FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Paus, Ijinkan Perceraian dalam Katolik    
Goto page: Previous

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka
View previous topic :: View next topic  
Author Message
shmily
Penghuni Ekaristi


Joined: 26 Oct 2005
Posts: 3782
Location: Ekaristi.org

PostPosted: Mon, 21-09-2015 9:25 am    Post subject: Reply with quote

MentalRevo wrote:
Kurang lebih bisa disimpulkan bahwa kurangnya kesadaran iman membuat sakramen perkawinan invalid. Ini membingungkan, karena bisa berarti lebih dari setengah pasangan suami-istri di dunia sebenarnya tidak valid perkawinannya meski mereka tidak bermasalah dan tidak ingin berpisah, hanya karena mereka tidak memiliki kesadaran iman yang 'cukup' untuk memahami makna sakramen perkawinan saat menerimanya. Bahkan mungkin perkawinan orang tua kita juga sebenarnya invalid.

Masalah ini akan makin membesar saat mereka yang perkawinannya invalid, dengan demikian hidup dalam perzinahan tanpa mereka menyadarinya, menerima sakramen ekaristi secara rutin dalam keadaan yang tidak layak. Jelas sekali perubahan aturan ini malah memberi masalah baru bagi pasangan yang seharusnya tidak bermasalah.

Selain itu seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, aturan ini membuka kesempatan lebar-lebar bagi pasangan yang bermasalah dalam kehidupan perkawinannya untuk memanfaatkan alasan kurangnya iman sebagai dasar untuk meminta annulment bagi semua masalah. Bagaimana Gereja bisa membuktikan pernyataan kurangnya iman yang terjadi 10 tahun yang lalu selain dari pengakuan subyektif masing-masing pasangan? Raja Henry VIII tentu sangat menyesal ia dilahirkan sebelum Papa Frans mengeluarkan Motu Proprio ini, ia terpaksa ada di neraka hanya karena lahir di waktu yang salah.



perkawinan invalid menurut hukum Gereja itu bagaimana ? jawabannya bukan = "tidak memiliki kesadaran iman yang 'cukup' untuk memahami makna sakramen perkawinan saat menerimanya"

contoh di atas, dalam kasus kawin karena hamil di luar nikah, sejak awal Pastor disarankan tidak menikahkan pasangan dengan alasan itu, karena dasarnya adalah keterpaksaan. Keterpaksaan membuat sebuah perkawinan menjadi invalid.

Namun pun jika mereka akhirnya menikah apakah perkawinan mereka sudah pasti invalid ? belum tentu.. walaupun banyak kasus perkawinan karena hamil di luar nikah kandas di tengah jalan (biasanya karena ketidaksiapan psikis menjadi suami isteri dan orang tua dan juga secara materi), tetapi tidak semua demikian.

Lagi pula, katakan jika definisi invaliditas perkawinan diukur dari pemahaman seseorang tentang sakramen perkawinan, apa kamu tahu ukuran pemahaman sakramen perkawinan sehingga perkawinan menjadi valid ?

Dan perlu kamu tahu juga bahwa perkawinan yang valid bukan hanya perkawinan yang sakramental.

Quote:

Yang lebih gila lagi, perkawinan dibatalkan karena singkatnya masa 'hidup bersama' pasangan sebelum mengikatkan diri mereka dalam ikatan perkawinan. Ini sama saja merestui kohabitasi atau hidup bersama sebagai tahapan yang sah sebelum melanjutkan hubungan dalam ikatan suami-istri yang tetap. Betul-betul kasperian-style... Papa Frans sudah menunjukkan keberpihakannya pada usulan Kardinal Kasper sebelum sinode Oktober nanti.

Dan yang paling gila adalah: 'et cetera', artinya alasan pembatalan bisa bertambah menurut 'pertimbangan pastoral' uskup atau hirarki yang berwewenang. Bisa tanpa batas!


coba kamu tunjukkan di bagian mana dari Motu Proprio yang kamu artikan dalam tulisan yagn saya tebalkan di atas...

kamu jawab saja pertanyaan saya, di luar itu saya hapus, karena saya putuskan semua member di sini sudah tahu concern kamu di topik ini..

saya lihat kecenderungan kamu hanya ikut2an dan kamu sendiri tidak paham perkawinan dalam hukum Gereja Katolik seperti apa...

ps : renungkan tulisan DV yang menanggapi tulisan kamu... itulah buah pikiran kamu
_________________
Salam dan doa
F A Q Belajar Bersama Kanon 7 Sakramen

Psalms 119:159 See how I love your precepts, LORD; in your kindness give me life.
Back to top
View user's profile Send private message
x_japan82



Joined: 28 Jul 2008
Posts: 60

PostPosted: Mon, 21-09-2015 11:55 am    Post subject: Reply with quote

http://www.patheos.com/blogs/deaconsben ..roves-of-divorce/

Paus tidak mengubah ajaran. Itu sudah ada dari dulu.
Hidup berpisah dianjurkan jika membahayakan nyawa seseorang. Silahkan di baca selengkapnya link diatas.
Back to top
View user's profile Send private message
Penonton



Joined: 24 Jul 2007
Posts: 950
Location: Sodom & Gomora

PostPosted: Wed, 23-09-2015 8:02 am    Post subject: Reply with quote

shmily wrote:
1. apakah seharusnya mawar itu berkata jujur sebelum perkawinan kepada calon suaminya ?

