Select messages from #  through #      FAQ

PERKAWINAN WANITA KATOLIK DGN PRIA NON KATOLIK (MUSLIM)

Akademi Kontra Indiferentisme -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera

#1  PERKAWINAN WANITA KATOLIK DGN PRIA NON KATOLIK (MUSLIM)  Author: chrysantum    Post Posted: Wed, 13-02-2013 10:17 am

Shalom, Malaikat

Kali ini sy ingin minta pendapat, masukan, info dari teman2 terkasih, perihal subject perkawinan wanita katolik dgn pria non-katolik (muslim)

Saat ini sy sedang menjalani hubungan dengan pria muslim, dan kami bemiliki rencana untuk melanjutkan sampai ke jenjang pernikahan. Keluarga kami berdua setuju dgn hubungan kami. Saya pribadi menginginkan pernikahan hanya secara katolik saja, walaupun nantinya pasangan saya tetap menganut agamanya sekarang. Namun, krn pertimbangan menghargai keluarganya, maka dia juga menginginkan pernikahan secara islam. Setelah kami bicarakan berdua, kami sepakat utk melakukan pernikahan dgn cara katolik dan dgn cara islam.

Setelah saya bahas hal ini dgn ibu saya, beliau bilang bahwa, mnrt info yg didengarnya dari teman2 gereja, bahwa apabila saya menikah secara islam,walaupun saya tetap meyakini agama katolik, saya tidak bisa menerima komuni. Tapi sampai saat ini saya belum sempat menggali informasi lebih lanjut dri pastor paroki, mengenai hal tersebut, dan apabila hal tersebut terjadi, apa yang harus saya lakukan untuk dapat menerima komuni du gereja.

Mohon juga info hal - hala yang perlu saya persiapkan perihal pernikahan dengan beda keyakinan ini, baika dalam hal pengurusan pendaftaran pernikahan di gereja dan catatan sipil juga hal2 lainnya yang berkaitan. ( Terima kasih atas perhatian teman2 sekalian.

Shalom, Tuham Memberkati. Malaikat

#2    Author: Markus  Location: Serpong  Post Posted: Wed, 13-02-2013 11:03 am

Dalam perkawinan campur, tata peneguhan kanonik diwajibkan, sedangkan nikah ganda (peneguhan sebelum atau sesudah peneguhan Katolik masih diadakan peneguhan menurut agama lain) dilarang.

KHK 1127 3
Dilarang, baik sebelum maupun sesudah perayaan kanonik menurut norma 1, mengadakan perayaan keagamaan lain bagi perkawinan itu dengan maksud untuk menyatakan atau memperbarui kesepakatan nikah; demikian pula jangan mengadakan perayaan keagamaan, dimana peneguh katolik dan pelayan tidak katolik menanyakan kesepakatan mempelai secara bersama-sama, dengan melakukan ritusnya sendiri-sendiri.


Akademi Kontra Indiferentisme -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera All times are GMT + 6 Hours