FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Pengertian tentang Sunat Rohani dan pengaruhnya.    

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka
View previous topic :: View next topic  
Author Message
ardie_b



Joined: 04 Jul 2010
Posts: 221
Location: Jakarta

PostPosted: Sat, 26-09-2020 9:15 am    Post subject: Pengertian tentang Sunat Rohani dan pengaruhnya. Reply with quote

Pengertian tentang Sunat Rohani dan pengaruhnya.

Sunat rohani yang sering di perkarakan dan dituntut kepada umat kristen di negeri ini adalah sebuah perbuatan manusia yang berasal dari zaman Adam & Hawa (Kejadian 3:1-21), Nimrod & Abraham (Kejadian 17), dst sampai dengan hari ini adalah sebuah ritual kuno atau sebuah tindakan yang melibatkan perdukunan dan tenung dimana dari hal tersebut dimaksudkan untuk menelanjangi jiwa-jiwa orang yang dianggap atau di stigmakan sebagai pewarta atau orang-orang pilihan Tuhan untuk mengukur dan mencobai hati dan pikirannya maupun kekuatannya di dalam ketaatannya kepada hukum-hukum taurat Tuhan. Karena semua nabi dan rasul sejak zaman Adam sampai Zakharia (Lukas 11:49-51) dikenakan sanksi dosa oleh para petinggi agama maupun imam-imam kepala para penganut agama Yunani kuno Helenistic yang kemudian juga diikuti oleh kerajaan Babilonia kuno keturunan Nimrod (Kejadian 10:6-20; Yosua 24:1-28) dimana mereka mengagungkan dan menyembah Ba'al, Ishtar/Astarte/Lilith, Ifrit sebagai allah lain yang disembah oleh nenek moyang Abraham di seberang sungai Efrat (Yosua 24:2) tak heran nama ilah berhala itu dinamakan sesuai dengan nama sungai Efrat yaitu Ifrit, itulah kenapa allah-allah lain agama Helenistic tersebut disebut sebagai iblis yang meniru malaikat terang (2 Korintus 11:14), dan dewa-dewi triad Ba'al/Ishtar/Ifrit itulah yang sejak dulu telah membunuh para nabi, raja dan rasul yang dipilih Tuhan bahkan Yesus sendiri ikut dipersembahkan kepada mereka oleh juru tenung dan ahli-ahli sihir dan disalibkan pada hari Jumat sesuai dengan hari dimana para ilah agama Helenistic disembah pada hari jumat (1 Raja-raja 11:1-13; Matius 4:1-11; Matius 12:38-40; Roma 10:4-7; 2 Korintus 12:1-10; Wahyu 18:21-24; Wahyu 9:13-21).
Karena dengan sunat rohani akan membuat hati dan pikiran manusia menjadi telanjang kepada dunia sama seperti Adam & Hawa yang memakan buah dari pohon terlarang (Kejadian 3:3-22) tentang pengetahuan yang baik & yang jahat yang berasal dari ajaran Kabalah yang adalah sumber dari segala pengetahuan modern yaitu science, astrology & astronomy, filosofi, ontology, metafisik dan tenung, peramalan nasib dan ahli nujum, perdukunan dan matra, dsb; karena ajaran Kabalah ini berasal dari ajaran-ajaran para malaikat yang jatuh atau para raksasa di zaman Henokh yang dibukukan di kitab Henokh, dan semua ajaran itu yang kemudian diteruskan kepada keturunan Nuh yaitu Ham dan Nimrod sebagai pemegang kekuasaan dan pendiri kerajaan Babilonia/Irak/Niniwa, Mesir, Asyur/Syria, Filistin/Palestina, Akadian, dll.