Istri gue, gak pernah ngomong kalo dia giginya palsu semua sebelum nikah... ini gimana dong... dan gue tahu setelah punya anak 2 dan nganter dia berobat ke dokter gigi...

Iblis Deh! Iblis Deh! Iblis Deh!
_________________
5 30 19 I call heaven and earth to witness this day, that I have set before you life and death, blessing and cursing. Choose therefore life, that both thou and thy seed may live:
Back to top
View user's profile Send private message
raydo12



Joined: 24 Oct 2005
Posts: 2585
Location: Jakarta

PostPosted: Wed, 23-09-2015 1:54 pm    Post subject: Reply with quote

Penonton wrote:
shmily wrote:
1. apakah seharusnya mawar itu berkata jujur sebelum perkawinan kepada calon suaminya ?

Istri gue, gak pernah ngomong kalo dia giginya palsu semua sebelum nikah... ini gimana dong... dan gue tahu setelah punya anak 2 dan nganter dia berobat ke dokter gigi...

Iblis Deh! Iblis Deh! Iblis Deh!


emang elu kawin sama gigi nya ? Ketawa Ngakak Ketawa Ngakak
_________________
ora pro nobis. Sancta Dei Genitrix
Back to top
View user's profile Send private message
tomeo



Joined: 02 Apr 2016
Posts: 4

PostPosted: Thu, 02-02-2017 8:24 am    Post subject: Reply with quote

Apakah karena hal ini, ada kejadian pasangan yang sdh menikah, sdh memiliki anak akhirnya bercerai, secara sipil dan gereja,..
ntah apa alasannya sampai disetujui oleh Gereja,
apakah karena ada kekerasan dlm rumah tangga, selingkuh atau dari awal menikah karena keterpaksaan dll
dan salah satu pasangan malah bisa menikah lagi menerima lagi sakramen perkawinan di Gereja Katolik.
apakah ini yang di maksud dengan perubahan2?
Back to top
View user's profile Send private message
shmily
Penghuni Ekaristi


Joined: 26 Oct 2005
Posts: 3782
Location: Ekaristi.org

PostPosted: Fri, 03-02-2017 8:32 am    Post subject: Reply with quote

tomeo wrote:
Apakah karena hal ini, ada kejadian pasangan yang sdh menikah, sdh memiliki anak akhirnya bercerai, secara sipil dan gereja,..
ntah apa alasannya sampai disetujui oleh Gereja,


ada kasus dimana pasangan menikah cerai sipil lalu mengaku mendapatkan pembatalan dari Gereja setelah di cek ternyata surat pembatalannya tidak ada atau bahkan ada yang palsu. itu sebabnya pastor paroki harus hati-hati untuk menikahkan seorang Katolik yang pernah bercerai dan hendak menikah lagi. Bahkan yang belum bercerai pun karena kelalaian paroki dapat menikah lagi. jadi tolong diselidiki sebenar-benarnya apakah pasangan itu sungguh disetujui artinya perkawinannya dibatalkan.
Apakah setelah punya anak sekalipun sebuah perkawinan bias dibatalkan oleh Tribunal ? jawabannya mungkin. Cth kasus di atas. setelah menikah dan punya anak diketahui bahwa ternyata dulu ia sudah menikah di Gereja Katolik sehingga statusnya tidak liber.

Quote:

apakah karena ada kekerasan dlm rumah tangga, selingkuh

kekerasan RT atau selingkuh per se tidak dapat dijadikan alasan untuk pembatalan perkawinan. kecuali ditemukan, bahwa ternyata sebenarnya si suami misalnya seorang psikopat, atau dalam kasus selingkuh, sebenarnya sebelum menikahpun ia ternyata sudah intens berhubungan dengan WIL itu. Perkawinan yang tidak didasari oleh cinta dapat menjadi alasan pembatalan perkawinan.

Quote:

atau dari awal menikah karena keterpaksaan dll
dan salah satu pasangan malah bisa menikah lagi menerima lagi sakramen perkawinan di Gereja Katolik.
apakah ini yang di maksud dengan perubahan2?


setelah dibatalkan perkawinan, maka status masing masing adalah liber dan dapat menikah lagi. Pembatalan perkawinan tidak sama dengan perceraian yang umum kita kenal. Pembatalan perkawinan itu artinya bahwa sesungguhnya sejak awal, perkawinan itu tidak dapat terjadi.
_________________
Salam dan doa
F A Q Belajar Bersama Kanon 7 Sakramen

Psalms 119:159 See how I love your precepts, LORD; in your kindness give me life.
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Forum Terbuka All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Previous
Page 6 of 6

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17