Select messages from #  through #      FAQ

Penciptaan Alam Semesta
Goto page: Next
 FULL PAGE

Akademi Kontra Indiferentisme -> Forum Terbuka

#1  Penciptaan Alam Semesta  Author: shmily  Location: Ekaristi.org  Post Posted: Sat, 07-10-2006 7:38 am

Ada sebuah pertanyaan menarik jika kita percaya adanya makhluk di luar planet bumi atau kita kenal Alien. Apakah Alien memiliki jiwa ?

Apa yang terjadi bila saat ini pun sudah mulai ditemukan "kreasi" di luar penciptaan yang tertulis dalam Kitab Suci. Apa efeknya dengan iman Katolik ?
Jika memang ada Alien, apakah teologi Kristen yang sudah berabad-abad lamanya akan runtuh dengan kemunculan makhluk asing ini ? Apakah mereka beragama ? memiliki Yesus versi mereka atau apakah mereka mengetahui tentang penebusan dan keselamatan ?

Seorang Astronomer Vatican dalam persaudaraan YEsuit, Guy Consolmagno melalui Komunitas kebenaran KAtolik berbasis di Inggris telah menulis pendapatnya menjawab pertanyaan2 di atas dalam booklet-nya yang terdiri dari 48 halaman berjudul "Kehidupan pintar di alam semesta (Intelligent Life in the Universe)". Pertanyaan2 itu, ia temukan dari orang-orang dalam pembicaraannya ketika ia bekerja dengan Observatorium Vatican.

Bruder Consolmagno mengatakan bahwa seluruh pertanyaan bagaimana Katolik akan bereaksi ketika suatu bentuk kehidupan ditemukan di planet lain telah mengusik keingintahuan manusia selama ratusan tahun.

Ia mengatakan bahwa kita tidak perlu takut terhadap pertanyaan-pertanyaan ini dan apa pun yang kita pelajari tidak meng-invalidasi, tidak membuat apa yang kita ketahui dan kita percayai menjadi tidak berlaku lagi. Dengan kata lain, penelitian dan penemuan2 ilmiah serta kepercayaan atau agama saling memperkaya satu sama lain, bukannya menghapus satu sama lain.

Jika sebuah bentuk kehidupan ditemukan atau bentuk kehidupan yang "lebih tinggi" dari luar bumi tiba di bumi, itu tidak berarti bahwa segala sesuatu yang telah kita percayai adalah salah, melainkan sebaliknya kita akan menemukan bahwa segalanya menjadi semakin nyata dan benar dengan cara2 yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya.

Dalam Kitab kejadian menceritakan dua cerita penciptaan dan ilmu pengetahuan juga memiliki lebih dari satu versi bagaimana kosmos dapat menjadi suatu bentuk.

Bagaimanapun kita menggambarkan alam semesta diciptakan, seperti yang dikatakan dalam Kitab Kejadian, Hal yang perlu ditekankan, pada akhirnya bahwa hal itu adalah merupakan suatu kesengajaan, perbuatan kasih Tuhan yang ada melebihi ruang dan waktu.

Kitab suci adalah ilmu pengetahuan ke-Tuhan-an, suatu pekerjaan Tuhan. Tidak bermaksud untuk menjadi ilmu pengetahuan fisika yang menjelaskan penciptaan planet dan sistem tata surya.

Paus Johanes PAulus II pernah mengatakan kepada para ilmuwan "Kebenaran tidak berlawanan dengan kebenaran" artinya kebenaran ilmiah tidak akan pernah menghapus kebenaran agama begitu juga sebaliknya.

Apa yang dikatakan dalam kitab Kejadian mengenai penciptaan adalah benar. Allah melakukannya; Allah menghendakinya; dan Allah mencintainya. Ketika ilmu pengetahuan mengisi detil bagaiman Tuhan melakukannya, ilmu pengetahuan membantu mendapatkan suatu cita rasa dari bagaimana kayanya, indahnya dan maha penciptanya Allah, bahkan lebih dari penulis kitab kejadian itu sendiri dapat bayangkan.

Ketidakterbatasannya alam semesta mungkin memang terdiri dari planet2 lain dengan makhluk2 lain yang diciptakan oleh kasih Tuhan yang sama.
Ide adanya ras lain dan makhluk2 cerdas lain tidak bertentangan dengan pemikiran Kristiani.

Tidak ada dalam Kitab Suci yang dapat mengkonfirmasikan atau meng-kontradiksikan kemungkinan adanya kehidupan2 cerdas lain tsb. di alam semesta.

Bruder Consolmagno mengatakan demkian, seperti ilmuwan, mereka yang percaya seharusnya tidak perlu takut untuk berkata " SAya hanya tidak tahu"

Ia mengatakan, PEmahaman manusia selalu tidak lengkap. Adalah kegilaan untuk meremehkan kemampuan Tuhan mencipta dengan cara-cara yang lebih misterius yang tidak akan pernah kita pahami sepenuhnya.
Sama bahayanya bila kita berpikir bahwa kita mengerti Allah sepenuhnya.

