I. Sumarya. SJ

 

Ikuti Jalan SalibJalan Salib

Homili dan Renungan Harian Mg Prapaskah V

Kirim Ke Printer Kirim artikel ini ke teman


Mg Prapaskah V: Yeh37:12-14 ; Rm8:8-11 ; Yoh11:1-45

"Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."

Dalam membina atau mendampingi para peserta didik, SMP Kanisius-Jakarta antara lain menyelengga-rakan live in, tinggal, hidup dan bekerja bersama mereka yang miskin dan berkekurangan di pedesaan wilayah Jawa Tengah. Untuk melatih partisipasi dalam suka dan duka orang miskin dan berkekurangan para Pembina memutuskan agar dalam perjalanan dari Jakarta ke Jawa Tengah menggunakan bus tak ber AC. Namun hal itu mendapat tanggapan negatif dari beberapa orangtua peserta didik dan di antara mereka, yang kebetulan pengelola bus antar provinsi, kurang setuju serta menawarkan sumbangan bus ber AC. Tawaran itupun akhirnya diterima dan yang bersangkutan mempersiapkan empat bus ber AC beserta sopirnya yang terbaik, dengan harapan para peserta didik dengan enak sampai di tujuan dengan selamat. Selesai kegiatan biasanya saya menanyakan pengalaman mereka selama live in, tentu saja tidak hanya kepada para peserta didik, tetapi juga kepada para sopir. Kepada para sopir saya tanyakan pengalaman mereka selama di perjalanan. Cukup mengesan salah satu sharing mereka, yaitu : “Wah, pater, selama di perjalanan saya sempat stress/tertekan, karena boss saya hampir setiap jam menilpon via HP saya bertanya perihal perjalanan serta berpesan agar hati-hati”. Mengapa sharing mereka begitu mengesan pada saya, karena mereka adalah sopir terbaik dan bus yang mereka kemudikan juga yang terbaik. Yang menjadi pertanyaan saya adalah ‘Bukankah sang boss kurang percaya kepada para sopir yang terbaik tersebut’. Percaya memang tidak mudah, jika orang kurang percaya kepada saudaranya atau sesama manusia, kiranya mereka juga sulit untuk percaya kepada Tuhan.

"Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."(Yoh11:27)

Warta Gembira hari ini menceriterakan kisah kematian Lazarus, saudara Marta dan Maria, sahabat Yesus. Ketika Yesus datang disambut oleh Marta dan ia berkata kepadaNya :”Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya."(Yoh11:21-22). Dan Yesus pun berkata kepadanya: : "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?”(Yoh11:25-26), dan Marta pun menjawab : "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.”(Yoh11:27). Baiklah jawaban Marta ini kita jadikan bahan permenungan atau refleksi kita.

Selama menjalani masa Prapaskah ini kiranya kebanyakan dari kita berpartisipasi dalam aneka kegiatan Prapaskah dalam rangka untuk semakin mengenali dan mengimani Yesus, Mesias, Penyelamat Dunia. Apakah kita semakin mengenal dan mengimani bahwa Yesus adalah Mesias, Penyelamat Dunia, Anak Allah, yang berarti cara hidup dan cara bertindak kita semakin menyerupai cara hidup dan cara bertindakNya? Apakah kita percaya kepadaNya bahwa kehadiran dan kedatanganNya di dunia untuk membangkitkan yang lemah dan lesu, menggairahkan yang frustrasi dan putus asa? Jika kita semakin percaya kepadaNya berarti kita semakin bergairah dalam menghayati iman atau ajaran agama kita masing-masing. Marilah kita imani doa Yesus ini : "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku."(Yoh11:41-42).

Kita didoakan agar percaya babwa Yesus adalah Almasih, Utusan Allah untuk menyelamatkan dunia dan bumi seisinya. Percaya pada masa kini cukup banyak digerogoti oleh atau mengalami erosi karena HP (Hand Phone). Ketika belum ada HP kiranya anda jarang sekali menghubungi pasangan hidup anda, suami atau isteri anda, pacar atau tunangan anda, anak-anak anda dst, yang sedang bepergian atau bertugas, namun ketika memiliki HP mungkin hampir setiap jam menghubunginya. Jika anda jujur mawas diri kiranya menghubungi dengan HP tersebut lebih merupakan kecugiaan alias kurang percaya daripada bentuk cintakasih. Jika kita kurang atau tidak mudah percaya kepada saudara-saudari kita yang dekat dengan kita, kiranya sulit atau tak mungkin kita dapat percaya kepada Tuhan, percaya bahwa Yesus adalah Almasih, Penyelamat Dunia, percaya kepada Penyelenggaraan Ilahi.

“Kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu” (Rm8:9-11)

Percaya kepada Penyelenggaraan Ilahi berarti percaya kepada karya Roh Kudus, yang kemudian hidup dan bertindak sesuai dengan kehendakNya dan tidak mengikuti kehendak sendiri atau kemauan daging. Jika selama di dunia ini kita hidup dari dan oleh Roh Kudus, maka setelah dipanggil Tuhan atau meninggal dunia nanti kita akan hidup mulia selamanya di sorga oleh ‘Roh yang telah membangkitkan tubuh kita yang fana’. Maka baiklah saya mengajak dan mengingatkan kita semua untuk tetap setia hidup dari dan oleh Roh sehingga cara hidup dan cara bertindak kita menghasilkan buah-buah Roh seperti “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri” (Gal5:22-23)

“Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman TUHAN." (Yeh37:14), demikian firman Allah kepada bangsa terpilih melalui nabi Yeheskiel. Bangsa terpilih dalam keadaan bagaikan ‘tulang-tulang’, yang tak berarti apa-apa alias mati, frustrasi dan lesu. Karena anugerah Roh mereka hidup bergairah kembali serta dengan penuh harapan menantikan hari kemenangan atau penebusan, artinya hidup dan bertindak sesuai dengan jati diri, panggilan atau tugas pengutusannya. Hari-hari mendatang atau mungkin sudah mulai dilakukan, kiranya di gereja atau wilayah anda ada kesempatan untuk mengaku dosa, menyadari dan mengakui dosa-dosa secara pribadi serta mohon kasih pengampunan Ilahi/Tuhan. Baiklah jangan menyia-nyiakan kesempatan untuk mengaku dosa ini, untuk membangkitkan semangat atau gairah hidup kita dengan menerima anugerah kasih pengampunan Allah.

“Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku. Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang.Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi” (Mzm130:1-6)

Jakarta, 10 April 2011
Tgl 08Apr2011 oleh Rm. I. Sumarya .SJ.

Register agar anda dapat ikut mengirimkan komentar anda