FAQFAQ          Username: Password: Log me on automatically each visit

merindukan keluarga (besar) Katolik yang sehat    

 
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera
View previous topic :: View next topic  
Author Message
immortale_eterno



Joined: 17 May 2010
Posts: 31
Location: diantara partitur

PostPosted: Fri, 01-06-2012 3:59 pm    Post subject: merindukan keluarga (besar) Katolik yang sehat Reply with quote

senang sekali menemukan forum EDO yang akhirnya menjadi tempat curhat saya atas masalah yang selama ini membayangi.

Saya dan istri baru menjalani bahtera rumah tangga sekitar hampir 9 bulan, mengontrak sendiri dan kini tengah menanti kelahiran buah hati kami 2 bulan ke depan.
Kami berdua dibesarkan dari keluarga Katolik dan dibabtis sejak kecil. Saya dilahirkan dari keluarga ambon, sementara istri dari solo. Istri saya anak terakhir dari 3 bersaudara (perempuan semua) dan hanya satu2nya yang Katolik setelah kakak ke-2 convert mualaf (karena hamil diluar nikah) dan kakak ke-1 convert ke hindu (suami asal bali).

Sejak awal berpacaran, hubungan saya dengan pihak keluarga istri (kakak dan kak ipar) memang kurang harmonis. Ada banyak sekali pertentangan yang terjadi karena perbedaan sudut pandang. Sebagai contoh: istri saya (status waktu itu masih pacar) pernah terpaksa tidur di ruang tamu karena kakaknya beserta suaminya menginap, dan si suami ini tidak bisa tidur kalo tidak ada AC (AC hanya ada di kamar tidur). Hal tersebut tentu sepengetahuan orangtua, tetapi dibiarkan. Suatu hal yang aneh menurut saya kalo wanita mengalah untuk pria.

Pertentangan tersebut menjadi berlarut-larut dan menjadi semacam perang dingin. Pernah ada usaha rekonsiliasi dari pihak orang tua untuk mendamaikan. Entah karena tidak ada kesungguhan niat atau alasan lain, perang dingin itu mulai lagi. Sebenarnya saya hanya punya prinsip "saya ga ganggu, dan saya ga mau di ganggu" tapi yang terkesan malah menjauh dari keluarga karena tidak pernah ikut acara jalan2 bareng. Note: acara jalan2 ini biasanya ke bandung berangkat jam 7 pagi dan pulang jam 3 pagi, acara yang sangat menyiksa untuk istri saya yang sudah mengandung. Namun alasan seperti ini tidak bisa mereka terima.

Ada 1 hal yang buat saya marah besar, karena kakak ke-2-nya mengajak jalan2 keluarga di saat libur nasional "Hari Kenaikan Isa Al-Masih" dan istri saya menjawab tidak bisa karena mau misa "kenaikan Tuhan". Entah dengan maksud bercanda atau tidak, dia menjawab "kenaikan apa? kenaikan babi??"
Sebagai catatan: kakaknya yang mualaf ini pernah aktif koor dan legio Maria, sehingga saya sulit untuk menganggap dia lupa hari kenaikan.
Hal ini membuat saya berpikir dia sudah menghina Katolik. Terlepas dari budaya keluarga saya yang keras, saya merasa tidak ada salahnya kalau saya marah.

Keributan kecil dan konflik2 semakin mewarnai bahtera rumah tangga saya yang masih amat sangat muda ini. Hal yang sebenarnya membuat saya juga sedih. Tapi mungkin karena saya terlalu sombong, saya yang terlalu gengsi untuk kembali inisiatif memulai percakapan saat bertemu mereka hingga hampir tidak ada komunikasi. Saya tidak ingin membuat istri saya sedih yang tentunya akan berpengaruh pada perkembangan si bayi.
Mohon bantuan doa dan pendapat rekan2 disini, bagaimana seharusnya saya bertindak.

Salam hangat
_________________
in God we trust
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger
Stanley



Joined: 29 Sep 2008
Posts: 3739

PostPosted: Sat, 02-06-2012 8:16 am    Post subject: Reply with quote

Saya memberikan comment disini bkn karena saya punya solusi akurat ataupun praktis (krn bhkn saya blm menikah), tp karena saya mau menyatakan bahwa saya sebagai saudara seiman, mengerti penderitaan batin yg engkau alami, karena ada anggota keluarga saya yang juga mualaf.

Tapi sedikit pendapat, dmn mgkn mendapat saya ini kurang tepat (mohon maaf sebelumnya), membangun komunikasi yang baik dan bersahabat itu selalu merupakan suatu hal positif, dimanapun kita berada. Tunjukan bahwa menjadi pengikut Kristus itu bisa setia thd iman tapi sekaligus bisa menjadi sahabat/saudara yang hangat.

Aksi ini mgkn tidak bisa membawa kedua saudara istrimu kembali menjadi katolik, tp setidaknya aksi ini bisa mengurangi 'alasan-alasan' mereka untuk menghina iman mu.

Cuma ini yang terlintas di benak saya. Semoga membantu. MGBU
_________________
This is Spartaaa!
Back to top
View user's profile Send private message
immortale_eterno



Joined: 17 May 2010
Posts: 31
Location: diantara partitur

PostPosted: Sat, 02-06-2012 11:07 am    Post subject: Reply with quote

Stanley wrote:
membangun komunikasi yang baik dan bersahabat itu selalu merupakan suatu hal positif, dimanapun kita berada. Tunjukan bahwa menjadi pengikut Kristus itu bisa setia thd iman tapi sekaligus bisa menjadi sahabat/saudara yang hangat.

