FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Nama 'lain' Allah?    
Goto page: Next

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Ruang Pengetahuan Dasar Iman Katolik
View previous topic :: View next topic  
Author Message
Stanley



Joined: 29 Sep 2008
Posts: 3739

PostPosted: Fri, 02-08-2013 9:58 am    Post subject: Nama 'lain' Allah? Reply with quote

Bertepatan dengan tahun iman, di salah satu paroki di surabaya mengadakan 3 kali seminar yg membahas mengenai Maria, Kristus, Trinitas. (Satu topik per pertemuan seminar).

Pembahasan menarik muncul di pertemuan ttg Trinitas. Sang romo yg mengajar (rm Benny? Maaf ga ingat namanya) menjelaskan statemen berikut (kata2 tidak sama persis):

Quote:

Ada masa dimana umat Israel memahami / mengenal Allah sebagai salah satu dewa. Masa itu di mulai dari Abraham, sebagai salah satu dari suku pengembara di wilayah gurun (arabia?). Ketika Allah menyapa Abraham, Abraham langsung tahu bahwa yg menyapanya adalah El (klo aku tulis dgn kapital smua: EL).

Siapakah El itu? El di kenal sbg dewa terkuat yg di sembah dan di takuti oleh suku-suku disana. Ciri-ciri El:
1) El selalu menang dalam perang
2) El paling perkasa
3) El tinggal dan menetap di satu tempat yg di namakan Bet-El (rumah kediaman El).
4) El 'perlu' beristirahat di suatu waktu.


Sampai disini, saya merenung. Kisah mengenai Abraham, ditulis didalam Pentateukh (5 taurat Musa). Dan di kitab pentateukh, di kisah penciptaan langit dan bumi, di sebutkan dlm gaya bahasa sang penulis dimana pada hari ketujuh Allah beristirahat. Serta dalam perjumpaan Abraham dengan 'ketiga' pribadi Allah (yang sedang dalam perjalanan ke Sodom dan Gomora), Abraham tampak amat (bahasa saya sih) terkejut namun tersanjung akan kehadiran El yang berkenan datang dari jauh. Makanya Abraham segera menjamu El yg hadir itu.

Apakah penjelasan di atas dari romo itu benar? Dan apakah penafsiran saya mengenai lingkungan maupun pola pikir orang di jaman itu adalah benar?
_________________
This is Spartaaa!
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Fri, 02-08-2013 1:37 pm    Post subject: Reply with quote

Kamu khawatir bahwa Abraham etc keliru dalam memahami Tuhan karena dia menyebut Tuhan dengan "El" yang adalah Tuhan kaum pagan.

Begitu?
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
Stanley



Joined: 29 Sep 2008
Posts: 3739

PostPosted: Fri, 02-08-2013 2:08 pm    Post subject: Reply with quote

Khawatir? Oh bukan.

Saya tidak mengkhawatirkan kalau Abraham salah menyebut Allah dengan sebutan dewa nya orang pagan. Bahkan saya dalam posisi 'memaklumi' andai Abraham, dan keturunannya (termasuk Yakub yg memutuskan u/ 'bergulat' dengan Allah itu mgkn karena Yakub merasa jarang-jarang dewa El turun gunung).

Namun, yes saya mengkhawatirkan apabila saya telah salah berpikir (krn itu yg paling penting bagiku). Makanya butuh masukan tentang:
1) Apakah benar [statement romo] ada masa sperti itu (dmn Abraham dan sejumlah keturunannya menganggap Allah itu dewa)?
2) Apakah benar [saya mengasumsikan] bahwa Allah benar-benar menyatakan supaya jangan diriNya di sebut dengan nama lain ketika di masa Musa (peristiwa Allah berkata: Aku adalah Aku, maupun peristiwa penulisan 10 perintah Allah)?
3) Apakah kita [asumsi saya] tidak boleh menyebut Allah dengan nama El Shaddai (yg kata orang nih, klo di translate scr simple artinya Allah Maha Besar) ?
4) Dan apakah asumsi saya yang lain soal El itu benar atau bagaimana?

Jadi yg paling mengkhawatirkan saya adalah kemungkinan liar nya pikiran saya sendiri.

Begitu good Job
_________________
This is Spartaaa!
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Fri, 02-08-2013 3:05 pm    Post subject: Reply with quote

Stanley wrote:

1) Apakah benar [statement romo] ada masa sperti itu (dmn Abraham dan sejumlah keturunannya menganggap Allah itu dewa)?


