Select messages from #  through #      FAQ

saya harus bagaimana.. saya jahat
Goto page: Previous Next
 FULL PAGE

Akademi Kontra Indiferentisme -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera

#11    Author: shmily  Location: Ekaristi.org  Post Posted: Thu, 03-10-2013 2:38 pm

Tidak ada yang salah dan benar.. mengikuti saran DV atau bertahan dengannya.. itu semua adalah hakmu. Sebelum kamu terikat dalam ikatan pernikahan yang sah, maka kamu bebas memilih. Selama pilihan kamu tidak melukai imanmu. Berhubungan seksual di luar perkawinan adalah dosa, sehingga ini perlu dibereskan terlebih dahulu. Selanjutnya adalah bagaimana menjadi seorang Katolik di mana pasangan adalah seorang Atheis. Membawanya ke jalan Kebenaran adalah tujuan yang mulia. Tetapi jika kelak teman wanitamu akhirnya meninggalkanmu, maka ingatlah bahwa ia pun memiliki hak untuk memilih seperti halnya dirimu yang memilih untuk tinggal untuk mengenalkan Allah kepadanya.
Lewat perbuatan dan tekad yang mulia saya percaya usahamu tidak akan sia-sia, setidaknya itu membangun iman Katolik-mu.

May God bless your steps..

#12    Author: ASCA    Post Posted: Thu, 03-10-2013 11:29 pm

aku harap tidak ada yang salah tangkap, actually, ini bukan langkah yang lebih baik, justru aku sadar ini langkah yang secara rasio kurang baik dan sangat beresiko dan resikonya luar biasa mengerikan, ini tidak seperti aku akan kehilangan seluruh hartaku, dan hidup miskin sampai mati, resikonya lebih parah sejuta kali lipat daripada itu, dan lagi, DV tidak sedang dan tidak pernah menyarankan aku untuk meninggalkan dia. saran DV adalah "jika dia tidak berubah dan membahayakan keselamatan jiwaku dan kewajiban terhadap Allahku, maka meninggalkan dia adalah sebuah pilihan yang bisa dipertanggungjawabkan secara iman dan tentunya juga harus mempertimbangkan faktor faktor objektif yang mungkin tidak terceritakan disini oleh bias terhadap egoku"

justru aku sekarang sedang mengikuti saran DV dengan merenungkan konsekuensi dan batas batas kekuatanku dalam memenuhi kewajibanku terhadap Allahku.
DV membuat saran yang cukup telak dan tepat sasaran, kadang punya pacar protestan saja sudah menimbulkan banyak perbedaan pola pikir, apalagi atheis, apalagi atheis yang kurang mau mengerti kepercayaan pasangan. selain itu, saran DV membuatku sadar akan banyak hal. Pernikahan adalah sesuatu yang sangat serius dan kudus, dimana Allah juga berkarya melalui persatuan dua manusia, dan jika Allah berkehendak, Allah akan menitipkan kita hasil karyaNya : makhluk makhluk mungil yang sedang menanti untuk menjadi ada. Dimana mereka pun diinginkan Allah untuk selamat dan bersinar demi kemuliaanNya.
ini bukan tanggung jawab perkawinan belaka, ini adalah sesuatu yang normal yang sudah sewajarnya dilakukan oleh orang katolik.

salah satu contoh perbedaan pikiran kami yang paling sederhana adalah :
kadang dia tanya apa visi dan misi saya menjalani pernikahan, saya berkata padanya bahwa saya memasrahkan itu pada Allah saya, saya juga tidak mau berkontrasepsi bahkan bermental kontrasepsi jika menikah nanti, ini adalah prinsip saya. namun dia tidak merasa itu masuk akal, lalu dia akan lari ke masalah ekonomi dan populasi penduduk untuk meyakinkan saya betapa tidak masuk akalnya kontrasepsi, padahal untuk menjelaskan dan menjawab masalah ini, yang paling dasar dan paling sedikit adalah harus percaya Tuhan itu ada. Sesuatu yang bahkan dia tidak punyai.
dia hanya menginginkan 1 anak, dan setelah itu berkontrasepsi. saya bilang, 1 anak juga ok, tapi saya tidak mau berkontrasepsi.
dan bahkan saya kurang suka membicarakan hal tentang mau berapa anak setelah perkawinan, saya percaya divine providence Allah akan hidup perkawinan. Saya juga percaya seharusnya manusia tidak boleh membatasi karya Allah. saya tidak mau menikah dalam bayang bayang mental kontraseptif. kalau Allah kasih saya 4 anak, siapa tahu 1 atau 2 anak saya nanti bisa jadi romo. Saya kenal dekat seorang pembantu yang punya 4 anak, dan mereka bisa tetap hidup bahagia. anaknya juga nggak jadi preman atau penjahat karena masalah ekonomi. mereka orang orang yang baik. saya tidak takut.

