FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Indonesia dan KKN    
Goto page: Next

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka
View previous topic :: View next topic  
Author Message
TeSul



Joined: 27 Apr 2016
Posts: 157

PostPosted: Tue, 21-03-2017 7:13 am    Post subject: Indonesia dan KKN Reply with quote

Kasus korupsi dan kejahatan lainnya di negeri tercinta ini terus terungkap tanpa henti seperti pepatah mati satu tumbuh seribu. Banyak orang Katolik tidak ketinggalan menjadi tersangka.

KKN sudah mengakar dan terjadi dimana-mana, dari yang besar hingga yang kecil, mulai dari pak ogah dan tukang parkir liar yang berkolaborasi dengan oknum polisi hingga pejabat tinggi yang terlibat kasus E KTP.

Keuskupan Jakarta sibuk dengan "kultus" Pancasila yang setiap minggu d di ujung misa didoakan rame2 di hampir setiap paroki. Apakah ini akan merubah nasib bangsa ini ?

Apa yang salah dan siapa yang salah ? tampaknya sudah menjadi lingkaran setan saling menyalahkan. Bagaimana nasib bangsa ini 10 tahun kedepan ? Adakah yang masih optimis disini yang bisa berbagi pendapatnya ?
Back to top
View user's profile Send private message
regis



Joined: 05 Sep 2010
Posts: 134

PostPosted: Wed, 22-03-2017 9:26 am    Post subject: Reply with quote

Ketawa Ketawa Ketawa
Jelas optimis donk...! Emang mau pindah ke negara mana? Namanya juga "Aku mengutus engkau bagai domba di tengah-tengah serigala" ...
Back to top
View user's profile Send private message
ardie_b



Joined: 04 Jul 2010
Posts: 120
Location: Jakarta

PostPosted: Sat, 25-03-2017 3:15 pm    Post subject: Re: Indonesia dan KKN Reply with quote

Daripada ribut antara DPR dan KPK, ttg siapa yang salah siapa yang benar. Mending KPK dibuat independen dan diisi oleh agamawan yaitu romo, pendeta, ustad, biksu, dan pemuka hindu disana biar adil menentukan siapa yang salah atau yang benar. Toh kalo disuap pun mereka berdosa terhadap yang diatas, dan aktor politik kelas kakap pun juga gak bakal berani macem2.
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger
regis



Joined: 05 Sep 2010
Posts: 134

PostPosted: Sat, 25-03-2017 4:28 pm    Post subject: Re: Indonesia dan KKN Reply with quote

ardie_b wrote:
Daripada ribut antara DPR dan KPK, ttg siapa yang salah siapa yang benar. Mending KPK dibuat independen dan diisi oleh agamawan yaitu romo, pendeta, ustad, biksu, dan pemuka hindu disana biar adil menentukan siapa yang salah atau yang benar. Toh kalo disuap pun mereka berdosa terhadap yang diatas, dan aktor politik kelas kakap pun juga gak bakal berani macem2.


Ketawa Ketawa Ketawa
Mana mau romo kasih hukuman dalam bentuk hukuman badan, wong gereja nggak ada hukuman model gini. Lha aku sih setuju-setuju saja kalau KPK isinya romo. Aku korupsi dan nanti tinggal ngaku dosa aja...
Back to top
View user's profile Send private message
ardie_b



Joined: 04 Jul 2010
Posts: 120
Location: Jakarta

PostPosted: Sat, 25-03-2017 8:43 pm    Post subject: Re: Indonesia dan KKN Reply with quote

regis wrote:
ardie_b wrote:
Daripada ribut antara DPR dan KPK, ttg siapa yang salah siapa yang benar. Mending KPK dibuat independen dan diisi oleh agamawan yaitu romo, pendeta, ustad, biksu, dan pemuka hindu disana biar adil menentukan siapa yang salah atau yang benar. Toh kalo disuap pun mereka berdosa terhadap yang diatas, dan aktor politik kelas kakap pun juga gak bakal berani macem2.