Kalau si Romo bilang "semacam" dewa, ya itu bisa dibenarkan. Toh Allah memang "semacam" dewa dalam pemahaman yang sempit sekali.

However harus dijelaskan bahwa Abraham dan keturunannya selalu menganggap Allah yang memanggilnya dari Ur adalah Allah yang berbeda dari yang lain. Maka dari itulah kita lihat bagaimana baik Allah sendiri (Kej 26:24; Kel 3:6), maupun keturunan Abraham (si Yakub di Kej 32:9), bahkan pelayan Abraham sendiri (Kej 24:12) mengacu kepada Allah yang memanggil Abraham sebagai "Allah bapamu Abraham" atau "Allah bapamu Abraham" atau "Allah majikanku/tuanku Abraham."

So, jadi kalau ada yang berpikir bahwa orang Israel mengira sang Allah adalah Allah yang lain-lain, he is sorely mistaken.

Quote:
2) Apakah benar [saya mengasumsikan] bahwa Allah benar-benar menyatakan supaya jangan diriNya di sebut dengan nama lain ketika di masa Musa (peristiwa Allah berkata: Aku adalah Aku, maupun peristiwa penulisan 10 perintah Allah)?


Peristiwa itu memang terjadi.

Quote:
3) Apakah kita [asumsi saya] tidak boleh menyebut Allah dengan nama El Shaddai (yg kata orang nih, klo di translate scr simple artinya Allah Maha Besar) ?


Kenapa? Apakah karena Allah memberitahu bahwa "namanya" adalah YHWH maka nama lain tidak bisa dipakai?

Tidak apa-apa menyebut Tuhan El-Shaddai.

Quote:
4) Dan apakah asumsi saya yang lain soal El itu benar atau bagaimana?


"El" itu adalah bahasa kaum semitic. Karena Abraham semitic, ya dia memakainya.
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
Stanley



Joined: 29 Sep 2008
Posts: 3739

PostPosted: Fri, 02-08-2013 3:31 pm    Post subject: Reply with quote

DeusVult wrote:
Stanley wrote:

1) Apakah benar [statement romo] ada masa sperti itu (dmn Abraham dan sejumlah keturunannya menganggap Allah itu dewa)?


Kalau si Romo bilang "semacam" dewa, ya itu bisa dibenarkan. Toh Allah memang "semacam" dewa dalam pemahaman yang sempit sekali.

However harus dijelaskan bahwa Abraham dan keturunannya selalu menganggap Allah yang memanggilnya dari Ur adalah Allah yang berbeda dari yang lain. Maka dari itulah kita lihat bagaimana baik Allah sendiri (Kej 26:24; Kel 3:6), maupun keturunan Abraham (si Yakub di Kej 32:9), bahkan pelayan Abraham sendiri (Kej 24:12) mengacu kepada Allah yang memanggil Abraham sebagai "Allah bapamu Abraham" atau "Allah bapamu Abraham" atau "Allah majikanku/tuanku Abraham."

So, jadi kalau ada yang berpikir bahwa orang Israel mengira sang Allah adalah Allah yang lain-lain, he is sorely mistaken.

Quote:
2) Apakah benar [saya mengasumsikan] bahwa Allah benar-benar menyatakan supaya jangan diriNya di sebut dengan nama lain ketika di masa Musa (peristiwa Allah berkata: Aku adalah Aku, maupun peristiwa penulisan 10 perintah Allah)?


Peristiwa itu memang terjadi.



Ok ini sudah jelas.
Quote:


Quote:
3) Apakah kita [asumsi saya] tidak boleh menyebut Allah dengan nama El Shaddai (yg kata orang nih, klo di translate scr simple artinya Allah Maha Besar) ?


Kenapa? Apakah karena Allah memberitahu bahwa "namanya" adalah YHWH maka nama lain tidak bisa dipakai?

Tidak apa-apa menyebut Tuhan El-Shaddai.


Bersumber dari kata-kata yang diucapkan sejumlah orang protestan yang terlalu favor kepada kaum israel (Yahudi), mereka mengeluarkan nama-nama Allah yang lain, dan mayoritas (klo bukan semua) diawali dengan nama El. Ada yg disebut "Allah yang menghidupkan", ada lagi "Allah yang menyembuhkan", ada lg "Allah yang menyelamatkan".

Bagaimana dengan itu? Lepas dari disposisi iman mereka, namun apakah diperbolehkan jg u/ menyebutkan nama-nama lain Allah?

