FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

yang baik belum tentu benar, yang benar belum tentu baik    

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera
View previous topic :: View next topic  
Author Message
immortale_eterno



Joined: 17 May 2010
Posts: 31
Location: diantara partitur

PostPosted: Fri, 27-04-2012 10:11 am    Post subject: yang baik belum tentu benar, yang benar belum tentu baik Reply with quote

Ini kisah teman saya, dengan 3 tokoh yg berperan di dalamnya (kita sebut saja R=laki2, V=wanita, P=wanita).

Latar belakang:
Ketiga-tiganya adalah teman saya dan Katolik, teman dalam pengertian bukan hanya sekedar kenal namun intens bertemu dan berdialog. Hanya saja V dan P tidak saling mengenal.
Sekitar 2 tahun lamanya R dan V berstatus pasangan kekasih namun akhirnya berpisah tepat 2 bulan menjelang pernikahan mereka. Karena keduanya merupakan aktivis di paroki, maka tidak heran banyak yang memperbincangkan. Hal ini membuat R yang tadinya aktif, lambat laun mulai mengurangi kegiatannya di paroki dan lebih memilih kegiatan di skala Keuskupan.

Tokoh P (beda paroki) hadir sebagai teman dalam kehidupan R, semasa R masih berstatus 'in relationship'. P sendiri juga memiliki kekasih namun seperti kebetulan, mereka berpisah di bulan yang sama dengan perpisahan R dan V.
Setelah 3 bulan saling menguatkan dan saling bercerita, perlahan tumbuh rasa suka diantara R dan P hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah walau usia P terpaut lebih tua 9 thn.
Kedekatan yang cukup singkat dan berakhir di pelaminan ini cukup membuat rumor di paroki. Hal yang membuat hancur hati V, karena (mungkin) merasa keduluan. Saya sebagai teman hanya mampu sebagai pendengar yang baik dan mendoakannya.

Situasi terkini:
2 tahun berlalu, V sedang mengandung 6 bulan, tentunya masa penantian yang indah bersama suaminya. Sedangkan kehidupan rumah tangga R dan P di ambang kehancuran karena pola hidup R yang cenderung boros.
Melihat situasi seperti ini, beberapa dari sesepuh paroki berucap ke V "Tuhan itu baik, lihat sekarang ini kamu menjadi bahagia setelah pisah dengan R, coba dulu ga pisah, pasti hidup kamu sengsara".
Hehehehe…sekilas tampaknya benar apa yang mereka ucapkan, dan hampir saya Amin-i. Tapi kemudian saya bilang ke mereka "kalau Tuhan itu baik terhadap V, apakah berarti Tuhan itu jahat terhadap P?". Jangan terburu-buru mengambil kesimpulan dari apa yang kita lihat. Siapa yang tahu master-plan Sang Pencipta?
Dan nantinya apabila terjadi sesuatu yang tidak baik dengan V, lantas ungkapan "Tuhan itu baik" dibatalkan?

Yang saya tahu, Tuhan itu BENAR. Apakah ada pemikiran lain?
_________________
in God we trust
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger
Balanar
== BANNED ==




Joined: 01 Jan 2009
Posts: 328

PostPosted: Tue, 26-02-2013 4:34 pm    Post subject: Reply with quote

immortale_eterno wrote:
Ini kisah teman saya, dengan 3 tokoh yg berperan di dalamnya (kita sebut saja R=laki2, V=wanita, P=wanita).

Latar belakang:
Ketiga-tiganya adalah teman saya dan Katolik, teman dalam pengertian bukan hanya sekedar kenal namun intens bertemu dan berdialog. Hanya saja V dan P tidak saling mengenal.
Sekitar 2 tahun lamanya R dan V berstatus pasangan kekasih namun akhirnya berpisah tepat 2 bulan menjelang pernikahan mereka. Karena keduanya merupakan aktivis di paroki, maka tidak heran banyak yang memperbincangkan. Hal ini membuat R yang tadinya aktif, lambat laun mulai mengurangi kegiatannya di paroki dan lebih memilih kegiatan di skala Keuskupan.