Dimana semua orang yang pernah melakukan atau bersentuhan dengan hal-hal yang berhubungan dengan pohon terlarang tersebut akan di manfaatkan dan di cobai oleh iblis dan para malaikat pemberontak lainnya, itulah kenapa di perjanjian lama setelah zaman air bah Nuh Tuhan melarang orang-orang Israel mendatangi atau bertanya kepada peramal, paranormal, atau dukun yang mencari uang lewat nasihat spiritual mereka (Imamat 19:30-31; Ulangan 18:9-16) karena perlindungan spiritual yang mereka tawarkan adalah kebohongan dan penuh dusta (Yesaya 28:14-22; Yesaya 30:1-17), karena sejak dahulu para nabi Tuhan selalu dianiaya dan dicobai iblis dan juru tenung seperti halnya Ayub (Ayub 2:1-13; Ayub 4:1-21) dan juga Daniel yang di lemparkan ke gua singa oleh Nebukadnezar untuk mencobainya (Daniel 6:4-23; 1 Petrus 5:6-9).

Jadi jika di dalam injil segala sesuatunya dijelaskan sebagai hal-hal yang rohani begitu pun juga tentang sunat, sunat dalam pengertian rohani bukanlah sesuatu yang berhubungan dengan sunat kelamin namun dipandang sebagai pencobaan iblis lewat sihir tenung yang mempermalukan hati dan pikiran orang yang disunat tubuh rohaninya, itulah sebabnya di masyarakat kita sering mendengar istilah "disunat jin" atau "pengantin sunat" untuk dipakai sebagai arti kiasan dari yang bersifat fisik namun semua itu memiliki arti rohani dalam media peperangan jiwa dan roh. Berhubung sunat rohani memiliki arti kiasan yang sama dengan penyingkapan kemaluan manusia maka dalam hal rohani juga berhubungan dengan penyingkapan hati & pikiran yang dianggap sebagai kemaluan jiwa yang di buka tutupnya (Kejadian 2:24-25; 2 Korintus 5). Karena hukum taurat telah mengurung segala sesuatu dibawah kutuk kuasa dosa asal dimana untuk dapat mengetahui kehendak hati ataupun pikiran seseorang dan untuk menentukan apakah melakukan pelanggaran hukum taurat "jangan mengingini" diperlukan alat untuk mengukurnya yaitu dengan bantuan terafim dan tenung (Yehezkiel 21:21-22; Zakharia 10:2). Di dalam dunia spiritual pengertian Serafim dan Terafim seolah-olah memiliki kesamaan yaitu sama-sama malaikat, namun sebetulnya arti Serafim adalah malaikat yang melayani Tuhan (Yesaya 6:1-13) sedangkan Terafim adalah malaikat pemberontak yang jatuh atau jin-jin yang berdiam di dalam patung dan berhala-berhala totem dan sejenisnya namun keduanya merupakan malaikat penjaga jalan ke pohon kehidupan yang bekerja sama dengan Cerubim (Kejadian 3:20-24). Dalam hal yang sama pula Abraham telah disunat oleh Nimrod karena Abraham telah melanggar dasar hukum taurat dari Nuh yang bernama tujuh hukum Nuh (Noahide Laws) dimana hukum ini kemudian dijadikan sebagai dasar pijakan hukum Hammurabi yang dipakai oleh Nimrod sebagai dasar untuk menerapkan hukum kepada kerajaan babilonia untuk mengutuk semua orang yang melakukan dosa, dan praktek sihir tenung adalah alat yang dipakai oleh mereka untuk memantau dan mengukur tingkat ketaatan & kepercayaannya kepada Allah (Matius 7:1-5), dan berhubung karena Abraham telah berzinah dengan Hagar (Kejadian 16:1-6; Ibrani 11:1-40) maka sebagai gantinya dia harus mengorbankan anaknya kemudian yang berasal dari Sara yaitu Ishak sebagai penalti hukuman dari hukum taurat yang diberlakukan oleh Nimrod dan kerajaan Babilonia (Kejadian 22:1-19), begitupun juga Musa telah disunat dan dijadikan pengantin darah oleh karena dia dicari orang Mesir (Keluaran 4:22-31) karena Musa telah melanggar hukum taurat dengan membunuh orang Mesir yang menganiaya orang Ibrani (Keluaran 2:11-15), namun Yesus pun juga tak luput dari pencobaan iblis dari pihak penganut kepercayaan helenistik tersebut (Lukas 4:1-13; Ibrani 2:5-18) dan dijadikan pengantin darah seperti halnya Musa meskipun Yesus tidak melakukan suatu pelanggaran dosa tapi mereka menghukum Yesus hanya karena iri dengki ( Kebijaksanaan 2) dan karena mereka tidak mendapati suatu dosa sedikit pun maka akhirnya mereka menghukumNya hanya karena Yesus menyebut diriNya sebagai guru dan Tuhan (Yohanes 10:23-39; Yohanes 13:1-20; Matius 26:57-68), Paulus pun juga mengalami penganiayaan dari pihak mereka karena Paulus diduga ikut membunuh rasul Stefanus (2 Korintus 12:1-10; Kisah Para Rasul 7:54-60).
