I. Sumarya. SJ

 

Ikuti Jalan SalibJalan Salib

Homili dan Renungan Harian Mg Biasa XXXIII

Kirim Ke Printer Kirim artikel ini ke teman


(Ams31:10-1319-2030-31 ; 1Tes5:1-6 ; Mat25:14-30)

“Engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar”

Para pemimpin atau atasan yang sukses atau berhasil, artinya dapat menghayati tugasnya atau memfungsikan kepemimpinannya sungguh memperhatikan kesejahteraan dan kebahagiaan yang dipimpin, pada umumnya berasal dari rakyat kccil atau memiliki pengalaman tinggal dan bekerjasama dengan rakyat kecil. Pemimpin yang bersangkutan pada umumnya juga sederhana, entah dalam cara hidup maupun cara bertindak, cara bicara maupun bekerja. Ia juga mengasihi dan memperhatikan apa yang kccil dan sederhana, entah itu manusia, binatang, tanaman maupun barang atau harta benda. Ia sungguh tidak mensia-siakan aneka keterampilan dan kecakapan yang dianugerahkan oleh Tuhan kepadanya, sehingga ia juga semakin terampil dan cakap dalam cara hidup dan cara bertindak. Maka marilah kita renungkan apa yang disabdakan oleh Yesus dalam perumpamaan perihal talenta sebagaimana diwartakan dalam Warta Gembira hari ini.

“Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu” (Mat25:21)

Dalam perjalanan penghayatan hidup, panggilan dan tugas pengutusan, kita menghadapi aneka macam perkara, entah besar atau kecil. Dalam menghadapi perkara besar pada umumnya kita takut serta merasa tidak mampu menghadapinya, maka baiklah kita hadapi dan selesaikan dahulu perkara-perkara kecil. Memperhatikan, menghadapi dan mengerjakan perkara-perkara kecil memang butuh kasih, kerendahan hati, ketekunan, kesabaran dan ketabahan serta ketelitian. Sebagai contoh menghadapi anak kecil harus rendah hati dan sabar dan dengan kasih, demikian juga binatang atau tanaman kecil. Bagian atau ‘onderdil’ peralatan teknologi semakin lama juga semakin kecil dan apa yang kecil tersebut sungguh menentukan berfungsinya alat yang bersangkutan.

Seorang pemimpin atau menejer yang baik dan sukes berkata “Jika anda tidak dapat mengatur diri sendiri jangan mengatur orang lain, jika anda tidak dapat mengatur kamar dan meja kerja anda sendiri, jangan mengatur kantor, dst..”. Kami berharap anak-anak sedini mungkin di dalam keluarga dididik dan dibina untuk memperhatikan perkara-perkara atau hal-hal kccil oleh orangtuanya antara lain dengan teladan konkret atau kiranya juga dapat belajar pada para pembantu atau pelayan rumah tangga atau kantor yang pada umumnya setia mengerjakan perkara-perkara atau hal-hal kecil. Kerjakan perkara atau hal kecil dengan cintakasih yang besar. Perkara atau hal kecil di dalam keluarga antara lain/misalnya: membuang sampah pada tempatnya, mematikan listrik atau keran air yang tidak dibutuhkan lagi, mengatur selimut, serandal atau sepatu atau pakaian, dst..

Dalam Warta Gembira hari ini kita diingatkan perihal keutamaan setia, yang harus kita hayati dan sebarluaskan. “Setia adalah sikap dan perilaku yang menunjukkan keterikatan dan kepedulian atas perjanjian yang telah dibuat. Ini diwujudkan dalam perilaku tetap memilih dan mempertahankan perjanjian yang telah dibuat dari godaan-godaan lain yang lebih menguntungkan” (Prof Dr Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka – Jakarta 1997, hal 24-25). Hemat saya dalam melaksanakan aneka perjanjian ada perkara-perkara atau hal-hal kecil yang perlu diperhatikan. Sebagai contoh adalah perjanjian perkawinan antara laki-laki dan perempuan atau suami-isteri: jika anda mendambakan setia sebagai suami-isteri sampai mati, silahkan memperhatikan perkara-perkara atau hal-hal kecil dalam berrelasi atau saling mengasihi, misalnya memberi ciuman, memberi pujian, dst..

