FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Penciptaan Alam Semesta    
Goto page: Previous Next

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka
View previous topic :: View next topic  
Author Message
TeSul



Joined: 27 Apr 2016
Posts: 227

PostPosted: Mon, 04-12-2017 9:48 am    Post subject: Reply with quote

[quote="gigikuning"]
Namfes wrote:
April wrote:
Dan ... ( intermezzo ) Ketawa

1. kalau ada alien datang ke bumi, dengan memakai kendaraan atau terbang sendiri secepat cahaya, artinya mereka itu dapat hidup (berumur) jutaan bahkan miliaran tahun (umur manusia paling banter 100 tahun), soalnya jarak antar galaksi itu ratusan juta bahkan miliaran tahun cahaya, tahun cahaya.



Nope, not like that.

Perputaran waktu akan melambat apabila suatu materi bergerak mendekati kecepatan cahaya (disebut time dilatation). Misalnya si A diam dan si B bergerak mendekati kecepatan cahaya, maka waktu yang dirasakan si B akan jauh lebih lambat ketimbang si A. Ketika berjumpa kembali, si A sudah jauh lebih tua dari si B. Efek yang sama juga dapat dirasakan apaliba suatu materi terbang melintasi suatu objek yang memiliki gravitasi amat tinggi.

Apabila suatu materi bergerak dengan kecepatan cahaya, maka perputaran waktu bagi materi tersebut akan terhenti. Sayangnya, sejauh yang kita tahu, tidak ada satupun benda bermasa yang mampu bergerak dengan kecepatan cahaya. Kemampuan ini hanya dimiliki oleh benda yang tidak bermasa, i.e. cahaya itu sendiri.


menurut teori relative, yang bergerak bisa juga si A thd B. jadi yang lebih tua itu si B.

teori time dilatation ini paradox, something wrong with the clock.

Smile
Back to top
View user's profile Send private message
gigikuning



Joined: 15 May 2016
Posts: 210

PostPosted: Wed, 06-12-2017 1:43 pm    Post subject: Reply with quote

[quote="TeSul"]
gigikuning wrote:
Namfes wrote:
April wrote:
Dan ... ( intermezzo ) Ketawa

1. kalau ada alien datang ke bumi, dengan memakai kendaraan atau terbang sendiri secepat cahaya, artinya mereka itu dapat hidup (berumur) jutaan bahkan miliaran tahun (umur manusia paling banter 100 tahun), soalnya jarak antar galaksi itu ratusan juta bahkan miliaran tahun cahaya, tahun cahaya.



Nope, not like that.

Perputaran waktu akan melambat apabila suatu materi bergerak mendekati kecepatan cahaya (disebut time dilatation). Misalnya si A diam dan si B bergerak mendekati kecepatan cahaya, maka waktu yang dirasakan si B akan jauh lebih lambat ketimbang si A. Ketika berjumpa kembali, si A sudah jauh lebih tua dari si B. Efek yang sama juga dapat dirasakan apaliba suatu materi terbang melintasi suatu objek yang memiliki gravitasi amat tinggi.

Apabila suatu materi bergerak dengan kecepatan cahaya, maka perputaran waktu bagi materi tersebut akan terhenti. Sayangnya, sejauh yang kita tahu, tidak ada satupun benda bermasa yang mampu bergerak dengan kecepatan cahaya. Kemampuan ini hanya dimiliki oleh benda yang tidak bermasa, i.e. cahaya itu sendiri.


menurut teori relative, yang bergerak bisa juga si A thd B. jadi yang lebih tua itu si B.

teori time dilatation ini paradox, something wrong with the clock.

Smile


You forgot to take "the absolute reference" into account..

Kita misalkan ada suatu absolute reference yang benar-benar diam secara absolute (sebutlah X). Bagi si absolute reference X, si A bergerak dengan kecepatan edar planet bumi, sedangkan si B bergerak mendekat kecepatan cahaya. Energy kinetik si A tetap lebih besar dari pada si B, dengan asumsi berat badan si A dan si B identik. Atau dengan kata lain, si A lah yang benar-benar bergerak dengan kecepatan cahaya, sedangkan si B hanya bergerak secara relatif.

However, Albert Einstein menyatakan bahwa kita tidak perlu mengetahui si absolute reference frame tersebut.

Anyway,validitas Teori Relatifitas Einstein sudah terbukti dari beberapa percobaan. Salah satu contohnya:

1. Penyesuaian jam di satelit. Jika waktu di Satelit tidak dinormalisasi, maka posisi GPS akan kacau balau. Hal ini disebabkan oleh laju peredaran satelit yang cukup cepat, sehingga waktu terdistorsi sebesar nol koma sekian sekian sekian detik. Jika terakumulasi selama bertahun-tahun, maka distorisinya menjadi semakin besar.