Ketawa Ketawa Ketawa
Mana mau romo kasih hukuman dalam bentuk hukuman badan, wong gereja nggak ada hukuman model gini. Lha aku sih setuju-setuju saja kalau KPK isinya romo. Aku korupsi dan nanti tinggal ngaku dosa aja...


Semua agamawan cukup sebagai mata kebenaran saja, pelaksana hukuman tetap hrs orang professional. Jika ada pejabat memang korupsi ya dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya sesuai hukum di Indonesia, masalah ngaku dosa biar itu jadi beban pejabat itu pas dipenjara. Karena di negara ini ada 2 mata yaitu mata kebenaran dari Tuhan dan ada mata kegelapan (evil eye). Jangan sampai yang benar dihukum dan yang salah bebas karena punya duit utk menyuap hukum. Karena dengan begitu semua yang tersembunyi dan perbuatan busuk di pemerintahan akan diungkap sampai pikiran mereka pun juga akan diungkap dari jabatan terkecil di pemerintaan sampai jabatan tertinggi di pemerintahan.
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger
maruko_lien
Penghuni Ekaristi


Joined: 21 Sep 2005
Posts: 1359
Location: somewhere over the rainbow

PostPosted: Mon, 27-03-2017 6:02 am    Post subject: Reply with quote

Saya pesimis.

Budaya Korupsi dicontohkan dari politikus atas dan disebarkan melalui media dan ditiru dimana2, dan masyarakat sekarang korupsi tanpa malu2 lagi..berbeda dari jaman dulu dimana korupsi juga massive tapi tidak terlihat di permukaan alias sembunyi2.

ardie_b wrote:
Daripada ribut antara DPR dan KPK, ttg siapa yang salah siapa yang benar. Mending KPK dibuat independen dan diisi oleh agamawan yaitu romo, pendeta, ustad, biksu, dan pemuka hindu disana biar adil menentukan siapa yang salah atau yang benar. Toh kalo disuap pun mereka berdosa terhadap yang diatas, dan aktor politik kelas kakap pun juga gak bakal berani macem2.

bukankah sistem seperti ini sudah pernah dijalankan di abad2 pertengahan? dan para pemuka agama menjadi alat politik dari para pemimpin politik untuk melaksanakan agenda politik dan memusnahkan lawannya?

sistem hukum yang benar adalah mengadopsi nilai moral agama secara universal dan menerapkan hukuman yang 'adil' dalam kaitan dengan 'harmoni' dan 'kedamaian'..dan di Indonesia, sistem hukum sudah benar..tapi eksekusinya yang kurang bagus.

semua orang yang disuap...berdosa sama yang 'di atas'.

ardie_b wrote:
Semua agamawan cukup sebagai mata kebenaran saja, pelaksana hukuman tetap hrs orang professional. Jika ada pejabat memang korupsi ya dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya sesuai hukum di Indonesia, masalah ngaku dosa biar itu jadi beban pejabat itu pas dipenjara. Karena di negara ini ada 2 mata yaitu mata kebenaran dari Tuhan dan ada mata kegelapan (evil eye). Jangan sampai yang benar dihukum dan yang salah bebas karena punya duit utk menyuap hukum. Karena dengan begitu semua yang tersembunyi dan perbuatan busuk di pemerintahan akan diungkap sampai pikiran mereka pun juga akan diungkap dari jabatan terkecil di pemerintaan sampai jabatan tertinggi di pemerintahan.


agamawan tidak bebas dari 'penyuapan' dan sejarah sudah membuktikannnya.

pikiran akan terungkap? apa agamawan itu tukang hipnotis? atau pembaca pikiran atau semacam cenayang?....ada-ada saja.
_________________
Salam dan doa
Pendatang Baru Belajar Bersama Kanon 7 Sakramen
Back to top
View user's profile Send private message
maruko_lien
Penghuni Ekaristi


Joined: 21 Sep 2005
Posts: 1359
Location: somewhere over the rainbow

PostPosted: Mon, 27-03-2017 6:09 am    Post subject: Reply with quote

TeSul wrote:
Keuskupan Jakarta sibuk dengan "kultus" Pancasila yang setiap minggu d di ujung misa didoakan rame2 di hampir setiap paroki. Apakah ini akan merubah nasib bangsa ini ?


