FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

Tentang Pasangan Kristen dan Orangtua Katolik?    
Goto page: Previous

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera
View previous topic :: View next topic  
Author Message
raydo12



Joined: 24 Oct 2005
Posts: 2585
Location: Jakarta

PostPosted: Tue, 22-03-2016 7:42 am    Post subject: Reply with quote

stuzi wrote:


Kita hidup dalam masyarakat dan toleransi sangat diperlukan, intoleran dan memegang fanatisme berlebihan bukan sesuatu yang baik,

Anyway untuk topik ini aku sampai disini saja, nampaknya pandangan kita sangat berbeda sekali ya, karena aku tidak akan mengorbankan anak anak hanya untuk suatu fanatisme ke agamaan yang merupakan hal no kesekian dalam hidup


mengorbankan anak-anak demi kebenaran dianggap sebagai fanatisme berlebihan ?? Kamu menganggap ajaran Katolik itu satu-satunya yang benar atau ada yang lain ?
Dia topik sebelah kamu menyadari ada ajaran 72 bidadari, tapi kamu dengan senang hati memberikan anakmu dimangsa oleh pengikut 72 bidadari itu.

Stuzi, kamu harus mengaku dosa supaya bisa melihat kebenaran. Iblis membuat kamu bingung. Apakah pekerjaanmu yang tidak halal itu sudah ditinggalkan ?
_________________
ora pro nobis. Sancta Dei Genitrix
Back to top
View user's profile Send private message
m2us



Joined: 26 Jan 2008
Posts: 1734
Location: Roman Catholic Church

PostPosted: Wed, 23-03-2016 2:38 pm    Post subject: Reply with quote

stuzi wrote:

Apa artinya kita hidup kalau disengaja untuk tidak berbahagia ?

Untuk apa kita bekerja, menabung dan lain lain kalau buka untuk melengkapi kebahagiaan kita saat hidup ?

Kalaupun kita belum sempat menikmati minimal kita melakukan agar anak keturunan kita bisa menikmatinya kelak, nah sudah susah payah kita usahakan lalu timbul hanya karena hal secondary seperti agama kan konyol toh ?


Kalau kebahagian itu kamu peroleh dengan mengorbankan kebahagian kamu di surga apa gunanya? Lebih baik kamu menderita di dunia daripada kamu menderita di neraka. Dan kalau kamu merasa agama adalah secondary, maka tidak heran jika Tuhan kamu nomor duakan.


stuzi wrote:

Aku sih belum pernah ketemu, walau harus kuakui pergaulan ku cukup luas, kalaupun ada yang pasrah lebih karena ketidak berdayaan bukan karena total pasrah dan percaya.


Pergaulan luas tidak mejamin kamu peduli kepada orang lain. Bagaimana kamu tahu itu bukan karena pasrah dan percaya, lah kamu saja tidak peduli kepada orang lain?

stuzi wrote:

Soal agama beda dengan kriminal atuh agan....


Loh kan kan menurut kamu yang penting anak bahagia dan terserah dia dan kamu manut saja. Jadi jika dia bahagia dari hasil mencuri berdasarkan logika kamu ya ok saja kan?

stuzi wrote:

Kita hidup dalam masyarakat dan toleransi sangat diperlukan, intoleran dan memegang fanatisme berlebihan bukan sesuatu yang baik,

Anyway untuk topik ini aku sampai disini saja, nampaknya pandangan kita sangat berbeda sekali ya, karena aku tidak akan mengorbankan anak anak hanya untuk suatu fanatisme ke agamaan yang merupakan hal no kesekian dalam hidup


Toleransi boleh saja..tapi jika kamu menikah dalam agama Katolik kamu mempunyai kewajiban mendidik anak kamu menjadi Katolik yang setia karena dalam perkawinan kamu mengucapkan hal itu kepada Tuhan. Jadi jika kamu melanggar atau kamu menganggap ini sepele karena pemikiran kamu agama adalah no sekian dalam hidup maka kamu patut mempertanggungjawabkannya di hadapan Tuhan.

Dan perlu diingat juga, jangan karena kemapanan hidup kamu sekarang kamu menjadi takabur..itu sewaktu-waktu dapat dirampas.

rgds,
m2us
_________________
JEZU, UFAM TOBIE
KS,KGK, KHK
ekklhsiai kaq olhv


Last edited by m2us on Wed, 23-03-2016 2:43 pm; edited 2 times in total
Back to top
View user's profile Send private message
shmily
Penghuni Ekaristi


Joined: 26 Oct 2005
Posts: 3786
Location: Ekaristi.org

PostPosted: Thu, 21-04-2016 8:45 am    Post subject: Reply with quote

stuzi wrote:
raydo12 wrote:
patzy wrote:

Namun demikian, saya tau ayah saya adalah orang yang cukup keras dan beranggapan bahwa pasangan saya harus KATOLIK.


Pandangan ayahmu sama dengan saya. Mungkin ayahmu tidak pernah menjelaskan secara dalam mengapa harus pasangan KATOLIK. Saya selalu melarang anak saya pacaran dengan yang tidak seiman. Pernah satu kali dia mulai serius dengan seorang protestan, tapi setelah saya dan istri menjelaskan dan memberikan ultimatum, maka dia mengerti dan melepaskan cowok idamannya itu.