2. Partikel Muon memiliki waktu paruh sekitar 2 mikro detik. Artinya, partikel Muon akan kehilangan separuh massanya tiap 2 mikro detik. Katakanlah massa awal si Muon adalah 2 kg. Setelah 2 mikro detik, massanya akan meluruh setengahnya (tinggal 1 kg). Di alam, massa partikel Muon sangatlah kecil, sehingga tidak mungkin partikel Muon yang berasal dari ketinggian 10 Km dapat terdeteksi di Bumi (massanya akan meluruh sampai ke level yang tak dapat dideteksi lagi). Faktanya, Muon tetap bisa terdeteksi karena partikel tersebut bergerak mendekati kecepatan cahaya (0.99x kecepatan cahaya). Dengan kata lain, waktu yang dialami si Muon tersebut terdistorsi dan menjadi sangat-sangat lambat.

Para pembaca bisa saja menemukan sanggahan-sanggahan terhadap fakta-fakta tersebut dengan sangat mudah di internet; sama seperti bantahan-bantahan bahwa bumi itu bulat atau dinosaurus adalah hoax, etc. Salah satu cara supaya tidak tertipu dengan artikel abal-abal adalah dengan belajar dari sumber yang kredible: misalnya dari publikasi ilmiah yang reputable.. Jangan dari blog spot atau semacamnya.... Apa lagi dari IRC (Institute for Creation Research)... Geeeeeeeeeek
Back to top
View user's profile Send private message
TeSul



Joined: 27 Apr 2016
Posts: 227

PostPosted: Fri, 08-12-2017 1:01 pm    Post subject: Reply with quote

[quote="gigikuning"][quote="TeSul"]
gigikuning wrote:
Namfes wrote:
April wrote:
Dan ... ( intermezzo ) Ketawa

1. kalau ada alien datang ke bumi, dengan memakai kendaraan atau terbang sendiri secepat cahaya, artinya mereka itu dapat hidup (berumur) jutaan bahkan miliaran tahun (umur manusia paling banter 100 tahun), soalnya jarak antar galaksi itu ratusan juta bahkan miliaran tahun cahaya, tahun cahaya.



Nope, not like that.

Perputaran waktu akan melambat apabila suatu materi bergerak mendekati kecepatan cahaya (disebut time dilatation). Misalnya si A diam dan si B bergerak mendekati kecepatan cahaya, maka waktu yang dirasakan si B akan jauh lebih lambat ketimbang si A. Ketika berjumpa kembali, si A sudah jauh lebih tua dari si B. Efek yang sama juga dapat dirasakan apaliba suatu materi terbang melintasi suatu objek yang memiliki gravitasi amat tinggi.

Apabila suatu materi bergerak dengan kecepatan cahaya, maka perputaran waktu bagi materi tersebut akan terhenti. Sayangnya, sejauh yang kita tahu, tidak ada satupun benda bermasa yang mampu bergerak dengan kecepatan cahaya. Kemampuan ini hanya dimiliki oleh benda yang tidak bermasa, i.e. cahaya itu sendiri.


menurut teori relative, yang bergerak bisa juga si A thd B. jadi yang lebih tua itu si B.

teori time dilatation ini paradox, something wrong with the clock.

Smile


Quote:
You forgot to take "the absolute reference" into account..

Kita misalkan ada suatu absolute reference yang benar-benar diam secara absolute (sebutlah X). Bagi si absolute reference X, si A bergerak dengan kecepatan edar planet bumi, sedangkan si B bergerak mendekat kecepatan cahaya. Energy kinetik si A tetap lebih besar dari pada si B, dengan asumsi berat badan si A dan si B identik. Atau dengan kata lain, si A lah yang benar-benar bergerak dengan kecepatan cahaya, sedangkan si B hanya bergerak secara relatif.

However, Albert Einstein menyatakan bahwa kita tidak perlu mengetahui si absolute reference frame tersebut.


teori special relativity einstein mengatakan tidak ada "the absolute reference" , as everything is always moving. inconsisten jika anda memasukannya.

secara biologis, apakah jantung si B tidak berdetak dan badannya tidak menua ? Penelitian thd astronot, jantung mereka tetap berdetak sama seperti ketika mereka berbaring dibumi. Kondisi fisik menurun, otot melemah, memerlukan latihan fisik, berbahaya jika terlalu lama, apalagi 20 tahun, anda sudah tewas ketika pulang. Alih-alih jadi lebih muda.

Quote:
Anyway,validitas Teori Relatifitas Einstein sudah terbukti dari beberapa percobaan. Salah satu contohnya:

1. Penyesuaian jam di satelit. Jika waktu di Satelit tidak dinormalisasi, maka posisi GPS akan kacau balau. Hal ini disebabkan oleh laju peredaran satelit yang cukup cepat, sehingga waktu terdistorsi sebesar nol koma sekian sekian sekian detik. Jika terakumulasi selama bertahun-tahun, maka distorisinya menjadi semakin besar.


penyebabnya banyak, terlalu cepat berkesimpulan time dilation.

