FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

mohon doa    

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Ruang Doa/ Prayer Request
View previous topic :: View next topic  
Author Message
Charity



Joined: 24 Nov 2007
Posts: 908

PostPosted: Fri, 20-09-2013 11:00 pm    Post subject: mohon doa Reply with quote

mohon doa untuk krisis besar yang sedang kuhadapi. kuatkan saya untuk terus menjadi katolik dan memikul salib ini sampai golgota.

juga doakan saya agar bisa lepas dari kecanduan rokok.
oh ibu yang suci, doakan aku pada Putramu.
bundaku, bunda para pendosa kasihanilah aku dan jangan pernah biarkan aku sendiri.
_________________
Exsurge, quare obdormis Domine? Exsurge ( Ps 43:23)
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail Yahoo Messenger
Charity



Joined: 24 Nov 2007
Posts: 908

PostPosted: Mon, 23-09-2013 2:14 am    Post subject: Reply with quote

Salam damai dalam kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus,

Sebenarnya sudah lama sekali aku berencana menulis sebuah kesaksian, sebuah perjalanan sederhanaku dalam mencari kebenaran dan kesejatian, namun selalu aku tunda tunda karena aku khawatir dengan sifatku yang sombong, suka mendapat perhatian, dipuji dan tidak baik, aku ingin apa yang aku tuliskan sungguh-sungguh apa adanya, natural dan Allah yang baik menghindarkannya dari kesombongan, tipu daya dan motif-keinginan yang menguntungkan diri sendiri. Selama waktu yang cukup panjang itu pula, kugunakan sebagian waktu senggangku untuk membaca, memeriksa diri dan mempersiapkan batinku sedemikian rupa, agar apa yang kutuliskan ini bisa berguna walau sederhana, bisa bermanfaat bagi 1-2 orang yang mungkin suatu hari membaca ini semua, dan mengambil pelajaran dari pengalamanku. Semoga Allah menerangi akal budiku, semoga Tuhan menghindarkan aku dari yang jahat. Semoga hanya kejujuran yang ada dan hadir.

Saya, seorang lelaki, lahir 30 tahun yang lalu ditengah sebuah keluarga yang kurang jelas afiliasi keagamaannya, waktu saya kecil bapak KTPnya islam, ibu saya ( mungkin - saya tidak ingat ) Buddha ( yang tidak peduli agama ) dan dalam 30 tahun rentang waktu usia saya, ibu sering berpindah-pindah keyakinan, keluarga Ibu juga banyak yang islam, sementara keluarga Bapak merata dari atheis, protestan sampai konghucu, jadi keluarga saya hampir bisa dikatakan keluarga pancasilais, saya hanya perlu menikah dengan seorang gadis hindu, dan lengkaplah keluarga pancasila saya. Walau demikian, keluarga mendidik saya jauh dari agama, karena toh secara prinsip mereka tidak percaya dan tidak peduli pada agama, Bapak saya seorang yang bergerak di dunia hitam, bahkan punya prinsip seumur hidup tidak akan menginjakkan kakinya di Gereja, walau sekedar untuk menghadiri pernikahan sekalipun, saya masih ingat dimana Bapak hanya mengajarkan pada saya bahwa Tuhan ada di dalam hati kita, bahwa semua agama sama dan perlu hanya sekedar untuk pegangan hidup, selain itu saya juga dekat dengan paman saya yang atheis, setiap hari doktrin atheislah yang masuk dalam otak saja. "Tuhan adalah hasil imajinasi manusia. Kitalah yang menciptakan Tuhan, ingatlah itu" kata paman suatu hari.
Ketika mulai waktunya masuk sekolah, herannya orang tua saya memilih katolik sebagai agama saya, alasannya ?
Jauh hari kemudian baru saya tahu, bahwa keluarga kami turun temurun bersekolah di satu sekolah swasta dimana hanya ada 2 pelajaran agama, katolik dan protestan. Dan karena mungkin mereka beranggapan katolik lebih disiplin dalam pendidikan dan waktu itu kebanyakan sekolah unggulan adalah sekolah katolik , jadilah saya seorang katolik.
Masa kecil saya biasa saja, tidak banyak hal yang terjadi, saya hanya diajarkan bahwa Yesus itu Tuhan yang menjelma jadi manusia dan disalib demi manusia.
Prestasi saya lumayan walau tidak pernah rangking 1. Lucunya, walau orang tua saya memilih katolik sebagai agama saya, tapi saya dimasukkan ke sekolah minggu protestan. Saya diajarin nyanyi macam-macam, diberi kaset-kaset lagu rohani yang sampai sekarang masih saya ingat bagaimana menyanyikannya. Saya juga pergi ke kebaktian ke gereja protestan, dan lebih sering ada disana, karena saya merasa bahagia ada disana, lagu-lagu yang menyenangkan, orang-orang yang menyenangkan dan bersahabat. Seingat saya, dulu Saya hanyalah seorang katolik yang tidak pernah pergi ke Gereja Katolik. Agama bagi saya hanyalah suatu cara untuk bergaul dan mendapat teman baru.
Waktu itu beberapa orang menganggap saya anak yang aneh, beberapa guru bahkan menganggap saya "istimewa", bukan karena saya ini pandai atau istimewa betulan, tetapi karena pertanyaan-pertanyaan saya yang dianggap mereka kurang relevan dengan usia saya.
saya sering bertanya tentang filosofi, agama, politik ketika anak yang lain sibuk membuat PR dan bermain layang-layang. Saya sering berbicara tentang hal-hal itu kepada teman-teman saya, yang otomatis membuat mereka memandang saya seperti orang yang "unik".
Saya bingung, jika Tuhan ada seperti yang mereka percaya, kenapa dunia ini begitu kacau. Dalam usia sekecil itu, saya menyadari ada yang tidak beres dengan dunia ini, sesuatu yang menggerakkan saya untuk mencari tahu, mengapa yang dilanjutkan dengan ratusan mengapa yang lain. Sesuatu yang sering membuat saya hanya ingin berdiri di pojok, perasaan "sendirian" dan "kesepian" yang terlalu awal untuk dimengerti.

