Select messages from #  through #      FAQ

imam wanita...
Goto page: Next
 FULL PAGE

Akademi Kontra Indiferentisme -> Forum Terbuka

#1  imam wanita...  Author: Alberto    Post Posted: Mon, 02-06-2008 9:40 pm

salam kenal semua...
apakah penahbisan imam wanita oleh seorang uskup masih dapat disebut sebagai komunitas gereja katolik, apabila mereka (yang ditahbiskan) memimpin ekaristi?

karena baru2 ini vatikan mengeluarkan sanksi ekskomunikasi keras terhadap seorang uskup yang menahbiskan para wanita menjadi imam...
dan herannya penahbisan itu mendapat banyak dukungan umat Katolik..

Thx,,, Tuhan selalu memberkati kita semua...

#2  Re: imam wanita...  Author: staquinas  Location: Jakarta  Post Posted: Mon, 02-06-2008 9:59 pm

Alberto wrote:
salam kenal semua...
apakah penahbisan imam wanita oleh seorang uskup masih dapat disebut sebagai komunitas gereja katolik, apabila mereka (yang ditahbiskan) memimpin ekaristi?

karena baru2 ini vatikan mengeluarkan sanksi ekskomunikasi keras terhadap seorang uskup yang menahbiskan para wanita menjadi imam...
dan herannya penahbisan itu mendapat banyak dukungan umat Katolik..

Thx,,, Tuhan selalu memberkati kita semua...


Jelas tidak. Baptisan wanita sebagai pemimpin Ekaristi tidak pernah ada kisahnya dalam Gereja Katolik. Sikap Vatikan itu memang selayaknya kepada seorang Uskup "Liberal" yang membangkang dengan mengatasnamakan "persamaan gender". Btw, dapat dari mana beritanya? Ada linknya?

Dan kamu tidak perlu heran kalo ada "banyak" umat Katolik yang mendukung. Umat Katolik pun banyak yang memakai alat kontrasepsi dan keluarga berencana padahal jelas2 dilarang oleh Gereja. Dan pengertian banyak itu apa? Kalo 7 dari 10 orang mengatakan mendukung, tentu akan kamu katakan "banyak". Tapi bila kamu melihat sepuluh orang itu sebagai bagian dari 100 orang, masih banyakkah jumlah 7 orang itu?? Aku rasa masih lebih banyak Katolik yang setia dan mendukung Gereja dibanding aktivis2 persamaan gender yang mengatasnamakan hak asasi manusia(maaf, aku tidak setuju persamaan gender karena bagiku pribadi, wanita tetap tidak layak dibandingkan laki2. Maaf bila ada yang merasa ter-offense. But, sejak awal aku tidak bermaksud meng-offense. Agar perlu diketahui juga, bahwa aku termasuk umat Katolik yang menentang pentahbisan wanita, walau bukan dengan dasar yang sama dengan penolakan Gereja dan umat lainnya).

#3    Author: Athanasios    Post Posted: Tue, 03-06-2008 12:09 am

staquinas wrote:
Aku rasa masih lebih banyak Katolik yang setia dan mendukung Gereja dibanding aktivis2 persamaan gender yang mengatasnamakan hak asasi manusia(maaf, aku tidak setuju persamaan gender karena bagiku pribadi, wanita tetap tidak layak dibandingkan laki2. Maaf bila ada yang merasa ter-offense.


Pandangan semacam ini benar-benar mengerikan. Tinggalkan segera pandangan sexism (http://en.wikipedia.org/wiki/Sexism) mengerikan semacam itu!

Dan Gereja tidak pernah mengajarkan hal semacam itu! Sebaiknya kamu cepat bertobat.

Dan kamu tidak berhak untuk mengatakan "bagiku pribadi wanita tetap tidak layak dibandingkan laki-laki" seperti halnya orang tidak berhak mengatakan "bagiku pribadi kulit hitam tetap tidak layak dibandingkan kulit putih" etc...

Kamu (dan semua orang Katolik) secara moral tidak berhak untuk menganut pandangan salah meskipun hanya untuk pribadi.

Gereja menolak penahbisan wanita atas dasar teladan Tuhannya yang memilih Rasul-rasul yang keseluruhannya adalah pria.