Ia pun mengatakan mereka yang bertanya seperti "apakah Alien memiliki jiwa ?" atau "Apakah penebusan Yesus juga berlaku bagi mereka ?" membantu mereka untuk mengetahui betapa berartinya memiliki jiwa bagi kita dan menolong mereka untuk mengenal makna penebusan Yesus bagi kita.

Bruder Consolmagno berkata Kitab suci juga penuh dengan referensi2 atau deskripsi mengenai adanya kehadiran makhluk2 cerdas di luar manusia yang memuji Allah seperti Malaikat, anak-anak Allah, isi surga yang bersorak-sorai.

#2    Author: Namfes  Location: Abroad  Post Posted: Sat, 21-10-2006 7:20 pm

Waduh Mas, njlimet pertanyaanmu.

Saya yakin, ada makluk hidup di tempat lain di luar bumi kita ini. Ada milliaran galaksi, dan di dalam satu galaksi ada miliaran tata surya. Artinya ada triliunan tata surya. Masak sih hanya tata surya kita yang memiliki kehidupan?

Nah, bagi saya apa pun bentuk kehidupan di tempat lain, entah jauh lebih sederhana atau jauh lebih maju dari manusia, tidak akan mengganggu iman dan ajaran katolik.

Argumentasi saya:

1. Di bumi ini saja sudah ada berbagai macam kehidupan. Memang si kita bagi atas tiga jenis saja yaitu Manusia, binatang dan tetumbuhan. Sebenarnya masih ada seperti amuba, virus, dsb yang sulit mau digolongkan ke mana. Bahkan beberapa jenis binatang dan tetumbuhan juga susah digolongkan. Jadi apanya yang aneh kalau ada kehidupan jenis lain di planet lain?

2. Yang jelas, manusia hanya ada di bumi, tidak ada di planet lain. Entah apa namanya, binatang kek, virus kek, alien kek, super makluk kek, mereka tetap bukan manusia. Yesus hanya datang ke dunia untuk manusia. Apa Yesus juga datang ke dan inkarnasi di planet lain untuk makluk lain, ini misteri yang terlalu besar untuk saya mengerti. Kalau hal itu sungguh terjadi, juga tak ada soal untuk iman Katolik, karena yang diajarkan ialah kedatangannya ke bumi, bukan ke planet lain.

Hanya akan menjadi soal kalau Allah juga inkarnasi ke planet lain dalam rupa diri Allah yang lain (bukan Yesus). Karena kalau ini sungguh terjadi, ajaran mengenai tritunggal harus diubah.

Tapi apa kita punya jawaban untuk ini?

Kalau sungguh ada makluk di planet lain yang juga harus Allah selamatkan, mungkin Allah juga inkarnasi di sana tetap dalam rupa yang yang sama, yaitu diri Allah ketiga alias Yesus, yang tentu saja inkarnasi dalam rupa tubuh makluk di planet tersebut.


Mas, kita ini hanya berandai-andai loh.. karena memang gelap gulita soal ini, kecuali ada yang pernah ke ke planet atau galaksi lain yang memerlukan 5 miliar tahun cahaya itu, padahal umur kita hanya beberapa tahun. Maksudnya bagaimana kita pergi ke sana yang perlu 5 miliar tahun cahaya kalau umur kita hanya 100 tahun? Baru 100 tahun kita udah mati, jadi kalau pun kita sampai di planet X, 5 miliar tahun kemudian, ya kita sudah mati 4 miliar 900 tahun sebelumnya.

salam!

#3    Author: chris leowardy    Post Posted: Sat, 21-10-2006 7:51 pm

Ketawa ,haahh,,haahh...untung nya si Consolmagno ini hidup di zaman mana Apollo 11 nya Neil Amstrong 30 tahun lalu sudah mendaratkan kakinya di bulan, Ketawa

Untung nya si Consolmagno ini tidak hidup di abad XII - XVI ,bukunya dibakar ntar oleh ... Ketawa .

But ,please biar Member dan Moderator lain comment topik ini,karena saya juga sudah pernah baca tentang Bruder dari persaudaraan Yesuit ini.

#4    Author: April    Post Posted: Sun, 22-10-2006 11:04 am

Dan ... ( intermezzo ) Ketawa

Misalkan makluk asing (alien) itu bener-bener mendarat di bumi, maka dengan segala senang hati kita persilakan mereka membuka website Ekaristi.org supaya mereka pun dapat mempelajari iman katolik juga, supaya mereka dapat mengetahui keselamatan, ya kan?

Atau,
sapa tau mereka sedang baca-baca di topik ini? Dan sangat terkejut, "Wah, rupanya manusia bumi mengenal keselamatan juga yah?" Kan udah jauh-jauh dateng dari planetnya, ngapain kalo bukannya mewartakan keselamatan, iya kan? Ketawa

#5    Author: Namfes  Location: Abroad  Post Posted: Sun, 22-10-2006 9:15 pm

April wrote:
Dan ... ( intermezzo ) Ketawa

Misalkan makluk asing (alien) itu bener-bener mendarat di bumi, maka dengan segala senang hati kita persilakan mereka membuka website Ekaristi.org supaya mereka pun dapat mempelajari iman katolik juga, supaya mereka dapat mengetahui keselamatan, ya kan?