Namun baik Ishak (Kejadian 22:6-18) dan Musa (Keluaran 33 - 34) keduanya sama-sama diselamatkan Tuhan karena Allah Abraham, Ishak, dan Yakub adalah Allah yang tidak berkenan akan korban sembelihan dan korban bakaran (tumbal pesugihan) kepada allah2 lain (Ibrani 10:1-18), kenapa jika Ishak & Musa diselamatkan namun Paulus tetap dianiaya ?
Karena sejak bangsa Israel mengalami pembuangan ke Babel semua nabi Tuhan dianiaya dan sejak kejatuhan raja Salomo ke penyembahan allah lain dari agama Helenistik (1 Raja-raja 11:1-13), sejak itulah bangsa Israel keturunan Abraham dibuang ke Babel sejak dari keturunan Yekhoya anak Yoyakim (Yeremia 24:1; Matius 1:1-17). Jadi sejak kejatuhan Salomo menyembah allah-allah Yunani kuno dari agama Helenistik maka para penerus keturunan Abraham dari keturunan Yehuda tersandera dibawah kuasa jahat, tak heran bahkan nabi terbesar terakhir dari keturunan Abraham yaitu Yohanes pembaptis anak Zakaria dijadikan incaran mereka (Lukas 16:14-16; Matius 11:2-19), itulah kenapa semenjak saat itu tidak ada lagi nabi dan raja yang diangkat Tuhan yang dapat diandalkan dan itulah kenapa Yesus turun ke dunia untuk mempertobatkan bangsa Israel supaya percaya kepada berita injil dari para nabi dan meninggalkan penyembahan berhala agama Helenistik, namun ternyata Yesus pun dianiaya dan disalibkan oleh mereka dan hal ini pun masih terjadi hingga saat ini dimana fraternitas adalah tanda dari penguasa dunia tersebut (1 Yohanes 5:13-21).
Jika semua nabi diperlakukan sebagai korban kepada allah lain yang disembah di seberang sungai Efrat (Ba'al, Ishtar, Ifrit) sebagai persembahan kepada setan-setan dan perdukunan maka Yesus datang sebagai penebus mereka semua yang dijadikan korban dan tawanan kepada allah lain dimana Yesus sendiri diperlakukan sama oleh mereka (Lukas 4:1-13) dan oleh karena Yesus adalah anak domba pengganti Ishak (Kejadian 22:6-14; Yohanes 1:29-34; Yohanes 8:37-59) maka Ia juga datang membebaskan jiwa-jiwa para nabi terdahulu dan semua manusia yang percaya kepadaNya untuk dibebaskan dari penjara jiwa allah-allah lain (Mazmur 68:18; Yesaya 61; Lukas 4:16-30) karena Yesus adalah Imam Besar yang ikut merasakan penderitaan para nabi sejak zaman Adam sampai dengan Zakharia (Yesaya 53; Kebijaksanaan 2:1-24; Ibrani 4:14-16).