Lihat apa yang diajarkan Gereja tentang Sakramen ini:
1577 "Only a baptized man (vir) validly receives sacred ordination."66 The Lord Jesus chose men (viri) to form the college of the twelve apostles, and the apostles did the same when they chose collaborators to succeed them in their ministry.67 The college of bishops, with whom the priests are united in the priesthood, makes the college of the twelve an ever-present and ever-active reality until Christ's return. the Church recognizes herself to be bound by this choice made by the Lord himself. For this reason the ordination of women is not possible.68

1578 No one has a right to receive the sacrament of Holy Orders. Indeed no one claims this office for himself; he is called to it by God.69 Anyone who thinks he recognizes the signs of God's call to the ordained ministry must humbly submit his desire to the authority of the Church, who has the responsibility and right to call someone to receive orders. Like every grace this sacrament can be received only as an unmerited gift.


Semua pria dan wanita adalah sama tidak berhaknya atas sakramen ini.

Tuhan menghendaki hanya pria yang dapat menerima Sakramen Tahbisan sama seperti halnya Dia juga menghendaki hanya wanita yang dapat melahirkan dan menyusui.

Tidak ada dasarnya mengatakan yang satu 'tidak layak' dibandingkan yang lain!

Dan Allah menciptakan pria dan wanita itu setara
Equality and difference willed by God

369 Man and woman have been created, which is to say, willed by God: on the one hand, in perfect equality as human persons; on the other, in their respective beings as man and woman. "Being man" or "being woman" is a reality which is good and willed by God: man and woman possess an inalienable dignity which comes to them immediately from God their Creator.240 Man and woman are both with one and the same dignity "in the image of God". In their "being-man" and "being-woman", they reflect the Creator's wisdom and goodness.

370 In no way is God in man's image. He is neither man nor woman. God is pure spirit in which there is no place for the difference between the sexes. But the respective "perfections" of man and woman reflect something of the infinite perfection of God: those of a mother and those of a father and husband.241


Lain kali tolong dipikir atau cek dulu ke Katekismus atau apalah ajaran Gereja sebelum memposting.

staquinas wrote:
Agar perlu diketahui juga, bahwa aku termasuk umat Katolik yang menentang pentahbisan wanita, walau bukan dengan dasar yang sama dengan penolakan Gereja dan umat lainnya).


Kalau alasanmu adalah karena wanita adalah lebih inferior daripada laki-laki, rasanya kamu tidak lebih baik dan tidak lebih Katolik daripada para pendukung tahbisan wanita itu.....

#4    Author: A Gentur Panuwun
== BANNED ==  Location: Borneo Island.......  Post Posted: Tue, 03-06-2008 1:01 am


Ada apa dgn kamu sdr staquinas ?

Pria dan wanita itu setara dalam harkat dan martabat. Di kejadian jelas disabdakan : Sebagai teman, yg sepadan dan saling tolong menolong.

Mengapa Imam hanya boleh Pria, itu Wahyu Allah.

Persis spt yg diposting sdr Athan

#5    Author: want2share    Post Posted: Tue, 03-06-2008 3:02 am

Teks terjemahan pernyataan CDF di L'Osservatore Romano dalam bahasa Inggris dari CNS (http://www.catholicnews.com/data/stories/cns/0802911.htm):

Quote:
VATICAN CITY (CNS) -- Here is the English text of the Vatican Congregation for the Doctrine of the Faith's general decree on the attempted ordination of a woman, signed by Cardinal William J. Levada, congregation prefect, and Archbishop Angelo Amata, secretary. It was released by the Vatican May 30.

In order to protect the nature and validity of the sacrament of order, the Congregation for the Doctrine of the Faith, in virtue of the special faculty given by the supreme authority of the church (cf. Canon 30, Code of Canon Law), in the ordinary session of Dec. 19, 2007, has decreed:

Without prejudice to the prescript of Canon 1378 of the Code of Canon Law, both the one who attempts to confer a sacred order on a woman, and the woman who attempts to receive a sacred order, incur an excommunication "latae sententiae" reserved to the Apostolic See.

If, in fact, the one who attempts to confer a sacred order on a woman, or the woman who attempts to receive a sacred order, is one of Christ's faithful subject to the Code of Canons of the Eastern Churches, that person, without prejudice to the prescript of Canon 1443 of the same code, is to be punished with a major excommunication, the remission of which is also reserved to the Apostolic See (cf. Canon 1423, Code of Canons of the Eastern Churches).