Aksi ini mgkn tidak bisa membawa kedua saudara istrimu kembali menjadi katolik, tp setidaknya aksi ini bisa mengurangi 'alasan-alasan' mereka untuk menghina iman mu.


terimakasih banyak untuk sarannya. Memang saat ini saya masih dibalut gengsi yg teramat besar untuk mau memulai percakapan. Karena saya selalu berpikir komunikasi yang baik itu 2 arah dan dibangun dengan itikad yang baik.
Mungkin karena saya selalu berprasangka buruk dalam hati, hingga yang terjadi juga sesuatu yang negative. Sudah sedemikian banyak konflik dengan keluarga besar membuat saya enggan untuk memulainya kembali, karena sudah seperti terbayang akhirnya nanti perdebatan yang sangat emosional.
_________________
in God we trust
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger
agustinuswj



Joined: 27 Mar 2009
Posts: 125

PostPosted: Wed, 06-06-2012 7:28 am    Post subject: Reply with quote

Bro immortale_eterno,

Hal yang pertama perlu dipahami bahwa dalam setiap pernikahan pada
umumnya terjadi 'konflik' yang kadang kecil kadang besar karena bertemunya budaya, kebiasaan dan aturan2 yang berbeda dari 2 keluarga besar. Ini tidak bisa dihindari tapi yang penting adalah bagaimana menjalaninya dan bersikap. Dasar iman Katolik dan rahmat dari Tuhan sangat berperanan penting dalam setiap langkah hidup kita.

Hal yang kedua, temanilah istri. Dari pemahaman yang saya baca, konflik sudah terjadi antara istri Anda dengan pihak kakak dan ipar2nya. Kalau bro immortale_eterno merasakan ada yang kurang berkenan, istri Anda apalagi. Binalah komunikasi internal dengan istri dan jadilah satu saling mendukung dan menghibur dalam menghadapi situasi baik kejadian ini maupun yang lainnya. Bisa saja istri Anda pun mungkin punya permasalahan dengan pihak keluarga Anda. Yang penting fokuslah pada pembinaan keluarga Anda sendiri terlebih dahulu apalagi istri Anda sedang hamil tua kan? Tuhan yang menyatukan kalian punya tujuan kasih dan keselamatan bagi kalian dan anak-anak kalian.

Seperti saran bro Stanley, tetaplah bersikap positif dalam membina hubungan dengan pihak keluarga istri. Kalau dulu mereka pernah salah, belum tentu sekarang pasti salah juga. Jadilah duta Kristus, rahmat Tuhan yang diberikan kepada Anda dan istri akan tampil secara jauh berbeda dengan pihak yang tidak mengenal atau pengikut Kristus. Sebagai contoh jika Anda menginap di rumah mertua, Anda pasti lebih bisa berkurban dan mendahulukan kepentingan yang lain. Tidak untuk menjadi sombong tetapi karena memang dengan rahmatNya kita bisa bersikap demikian.

Yang terakhir bawalah dalam doamu kepadaNya, ungkapkan permasalahan ini dan mohon Tuhan memberikan rahmat dan bimbingan dalam menjalaninya.

Selamat untuk calon ayah dan semoga persalinan berjalan lancar dan semoga Tuhan memberkati kalian berdua dan anak Anda.

Salam,
Back to top
View user's profile Send private message
immortale_eterno



Joined: 17 May 2010
Posts: 31
Location: diantara partitur

PostPosted: Thu, 07-06-2012 7:11 am    Post subject: Reply with quote

agustinuswj wrote:

Hal yang kedua, temanilah istri. Dari pemahaman yang saya baca, konflik sudah terjadi antara istri Anda dengan pihak kakak dan ipar2nya. Kalau bro immortale_eterno merasakan ada yang kurang berkenan, istri Anda apalagi. Binalah komunikasi internal dengan istri dan jadilah satu saling mendukung dan menghibur dalam menghadapi situasi baik kejadian ini maupun yang lainnya. Bisa saja istri Anda pun mungkin punya permasalahan dengan pihak keluarga Anda. Yang penting fokuslah pada pembinaan keluarga Anda sendiri terlebih dahulu apalagi istri Anda sedang hamil tua kan? Tuhan yang menyatukan kalian punya tujuan kasih dan keselamatan bagi kalian dan anak-anak kalian.


terimakasih untuk sarannya bro agustinuswj, akan saya ingat selalu janji pernikahan untuk membina keluarga dengan iman Katolik. Terimakasih banyak sudah mengingatkan Malaikat
_________________
in God we trust
Back to top
View user's profile Send private message Yahoo Messenger
Display posts from previous:   
Post new topic   Reply to topic    printer-friendly view    Akademi Kontra Indiferentisme Forum Index -> Keluarga Katolik yg sehat dan sejahtera All times are GMT + 6 Hours
Page 1 of 1

Log in
Username: Password: Log me on automatically each visit

 
Jump to:  
You cannot post new topics in this forum
You cannot reply to topics in this forum
You cannot edit your posts in this forum
You cannot delete your posts in this forum
You cannot vote in polls in this forum


© Copyright Ekaristi Dot Org 2001 Running on phpBB really fast 2001, 2002 phpBB Group. Keluaran (Exodus) 20:1-17