Berhubung sejak kejatuhan Salomo ke Babel/Mesir maka para petinggi agama di Israel (imam-imam kepala dan ahli-ahli taurat penganut agama helenistik) selalu menaruh beban-beban tak terpikul dan ukuran-ukuran hukum taurat yang tidak masuk akal kepada umat biasa atau kepada siapapun yang mencoba mendekat dan meminta pertolongan kepada Tuhan maka hal itu menggenapi bahwa para petinggi agama sejak kejatuhan Salomo selalu berusaha untuk menghalang-halangi mereka yang ingin mendekat kepada Tuhan dengan maksud mencegah munculnya nabi dan raja-raja seperti zaman Abraham hingga Daud (Kisah Para Rasul 13:4-12; 1 Tesalonika 2:13-20; Yesaya 10:1-4; Lukas 11:37-54; Markus 10:13-16), maka sesungguhnya Yesus datang mengecam para ahli2 taurat dan petinggi agama di Israel yang selalu menuntut kesempurnaan ibadah secara fisik (Galatia 6:11-18) kepada orang-orang yang dijatuhi hukuman mati & dijadikan korban bakaran kepada azazil, justru oleh karena sunat tersebut maka tindakan mereka malah mengorbankan jiwa-jiwa orang yang lemah hati di Israel dan oleh karena hal ini Yesus datang untuk membebaskan mereka semua dari perbudakan Babel. Justru oleh tindakan Yesus menyelamatkan orang-orang sakit yang dirasuki roh-roh jahat di Israel maka Yesus difitnah oleh imam-imam kepala dan ahli-ahli taurat di Yerusalem saat itu sebagai sekutu azazil hanya karena Yesus melanggar ketetapan Imamat Musa tentang korban sembelihan dan korban bakaran/tumbal (Imamat 16; 2 Raja-raja 18:4).
Sunat rohani ini adalah sebuah proses yang menguji jiwa manusia di dalam dapur api yaitu penyiksaan & pencobaan iblis dimana sihir tenung adalah sebagai alat untuk mengukur dan menguji hati dan pikiran manusia di dalam ketaatannya kepada Tuhan dan hukum-hukum taurat, namun sihir tenung ini kemudian disalah gunakan oleh manusia sebagai alat untuk melanggengkan kekuasaannya dalam pemerintahan seperti halnya Nimrod menggunakan sihir dan ahli nujum untuk mencegah datangnya Abraham sebagai orang pilihan Allah yang ditakutkan akan menggantikan posisinya di pucuk kepemimpinan Babilonia, begitupun juga Firaun menggunakan cara yang sama seperti Nimrod dengan sihir tenung sebagai alat untuk menjaga orang Ibrani dari pengaruh kekuasaan Mesir setelah Yusuf anak Yakub tidak lagi memimpin Mesir (Keluaran 1-2) itulah kenapa saat zaman Musa pun didapati orang Ibrani yang terkena penindasan sihir tenung oleh Firaun dan menjadi lambang semak duri yang dimakan api seperti Yesus melambangkan semak duri yang dijadikan korban sembelihan dan korban bakaran (Keluaran 3:1-22; Keluaran 7:1-13) dan semak duri ini menjadi perlambang dari apa yang dialami Adam (Kejadian 3:17-19), dan di zaman modern ini pun sihir tenung juga dimanfaatkan oleh orang-orang politik untuk menjaga kekuasaan mereka dan profesi mereka dikenal sebagai Kuhana, atau di dunia internasional perkumpulannya dikenal sebagai "International Confederation of Wizards".
