FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Buttterfly Effect    

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka
View previous topic :: View next topic  
Author Message
ardie_b



Joined: 04 Jul 2010
Posts: 176
Location: Jakarta

PostPosted: Tue, 13-02-2018 4:42 pm    Post subject: Buttterfly Effect Reply with quote

Penggunaan isu agama seolah2 mendapat restu untuk digunakan di dalam politik. Apakah pemerintah bisa mengontrol tiap detail kampanye di tiap2 daerah sampai kepada isi kepala tiap2 calon kepala daerah dikontrol semua biar memastikan tidak ada kampanye sara. Jika hal itu dapat menimbulkan perpecahan lebih baik dipisahkan sama sekali atau dilarang penggunaan materi agama dari kampanye.

Apakah anda pernah baca tentang Butterfly Effect dimana perubahan satu kepakan kupu dapat mengakibatkan bencana ?
Begitupun juga isu sara yang digunakan oleh politik dapat membuat hal serupa. Sekarang anda lihat akibat dari pilkada DKI, isu yang mereka buat bisa melebar ke dunia internasional bukan ? Apakah anda tidak merasa bersalah atas akibat yang kalian timbulkan dari penyebaran isu tersebut jika dibandingkan dengan korban2 dari para teroris isis di luar negri dan semua korban yang pernah dan atau bahkan tidak terekam berita ?
Semua sudah jelas diberita tvone minggu malam kemarin (dimulai menit ke 2:26) bahwa masih ada penyebar hoax dan isu agama yang mengalir di handphone para politisi negeri ini, jika saracen bisa diungkap kenapa hal ini tidak diungkap sekalian ? Siapakah yang tiap detik "menerawang" orang lain dan memfitnah dan memanfaatkannya untuk kepentingan politik ?

Lihat sendiri tulisan saya di forum ini sebelumnya disini beberapa hari kemudian, tulisan tentang larangan perceraian & poligami tersebut oleh mereka digunakan untuk membuat pasal zina.
Back to top
View user's profile Send private message
regis



Joined: 05 Sep 2010
Posts: 135

PostPosted: Wed, 14-02-2018 8:47 am    Post subject: Reply with quote

Quote:
Apakah anda tidak merasa bersalah atas akibat yang kalian timbulkan dari penyebaran isu tersebut jika dibandingkan dengan korban2 dari para teroris isis di luar negri dan semua korban yang pernah dan atau bahkan tidak terekam berita ?


Yang kamu maksud Anda dan kalian ki sopo ...???
Back to top
View user's profile Send private message
stuzi



Joined: 27 May 2015
Posts: 163

PostPosted: Wed, 14-02-2018 8:24 pm    Post subject: Reply with quote

Yang kutahu cuma onta effect sih
Back to top
View user's profile Send private message
ardie_b



Joined: 04 Jul 2010
Posts: 176
Location: Jakarta

PostPosted: Tue, 20-02-2018 5:07 am    Post subject: Reply with quote

regis wrote:
Quote:
Apakah anda tidak merasa bersalah atas akibat yang kalian timbulkan dari penyebaran isu tersebut jika dibandingkan dengan korban2 dari para teroris isis di luar negri dan semua korban yang pernah dan atau bahkan tidak terekam berita ?


Yang kamu maksud Anda dan kalian ki sopo ...???


Yang saya maksudkan dengan anda & kalian adalah mereka para pengintai (dukun politik & penasehat politik) yang juga diam2 melihat tulisan ini dan menjadikan bahan berita di tv dan yang mendakwa kita tiap detik siang & malam kurang kerjaan memperhatikan pergumulan kita dalam berusaha keluar dari pencobaan iblis utk menghalang2i kita dalam bertobat dengan menekan jiwa kita dengan cemoohan via medsos & siksaan2 yang berat lewat kuasa gelap juga yang berteriak2 di televisi yang dilakukan oleh mereka selama bertahun2 perihal tentang semua bisikan2 iblis yang masuk ke dalam pikiran kita saat dijerat oleh iblis itu utk mengatakan hal2 dusta dari akibat penyakit yang diakibatkan kuasa gelap, sehingga seolah2 terlihat bahwa segala fitnah & tuduhan mereka adalah benar menurut golongan mereka yang percaya pada kuasa gelap (Mazmur 142:2-3).

