Select messages from #  through #      FAQ

Apakah ada tempat utk umat awam yg ingin jadi pertapa
Goto page: Previous
 FULL PAGE

Akademi Kontra Indiferentisme -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera

#21    Author: DeusVult  Location: Orange County California  Post Posted: Mon, 12-08-2013 11:13 am

Johnward68 wrote:
Edu345 wrote:
Mau nanya nich...
Orang yg diliputi "kuasa gelap" apakah sama dengan yg sering dikatakan "ada sesuatu yg nempel" ?
Apa yg menjadi ciri2 permulaan untuk mengetahui orang tersebut terkena ?
Terima kasih.


Menambahkan penjelasan DV.
Ciri-ciri permulaan untuk orang yang terkena kuasa gelap adalah pada umumnya pembawaannya sering ngantuk dan malas, terutama malas berdoa. Bahkan doa bapa kami dan salam maria yang sering didoakan, bagi yang terkena bisa lupa.
Di sekitar rumah akan terdapat binatang-binatang yang bukan tempatnya. Misal ular, kecoa, kalajenking, binatang merayap lainnya dan
banyak lalat padahal rumah selalu dibersihkan.
Kalau binatang itu berbisa atau mematikan berarti serangan langsung untuk mematikan korban. Bila binatang itu tidak berbisa/mematikan misal lalat berarti serangan untuk menghancurkan rejeki, membuat sakit.
Sebelum kejadian kiriman kuasa gelap, bisa terjadi beberapa kelelawar masuk rumah atau lantai rumah naik beradu atau sering mimpi buruk untuk pertanda, biasa dicekik mahluk halus.

Ada yang "menempel" itu bisa berarti mahluk halus membebani pundak kita sehingga kita merasa berat, lemas, panas dingn dan malas. Cara mengatasinya, sering mandi dengan campuran air, air suci dan garam berkat.

Jika telinga sering berdengung atau mendengar bisik-bisik berarti jampi-jampi/mantera sedang dikirim, setan/mahluk gelap suruhan sdg masuk ke telinga anda. Cara mengatasinya, cukup masukan air suci ke telinga anda (seperti mengatasi kemasukan air di telinga) sambil doa bapa kami. Jika air tersebut berbau busuk saat dikeluarkan berarti setan/mahluk gelap sudah terkena. Lakukan beberapa kali lalu meditasi atau rosario.
Semoga membantu. GBU


Indikasi ini dasarnya dari mana?

Kalau indikasi yang aku tuliskan dasarnya adalah kisah eksorsisme resmi seperti ada di buku "Begone Satan" dll. Jangan memakai dasar dari mitos masyarakat.

#22    Author: April    Post Posted: Mon, 12-08-2013 1:25 pm

Kita manusia punya free will.

Tuhan sudah memberikan itu, dan membiarkan kita me-manage itu, dengan segala konsekuensinya. Ini bukan dari sisi manusia berarti seolah-olah Tuhan cuek, Tuhan tidak ada, dst, bukan.


Jadi kita bisa memilih, dalam menghadapi 'kuasa gelap' itu, entah apa sebutan lainnya,

a) tidak percaya, cuek aja, anggap angin lalu

b) percaya, dan menanggapi (secara serius)



Kalo memilih point b), maka masih ada pilihan lagi :

b1) memakai rasio akalbudi, utk melahirkan sebuah penjelasan yang rasional (logis) dahulu.

Maksudnya, tidak serta-merta, terburu-buru, 'menerima' dan 'mengakui' peristiwa itu sebagai suatu 'kuasa gelap'. Atau, 'there must be some logical / rational explanations' atas peristiwa itu.


b2) memakai emosi perasaan (secara sembrono, membabi buta dst)
utk 'melahap' seluruh peristiwa itu sebagai 'kuasa gelap' yang menakutkan, tidak bisa terhindar, pasrah mati dalam ketakutan bla bla dst dst..



Utk kasus ibu 11 tahun itu, sy rasa kalo si ibu bisa memilih bagi dirinya yang cocok, seharusnya si ibu itu bisa menyelesaikan problemnya (tentu dgn bantuan yah). Berikanlah dia sebuah info yang cocok, perhaps she can choose the right path for herself.

#23    Author: Johnward68    Post Posted: Mon, 12-08-2013 7:58 pm

DeusVult wrote:
Johnward68 wrote:
Edu345 wrote:
Mau nanya nich...
Orang yg diliputi "kuasa gelap" apakah sama dengan yg sering dikatakan "ada sesuatu yg nempel" ?
Apa yg menjadi ciri2 permulaan untuk mengetahui orang tersebut terkena ?
Terima kasih.


Menambahkan penjelasan DV.
Ciri-ciri permulaan untuk orang yang terkena kuasa gelap adalah pada umumnya pembawaannya sering ngantuk dan malas, terutama malas berdoa. Bahkan doa bapa kami dan salam maria yang sering didoakan, bagi yang terkena bisa lupa.
Di sekitar rumah akan terdapat binatang-binatang yang bukan tempatnya. Misal ular, kecoa, kalajenking, binatang merayap lainnya dan
banyak lalat padahal rumah selalu dibersihkan.
Kalau binatang itu berbisa atau mematikan berarti serangan langsung untuk mematikan korban. Bila binatang itu tidak berbisa/mematikan misal lalat berarti serangan untuk menghancurkan rejeki, membuat sakit.
Sebelum kejadian kiriman kuasa gelap, bisa terjadi beberapa kelelawar masuk rumah atau lantai rumah naik beradu atau sering mimpi buruk untuk pertanda, biasa dicekik mahluk halus.