dari permenungan saya, zaman dan segala kecongkakannya lah yang membuat manusia terhipotis oleh pola pikir materialistis, takut dihina dan diremehkan tetangga dll.
contoh lagi adalah, saya lebih menyukai istri menitikberatkan anak, saya tidak melarang istri bekerja, tetapi fokus terhadap iman anak adalah yang paling utama. fokus ini harus total, dan jika pekerjaan diluar memang dirasa mengganggu fokus ini, adalah lebih baik istri tidak usah bekerja. dan konsekuensinya adalah saya harus lebih rajin bekerja, dan ini adalah salib saya.

dalam hal hal diatas saya sering mendapat keberatan dari orang orang. tapi inilah prinsip dan iman saya, jika toh saya tidak bisa menemukan seorang wanita untuk hidup bersama saya secara katolik. saya tidak takut hidup selibat.

1 tahun yang akan kujalani, seperti yang telah aku tuliskan, adalah waktu maksimal, dan minimalnya adalah 1 detik.
jadi misalnya 2 detik setelah aku menulis posting ini dan aku merasa bahwa keadaan memang tidak bisa lagi sejalan dengan kewajibanku pada Allahku, aku akan meninggalkannya.

sekali lagi, terima kasih saran dan doa doanya.

nb :
@shmily
dosa itu sudah Allah bereskan melalui sakramen tobat dan silih. semoga Allah mengampuni aku.


Last edited by ASCA on Thu, 03-10-2013 11:42 pm; edited 4 times in total

#13    Author: ASCA    Post Posted: Fri, 04-10-2013 12:03 am

sudah cukup sampai disini saya berdosa kepada Allah, saya mau berubah. saya harus berubah. sekarang biar Allah yang bekerja dalam diri saya secara total. saya sudah jadi jahat sedemikian lama, berdosa bertahun tahun, selama hidup apakah pernah saya menyenangkan Tuhan ? akankah saya menyenangkan hatiNya sedikit saja. orang seperti apakah saya jika tidak mau hidup lebih lurus demi Dia yang sejati mengasihi saya.

situs ini membantu saya mengenal iman saya lebih dalam, lebih indah. terimakasih dan mungkin terimakasih saja belum cukup.
para modie dan pemilik ekaristi.org, semoga kalian tahu, yang kalian perjuangkan disini tidak pernah sia sia.
teruslah berjuang...

#14    Author: Cyrillo  Location: Kota 7  Post Posted: Tue, 08-10-2013 3:47 pm

Hai ASCA,

maaf kalau saya OOT, tapi saya penasaran saja, kalo pacarmu itu minta katekismus bahasa inggris dan dia juga berpendidikan tinggi, kenapa nggak ada laptop atau komputer ?

good Job maaf bener-bener penasaran saja soalnya
makasih

#15    Author: ASCA    Post Posted: Wed, 09-10-2013 10:49 pm

hi pak cyril,

dia minta katekismus bahasa inggris karena tidak bisa bahasa indo

tidak punya laptop karena dia bilang tidak punya uang dan belum butuh sekali. tapi menurutku faktor kekurang bisaan dia menabung dan kekurang niatan dalam mengontrol pengeluaran adalah faktor utamanya.

3 hari yang lalu kami sempat bicara banyak dan intinya
syarat dari dia adalah :

1. uang harus cukup untuk menyediakan makanan berdaging setiap hari, biaya ini itu, dan traveling.
2. anak 1 dan berkontrasepsi.
3. pro-choice, aborsi jika kebobolan dalam keadaan ekonomi yang tidak mendukung.
4. divorce jika terjadi ketidakcocokan atau timbulnya keadaan tertentu yang memungkinkan terjadinya divorce.
5. perselingkuhan fisik dan hati diperbolehkan. menurutnya, dia kadang ingin menikmati masa mudanya dengan mencicipi rasanya "begitu" dengan orang lain, dia juga bilang akan memperbolehkan suami pergi ke lokalisasi karena seks adalah kebutuhan fisik seperti halnya rekreasi, makan enak dll.

UNBELIEVABLE!
mendengar itu semua saya langsung mau pingsan ditempat.

sebenarnya, saya bukan tipe yang suka berkoar koar masalah iman saya pada orang lain, apalagi saya tergolong introvert. masalah kontrasepsi pun terpaksa saya angkat ketika kami bertengkar hebat masalah dukungan dia terhadap aborsi yang dilakukan kakak dan pacar kakaknya, dan berkali kali mengatakan, begitulah akibatnya jika tidak memakai kontrasepsi....
kadang bahkan dia bilang rasul yesus mungkin adalah penipu, yesus juga. dan waktu itu, saya diam saja karena mengalah dan tidak mau ribut.
tapi aku punya batas. aku mungkin masih bisa memahami orang yang belum tahu siapa Yesus lalu menghujat Yesus, atau memahami keberatan orang tentang kontrasepsi mengingat materinya yang memang susah dimengerti bahkan oleh orang katolik sendiri, namun aborsi ?