SMP, karena nilai yang lumayan saya berhasil masuk ke sekolah katolik unggulan di kota saya, masa inilah yang mungkin menjadi pemicu ketertarikan saya pada kebenaran. Sekolah saya hanya menyediakan satu pelajaran agama, agama katolik. Setiap awal caturwulan ( semester ), sekolah mewajibkan kami menghadiri misa di Gereja Katolik di dekat rumah saya. Itulah kali pertama saya mengikuti misa kudus. Saya masih ingat kesan pertama saya ketika saya pertama kali memasuki Gereja Katolik, saya merasakan keanggunan, keagungan yang dibalut sedikit aroma misterius. Patung Yesus dan Maria di kanan kiri, patung kerub diatas tabernakel, jendela-jendela dengan ornamen yang indah dan deretan patung orang-orang yang tak saya kenal yang dulu saya pikir cuma hiasan, seakan ingin bercerita sesuatu, sesuatu yang memaksa saya untuk harus tahu. Keanggunan dan kemisteriusannya seakan menarik saya untuk mendekat, mengajak saya untuk mengenalnya lebih dalam. Suara organ dan paduan suara, khotbah yang lembut..... saya terpesona. Inikah Gereja Katolik ? hei, saya katolik !. Inikah Gereja dimana saya seharusnya berada ? seperti alam yang asing dimana pintu-pintunya menjadi garis batas yang jelas antara realitas yang jahat dan harapan yang melegakan.Sejak saat itu, saya berusaha mengenal agama saya sendiri. Saya mengumpulkan uang saku saya dan pergi ke toko buku pastoran untuk membeli buku-buku rohani katolik, saya ingat buku yang saya beli waktu itu salah satunya adalah "sejarah para kudus" ( kalau tidak salah ingat ), sampulnya hitam dan tebal. Saya membacanya, membawanya kemana-mana bahkan menghafalkannya dan menceritakannya pada teman-teman saya. Bagi saya ini luar biasa, ternyata Tuhan itu ada, ternyata ada harapan. Saya sangat terharu dan kagum membaca kisah hidup para kudus, terutama waktu itu saya sangat menyukai Kisah hidup santo Fransiskus dari Assisi, dalam benak saya seringkali berpikir, ada apa dengan mereka ini ? mengapa begitu bodoh demi sesuatu yang belum tentu ada ? Pelan-pelan, dari satu buku saya beranjak ke buku yang lain, sampai-sampai saya berkawan akrab dengan penjaga toko buku pastoran, karena semua uang saku saya otomatis masuk ke kas mereka, namun entah kenapa saya juga tidak pernah diberi diskon olehnya.
Sejak saya sedikit demi sedikit mulai mengenal agama yang "di pilihkan" oleh orang tua saya, saya mulai belajar mengikuti misa kudus, berdoa salam maria dan rosario. Setiap hari selama 2 jam saya mengurung diri dalam bilik kecil di rumah saya untuk berdoa, terkadang jam 12 malam saya baru keluar setelah ibu menyuruh saya tidur. Waktu itu saya adalah pendevosi Maria yang lebih hebat daripada saat ini. Setiap kali saya berdoa kepada Bunda, setiap kali saya meminta kepada Bunda, semua terkabul. Bahkan saking cintanya saya pada Bunda, saya pernah berjanji padanya suatu hari di bawah hujan deras di Gua Maria bahwa selamanya saya adalah miliknya.
Suatu hari, saya tahu bahwa untuk menjadi pengikutNya, saya harus dibaptis. Maka ikutlah saya di kelas katekumen calon baptis, 1 kali seminggu, 54 kali tanda tangan guru agama, yang artinya setelah setahun katekumen baru boleh dibaptis. Walau mengikuti katekumen dengan guru Agama yang pengajarannya sangat membosankan itu rasanya hampir seabad, saya tetap mengikutinya dengan beberapa teman saya yang sama-sama tergeraknya dengan saya untuk menjadi katolik. Bahkan saya sempat mengandaikan
Dengan gagah pun saya berani memperkenalkan diri sebagai katolik. Walau terkadang ada peristiwa-peristiwa menyakitkan yang tidak saya pahami mengapa terjadi. Suatu hari saya berkunjung ke rumah teman saya yang protestan, setelah bermain cukup lama, saya pun pulang ke rumah tanpa ada perasaan apa-apa. Esoknya, teman saya tersebut tiba-tiba menghampiri saya dan berkata "nenek saya tidak mengijinkan kamu berkunjung ke rumah saya lagi ", saya tanya " lho mengapa ? apa saya ada salah ?", " bukan, kata nenek saya, kamu katolik, kamu penyembah berhala".
Saat itu saya hanya bengong, cuma dalam pikiran saya sempat terbersit pertanyaan, mengapa si nenek menganggap saya penyembah berhala ? apa karena ada patung di Gereja Katolik ? Peristiwa yang menimbulkan tanda tanya di kemudian hari. Saya bahkan tidak pernah berpikir protestan dan katolik itu berbeda !
Kecintaan saya membaca buku mungkin justru menjadi bencana tersendiri bagi saya di usia sekecil itu dan dengan pikiran yang sekritis itu, sebuah buku mulai memunculkan tanda tanya bagi saya. Buku yang ironisnya justru beberapa diantaranya saya beli dari toko buku pastoran milik Gereja. Saya lupa judulnya apa, yang saya ingat adalah suatu bagian tentang perpecahan Gereja dimana penjualan surat pengampunan dosa menjadi pemicunya. Ada nama Luther disitu dan beberapa tafsiran akan surat Paulus kepada Gereja di Roma. Saya penasaran dengan orang ini, orang yang dalam buku tersebut dikatakan melakukan "reformasi" Gereja, mengapa Gereja perlu di reformasi ? Adakah sesuatu yang salah dengan Gereja ? Otak 13 tahun saya yang penuh pertanyaan membawa saya ke sebuah toko buku protestan, buku yang saya beli waktu itu judulnya adalah " Sejarah Gereja", saya sudah lupa terbitan mana atau siapa pengarangnya, sampulnya hitam keabu-abuan. Disanalah seakan mata saya dibuka ( dibuta? ) kan, saya jadi tahu betapa bobroknya Gereja Katolik di masa lalu, jaman kegelapan, bejatnya kehidupan para klerus, kesalahan doktrin Gereja, Transubstansi, penyembahan patung, Maria , sola fide, sola gratia, sola scriptura dan banyak masalah lain. Saya ambruk lemas dan hampir menangis waktu itu. Tidak ada tempat untuk bertanya, ketika saya bertanya pada Guru agama, dia membenarkan peristiwa reformasi dan jaman kegelapan Gereja. Saya tersungkur ke jurang yang paling dalam. Saya telah di tipu !. Sejak saat itu, berdoa salam maria tak pernah lagi nyaman bagi saya. Besoknya, saya langsung menulis segala pertanyaan dan kegalauan saya tentang iman katolik dalam suatu kertas folio, yang celakanya jatuh ke tangan teman saya yang bapaknya seorang prodiakon, prodiakon itu melaporkan saya ke sekolah dengan tuduhan melecehkan dan menghina katolik.Saya dipanggil ke ruang guru, beberapa bruder ada disana, saya dipukul dengan keras dikepala dan dikatakan menghujat Katolik, tanpa penjelasan apapun tentang pertanyaan saya. Pukulan tanpa penjelasan itu tidak hanya