Smile

Kalo bisa saya minta saran lagi dari Pak Shmily,
Saya agak jenuh dengan lingkungan kost dan kerja yang mayoritas muslim. Saya masih susah bergaul dengan mereka karena saya berpikir muslim yang di Jakarta lebih cenderung ekstrim/fanatik daripada teman-teman saya yang Muslim di Sumatera Utara. Mungkin karena itu juga saya ingin merasakan komunitas Katolik di Jakarta. Smile
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger
maruko_lien
Penghuni Ekaristi


Joined: 21 Sep 2005
Posts: 1389
Location: somewhere over the rainbow

PostPosted: Wed, 27-05-2015 4:32 pm    Post subject: Reply with quote

ke gereja katolik terdekat dengan tempat tinggal, kemudian datang ke sekretariat paroki...tanyakan "tempat tinggal saya masuk lingkungan/wilayah apa? dan siapa ketua wilayah/lingkungannya"

minta contact personnya, dan telpon..tanya acara lingkungan ada di mana dan kapan, dan terangkan nama kamu siapa dll dstnya (standar) lalu ikut saja ke acara lingkungannya.

tidak ada prosedur aneh2, selama kamu katolik, pasti selalu diterima..bahkan bukan katolik pun diterima kalau ingin aktif di kegiatan lingkungan..tidak usah ragu.

Regards,
maruko
_________________
Salam dan doa
Pendatang Baru Belajar Bersama Kanon 7 Sakramen
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera All times are GMT + 6 Hours
Page 1 of 1

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17