Sihir tenung yang berasal dari ilmu metafisik ini pula yang mendasari filsuf Yunani Plato dan Aristotles untuk menguji dari mana dasar para nabi Israel mengaku sebagai utusan Tuhan dengan cara mencari tahu terhadap semua orang yang dianggap sebagai nabi atau utusan Tuhan maka dari pemikiran mereka seharusnya tidak boleh ada perkataan dusta sedikit pun di dalam hati maupun jiwanya meskipun saat di siksa karena bagi pengertian mereka yang sempit, jika seorang nabi utusan Tuhan pastilah mencerminkan Tuhan adalah pribadi yang sangat kuat seperti zaman Hercules yang dikenal di zaman para raksasa (Kejadian 6:1-8) dan tidak dapat ternodai, dan teori Plato ini kemudian dikenal sebagai "The Lie of a Soul"; namun dari sisi science hal ini tidak akan pernah disebutkan peran serta iblis Ifrit di dalam pekerjaan menguji hati dan pikiran seseorang karena justru iblis itulah yang menjadi sumber dari adanya perkataan dusta yang bekerja memanfaatkan tubuh orang yang di ganggu (Yakobus 3:1-12), itulah kenapa banyak orang-orang Israel yang sedang sakit pun ikut serta diuji oleh mereka dimana peran serta iblis justru memperparah kondisi kejiwaan orang-orang sakit tersebut dan itulah kenapa orang-orang sakit di zaman Yesus diperlakukan sebagai orang-orang kusta yang dijadikan korban kepada Azazil/Nehustan (Imamat 16; 2 Raja-raja 18:1-4), itulah kenapa ketika orang disunat dengan memakai sihir tenung maka yang menjadi target adalah sistem kekebalan tubuh yaitu liver (Yehezkiel 21:21; Zakharia 10:2) dan akibat yang ditimbulkan dari sihir tenung itu adalah penyakit kanker dan tumor yang tidak lain adalah hasil dari medium terafim/jin-jin/ifrit (Imamat 17:7; Yosua 24:2; Ulangan 18:9-20; 1 Samuel 6; 2 Timotius 2:14-26).

Ketika seseorang mengalami gangguan sihir maka jiwa dan hati seseorang akan ditelanjangi di publik dan dijadikan bahan olok-olok para pengikut azazil seperti halnya Yesus sendiri mengalami penghinaan dan olok-olok orang-orang di Yerusalem saat disalibkan di bukit Golgota, karena sama seperti halnya yang diderita para nabi maka Yesus merupakan tanda bahwa sejak kejatuhan Adam semua manusia takluk dibawah roh-roh jahat dunia ini dan siapapun yang ingin mendekat kepada Tuhan akan di cobai tujuh roh jahat seperti halnya Daniel juga dianggap di hinggapi roh-roh para dewa (Daniel 4; Lukas 11:24-26), karena proses sunat ini melibatkan proses pemurnian dalam api (Imamat 18:21; Ulangan 18:9-10) dan barangsiapa menang dan keluar dari masa kesukaran maka orang-orang yang percaya kepada Yesus tidak lagi takluk kepada roh-roh jahat dunia ini (Wahyu 3:18-21; Galatia 4:1-18) maka itulah kenapa barangsiapa menerapkan hukum taurat berada di bawah kutukan namun barangsiapa percaya kepada Yesus mereka akan dibebaskan dari belenggu hukum taurat (Galatia 3:1-14), dan hal ini menjadi sumber dimana nama Allah justru dicemarkan oleh manusia sebagaimana terjadi di negeri ini dengan segala debat kusir mereka yang menghina segala yang kudus di surga (Yesaya 3:1-15).
Dan lihatlah akibat yang ditimbulkan di negeri ini banyak orang tidak lagi menghargai agama dan kesucian nama Tuhan telah dinodai oleh mulut mereka yang menggunakan agama untuk kepentingan politik sesaat. Negeri ini kacau akibat iri hati dan dengki terhadap penyembuhan orang sakit seolah-olah mereka yang sehat tidak memperoleh berkat yang sama dari Tuhan dan menindas orang sakit dengan hukum taurat dan sunatnya. Bukankah Tuhan menghampiri orang sakit untuk disembuhkan dari belenggu kuasa jahat supaya bertobat (Matius 12:22-27) ?
