FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Sekolah Katolik harga normal atau Protestan harga diskon    
Goto page: Next

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera
View previous topic :: View next topic  
Author Message
maria_benedetta



Joined: 21 Apr 2008
Posts: 15

PostPosted: Sun, 04-01-2015 8:40 pm    Post subject: Sekolah Katolik harga normal atau Protestan harga diskon Reply with quote

Salam saudara seiman...
Sedang galau dan sedih krn keributan yg ga habis dengan suami. Suami kerja di BPK Penabur dekat rumah. 2015 anak sulung akan masuk SD. Selama ini dia sekolah di dekat rumah di kompleks, sekolah Protestan

Andai tidak ada masalah keuangan, sy ingin anak2 mendapat pendidikan full Katolik seperti saya, dari PG sampai S2 di lingkungan Katolik terus. Tp apa boleh buat, tahun2 kmrn blm memungkinkan

Saat ini scr ekonomi sy sanggup membiayai ke sekolah Katolik almamater saya dulu. Relatif menengah dari biaya dan pergaulan. Saya bekerja di kantor keluarga, jd rencananya anak sulung pulang sekolah ke kantor dulu supaya kalau ada tugas apa2 bisa lgs saya bantu drpd menunggu saya pulang, sdh sore

Rencana ini ditentang mati2an oleh suami dengan alasan kalau masuk sekolah dimana dia kerja, uang pangkal cuma 1 jt (yg mau masuk 10jt) uang sekolah 100rb an (yg mau masuk 500)

Menurut saya pendidikan anak usia SD penting apalagi mau komuni pertama. Suami bukan 'imam' yg Baik, tidak pernah ajak anak2 berdoa, di gereja tidur, dll. Saya tidak sanggup memberikan makanan rohani sendiri jd butuh bantuan sekolah, yg plg mudah supaya dia bisa lbh berkelakuan baik n memahami misa, tidak seperti skr yg seolah blank

Orang tua cari uang supaya anak dpt pendidikan yg baik di segala aspek, bukan saya bilang BPK tidak baik, tp itu bukan sekolah Katolik. Itu aja sih, tingkat disiplin dll beda, pergaulan juga. Dan nanti ujungnya saya dibilang fanatik, kayak FPI, sama dengan ISIS tukang maksa, fasis, u name it lah

Kalau kami bisa guide anak2 sendiri sih mending, lah skr kan boro2.... Saya ga rela anak2 kalau sampai ga Katolik lagi atau mempertanyakan hal2 yg ada di Katolik dan ga ada di Protestan, seperti devosi Bunda Maria, org Kudus, Paus, dll

Sy kesal krn ukurannya cm uang,
. Kalau di BPK bs nabung lbh banyak. Buat apa nabung aja tp dengan risiko besar terkait keimanan anak2? Masa sih ga percaya Tuhan akan sediakan rejeki

Jd skr, selain ga ksh nafkah sama sekali selama hidup perkawinan, dia juga tidak mau tahu dengan uang pangkal si sulung. Mgkn semacam 'menghukum' saya. Menghukum saya krn melindungi iman anak2

Saya sangat kecewa dengan dia. Sulit sekali untuk bisa ikhlas hidup dengan orang yg self centered seperti itu. Anak2 tidak pernah sy beritahu kalau sy breadwinner di keluarga. Biarlah mereka tahu sendiri kelak
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Mon, 05-01-2015 4:37 am    Post subject: Reply with quote

Jaman dahulu, orang tua Katolik diharuskan menyekolahkan anaknya di sekolah Katolik (tanya saja orang tua Katolik jaman dahulu).

Mengapa? Karena pendidikan iman adalah sesuatu yang penting bagi anak (dan manusia pada umumnya). Bahkan dalam janji perkawinan Katolik, salah satu janji paling utama adalah mendidik anak secara Katolik.

Saat ini keharusan menyekolahkan anak di sekolah Katolik sudah tidak berlaku lagi. Tapi kewajiban untuk mendidik anak secara Katolik selalu mengikat (dimana ini berarti kelalaian adalah dosa berat). Jadi meskipun seorang anak tidak bersekolah di sekolajh Katolik, diharapkan dia sekolah tentang iman di sekolah minggu Gereja (sayang sekali sekarang ini sekolah Minggu makin lama makin payah. Diharapkan banyak pihak mulai concern terhadap hal ini dan berusaha agar sekolah Minggu semakin lebih hidup dan materinya bagus buat anak Katolik).