meremukkan hati saya, namun menghancurkan iman katolik saya sampai tak bersisa. Esok harinya, saya mengundurkan diri dari kelas katekumen dengan meninggalkan 50 tanda tangan di lembar kertas yang sia-sia.....kurang 4 tanda tangan dan 1 bulan sebelum baptisan, saya memutuskan untuk kembali lagi jadi manusia biasa, manusia kebingungan yang terluka. Kembali lagi mengikuti kebaktian atau beston di gereja protestan, mengikuti persekutuan doa bahasa roh yang sempat membuat saya frustasi karena saya satu-satunya yang tidak bisa berbahasa roh disana. Ketika semua mulut mulai mengomel dengan lancarnya, saya malah sibuk berusaha menggowal-gowelkan lidah dan bibir saya, berharap ada keajaiban yang membuat bunyi gumaman saya yang lebih mirip orang keselek rambutan, jadi mirip mereka-mereka yang mengagumkan ini. Lagi-lagi saya sendirian, dengan pertanyaan-pertanyaan tak terjawab tentang Tuhan. Beberapa bulan mengikuti persekutuan doa itu, saya menyerah dengan tetap hanya bisa ngomong 2 bahasa, bahasa daerah dan bahasa indonesia.
Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa Dia membiarkan Gerejanya tercerai berai sampai sedemikian banyaknya ? dengan begitu banyak ajaran yang semuanya saling mengaku berasal dari Allah, ajaran-ajaran yang saling berkontradiksi satu sama lain.( saat itu saya banyak membaca buku, jadi saya di usia itu tahu apa itu baptist, methodist, presbyterian, mormon ) Sementara si A menghujat si B, si B menghujat si C, si C menghujat saya, lalu saya harus menghujat siapa ?. Ini konyol sekali. Tuhan kok plin-plan.
Kebingungan yang tak terjawab ini membuat saya kembali mengingat ajaran Bapak dan Paman, mereka benar, Tuhan hanyalah imajinasi manusia yang takut mati, kehilangan harapan. Gereja adalah sekumpulan orang stress yang sedang mencari kelegaaan, well, saudara sekalian, selamat datang di diskotik rohani.
Pikiran saya saat itu terbuka, agama adalah pemberian orang tua kita yang berada dibawah tekanan suatu undang-undang negara. Kita terbuai dan terdoktrinasi dari kecil oleh satu keyakinan saja, ini tidak betul, seharusnya kita mencari sendiri apa itu kebenaran, saya harus kembali jadi orang netral, jadi orang bebas yang tidak bias. Saya harus cari sendiri atau tidak sama sekali. Tetapi mungkin karena rasa sakit hati, saya tidak sudi mempelajari lagi Katolik. Bagi saya katolik adalah heresi, kesesatan yang telah membutakan manusia selama abad-abad awal kekristenan, dengan segala otoritas dan kediktatorannya.
Saat itu, agama kembali hanya jadi formalitas yang boleh ada boleh tidak, terserah Tuhan ada atau tidak, bahkan saya mem-bully beberapa orang Kristen waktu di SMA. Menghancurkan alkitab dan salib, mem-bully guru agama.Dengan pengetahuan yang saya miliki, saya membuat beberapa teman meninggalkan Kristus, saya hancurkan iman mereka perlahan-lahan dengan pengetahuan pinjaman yang saya baca dari buku-buku. Suatu dendam dan kebencian yang menyala dalam hati saya, para penipu ini harus dibasmi. Bahkan saya pernah berpikir untuk menghancurkan seluruh Gereja di kota saya. Hidup saya benar-benar tak terkontrol lagi. Mulai berkenalan dengan rokok, minuman keras dan judi. Sekolah tidak terurus lagi, jarang masuk kelas, kelas 2 SMA nilai raport saya hampir semua merah. Hanya 2 pelajaran yang saya cintai saja yang masih bagus, fisika dan matematika. Ketertarikan saya pada sains semakin menguatkan keyakinan saya bahwa Tuhan tidak ada. Nilai matematika dan fisika saya disekolah membuat saya populer di mata anak-anak yang lain. Kesempatan itu saya gunakan untuk mempropagandakan penghujatan saya kepada Kekristenan. Suatu perbuatan kerdil yang didasarkan oleh pengetahuan yang kerdil pula.
Memasuki masa kuliah, saya semakin menjadi-jadi, kesombongan intelektual membuat saya menyepelekan study saya, saya sempat menggunakan narkoba, namun tidak lama dan tidak sampai kecanduan, julukan saya waktu itu adalah " si pembunuh Yesus" oleh karena kata-kata hujat yang sering saya gunakan untuk mengutuk Yesus dan kristianitas, saya tunjukkan pada mereka yang lemah imannya kontradiksi-kontradiksi dalam alkitab, dan ketika mereka akhirnya menjadi sama seperti saya, saya merasa puas. Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada mempermainkan orang kristen ( katolik + protestan ).
Selama masa-masa tersebut, saya banyak bergelut dengan fisika modern, mempelajari pikiran-pikiran einstein dan stephen hawking. Saya mengagumi Einstein karena kecerdasan dan filosofi-filosofinya. Sebenarnya jika kita mempelajari fisika dan ilmu pengetahuan lain, dan jujur pada diri sendiri, kita akan tetap suatu saat entah dimana dan kapan akan sampai di batas dimana "mau tidak mau" harus mengakui adanya suatu "awal", suatu "pemicu" yang menyebabkan semua ini ada. Dan seharusnya tidak perlu sampai sedalam itu pun, manusia seharusnya sudah sadar bahwa ada suatu "penyebab", yah tapi mungkin proses orang sendiri-sendiri. Pergumulan saya dengan science dan filosofi yang tidak hanya sehari dua hari, saya menyadari hal ini.
Intinya, Ada satu kesadaran dalam diri setiap manusia, yang bisa di rasio dan diraba dengan fungsi intelek kita bahwa Tuhan itu memang ada, dari sudut manapun kita memandangnya.
Tahun 2002, saya menemukan kembali kesadaran akan keberadaan Tuhan, sekalipun tidak begitu kuat. Saya hanya curiga bahwa mungkin Tuhan itu ada. Dan jika kecurigaan saya benar, maka Dia mungkin personal atau hanya sekedar menciptakan lalu tidak mempedulikannya lagi.
Menurut rasio saya, yang pertama lebih masuk akal. Mengapa, karena saya sukar membayangkan Tuhan adalah ilmuwan iseng yang sedang ber-eksperimen di laboratorium kecilnya.
Jadi Tuhan mungkin adalah personal.
Dan jika Tuhan adalah personal, maka Dia lah yang meletakkan dasar bagi adanya agama di muka bumi ini.
Jika Tuhan yang meletakkan dasar bagi adanya agama di muka bumi, dan dengan melihat kenyataan bahwa semua agama saling berkontradiksi satu sama lain, sementara Allah yang satu, esa tidak mungkin plin-plan dan berkontradiksi dengan dirinya sendiri, maka secara logis, Tuhan harusnya hanya meletakkan dasar bagi satu agama saja. Sementara lainnya adalah hasil pemikiran atau khayalan manusia yang berusaha mencari Tuhannya. Padahal Tuhanlah yang harus mewahyukan diriNya pada manusia, tanpa wahyu, manusia selamanya akan gagal mengenal Penciptanya.

