I. Sumarya. SJ

 

Ikuti Jalan SalibJalan Salib

Kis8:5-814-17 ; 1Ptr3:15-18 ; Yoh15:14-21

“Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya.”

Pesuruh atau hamba yang baik senantiasa mengerjakan apapun yang diminta atau diperintahkan oleh tuannya, dan memang tugas utama seorang hamba adalah partisipasi dalam tugas dan tanggungjawab tuannya. Pada umumnya seorang hamba juga hanya mampu atau terbatas mengerjakan tugas-tugas tertentu sesuai


Kis6:1-7 ; 1Petr2:4-9 ; Yoh14:1-12

“Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku”

Orang yang mau meninggal pada umumnya gelisah, ada yang sangat gelisah dan ada yang kurang atau nampak tidak gelisah alias tenang-tenang saja. Kegelisahan yang ada menunjukkan kurangnya percaya kepada Allah alias kurang beriman. Dalam perjal;anan hidup orang yang kurang atau tidak beriman pasti ia hanya


Kis2:1436-41 ; 1Ptr2:20-25 ; Yoh10:1-10

“Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.”

Cukup banyak umat, entah laki-laki atau perempuan, orangtua, generasi muda atau anak-anak merasa aman dan enak ketika sedang bersama seorang imam. Mereka merasa damai dan tentram serta tenang bersama sang imam atau dekat dengan


Kis2:1422-33 ; 1Ptr1:17-21 ; Luk24:13-35

"Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?”

Seorang bijak menasihatkan “Jika engkau sedih atau frustrasi, jangan putus asa, bacalah Kitab Suci atau sabda Tuhan, maka anda akan hidup bergairah kembali”. Memang dalam kenyataan para orang kudus atau tokoh hidup beragama, bermasyarakat dan berbangsa, pada umumnya berpegang teguh pada kata-kata mutiara, entah diambil dari Kitab Suci atau peribahasa-peribahasa yang diciptakan oleh orang bijak. Pengalaman



Sebelum 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Berikut