Sekarang masalah ke sekolah ke BPK Penabur atau Katolik.

Sebenarnya menurut aturan sekarang, sah-sah saja bagi anakmu untuk disekolahkan di BPK Penabur ASALKAN KALIAN SEBAGAI ORANG TUA TETAP MENGUSAHAKAN PENDIDIKAN KATOLIK TERHADAP ANAK KALIAN. Entah dengan mengirimnya ke sekolah Minggu. Entah dengan mengajaknya ke Gereja, bersosialisasi dengan anak-anak Katolik lain, dengan warga Gereja, dengan Romo, sehingga menimbulkan familiarity dan keakraban. Entah dengan membelikan buku Katolik untuk dibaca. Atau bahkan mengajar sendiri iman Katolik terhadap anak.

Nah, mengingat sekolah yang Katolik sekarang pun cukup loyo dalam masalah iman (mereka cuek terhadap iman dan bahkan sangat indifferent, belum lagi buku diktat pelajaran agama yang kadang keliru dalam hal iman), maka aku sangat menganjurkan agar hal-hal diatas pun dilakukan meskipun sang anak bersekolah di sekolah Katolik.

Tapi ada satu yang ingin aku peringatkan. Tidak tertutup kemungkinan bahwa anak yang masih polos akan terbujuk untuk menjadi Protestant semata-mata karena ke-familiarity-an dengan kehidupan Protestant di sekolah itu. Belum lagi infiltrasi ajaran Protestant yang mungkin terjadi (misal, bahwa Kitab Suci itulah yang paling utama dibanding lainnya). Sekolah Protestant juga sering berusaha mengajak orang ke denominasinya. Apalagi umat Katolik yang selalu dijadikan sasaran empuk.




Sekarang masalah breadwinner. Keluarga itu terdiri dari dua orang, suami dan istri. Normalnya suami adalah breadwinner dan Istri mengurus anak. Tapi tidak jarang karena satu dan lain hal peran itu terbalik. Ini sah-sah saja.

Kalau suami tiba-tiba cacat, maka siapa lagi yang harus mencari uang kalau bukan istri? Begitu pula kalau istri cacat, maka suami juga terpaksa mengurus anak sambil bekerja.

Suami istri itu harus saling mendukung dalam mencari nafkah dan mendidik anak, terlepas dari siapapun yang melakukannya.

Namun kalau ada pihak yang tidak melakukan salah satu peran itu, yah itu tidak bertanggungjawab.

Bila komunikasi mentok, coba minta bantuan keluarga atau teman, bahkan konseling keluarga yang disediakan Gereja. Jangan pesimis dulu, kadang cara ini membuahkan hasil. Karena biasanya seseorang itu keras kepala terhadap orang dekatnya, tapi lebih terbuka terhadap orang lain untuk kasus tertentu.
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
maria_benedetta



Joined: 21 Apr 2008
Posts: 15

PostPosted: Mon, 05-01-2015 5:55 am    Post subject: Reply with quote

Terimakasih Deus vult

Saya setuju dengan pendapat Anda. Sekolah Protestan, atau umat Protestan pada umumnya punya misi evangelisasi, usia SD menurut saya rentan sekali. Sekolah yg akan dimasuki nanti msh dikepalai suster, masih memperhatikan hal2 kecil seperti rok yg tak terlalu pendek dll kadang bingung kalau melihat anak BPK seragamnya mini2, hmm..

Masuk sekolah Katolik juga tentu tidak akan membuat saya jd lepas tangan dlm pendidikan iman, tp yakin akan jd jauh lbh mudah dalam berdiskusi dan praktek

Soal bread winner sy pernah share dulu sekali disini. Kalau kondisi suami tak bisa, masa istri akan meninggalkan dan menyalahkan, tentu tidak. Tp kondisi suami saya menolak untuk menafkahkan kami (ada ceritanya dlm thread itu). Minta bantuan mediasi saudara2 nya semua sudah angkat tangan dan cm minta saya sabar dan ikhlas. Minta mediasi pihak lain tidak pernah mau krn mnrt dia tak ada masalah apa2.