Namun lihatlah akibat segala penindasan ini negeri ini menggenapi hukuman Allah yang menindas kebenaran dengan kelaliman dan dusta, lihat saja sejak setahun terakhir di negeri ini telah tergenapi dari apa yang tertulis di kitab Yesaya 13:19-22, dan hal-hal berikut telah nyata di hadapan kita orang arab yang tidak jadi berkemah di negeri ini (Yesaya 13:20), dan di negeri ini telah terjadi banyak kejadian mistis dari gerobak mie sampai kepada ghost rider (Yesaya 13:21).
Inilah contoh negeri yang para pemimpinnya tidak takut kepada Tuhan, bahkan mereka yang mengaku paling beragama pun tindakan dan perbuatannya tidak mencerminkan sebagai orang beragama yang takut akan Tuhan dan mengenal Allahnya, justru yang mereka lakukan adalah memanfaatkan nama Tuhan untuk membenarkan kejahatan-kejahatan mereka.
Namun dengan dipilihnya orang sakit Tuhan sebenarnya sedang menguji para imam-imam kepala dan para ahli taurat apakah cara mereka beribadah memiliki belas kasih kepada Allah dan sesamanya atau tidak, dan terbukti ibadah mereka semua hanya memuliakan Allah di mulut saja namun dari perbuatan dan tindakan mereka hanya untuk menjaga gengsi dan puji-pujian yang sia-sia dari manusia (Yesaya 29:9-16), lihat saja di Youtube tahun-tahun belakangan ini semua orang beragama di negeri ini saling menista satu sama lain dan tujuan mereka sama seperti yang dilakukan Izebel yang menyuruh Ahab untuk saling menyerobot kebun anggur (saling mencuri umat dan memperlombakan gengsi ajaran agamanya masing-masing) hanya untuk mempertahankan gengsi jabatan dan kebenaran mereka maka pantaslah firman berikut ini sesuai dengan apa yang di alami negeri ini (Markus 12:1-12; 1 Raja-raja 21:1-29; Yesaya 3:1-15; Matius 23:1-36).
Itulah kenapa sunat yang dilakukan oleh para ahli taurat selalu mempersembahkan korban orang-orang lemah dan sakit ke dalam umpan api sama seperti yang dilakukan nenek moyang pendahulu agama mereka di Israel dan hal ini memang sering di salah gunakan oleh mereka yang iri hati terhadap sesamanya (2 Raja-raja 18:1-4), tak heran ideologi babilonia dan Yunani ini sejak dulu selalu berusaha untuk membunuh para nabi Tuhan dan orang-orang yang diurapi-Nya (Wahyu 18:21-24), bahkan hal ini digunakan untuk melegalkan segala kejahatan untuk meraih untung dengan menjarah sesamanya yang lemah (Firehose of Falsehood/Loot the burning house/Psychological Warfare) dan itulah kenapa hal seperti ini selalu muncul disaat depresi ekonomi seperti yang di buktikan dari sejarah yang sudah-sudah (Keluaran 32; Hosea 4:8).
Dalam hal politik pun perihal sunat pengantin darah seperti Musa (Keluaran 4:24-26) masih disalah gunakan & disalah artikan sebagai jalan menuju surga dengan membungkusnya sebagai jalan jihad oleh mereka yang masih terikat kepada agama Yunani kuno helenistik dan tidak mau mengenal jalan Allah Abraham, Ishak, dan Yakub. Mereka yang menyalah artikan arti sunat pengantin darah ini akan mempertanggung jawabkan di hadapan Tuhan tentang nasib mereka yg menjadi korban penyesatan dan berhati lemah dengan mengajari mereka untuk menempuh jalan-jalan kejahatan & kekerasan karena surga hanya untuk orang-orang baik dan benar yang selama hidupnya dapat menahan diri mereka dari jalan-jalan kejahatan (Mazmur 119; Wahyu 21:3-8). Tak heran beberapa dari mereka mengklaim sebagai mesias hanya karena mereka menempuh jalan yang gelap dan tersesat di jalan kejahatan, adakah Allah Abraham, Ishak, dan Yakub berkenan akan perbuatan-perbuatan jahat ?