Karena di telinga saya pribadi, cuma El Shaddai yang bisa saya terima. Yang lainnya terasa seperti 'mengkotak-kotakkan' Allah.

Dan penjelasan romo ini, seolah-olah mengkonfirmasi alasan saya ttg mengkotak-kotakkan Allah itu.
Quote:

Quote:
4) Dan apakah asumsi saya yang lain soal El itu benar atau bagaimana?


"El" itu adalah bahasa kaum semitic. Karena Abraham semitic, ya dia memakainya.


Okay, ini jg dimengerti.

Thx MGBU
_________________
This is Spartaaa!
Back to top
View user's profile Send private message
Tony
Evangelos


Joined: 20 Jan 2004
Posts: 4642
Location: Disini, ngga kelihatan apa?

PostPosted: Sat, 03-08-2013 1:26 am    Post subject: Reply with quote

Perhatikan kata Elohim El-lo-him. perhatikan perkataan Yesus Eli, Eli sabaktani ...
Bhs semitik El-aha berubah dalam bhs arab menjadi al-aha dan kemudian menjadi allah.
Bahasa arab berasal dari bahasa semitik/yahudi dan kata el dalam bhs spanyol berasal dari bhs arab saat penjajahan islam di spanyol selatan. Sedangkan bahasa dan kebudayaan semitik adalah bunda bhs dan kebudayaan arab yg juga mempengaruhi bhs IND, so tidak salah memanggil Allah contoh Al-lah = El-lah karena Al-lah=The God=dewa dari semua dewa, Tuhan=Elohim=Lord. Karena Tuhan adalah Raja segala raja dan Tuhan dari segalanya, dengan itu memanggil dengan Elpax, Elagape =Lord of peace, Lord of love tidak salah. Dalam bhs IND kita memanggil Allah dengan Sang kasih, Sang damai ect. Bukti bahwa al=the=yang=sang dan lah=dewa=tuhan=raja silahkan perhatikan doa dalam islam dan bhs arab bis-mi-llah=dalam nama dewa/tuhan/llah atau abdullah=abdu/abdi, llah=dewa/tuhan yg berarti pelayan dewa yg adalah notebene nama paman muhamad yg menunjukan bahwa jauh sebelum islam nama allah=sang dewa sudah ada dan digunakan dalam istilah dan tradisi anemisme pre-islam suku arab yg menggunakan tradisi Abraham=ab/abba-raham=bapa segala bangsa yg dijadikan Ibrahim=ib/ibnu/abah, rahim=bunda=asal/keberasalan=tradisi Yahudi bahwa Abraham yg sebelumnya adalah bernama Abram yg dirubah Allah yg memberikannya nama Abraham=abba-raham=bapa segala bangsa.
Kembali ke dan karena kata yg digunakan adalah allah yg berasal dari kata El bhs semitik/ibrani, aram. Kemudian bhs arab dalam quran adalah primitif dan tidak kaya bendaharanya maka kata allah memiliki konotasi yg luas dan dengan sendirinya membuktikan asal-usul penggunaannya dan itu adalah bukti kuat yg simpatik kepada keberadaan yahudi/semitik jauh sebelum arab yg mengklaim bahwa semua nabi mulai dengan Adam s/d muhamad adalah arab dan islam adalah konyol bin konyol dan justru membuktikan bahwa agama yahudi memiliki awal jauh sebelum islam dan islam adalah agama fotocopy yg merubah isi dan arti dari tulisan dan tradisi Yahudi.

Jadi si mamat adalah plagiator LOL itu kalau kita menghargai dia dengan memberi gelar plagiator sedikitnya dia pandai meniru, dgn itupun sejarah membuktikan lain karena dia hanya pandai menjajah dan merampok dan memaksa. Jadi gelar plagiator sudah menunjukan hormat LOL.