Jd memang salib hidup sy ikhlas punya suami seperti itu. Masih terus belajar. Terkadang berat sekali, terutama saat menyentuh topik ini, dimana saya membela anak2 dan dia hanya memikirkan soal uang

kadang jd kecewa sekali kalau ujung2nya dia jd bilang yg penting Yesusnya sama, di Vatikan juga banyak dosa, sekolah Katolik tak ada yg mempekerjakan dia (menyalahkan institusi Katolik). Boro2 jd imam, ini malah jd ngaco kemana2 topiknya

untung anak2 dekat dengan saya, sehingga pengorbanan dan perjuangan rasanya tidak sia2. Untuk sekolah pun sudah pernah saya ajak disksi si sulung, kalau sekolah di tempat ayahnya maka untung ruginya begini begitu. Kalau di pilihan saya, maka untung ruginya begini begitu dgn semua resiko dan dgn mantap dia mau di tempat pilihan saya, supaya kalau pulang jd bs langsung ke kantor (rmh keluarga besar) sy

Walau blm berkelimpahan luar biasa, tp Tuhan sll sediakan. Kita hidup pada masa skr. What's good can money buy? Saya tidak mau 'menjual' jiwa anak2 demi angka tabungan yg tak akan dibawa mati


Last edited by maria_benedetta on Mon, 05-01-2015 6:10 am; edited 3 times in total
Back to top
View user's profile Send private message
jasen



Joined: 17 Oct 2013
Posts: 237

PostPosted: Mon, 05-01-2015 12:51 pm    Post subject: Reply with quote

Coba anda minta keringanan biaya dari sekolah Katolik yang anda mau. Minta rekomendasi dari Pastor sangat membantu. Lalu ceritakan masalah anda kepada kepala sekolah, semoga hatinya luluh dan memberikan keringanan biaya kepada anak anda.
_________________
Tuhan Yesus, jadikanlah aku Murid-Mu, penuhilah aku dengan kasih-Mu, supaya aku membagikannya dengan orang lain.
Back to top
View user's profile Send private message
shmily
Penghuni Ekaristi


Joined: 26 Oct 2005
Posts: 3786
Location: Ekaristi.org

PostPosted: Wed, 07-01-2015 5:28 pm    Post subject: Reply with quote

Sebenarnya yang harus dikuatkan adalah pendidikan iman anak di dalam Gereja kecil yaitu, keluarga. Sekolah dimana pun ada "bahaya ancaman" dalam hal iman, walaupun kadarnya beda-beda.

Semakin tinggi kadarnya, maka seharusnya semakin harus dikuatkan pendidikan dan tradisi iman di dalam keluarga. Nah dalam hal inilah suami dan isteri harus menjadi panutan.

buatlah kesepakatan dengan suami.. saran Jasen bisa juga dilakukan, diskusi dengan pastor paroki dimana sekolah itu berdomisili.

Intinya cari cara-cara yang bisa mendukung anda memasukkan si anak ke sekolah Katolik yang anda inginkan.

Tetapi jika cara-cara itu tidak membantu, maka ini menjadi tugas anda dan suami anda dalam menbangun iman anak anda supaya tegak berdiri di atas batu karang.

SEmoga Allah membantu segala usaha anda menjadi saksi cinta-Nya di dalam keluarga.
_________________
Salam dan doa
F A Q Belajar Bersama Kanon 7 Sakramen

Psalms 119:159 See how I love your precepts, LORD; in your kindness give me life.
Back to top
View user's profile Send private message
karunia



Joined: 19 Jul 2011
Posts: 621
Location: Surabaya

PostPosted: Thu, 08-01-2015 5:11 pm    Post subject: Reply with quote

Maaf agak OOT, saya mau berpendapat perihal tabungan :

Dikatakan sedang menabung untuk warisan anak.

Sebenarnya antara suami istri, sudah se WAJAR nya mengetahui seluk beluk tabungan tersebut, seperti atas nama siapa, jumlahnya berapa sebab alasannya adalah tabungan untuk warisan anak. Tapi perlu cara yang baik dalam berdiskusi masalah ini dengan dia.

Jika tetap dirahasiakan,
kamu perlu amati kegiatan dia. Sebab sudah bukan metode baru lagi bagi seseorang untuk menyembunyikan sesuatu. Saya bukan menakut-nakuti Anda, atau membuat Anda jadi curigaan, bukan, pandanglah ini semua sebagai pengamatan wajar. Anda wajib mengamati segala sesuatunya dengan CERMAT namun dengan penuh kesadaran akan kewajaran. Jadi Anda tidak akan terlalu galau atau negative thinking.