Quote:
2. Partikel Muon memiliki waktu paruh sekitar 2 mikro detik. Artinya, partikel Muon akan kehilangan separuh massanya tiap 2 mikro detik. Katakanlah massa awal si Muon adalah 2 kg. Setelah 2 mikro detik, massanya akan meluruh setengahnya (tinggal 1 kg). Di alam, massa partikel Muon sangatlah kecil, sehingga tidak mungkin partikel Muon yang berasal dari ketinggian 10 Km dapat terdeteksi di Bumi (massanya akan meluruh sampai ke level yang tak dapat dideteksi lagi). Faktanya, Muon tetap bisa terdeteksi karena partikel tersebut bergerak mendekati kecepatan cahaya (0.99x kecepatan cahaya). Dengan kata lain, waktu yang dialami si Muon tersebut terdistorsi dan menjadi sangat-sangat lambat.


darimana tahu paruh waktunya 2 mikro detik, experimen di lab ?
apakah partikel dan kondisinya sama dengan yang real ? margin error absosolut zero ?

Quote:
Para pembaca bisa saja menemukan sanggahan-sanggahan terhadap fakta-fakta tersebut dengan sangat mudah di internet; sama seperti bantahan-bantahan bahwa bumi itu bulat atau dinosaurus adalah hoax, etc. Salah satu cara supaya tidak tertipu dengan artikel abal-abal adalah dengan belajar dari sumber yang kredible: misalnya dari publikasi ilmiah yang reputable.. Jangan dari blog spot atau semacamnya.... Apa lagi dari IRC (Institute for Creation Research)... Geeeeeeeeeek


Teori time dilation itu tidak masuk logika, something wrong with the formula. Pembuktiannya akan sia2, menghabiskan biaya milyar dollar.
Kalo si B melebih kecepatan cahaya bagaimana ? waktu mundur, kaya film Time Machine Ketawa

Achilles and a tortoise

Achilles, a symbol of quickness must overtake a tortoise, symbol of slowness. Achilles runs ten times as quick as the tortoise and gives her ten metros odds.
Achilles runs ten meters, a tortoise runs one meter,
Achilles runs one meter, a tortoise runs one decimeter,
Achilles runs one decimeter, a tortoise runs one centimeter.
And so on until the infinity. As a result, Achilles can run everlastingly, but never will be able to run down a tortoise.
Back to top
View user's profile Send private message
gigikuning



Joined: 15 May 2016
Posts: 210

PostPosted: Fri, 08-12-2017 11:42 pm    Post subject: Reply with quote

Tesul wrote:
teori special relativity einstein mengatakan tidak ada "the absolute reference" , as everything is always moving. inconsisten jika anda memasukannya.


Sudah baca paper Einstein tentang special theory of relativity? Judulnya "The Electrodynamics of Moving Bodies".. Silahkan Tesul baca-baca jika tertarik..

Einstein mengatakan bahwa "absolute frame of reference" tidak perlu, bukan tidak ada.

"The introduction of a luminiferous ether will prove to be superfluous inasmuch as the view here to be developed will not require an "absolutely stationary space" provided with special properties, not assign a velocity-vector to a point of the empty space in which electromagnetic processes take place." - Albert Einstein, 1905

Note: Sekalipun reference ini memang ada, kita tidak akan mampu mengukurnya. But, suppose that the absolute frame does exist, we can employ it to solve the paradox. Sebenarnya ada berbagai versi jawaban untuk the twin paradox ini. Masing-masing ahli memiliki jawaban versinya sendiri. Nonetheless, paradox ini (dan paradox apapun juga) tidak akan meruntuhkan teori relativitas, karena teori tersebut sudah terbukti valid dari hasil observasi......Unless kamu bisa membuktikan bahwa hasil observasinya tidak valid.

Tesul wrote:
secara biologis, apakah jantung si B tidak berdetak dan badannya tidak menua ? Penelitian thd astronot, jantung mereka tetap berdetak sama seperti ketika mereka berbaring dibumi. Kondisi fisik menurun, otot melemah, memerlukan latihan fisik, berbahaya jika terlalu lama, apalagi 20 tahun, anda sudah tewas ketika pulang. Alih-alih jadi lebih muda.


Jantung si A dan si B tetap berdetak. Dari sudut pandang si B, jantungnya sendiri berdetak dengan normal. Dari sudut pandang si A, jantung si B berdetak lebih lambat. Bukan hanya jantungnya saja yang berdetak lebih lambat, namun segala sesuatu yang terjadi di sekitar B (yang juga ikut bergerak mendekati kecepatan cahaya) juga melambat, seolah-olah seperti di-slow down. Bayangkan saja saat kamu nonton DVD, lalu kamu tekan tombol slowing down. Kira-kira begitu....