contoh kontradiksi yang menurutku kurang masuk akal adalah :

Agama D berkata : makan babi dosa. masuk neraka. Saya berasal dari Allah.
Agama I berkata : makan darah dosa. masuk neraka, tapi boleh makan babi.Saya berasal dari Allah
Agama C berkata : makan semuanya boleh. Saya berasal dari Allah.
Agama E berkata : makan sapi dosa.

okay. Ini konyol. Tuhan tidak bermain dadu.
Dalam pikiran saya waktu itu, Tuhan tidak mungkin seperti ini. Banyak orang disekeliling saya berusaha menjawab pertanyaan saya dengan suatu penjelasan bahwa Agama itu seperti kata pepatah "banyak jalan menuju Roma". Well, cara pikir seperti ini menurutku kurang tepat. Pepatah ini tidak bisa dipakai di ranah dimana kebenaran dan keabsolutan adalah harga mati. Dengan cara berpikir seperti itu, kita telah menghujat Tuhan yang adalah sumber segala kejujuran dan kebenaran.

ini tidak seperti ketika kita mau pergi ke Mall pondok indah, berangkat dari rumah masing-masing dan kita bisa lewat jalur A, jalur B atau jalur C untuk sampai kesana. Dan semua jalur itu memang sungguh bisa dilalui untuk sampai ke Mall pondok indah.

Dalam membayangkan agama-agama tersebut saya lebih suka mengandaikan kita semua berangkat dari titik yang sama dengan tujuan yang sama.

Orang-orang disekeliling saya waktu itu selalu mengajukan pepatah "banyak jalan menuju Roma" dan mengandaikan agama-agama sebagai jalur-jalur berbeda yang menuju ke tempat yang sama.
Saya berpendapat bahwa cara pikir seperti itu kurang tepat. Semua orang berangkat dari titik yang sama, berjalan pada satu jalur yang sama, dan berharap akan tiba pada tujuan yang sama. Sedangkan agama bukan jalan itu sendiri, jalur jalan adalah media, jalur jalan adalah fasilitas belaka, jalur jalan adalah hidup ini sendiri, padahal agama adalah apa yang kita percaya sebagai kebenaran yang akan mengantar kita ke tempat yang seharusnya, agama adalah pedoman arah, panduan kita dalam mengarungi hidup dan mencapai tujuan akhir kita bukan ? jadi agama tepatnya menurut saya justru adalah tanda-tanda petunjuk jalan yang ada disepanjang jalur jalan, dan bukannya jalur jalan itu sendiri. Masalahnya, yang justru berkontradiksi adalah tanda petunjuk jalan tersebut. Ketika tiba di suatu perempatan, ada 3 tanda petunjuk jalan yang saling berkontradiksi. Kita harus memilih tanda yang tepat agar sampai di tempat yang kita tuju.
Sementara Allah yang tidak mungkin seorang penipu dan pencoba, tidak akan memasang lebih dari 1 tanda.

Agama sebagai kebenaran yang menyelamatkan tidak bisa dibayangkan sebagai jalan raya atau jalan tikus yang membawa kita ke tempat tujuan , karena jalan raya dan jalan tikus adalah media, sesuatu yang mati, statis dan hanya berfungsi sebagai media dan fasilitas belaka. Sementara yang sungguh-sungguh membawa kita ke suatu tujuan adalah : Arah yang tepat.


Nah, disini orang yang berpendapat bahwa agama itu layaknya seperti"banyak jalan menuju Roma" biasanya akan mengajukan keberatan serius atas pendapat saya diatas dengan cara licik seperti dibawah ini :

Anto dan Andi adalah 2 orang yang berada di titik A dan ingin menuju ke titik D.

1. Anto berangkat dari titik A, dia pergi melalui jalur ke arah barat.( kiri )
2. Andi berangkat dari titik A, dia pergi melalui jalur ke arah timur.( kanan )

bayangkan rute jalannya adalah sebuah segitiga terbalik-vertikal, dimana titik puncak segitiga ada di bagian bawah.
Titik A adalah titik puncak segitiga, B adalah titik sudut di sebelah kiri, dan C adalah titik sudut disebelah kanan. Titik D yang merupakan tujuan akhir, adalah titik yang ada tepat di tengah-tengah alas segitiga. ( diantara B dan C )

bukankah suatu saat Anto akan tiba di titik B dan akan menjumpai penunjuk jalan didepannya menyuruhnya belok kanan ?
sedangkan Andi akan tiba di titik C dan akan menjumpai penunjuk jalan menyuruhnya belok kiri ?

sudah terbukti bahwa 2 penunjuk jalan yang saling berkontradiksi namun bisa membawa kita ke tempat yang sama bukan ?
sedangkan kamu berkata bahwa agama adalah tanda penunjuk jalan bukan ?
berarti semua agama itu benar dan bisa membawa kita ke tempat tujuan.

biasanya sampai disini, orang yang berpendapat bahwa "banyak jalan menuju Roma" akan tersenyum lebar penuh kemenangan.

tetapi orang ini sebenarnya logikanya tidak jalan dan melakukan ketidakjujuran ? mengapa ? silakan dipikir sendiri. bisa PM saya jika memang sungguh-sungguh tidak tahu mengapa.