Sebab, jangan disamakan antara kepercayaan dengan kelengahan, kita boleh menaruh kepercayaan pada pasangan hidup, tapi jangan sampai lengah. Percayalah secara wajar . Ingat dia manusia, bukan Tuhan.

Dalam diskusi apapun, apapun jawaban dia atau reaksi dia , kita tidak perlu berreaksi secara berlebihan, amati saja. Sebab yang paling utama adalah : Mengetahui, membaca dia, dan pada akhirnya setelah proses 'Membaca' ini telah jelas, maka Anda akan punya kemampuan untuk mengambil keputusan.

Bercerita pada pastor paroki juga baik, karena mereka punya pengalaman dalam berbagai kasus rumah tangga ( hasil menerima curhat )

Memang kita hendak membantu dia untuk 'Sembuh' tapi bukankah syarat utama adalah 'Ketepatan Diagnosa'.

Saya doakan Tuhan Yesus memberi jalan yang terbaik bagi keluarga Anda, sebab Anda adalah istri yang mempunyai niat baik bagi kehidupan keluarga. Supaya seluruh anggota keluarga Anda dapat hidup bersama sesuai ajaran Gereja dan dihindarkan dari dosa berat. Saya mohon doa pula dari Bunda Maria dan para kudus. Amin
_________________
Selalu bersyukur
Back to top
View user's profile Send private message
maria_benedetta



Joined: 21 Apr 2008
Posts: 15

PostPosted: Fri, 09-01-2015 2:48 am    Post subject: Reply with quote

Terimakasih Jasen, shmily dan karunia

Jasen
Untuk minta keringanan saya rasa tidak mungkin krn walau berat tp masih bisa saya usahakan dan krn almamater jd banyak yg kenal, tidak mungkin bilang kondisi sesungguhnya (sy tanggung sendiri dll)

Shmily
Bukan hanya soal iman saja saya rasa segala sesuatunya harus bermula di rumah. Dan sdh saya usahakan seoptimal mungkin dlm segala aspek, tp terus terang paling berat berkenaan dengan iman, krn iman ini sudah hampir pure keimanan bagi saya jd sulit sekali untuk menjelaskan, apalagi dengan bahasa anak2. Ditambah suami yg tidak jd imam. Jd saya tidak ambil resiko atas jiwa anak2 saya

Karunia
Tentang uangnya.. ada kaitan erat dengan rasa tidak amannya atas kondisi keuangannya di masa kecil, jd ya "sakit parah" seperti ini. Saya tahu uangnya tidak dipakai untuk hal2 tidak baik, krn betul2 fokus dia kumpulkan demi rasa aman dirinya sendiri. Tp tepatnya jumlah brp, sy tidak tahu dan tidak mau tahu. Krn dia tidak nyaman bicara soal uang. Biar saja. Itu satu2nya kelemahan besar dia, yang kebetulan kadarnya luar biasa ekstrem sampai mengabaikan kewajibannya Smile dia suami yg cukup baik, mau bantu di rumah dan jaga anak kalau saya mau istirahat. Tapi tidak mau ksh nafkah hehe (beli mobil sih untuk dipakai bersama kalau weekend, walau lbh sbg keinginan dia juga)

............

Uang pangkal nya sdh 60% saya tidak akan mundur lagi. Kalau pendidikan dimana2 sama, lantas buat apa menambah resiko dengan memasukkan anak2 pada lingkungan non Katolik?

Dia menyerang saya yg sedang melindungi anak2, saya rasa itu sangat tidak masuk akal


Last edited by maria_benedetta on Fri, 09-01-2015 2:50 am; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message
jasen



Joined: 17 Oct 2013
Posts: 237

PostPosted: Fri, 09-01-2015 8:23 am    Post subject: Reply with quote

Anda sebagai istri sudah menang soal sekolah anak, karena itu anda juga harus mau mengalah soal biaya pendidikan anak, jangan terus menekan / mengejek suami yang tidak mau membiayai pendididikan anak. Karena jika hal ini dipermasalahkan terus, akan meretakan keluarga anda.