Sesungguhnya Allah tidak dapat ditipu oleh orang-orang jahat dan tidak berkenan akan kematian orang-orang fasik dan jahat, namun karena ibadah yang dilakukan mereka hanya untuk menjaga gengsi senioritas belaka maka sesungguhnya iblis dan malaikat maut masih selalu menguasai kehendak mereka yang menyalah gunakan ibadah untuk kepentingan memuliakan diri mereka dan kepentingan kelompok mereka sendiri dan akar kebencian dan iri hati selalu mengintai orang-orang yang tidak lurus hati di hadapan Tuhan, itulah kenapa Ifrit yang adalah penghulu neraka adalah andalan mereka yang selalu mencintai kejahatan dan orang-orang yang menempuhnya menjadi budak iblis. Orang-orang yang membenci teguran terhadap segala ajaran kebaikan maka sesungguhnya jiwa mereka telah dikuasai oleh malaikat maut, maka apakah orang-orang yang demikian masih punya harapan untuk bertobat (Yehezkiel 33:1-33) ?


Last edited by ardie_b on Sat, 26-09-2020 9:29 am; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message
ardie_b



Joined: 04 Jul 2010
Posts: 221
Location: Jakarta

PostPosted: Fri, 16-10-2020 10:19 am    Post subject: Reply with quote

Banyak pertentangan teologi di tahun-tahun belakangan ini tentang arti sunat entah itu antara Islam, Kristen, dan Katolik. Dimana mereka saling menuntut sesamanya untuk mengikuti keegoisan masing-masing ajaran.
Jadi kenapa kah semua pertikaian ajaran ini terjadi ?
Tak lain adalah adanya ketidak samaan visi dalam beragama dan ketidak hadiran kasih antara sesamanya dimana masing-masing saling menuntut (itulah buah dari hukum taurat).
Hal ini sebetulnya telah terjadi di zaman Yesus hidup dimana kaum politik yaitu ahli-ahli taurat dan imam-imam kepala maupun kaum agamawan Farisi yang taat memegang teguh adat istiadat leluhurnya mempertentangkan perihal bersunat ataupun tidak bersunat, dimana pertentangan sunat ini berlaku hanya untuk perjanjian lama. Sejak kedatangan Yesus ke dunia, Yesuslah yang mewakili semua manusia di dalam hidup taat kepada hukum taurat dan yang mengajarkan kasih kepada sesamanya dimana hal ajaran kasih ini tidak pernah muncul dari nabi-nabi sebelumnya. Jadi kenapa di zaman ini ajaran antara gereja menjadi polemik yang terus menerus dipertentangkan hanya karena iri hati terhadap satu dengan yang lainnya. Dari pihak katolik sendiri lebih mengedepankan kasih antara sesamanya namun tidak mengindahkan perintah Yesus yang pertama yaitu kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hati, pikiran dan kekuatan untuk mentaati 10 perintah Allah, sedangkan banyak ajaran di katolik selalu mengajarkan doa-doa "jadikanlah kami menjadi serupa sepertiMu Yesus".
Mereka mengajarkan untuk menjadi serupa dengan Yesus dimana Yesus selama hidupnya di dunia menjadikan dirinya taat kepada hukum taurat (Lukas 2:21-32), itulah kenapa banyak umat awam tidak tahu dan belum paham tentang arti hidup dalam Roh harus dapat mentaati tuntutan hukum sunat oleh agama yang lain karena sebelum lenyap langit dan bumi ini maka hukum taurat belum di tiadakan (Matius 5:17-20) itulah kenapa hanya para imam-imam kepala saja yang tahu tentang tuntutan hidup dalam Roh harus disunat dan banyak umat awam yang tidak tahu menahu akan hal ini akhirnya banyak yang terjerat oleh hukuman hukum taurat dan banyak yang menjadi tawanan roh (Lukas 11:49-53).