Jika anda pernah lihat film divergent maka anda baru tahu inti pesan dari film tsb, yang tidak mau menuruti dusta & kejahatan atau tidak bisa dikontrol oleh para legion akan dianggap sbg ancaman. Begitupun juga di kitab suci juga menerangkan hal itu di Yakobus 3:1-18, iblis memperdaya manusia dengan menekan  jiwa kita dalam kesesakan untuk membujuk kita mengucapkan kata2 yang mengandung kejahatan & dosa yang ditujukan kepadaNya juga kepada sesama kita di dalam akal budi kita, karena jika kita lemah dan pikiran kita menurutinya pasukan iblis itu akan menuntut jiwa kita (hal ini juga dikatakan oleh Yesus di Lukas 22:31-32 dan Lukas 11:53-54). Hal serupa juga dialami oleh nabi Musa yang di injil hari ini pada bacaan kedua menyebut dia tidak petah lidah (lihat bible versi inggris disebut unclean) yang mengakibatkan tidak didengarkan oleh rakyat Israel selama mengembara di mesir, dan juga Yesaya juga mengalaminya seperti disebutkan di Yesaya 6:5. Bahkan Yesus sendiri pada saat puasa di  padang gurun dicobai iblis (Lukas 4:1-13) namun berhubung iblis tidak bisa membuat Yesus untuk melakukan satu dosa terkecil pun, iblis itu kemudian memakai orang2  disekitar Yesus & juga rakyat Yerusalem untuk memfitnah dan menghakimi Yesus sampai mati disalibkan, semua terlihat jelas di Lukas 22:1-6, Lukas 22:39-53.

Bagaimana injil memiliki satu kesatuan visi yang sama, dimana kejadian sejak zaman adam & hawa sampai dengan modern saat ini masih bisa terjadi persis seperti yang dikatakan injil ?  Paulus pada zamannya juga mengalami hal yang sama di Kisah para rasul 17:1-9 & Kisah para rasul 28:20-31. Jika semua terang injil ini tidak dapat mencelikkan mata mereka yang melihatnya bagaimana manusia bisa diselamatkan ? Semua usaha yang dilakukan para nabi & rasul sejak dahulu seolah2 tidak pernah digubris oleh manusia. Jadi jika sampai saat ini dalam hal beragama masih terjadi perseteruan jangan heran dengan hal itu semua. Itulah alasan Yesus kenapa agama sejak dahulu dijadikan sarang penyamun dan ajang pertikaian seperti halnya ajang adu gladiator (seperti halnya daud & goliat), karena pada dasarnya manusia diadu domba oleh iblis. Padahal agama menurut keinginan hakiki manusia seharusnya mencari kedamaian, namun karena dengki setan dan kelemahan manusia maka kebenaranNya selalu menjadi sebuah batu sandungan sejak dahulu kala.

Jadi ajaran yang mengajarkan bahwa iblis takut kepada orang yang taat beragama adalah sebuah kebohongan, karena justru semakin kita  mendekat kepadaNya iblis semakin menjadi-jadi ingin mencobai kita terus-menerus sampai kita binasa, jika tidak demikian maka penyaliban Yesus adalah kebohongan dimasa lalu. Itulah didalam kebenaran tidak ada dusta karena di dalam kebenaran kita diajarkan untuk selalu berani di dalam segala situasi karena dunia ini dipenuhi oleh kejahatan dan dusta, jika tidak demikian kenapa kasus ham di negeri ini dari dahulu tidak pernah bisa diungkap. Karena pada dasarnya tubuh jasmani kita terwarisi kutuk adam & hawa, yang dimana yang sungguh2 imun terhadap kutuk iblis cuma Yesus seorang karena hanya Dia yang lahir ke dunia ini tanpa melalui keinginan kedagingan seorang laki2. Tetapi kita semua umat manusia yang lahir dari sebuah perkawinan terwarisi nafsu kedagingan dan keduniawian itu dari nenek moyang kita, dimana nafsu itu adalah  api yang menghanguskan hidup rohani kita.

Pada hakikatnya semua nasib manusia adalah sama, entah  dia orang bijak atau orang terpandang semua mengalami hal  yang sama pada akhir hidupnya yaitu kematian dan tidak ada satu orang manusia pun tahu nasib masing2 individu manusia setelah kematian, karena penilaian Allah bisa bertolak belakang dengan penilaian manusia di dunia ini Pengkotbah 9:1-18.
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka All times are GMT + 6 Hours
Page 1 of 1

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17