Harus diingat, keutuhan keluarga lebih penting daripada soal sekolah anak. Jangan sampai karena ketegaran hati masing2 pihak membuat keluarga tidak lagi dipandang sebagai hal yang terpenting.
_________________
Tuhan Yesus, jadikanlah aku Murid-Mu, penuhilah aku dengan kasih-Mu, supaya aku membagikannya dengan orang lain.
Back to top
View user's profile Send private message
karunia



Joined: 19 Jul 2011
Posts: 621
Location: Surabaya

PostPosted: Fri, 09-01-2015 2:00 pm    Post subject: Reply with quote

Kalau memang Anda dapat yakin dan paham bahwa dia bukan tipe suami yang terjerumus dalam dosa berat,

berarti itu memang sekedar sifat pembawaan suami Anda, maka masih tergolong sebagai ujian wajar dalam berumah tangga ( ingatlah bahwa memang banyak orang yang memiliki pembawaan unik - unik , tapi keunikan suami Anda ini dapat disyukuri karena bukan sifat yang berupa keterikatan pada dosa berat )

Dalam hal ini , menurut pandangan saya, Anda bukan sedang dipaksa untuk memahami dia,

Justru ini kesempatan bagi Anda untuk belajar ( kehidupan ) lebih lanjut ( sekaligus mempelajari keunikan pasangan Anda ) dan pasti nanti akan memperoleh solusinya, Anda akan membawa dia menuju kelegaan dari kekangan pembawaan sifat 'unik' tersebut.

Pertama ingatlah kelak saat dia telah menjadi Kudus, sepenuhnya murni, maka dapat diumpamakan suami Anda saat ini sedang terbelenggu oleh 'fobia' nya sendiri. Dan sebagai pasangan hidup , apakah layak kita membuang dia saat dia terbelenggu ?

Saa ia menjadi Kudus ibaratkan saat dimana dia menjadi normal,
sedangkan saat ini, ibaratkan dia sedang dalam kondisi seperti Gugun Gondrong yang berubah karena penyakit tumor otak. Tugas pasangan hidup adalah menerima kekurangan dia dan membantunya untuk terapi. Bukankah kita semua orang yang percaya memang sedang menuju satu kepastian ? Yaitu menjadi murni, menjadi Kudus.

Saat Anda membantunya terapi, usaha Anda tidak akan sia-sia karena itu akan memurnikan dosa-dosa Anda juga.

Percayalah Bunda Maria akan memberikan karunia kebijaksanaan dan kepiawaiannya sebagai Ibu keluarga Kudus kepada Anda, akan terus mengalir ilham ilham dari Bunda Maria untuk Anda dalam menghadapi tiap persoalan, tiap langkah Anda dalam teguh dan sabar membimbing keluarga bagaikan keteguhan dan kesabaran Bunda Maria dalam mengangkat tiap tiap jiwa yang terpuruk.

Dunia ini, seakan menjadi medan kerja bagi Bunda Maria untuk mengkuduskan anak-anaknya, bagaikan kita yang sedang bekerja keras berjuang demi keluarga.

Bayangkan betapa dahsyatnya usaha yang harus ditanggung Bunda Maria untuk menuntun rumah tangga yang besar dan sedang dicengkeram oleh kegelapan ini .

Menyaksikan betapa porak poranda rumah tangga besar ini, tentu Bunda Maria juga pernah menangis, bersedih hati, merasa remuk redam, tapi kesanggupannya sejak awal hingga saat ini tidak pernah berubah. Disitulah letak kemuliaan seorang Ibunda, kelak anak-anak Anda akan mengerti perjuangan ibu ( tanpa mengutuk ayah ) dan suami Anda juga akan dibebaskan dari belenggu, seperti Tuhan akan memenangkan harapan Bunda Maria.
_________________
Selalu bersyukur
Back to top
View user's profile Send private message
maria_benedetta



Joined: 21 Apr 2008
Posts: 15

PostPosted: Sun, 11-01-2015 10:34 am    Post subject: Reply with quote

Terimakasih jasen dan karunia

Jasen
Selama ini sy tak pernah sekalian mengejek dan merengek soal uang padanya. Semua saya telan dalam hati, kalau sdh marah sekali curhat pada kakak n adik ipar (yg bs dipercaya) untuk sekedar meringankan beban di hati dan meyakinkan bahwa sy hanya 'minta' yg sangat umum

Karunia
Betul sekali kata2 anda... semoga saya dapat menjalankan semua ini dgn baik dan membuat dia lbh baik jg
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Next
Page 1 of 2

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17