Kultus Pancasila yang didengung2kan akhir2 ini 'sebenarnya' doa agar bangsa ini tidak mendiskriminasi orang berdasarkan agama dan ras seperti apa yang sudah terjadi selama ini di Jakarta sehubungan dengan pilgub DKI.

TeSul wrote:
Apa yang salah dan siapa yang salah ? tampaknya sudah menjadi lingkaran setan saling menyalahkan. Bagaimana nasib bangsa ini 10 tahun kedepan ? Adakah yang masih optimis disini yang bisa berbagi pendapatnya ?

Semua salah.

Rakyat menempatkan pemimpin seperti idola, sehingga pemimpin dianggap selalu benar dan tidak boleh salah. Pemimpin merasa dirinya benar dan mereka adalah hukum, sehingga mereka bebas berbuat apa saja.

Rakyat tercekik oleh kebijakan pemimpin lalim dan ingin mendapatkan 'lebih' sehingga korup....yang tidak tercekik merasa mendapatkan celah dan tamak...sehingga korup juga..Yang menjadi korban TERPAKSA sehingga ikut menyuap, dan pemimpin lalim korup karena biaya politik yang mahal dan rakyat harus miskin supaya gampang dibodohi dan disuap untuk memilih mereka dengan sistem one man one vote.

sekian.
_________________
Salam dan doa
Pendatang Baru Belajar Bersama Kanon 7 Sakramen
Back to top
View user's profile Send private message
gigikuning



Joined: 15 May 2016
Posts: 174

PostPosted: Mon, 27-03-2017 4:57 pm    Post subject: Re: Indonesia dan KKN Reply with quote

TeSul wrote:
Kasus korupsi dan kejahatan lainnya di negeri tercinta ini terus terungkap tanpa henti seperti pepatah mati satu tumbuh seribu. Banyak orang Katolik tidak ketinggalan menjadi tersangka.

KKN sudah mengakar dan terjadi dimana-mana, dari yang besar hingga yang kecil, mulai dari pak ogah dan tukang parkir liar yang berkolaborasi dengan oknum polisi hingga pejabat tinggi yang terlibat kasus E KTP.

Keuskupan Jakarta sibuk dengan "kultus" Pancasila yang setiap minggu d di ujung misa didoakan rame2 di hampir setiap paroki. Apakah ini akan merubah nasib bangsa ini ?

Apa yang salah dan siapa yang salah ? tampaknya sudah menjadi lingkaran setan saling menyalahkan. Bagaimana nasib bangsa ini 10 tahun kedepan ? Adakah yang masih optimis disini yang bisa berbagi pendapatnya ?


Hi Tesul, salam sejahtera. Gue ikutan komentar ya.
Menurut ku ada 3 tipe koruptor di Indonesia:

1. Pemain lama (biasanya ketum partai & pengusaha)
2. Anak-nya pemain lama
3. Pemain baru

Pejabat itu kebanyakan masuk ke kategori 1 dan 2. Kategori 3 biasanya disetir oleh kategori 1 dan 2. Jadi, sebenarnya induk semang korupsi adalah yang nomor 1 dan 2. Mereka membuat dinasti dan merekrut boneka-boneka.

Cara menghentikannya bagaimana?
Pendidikan, pendidikan dan pendidikan...

Menurutku, golongan 1 dan 2 bisa meraja karena sebagian besar pemegang hak pilih masih belum melek politik. Sangat gampang disetir oleh para elit, apa lagi jika sudah bawa-bawa agama. Lihat apa yang terjadi di DKI? Liatlah ceramah-ceramah di youtube? Dengan gampangnya sang penceramah mencap si A antek PKI, si B antek PKI, dan seterusnya TANPA BUKTI APAPUN, kemudian umatnya hanya manggut-manggut saja. Tidak mau berfikir kritis karena merasa pak Ustad sudah pasti benar. Saya yakin, semakin tinggi pendidikan seseorang, maka semakin sulit untuk diperdaya.