Anyway, tidak ada perbedaan yang signifikan antara detak jantung astronot di luar angkasa dan di bumi. Mengapa? Karena time dilatation-nya sangat-sangat kecil. Kecepatan edar international space station sangat jauh dari kecepatan cahaya (ingat, semakin mendekati kecepatan cahaya, semakin besar time dilatation-nya). Sekalipun astronot tersebut benar-benar bergerak mendekati kecepatan cahaya, hal ini bukanlah masalah karena perlambatan detak jantung sang astronot hanya bersifat RELATIF terhadap pengamat di bumi. Bagi sang astronot itu sendiri, detak jantungnya normal-normal saja. Hal ini tidak bisa kamu samakan dengan jam di satelit. Dilatasi waktu yang sangat kecil sekalipun akan ter-buildup overtime, sehingga errornya menjadi besar ketika satelit tersebut mengirim umpan balik ke bumi.

Furthermore, pelemahan otot atau yang disebut dengan muscle atrophy disebabkan oleh kecilnya gaya gravitasi. Ketika gaya gravitasi terlalu kecil, maka otot-otot badan kamu bakal jarang terlatih, sehingga mengecil (tidak ada hubungannya dengan time dilatation). Hal ini tidak menjadi masalah jika sang alien bisa mensimulasi gravitasi. Toh kalau mereka bisa bergerak mendekati kecepatan cahaya, maka simulasi gravitasi bukanlah hal yang sulit.


Tesul wrote:
penyebabnya banyak, terlalu cepat berkesimpulan time dilation.


Contohnya apa? Cobalah sebutkan dan dukung dengan data-data

Justru Tesul sendirilah yang terlalu cepat menyimpulkan bahwa para peneliti tersebut "terlalu cepat menyimpulkan". Padahal penelitian mereka telah dilakukan berkali-kali, dan memperoleh hasil yang sama, plus kesimpulan yang sama. Apakah Tesul sudah membaca penelitian mereka? Jika sudah, menurut mu apa elemen-elemen apa saja yang keliru didalam penelitian tersebut?


Tesul wrote:
darimana tahu paruh waktunya 2 mikro detik, experimen di lab ?
apakah partikel dan kondisinya sama dengan yang real ? margin error absosolut zero ?


Tahunya dari mana? Ya tentu saja diukur. Kamu bisa mengukur waktu sampai ketelitian enol koma enol enol sekian detik menggunakan jam atom. Kamu bisa mengukur massa suatu benda, meskipun sangat kecil, dengan alat-alat canggih, etc.

Apakah kamu sudah coba baca-baca artikelnya? Coba baca dulu paper-papernya. Supaya diskusinya lebih produktif.

Tesul wrote:
Teori time dilation itu tidak masuk logika, something wrong with the formula. Pembuktiannya akan sia2, menghabiskan biaya milyar dollar.
Kalo si B melebih kecepatan cahaya bagaimana ? waktu mundur, kaya film Time Machine Ketawa


Sebaliknya, para ilmuwan tidak setuju dengan mu. Time dilatation sangat valid dan sudah diajarkan di SMA, termasuk di Indonesia.

Komentar Tesul bahwa "pembuktian ini sia-sia" sangatlah aneh. Usaha membuktikannya sudah berhasili kok. Apanya yang sia2?

Anyway, hierarki tertinggi di dalam sains bukanlah logika, melainkan bukti empiris atau observasi. Bahkan logika itu sendiri terbentuk karena adanya proses observasi (aku akan bahas ini di lain waktu). In addition, logika itu sendiri sifatnya relatif. Sesuatu yang tidak logis bagi Tesul, bisa saja masuk akal bagi Albert Einstein. Dan tentu saja, Ilmuwan-ilmuwan terbaik di dunia setuju dengan Einstein. Intinya, yang terpenting adalah apakah hipotesa kamu cocok sama observasi? Jika tidak, maka argumen mu tidak akan diterima--sekalipun kamu seorang Issac Newton (dan ini sudah terjadi). Cobalah kamu baca-baca quantum physics. Apakah quantum physics masuk logika? Banyak ilmuwan mengatakan tidak. Namun, orang-orang yang menyatakan bahwa mekanika kuantum tidak masuk logika sekalipun tetap menerima prinsip-prinsip mekanika kuantum dan terus mempelajarinya, karena teori tersebut sudah terbukti dari observasi.

Si B tidak akan bisa bergerak melebihi kecepatan cahaya. Tidak ada benda bermassa yang bisa bergerak melebihi kecepatan cahaya. Bahkan, kecepatan cahaya itu sendiri adalah batas kecepatan maksimal suatu materi. Maaf, tidak bermaksud merendahkan Tesul. Tapi saya ingin bertanya, apakah kamu benar-benar mau membahas relatifitas Einstein sedangkan fakta fundamental semacam ini saja kamu belum tau?