Jadi bila romo yg mungkin hanya melihat singkatnya sejarah dan antropologi dalam linguistik semitik atau arab dan ingin menyambungkan islam/IND dengan Yahudi/Ibrani dan Kitab Suci tentu dia tidak sepenuhnya salah, yg salah adalah kronolgi praktisnya karena telah luntur/pudar oleh bias dari tujuannya. Mungkin kelemahan romo adalah seperti banyak di IND yg baru mampu atau hanya ingin menyambung antropolgi IND dengan arab/islam dan melupakan kronolgi India yg hindu dan budha lebih lagi kejawen atau jawa kuno yg anemisme.
_________________
Salam dan doa
F A Q
It fails to show just how the world is divided. Evil stands for division against unity. In union with God and His miracles I see my self everyday in the mirror. I am a miracle that science still is at it's heels glancing up a vast yet unacceptable impossibility, a climb to faith. Science can't and will never explain God, for science is only capable in calculating the calculable. How is science to measure anything outside of time and space that started time and space, how is the created to measure the creator? Science is an apathy of one who seeks his heart and yet refuse to see it,
Tony B Mat 12:32 Jangan membohongi diri!
Indonesia Katolik -Terjemahan Baru   © Ekaristi dot Org
Matius  12:32Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak.
Back to top
View user's profile Send private message
DeusVult
Evangelos


Joined: 10 Feb 2004
Posts: 10848
Location: Orange County California

PostPosted: Sat, 03-08-2013 5:27 am    Post subject: Reply with quote

Stanley wrote:

Bersumber dari kata-kata yang diucapkan sejumlah orang protestan yang terlalu favor kepada kaum israel (Yahudi), mereka mengeluarkan nama-nama Allah yang lain, dan mayoritas (klo bukan semua) diawali dengan nama El. Ada yg disebut "Allah yang menghidupkan", ada lagi "Allah yang menyembuhkan", ada lg "Allah yang menyelamatkan".

Bagaimana dengan itu? Lepas dari disposisi iman mereka, namun apakah diperbolehkan jg u/ menyebutkan nama-nama lain Allah?

Karena di telinga saya pribadi, cuma El Shaddai yang bisa saya terima. Yang lainnya terasa seperti 'mengkotak-kotakkan' Allah.

Dan penjelasan romo ini, seolah-olah mengkonfirmasi alasan saya ttg mengkotak-kotakkan Allah itu.


Bukannya kita juga ada litani dimana gelar-gelar Yesus (yang adalah Allah) disebut?

Banyak deskripsi Allah. Ketika kita kesusahan dan kemudian dihibur, kita bisa bilang Allah adalah penghibur. Ketika kita menerima ketidakadilan lalu kemudian mendapatkannya, kita berterimakasih kepada sang hakim Agung. dst.

Tidak ada salahnya menghormati nama-nama Allah yang menekankan sifat-sifat tertentunya. Asal kita tahu bahwa Allah lebih dari sifat-sifat tertentu saja.
_________________
Mohon doa saudara-saudari
Back to top
View user's profile Send private message
Stanley



Joined: 29 Sep 2008
Posts: 3739

PostPosted: Sat, 03-08-2013 7:13 am    Post subject: Reply with quote

DeusVult wrote:
Stanley wrote:

Bersumber dari kata-kata yang diucapkan sejumlah orang protestan yang terlalu favor kepada kaum israel (Yahudi), mereka mengeluarkan nama-nama Allah yang lain, dan mayoritas (klo bukan semua) diawali dengan nama El. Ada yg disebut "Allah yang menghidupkan", ada lagi "Allah yang menyembuhkan", ada lg "Allah yang menyelamatkan".

Bagaimana dengan itu? Lepas dari disposisi iman mereka, namun apakah diperbolehkan jg u/ menyebutkan nama-nama lain Allah?

Karena di telinga saya pribadi, cuma El Shaddai yang bisa saya terima. Yang lainnya terasa seperti 'mengkotak-kotakkan' Allah.

Dan penjelasan romo ini, seolah-olah mengkonfirmasi alasan saya ttg mengkotak-kotakkan Allah itu.


Bukannya kita juga ada litani dimana gelar-gelar Yesus (yang adalah Allah) disebut?

Banyak deskripsi Allah. Ketika kita kesusahan dan kemudian dihibur, kita bisa bilang Allah adalah penghibur. Ketika kita menerima ketidakadilan lalu kemudian mendapatkannya, kita berterimakasih kepada sang hakim Agung. dst.

Tidak ada salahnya menghormati nama-nama Allah yang menekankan sifat-sifat tertentunya. Asal kita tahu bahwa Allah lebih dari sifat-sifat tertentu saja.


Hm. Okay, bisa kupahami. Thx a lot. MGBU
_________________
This is Spartaaa!
Back to top
View user's profile Send private message
jasen



Joined: 17 Oct 2013
Posts: 237

PostPosted: Fri, 18-10-2013 7:54 am    Post subject: Reply with quote

Bagaimana menurut kawan2 sekalian jika kata 'Allah' dilarang digunakan orang-orang Kristiani di Indonesia, sperti yang terjadi di Malaysia?
Apakah sebaiknya kita mengalah dengan menggunakan kata lain seperti 'Yahwe'? Atau tetap menggunakan kata 'Allah' walaupun dapat menimbulkan konflik antar agama?