Orang yang peka pada perkara-perkara atau hal-hal kecil pada umumnya ialah para administrator keuangan, entah itu akuntan, pemegang kas atau pengawas keuangan. Mereka terbiasa dalam penghitungan uang sampai yang kecil-kecil, maka semoga mereka juga peka terhadap perkara-perkara atau hal-hal kecil dalam bidang kehidupan yang lain. Pengurusan atau pengelolaan harta benda atau uang yang benar dan baik, yang berarti sungguh memperhatikan perkara-perkara atau hal-hal kecil, akan menentukan keberhasilan atau kesuksesan urusan-urusan besar lainnya di kantor atau tempat kerja atau dalam kehidupan bersama di masyarakat. Setialah kepada perkara-perkara kecil, maka anda pada suatu saat akan siap sedia untuk menghadapi atau mengerjakan perkara-perkara besar.

“Kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar” (1Tes5:4-6)

Sebagai umat beriman atau beragama kita “adalah anak-anak terang dan anak-anak siang” dan “tidak hidup di dalam kegelapan”, maka marilah kita hayati jati diri kita ini dalam cara hidup dan cara bertindak kita setiap hari. Salah satu cirikhas anak terang atau anak siang adalah hidup jujur dalam keadaan atau situasi apapun, kapanpun dan dimana pun, sehingga kehadiran dan sepak terjangnya senantiasa menerangi orang lain serta menjadi fasilitator bagi orang lain. “Jujur adalah sikap dan perilaku yang tidak suka berbohong dan berbuat curang, berkata-kata apa adanya dan berani mengakui kesalahan, serta rela berkorban untuk kebenaran. Ini diwujudkan dalam perilaku yang tidak suka berbohong dan berbuat curang serta rela berkorban untuk mempertahankan kebenaran. Perilaku ini diwujudkan dalam hubungannya dengan Tuhan dan diri sendiri” (Prof Dr Edi Sedyawati/edit: Pedoman Penanaman Budi Pekerti Luhur, Balai Pustaka-Jakarta 1997, hal 17).

Kami berharap mereka yang berpengaruh dalam kehidupan bersama untuk senantiasa hidup dan bertindak jujur kapan pun dan dimana pun. Secara khusus kepada mereka yang bertugas maupun berjuang demi kebenaran, seperti polisi, hakim/jaksa/saksi pengadilan, penuntut dst ..untuk sungguh jujur. Ingatlah dan sadarilah bahwa anda dapat berbuat curang tanpa diketahui sesama manusia, namun Tuhan tahu, dan pada waktunya nanti kecurangan anda pasti juga akan diketahui oleh umum dan anda akan dipermalukan tanpa kenal ampun. Kepada para pejuang dan pembela kebenaran kami harapkan tetap teguh dan tegar dalam memperjuangkan atau membela kebenaran, meskipun harus menghadapi aneka tantangan, masalah dan ancaman. Ada pepatah ‘orang jujur akan hancur’, namun percayalah memang orang jujur akan hancur untuk sementara tetapi akan mulia dan bahagia selamanya.

“Isteri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata.Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan. Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya.” (Ams31:10-12). “Tidak berbuat sepanjang umurnya” inilah yang kiranya baik kita renungkan atau refleksikan bersama, yang berarti kita dipanggil untuk senantiasa berbuat baik, terus-menerus, sepanjang hidup kita. Kami berharap anak-anak sedini mungkin di dalam keluarga dididik dan dibina untuk tidak berbuat jahat dan senantiasa berbuat baik, antara lain dengan teladan konkret para orangtua maupun aneka nasihat, saran dan tuntunan. Ketika anak-anak memiliki kebiasaan berbuat baik, maka kelak kemudian hari mereka akan tumbuh berkembang menjadi pribadi yang selalu setia pada panggilan, tugas pengutusan maupun pekerjaannya.

“Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN. Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu,” (Mzm128:1-5)

Ign 13 November 2011
Tgl 12Nov2011 oleh Rm I.Sumarya, SJ

Register agar anda dapat ikut mengirimkan komentar anda