Sebelum kamu men-google "benda yang lebih cepat dari kecepatan cahaya di ruang hampa" dan hanya copy paste demi membantahku, sebaiknya kamu baca-baca dulu fakta-fakta mengenai kecepatan cahaya itu sendiri. Apa yang dimaksud dengan the speed of light, etc... Baru deh silahkan baca-baca artikel "faster than the speed of light"...
Back to top
View user's profile Send private message
TeSul



Joined: 27 Apr 2016
Posts: 227

PostPosted: Mon, 11-12-2017 9:21 am    Post subject: Reply with quote

gigikuning wrote:
Tesul wrote:
teori special relativity einstein mengatakan tidak ada "the absolute reference" , as everything is always moving. inconsisten jika anda memasukannya.


Sudah baca paper Einstein tentang special theory of relativity? Judulnya "The Electrodynamics of Moving Bodies".. Silahkan Tesul baca-baca jika tertarik..

Einstein mengatakan bahwa "absolute frame of reference" tidak perlu, bukan tidak ada.

"The introduction of a luminiferous ether will prove to be superfluous inasmuch as the view here to be developed will not require an "absolutely stationary space" provided with special properties, not assign a velocity-vector to a point of the empty space in which electromagnetic processes take place." - Albert Einstein, 1905

Note: Sekalipun reference ini memang ada, kita tidak akan mampu mengukurnya. But, suppose that the absolute frame does exist, we can employ it to solve the paradox. Sebenarnya ada berbagai versi jawaban untuk the twin paradox ini. Masing-masing ahli memiliki jawaban versinya sendiri. Nonetheless, paradox ini (dan paradox apapun juga) tidak akan meruntuhkan teori relativitas, karena teori tersebut sudah terbukti valid dari hasil observasi......Unless kamu bisa membuktikan bahwa hasil observasinya tidak valid.


"absolute frame of reference" seharusnya science membuktikan itu ada.
kamu percaya dengan Eisnstein itu juga faith. It is your choice, tapi scientist asli tidak akan menerima begitu saja omongan orang pinter tanpa bukti. Apalagi paradox time dilation.

saya heran jika teori relativitas itu mengatakan semua bergerak, tapi mengatakan ada absolut frame, suatu yang tidak bergerak.
Semua orang makan roti, tapi ada seseorang yang makan nasi. Menurut logika saya yang bodoh ini semua orang makan roti, premis salah.

Jadi, kalo kamu naik mobil yakinkanlah dirimu dgn kata-kata "suci" Einstien bahwa kamu lebih muda dari yang berjalan kaki atau yang sedang tidur. Kalo diakumulasi naik mobil terus menurus bisa lebih awet muda lagi. Percaya ? seharusnya.

Yang aneh lainnya adalah membatasi kecepatan materi tidak "boleh" melebihi kecepatan cahaya. Kalo saya bilang ada bagaimana ? minta bukti ? lagi diteliti, someday akan diketemukan.

tentang GPS error bisa kamu google penyebabnya apa saja.

soal muon, ikuti terus perkembangannya. jangan2 ada pertikel lain diketemukan.

Ketawa


Last edited by TeSul on Mon, 11-12-2017 9:25 am; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message
gigikuning



Joined: 15 May 2016
Posts: 210

PostPosted: Fri, 15-12-2017 2:00 pm    Post subject: Reply with quote

Tesul wrote:
"absolute frame of reference" seharusnya science membuktikan itu ada.
kamu percaya dengan Eisnstein itu juga faith. It is your choice, tapi scientist asli tidak akan menerima begitu saja omongan orang pinter tanpa bukti. Apalagi paradox time dilation.


Absolute reference frame (ARF) adalah hypothetical object. Memang tidak perlu ditemukan...Furthermore, Einstein tidak pernah menyatkan secara eksplisit apakah ARF itu ada atau tidak. Dia hanya mengatakan bahwa konsep ARF tidak perlu. Inilah sulitnya berdiskusi dengan orang yang tidak memahami apa yang sedang didiskusikan.

Time paradox bukanlah paradox. Sudah banyak sekali cara menjawabnya, bahkan tanpa ARF sekalipun. Justru scientist asli sangat yakin bahwa time dilatation itu sungguh terjadi. Kamulah yang anti science dalam hal ini..


Tesul wrote:
Jadi, kalo kamu naik mobil yakinkanlah dirimu dgn kata-kata "suci" Einstien bahwa kamu lebih muda dari yang berjalan kaki atau yang sedang tidur. Kalo diakumulasi naik mobil terus menurus bisa lebih awet muda lagi. Percaya ? seharusnya.