Last edited by jasen on Fri, 18-10-2013 7:56 am; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message
Tony
Evangelos


Joined: 20 Jan 2004
Posts: 4642
Location: Disini, ngga kelihatan apa?

PostPosted: Sat, 19-10-2013 1:25 am    Post subject: Reply with quote

jasen wrote:
Bagaimana menurut kawan2 sekalian jika kata 'Allah' dilarang digunakan orang-orang Kristiani di Indonesia, sperti yang terjadi di Malaysia?
Apakah sebaiknya kita mengalah dengan menggunakan kata lain seperti 'Yahwe'? Atau tetap menggunakan kata 'Allah' walaupun dapat menimbulkan konflik antar agama?


Kalau IND mau sama seperti malaysia bahkan pakistan yg bahasa asli adalah hindi/sangkrit yg kemudian mereka rubah dengan abjad arab juga seperti di afganistan bahasa pasthun yg menggunakan abjad arab tidak bisa digugat karena UUD/konstitusi mereka yg kacau dan dapat dirubah setiap saat menurut kehendak pemerintahnya. Beda sekali di IND yg UUD adalah Panca Sila. Memang dalam 15 th terakhir banyak diperkosa pemerintah dan organisasi islam, bila terjadi revolusi dan UUD dirubah tentu itu bisa terjadi di IND. Tetapi hingga hari ini UUD melarang untuk mengada-ada seperti di malaysia. Sebab bila penduduk negara2 tsb memikirkan secara baik2 kebudayaan dan sejarah kebudayaannya tentu mereka harus tunduk dengan penduduk palestina yg aslinya berbahasa Aram dan Ibrani bahkan umat Katolik pd jaman Bapa Gereja hingga saat ini masih menggunakan bahasa Aram tetapi setelah penjajahan islam bangsa palestina merubah abjad dan bahasa mereka menjadi bahasa arab dan itupun merubah penggunaan bahasa dalam gereja katolik yg juga kemudian mengadaptasi bahasa arab dimana nama Allah digunakan seperti sekarang. Jadi sejarah Katolik menggunakan Allah memiliki sejarah yg jauh lebih tua dibanding dengan keberadaan pakistan yg baru ada th 47, afganistan dan juga malaysia. Jadi sebenarnya gereja di malaysia mudah saja dapat menuntut untuk menggugat hak sejarah adaptasi penggunaan Allah keabad 7.

Kita semua sudah lama mengetahui muslim dimalaysia fanatik tanpa pendidikan atau ilmu yg baik atau isltilah kampungan atau betawinya NORAK. Selama mereka memegang kuasa pemerintahan ya mau diapakan. Ingat pm mahatir yg menyerukan untuk membasmi bangsa Israel yg tidak berhak ada diduina? Ingat pernyataan muslim malaysia bahwa kuala lumpur adalah beranda madinah juga seperti suku aceh yg fanatik menyatakan bahwa Banda Aceh adalah serambi madinah. Bila manusia fanatik tanpa dasar atau fakta yg benar, ya mau diapakan. Hanya saja di IND Panca Sila masih cukup dihargai sehingga itu tidak akan terjadi selama Panca Sila dihargai mayoritas. Perhatikan nama bangsa dan negara kita INDO-NESIA = Indo = india mengapa kok islam banget sedangkan nama saja menunjukan kita lebih condong ke antropologi dan kebudayaan India dibanding dengan arabia? Konyol bukan?
Lets pray that it stays that way!
_________________
Salam dan doa
F A Q
It fails to show just how the world is divided. Evil stands for division against unity. In union with God and His miracles I see my self everyday in the mirror. I am a miracle that science still is at it's heels glancing up a vast yet unacceptable impossibility, a climb to faith. Science can't and will never explain God, for science is only capable in calculating the calculable. How is science to measure anything outside of time and space that started time and space, how is the created to measure the creator? Science is an apathy of one who seeks his heart and yet refuse to see it,
Tony B Mat 12:32 Jangan membohongi diri!
Indonesia Katolik -Terjemahan Baru   © Ekaristi dot Org
Matius  12:32Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datangpun tidak.
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Ruang Pengetahuan Dasar Iman Katolik All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Next
Page 1 of 2

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17