Saya pribadi cukup optimis bahwa indonesia bisa menjadi negara maju. Ini kan masih proses pendewasaan. Umur negara kita juga baru 70 tahunan. Cheers
Cool Cool
Back to top
View user's profile Send private message
ardie_b



Joined: 04 Jul 2010
Posts: 120
Location: Jakarta

PostPosted: Mon, 27-03-2017 10:21 pm    Post subject: Reply with quote

maruko_lien wrote:
Saya pesimis.

Budaya Korupsi dicontohkan dari politikus atas dan disebarkan melalui media dan ditiru dimana2, dan masyarakat sekarang korupsi tanpa malu2 lagi..berbeda dari jaman dulu dimana korupsi juga massive tapi tidak terlihat di permukaan alias sembunyi2.

Jika anda pesimis berarti anda belum mengandalkan Tuhan saudariku Smile.
Jaman dulu khan yang membedakan adalah teknologi komunikasinya gak secanggih sekarang yang serba internet dan televisi.

maruko_lien wrote:
bukankah sistem seperti ini sudah pernah dijalankan di abad2 pertengahan? dan para pemuka agama menjadi alat politik dari para pemimpin politik untuk melaksanakan agenda politik dan memusnahkan lawannya?

sistem hukum yang benar adalah mengadopsi nilai moral agama secara universal dan menerapkan hukuman yang 'adil' dalam kaitan dengan 'harmoni' dan 'kedamaian'..dan di Indonesia, sistem hukum sudah benar..tapi eksekusinya yang kurang bagus.

semua orang yang disuap...berdosa sama yang 'di atas'.

Memang sistem seperti ini pernah ada dahulu tetapi bukankah pada jaman itu agamanya hanya satu agama saja yang menjadi pusatnya. Saat ini kita bisa memakainya namun dengan semangat kesatuan bahwa Allah Bapa adalah Tuhan atas semua dan Yesus adalah Mesias untuk semua umat manusia bukan hanya orang kristen saja. Lihat ayat Yehezkiel 1:5 - 28 disitu anda bisa melihat 4 muka binatang itu sebagai 4 agama besar di dunia (Kristen, Islam, Budha, Hindu), kenapa hanya 4 karena protestan dan katolik adalah satu tubuh. Jika 4 agama ini bersatu dan menjadi hakim maka keadilan di negeri ini sangat mungkin di wujudkan, apa yang disebutkan di ayat tersebut juga di hindu disebut sebagai dewa brahma.

Anda menyebutkan 'di atas' menurut pandangan anda sendiri, diatas yang dimaksud ya Tuhan sendiri lah. Karena semua agamawan "online" dengan Tuhan.

maruko_lien wrote:
agamawan tidak bebas dari 'penyuapan' dan sejarah sudah membuktikannnya.


Memang agamawan tidak bebas dari penyuapan, namun sejak dia melakukan hal itu bukankah rakyat juga tahu, karena Tuhan juga akan menyatakannya kepada rakyat. Jadi pengawas mereka adalah Tuhan dan rakyat. Itulah kenapa harus ada 5 agama di dalamnya karena sesuai pancasila kita taruh Ketuhanan YME dan hukum taurat musa yang mengharuskan kita harus menaruh Tuhan di atas segalanya.

maruko_lien wrote:
pikiran akan terungkap? apa agamawan itu tukang hipnotis? atau pembaca pikiran atau semacam cenayang?....ada-ada saja.