Atau,
sapa tau mereka sedang baca-baca di topik ini? Dan sangat terkejut, "Wah, rupanya manusia bumi mengenal keselamatan juga yah?" Kan udah jauh-jauh dateng dari planetnya, ngapain kalo bukannya mewartakan keselamatan, iya kan? Ketawa



Alien datang ke bumi? Ada dua kemungkinan:

1. kalau ada alien datang ke bumi, dengan memakai kendaraan atau terbang sendiri secepat cahaya, artinya mereka itu dapat hidup (berumur) jutaan bahkan miliaran tahun (umur manusia paling banter 100 tahun), soalnya jarak antar galaksi itu ratusan juta bahkan miliaran tahun cahaya, tahun cahaya.

atau

2. Mereka sudah tidak mengenal batas waktu dan ruang, sehingga jarak antar galaksi itu ya dicapai dalam sekejap saja.

Pertanyaan: Kemungkinan mana yang lebih benar? Atau dua-duanya sama-sama tidak mungkin?

#6    Author: Tony  Location: Disini, ngga kelihatan apa?  Post Posted: Sun, 22-10-2006 11:22 pm

dua2 nya ngga mungkin, karena untuk berada diluar ruang dan waktu kita tidak bisa ada atau terdiri dari secuilpun materi alias anti-matter alias roh = spirit.

Karena itu program luar angkasa negara2 maju adalah penghamburan kekayaan dan energi yg dapat membantu kesosialan manusia didunia.

Mudah!!!
Kalau memang ada alien, kenapa mereka ngga ngontak dari dulu aja Ketawa Ngakak kok yg ada adalah mitos2 dan berita2 boong Rolling Eyes

Tuhan sudah berkata dengan tegas, hanya manusialah yg dalam rupa-Nya.

Siapa yg bisa jawab apa artinya dalam rupanya? <--- clue dan pasti masalah ini akan terjawab.

#7    Author: jon_sansiro  Location: Dark Side of The Moon  Post Posted: Mon, 23-10-2006 10:34 pm

Dalam bentuk dan rupa Kita.....


Quote:
Genesis 1:26 - 27 New International Version
26 Then God said, "Let us make man in our image, in our likeness, and let them rule over the fish of the sea and the birds of the air, over the livestock, over all the earth, and over all the creatures that move along the ground."

27 So God created man in his own image,
in the image of God he created him;
male and female he created them.


Keserupaan => Likeness
bentuk kata ini bukanlah keserupaan secara fisik, akan tetapi secara Roh. Roh yang ada dari Tuhan diberikan kepada manusia pertama. Hati manusia pun seperti hati-Nya (pada awalnya).

Begitu ya?
Sori belum baca sampe penjelasan Augustinus mengenai penciptaan. Embarassed padahal analisisnya sangatlah menarik.

#8    Author: Tony  Location: Disini, ngga kelihatan apa?  Post Posted: Tue, 24-10-2006 1:12 am

Tidak segitu saja. Saya kasih satu clue tambahan yaitu faith without wokrs is dead (Iman tanpa perbuatan adalah mati) justru inilah yg merupakan kita dalam rupanya.

Hayo silahkan mikir lagi hehehehe ...

#9    Author: chris leowardy    Post Posted: Tue, 24-10-2006 2:11 am

Tony wrote:
Tidak segitu saja. Saya kasih satu clue tambahan yaitu faith without wokrs is dead (Iman tanpa perbuatan adalah mati) justru inilah yg merupakan kita dalam rupanya.

Hayo silahkan mikir lagi hehehehe ...


"Doa",entah yang bersifat Gerajani atau pribadi ,mendahului "tindakan"

Tidak seorang pun yang tidak Mengenal Allah dalam kontemplasi bisa Mengenal DIA dalam "aksi" ,juga tidak ketika ia Melihat Allah yang tercermin dalam diri "orang-orang tertindas dan terhina" .

Perayaan Ekaristi itu sendiri merupakan suatu tindakan rekonsiliasi ,tindak kontemplasi dan persekutuan dalam Kasih ,dan itulah satu-satunya tempat darinya orang-orang Kristen bisa di-utus ketengah dunia ite missa (missio) est.

Cerio...!

#10    Author: Tony  Location: Disini, ngga kelihatan apa?  Post Posted: Tue, 24-10-2006 4:43 am

nope!

Bayangkan dan renungkan dan baru jawab, apakah Tuhan itu nyata didunia ini seperti kita?
Bagaimana Tuhan menjadi suatu kenyataan didunia ini? <---- clue lagi tuh.


Akademi Kontra Indiferentisme -> Forum Terbuka All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Next
 FULL PAGE