Ada yang "menempel" itu bisa berarti mahluk halus membebani pundak kita sehingga kita merasa berat, lemas, panas dingn dan malas. Cara mengatasinya, sering mandi dengan campuran air, air suci dan garam berkat.

Jika telinga sering berdengung atau mendengar bisik-bisik berarti jampi-jampi/mantera sedang dikirim, setan/mahluk gelap suruhan sdg masuk ke telinga anda. Cara mengatasinya, cukup masukan air suci ke telinga anda (seperti mengatasi kemasukan air di telinga) sambil doa bapa kami. Jika air tersebut berbau busuk saat dikeluarkan berarti setan/mahluk gelap sudah terkena. Lakukan beberapa kali lalu meditasi atau rosario.
Semoga membantu. GBU


Indikasi ini dasarnya dari mana?

Kalau indikasi yang aku tuliskan dasarnya adalah kisah eksorsisme resmi seperti ada di buku "Begone Satan" dll. Jangan memakai dasar dari mitos masyarakat.


Semua yang saya beri tahu itu, dari pengalaman saya dan orang lain...tunggu saja buku terbitan karangan saya (kumpulan kesaksian dari orang-orang yang terkena kuasa gelap) mudah-mudahan bisa terbit akhir tahun ini. Doakan saja. Amin.

#24    Author: Johnward68    Post Posted: Mon, 12-08-2013 8:24 pm

DeusVult wrote:
Johnward68,
Awam dilarang melakukan eksorsisme. Tapi mendoakan boleh. Setiap langkah membantu spiritualitas si ibu hendaknya dengan koordinasi Romo paroki yang paling tidak lebih tahu dan memang diajari masalah psikologi, spiritual dan supernatural. Bila Romo paroki tidak kooperatif, maka bisa minta bantuan romo lain.


Tumben, anda tidak teliti dan hati-hati membaca tulisan-tulisan saya DV. Ini saya tunjukan tulisan saya sebelumnya.

Johnward68 wrote:

Dalam suatu pertemuan yang tidak direncanakan, saya datang kepada ibu ini, dan saya bilang kepadanya saya mau bantu ibu sukarela tapi saya tidak punya karunia seperti romo/komunitas/PD yg pernah ibu datangi itu. Saya hanya akan menemani ibu berdoa, asal ibu kuat berdoa berjam-jam.


Jelas. Saya tidak punya karunia eksorsisme. Saya hanya menemani ibu itu berdoa. Kalau saya diminta mendoakan ibu itu, saya tidak mau. Saya hanya mau jika saya dan ibu itu sama-sama berdoa! Karena ada sabda Tuhan, jika ada dua atau tiga orang berkumpul atas namaKu, Aku hadir.


DeusVult wrote:
Johnward68,
Setiap langkah membantu spiritualitas si ibu hendaknya dengan koordinasi Romo paroki yang paling tidak lebih tahu dan memang diajari masalah psikologi, spiritual dan supernatural. Bila Romo paroki tidak kooperatif, maka bisa minta bantuan romo lain.


Johnward68 wrote:

Saya juga bilang ke ibu itu, kalau bisa tiap hari harus ke romo yang punya karunia. Misal hari senin Romo X, Hari Selasa Romo Y, Hari Rabu romo Z...dst... .


Ketika saya temui pertama kali, ibu itu sudah tidak mau ke pastur/romo, baik romo paroki atau romo/pastur yang punya karunia pelepasan kuasa gelap.
Saya yang meminta ibu itu kembali meminta bantuan romo-romo tersebut. Hasilnya yaitu seperti yang sudah saya sampaikan sebelummnya, ibu itu jadi sesak nafas. Ada yang membantu, tetapi kelihatan tidak full, mungkin terlalu banyak pasien yang harus didoakan.

Masalah ini saya minta diclosed saja. Terserah pembaca EDO mau percaya atau tidak. GBU.


Last edited by Johnward68 on Mon, 12-08-2013 8:38 pm; edited 1 time in total

#25    Author: shmily  Location: Ekaristi.org  Post Posted: Tue, 13-08-2013 12:08 pm

Hai Johnward, boleh saya tahu apa kelebihan dari pertolonganmu kepada sang ibu dibanding permintaan si Romo yang meminta sang ibu menyerahkan permasalahannya kepada YEsus dalam perayaan Ekaristi ?

#26    Author: MoanawiK    Post Posted: Tue, 13-08-2013 2:07 pm

Johnward68 wrote:
DeusVult wrote:
Johnward68,
Awam dilarang melakukan eksorsisme. Tapi mendoakan boleh. Setiap langkah membantu spiritualitas si ibu hendaknya dengan koordinasi Romo paroki yang paling tidak lebih tahu dan memang diajari masalah psikologi, spiritual dan supernatural. Bila Romo paroki tidak kooperatif, maka bisa minta bantuan romo lain.

...
Ketika saya temui pertama kali, ibu itu sudah tidak mau ke pastur/romo, baik romo paroki atau romo/pastur yang punya karunia pelepasan kuasa gelap.
Saya yang meminta ibu itu kembali meminta bantuan romo-romo tersebut. Hasilnya yaitu seperti yang sudah saya sampaikan sebelummnya, ibu itu jadi sesak nafas. Ada yang membantu, tetapi kelihatan tidak full, mungkin terlalu banyak pasien yang harus didoakan.

Masalah ini saya minta diclosed saja. Terserah pembaca EDO mau percaya atau tidak. GBU.


Johnward68, bagaimana bila Anda menghadap Romo dan berkonsultasi atas apa yang telah, sedang, dan akan Anda lakukan dalam rangka membantu ibu itu?


Akademi Kontra Indiferentisme -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Previous
 FULL PAGE