Memahami bahwa Allah itu satu, tidak berkontradiksi dan hanya menurunkan satu kebenaran adalah penting untuk direnungkan.


sejak saat itulah, saya kembali mencoba kembali menemukan Tuhan dan kebenaran.Saya bertekad harus mencarinya dengan cara yang paling netral, tidak bias kepada satu keyakinan tertentu, bebas dari bayang-bayang agama pemberian orang tua saya. Dengan demikian, saya benar-benar akan menemukan kebenaran dengan cara yang elegan. Saya mulai mempelajari Buddhisme, salah satu agama yang menurut saya paling dekat ke rasionalitas dan atheisme. 2 bulan, saya bukannya justru semakin dekat ke rasionalitas, melainkan justru terhipnotis oleh dongeng tentang dewa-dewa dan reinkarnasi. Sesuatu yang menurut rasio saya justru sangat primitif dan irasional.
Sayapun ganti haluan, mempelajari islam, membaca Quran, belajar menulis dan mengeja bahasa arab pun saya jalani.Tetapi inipun tidak berlangsung lama, maaf bukan bermaksud apa, jika kita mempelajari sejarah dan sedikit saja bermain rasio, kita akan segera menemukan bahwa agama ini jelas bukan agama yang berasal dari Allah.
lalu mencoba ke agama Tao, inipun isinya cuma sekedar kebijaksanaan-kebijaksanaan dan pedoman-pedoman menjalani hidup.
Setelah mentok kesana-kemari.Akhirnya dengan sedikit menahan malu, kembalilah saya menengok ke arah kekristenan. ke arah Manusia dari Nazareth.
Yesus yang sering kujadikan bahan lelucon, yang sering ku olok-olok dengan kata-kata kejam.
Dari situ, kembali kupelajari kekristenan sekali lagi dalam sudut pandang yang berbeda, waktu itu umur saya 22 tahun. Kubeli lagi sebuah alkitab dan kubaca pelan-pelan, sebagai penetral dari kuasa bias, kucari berbagai artikel untuk menyanggah kebangkitan Yesus, kubaca artikel-artikel di internet yang bisa "menyelamatkan" aku dari figur yang mengagumkan ini. Yang telah kuhujat dengan cara yang paling kekanak-kanakan atas dendam terhadap "penipuan" katolik.
Ku buka lagi luka-luka lamaku, kurenungkan alasanku murtad dari kekristenan, kubuka situs-situs yang menyerang kekristenan. Kucoba kembali menimbang semua pertanyaan tentang Yesus, keberatan-keberatanku.
Mungkin pengaruh umur dan kedewasaan ikut mempengaruhi pemikiranku tentang kristianitas. Sekalipun saya sangat skeptis mengenai Allah dan kekristenan dan ribuan kata hujat kepada Yesus mungkin sudah keluar dari mulutku, namun saya sadar itu mungkin tak lebih hanyalah suatu bentuk pelampiasan rasa sakit hati dan pemberontakan yang kekanak-kanakan ketimbang demi alasan-alasan logis yang bisa dipertanggungjawabkan.

Saya mencoba merenungkan lagi kehidupan Yesus, alasan mengapa Allah harus menjadi manusia, alasan mengapa Yesus adalah Allah, alasan mengapa begitu banyak orang rela menjadi bodoh demi sesuatu yang dunia anggap bodoh.
Namun semakin saya menyelami kekristenan, apa yang saya pandang bodoh justru mempermalukan saya. apa yang dulu saya anggap bodoh ternyata adalah skenario cinta terindah yang pernah ada dimuka bumi ini.
Proses menemukan iman saya kepada Yesus ini tidak sebentar, dan sebenarnya mengalami fluktuasi naik turun yang seringkali malah lebih sering menyiksa pikiran saya selama beberapa waktu. Ini tidak mudah. Bahkan proses ini masih berjalan sampai sekarang walau tidak lagi semenyiksa dulu.
Apakah ada mukjizat dalam hidupku ? hmm..saya paling skeptis dengan mukjizat. Orang seperti saya lebih percaya jurnal sains daripada cerita-cerita mukjizat, bahkan sampai sekarang ini. Namun saat itu, pada saat saya masih berada ditengah-tengah pencarian yang menyiksa, di tengah malam yang sangat mendung, hujan deras tiba tiba turun, saya naik ke atas atap rumah dan berkata dalam hati saya "saya lelah". Otak lelah saya langsung mencoba mencari mukjizat, saya cari hal yang paling tidak mungkin yang akan terjadi dalam keadaan disekeliling saya saat itu. "jika Engkau, Yesus sungguh Allah, biarkan saya tidak ragu dan berpikir dengan susah payah lagi, saya capek...dan saya tidak cukup pintar untuk memikirkan teologi, jadi tunjukkan saja wajah bulan pada saya sekarang juga, dan saya akan percaya kepadaMu".
Saya tahu, berharap bulan muncul di tengah malam dilangit yang penuh dengan awan mendung dan hujan lebat yang sedang turun, sedikit terdengar gila. Dan saya tidak meminta itu 1 jam, atau 2 jam lagi. Saya minta itu sekarang !.
dan tiba-tiba awan tersibak, mungkin hanya sekitar 20 sampai 30 detik, menunjukkan wajah bulan untuk sekejap sampai kemudian awan hitam menutupnya kembali dari pandangan saya.
apa yang saya lakukan saat itu ?
apakah kemudian saya berteriak: ya Yesus, saya percaya ! ??
tidak, bahkan setelah kejadian yang membuat teman-teman saya iri tersebut, saya masih tidak berani percaya bahwa Yesus sungguh Allah.
Intelek saya menyangkalNya, karena saya sampai detik itu masih sementara kehendak saya ingin menerima Dia sebagai Allah.
Saya diam, takut, merinding dan malah berpikir, ah itu kebetulan saja.
Tetapi peristiwa itu, mau tidak mau terus mengganggu pikiran saya.

akhirnya atas saran seorang saudara, saya disarankan untuk pergi ke gereja. Toh salah satu cara mengenal seseorang lebih dekat adalah pergi main ke rumahnya kan ? Mungkin saya akan mendapatkan "sesuatu".
saudara saya juga berkata " lebih baik percaya dulu baru bukti, bukan bukti dulu baru percaya"
saya pikir-pikir, ah mungkin benar juga, mengapa tidak dicoba ?
akhirnya, pergilah saya menghadiri kebaktian di sebuah gereja bethel.
setiap minggu saya coba rutin menghadiri kebaktian dan ditawari untuk dibaptis disana.
saya mengiyakan dan mengambil formulir pendaftaran baptisan dewasa.