This decree, once published in L'Osservatore Romano, comes into force immediately.

#6  Re: imam wanita...  Author: optimus  Location: RIDAR  Post Posted: Tue, 03-06-2008 11:36 am

Alberto wrote:
salam kenal semua...
apakah penahbisan imam wanita oleh seorang uskup masih dapat disebut sebagai komunitas gereja katolik, apabila mereka (yang ditahbiskan) memimpin ekaristi?

karena baru2 ini vatikan mengeluarkan sanksi ekskomunikasi keras terhadap seorang uskup yang menahbiskan para wanita menjadi imam...
dan herannya penahbisan itu mendapat banyak dukungan umat Katolik..

Thx,,, Tuhan selalu memberkati kita semua...


Ini infonya dapet darimana ??
Mungkin lebih baik jika kamu sertakan sumbernya, jadi kita bisa menanggapinya dengan baik. Cool

#7    Author: staquinas  Location: Jakarta  Post Posted: Tue, 03-06-2008 12:41 pm

Wadow... Om Athan and Om Guntur Panuwun... Menurutku, wanita memang lebih "lemah dan dibawah laki2", tapi itu hanya pandangan pribadi... Aku hanya mengemukakan apa yang sebenarnya kupikirkan. Bukan sedang menjelaskan "posisi wanita dalam Gereja". Mengenai Gereja yang tidak mengijinkan pentahbisan wanita, sudah kupost di kalimat2 sebelumnya, namun kubuat dalam kurung, bagaimana pendapat pribadiku terhadap persamaan gender. No offense... Hanya memberikan pendapat pribadi. Kenapa aku berpendapat seperti itu... ada dech... Dan mengenai menurut pada Gereja mengenai sejumlah hal berkaitan dengan politik (persamaan gender, zionisme, sosialisme, persamaan ras) aku masih kurang sreg. Selama ini aku mengambil posisi, Gereja mengenai iman dan moral, politik berdasarkan pendapat pribadiku. Mungkin kedepannya aku bisa belajar untuk mengubah pandangan2 politikku. Tapi, untuk saat ini, menurut pada Gereja dalam segala hal... rasanya masih sulit. Mohon pengertiannya.


Last edited by staquinas on Tue, 03-06-2008 12:44 pm; edited 1 time in total

#8    Author: rent  Location: jakarta  Post Posted: Tue, 03-06-2008 2:58 pm

kasihan sekali wanita yang akan jadi istrimu.
Kasihan ibumu dan saudara perempuanmu. Pny keluarga yang berpandangan islam, wanita lebih rendah dari laki-laki.
Untung ayah ibuku dan adikku tidak sepertimu Rolling Eyes

#9  Banyak belajar dulu baru ngomong...  Author: etus    Post Posted: Tue, 03-06-2008 3:22 pm

rent wrote:
kasihan sekali wanita yang akan jadi istrimu.
Kasihan ibumu dan saudara perempuanmu. Pny keluarga yang berpandangan islam, wanita lebih rendah dari laki-laki.
Untung ayah ibuku dan adikku tidak sepertimu Rolling Eyes


Cobalah untuk mengerti sesuai konteks bahasan.

Kalau Imam selebran adalah wanita lalu "Cristi in Persona" maksud anda lebih cocok wanita atau banci ?? karena alasan GENDER?? Ketawa Ngakak
Menurut anda, "Wanita" yang saat itu menjadi "Yesus sendiri" mengambil wujud Imam di altar menjadi bencong?? Ketawa Ngakak Besok-besok nenek anda boleh menjadi Imam dan mengadakan Ibadah Ekaristi dengan alasan diatas?? Evil or Very Mad

Saya pastikan anda ke ruang pengakuan dosa setelah topik ini jelas.

#10    Author: rent  Location: jakarta  Post Posted: Tue, 03-06-2008 5:49 pm

Anda salah tangkap etus. Saya tidak membahas benar tidaknya seorang wanita menjadi imam. Karena saya sudah tau bahwa itu adalah JELAS-JELAS SALAH, bahwa seorang wanita memang tidak bisa ditahbiskan. Saya memberikan tanggapan atas pernyataan staquinas tentang pandangan pribadinya terhadap wanita.


Akademi Kontra Indiferentisme -> Forum Terbuka All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Next
 FULL PAGE