Tokoh P (beda paroki) hadir sebagai teman dalam kehidupan R, semasa R masih berstatus 'in relationship'. P sendiri juga memiliki kekasih namun seperti kebetulan, mereka berpisah di bulan yang sama dengan perpisahan R dan V.
Setelah 3 bulan saling menguatkan dan saling bercerita, perlahan tumbuh rasa suka diantara R dan P hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah walau usia P terpaut lebih tua 9 thn.
Kedekatan yang cukup singkat dan berakhir di pelaminan ini cukup membuat rumor di paroki. Hal yang membuat hancur hati V, karena (mungkin) merasa keduluan. Saya sebagai teman hanya mampu sebagai pendengar yang baik dan mendoakannya.

Situasi terkini:
2 tahun berlalu, V sedang mengandung 6 bulan, tentunya masa penantian yang indah bersama suaminya. Sedangkan kehidupan rumah tangga R dan P di ambang kehancuran karena pola hidup R yang cenderung boros.
Melihat situasi seperti ini, beberapa dari sesepuh paroki berucap ke V "Tuhan itu baik, lihat sekarang ini kamu menjadi bahagia setelah pisah dengan R, coba dulu ga pisah, pasti hidup kamu sengsara".
Hehehehe…sekilas tampaknya benar apa yang mereka ucapkan, dan hampir saya Amin-i. Tapi kemudian saya bilang ke mereka "kalau Tuhan itu baik terhadap V, apakah berarti Tuhan itu jahat terhadap P?". Jangan terburu-buru mengambil kesimpulan dari apa yang kita lihat. Siapa yang tahu master-plan Sang Pencipta?
Dan nantinya apabila terjadi sesuatu yang tidak baik dengan V, lantas ungkapan "Tuhan itu baik" dibatalkan?

Yang saya tahu, Tuhan itu BENAR. Apakah ada pemikiran lain?




Saya setuju dengan anda. Menurut saya, kesenangan atau keberuntungan duniawi tak bisa dijadikan tolok ukur "Tuhan sayang" atau "Tuhan tidak sayang". Tuhan punya rencana sendiri, lagipula Tuhan tidak pernah berkata apabila kita taat, maka hidup kita akan hepi terus. Justru para Rasul yang taat, yang notabenenya SANGAT DICINTAI TUHAN hidupnya menderita sekali. entah miskin, dimusuhi, dibunuh dsb. ya kan?

Jadi teringat akan sebuah cerita:
A=Aku
T=Teman cw

T: Eh aku mau crita nih.
A: apa?
T: aku mau crita tentang kebaikan Tuhan. Kamu tau ga slama aku hidup, aku slalu berkecukupan. Kyk rejeki orang tua ku nga pernah habis deh. Trus kamu tau ga, tadi aku lagi jalan-jalan, tiba-tiba aku hampir aja kena ulat bulu loh. jaraknya cuma beda sejengkal nih, dikit lagi kena. dari situ aku yakin Tuhan sayang sama aku. heheehhe. menurut kamu gmn?

A: Kasih Tuhan tak bisa diukur begitu. Apa kalau ternyata kamu nginjak ulat bulu = Tuhan tidak sayang? Apakah kalau orangtua mu miskin, dan hidupmu susah = Tuhan tidak sayang? Berarti Tuhan tidak sayang orang miskin? begitu?

T: (bingung)


Ketawa Ngakak Ketawa Ngakak
_________________
Pergilah dan sebarkanlah kabar sukacita-Ku, sampai akhir zaman Aku sertamu!
Back to top
View user's profile Send private message
ajeng2374



Joined: 06 Mar 2013
Posts: 7

PostPosted: Wed, 06-03-2013 10:24 pm    Post subject: Reply with quote

Benar, inilah kehidupan dan rahasia Tuhan.

Saya pun saat ini sedang dalam kehampaan rumah tangga. Apakah dengan kehampaan yang sedang saya hadapi bisa dibilang karena Tuhan sayang saya -> saya dikasih masalah supaya saya terus menyebut nama Tuhan?

Padahal secara manusiawi saya ingin kehampaan ini segera berakhir dengan kebahagiaan dan keharmonisan.
Back to top
View user's profile Send private message
Anggraeni



Joined: 18 Jul 2007
Posts: 498
Location: Tanah airku tidak kulupakan

PostPosted: Mon, 25-03-2013 3:50 pm    Post subject: Biji Mata Reply with quote

Dear Immortale_eterno, Ajeng, Balanar..