Saya hanya sempat bertanya, apa saya masih boleh berdoa salam Maria,
Jawabnya kita tahu sendiri. Itu tidak mungkin. walaupun diijinkan, itu toh malah membuat saya malah jadi berpikir aneh tentang standar iman mereka. Jadi saya membatalkan niat saya untuk dibaptis di gereja bethel.
Maria, mungkin masih meninggalkan jejak yang manis dalam diri saya. Satu-satunya bias katolik yang bukan didasarkan pada pencarian intelektual saya akan kekristenan, dan inipun harus saya akui masih dalam diri saya. Saya ingat ketika saya tidak bisa naik sepeda,dan semua orang sudah menyerah dan putus asa mengajari saya naik sepeda, Bunda lah yang mengajarkan saya naik sepeda. Ketika saya tidak bisa berenang dan semua orang berpikir seumur hidup saya tidak akan bisa berenang, Bundalah yang membantu saya belajar berenang. Dan beliau hanya mengajari saya satu hari saja. Bagaimana mungkin anda bisa melupakan seseorang yang bisa membuat anda terharu dengan kasih sayangnya dengan begitu gampang ? mengapa saya katakan bahwa Bundalah yang mengajarkan saya berenang dan naik sepeda ? suatu hari mungkin saya akan beritahu alasannya.

Permasalahan saya dengan kekristenan adalah banyaknya denominasi dengan berbagai ajaran yang berbeda-beda satu sama lain dan masing-masing mengaku dibimbing oleh Roh Kudus yang sama. Orang lain mungkin dengan gampangnya berkata : ah, kan sama-sama Kristen.
tetapi tidak bagi saya. Sekali lagi, dalam pikiran saya, membayangkan bahwa Allah bisa berkontradiksi dengan diriNya sendiri adalah bentuk penghujatan akan kejujuran dan kebenaran Allah.

jadi diantara ribuan denominasi itu, pastilah ada satu yang sejati.
Mencari satu diantara ribuan denom seperti mencari jarum ditumpukan jerami, butuh seumur hidup untuk sungguh-sungguh mempelajari satu demi satu ajaran mereka. Dan mungkin butuh lebih dari satu kali hidup alamiah manusia...

mungkin ada yang heran kenapa jika saya menghormati Maria, mengapa saya tidak langsung ke Katolik atau orthodox saja ?
well, saat itu saya, dengan pengetahuan teologi yang minim dan baca-baca alkitab sendiri, saya percaya bahwa manusia dibenarkan hanya karena iman, meragukan transubstansi, menolak kanonisasi santo santa dan devosi terhadap mereka, serta penggunaan patung dan relikui dalam Gereja.
Namun anehnya, saya percaya pandangan katolik tentang Maria sudah pada tempatnya, dan jangan terkejut atau heran, jika pada saat itu, saya 100% yakin bahwa tafsiran Gereja Katolik atas ayat yang berhubungan dengan supremasi Petrus adalah tepat.
Sebenarnya saya sendiri juga jarang membuka situs-situs katolik di dunia maya karena stigma negatif saya yang sudah terlanjur melekat dalam otak saya. Bagi saya toh paling isinya juga sama saja, tentang kasih, tentang toleransi. Khas katolik. Orang Katolik setahu saya tidak tahu apa-apa tentang alkitab dan kalau ditanya tentang iman mereka, toh jawabannya juga klise, klasik dan itu-itu saja. Benar-benar malang.

Segala kebingungan dan kontradiksi dalam pikiran saya akhirnya malah membuat saya muak pada semua denom. Namun inipun juga disatu sisi membuat saya sedikit resah, karena nalar saya berkata, salah satu diantara mereka pasti benar. Rasa jengah dan lelah membuat saya berhenti mencari, kehidupan rohani saya tidak berkembang karena saya menolak pergi ke Gereja manapun. Saya kembali lagi sendirian, kembali ke kehidupan lama saya yang penuh dengan dosa dan kebejatan. Pelan-pelan, rasa lelah dan jengah mencari berubah menjadi kemuakan pada agama. Saya mencari jawaban yang tidak pernah ada. Saya merasa bodoh padahal orang lain hidup di area yang wajar-wajar saja dan menikmati hidup mereka. Penderitaan hidup, kematian, peperangan atas nama agama dan pembunuhan atas nama agama yang hampir setiap hari bisa kita tonton di televisi, problem of evil, perlahan lahan membuat sikap antipati saya pada agama kembali muncul. Saya tidak lagi peduli pada agama, saya pikir adalah lebih baik jika kita bisa hidup berdampingan dan saling menghargai, karena kebebasan berpikir adalah salah satu hak asasi manusia bukan ?
Mengapa kita tidak bisa hidup berdampingan dalam perbedaan ? mengapa perbedaan menjadi masalah ? Mungkin semenjak saat itu, saya lebih memilih menyebut diri saya Humanis yang menolak untuk percaya pada salah satu agama manapun. Saya pikir Tuhan mungkin punya alasan sendiri mengijinkan ada banyak agama di muka bumi. Si plinplan ini akhirnya memilih jalan paling mudah.

Saya mulai mengenal dunia internet sejak tahun 2002,terkadang mencari artikel tentang agama-agama atau sekedar chatting, namun baru pada suatu hari di bulan november 2007, saya secara tidak sengaja menemukan satu situs katolik yang isinya cukup membuat saya jengkel, www.ekaristi.org
Diskusi yang provokatif, moderator-moderator yang saya cap sebagai fanatik gila, terutama seseorang yang memakai nick DeusVult, slogan para crusader di masa perang salib, well, melihat nicknya saja sudah kurang simpatik, apalagi kata-katanya. Semacam FPI versi Katolik. Mungkin sengaja menghasut atau mengacaukan kerukunan umat beragama di Indonesia.