aku ketika belum tahu katolikpun, dan masih belum tahu Tuhan itu ternyata ada, dengan segala kebutaan dan kebodohanku masih bisa meraba betapa tidak bermoral dan kejamnya aborsi. mengapa dia malah mendukung aborsi yang dilakukan si kakak? mending kalau bersikap netral....

kemarin malam kami memutuskan untuk berpisah. dan keputusan ini sulit sekali, dan sangat sedih karena tentu perasaan sayang masih ada.

tapi aku harap ini yang terbaik bagi kami berdua.

saya masih merasa sangat berdosa, sekalipun sudah sakramen tobat 3 kali. sampai si romo sepertinya agak bete denganku. atau mungkin perasaanku saja. pernah terpikir tidak akan menikah karena merasa diri saya kotor, kasihan istri saya nanti...

mungkin ini pelajaran berharga bagi saya, dan bagi kalian agar tidak melakukan sex pranikah dengan pasangan kalian.

Tuhan kasihanilah aku orang berdosa.

terimakasih saran kalian. saya pamit dari topik ini. saya ingin memulai lembaran baru hidup saya hanya didalam Tuhan. amin.

#16    Author: DeusVult  Location: Orange County California  Post Posted: Thu, 10-10-2013 12:18 pm

Orangnya parah sekali.

Membahayakan keselamatan sekali kalau hidup bersama dengan orang seperti itu (bukan hanya keselamatan, tapi juga kehidupan di dunia [bisa stress]).

#17    Author: ASCA    Post Posted: Thu, 10-10-2013 4:39 pm

terimakasih DV.

aku juga sangat parah.

banyak hal baik juga dalam dirinya, mungkin karena beda pola pikir saja.

#18    Author: curiosa  Location: bandung  Post Posted: Wed, 16-10-2013 5:16 pm

Ingat, Bunda Maria adalah Bunda Pengantara Segala Rahmat dan Bunda Pengurai Simpul Masalah. Maka mintalah pertolongan kepada Bunda Maria.

Saranku adalah:

Berdoalah Rosario lengkap(15 peristiwa) setiap hari dengan ujud pertobatan dan keselamatan dirimu dan pacarmu selama setahun kedepan, dan kalo bisa seterusnya.

Para kudus sudah memberi kesaksian bahwa melalui Rosario banyak orang berdosa bertobat termasuk yang ateis.


Untuk memperoleh hasil(rahmat) yang besar
diperlukan pengorbanan yang besar dan ketekunan.


Pray, Hope, and Don't Worry.
*JMJ*

#19    Author: Flamen    Post Posted: Mon, 18-11-2013 3:32 pm

oh hal yang serupa terjadi pada saya dan teman baik saya

momentnya tdk sama, saya 2009, dia 2011

intinya begini, melihat hasilnya skrg, saya hidupnya jauh lbh baik dari dia, dia sih udah ga jelas, udah punya anak, menikah gitu2 aja, dan ga jelas pernikahannya.

menurut saya, jangan bermain main di lumpur.

Tuhan tidak berkesan dengan kemampuanmu untuk bertahan dari dosa. tapi Tuhan lebih berkesan dengan kemampuanmu untuk MENJAUH DARI SUMBER DOSA.

#20    Author: dropbolt    Post Posted: Tue, 05-08-2014 1:07 pm

ternyata si perempuan bukan orang indonesia ya? karena dia tidak bisa berbahasa indonesia. menurut saya ini akibat dari salah didik dimana orang tuanya tidak mengajarkan agama ke si perempuan sedari kecil.

banyak orang yang sudah punya pola pikir "barat", dimana free sex adalah ok, sex hanyalah kebutuhan fisik seperti makan dan minum, sehingga sah-sah saja melakukan sex dengan siapa pun. bahkan banyak club "swingers" dimana pasangan2 suami istri saling bertukar pasangan melakukan hubungan sex.

kalau dilihat dari kacamata kita sebagai orang indonesia, dan dari agama, parah bukan? tapi bagi mereka yang melakukannya, menurut mereka itu adalah hal yang benar. sama seperti teroris yang melakukan aksi teror karena menurut keyakinan mereka, apa yang mereka lakukan itu benar.

nah, menurut saya sebaiknya kita tidak usah dekat atau bahkan jangan bergaul dengan orang2 yang tidak sepaham dengan kita karena bisa membahayakan diri kita sendiri. biarkan saja mereka melakukan paham mereka selama tidak merugikan diri kita, tapi sebisa mungkin, kalau bisa, bimbing mereka ke jalan yang benar (menurut kita)


Akademi Kontra Indiferentisme -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Previous Next
 FULL PAGE