Tesul, kamu hanya menulis menulis dan menulis, padahal level pemahaman mu terhadap topik yang sedang dibahas sangatlah minim. Kali ini aku akan coba memberikan ilustrasi untuk pembaca Ekaristi. Ini tidak lagi aku tujukan untuk mu, Tesul, karena kamu memang tidak mau paham. Kamu hanya ingin membalas membalas dan membalas dengan kata-kata yang tak berisi.

Seberapa besarkah efek time dilatation terhadap objek yang bergerak relative terhadap objek yang diam (inertia)? Albert Einstein mengemukakan suatu persamaan yang dapat dipakai (dan sudah terbukti secara empiris) untuk menghitung dilatasi waktu, panjang dan massa. Untuk simplifikasi, aku tidak akan menuliskan persamaannya di sini. Intinya adalah, semakin dekat kecepatan suatu objek ke kecepatan cahaya, maka akan semakin besar dilatasi waktunya, relatif terhadap objek yang diam.

Note: Kecepatan cahaya kurang lebih 300.000 km/s atau 1.080.000.000 Km/Jam.

Contoh:

1. Seberapa besar time dilatation yang dialami pengendara mobil vs. orang yang diam secara relatif?

Kita misalkan kecepatan mobil sebesar 60 km/jam. Maka 1 detik bagi orang yang diam adalah setara dengan 0.999999999999998456 detik bagi orang di dalam mobil tersebut. Artinya, jika mobil itu terus berjalan selama 100 tahun dengan kecepatan konstan, maka orang yang berada di dalam mobil tersebut akan berumur lebih muda 0.0000048 DETIK relatif terhadap orang yang diam. Maka dari itu, kamu tidak akan sadar bahwa temen mu yang hidup selama 100 tahun di dalam mobil "berumur" sedikit lebih muda..

2. Seberapa besar time dilataion yang dialami satelit vs. orang yang diam secara relatif?
Jika kecepatan satelit kurang lebih 28000 Km/Jam, maka 1 detik bagi orang yang diam adalah setara dengan 0.99999999966392318 detik bagi satelit tersebut. Artinya, jika satelit tersebut terus menerus mengitari bumi selama 100 tahun dengan kecepatan konstan, maka satelit tersebut akan terlambat 1.0453 DETIk relatif terhadap receiver di Bumi. Dengan kata lain, satelit tersebut akan terlambat selama 0.1 Detik jika dibiarkan 10 tahun, dan akan terlambat selama 0.01 Detik jika dibiarkan selama satu tahun. Perhitungan ini kita peroleh jika efek gravitasi diabaikan.

Menurut teori relativitas umum, gravitasi juga menyebabkan time dilatation. Artinya, semakin dekat dengan pusat gravitasi, maka waktu akan semakin melambat (sudah nonton interstellar?). Meskipun satelit melaju sangat cepat relatif terhadap receiver di Bumi, namun satelit tersebut juga lebih jauh dari pusat gravitasi dibanding receiver di bumi. Maka dari itu, efek dilatasi waktu dari kecepatan harus dikurangi dengan efek kecilnya gravitasi. Setelah efek gravitasi diperhitungkan, maka waktu satelit malah menjadi lebih cepat 38 mikrodetik per hari relatif terhadap receiver di Bumi, atau setara dengan 0.0136 detik per tahun (http://www.astronomy.ohio-state.edu/~pogge/Ast162/Unit5/gps.html).

Dari perhitungan ini kita peroleh:
Efek dilatasi oleh kecepatan: lebih lambat 0.01 detik/tahun
Efek dilatasi total (dilatasi gravitasi - dilatasi kecepatan): lebih cepat 0.0136 detik/th
Efek dilatasi gravitasi saja: lebih cepat: 0.0136 + 0.01 = 0.0236 detik/tahun


3. Seberapa besar time dilatation yang dialami oleh pesawat alien vs. penduduk alien yang diam secara relatif?

Jika alien tersebut menaiki pesawat yang bergerak 0.6 kali kecepatan cahaya (kecepatan cahaya disingkat C), atau 18000 Km/detik ~ 648000000 Km/Jam), maka 1 detik bagi penduduk alien adalah setara dengan 0.8 detik bagi alien yang berada di dalam pesawat. 100 tahun bagi penduduk alien hanya berasa 80 tahun bagi alien di dalam pesawat.

Jika kecepatannya kita naikkan menjadi:
0.7C, maka 100 th = 70 th
0.8C, maka 100 th = 60 th
0.9C, maka 100 th = 43.5 th
0.99 C, maka 100 th = 14 th
0.999 C, maka 100 th = 4 th
0.9999 C, maka 100 th = 1.4 th
0.99999 C, maka 100 th = 0.4 th
0.99999999999999999C maka 100 th = 0.14 DETIK
C, maka 100 th = 0 DETIk, atau waktu berhenti

Dari sini kita ketahui bahwa dilatasi waktu tidaklah linier.