Saya masih ingat pos pertama saya di ekaristi.org,kalian bisa melihatnya disini.

http://www.ekaristi.org/forum/viewtopic ..;highlight=#62453


saya waktu itu sempat mengirimkan troll demi troll ke situs tersebut, sambil terpingkal-pingkal didepan komputer karena berhasil mengerjai mereka. Orang-orang menyebalkan ini pantas diberi pelajaran. Saya membuat banyak nickname di situs ini, kebanyakan dari nickname itu telah almarhum alias di banned oleh moderator.

Walaupun saya mengirim troll-troll tersebut, saya sempatkan diri untuk membaca beberapa diskusi tentang iman katolik di forum ini. Saya terkejut karena mungkin ini kali pertama saya tahu ada sekumpulan orang-orang katolik yang sedang berusaha mempertahankan iman mereka dengan cara yang paling intelek yang pernah saya tahu. Sesuatu yang baru bagi saya.
Dan yang lebih mengagetkan lagi, ketika saya menemukan bahwa sekumpulan fanatik gila ini sedang dengan pedenya meng-klaim katolik sebagai SATU-SATUNYA AGAMA YANG BERASAL DARI ALLAH.
kalimat itu mengusik sesuatu yang dulu pernah mampir di logika saya tentang adanya satu kebenaran mutlak yang seharusnya mengikuti logis adanya satu Allah, kalimat itu menarik saya untuk membaca dan mempelajari lebih jauh sampai dimana klaim mereka itu bisa dipertanggungjawabkan.

Pelan-pelan saya ikuti diskusi demi diskusi, membacanya satu persatu. Bahkan sampai rela semalaman di warnet ketika koneksi internet di rumah sedang lemot. Wow...masuk akal ! Situs ini BEDA!.
semua pertanyaan tentang kristianitas yang dulu ada di pikiran saya terjawab dan terbabat habis satu demi satu. Orang-orang ini masuk akal !.
Penjelasan-penjelasannya masuk akal !. Saya merasa terharu, saya bahkan hampir menangis ketika tahu bahwa apa yang dulu saya perjuangkan dengan susah payah sekarang terjawab sudah.Saya menemukan harapan, ya, harapan yang dulu sempat pupus. Harapan untuk menemukan kebenaran yang satu, asli dan murni dari Allah. Entah kenapa saya merasa penjelasan-penjelasan moderator ekaristi, terutama DeusVult, bisa kucerna dengan mudah dan jelas.Ada kalanya saya kurang bisa menangkap, namun saya baca berulang-ulang sampai saya bisa menangkap maksudnya.

Saya buka lagi alkitab, saya beli lagi buku-buku katolik, dan tak lupa sebagai penetral, saya buka juga website-website anti katolik. Namun saya merasa posisi katolik lebih kokoh dan swapanggah ketimbang pendapat orang-orang di website-website tersebut. Saya merasa begitu buta dan bodoh, saya heran kenapa baru di tahun 2007 saya menemukan situs katolik ini. Sementara saya sudah lama melanglang buana di dunia internet. Ketika website katolik yang lain berbicara tentang keindahan buku anthony de mello, situs ini malah menyuruh berhati-hati terhadap buku anthony de mello.
Setelah melalui suatu proses berpikir, plinplan dan curiga yang panjang, doa serta berdiskusi dengan beberapa orang, Tahun 2008, saya memutuskan untuk kembali mengikuti kelas katekumen di Gereja Katolik. Pertengahan tahun 2008, saya jatuh sakit. Dokter menemukan lesi berbentuk segitiga di paru-paru kanan saya dan gejala pembengkakan jantung. Saat itu, Bunda lah yang menyembuhkan saya setelah 3 bulan sakit. Awal desember 2009, saya akhirnya dibaptis menjadi seorang Katolik dengan mengambil nama Fransiskus de Assisi, Salah seorang santo yang sangat saya kagumi di masa kecil saya.

Sampai sekarang, terkadang masih ada pertanyaan-pertanyaan yang mungkin terus muncul dalam pikiran saya. Tetapi selalu, pada saat yang tepat, Tuhan menjawabnya melalui cara yang tidak terduga. Ada kalanya saya jatuh kembali ke pemikiran atheis, ada kalanya saya jatuh dalam dosa berat, ada kalanya saya kembali melukai HatiNya, namun sampai detik ini saya tak henti berusaha untuk kembali menata hidup saya, saya percaya bahwa iman adalah anugerah dan kerja keras oleh karena Rahmat Allah. Saya percaya bahwa kita harus terus mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar, seperti yang telah Santo Paulus nasehatkan kepada kita.
Saya pertama kali menemukan situs ekaristi di google 3 hari sebelum saya register, di hari raya santa perawan Maria dipersembahkan kepada Allah dan dibaptis pada Hari raya Santa perawan Maria dikandung tanpa Noda. Bagi saya, Bundalah yang menjaga saya dan membawa saya kepada Kristus dan GerejaNya. Dia menepati janji yang ironisnya justru saya sendiri yang mengucapkannya. Janji bahwa selamanya Saya adalah milik Maria demi kemuliaan Tuhan.


semoga kesaksian ini berguna bagi jiwa-jiwa dan kemuliaan Allah. Jangan pernah berhenti mencari, jangan pernah berhenti mengetok pintu surga, jangan pernah menyerah karena jika kamu merasa bahwa akal budimu tidak mampu menemukan Allah, Allah-lah yang akan menemukanmu.
Melalui pengalaman saya mencari kebenaran yang sejati ini, saya harap kita semua menjadi sadar pentingnya pendidikan iman katolik bagi anak-anak kita, pentingnya mempertanggungjawabkan iman dan apologetik. Tidak banyak yang bisa saya tuliskan disini, karena jika saya harus menuliskan satu demi satu alasan saya menjadi katolik, sama saja seperti menyusun sebuah buku apologetik katolik, karena pencarian saya akan kebenaran, lebih saya sandarkan pada intelek daripada intuisi atau fanatisme buta pada agama. Saya juga secara terus terang berkata, bahwa mungkin ada detil-detil kecil yang bisa saja kurang akurat karena ingatan saya yang kurang baik, mohon itu dimaklumi.
Kita berhadapan dengan dunia modern yang semakin lama semakin berusaha menjauh dari kebenaran Allah, media informasi yang terus menyediakan pengetahuan-pengetahuan yang belum tentu benar, yang memiliki potensi menyesatkan anak-anak kita dari jalan yang sejati. Jangan pernah takut mewartakan kebenaran iman katolik, jangan ragu untuk mempertahankan iman katolik. Jangan takut.
Tak lupa saya berterimakasih kepada Ekaristi.org,para moderator dan member-member yang telah menjadi penerang jalan bagi saya untuk menemukan kebenaran melalui pemikiran-pemikiran dan diskusi diskusinya.
Terimakasih kepada Daddy Norman dan Mommy Darlene, Canada, suami istri katolik yang saleh yang turut memicu pencarianku akan iman dan Tuhan, semoga kalian berbahagia di surga dan semoga Tuhan Yesus menerima kalian dalam cahaya wajahNya.