Iya, Tuhan sayang pada V kan tidak berarti Tuhan tidak sayang pada R ataupun P.

Yang benar: Tuhan sayang dan baik terhadap P,V, R, dan semua orang.

Kalau Immortale dekat dengan R dan P, temanilah mereka dan kuatkanlah hati mereka untuk melewatinya. Berdoa untuk R biar semakin hari semakin tumbuh dewasa.

Tuhan sayang sama T dan T menyadarinya, sambutlah ungkapan syukurnya Smile dan bergembiralah bersamanya.

Tuhan punya rencana sendiri pada tiap orang...

Dia sendiri yang menjaga kita dari setiap bahaya.
Bukankah Ia menjaga kita bagai biji mata-Nya ?

Indonesia Katolik -Terjemahan Baru   © Ekaristi dot Org
Ulangan  32:10Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun, di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara. Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya.


Siapa di sini yang tidak sayang pada biji mata masing-masing... buat saya saja, nanti saya awetkan dan koleksi Geeeeeeeeeek *





* jangan kuatir.. simpan saja biji matamu masing-masing.



Di bumi ini kita semua dalam pemurnian,
kerinduan kita akan Dia adalah anugerah dari-Nya.

Kalau boleh saya sharingkan sedikit..

Saya berasal dari latar belakang keluarga berada, dan dalam segala hal lainnya sekolah, pergaulan, karir dll boleh dibilang sukses.

Tetapi dari kecil ada masalah genetis yang membuat saya sering kali sekali-kali harus mengerem mendadak semua aktivitas saya. Hal ini sebenarnya sangat mengganggu dan ada sedikit masalah lainnya sebagaimana kehidupan seseorang. Namun saya percaya itulah tanda cinta Tuhan untuk saya.

Bila semuanya berlangsung dengan begitu indahnya tanpa gangguan, bagaimana saya dapat merindukan Tuhan? Mungkin saya akan tenang-tenang saja hidup seenaknya, tahu-tahu waktu berakhir dan kebinasaaan kekal menanti.

Ibaratnya:

Saya orang berjalan yang karena gempita sekeliling... ditambah dengan mata lihat bb, telinga dengar earphone, tangan sibuk ketik-ketik, berpakaian kain halus dibungkus jaket tebal... tidak tahu bahwa di depan saya itu jurang. Bau bangkai dari jurang itu pun tidak tercium karena waktu ada bau sedikit langsung saya semprotkan minyak wangi.

Mungkin pertamanya Tuhan panggil saya, saya engga menoleh.. toel saya engga terasa.. kitik-kitik engga nyadar, maka dipentung-lah saya.




Tuhan "mementung" saya bukan untuk kebaikannya atau kesenangannya.
Bukan pula untuk memaksa saya menyembah-nyembah (Dia sudah bahagia tanpa batas, tidak butuh penyembah-penyembah terpaksa), tetapi untuk kebaikan saya sendiri.

Jadi pentungan itu adalah "pentungan" cinta, demikian juga halnya dengan masalah yang saya hadapi.

Yang penting setelah "siuman" saya bisa lihat... eeeh di situ ada jurang euy Shocked !

Saya percaya juga, bahwa Tuhan tidak akan meninggalkan saya.
Selama saya merasa tidak berdaya, ada Dia yang akan menjaga dari musuh **.

Indonesia Katolik -Terjemahan Baru   © Ekaristi dot Org
Zakharia  2:8Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, yang dalam kemuliaan-Nya telah mengutus aku, mengenai bangsa-bangsa yang telah menjarah kamu--sebab siapa yang menjamah kamu, berarti menjamah biji mata-Nya--:


dan karenanya saya pun tak akan pernah berhenti berdoa bersama pemazmur:

Indonesia Katolik -Terjemahan Baru   © Ekaristi dot Org
Mazmur  17:8Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu




Mungkin kita juga bisa bercermin iman anak-anak, mereka sungguh empunya kerajaan surga.