Tesul wrote:
Yang aneh lainnya adalah membatasi kecepatan materi tidak "boleh" melebihi kecepatan cahaya. Kalo saya bilang ada bagaimana ? minta bukti ? lagi diteliti, someday akan diketemukan.

tentang GPS error bisa kamu google penyebabnya apa saja.

soal muon, ikuti terus perkembangannya. jangan2 ada pertikel lain diketemukan.

Ketawa


Aku akan layani kamu lain waktu, setelah reply kamu menjadi lebih berbobot. Smile


Last edited by gigikuning on Fri, 15-12-2017 2:03 pm; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message
TeSul



Joined: 27 Apr 2016
Posts: 227

PostPosted: Sat, 16-12-2017 11:03 am    Post subject: Reply with quote

gigikuning wrote:

Aku akan layani kamu lain waktu, setelah reply kamu menjadi lebih berbobot. Smile


berbobot itu relative.

T= T0/V(1-v2/c2)---> v=c ; T0/0= infinite, T = infinite, menurut matematik. Matematika tidak bisa menjelaskan infinite itu seperti apa hanya mengatakan tidak terbatas/dibatasi.
Umur manusia ditentukan oleh rumus tsb ? Jika T infinite = waktu berhenti dan manusia hidup infinite alias kekal ? ini jelas ngawur. Apa yang manusia ketahui tentang infinite sedangkan manusia mahluk yang finite.

Begitu banyak ilmuwan yang menyangkal time dilation, tapi kamu tetap mendewakan Einstein.

Sudah tahu bahwa kepercayaan Einstein adalah pantheism/buddhism;

"The religion of the future will be a cosmic religion. It should transcend personal God and avoid dogma and theology. Covering both the natural and the spiritual, it should be based on a religious sense arising from the experience of all things natural and spiritual as a meaningful unity. Buddhism answers this description. If there is any religion that could cope with modern scientific needs it would be Buddhism." (Einstein)

Time delation adalah teori pantheism yang di "fisika" kan oleh Einstein, semakin terlihat jelas ketika dia mengatakan "time is illussion", persis sama dengan "non self" atau "life is illusion"-nya ajaran buddhism.

"The distinction between the past, present and future is only a stubbornly persistent illusion." (Einstein)

Pantheism/buddhism sangat diminati oleh para ilmuwan atheist yang direpresentasikan dgn ajaran Einsteinsm dan Darwinsm. Suatu ajaran yang tidak mengakui adanya pencipta, tapi berputar2 seperti reinkarnasi dan menipu akal budi, dengan berbagai cara yang dianggap masuk akal. Jika belum masuk akal, hanya satu jawabannya silahkan dibuktikan sendiri (tidak akan bisa dibuktikan). Ajaran neopaganisme, paganisme yang dikemas dgn science modern.
Muon dan GPS dipaksakan mewakili time dilation. Yang tidak setuju dicap anti science dikeluarkan dari gang para ilmuwan yang kebanyakan dikuasai dan didanai para atheis.

Time is not an illusion and life is real. Time dilation is a hoax, waktu telah diciptakan berjalan terus menuju akhir, tidak ada yang bisa memperlambat atau mempercepat kecuali pencipta waktu yaitu Tuhan.

Lihatlah waktumu sendiri semakin hari semakin tua, tertipu oleh Einstein, mengharapkan suatu hari orang bisa menjadi lebih muda dengan naik pesawat dengan kecepatan cahaya dan hidup abadi. Jika kamu tampak lebih muda dari teman seumurmu itu mungkin kamu rajin ke fitness, bukan karena kamu lebih sering terbang dan naik mobil. Dan gak ada orang waras mengatakan dia lebih muda kalo sering naik mobil, paling dia bilang dia lebih cepat naik mobil dari jalan kaki.

Einstein's death is not an illusion, it is real. Semoga tercerahkan.


Last edited by TeSul on Sat, 16-12-2017 11:05 am; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message
stuzi



Joined: 27 May 2015
Posts: 171

PostPosted: Sun, 17-12-2017 11:52 am    Post subject: Reply with quote

TeSul wrote:


Sudah tahu bahwa kepercayaan Einstein adalah pantheism/buddhism;

.


Ha ha... mengikuti diskusi ini akhirnya anti klimax,

Intinya apapun dan sebenar apapun tetapi kalau bukan ditemukan atau di hasilkan oleh yang bukan katholik maka adalah salah...