Kami sebagai orang tua yang dengan susah payah dari mulai dia dibaptis, mengajarinya iman, moral dan etika Katolik, menyekolahkannya disekolah Katolik, menjalankan janji perkawinan kami, tentu sangat kecewa dan sedih ketika sesorang yang tidak seiman tiba-tiba dengan hanya tampang dan tutur katanya yang manis sambil menyebut-nyebut Tuhan Yesus, merenggut anak kami. KAMI TIDAK RELA , anak kami dibawa kedalam kesesatan protestanisme.

Berdoalah dan sadarlah bahwa ayahmu itu benar. Kamu yang tidak mengerti akan bahaya kesesatan yang akan datang, hanya terpikat dengan tampang dan mulut manis kekasihmu. Pelajari iman Katolikmu, jangan sentimentil dan cengeng. Perkawinan bukan untuk main-main, banyak sekali korban perceraian karena tidak seiman. Kembalikan cincin itu.



Maaf saya kurang setuju

Cinta antara wanita dan pria tidak boleh dipatahkan karena hanya masalah agama


lalu lebih cinta manakah dirimu kepada Yesus yang mengorbankan nyawaNya di kayu salib dan cinta kepada seorang gadis [terlepas dari agamanya apa, walaupun ia Katolik sekaligpun]?

Cinta sejati adalah cinta yang tidak akan pernah berusaha menjauhkan kita dari iman kita kepada Tuhan yang terlebih dahulu mengasihi kita. Jika anda ingin anak-anak kelak di didik secara Katolik lalu pasangan menolak, maka ini bukan cinta sejati. Ia akan mengijinkan anda karena apa yang anda lakukan karena ke-cinta-an anda kepada iman anda.

Quote:

kami besar secara katholik, namun sama sekali jauh dari fanatisme
Adik laki laki saya menikah dengan wanita protestan dan sampai anak anak mereka sudah besar dan masuk SMU tetap harmonis... masing masing menjaga kepercayaannya dengan penuh toleransi


Tahukah anda bahwa toleransi itu ada batasnya ? kadang tidak masuk akal saya, sudah puluh tahun menikah, anak-anak sudah besar, salah satu pergi meninggalkan pasangannya dan menikah lagi dengan orang lain. Tetapi itu sungguh terjadi.

Quote:

Adik wanita saya menikah dengan chinese yang masih memegang teguh peribadatan Tao (kong hu cu), saat ke kelenteng ya bareng, saat ke gereja ya bareng, saat imlek mereka berdoa dengan hio ya dilakoni... dan telah dikarunai 3 anak anak yang manis


jika anda mencintai iman anda, dan anda tahu bahwa itu adalah takhyul menurut iman anda, dan anda tahu itu akan menjauhkan pasangan anda dari keselamatan yang anda [sungguh] percayai, maka anda akan terus berusaha supaya pasangan anda meninggalkan hal itu dan bukan sebaliknya membiarkannya. Jika anda tidak lakukan itu, itu berarti anda tidak mencintai Tuhan Yesus sepenuh hati, anda tidak percaya apa yang Ia ajarkan, terlebih anda membiarkan "bahaya" itu mengintai anak-anak anda.

sekali lagi siapakah yang anda cintai lebih besar ?

Quote:

Anakku sendiri saat ini dalam proses pacaran dengan seorang muslim dan aku hanya mengingatkan toleransi dari kedua belah pihak harus dijaga


tidak masalah pacaran dengan mereka yang berbeda agama, tetapi tujuannya dan bagaiman itu tercapai itu yang terpenting

Quote:

Sebagai orang tua KITA TIDAK BERHAK MENGATUR HIDUP ANAK KITA....ingat seperti kata Khalil Gibran...orang tua adalah busur dan anak adalah anak panahnya..kita hanya bisa mengarahkan masalah faktor external yang bisa menghalangi untuk sesuai sampai tujuan SEPERTI KEINGINAN KITA adalah hal diluar kuasa kita


anda lebih percaya Khalil Gibran atau ajaran GerejaNya ?

jika anda percaya Gereja maka anda tahu bahwa iman anak-anak anda adalah tanggung jawab anda sebagai orang tua. Bagaimana anda mendidik mereka, bagaimana anda menjadi role model mereka, itulah bagaimana anda membentuk iman anak-anak anda. Apakah anda hendak menyerahkan itu semua kepada Khalil Gibran ?

Quote:

Case diatas menimpa salah seorang teman... dan akhirnya si anak pergi dari rumah, tetap kawin dengan pilihannya...dan hubungan orang tua anak rusak... kekerasan hati keduanya menciptakan jurang yang dalam sekali.


itu ending yang anda lihat dan anda jadikan alasan untuk menyetujui pikiran anda. Padahal anda tidak sepenuhnya tahu apa yang terjadi karena anda tdak berada di sana, mungkin anda hanya mendengar cerita itu.

Saya tidak dapat menilai apa pun dari cerita anda di atas. semoga ini bisa menjadi perenungan kita semua.. siapakah yang aku cintai lebih besar Tuhan, Allah-ku atau dirinya ? Relakah iman kita dikorbankan untuk mendapatkan kenikmatan dunia ?
_________________
Salam dan doa
F A Q Belajar Bersama Kanon 7 Sakramen

Psalms 119:159 See how I love your precepts, LORD; in your kindness give me life.
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera All times are GMT + 6 Hours
Goto page: Previous
Page 2 of 2

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17