Anda belum menerima Roh Kudus nih, jika anda sudah menerimanya pikiran dan kata hati anda akan terbuka di hadapan Tuhan. Itu bukan cenayang tapi bukankah di hadapan Tuhan semua manusia itu telanjang ?
Itulah yang ditakutkan banyak orang karena banyak orang masih terbiasa hidup di dalam kegelapan dosa dan kejahatan. Dosa disini sangat tipis sekali ukurannya, anda menggerutu di dalam hati saja itu sudah merupakan dosa.
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger
maruko_lien
Penghuni Ekaristi


Joined: 21 Sep 2005
Posts: 1359
Location: somewhere over the rainbow

PostPosted: Tue, 28-03-2017 7:23 am    Post subject: Reply with quote

ardie_b wrote:
Jika anda pesimis berarti anda belum mengandalkan Tuhan saudariku Smile.
Jaman dulu khan yang membedakan adalah teknologi komunikasinya gak secanggih sekarang yang serba internet dan televisi.

karena jaman sekarang udah canggih maka semua orang bisa melihat cara korupsi dan meniru.

lebih mudah menyebarkan yang buruk2 untuk ditiru daripada yang baik2.

ardie_b wrote:
Memang sistem seperti ini pernah ada dahulu tetapi bukankah pada jaman itu agamanya hanya satu agama saja yang menjadi pusatnya. Saat ini kita bisa memakainya namun dengan semangat kesatuan bahwa Allah Bapa adalah Tuhan atas semua dan Yesus adalah Mesias untuk semua umat manusia bukan hanya orang kristen saja. Lihat ayat Yehezkiel 1:5 - 28 disitu anda bisa melihat 4 muka binatang itu sebagai 4 agama besar di dunia (Kristen, Islam, Budha, Hindu), kenapa hanya 4 karena protestan dan katolik adalah satu tubuh. Jika 4 agama ini bersatu dan menjadi hakim maka keadilan di negeri ini sangat mungkin di wujudkan, apa yang disebutkan di ayat tersebut juga di hindu disebut sebagai dewa brahma.

Anda menyebutkan 'di atas' menurut pandangan anda sendiri, diatas yang dimaksud ya Tuhan sendiri lah. Karena semua agamawan "online" dengan Tuhan.

yang anda sebut jg "pandangan anda sendiri"..dan pandangan anda jelas NGAWUR.

agamawan online dengan Tuhan? trus non agamawan offline? Ajaran darimana itu? Malaikat

mengapa ada banyak agama2? karena ajaran tiap agama2 itu beda2..kalau hukum distandarnya beda2 ikut agamanya...maka di Indonesia entah harus ada berapa hakim agama dari agamawan...jumlah tidak terbatas dan tidak ada keadilan.

protestan dan katolik adalah 1 tubuh? wow...Ketawa bisa2..kalau protestan sudah selesai protes kepada katolik. Nyatanya?

btw itu Yehezkiel ditafsirin gitu ikut tafsiran resmi Gereja atau situ nafsirin sendiri? Ketawa

ada2 aja.

ardie_b wrote:
Memang agamawan tidak bebas dari penyuapan, namun sejak dia melakukan hal itu bukankah rakyat juga tahu, karena Tuhan juga akan menyatakannya kepada rakyat. Jadi pengawas mereka adalah Tuhan dan rakyat. Itulah kenapa harus ada 5 agama di dalamnya karena sesuai pancasila kita taruh Ketuhanan YME dan hukum taurat musa yang mengharuskan kita harus menaruh Tuhan di atas segalanya.

wow...ini cerita film apa?

Ketawa

ardie_b wrote:
Anda belum menerima Roh Kudus nih, jika anda sudah menerimanya pikiran dan kata hati anda akan terbuka di hadapan Tuhan. Itu bukan cenayang tapi bukankah di hadapan Tuhan semua manusia itu telanjang ?

saya sudah Sakramen Krisma.

agamawan adalah tukang cenayang sehingga pikiran manusia terungkap di depan agamawan?

atau agamawan=Tuhan

atau pakai sistem agamawan=online kepada Tuhan?

ini based on film apa? atau ajaran apa?

SIAPA YANG MENGAJARKAN KAMU AJARAN SEPERTI INI?

INI JELAS BUKAN AJARAN GEREJA KATOLIK.
_________________
Salam dan doa
Pendatang Baru Belajar Bersama Kanon 7 Sakramen
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Next
Page 1 of 2

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17