Untunglah aku tidak terjebak dalam fanatisme sempit dan cupat seperti itu, aku tetap mengajarkan anak anakku kalau hanya ada dua pilihan menuburuk anjing atau orang maka pilihlah menubruk orang karena anjing jauh lebih setia dibanding manusia dan sayangilah hewan lebih dari menyayangi manusia

Untunglah aku tetap dengan kebiasaan melestarikan kebiasaan leluhur dengan jamsana dan membaca martera untuk keris keris dan pusaka turun temurun yang secara nyata kurasakan memberikan manfaat /benefit dalam kehidupanku

Untunglah aku membebaskan anak anakku memilih agama mereka sendiri dan memilih pasangan tanpa memperhatikan apa agamanya

KARENA AGAMA SEPERTI CELANA DALAM, sangat individual dan pribadi hanya hubungan vertikal tiap insan dengan Tuhan sesuai keyakinannya.

AGAMA TIDAK PERLU DISANGKUT PAUTKAN DENGAN KEHIDUPAN HORIZONTAL ANTAR SESAMA ... norma budaya cukup untuk menjadi rambu dalam melakoni hukum antar sesama manusia

AGAMA JUGA TIDAK BOLEH DIBAWA BERPOLITIK

SEKALI LAGI MARI KITA BUDAYAKAN MENANYAKAN APA GAMAMU = MENANYAKAN APA WARNA CELANA DALAM MU
Back to top
View user's profile Send private message
TeSul



Joined: 27 Apr 2016
Posts: 227

PostPosted: Mon, 18-12-2017 8:17 am    Post subject: Reply with quote

stuzi wrote:
TeSul wrote:


Sudah tahu bahwa kepercayaan Einstein adalah pantheism/buddhism;

.


Ha ha... mengikuti diskusi ini akhirnya anti klimax,



kecewa ? apa yang anda harapkan dari hasil diskusi ini ? ingin naik roket dgn kec C ? gak perlu, cukup pergi ke salon, facelift dikit, udah lebih muda 20 tahun.
Back to top
View user's profile Send private message
gigikuning



Joined: 15 May 2016
Posts: 210

PostPosted: Mon, 18-12-2017 12:08 pm    Post subject: Reply with quote

Tesul wrote:
Aku akan layani kamu lain waktu, setelah reply kamu menjadi lebih berbobot. Smile

berbobot itu relative.

T= T0/V(1-v2/c2)---> v=c ; T0/0= infinite, T = infinite, menurut matematik. Matematika tidak bisa menjelaskan infinite itu seperti apa hanya mengatakan tidak terbatas/dibatasi.
Umur manusia ditentukan oleh rumus tsb ? Jika T infinite = waktu berhenti dan manusia hidup infinite alias kekal ? ini jelas ngawur. Apa yang manusia ketahui tentang infinite sedangkan manusia mahluk yang finite.


Ngawur parah ga ketolongan....

Persamaannya: T= T0/(1- V^2/c^2) ==> Hanya ada dua variable kecepatan, yaitu kecepatan si objek bergerak V dan kecepatan cahaya C.

Note:
(A) T adalah waktu yang dirasakan oleh objek yang diam (inertial frame)
(B) T0 adalah waktu yang dirasakan objek yang bergerak


Nilai (1- V^2/C^2) atau disingkat dengan simbol gamma, pada saat V=C adalah 0. Maka:

To =T x 0, jadi To = 0
Mau berapa pun waktu yang dilalui oleh si pengamat yang diam (T), waktu bagi si objek yang sedang bergerak tersebut tetap tidak berdetak (berapapun nilai T, jika dikalikan dengan nol, maka hasilnya tetap nol). Selama si objek tersebut bergerak dengan kecepatan cahaya, waktu bagi si objek bergerak akan freeze sama sekali. Dia tidak bisa goreng telur, tidak bisa tidur, tidak bisa maen game, dst karena waktunya sedang di-pause.

Ini kengawuran kamu, Tesul:

1. Mengatakan bahwa umur si objek yang bergerak dengan kecepatan cahaya tersebut adalah kekal atau infinite... Waktu yang berlalu bagi si objek yang sedang bergerak dengan kecepatan cahaya adalah NOL, bukan infinite. Ini terjadi karena kamu tidak bisa membedakan siapa T dan siapa To.... Kamu ngawur membedakan mana waktu yang dirasakan pengamat diam dan mana waktu yang dirasakan pengamat yang bergerak... Atau mungkin saja kamu tidak paham bahwa yang dimaksud waktu berhenti adalah waktu di-pause.

2. Pernyataan mu bahwa "manusia makhluk finite, maka manusia tidak bisa paham sesuatu yang infinite" tidaklah lebih dari sebuah giberish tak berdasar. Terdengar keren tapi tidak ada isinya. Sama saja dengan mengatakan bahwa "manusia tersusun atas senyawa organik, maka tidak mungkin memahami batuan dan mineral". LoL...

Sisanya tidak akan aku gubris..


Last edited by gigikuning on Mon, 18-12-2017 12:10 pm; edited 1 time in total
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Previous Next
Page 5 of 12

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17