Totus Tuus sum Maria.
_________________
Exsurge, quare obdormis Domine? Exsurge ( Ps 43:23)
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail Yahoo Messenger
hwijaya



Joined: 05 Feb 2008
Posts: 1511
Location: USA

PostPosted: Fri, 11-10-2013 7:47 am    Post subject: Reply with quote

Charity, aku akan berdoa utkmu. St. Francis nama baptis yg tepat!

"In dangers, in doubts, in difficulties, think of Mary, call upon Mary. Let not her name depart from your lips, never suffer it to leave your heart. And that you may obtain the assistance of her prayer, neglect not to walk in her footsteps. With her for guide, you shall never go astray; while invoking her, you shall never lose heart; so long as she is in your mind, you are safe from deception; while she holds your hand, you cannot fall; under her protection you have nothing to fear; if she walks before you, you shall not grow weary; if she shows you favor, you shall reach the goal."
--Saint Bernard of Clairvaux, Father and Doctor of the Church

“Never be afraid of loving the Blessed Virgin too much. You can never love her more than Jesus did.”
--Saint Maximilian Kolbe
Back to top
View user's profile Send private message
Tony
Evangelos


Joined: 20 Jan 2004
Posts: 4642
Location: Disini, ngga kelihatan apa?

PostPosted: Fri, 11-10-2013 11:34 pm    Post subject: Reply with quote

What a trip!

Tidak ada saran, tidak ada anjuran, tidak ada informasi dan tidak ada undangan baru untuk kamu. Perjalanan rohanimu adalah nyata dan milik kamu pribadi, jalinan hubungan dengan Bunda Dunia yg senantiasa membimbing kamu penuh kasih sepenuhnya adalah pribadi milikmu.

Charity, dalam menempuh jalan yg menunjukan kebenaran sejati yg memberikan kehidupan " I AM the way the truth and life" dalam kronolgi seperti adanya. Dimana kamu mengerti tidak ada yg menjumpai Bapa tanpa melalui Yesus dimana Bunda Maria yg mengumpulkan anak2 Allah untuk menjumpai puteranya Yesus seperti juga yg kamu alami.

Dengan mengetahui kebenaran yg absolut, menerima, menyerahkan diri dan menjalani kehidupan dalam rahmat Allah yg dengan sadar kamu pilih adalah seluruh kehidupan, adalah maksud dan karunia penciptaan siapa kamu dan mengapa kamu dan untuk apa kamu. Kita mengingat dan sering lengah dan lupa diri dari iman dan kasih kita untuk Allah. Hidup akan damai, indah dan terselimuti oleh kasih sempurna dan karena itu iblis dan agen2 nya akan berusaha lebih keras untuk menipu kita. Kamu akan senantiasa diuji, dicoba dan digoda dalam segala aspek kehidupan dan juga bagi mereka yg kita kasihi. Bila iblis gagal menipu kamu ia akan berusaha menipu keluarga, teman atau lingkungan kamu agar mendapatkan dampak pada dan dalam diri kamu. Penipuan pada pihak ketiga untuk menujamkan pihak pertama adalah nyata dan kian bertambah dalam dan selama hidupmu. Berbahagialah bila kamu senantiasa diuji iblis untuk menyakiti Allah, karena itu adalah bukti betapa dekatnya kamu dengan-Nya. Lebih patut saya yg minta didoakan oleh kamu dan semoga kamu sudi mendoakan saya tetapi saya akan selalu berdoa untuk kita semua.

Blessed Mother I love you, for you are so patient and gentle with us your children, you lead us to your son our Lord and Savior Jesus.
_________________
Salam dan doa
F A Q
It fails to show just how the world is divided. Evil stands for division against unity. In union with God and His miracles I see my self everyday in the mirror. I am a miracle that science still is at it's heels glancing up a vast yet unacceptable impossibility, a climb to faith. Science can't and will never explain God, for science is only capable in calculating the calculable. How is science to measure anything outside of time and space that started time and space, how is the created to measure the creator? Science is an apathy of one who seeks his heart and yet refuse to see it,
Tony B Mat 12:32 Jangan membohongi diri!
Indonesia Katolik -Terjemahan Baru   © Ekaristi dot Org
Matius  12:32Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak.
Back to top
View user's profile Send private message
Charity



Joined: 24 Nov 2007
Posts: 908

PostPosted: Sat, 12-10-2013 12:23 pm    Post subject: Reply with quote

terimakasih pak hwijaya dan opa Tony atas doa dan kata kata kasihnya.

aku mohon doanya. semoga Allah membuatku lebih rendah hati, aku sadar tulisan diatas masih sombong, penuh pride dan bukan kasih akan jiwa-jiwa.
aku salah mengcopy dari file yang belum sempat aku perbaiki atau 3/4 jadi, jadi terlihat ada banyak kalimat tak selesai dan bahasa yang kacau, tapi waktu meng-edit sudah habis. tapi dari kejadian itu aku malah belajar betapa sombong dan tinggi hati nya aku

aku akan berdoa untuk kalian semua, terutama ekaristi.org

aku juga akan memperbaiki sifat dan sikapku yang tidak baik.
_________________
Exsurge, quare obdormis Domine? Exsurge ( Ps 43:23)


Last edited by Charity on Sat, 12-10-2013 12:25 pm; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message Send e-mail Yahoo Messenger
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Ruang Doa/ Prayer Request All times are GMT + 6 Hours
Page 1 of 1

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17