Namun bagi para petinggi agama lain juga saling menuntut sunat namun beberapa dari mereka yang sudah bersunat pun tidak juga didapati mentaati hukum-hukum taurat dimana Islam menuntut Kristen untuk disunat dan begitupun juga Kristen & Islam akhirnya juga menuntut Katolik untuk disunat, jika dilihat kenapa semua saling menuntut sesamanya ? Apakah semua saling mencari aman diri mereka sendiri dan saling menunjuk untuk mencari siapa yang dapat dikorbankan ? Apakah mereka menjadikan tuntutan hukum agama sebagai permainan politik saja dan mengabaikan hukum terutama di dalam hukum taurat yaitu untuk mengasihi sesamanya ?
Banyak orang yang masih tersesat dalam perihal hukum sunat ini, mereka yang sudah menyunatkan dirinya pun tidak menjaga kekudusan mereka untuk tidak memenuhi hukum cinta kasih (1 Korintus 13). Karena saya dapati beberapa dari kalangan bersunat justru bertolak belakang dengan ajaran kasih itu sendiri, mereka mengajarkan jangan sentuh ini jangan sentuh itu atau jangan sentuh yang tidak bersunat jika menyentuh dikit atau berfikir yang aneh sedikit akan langsung binasa; hal ini bertentangan dengan injil (Kolose 2:16-23; Yakobus 2:8-10).
Masih terlihat jelas sampai dengan saat ini tradisi orang-orang Farisi yang menjaga teguh adat-istiadat Yahudi yang membeda-bedakan antara orang bersunat dan tidak bersunat hanya karena takut menjadi najis (Galatia 2:11-14).
Jadi jika Yesus Kristus telah memerdekakan kita dari belenggu hukum taurat kenapa masih mengajarkan hal-hal yang bertentangan dengan hukum kasih itu sendiri ?

Adakah pola ajaran dari kedua gereja ini saling berpolemik hanya karena kepentingan politik amerika atau memang ada persaingan hidup & mati untuk berlomba saling membinasakan, adakah agama dijadikan perlombaan politik untuk saling berlomba untuk menentukan agama mana yang boleh hidup dan agama mana yang harus di genosida sama spt perang dunia 2 yang menjadikan agama Yahudi menjadi yang kalah dan di musnahkan oleh yang menang.
Benarlah di dunia ini agama hanya dijadikan ajang adu domba untuk masa depresi ekonomi karena sama seperti Yesus sendiri disalibkan hanya untuk dipersembahkan menjadi korban bakaran kepada Mammon/Beelzebul, begitu juga hari ini agama saling berlomba hanya untuk berebut untuk memperoleh hidup dan barangsiapa kalah akan dijadikan korban kepada Mammon (Galatia 3:11-12).
Apakah perlombaan ini dikarenakan di amerika sendiri antara kristen dan katolik saling menjatuhkan hanya karena perwakilan masing-masing calon presiden mewakili gerejanya masing-masing namun lihatlah calon-calon itu adalah pendusta agama semua, dan mereka yang memanfaatkan agama untuk kejahatan dan mengambil keuntungan ekonomi darinya akan mendapat ganjaran dari Tuhan.
Jadi hendaknya semua umat tidak bingung menanggapi persaingan agama akhir-akhir ini, orang-orang politik dan para petinggi agama yang cinta akan uanglah yang mengadu domba agama di antara negara-negara di dunia karena mereka hendak melenyapkan agama dari muka bumi dan menggantinya dengan agama science "mind slavery" sebagai allah berhala buatan mereka. Itulah kenapa beberapa dari mereka tersesat dan membuat mesias-mesias palsu dimana mereka sebenarnya adalah orang-orang yang di tawan oleh roh-roh dunia dengan mujizat palsu mereka, berhati-hatilah terhadap teologi kristen dari negara amerika tidak semuanya berasal dari Kristus. Berbahagialah umat Kristen yang ada di negeri ini karena dari negara inilah akan dipilih Allah menjadi batu penjuru yang mahal barangsiapa percaya maka tidak akan dipermalukan (Yesaya 3:1-15).
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka All times are GMT + 6 Hours
Page 1 of 1

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17