Sekali-kali lewatlah kelas Bina Iman anak, dengarlah mereka bernyanyi penuh semangat:

"Yesus sayang semua semua semua! Yesus sayang semua... sayang papah sayang mamah sayang kakak sayang adik.. sayang kamuuu dan saya, sayang semua"

Nyanyi terus!

"Yesus cinta semua anak.. semua anak di dunia! Kuning putih dan hitam semua di cinta Tuhan. Yesus cinta semua anak di duniaaa!"

Malaikat

Tuhan sayang sama semua...

dan Dia bukan Allah yang tidak pernah merasakan kesakitan, kecurigaan, pengkhianatan yang dialami manusia biasa. Dia mengerti.


Tuhan punya rencana sendiri pada tiap orang... dan rencananya indah.



** di masa prapaskah tahun ini saya menyadari musuh yang saya alami ada di dalam diri saya sendiri: kecenderungan negatif saya, bukan penderitaan itu sendiri --> Masak yang sakit kepala yang kena semprot saudara serumah tidak bersalah: Kadang saya lontarkan kata-kata yang saya tahu saya tidak maksudkan demikian dan berasumsi bahwa orang lain tahu saya tidak akan setega itu....

Musuh saya adalah dosa saya. Mohon doa Malaikat
_________________
Gesù Cristo Unico Tesoro
Back to top
View user's profile Send private message
shmily
Penghuni Ekaristi


Joined: 26 Oct 2005
Posts: 3786
Location: Ekaristi.org

PostPosted: Tue, 02-04-2013 9:50 pm    Post subject: Reply with quote

KATEKISMUS GEREJA KATOLIK   @ Ekaristi dot Org
310Tetapi mengapa Allah tidak menciptakan satu dunia yang sedemikian sempurna, sehingga tidak mungkin ada unsur jahat di dalamnya. Dalam kuasa-Nya yang tidak terbatas Allah dapat saja menciptakan sesuatu yang lebih baik Bdk. Tomas Aqu., s.th. 1,25,6.. Tetapi dalam kebijaksanaan dan kebaikan-Nya yang tidak terbatas Allah, karena kehendak bebas-Nya, ingin menciptakan satu dunia yang berada "di jalan" menuju kesempurnaannya yang terakhir. Menurut rencana Allah proses perkembangan ini membawa bersama dengan munculnya bentuk keberadaan tertentu juga hilangnya bentuk keberadaan yang lain, bersama dengan yang sempurna juga yang kurang sempurna, bersama dengan pembangunan juga pembongkaran dalam alam. Maka selama ciptaan belum sampai kepada penyelesaian, akan ada kebobrokan fisik di samping kebaikan fisik Bdk. Tomas Aqu., s.gent. 3,71..412, 1042-1050, 342
311Para malaikat dan manusia, ciptaan yang berakal budi dan bebas, harus menyongsong tujuannya terakhir dengan kehendak bebas dan mengutamakan tujuan itu karena cinta. Karena itu mereka juga dapat menyimpang dari jalan dan dalam kenyataannya sudah berdosa. Demikianlah kejahatan moral, yang jauh lebih buruk daripada kebobrokan fisik, masuk ke dalam dunia. Bagaimanapun juga, baik langsung maupun tidak langsung, Allah bukanlah sebab kejahatan moral Bdk. Agustinus, lib. 1,1,1; Tomas Aqu. s.th. 1-2,79,1.. Namun Ia membiarkannya terjadi karena Ia menghormati kebebasan makhluk-Nya, dan dengan cara yang penuh rahasia Ia tahu menghasilkan yang baik darinya:"Allah yang maha kuasa... dalam kebaikan-Nya yang tak terbatas tidak mungkin membiarkan kejahatan apa pun berada dalam karya-Nya, kalau Ia tidak begitu maha kuasa dan baik, sehingga Ia juga mampu mengambil kebaikan dari kejahatan" (Agustinus, enchir. 11,3).396, 1849

_________________
Salam dan doa
F A Q Belajar Bersama Kanon 7 Sakramen

Psalms 119:159 See how I love your precepts, LORD; in your kindness give me life.
Back to top
View user's profile Send private message
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera All times are GMT + 6 Hours
Page 1 of 1

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17